Last Valentine

Title                               :                  Last Valentine

Author                          :                  Lethicia [ @LethiciaFio_ ]

Gendre                          :                  Romance, Sad, School life, Friendship.

Main Cast                      :

·         Park Chanyeol ( EXO )

·         Choi Sulli ( F(x) )

·         Byun Baekhyun ( EXO )

Length                           :                  Oneshot

cats9

Summary                      :

A person can be in love with someone forever till the end of time. But if that person doesn’t tell or show the feelings of love, it will be just another person living in a dream, lost of true love.

Love is like a bed of roses, there are many thorns. The path to true happiness lies in learning to avoid the thorns, while enjoying the roses.

Author Message            :

Murni bikinan author. Maaf kalo masih jelek kata2nya ga pas sama gajelas. masih abal abal –v Happy Reading deh. *bow*

***

Chanyeol POV >>

Chanyeol.

Begitulah teman – temanku memanggil namaku.

Aku pernah bertanya dalam hatiku, apa yang kucari pada hari Valentine ? Aku tetap terdiam, bertanya – tanya, siapa yang akan kuberikan coklat atau setangkai bunga mawar merah sebagai tanda cinta dan sayangku ?

***

Seoul, February  5th , 2012

3.00 p.m KST

Sepulang dari sekolah, aku melanju dengan motor besarku yang berwarna merah. Sebentar lagi Valentine, bersama siapakah aku akan pergi ke pesta Valentine disekolahku ? Sudahlah, lupakan saja Park Chanyeol, kau tidak akan bisa menemukan pasangan hanya dalam 19 hari saja.

Aku terus melaju dengan motorku sampai – sampai ada seorang yeoja yang hampir saja kutabrak karena kecerobohanku, untung saja aku berhasil ngerem motorku tepat waktu. Aku turun dari motorku dan berjalan kearahnya yang sudah jatuh terduduk.

“Mianhae, aku tidak sengaja. Apa kau terluka ?” tanyaku sambil mengulurkan tanganku.

“Ah, Nan Gwenchana Oppa” jawabnya sambil melontarkan senyum manisnya kepadaku dan meraih tanganku.

Aku terpana akan senyum manisnya itu. Yeoja itu sangat cantik, rambutnya yang ikal sepinggang dengan jepitan kecil di rambutnya dan juga dress orange yang sedang digunakannya. Sungguh mempesona. Tapi sepertinya dia jauh lebih muda daripada aku.

“Gomawo, Oppa” ucapnya ramah.

“Ne, cheonma saengie” ucapku tersenyum.

Yeoja itu hanya membalas dengan senyum manisnya itu.

“Hm, Oppa, aku permisi dulu ya. Terima kasih sudah menolongku berdiri”

“Ah, ne”

Yeoja itu jalan menjauh dariku. Aku pun berjalan menuju motorku. Namun suatu hal teringat di pikiranku.

‘Aigoo! Aku lupa menanyakan namanya’  Batinku.

Namun apa boleh buat, dia telah hilang dari pandanganku.

Chanyeol POV  End <<

Sulli POV >>

Cit…

Suara rem motor orang itu membuatku jatuh terduduk. Aku hanya terdiam dan menutup telingaku. Namun namja tadi yang hampir menabrakku turun dari mobilnya dan mengulurkan tangannya untuk menolongku. Akhirnya kuraih tangannya dan berdiri.

“Gomawo, Oppa” ucapku lembut.

“Ne, cheonma saengie” ucap namja itu tersenyum.

Aku hanya membalasnya dengan senyum.

Dia… sangat menawan, tampan, tinggi, berkarisma, tampangnya yang mencerminkan kepribadiannya yang lembut dan baik, matanya yang bulat dengan mengenakan baju seragam SMA yang tidak jauh dari rumahku.

“Hm, Oppa, aku permisi dulu ya. Terima kasih sudah menolongku berdiri” ucapku.

“Ah, ne” ucapnya dengan senyum manisnya.

Pelan – pelan aku berjalan menjauh darinya. Sebenarnya, ingin sekali aku menanyakan namanya, tapi, aku malu. Sudahlah, aku hanya bisa berharap, semoga di lain waktu aku bisa bertemu dengannya lagi.

Sulli POV End <<

***

Chanyeol’s side ( Chanyeol POV >> )

Aku duduk termenung di kamarku. Tersenyum sendiri sambil membayangkan wajah yeoja tadi.

