Father & Daughter (Chapter 1)

Judul : Father & Daughter [Ch.1]

Nama Author : Astina

Genre : Family

Length : Chaptered [1/3]

Main Cast :

–          Kris (as Father)

–          Qingru (as Daughter)

–          Other EXO Member

Note : Hola readers! Saya balik lagi dengan membawakan FF bergenre Family. Sebelumnya saya mau bilang terimakasih buat admin yang sudah mem-publish Ffku yang sebelumnya : If The Rain Stops. Saya seneng banget soalnya yang komen banyak (sekitar 70 komen), maklum belum pernah dapet komen sebanyak itu ^^”. No SiDers and Bashing! Happy Read!

Father & Daughter Poster

Qingru’s POV

Masa remajaku yang indah ini,rasanya tidak seindah yang kuimpikan. Bagaimana tidak? Aku harus merawat seorang ayah yang menjadi idola di negeri ini,di China! Siapa lagi kalau bukan Wu Yi Fan alias Kris? Leader EXO M yang kata mereka sempurna itu,padahal kalau di rumah dia tidak sesempurna itu.

“Dad! Bangunnnnnn!!!! Sore ini kau ada jadwal interview!” teriakku sambil melempari kepala Dad dengan botol coke.

“Ehh…aduh..aduh…astaga…iya Dad akan bangun! Ka..kau jangan melemparku dengan botol seberat ini! Dasar anak kurang ajar!”

“Kalau tidak dihajar,kau tidak mau bangun. Sekarang cepat mandi,bajunya sudah kusiapkan di kursi riasmu.” Kataku sambil keluar dari kamar ayahku menuju ruang tamu.

Di ruang tamu,teman-teman rekan kerja  Dad biasa berkumpul bersama sambil membicarakan sesuatu. Aku agak naksir Lay gege,tapi aku tidak memberitahu Dad karena dia pasti akan memarahiku.

Punya ayah seorang idola bukan berarti hidupku sejahtera dan enak,Dad tidak bisa mengantarkanku ke toko baju (Dad tidak suka menemaniku belanja),Dad tidak bisa menemaniku makan di luar tanpa menyamar (biasanya Dad menyamar pakai topeng gorilla),Dad juga tidak bisa masak! Kadang Dad lupa menurunkanku di sekolah karena dia sibuk telepon dengan manager-nya.

Diantara banyak kekurangannya,aku tetap menyayanginya,karena dia satu-satunya orang yang melindungiku. Mum pergi meninggalkan Dad ketika aku berumur empat tahun karena Mum naksir orang lain,dan mulai saat itu akulah yang merawat Dad.

“Ayahmu sudah mandi?” tanya Tao gege.

“Sudah,dia barusan bangun dan aku langsung menyuruhnya mandi.” Jawabku.

“Untung Kris punya anak sepertimu.” Sahut Lay gege sambil tersenyum,aku balas tersenyum padanya.

“Kalian berangkat jam berapa? Kalau terburu-buru aku akan menyuruh Dad lebih cepat mandinya.” Kataku.

“Masih lama kok.” Jawab Luhan gege.

 

“Dad! Sudah belum mandinya?!” teriakku.

“Sudah!” teriak Dad sambil membuka pintu,ia hanya memakai handuk untuk menutupi ‘itu’ nya dan membiarkan dadanya terbuka.

“Ya! Jangan telanjang dada di hadapanku!” teriakku sambil menutupi mukaku dengan tangan.

“Wae? Aku ayahmu,bodoh.”

“Karena itulah kau tidak boleh begitu! Di depan anak harus berpakaian rapi! Kalau begini terus mataku bisa terkontaminasi pemandangan buruk!” kataku sambil mengintip dari celah jariku.

“Nah,jangan ngintip kalau begitu,nanti matamu bisa rusak lho.” Kata Dad sambil melempar handuk ke kepalaku.

“Aku hanya memastikan kau pakai baju yang benar. Dad,hari ini aku boleh ikut ke interview? Aku bosan di rumah.”

“Boleh,asal nanti di mobil kau tidak boleh duduk disamping Lay.”

“Aissh…kenapa sih aku tidak boleh duduk dengan Lay gege?”

