Reunion (Chapter 1)

REUNION – 1

Author :Anggra @alpacanggra

Genre :a little bit romance, friendship

Main Cast :Wu Yi Fan (Kris), Hwang Rin Rin (Yiseul)

Other Cast :Chanyeol EXO, Sulli+Krystal f(x)

Rate :16

Length : 3 shots

paper0705_04_1280 copy_¸±±¾

Nyahahahaha…author balik lagi dengan emmm apa ya?? Pokok ff tentang Kris #cubit kris#.Mengisi hari2 sebagai mahasiswa baru yang geje. Daripada banyak cingcong, lebih baik cepet2 aja deh..cuss..Oh ya, tengkiyu very kamsa yang udah baca ff ku sebelumnya. Maaf kalo nggak romantic dan masih ababil J cuss..yuk! #geret kris#

_____________________

YISEUL POV

“hem? Reuni SMA?” kataku lirih sambil membuka sebuah undangan.

Undangan berwarna pink yang tergeletak di meja kerja hari ini tampak di tumpukan paling atas.Tulisan SMA Chungdam terlihat jelas disana.Sudah hampir 6 tahun aku meninggalkan bangku sekolah menengah.Rasanya masih seperti kemarin, acara kelulusan itu diadakan. Aku juga masih mengingat beberapa kejadian yang tidak akan kulupakan. Acara makan di kantin, kabur dari kelas, hang out dengan teman-teman, dan beberapa orang yang benar-benar memiliki kenangan yang terlalu indah bila dilupakan.

“halo?” kujawab telpon yang berdering di meja
“baiklah. Aku akan ke sana sekarang” kutinggalkan ruangan sejuk ini, saatnya meeting.

KRIS POV

“halo, paman ya aku akan berangkat besok” suara di ujung sana tampak lebih cerewet saja

“Reuni SMA? Ya ya ya, aku mengerti sampai jumpa di Seoul” ku akhiri percakapan, tidak tahan!

Sejak kelulusanku dari SMA Chungdam, aku belum pernah kembali ke Korea. Aku hanya 3 tahun di sana. Masih kuingat banyak anak yang mentertawaiku gara-gara bahasa koreaku yang kacau balau.Ibuku yang orang Cina dan Ayahku yang orang Kanada dan pamanku yang orang Korea membuatku sangat pusing, terlalu pusing bahkan. Aku akan kembali ke Korea dan akan mengurusi beberapa kerjaan yang menumpuk dari paman. Dia cerewet sekali, tapi karena dia cerewetlah usahanya sukses keras.Karena dia pula, masa SMA emosiku selalu naik akibat terlalu banyak mendengar omelan paman.Tapi satu yang selalu tak bisa aku bantah, karena dia benar.Aku tidak bisa marah padanya, karena dia pasti benar dan selalu menjagaku agar selalu ada di jalan yang benar.Emosiku hanya bisa berakhir pada “jengkel”.

Kuraba syaraf yang ada di pelipis, “aku pasti baik-baik saja disana”

AUTHOR POV

SMA Chungdam bakal mengadakan reuni pada salah satu angkatan yang terbaik.Pada tahun itu, banyak sekali prestasi yang didapatkan oleh murid-murid SMA Chungdam.Tak hanya tentang prestasi murid-muridnya yang terkenal, kepopuleran beberapa murid SMA Chungdam tahun itu mendapatkan banyak perhatian, ada beberapa dari mereka yang menjadi orang berada saat ini.Maka dari itu, SMA Chungdam secara special mengadakan reuni untuk angkatan tahun itu. Hapir bisa dipastikan bila acara itu akan mengundang banyak perhatian dari berbagai pihak. Tak elak, acara reuni ini bakal digelar secara besar-besaran di SMA Chungdam sendiri.