‘Siapakah yeoja itu, bodoh sekali aku sampai lupa menanyakan namanya. Pabonikka! Semoga saja aku bisa bertemu lagi dengannya.’ Batinku.

Hebat sekali yeoja itu, bisa – bisanya membuatku memikirkannya sepanjang hari seperti orang gila yang tersenyum sendiri.

***

Seoul, February  6th , 2012

3.00 p.m KST

Keesokan harinya, pada saat waktu yang sama, saat aku pulang sekolah, pada jam yang sama, yaitu jam 3 sore, aku iseng lewat jalan pulangku kemarin. Siapa tau aku bisa bertemu dengannya. Namun, keadaan yang tidak kuduga, turun hujan deras. Aku pun berteduh di sebuah pondok di dekat lokasi kejadian kemarin.

Begitu larutnya aku memikirkan yeoja itu hingga tidak menyadari bahwa yeoja itu datang membawa payung . Yeoja itu menyapaku dengan senyum manisnya itu.

“Neo, sedang apa kau disini di saat hujan seperti ini ?” tanyaku.

“Andwe, aku tadi mau ke taman itu. Tapi tiba – tiba saja hujan turun” jawabnya.

“Begitukah ? Geurae, apa kau kedinginan ?” tanyaku lagi.

“Annio, Oppa” jawabnya.

“Sudahlah, aku tau kau sedang kedinginan. Pakailah ini” kataku sambil menyodorkan jaket hitamku padanya.

Yeoja itu akhirnya mengambil dan memakai jaketku.

“Gomawo Oppa” ucapnya.

“Ne”

Tiba – tiba saja teringat di benakku. Namanya… aku tidak boleh lupa menanyakan namanya lagi!

“Hm, neo, ileum-i mueos-ibnikka ? ( Siapakah namamu ? )” Tanyaku antusias.

“Ah, joneun Choi Jinri imnida. Tapi aku di panggil Sulli. Oppa ?” jawabnya lembut.

“Joneun Park Chanyeol imnida. Kau bisa memanggilku Chanyeol. Hm, mannaso bangabsemnida,Sulli.”

“Ne, Bagapta Chanyeol Oppa” ucapnya sambil tersenyum.

Aku menatapnya lembut. Betapa mempesonanya dia. Apakah aku menyukai Sulli ? Kurasa memang benar, aku menyukainya.

“Oppa, kau memerlukan payung ? ambil payungku saja” ucapnya sambil mengulurkan payung yang tadi digunakannya.

“Tidak perlu, Sulli-ah. Gamsha”

“Jinja ? Kalau begitu, aku duluan ya.”

“Cankaman, mau aku antarkan ?” tawarku.

“Anio Oppa, tidak perlu. Rumahku disebrang, tepat berada di sebelah taman itu.  Gomawo Oppa atas tawarannya” jawabnya.

“Ah, baiklah. Hati – hati” ucapku sedikit khawatir.

Ternyata, nama yeoja impianku itu Choi Sulli.

Chanyeol POV End >>

Sulli POV >>

Sebentar lagi jam 3 sore, saatnya aku pergi ke taman.

Namun di tengah jalan tiba – tiba saja turun hujan deras.

“Aigoo, seharusnya tadi aku tidak keluar rumah” kataku.

Aku pun membalikan badanku. Tapi langkahku terhenti karena aku melihat seorang namja yang kemarin hampir menabrakku.  Aku datang menghampirinya dan berkenalan dengannya. Sepanjang hujan aku berbicara dengannya.  Semakin akrab saja.

Badanku terasa dingin karena hujan. Namun Chanyeol Oppa memberikan jaketnya untukku. Namja itu bernama Chanyeol. Park Chanyeol. Senang sekali aku bisa mengetahui namanya. Aku , Aku tidak bisa membohongi hatiku, bahwa aku mencintainya…

Akhirnya aku pulang ke rumah. Namun Chanyeol Oppa menahanku.

“Cankaman, mau aku antarkan ?” tawarnya.

“Anio Oppa, tidak perlu. Rumahku disebrang, tepat berada di sebelah taman itu.  Gomawo Oppa atas tawarannya” jawabku pelan.

“Ah, baiklah. Hati – hati” ucapnya terlihat sedikit khawatir.