“Karena aku curiga kau menyukainya,lebih baik duduk disebelahku atau di sebelah Tao.”

“Baiklah,daripada tidak boleh ikut.” Kataku sambil berjalan menuju meja rias Dad,memeriksa apa yang dibawanya dalam tas.

“Sudah bawa obat flu,minyak panas,kaus kaki,dan jaket?” tanyaku

“Sudah.”

“Bedak dan perfume?”

“Sudah.”

“Dompet?”

“Ahh…itu belum.”

“Ya! Itu barang yang terpenting malah lupa!” teriakku sambil mencari dompet dalam lemari Dad,kemudian memasukkannya dalam tas.

“Kajja,kita berangkat.” Kata Dad sambil mengalungkan tangannya yang besar padaku.

“Dad,turunkan tanganmu.”

 

“Kris ge,kau sudah selesai? Kalau begitu kita berangkat sekarang.” Kata Chen gege.

“Oke,pastikan jangan ada yang teringgal di sini,kemarin kau meninggalkan ponselmu di meja makanku.” Kata Dad pada Chen gege.

 

Kris POV

QingRu duduk di sebelahku sambil cemberut,aku tahu dia suka pada Lay makannya dia mau duduk di sebelah Lay,tapi sebagai ayah aku merasa tidak nyaman melihat putriku di samping lelaki lain,bahkan temanku sendiri.

“Marah nih? Sudah kubilang kau tidak boleh naksir orang lain,malah nekat naksir Lay.”

“Siapa juga yang naksir Lay gege?”

“Kau suka padanya kan? Dad tahu kok.”

“Cerewet kau,Dad.”

“Dua hari lagi ulangtahunmu,kan? Kau minta apa?”

“…”

“Aku sedang bertanya padamu,kalau tidak mau jawab maka aku tidak akan membelikan apa-apa untuk hadiah ulang tahunmu.”

“…”

“Ih,dasar tukang cemberut.” Kataku sambil mencubit pipi Qingru.

PLAAAAKKK…

“Daaaaaaaaaaaaddd!!! Kau itu menyebalkaaaaannnnn!!!!!!!!!!” teriak QungRu sambil memukuliku dengan tinjunya yang menyakitkan,walaupun aku sudah terbiasa disiksa olehnya,tapi tetap saja sakit.

Qingru adalah gadis yang kuat,dia tumbuh besar tanpa ibunya,saat aku sakit Qingru-lah yang merawatku,saat aku stress karena jadwal show terlalu padat biasanya Qingru akan membuat video call dan berkata agar aku harus semangat. Tak bisa kubayangkan kalau aku harus berpisah dengannya,suatu hari aku pernah berpikir untuk tidak memperbolehkan Qingru menikah,karena kalau menikah aku akan sendirian di rumah.

Kami sampai di tempat interview setengah jam sebelum acara dimulai,seperti biasa Qingru membantuku membawa kostum yang akan dipakai dan beberapa alat make up. Sampai di tempat rias,aku duduk dan membiarkan penata make up mendandani wajahku. Kalau sudah begini,Qingru akan keluar dari tempat rias karena dia merasa tidak berguna.

 

Qingru’s POV

Dad,andai saja kau bukan artis,aku pasti akan menyeretmu ke sekolah setiap hari dan memamerkan pada teman-temanku bahwa kau adalah Dad yang paling tampan,kalau kau bukan artis pasti semuanya akan normal,tapi kenyataan berkata lain.

Aku berjalan di luar gedung interview sambil mendengarkan lagu,aku tidak suka berada di dalam ruang rias yang sumpek,toh aku tidak bisa bantu apa-apa. Tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundakku,aku sontak berbalik untuk melihat siapa pemilik tangan tersebut.

“Sehun oppa? Kenapa kau bisa sampai sini?”

“Ehmm…menurutmu?” kata lelaki berkulit putih itu.

“Aku tidak tahu kau sedang apa disini,apa kau ingin melihat interview EXO M?”

“Yup,akhir-akhir ini EXO K sudah berkurang jadwal manggungnya,jadi kemarin aku terbang dari Korea kesini untuk liburan.”

“Kau sendirian?”