YISEUL POV

Menyelesaikan acara meeting hari ini bersama klien terasa melelahkan.Aku harus mempresentasikan rancangan baruku pada beberapa perwakilan dari luar negeri. 2 tahun lalu aku menyelesaikan studiku di paris. Aku memutuskan untuk memasuki sekolah design untuk tas dan aksesoris. Tak sia-sia, sedikit demi sedikit hasil rancanganku ini sudah mulai masuk pasar luar negeri. Brand “K.Y” milikku mulai mendapatkan tempat di kalangan penikmat tas.

Aku memencet sebuah nomor yang ada di ponsel.Dia salah satu temanku sejak SMA yang saat ini masih berkawan baik.Saat aku duduk di bangku sekolah menengah, aku memiliki beberapa kawan baik, dan mereka semua menjadi orang sukses.

“hai, krystal” sapaku pada sesorang diujung sana

“yiseul-ssi!” kudapati dia agak sedikit berteriak

“aih, jangan berteriak, appo~”

“arraseo, ada apa? Tumben kau menelponku”

“kau dapat undangan reuni SMA?” tanyaku langsung

“of course, dan aku akan datang yiseul-ssi!”

“ah….okay” jawabku singkat

“kau datang?” suara disana tampak penasaran

“akan kuusahakan, kau tau kan..bila rancanganku banyak diburu sekarang, kkkk~”

“mwo? Hya!!! Datanglah” Krystal tampak berteriak

“oke oke oke” jawabku segera menenangkannya

“kau harus datang Yiseul-ssi, Sulli juga akan kupaksa untuk ikut” dia tertawa curang

“terserah kau saja” aku mengalah

“deal, ah..aku harus pergi dulu..waktunya show” krystal tampak terburu-buru

“okay, goodluck untuk hari ini, fighting!”

Krystal jung dan Sulli merupakan sahabatku sejak SMA. Krystal akhirnya berhasil menjadi model top korea. Dia sudah banyak tampil di berbagai acara, muncul di sampul majalah fashion terkenal dan sering bolak bailk ke luar negeri untuk menghadiri berbagai fashion show.Sedangkan Sulli, dia menjadi seorang aktris yang juga naik daun saat ini. Mungkin aku akan menggunakan mereka sebagai brand ambassador untuk salah satu rancanganku kelak.

“ahh, reuni itu

KRIS POV

“yeah, welcome back, Seoul” kuhirup udara Seoul dari bandara Gimpo

Suasana bandara ini rasanya belum berubah sejak terakhir kali aku menginjakkan kaki disini. Beberapa menit setelah aku masuk taksi, kepalaku mulai berdenyut lebih karena memikirkan apa yang akan terjadi selama aku tinggal di Seoul. Kulihat pesan yang muncul di ponsel, dari paman. Dia sudah siap akan kedatanganku disini dan berniat untuk menyuruhku ikut campur dalam usahanya. Dia menjadi CEO sebuah jaringan department store yang cukup populer di Korea. Aku yakin paman akan melibatkanku di dalam pekerjaannya yang rumit itu.

“Kris!” suara paman langsung menyambut ketika aku sampai di rumah mewahnya

“ah, paman!” aku memeluknya sebentar

“kau sudah tampak leih dewasa, dan emmm?” dia berfikir

“apa?” tanyaku

“tampan, bingo!”

“ah, biasa saja” aku sengaja tidak mau berdebat dengannya hari ini.

“ini, titipan untukmu, dari Chungdam” aku memegang sebuah undangan berwarna pink dan bertuliskan “REUNION” itu. Mengenang masa SMA yang membuat cukup gila, aku sedikit tersenyum. Kini bahasa koreaku sudah sangat baik dan aku yakin, semuanya akan terkejut. Aku menang, dan bahagia!

Aku berencana untuk bertemu dengan kawan baikku, Chanyeol. Dia dijuluki “doppeldager”ku karena kami mempunyai tinggi yang hampir sama, cukup tinggi dibandingkan orang korea pada umumnya. Beristirahat dan membongkar barang-barang yang kubawa dari rumah. Aku akan lumayan tinggal lama disini, sehingga barang-barang lain akan dikirim lewat kargo, yeah.