Doaku terkabul, aku dengannya lagi, tepat jam 3 sore.

Sulli POV End <<

***

Author POV >>

Sejak saat itu, Chanyeol dan Sulli menjadi sering bertemu. Bertemu di taman yang sama dan jam yang sama yaitu jam 3 sore. Selain itu, mereka juga sering berkomunikasi. Chanyeol yang menjadi jatuh hati pada Sulli pun sering menghabiskan hari – harinya dengan penuh dengan senyum. Begitu juga dengan Sulli, yang sejak kecil sendiri dan selalu kesepian karena orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaannya dan kedua Eonnie-nya yang menetap di luar negeri. Sulli hanya tinggal bersama dengan pembantu di rumahnya setiap hari. Namun, karena adanya Chanyeol. Sulli menjadi tidak kesepian lagi.

Author POV End <<

***

Seoul, February  15th , 2012

10.00 a.m KST

Chanyeol POV >>

Hari ini, aku menghabiskan waktu istirahatku untuk memikirkan Sulli. Aku duduk di tangga depan sekolahku, tempat dimana biasanya aku nongkrong jika istirahat bersama sahabatku, Baekhyun.

Seperti biasanya, aku duduk dan tersenyum seperti orang gila karena memikirkan Sulli. Sepertinya aku sangat mencintainya.

“Ya! Chanyeol”

Seseorang memanggilku. Sepertinya aku tau dia siapa.

“Ne, waeyo Baekhyun ?” jawabku santai sambil tersenyum.

Yang memanggilku tadi adalah Baekhyun, sahabatku yang ku katakana tadi.

“Yeoli, akhir – akhir ini kau sering tersenyum sendiri. Wae ?” tanya Baekhyun dengan nada curiga.

“Ah, ani. Hanya ingin tersenyum saja” jawabku santai dan melanjutkan senyumku.

“Ya! Jangan bilang kalau temanku yang satu ini terlah terjangkit penyakit gangguan jiwa. Chanyeol-ah! Sadarlah!” ucap Baekhyun sambil mengguncang tubuhku.

Tiba – tiba saja mimic mukaku berubah menjadi tampang orang kesal.

“Ya! Baekki! Kau ini. Mana mungkin aku tiba – tiba bisa mempunyai penyakit jiwa. Kau ini mengada – ngada saja” kataku kesal.

“Lalu ? apa yang menyebabkanmu seperti ini ? Senyum sepanjang hari” tanyanya heran.

“Baekki-ah, aku menyukai seorang yeoja. Dia sangat menawan” kataku sambil tersenyum.

“Mwoya ?! Nugu ?” tanya Baekhyun dengan antusias.

“Dia sangat cantik, senyumnya sungguh menawan. Aigoo, aku menyukainya sejak pertama bertemu dengannya” kataku.

“Love at first sight ? Wow.” Puji Baekhyun.

“Yeah, Baekki. Sepertinya dia yang akan ku bawa ke pesta Valentine nanti”

“Bawalah dia! Lalu kenalkan padaku. Ne ?”

“Pasti kukenalkan. Lalu, bagaimana denganmu ?” tanyaku.

“Naega ? Aku juga sudah dapat pasangan dari jauh hari.” Jawabnya.

“ Jeongmal ? Sepertinya temanku yang satu ini lebih laku daripada aku” ejekku.

“Ya! Dia adalah yeoja yang di jodohkan orang tuaku.” Katanya.

“Mwo ? dijodohkan orang tua-mu ? Lalu kau mau ?” tanyaku dengan nada tidak percaya.

“tentu saja aku mau. Lagipula, yeoja itu sangat menawan, cantik dan ramah. Aku sudah mengenalnya sejak kecil. Namun kami tidak dekat. Dan kau harus lihat ini” Ucap Baekhyun sambil menunjukan jari manisnya yang dilingkari cincin.

“Baekki, kau ?” tanyaku sedikit curiga.

Apakah Baekhyun sudah bertunangan dengn seseorang ?

“Ne, aku sudah bertunangan dengan yeoja itu.” Jawab Baekhyun.

“Mwo?! Bahkan kau tidak mengundangku. Jahat sekali kau” kataku kesal.

“Mianhae, Yeolie. Pesta itu hanya dihadiri keluarganya dengan keluargaku. Saat Valentine akan ku kenalkan padamu, aku janji” ucap Baekhyun.