“Tidak,aku bersama Suho hyung. Ngomong-ngomong,kenapa kau tidak menemani ayahmu di dalam?”

“Dia sedang di make-up,kau sendiri tahu aku tidak suka di ruang make up.”

“Ah..aku lupa. Oia,dua hari lagi kau ulang tahun kan? Kau ingin hadiah apa?”

“Aku tidak ingin apa-apa,oppa. Kenapa kau dan Dad menanyakan hal yang sama hari ini?”

“Member EXO K ingin memberimu hadiah,ayahmu juga pasti ingin membelikanmu sesuatu di hari ulang tahunmu.”

“Setiap tahun,ketika aku ulang tahun pasti ada duabelas kado dari kalian,apa tahun ini aku masih harus diberi kado? Simpan saja uang kalian,lagipula aku sudah lima belas tahun,tidak diberi kado juga tidak masalah.”

“Benar nih? Awas kalau menyesal.”

“Tidak akan. Oppa,apa aku salah kalau menyukai seseorang?”

“Eh,kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” kata Sehun oppa heran.

“Dad tahu kalau aku suka Lay gege,dan dia tidak suka.”

“Mungkin ayahmu berusaha melindungimu,dia tidak ingin kau pacaran dulu,lagipula umurmu terpaut jauh dengan Lay hyung.”

“Tapi Lay gege sangat tampan,aku suka padanya.”

“Mau kuberitahu sesuatu? Tapi kau jangan menangis.”

“Apa?”

“Lay hyung sudah punya pacar.”

“Benarkah? Ugh…menyebalkan.”

“Ayahmu tidak membolehkanmu pacaran dengan Lay hyung karena takut kau akan terluka.”

“Ahh..aku rasa aku akan menangis! Kenapa orang itu sudah punya pacar sih!!!” teriakku sambil melompat-lompat di paving,kenyataan bahwa Lay gege sudah punya pacar sedikit membuatku sakit. Aku merasa jengkel.

“Hei…hei…tenanglah,tidak perlu frustasi begitu.” Kata Sehun oppa sambil menangkap tubuhku.

“Hikzz..tapi aku tidak rela,oppaaaaaa.”

“Anggap saja aku ini Lay hyung.”

“Tidak bisaaaa,kalian tidak mirip. Kau lebih mirip Luhan gege.” Kataku sambil mewek di pelukan Sehun oppa.

“Jiahaha..kau ini lucu kalau sedang menangis.”

“Pokoknya tidak bisaaa!!” teriakku sambil melompat-lompat jengkel di pelukan Sehun oppa.

“Yak! Bisa diam tidak sih?! Ayo masuk ke dalam saja.” Kata Sehun oppa sambil menyeretku.

 

“Acara sudah dimulai,kau tidak mau lihat ayahmu?” tanya Sehun oppa.

“Aku sedang tidak mood.”

“Kalau itu maumu,terserah.” Kata Sehun oppa sambil lalu,meninggalkanku sendirian di ruang ganti.

Aku menangis terus sejak Sehun oppa bilang kalau Lay gege sudah punya pacar,dalam hatiku aku memaki-maki yeoja yang menjadi pacar Lay gege itu,aku juga menyalahkan Dad karena andai saja dia membolehkanku pacaran dengan Lay gege sejak dulu,Lay gege pasti tidak akan pacaran dengan yeoja lain!

Kenapa sih Dad itu cerewet sekali? Aku tidak boleh melakukan ini dan itu,larangannya banyak sekali! Tidak boleh pacaran lah,tidak boleh naksir yang lebih tua lah,dan masih banyak lagi aturan super aneh yang dibuat Dad!

Hampir satu jam aku menunggu interview itu,tapi tak kunjung selesai,maka aku mengintip dari backstage dan melihat EXO M sedang duduk rapi sambil menjawab serentetan pertanyaan yang menyangkut EXO. Asal tahu saja,Dad selalu latihan berbicara di depan umum denganku,biasanya aku pura-pura jadi orang yang bertanya,dan Dad akan menjawabnya dengan sopan.

Dad terlihat tampan di setiap busana yang dipakainya,tak heran jika banyak orang yang suka padanya,aku masih ingat Dad pernah pakai baju mirip pembungkus cokelat dulu,waktu itu masih debut EXO. Kurang lebih sepuluh menit aku mengintip dari backstage,tiba-tiba interview itu selesai,ditutup dengan salam ‘We Are One!’ dan member EXO M pun bubar.