Kubaca dengan cermat undangan reuni itu.Aku teringat seseorang.

FLASHBACK

“hya, kalian berisik sekali!” suara anak perempuan itu keras sekali di telingaku

“kenapa kau bela orang asing itu?” segerombolan anak laki-laki mengepungnya

“memang kenapa? Apa salahnya sih? Dasar kalian” anak perempuan itu berani sekali

Aku yang masih baru di Chungdam merasa sedikit frustasi gara-gara banyak orang yang terus menjadikanku objek keusilan mereka, hingga membuat seorang murid perempuan itu berani membentak segerombolan kakak tingkat yang terbilang sebagai penguasa Chungdam.

“hish, dasar kau perempuan” kata ketua gerombolan laki-laki

“apa! Coba pukul aku kalau berani” dia menantang

“DUAGHHH!” ketua gerombolan laki-laki itu meninju pipi anak perempuan itu

“ayo pergi, biarkan saja orang asing dan anak ini” gerombolan itu akhirnya pergi

“kau tak apa?” aku langsung menghampiri anak itu dengan bahasaku yang kacau

“aku baik-baik saja, fine” dia mencoba tidak menghiraukan ujung bibirnya yang berdarah itu

“benar?” aku masih khawatir dan merasa bersalah padanya

“aku baik-baik saja” jawabnya tegas

“em thanks..tapi bibirmu berdarah” aku menunjuk bibirnya

“oh” dia mengusap darah yang keluar dengan tangannya

Tanpa banyak bicara aku mengeluarkan sapu tangan yang ada di saku celanaku dan membantunya untuk membersihkan darah yang masih keluar dari bibirnya yang mungil itu.

“em, sudahlah” dia langsung pergi dan meninggalkanku

“nametagmu!” aku berteriak tapi dia sudah pergi.

“Hwang Rin Rin, aku berhutang banyak padamu”

FLASHBACK END

Sejak kejadian itu, aku mulai mengenal anak perempuan itu.Nama panggilannya Yiseul, dan dia memang tomboy.

“Yiseul, bagaimana kabarmu?” kataku lirih.

YISEUL POV

Brand K.Y mulai membuatku sibuk, banyak hal yang membuatku sibuk sekali akhir-akhir ini, mulai mendesign hingga harus mengurusi system penjualan yang ramai, bahkan aku sering turun ke lapangan untuk meninjau pembuatan tas hingga ke berbagai tempat untuk melihat konsumen menikmati brand ini.

“ew, iya..saya sedang menuju department store”

Meeting dengan perwakilan jaringan department store “Athena” membuatku sibuk. Brand K.Y membuka cabang barunya disana dan aku harus turun langsung ke sana untuk meninjau keadaan dan melihat perkembangan. Aku setengah berlari menuju branch tempat brand K.Y berada.

“brukkk” aku menabrak seseorang

“maaf” tanpa melihat siapa yang kutabrak, aku langsung menuju lift dan segera ke branch. Sampai disana toko sudah ramai dengan pembeli.

“nona Yiseul, tadi ada seseorang mencari anda” seorang pegawai mengatakan padaku

“eh? Siapa?” aku merasa taka da janji dengan seseorang hari ini

“entahlah nona, dia tinggi dan seperti orang asing”

“oh, emm yasudahlah..mungkin dia akan kembali lagi” aku tampak tak memikirkan orang itu

KRIS POV

Aku mengusap lenganku akibat tertabrak tadi dan tersenyum.Masih kuingat sedikit wajahnya tadi, dia tampak berubah menjadi lebih dewasa dan cantik.

“Yiseul” kataku singkat

Ponselku bordering dan rupanya dari “YEOL”, rupanya anak itu

“hei, chanyeol”

“kris!”

“aku sedang di kafe tempat kita berkumpul dulu, bisakah kau kesini?”