“Awas ya jika kau tidak mengenalkannya!” ancamku.

“Ne Chanyeolie. Tenang saja”

“Bagus” ucapku singkat.

“Kalau begitu, aku ke kantin dulu. Lapar” katanya.

“Yasudah, sana”

Tidak ku sangka , temanku sewaktu SMP ini sudah bertunangan. Aku hanya turun berbahagia. Kembali aku tersenyum sambil memikirkan Sulli. Tapi satu yang menjanggal di pengeliatanku sekarang. Aku seperti melihat seorang yeoja yang mirip dengan……………………………..Sulli.

‘Ah tidak mungkin. Mungkin karena aku terlalu memikirkannya sampai kelewat batas begini.’  batinku.

Tapi aku yakin kalau aku tidak salah lihat. Aku mengusap mataku dan melihat kearah yang sama. Dan ternyata benar! Orang yang kulihat adalah Sulli.

‘Tapi. Sedang apa dia disini ?’ batinku bertanya.

Tanpa berpikir panjang. Aku pun menuruni tangga yang cukup panjang di depan sekolahku dengan cepat dan berlari kearahnya.

“Ya! Sulli” teriakku memanggil Suli.

“Chanyeol Oppa”

Chanyeol POV End <<

Sulli POV >>

Hari ini aku ingin melihat – lihat sekolah baruku sekalian mencarinya. Ketika sampai di gerbang depan sekolah baruku. Aku hanya bisa tercengang melihat sekolahku yang amat luas dan besar.

Aku melihat ke arah air mancur yang indah di depan sekolahku. Indah sekali. Tapi pandangnku terhadap air mancur itu teralihkan ketika aku melihat seorang namja berlari kearahku. Mukanya tidak asing bagiku.

“Ya! Sulli” teriak namja itu.

Alangkah kagetnya ketika aku melihat namja itu ternyata adalah Chanyeol Oppa.

“Chanyeol Oppa”

“Sulli! Sedang apa kau disini ?” tanyanya.

Terlihat raut wajahnya yang seperti sangat senang. Aku turut senang.

“Ini sekolah baruku. Hari ini aku ingin berkeliling disini.” jawabku.

“Jinja ? jadi kita satu sekolah ?” katanya dengan nada riang.

“Ne, Oppa.”

“Baiklah! Aku akan mengajakmu berjalan – jalan di sekolah ini. Kajja!” ajaknya.

“Ne, Gomawo Oppa” responku dengan melontarkan senyum.

Sulli POV End <<

***

Chanyeol POV >>

Betapa senang hatiku ketika mengetahui Sulli akan satu sekolah denganku.

Aku mengantarnya untuk berkeliling di sekolahku. Namun sepanjang perjalanan, kami hanya terdiam saja. Sampai akhirnya aku tidak sengaja melihat tangan Sulli. Sebuah cincin berlian melingkari jari manisnya. Aku pun memegang tangannya dan bertanya padanya,

“Sulli, sejak kapan kau memakai cincin ?” tanyaku.

“Ah, itu… itu…” katanya tiba – tiba saja gagap.

Terlihat jelas wajahnya seperti merasa takut dan bingung.

“Jawab aku! Kau…” bentakku.

“Mianhae, Oppa…. Aku…”

“Jawab aku, sekarang jawab aku!” bantakku lagi.

Cincin ini, seperti pernah kulihat.

“Chanyeol-ah! Apa yang kau lakukan ?! Jangan membentaknya seperti itu” kata seorang namja sambil melepaskan penganganku ke Sulli.

“Ya! Neo……………” ucapanku terpotong ketika aku menoleh ke hadapan namja itu.

Tanpa ku sangka. Dia itu Baekhyun.

“Baekhyun Oppa” ucap Sulli pelan.

‘Sulli mengenal Baekhyun ?’ batinku.

“Sulli, kau mengenal Chanyeol ne ?” tanya Baekhyun ke Sulli.

“N-ne Oppa” jawab Sulli tampak gugup.

“Kebetulan Chanyeol-ah! Sulli yang ku ceritakan tadi.” Ucap Baekhyun.

‘Ucapan Baekhyun tadi ? Jangan – jangan…………..’ batinku.

“Tunanganmu ? Sulli ?” kataku sedikit berat.