Sehun oppa dan Luhan gege terlihat akrab,aku rasa HanHun couple itu benar-benar nyata,tapi tidak akan kubiarkan jika Dad di couple dengan Tao gege atau Chanyeol oppa,Dad itu couple-ku! #plak.

“Qingru,kau ngapain disitu?” tanya Dad

“Tidak apa-apa,Dad kita langsung pulang yuk.”

“Tumben sekali,biasanya kau akan menyeretku ke mall ketika aku selesai manggung.”

“Ayolah,kita pulang saja.” Rengekku di depan Dad,aku tidak peduli member lain memandangiku dengan tatapan aneh,seolah berkata ‘Qingru aneh sekali hari ini’.

“Baiklah kita pulang,tapi aku harus beres-beres dulu.”

“Tidak usah,aku sudah membereskan barang-barangmu dari tadi.”

“Good girl,kita pulang naik apa?”

“Pinjam mobilnya Sehun oppa saja,boleh kan?” tanyaku sambil memberi tatapan memohon pada Sehun oppa.

“Baiklah,ini kunci mobilnya.” Kata Sehun oppa sambil melemparkan kuncinya ke Dad.

 

Waktu menunjuk pukul tujuh malam ketika aku dan Dad sampai rumah,aku ganti baju dulu kemudian berguling di tempat tidur Dad sambil membaca majalah fashion. Dad sedang ganti baju di kamar mandi,kemudian ia keluar dengan kemeja putih polos dan celana selutut bermotif army.

“Kau kenapa hari ini,nak? Tidak biasanya kau cemberut begini,apa gara-gara Lay?”

“Entahlah,mungkin itu salah satu sebabnya,tapi di sisi lain aku merasa sedang bad mood saja dan ingin menghabiskan waktu denganmu.”

“Baiklah,ceritakan unek-unekmu padaku.” Kata Dad sambil tidur di sebelahku,biasanya kalau sudah begini aku akan merapat ke Dad,dan Dad akan memelukku dengan hangat.

“Tadi kau menanyakan hadiah ulang tahunku,kan?” kataku

“Iya,kau sudah putuskan minta apa?” tanya Dad

“Sudah,aku meminta waktumu.”

“Hah?”

“Dua hari lagi,saat ulang tahunku,sehariiii saja..kau harus menuruti apa yang kuinginkan dan temani aku jalan-jalan ya?”

“Baiklah,aku rasa tidak ada jadwal show pada hari itu.”

“Thanks Dad. Kau tahu? Mungkin aku gadis yang sangat beruntung karena bisa memelukmu se-erat ini,bisa mendapat kasih sayangmu seperti ini.”

“Itu karena kau pantas mendapatkannya,girl.

“Kau tidak ingin memberikan sebuah pelukan kepada fansmu?”

“Kau dan fans itu berbeda,tidak mungkin aku memeluk fans  seperti caraku memelukmu.”

“Kekeke..aku ini fansmu,Dad.”

“Kau beda,you’re my very special fangirl.”

CUUUUPP~~~

Dad memberiku sebuah ciuman di dahi,dan aku balas menciumnya di pipi. Lalu kami berdua tertidur sambil berpelukan. Aku merasa paling nyaman kalau tidur bersama Dad,apalagi kalau dipeluk begini,tapi seringkali Dad mengira aku gulingnya. =.=

Esok harinya aku terbangun,kebetulan aku sedang liburan akhir semester jadi aku bangun siang sekali. Dad terlihat masih tidur di sebelahku dengan sebelah tangannya menindih perutku. Dad lucu sekali kalau tidur,mulutnya sedikit terbuka.

“Daddy,bangunlah.” Kataku sambil menggoyang pelan tubuhnya.

“Uhmm…” kata Dad sambil menggeliat-kan tubuhnya yang panjang itu.

“Kau mau makan apa pagi ini?” tanyaku.

“Makan steak saja.” Kata Dad yang kemudian menutup matanya lagi.

“Kalau kau tidak bangun,aku tidak akan masak.” Ancamku.