“alright, tunggu aku” aku melirik jam dan ada waktu kosong

Chanyeol sudah berada di kafe tempat kita sering berkumpul waktu SMA, dia masih seperti yang dulu..badannya yang kurus dan tinggi, matanya yang lebar dan suaranya yang besar itu. Hanya rambutnya saja yang berbeda, dibuat cepak.

“bagaimana kabarmu?” dia membuka percakapan

“fine, lebih baik kurasa” jawabku dengan santai

“langsung saja, kau akan datang ke acara reuni SMA?”

“tentu saja, aku akan tinggal lama di sini, gara-gara paman” aku membeberkan alasanku

“kau masih ingat Yiseul?” dia mengganti topic secara tiba-tiba

“Yiseul?Maksudmu anak si Hwang Rin-Rin anak tomboy yang pernah menolongku?”

“bingo! Kau masih ingat dia” orang didepanku tampak senang

“tentu saja, aku masih ingat dia, kurasa dia menabrakku tadi di department store paman”

“eh?” chanyeol tampak penasaran

“aku yakin itu dia” jawabku

“dia sudah berubah, dia sekarang seorang designer tas yang terkenal”

“benarkah?” aku penasaran

“iya, lalu dia terlihat lebih dewasa” chanyeol semangat sekali

“ahahaha, dia berubah juga” kataku dengan tertawa

“dan kau tau, nama brand miliknya apa?” chayeol berhasil membuatku penasaran

“K.Y, sepertinya itu nama kalian” dia tertawa

“ha? Kau bercanda sekali” aku tak percaya dengan guyonan chanyeol

“mungkin saja kan? Kris.Yiseul, BINGO!!!” dia sedikit berteriak

“kau itu terlalu bercanda” aku menanggapinya seperti itu

“apa kau masih menyukainya? Dulu kau pergi tanpa mengungkapkan perasaanmu”

“em?” aku bingung

“jujur saja” chanyeol terus bertanya

“yes”

YISEUL POV

Melihat beberapa rancangan baruku yang akan diproduksi di ruangan kerjaku. Terasa sepi karena setiap orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.Aku memperhatikan hasil rancangan sambil mengetuk-ngetukkan pulpen ke meja.

Ponsel bordering tiba-tiba, ada sebuah pesan masuk, rupanya dari Krystal.Dia mengajakku untuk hunting pakaian reuni SMA.Aku mengiyakan dan segera pergi dari ruang kerja berwarna peach ini.

Mobil hitam yang kukendarai membelah jalanan kota Seoul. Cuaca hari ini cerah, sangat tepat untuk digunakan bersenang-senang.Krystal menungguku di gerai milik Zuhair Murad di daerah Gangnam. Itu daerah favorit Krystal, karena pakaian branded banyak sekali disana, dan salah satu designer favoritnya adalah Zuhair Murad, pakaian Haute Couture rancangannya sangat indah.

Kulihat Krystal sudah berada di dalam gerai dan melihat-lihat beberapa pakaian yang ada.

“Krystal!” aku memanggilnya, dia memelukku sebentar

“kau tak sibuk?” dia bertanya padaku

“aku sedikit bosan di kantorku, makanya aku mengiyakan”

Kami mencoba berbagai pakaian dengan berbagai warna dan model.Krystal sangat cocok memakai berbagai pakaian yang menempel di tubuhnya. Berjam-jam kami mencoba pakaian yang cocok, akhirnya krystal memilih gaun panjang berwarna maroon dengan Swarovski sebagai penghiasnya, sempurna.

“Yiseul, sepertinya ini cocok untukmu” Krystal membawa sebuah gaun hitam selutut

“benarkah?” aku bertanya padanya

“coba saja”

Benar, gaun hitam selutut itu memang cocok sekali, tidak terlalu meriah tapi tetap anggun dan menarik.Akhirnya kami menemukan pakaiannya masing-masing. Sulli yang sibuk syuting menyempatkan bergabung untuk mencari pakaian bersama

“sulli~” aku dan Krystal berteriak

“hei hei” katanya dengan ceria, dia terlihat cantik sekali

Akhirnya aku dan krystal memilihkan gaun panjang berwarna silver dengan Swarovski seperti milik Krystal.