“Bingo! Benar sekali. Ternyata kau masih mengingatnya” ucap Baekhyun antusias.

‘Sudah kuduga’ batinku.

Aku kecewa ? iya aku kecewa. Kecewa karena aku tidak bisa menyatakan cintaku lebih dulu sebelum Baekhyun bertunangan dengannya. Aku pengecut, aku hanya berani menyimpan perasaanku dan tidak berani menyatakan semua pada Sulli. Aku bodoh. Sangat bodo.

“Ah, Selamat ya. Longlast” ucapku sambil melontarkan senyum palsuku.

“Ah ne Chanyeol-ah, Gomawo ne!” ucap Baekhyun dengan nada riang.

Badanku terasa rapuh, remuk. Hancur. Hancur ketika melihat yeoja yang kucintai harus bersama sahabatku sendiri. Betapa sakit hatiku. Dengan muka murung aku pergi meninggalkan mereka.

Chanyeol POV End <<

Sulli POV >>

“Baekhyun Oppa” ucapku pelan.

Baekhyun Oppa mengenal Chanyeol Oppa ? Bahkan mereka adalah sahabat akrab dari SMP. Aku takut… aku takut kalau karena aku, mereka menjadi bermusuhan. Chanyeol Oppa, ketika dia mengetahui kalau aku adalah tunangan Baekhyun Oppa, wajahnya seperti kecewa. Aku, sedih melihatnya seperti itu. Seakan kebahagaiannya telah direnggut.

“Ah, Selamat ya. Longlast” ucap Chanyeol Oppa dengan tersenyum.

Senyum itu, senyum palsu. Chanyeol Oppa, aku tau dia sedang sedih. Saat dia pergi menjauh. Ingin aku mengejarnya. Namun, apa boleh buat ? Aku sedang bersama Baekhyun Oppa.

“Sulli, aku tidak menyangka kalau kau mengenal Chanyeol” ucap Baekhyun Oppa.

Aku hanya membalas senyum.

“Sulli, ayo aku antarkan berkeliling di sekolah ini. Kajja Changi” ajaknya sambil menarik tanganku.

“Ne, Oppa. Gomawo”

Changi ? Aku… tidak bisa memanggil Baekhyun Oppa dengan sebutan, Changi.

***

Seoul, February  21th , 2012

2.45 p.m KST

Semenjak hari itu. Chanyeol Oppa sudah tidak pernah ke taman lagi. Sudah 6 hari dia tidak muncul di sekolah dan juga di taman. Hari ini, aku pergi ke taman lebih awal.

‘Chanyeol Oppa, apakah dia sakit ?’ batinku bertanya – tanya.

Terus terang, aku sangat merasa bersalah. Aku… seharusnya menolak pertunangan ini. Sulli, Kau memang Babo Yeoja! Aku benci diriku sendiri, aku hanya bisa membohongin perasaanku. Yang kusukai adalah Chanyeol Oppa. Bukan Baekhyun Oppa!

Sulli POV End <<

***

Author POV >>

Chanyeol, sudah 6 hari dia mengurung diri di kamar, semua tawa dan senyumnya sudah hilang karena kejadian beberapa hari itu. Dia sangat menyesal, tapi dia berpikir kalau belum terlambat. Chanyeol memutuskan untuk menyatakan cintanya pada Sulli.

“sebentar lagi jam 3, inilah saatnya” ucap Chanyeol.

Chanyeol segera menganmbil kunci motornya dan jaketnya tanpa basa – basi, Chanyeol melaju menggunakan motornya ke taman.

5 menit kemudian.Chanyeol sampai di depan taman dan langsung mencari Sulli.

Author POV End <<

***

( Sulli’s Side ) Sulli POV >>

Sepertinya, semua terlambat, tidak ada gunanya lagi aku menyesal.

‘Chanyeol Oppa, mungkin hanya sampai sini kisah cinta kita. Mianhae Oppa. Jeongmal Mianhae.’ Batinku.

Aku menundukan kepalaku. Tapi terdengar suara langkah kaki , aku langsung menoleh kearah suara itu. Dan ternyata………dia datang. Chanyeol Oppa datang menemuiku. Aku langsung beranjak bangkit dari dudukku.

“Chanyeol Oppa” ucapku senang.

“Oppa, Bogopshipo! Jeongmal bogopshipo” lanjutku sambil memeluknya.