“Cerewet…sebentar lagi aku juga bangun.” Kata Dad sambil memeluk gulingnya lagi.

Dengan usil kudorong tubuh Dad hingga jatuh ke lantai,menimbulkan suara debum yang lumayan keras. Cara yang ampuh membangunkan Dad.

“Ya! Qingru! Sakit tahu!”

“Salah sendiri tidak mau bangun,kau harus mandi sekarang kemudian pergi ke studio untuk latihan vokal,idola abad duapuluh harus punya suara merdu lho.” Kataku. Dad tidak mau bangun,jadi aku terpaksa menyeretnya dalam keadaan tidur menuju kamar mandi.

“Mandilah Duizhang,akan kubuatkan steak favoritmu.”

“Jangan panggil aku Duizhang,aku ini ayahmu!”

“Terserah deh.” Kataku sambil meninggalkan Dad menuju dapur.

Aku membuat steak favorit Dad dengan hati-hati,tidak ingin Dad merasakan sesuatu yang tidak enak dari masakanku. Dad selalu memujiku,dia jarang marah padaku,karena itulah aku sayang padanya,kalaupun dia marah pastilah ada alasan yang kuat.

Selesai mandi,Dad langsung menyantap steaknya dengan lahap,aku hanya geleng-geleng melihatnya yang makan dengan rakus.

“Kau ikut aku latihan vokal?”

“Aku ikut,tapi kemudian aku akan jalan-jalan sendiri.”

“Mau kemana nih? Pasti mau belanja.”

“Hehehe…kau tahu saja Dad,boleh kan?

“Boleh,aku selesai latihan vokal jam satu siang,jadi paling lambat kau harus tiba di studio jam setengah satu,ok?”

“Ok! Dad baik deh.” Kataku sambil memeluk Dad dari belakang.

“Hey jangan memeluk orang yang sedang makan,bisa tersedak tahu.”

 

Aku dan Dad berangkat dari rumah ke studio menggunakan mobil Sehun oppa,rencananya Sehun oppa akan mengambil mobilnya hari ini ketika Dad sedang latihan vokal. Sesampainya di tempat,aku mengantar Dad ke dalam studio,kemudian merayu Dad untuk memberiku uang,kekeke.

“Ehem…ehem” kataku

“Apa? Kau minta uang?” kata Dad sambil melotot padaku.

“Hehehe…kau sudah tahu Dad,aku minta sedikit boleh kan?”

“Dasar kau itu,mulai sekarang aku harus mengontrol uang shoppingmu,jangan jadi anak boros!”

“Aku beli barang yang berguna kok!”

“Majalah fashion,MP3 Player,Baju-baju terbaru,apa itu barang-barang yang penting? Harusnya aku yang beli barang-barang itu! Ya sudah,pergilah,hati-hati di jalan.” Kata Dad sambil menepuk pelan bahuku.

Dad memang ayah paaaaaaaliiing baik! Walaupun dia melotot padaku,tapi akhirnya tetap memberiku uang (walaupun tidak banyak). Aku pergi ke pertokoan dimana alat-alat musik dijual,aku tertarik dengan case HP transparan dengan motif kupu-kupu biru,jadi aku membelinya.

Setelah membeli barang itu,aku pergi ke toko baju. Dan coba tebak aku dapat apa? Baju pasangan kekasih yang sepertinya cocok untuk aku dan Dad! Warnanya pink dan biru,modelnya seperti sweater,kebetulan Dad tidak suka dingin,mungkin sweater ini bisa menghangatkannya di musim gugur yang dingin ini.

Aku beli? Tentu saja! Baju itu limited edition spesial musim gugur,rugi kalau tidak beli. Aku akan menyuruh Dad pakai baju itu waktu ulangtahunku nanti,semoga dia mau memakainya. Aku keluar dari toko baju dan masuk ke toko aksesoris,membeli beberapa kalung dan gelang untuk Dad,lalu beberapa jepit kecil-kecil untukku.

Hanya tiga toko yang aku kunjungi,tapi aku menghabiskan setidaknya satu jam setengah hanya untuk memilih-milih (itulah yang tidak disukai Dad,menungguku memilih barang). Tepat setengah satu aku kembali ke studio,sebisa mungkin kusembunyikan baju kembaran itu dari Dad.