“brand milikmu sekarang populer” kata sulli

“masih dalam proses” jawabku sambil tertawa

“apa kau sedang membuat rancangan baru?” Tanya krystal

“iya, sudah hampir keluar, tenang saja, aku akan mengirimkan yang pertama untuk kalian”

“benarkah?”

“iya, aku janji” kataku meyakinkan mereka

Acara makan malam kami setelah berkeliling mencari pakaian berakhir.Sulli harus kembali ke lokasi syuting dan Krystal harus pulang ke apartemennya.Satu buah pakaian berhasil kudapatkan untuk acara reuni SMA.Jalanan Seoul di malam hari sangat menarik.Aku berhenti disebuah kedai hoddeok yang menjadi langgananku sejak SMA.

“hai bibi, aku beli hoddeok panas nya 1” kataku pada bibi penjual hoddeok yang kukenal

“tentu saja, oh ya! Aku ingat”

“Ingat apa bibi?” aku penasaran dengan kalimat bibi yang terputus

“tadi ada pengunjung yang datang, sepertinya dia temanmu sewaktu SMA”

“eh? Apa bibi mengenalinya?”

“mungkin, dia tinggi sekali dan seperti orang asing”

“eh? Benarkah?” aku menjadi sangat penasaran dengan perkataan bibi

“ada apa ini?”

KRIS POV

Aku memandangi undangan reuni yang kupegang, kepalaku berdenyut ketika mengingat perkataan Chanyeol, tentang perasaanku pada Yiseul. Masih ada waktu beberapa hari, akan kusempatkan untuk mencari pakaian yang cocok untuk acara itu.

Beberapa waktu sudah kulewatkan di Seoul, tapi rasanya aku masih belum ada kesempatan untuk berbicara langsung dengan Yiseul, walau kutau bila salah satu branch miliknya yang terbaru ada di department store milik paman.

Dia pasti sibuk, mengingat brand miliknya banyak dicari sekarang.Aku tak menyangka bila Yiseul yang kukenal tomboy itu sekarang telah berubah. Aku bahkan masih mengingatnya ketika dia mengajariku melompati pagar sekolah, bermain basket berdua di sebuah taman kosong, menerobos hujan, dan menikmati sore bersama.

FLASHBACK

“Yiseul, sekarang hujan deras, apa kau gila???” Yiseul berbasah-basahan dengan hujan

“oh Kris, aku sudah terbiasa dengan semua ini” dia tertawa dengan seluruh badannya yang basah

Tanganku ditarik olehnya dan akhirnya kami berdua basah

“bagaimana rasanya?” wajahnya masih riang, sementara aku terdiam

“aku basah, kau suka?” aku sedikit kesal padanya

“kau marah?” wajahnya masih saja tenang

“kalau iya?” aku menunjukkan wajah kesal padanya

“ahahahahahhahahahaha, dasar kau Kris” dia mengacak-acak rambutku yang basah

“apa yang lucu?” aku merasa heran dengannya

“wajahmu, kau marah padaku”

“kenapa?” aku tambah heran dengannya

“jangan marah, coba nikmati saja” jawaban yang aneh darinya, dia tersenyum

“aku suka sekali hujan dan kehujanan, damai” Yiseul berhenti dengan kalimatnya dan meletakkan kepalanya ke pundakku. Kami menikmati hujan bersama, dengan keadaan basah kuyub di tengah sebuah taman kecil.

FLASHBACK END

“aku akan menemuimu besok, Yiseul”

YISEUL POV

Entah apa yang membuatku harus mengunjungi branch baru. Aku sudah bersiap-siap sejak pagi. Mungkin aku akan tiba pagi dan membenahi beberapa produk yang dipajang. Seoul di pagi hari, sangat menyenangkan.Aku menyalakan musik di mobil dengan keras dan bernyanyi.