Namun, Chanyeol Oppa melepas pelukanku. Tak tau apa yang ingin dia lakukan. Dia hanya berlutut di depanku dan memegang tangan kananku.

“Choi Sulli, Saranghae. Jeongmal Saranghaeyo. Mian, aku membuatmu menunggu. Aku tau semua telah terlambat, aku tidak mungkin bisa menjadi milikmu lagi. Tapi, belum terlambat aku menyatakan cintaku padamu. Sulli-ah, Aku sungguh sangat menyukaimu” ucapnya yang semula sangat tidak ku duga.

“Oppa…..”

Hening…

Tik..

Aku menangis. Semakin lama semakin keras.

“Sulli-ah, uljima” ucap Chanyeol Oppa memelukku.

“Mianhae Oppa, seharusnya aku tidak bertunangan dengannya. Aku sesungguhnya tidak mencintainya. Yang kucintai hanyalah Oppa. Oppa, Jeongmal Mianhae, aku telah membuatmu menjadi seperti ini. Hiks” ucapku lirih.

“Sulli-ah….” Chanyeol Oppa memanggilku dengan nada lembut.

Dan kemudian, dia………..menciumku.

Tiba – tiba saja terdengar seorang mendekat ke arah kami.

“Kalian………..” kata orang itu.

“Baekhyun-ah” ucap Chanyeol Oppa terlihat kaget.

Aku pun menoleh kebelakang. “Baekhyun Oppa” aku kaget.

Sulli POV End <<

***

Baekhyun POV <<

Sore ini, aku ingin  berkunjung kerumah Sulli. Sudah lama tidak bermain ke rumahnya. Tapi, saat aku mendatangi rumahnya, Sulli tidak ada di rumah. Aku memutuskan untuk pulang. Ketika aku menginjakan kakiku di depan rumah Sulli dan hendak menaiki mobilku. Aku melihat Chanyeol.

‘Sedang apa Chanyeol disini ?’  batinku.

Akhirnya aku mengikutinya, sepertinya dia sedang menuju taman. Aku terus mengikutinya sampai akhirnya langkahku terhenti ketika melihat Chanyeol sedang menghampiri………….Sulli. Aku bersembunyi di balik pohon besar yang jaraknya tidak jauh dari mereka.

Kulihat mereka berpelukan. Sakit, itulah yang kurasakan ketika melihat tunanganku sendiri sedang berpelukan dengan sahabatku dan sahabatku sendiri menyatakan cintanya pada tunanganku. Namun inilah yang lebih sakit, ketika aku mendengar kata – kata itu,

“Mianhae Oppa, seharusnya aku tidak bertunangan dengannya. Aku sesungguhnya tidak mencintainya. Yang kucintai hanyalah Oppa. Oppa, Jeongmal Mianhae, aku telah membuatmu menjadi seperti ini. Hiks”

Bayangkan rasa sakit hatiku. Remuk, Rapuh, Hancur. Dan inilah puncak kesakitan hatiku, ketika aku melihat Chanyeol berciuman dengan Sulli. Tnpa sadar aku melangkah keluar dari persembunyianku dan menghampiri mereka.

“Kalian……………” ucapku lirih.

“Baekhyun-ah”

“Baekhyun Oppa”

Ternyata inilah takdir yang harus ku terima.

Baekhyun POV End <<

Author POV >>

“Mianhae, Sulli” ucap Baekhyun pada Sulli.

“Oppa…” ucap Sulli sendu.

“Kau terpaksa ya bertunangan dengaku ?” kata Baekhyun tersenyum palsu.

“Oppa, mianhae. Aku….”

“Sudahlah, aku mengerti.”

Chanyeol hanya bisa terdiam. Sulli yang menangis kecil dan Baekhyun yang kecewa dengan semua yang telah dilihatnya.

“Sulli-ah, ambilah ini” ucap Baekhyun sambil melepaskan cincin dijarinya dan memberikannya ke Sulli.

“Andwe” tolak Sulli sambil menyembunyikan tangannya ke belakang.

“Sulli, jebal!” paksa Baekhyun sambil menarik tangan Sulli.

Namun apa daya Sulli. Tangannya berhasil di capai Baekhyun.

“Ambilah, anggap kita tidak pernah bertunangan. Berbahagia dengan Chanyeol” ucap Baekhyun dengan nada sendu sambil memberikan cincinnya ke tangan Sulli.