“Dadddyy…” teriakku.

“Tumben kau sudah sampai.” Kata Dad sambil mencopot headphone-nya.

“Katamu harus sampai jam setengah satu kan? Apa aku salah datang tepat waktu?”

“Baguslah kau tepat waktu,aku masih belum selesai latihan vokal,kau bisa menunggu di luar.” Kata Dad

“Tidak,aku ingin melihat Dad bernyanyi.” Kataku sambil duduk manis di samping guru vokal EXO M.

EXO M menyanyikan lagu untuk album terbaru mereka di tahun 2022 mendatang,kali ini EXO M mengusung lagu-lagu ballad yang enak sekali untuk didengarkan. Luhan dan Chen gege adalah main vocal,suara mereka berdua enak sekali! Posisi Dad sebagai rapper dan leader,aku tidak heran akhir-akhir ini bicaranya cepat sekali,mungkin keseringan nge-rap.

Hari ini Dad bernyanyi dengan baik,biasanya dia sering membuat kesalahan nada saat latihan bersamaku. Apapun yang berhubungan dengan dunia entertainment,Dad selalu latihan denganku,walaupun kami sadar aku bukan gurunya Dad.

“Bagus! Latihan vokal hari ini cukup sampai disini,terimakasih kalian sudah bekerja keras.” Kata guru vokal yang kemudian langsung pergi entah kemana.

“Bagaimana? Suara Dad enak tidak?” tanya Dad sambil memandangku penuh harap.

“Enak kok,tidak seperti ketika kau latihan vokal denganku.”

“Hahaha…xiexie Qingru.” Kata Dad

“Dad,habis ini kita kemana?” tanyaku

“Jalan-jalan sebentar,kau mau tidak?”

“Aku sudah jalan-jalan tadi,tapi kalau kau mengajakku aku tidak akan menolak. Apa yang lain juga ikut?” tanyaku.

“Kami semua ikut jalan-jalan kok.” Kata Tao gege

 

Aku duduk diam di pojokan mobil sambil mendengarkan lagu-lagu rock-pop,tumben sekali Dad tidak ngomel-ngomel masalah tempat duduk,padahal aku duduk di samping Lay gege lho,kekeke. Tapi walaupun begitu,aku tidak merasa senang,karena tahu Lay gege sudah punya pacar,aku jadi tidak menyukainya lagi.

“Kita sampai!” kata Luhan gege sambil melompat turun.

“Eh,kita makan di cafe nih?” kataku

“Yup,aku lama tidak makan disini.” Kata Luhan gege.

Aku melempar tatapan sinis pada Dad,sudah tahu aku tidak suka makan makanan di cafe ini,tapi malah mengajakku kesini,tau begini aku tidak usah ikut tadi. Dengan muka cemberut aku melangkahkan kakiku ke dalam cafe,berusaha untuk berjalan sejauh mungkin dari EXO M,aku takut kena jepret wartawan dan menjadi bahan gosip.

Aku tidak duduk bersama Dad,tapi duduk dengan Mrs.XiaoYu , dia penata rias EXO M. Kalau aku duduk bersama Mrs.XiaoYu,pasti tidak ada yang curiga. Inilah tidak enaknya jadi anak seorang artis,makan di restoran saja harus duduk terpisah dengan ayah sendiri,huhft…

“Kau makan apa,Qingru?” tanya Mrs.XiaoYu

“Aku makan Ayam Goreng Pedas saja.” Kataku.

“Tidak ada makanan seperti itu di cafe,Qingru.”

“Kalau begitu aku tidak usah makan.” Kataku sambil meletakkan kepalaku di meja dan kembali mendengarkan lagu rock-pop dari MP3 Player-ku.

Ke-enam lelaki itu tampak senang sekali dengan makanan mereka (terutama Luhan gege yang makan banyak sekali) ,tertawa-tawa sambil minum kopi. Mereka bahkan tidak menoleh padaku! Ah..sudahlah,artis memang begitu,di tempat umum suka caper! Aku mengawasi seluruh cafe ini dengan seksama,aku tahu ada beberapa orang gadis yang sedang memotret EXO M,dan aku tidak heran sama sekali.