Bomi oneun sori deullimyeon (When I hear the sound of spring coming)
kkochi pin gil ttara georeoyo (I walk on the path with the bloomed flowers)
Bi naerineun yeoreumi omyeon
(When the rainy summer comes)
Gaeul jina gyeouri wado (When autumn passes and winter comes)
Sone jeonhaejineun ongiro (With the warmth from our hands)
Hamkke georeogayo oohh…
(We walk together)
How great is your love oh.. yeah..

Sampai di branch, ternyata beberapa pegawai baru datang dan membuka branch.Suasana department store masih lengang dan sepi.

“selamat pagi” sapaku pada beberapa pegawai

“nona sudah sampai sepagi ini” jawab salah satu pegawai

“iya, aku ingin disini seharian ini” jawabku dengan ceria

“nona ingin minum sesuatu?”

“ah, tidak  terima kasih.. bila semuanya akan sarapan, silahkan aku akan menjaga”

“apa nona baik-baik saja?” pegawai itu mengira aku sedang sakit atau sebagainya

“aku baik-baik saja, silahkan sarapan dulu, lagipula masih pagi”

Pegawai sedang sarapan dan aku menjaga branch sebentar.Mengecek barang-barang, membenahi beberapa letak yang menurutku kurang menarik. Tak terasa pegawai sudah kembali dari sarapan, salah seorang dari mereka membawakanku satu cup mocca

“terima kasih” jawabku

Aku hendak menuju ke ruangan pusat ketika seorang pegawai mencariku

“nona, ada yang mencari anda”

“sepagi ini?” aku penasaran

“iya, dia orang yang tempo hari mencari anda”

“okay” aku berjalan sambil membawa mocca di tangan

Rasanya aku tidak percaya dengan seseorang yang sedang duduk di sova pengunjung.Kupegang mocca yang kubawa dengan erat, takut bila jatuh.Sudah 6 tahun sejak kami lulus SMA aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.Badan tinggi tegapnya, pundak bidangnya, hidungnya yang nyaris simetris, benar-benar perpaduan yang sempurna.

“kris?” aku menyapanya ragu-ragu, dia berbalik

“yiseul?” dia tersenyum dan memelukku sebentar

“emm? Satu pertanyaan, darimana kau tau aku disini?” aku langsung to the point

“chanyeol, dia memang hebat” ahhh…rupanya,

“sudah sarapan?” tanyaku

“menurutmu?”

“jika belum, mari kita makan di suatu tempat” ajakku

“baiklah, ayo sarapan”

Harus kuakui bila aku masih sedikit kaku bertemu dengannya setelah 6 tahun. Seluruh pikiranku mendadak kacau, entah apa yang harus aku katakan didepan orang ini. Image orang asingnya semakin kelihatan saja, apalagi rambutnya yang dicat lebih pirang, dasar.

Kami berdua terdiam ketika berada di dalam lift. Aku sama sekali tidak tau, harus bagaimana dan berkata apa saat ini. Benar-benar kaku dan kami berdua terlihat kikuk satu sama lain.

“ehm, kau ingin makan apa?” kris akhirnya membuka suara

“apa ya? Em, aku ingin makan di luar” jawabku

“baiklah, aku yang menyetir” kris memutuskan untuk menyetir dengan mobilnya.

Aku benar-benar bingung, apa yang harus kulakukan. Orang yang selama ini menjadi inspirasi terbesarku untuk menciptakan brand sendiri benar-benar ada di sampingku.

Oh tuhan, perasaan ini..semoga saja dia tidak mendengarnya!

TO BE CONTINUED

 

Gimana?? Nge flat ya?? Atau apa?? Comment dan kritik sangat diperlukan nihJ I’m not a good story maker J need your help so much!
thanks for read~

15 pemikiran pada “Reunion (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s