Bestfriend

Author: Vanessa

Cast: Kris Wu, Kay

Genre: Friendship, Life

Rating: Teen, General

Length: Oneshot, Ficlet

________________________

“A friend is one that knows you as you are, understands where you have been, accepts what you have become, and still, gently allows you to grow.”

― William Shakespeare

 

Dua orang manusia sedang berjalan menyusuri hamparan padang rumput didepan mereka dengan santai, menikmati pemandangan indah yang disediakan alam.

Mereka berdua duduk disebuah bangku kayu tua disudut padang rumput itu, si perempuan merapatkan syal dilehernya karena udara dingin yang terasa menusuk tulang itu.

“Pemandangan disini indah, you’re smart to choose a place for relaxing self Kris”Si perempuan tersenyum pada laki-laki bernama Kris disebelahnya, dan hanya dibalas dengan kekehan kecil Kris, “Of course! Ini tempat langgananku jika aku sedang sedih atau lelah”Tambahnya.

 

“Kau tahu, kadang aku merasa lelah dengan kehidupan. It’s such like a big drama Kris”Ia menundukkan kepalanya, Kris terdiam sejenak, namun kemudian beranjak dari tempat duduknya.

“Perjalanan hidup manusia seperti sungai mengalir menyusuri tebing, yang kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti bertemu dengan laut. Semua ada hikmahnya Kay, it just need a time, let it flow and be patient”Kris mengacak pelan rambut panjang Kay.

Kay mengangkat wajahnya, menatap manik mata Kris, menyipitkan kedua matanya lalu tertawa renyah,

“You’re totally grown up Kris! Sejak kapan kata-katamu menjadi bijak seperti itu?”, “Sejak aku menemukan bahwa sahabat kecilku ini terlihat sangat desperate”,

“Ya! Kurang ajar!”Kay mencebikkan bibirnya kesal sedangkan Kris tertawa puas.

 

Kris menarik pergelangan tangan Kay dan mengajaknya berkeliling, menghirup udara segar.

“Come on, duduk disini”Kris menepuk permukaan tanah yang agak lembab disampingnya, mengajak Kay duduk disampingnya.

“Hmmm…”Kay menarik nafas dalam-dalam, membiarkan banyak molekul oksigen segar menyeruak masuk kedalam rongga pernafasannya dengan mudah.

“Ini”Kris menyerahkan sebatang benda berbentuk persegi panjang yang dibungkus kertas alumunium foil berwarna emas pada Kay.

“What? Chocolate?”

“Yeah. Penghilang mood buruk wanita”

“Darimana kau tahu?”

“Insting pria man”Ia mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, Jinjja! You’re cassanova Kris”Kay menyikut lengan Kris sambil tertawa.

 

 

“I wanna ask you something Kay”Kris menatap lurus, nada suaranya berubah serius.

“What? Feel free to ask Kris”

“Akhir-akhir ini kau terlihat tidak punya semangat hidup sama sekali, aku sangat khawatir. What’s wrong?”

“Ani, tidak ada yang perlu di khawatirkan Kris”Kay berusaha tersenyum, namun pada akhirnya itu malah terlihat seperti senyum yang dipaksakan bagi Kris.

“Okay, okay. I’ll tell to you”Kay menghela nafas, ia terpaksa harus menceritakannya pada Kris setelah melihat perubahan wajah Kris yang menjadi serius.

 

“Aku bukan tipe orang yang pandai bercerita sepertimu Kris, apalagi soal masalah yang sepe-…”,

“Bagiku ini bukan hal sepele kalau menyangkut teman baikku”Potong Kris.

“Okay. Aku hanya merasa jenuh Kris, jenuh dengan semuanya. Jenuh dengan drama orang-orang disekitarku yang memasang topeng kebaikan didepan demi mendapatkan kesenangan, tapi sebenarnya menusuk dari belakang, like a backstabber. Yang bekerja keras malah tersingkir. Apa aku juga harus bersikap jahat saja? Toh bersikap baik tidak ada gunanya, yang ada hanya kekecewaan”Tandas Kay.

“Hey, there’s no glory without pain. Manusia memang selalu diikuti ego Kay, mereka selalu mencari-cari berbagai cara untuk menjadi segalanya, bahkan cara terburuk sekalipun, sometimes happiness is making we blind. Disitulah kedewasaan kita diuji, dari bagaimana cara kita menyikapi masalah. Setiap manusia itu kuat Kay, termasuk dirimu sendiri, hanya kita tidak mengetahuinya saja, karena sering kali kita selalu menyerah ketika dihadapi masalah”

“You’re right. Itu yang sedang aku alami, aku tidak dewasa, lemah, selalu menyerah pada keadaan. Apa aku seburuk itu?”

“Nope. Aku sudah bilang semua orang itu kuat. Jangan menyerah pada keadaan Kay, buat apa Tuhan memberikan kita akal pikir dan perasaan kalau bukan untuk menyelesaikan masalah? Kamu tidak harus menjadi orang lain untuk bahagia, jadilah dirimu sendiri. Lakukanlah hal yang menurutmu baik, biarkan saja orang-orang yang menusukmu dari belakang, suatu saat mereka akan mendapatkan pelajaran dari apa yang mereka lakukan, cause all of this is a process of maturation”

 

“Aigoo, I’m so lucky to have a bestfriend like you Kris”Kay memeluk Kris dengan erat.

“Sure! I’m the coolest man ever right?”

“Yes, yes! You’re the coolest man i ever met—walaupun aku sedikit jijik untuk mengatakannya. But, thankyou so much for your advice Kris. Aku merasa lega sekarang, rasanya bebanku sudah berkurang”Kay tersenyum lebar.

 

“It’s my pleasure. Friendship is unnecessary, like philosophy, like art…. It has no survival value, rather it is one of those things which give value to survival. Jadi, kalau kamu ada masalah, jut lemme know it. We can solve it together”

“Sure. So… We’ll be Friends Forever, won’t we?”Tanya Kay pada Kris,

Kris mengacak pelan rambut Kay sembari tertawa,

“Even longer Kay”.

 

THE END.

 

 

Holla, kali ini aku bawain FF friendship, semoga pesannya ngena ya.

Buat pengambilan castnya mungkin agak ga cocok ya, soalnya Kris kan tampangnya serius gimanaaaa gitu, tapi aku nyoba buat ngubah sifatnya disini hoho.

Yang terakhir, kalau ada salah dalam pengetikkan inggrisnya atau ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan ya.

Happy Reading!

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “Bestfriend

  1. ahhhhh pendek yaaa padahal aku suka banget sm ffnya krena mngajarkan artinya hidup.
    ditunggu karya” yg berikutnya 😉

  2. kukira kay itu kai, kukira salah tulis, tapi ternyata ennggak, bagus kok, pesannya ngena, moralnya dapet, feel persahabatannya pas ngena dihati *?* kata2nya bijak banget, ffufufuhh good luck!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s