Muak dengan atmosfer di cafe ini,aku keluar dan membeli makanan kaki lima di luar. Dad selalu tidak bisa menebak mood-ku,dia bilang aku ini membingungkan,detik ini aku mungkin tersenyum pada Dad,tapi detik berikutnya aku langsung cemberut lagi,begitulah katanya.

Tapi,siapa yang tidak jengkel kalau diajak ke cafe yang tidak disukainya dan kemudian dicuekin seperti itu? Seperti Alien dari planet Mars yang tersesat di Bumi! Sambil makan hotdog,aku berusaha memperbaiki mood-ku,aku sendiri tidak suka berlama-lama pasang wajah cemberut.

Entah mengapa aku memikirkan masa lalu-ku bersama Dad dan Mum,Mum dulu sangat sayang pada Dad dan aku,entah lelaki jahat mana yang telah mencuri hati Mum dan meninggalkan kami berdua dalam kehidupan yang rumit ini. Dulu aku dan Mum sering menggambar Naga dan kemudian menamainya dengan Mr.Kris The Dragon,aku masih punya gambarnya di kamar.

Dad dulu pura-pura terbang seperti di MV Mama,dia bahkan rela memakai sayap peri bohongan milikku kemudian menggendongku dan berlari kesana-kemari,memang bukan terbang sungguhan,tapi itu penerbangan paling menyenangkan dalam hidupku ketimbang naik pesawat.

Beberapa menit kemudian,Dad keluar bersama yang lain. Cepat-cepat aku masuk mobil dan duduk di pojokan seperti tadi,sambil mengunyah hotdog-ku yang tinggal sedikit. Aku senang Lay gege tidak duduk disebelahku,digantikan Dad dan Xiumin gege yang duduk di sebelahku.

“Kata Mrs.XiaoYu kau tidak makan? Kenapa?” tanya Dad

“Aku tidak suka makan disitu.” Jawabku datar,Dad hanya geleng-geleng kepala dan mulai bercakap-cakap dengan Xiumin gege,lagi-lagi aku dicuekin sama Dad,hikz…

Sampai rumah,aku melihat mobil Sehun oppa terparkir di depan. Bukannya dia sudah mengambil mobilnya waktu di studio tadi? Kenapa bisa di depan rumah lagi? Mungkin dia berkunjung. Dan benar saja,ketika kubuka pintu rumah,Sehun oppa sudah di dalam sambil makan keripik Lays dan menonton TV.

“Enak sekali nonton TV di rumah orang tanpa izin.” Kata Dad sambil melemparkan bantal sofa ke arah Sehun oppa.

“Hehehe…tak apa kan,hyung? Aku sedang kangen dengan EXO M,aku kemari bersama Suho hyung lho,dia ada di dapur.” Kata Sehun oppa.

Pengalaman nih,kalau member EXO M dan EXO K berkumpul,maka rumah akan menjadi pasar malam dadakan! Suasananya ramai sekali,bahkan pernah sampai jam satu dini hari mereka belum tidur! Untung saja hanya Sehun dan Suho oppa yang datang,coba kalau member EXO K yang lain juga datang,entah nanti malam aku bisa tidur atau tidak.

Kurebahkan tubuhku di kamarku sendiri,memeluk gulingku sambil mengarahkan pandanganku ke sekeliling kamar. Kamarku di dominasi poster dan catatan-catatan sekolah,ada satu poster ukuran XL (?) yang tertempel megah di tembok sebelah kiri kamarku,poster EXO. Aku sendiri yang minta poster itu dipasang,poster itu adalah poster dari MV History,Dad kelihatan tinggi sekali di samping Chanyeol oppa.

Dari luar terdengar suara tawa Lay gege dan Suho oppa,entah sedang menertawakan apa (kemungkinan sedang menggoda Sehun oppa). Terkadang aku heran,kenapa member EXO suka sekali singgah di rumah Dad setiap hari,padahal mereka punya rumah sendiri-sendiri,aku jadi merasa kalau rumah ini adalah Dorm kedua anak-anak EXO.

Sedetik kemudian,aku ingat akan baju couple tadi,kubuka bungkusan baju tersebut dan mengeluarkan yang warna biru. Apa aku harus memberikannya pada Dad sekarang? Atau nanti malam saja? Besok sudah ulangtahunku…Lebih baik kuberikan sekarang daripada kelupaan.

“Daddy,aku masuk  ya?” teriakku sambil mengetuk pintu.

“Masuklah.” Kata Dad dari dalam.

“Dad…” kataku sambil memeluk Dad dan duduk di pangkuannya seperti bayi.

“Ada apa? Wajahmu cemberut begitu,apa ada yang membuatmu gelisah?”

“Aku tidak suka kalau anak-anak EXO kesini setiap hari,mereka berisik sekali Dad,aku tidak bisa tidur.”

“Ah..itu masalah sepele,nanti akan kuberitahu mereka.”

“Ini aku belikan sweater untukmu.” Kataku sambil memberikan sweater itu pada Dad.

Light Blue? Warna ini tidak cocok untuk musim gugur.”

“Kau mau memakainya di hari ulangtahunku besok? Aku punya kembaran untuk sweater itu.”

“Coba kutebak,punyamu pasti warna pink?

“Kau pintar menebak,Dad.”

“Baiklah,khusus untuk besok,aku akan berdandan seperti pangeran untukmu,kita akan jalan-jalan berdua,ok?”

“Ok! Tidak pakai berdandan kau sudah seperti pangeran menurutku.” Kataku sambil mengalungkan tanganku di leher Dad.

“Hey monyet,jangan bergelantungan di leherku,aku bisa tercekik.” Kata Dad sambil berusaha menggelitik perutku,alhasil aku jadi melepaskan kalungan tanganku dan menggeliat kesana-kemari.

Tidak ingin kalah dari Dad,aku juga meggelitik telapak kaki Dad dan membuatnya tertawa keras sekali. Tak lama kemudian,member EXO M lain datang bersama Sehun dan Suho oppa,kurasa mereka curiga mengapa Dad tertawa keras sekali.

“Ckckckc…anak dan ayah memang tidak bisa dipisahkan.” Kata Luhan gege yang kemudian bergabung untuk menggelitik Dad.

“Ya! Luhan! Kenapa kau ikut-ikutan menggelitikku! Bwahahahah…hentikan!” pekik Dad.

Yang lain juga ikut menggelitik Dad,jadi kami bersembilan tumpang tindih di tempat tidur,sibuk menggelitik satu sama lain. Aku berusaha membebaskan diri dari tumpukan (?) itu dan mengambil kamera,kemudian memotret pemandangan kocak itu.

“Hey,Qingru! Kenapa kau memotret kami?” teriak Suho oppa.

“Hehehe…sepertinya menarik kalau aku pajang di Weibo.”

“Jangan ngawur kau!!!!!” teriak mereka bersama,dan kemudian mereka mengejarku sampai ke halaman belakang rumah.

Hahaha,walaupun berisik,tapi enak juga bercanda bersama teman-teman Dad. Terkadang mereka memang menyebalkan,tapi aku sudah menganggap mereka keluarga. Lelah berkejaran,akupun memutuskan untuk berdiam diri di kamar sambil membaca novel klasik.

Waktu menunjukkan pukul lima sore,aku mandi dan kemudian mengambil makanan di meja makan,dan kembali lagi ke kamar. Entah mengapa aku betah sekali di kamar sekarang,kuhabiskan waktu pribadiku dengan browsing internet sambil chatting.

Beberapa kali Dad mengetuk pintu untuk mengajakku makan malam,tapi aku menolak dengan alasan aku sedang malas,jadi Dad meletakkan makan malamku di depan kamarku. Walaupun sudah dingin,tapi makanannya tetap enak,hari ini giliran Dad yang masak untuk makan malam.

Selesai makan,aku memutuskan untuk tidur,tidak ingin bangun kesiangan di hari ulangtahunku besok. Selesai menggosok gigi,aku segera memakai piyama dan bergelung di tempat tidur,Dad masuk untuk memberiku ucapan selamat malam,tak lupa memberi good night kiss di pipiku. Oh Dad,wo ai ni !

~TBC~

41 pemikiran pada “Father & Daughter (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s