“Yeolie! Jaga Sulli, ne ?” pinta Baekhyun.

“Baekki-ah….” Balas Chanyeol dengan nada lirih.

“Ya! Chanyeol. Aku jauh lebih tua darimu. Kau harus menjaganya untukku! Ne?!” teriak Baekhyun kemudian memberi senyum.

“Ne, Baekhyun-ah”

Air mata Sulli semakin banyak keluar, keperihan hatinya terasa sangat sakit. Begitu juga Baekhyun yang kecewa dan sakit hati. Sedangkan Chanyeol, dia merasa tidak enak dengan Baekhyun.

“Aigoo, mengapa jadi tegang seperti ini ? Sudahlah, aku pergi duluan saja ya!” kata Baekhyun sambil tersenyum palsu.

“Oppa, jeongmal mianhae, hiks” kata Sulli menangis.

Namun Baekhyun tidak menghiraukan Sulli dan melanjutkan langkahnya keluar taman. Chanyeol langsung memeluk Sulli. Tangisan Sulli semakin menjadi – jadi ketika berada di pelukan Chanyeol.

Author POV End <<

***

Seoul, February  24th , 2012

8.00 a.m KST

Chanyeol POV >>

Seperti biasa aku duduk di anak tangga depan sekolahku. Kali ini aku sendiri, bukan hanya kali ini, semenjak kejadian di taman, aku dan Baekhyun sudah jarang bertemu kecuali di kelas.

‘Apa Baekhyun marah padaku ?’  batinku.

Aku terus bertanya – tanya kepada hatiku soal itu, kalau benar, aku akan segera meminta maaf padanya.

Hari ini adalah puncak dari semua, hari ini tanggal 24 Februari, yang biasanya di sebut Valentine Day. Malam nanti aku akan menyatakan cintaku padanya.

Aku menyusuri koridor di sekolahku menuju ke kelas Sulli. Sesampai di kelasnya, terlihat Sulli sedang bersama teman – temannya. Aku memandanginya di depan pintu kelasnya.

“Sulli-ya! Sepertinya Chanyeol mencarimu” kata salah seorang temannya.

Sulli menoleh ke arahku dan langsung menghampiriku dengan diiringi senyum.

“Sulli-ah” panggilku dengan nada riang.

“Oppa, waeyo ?”

“Malam ini, kau datang ke Valentine Party denganku ya! Bersiap – siaplah, pakailah gaun yang cantik. Berdandan yang cantik. Malam nanti jam 7 , aku akan menjemputmu di rumahmu. Tunggu aku ya” kataku panjang lebar sambil memnjentikan jariku di hidung mancungnya.

“Ne, Oppa” ucapnya dengan nada riang.

Aku sudah tidak sabar.

Chanyeol POV End <<

***

Seoul, February  24th , 2012

6.30 p.m KST

Sulli POV >>

Kupandangi isi lemari bajuku. Sambil mencari baju yang cocok untuk pesta nanti.

“Pakai baju apa ya aku ? Hmm” gumamku bingung.

Tiba – tiba saja aku teringat akan gaun yang di berikan Chanyeol oppa kepadaku dulu.

-Flashback : ON-

Seoul, February  14th , 2012

3.00 p.m KST

Jam 3 sore, di taman dekat rumah Sulli. Seperti biasanya dia bertemu dengan Chanyeol. Chanyeol tampak membawa suatu kotak yang cukup besar berwarna ungu tua dan memberikannya pada Sulli.

“Apa ini, Oppa ?” tanya Sulli bingung.

“Buka saja” perintah Chanyeol.

Akhirnya Sulli membuka kado-nya dan alangkah kagetnya setelah Sulli melihat sebuah gaun cantik berwarna hitam, lengan panjang dan terdapat pita di sebelah kiri. Sangat cantik.

‘Apakah dia membelikannya untukku ? tapi…untuk apa ?’  batin Sulli.

“Bagus ? Itu untukmu” ucap Chanyeol.

“Mwoya ? Untuk apa Oppa membelikannya untukku ?” tanya Sulli bingung.

“datanglah ke pesta Valentine di sekolahku bersamaku. Kau harus pakai gaun itu” ucap Chanyeol.

Sulli terkaget. Namun dia hanya mengangguk yang berarti dia mau.

-Flashback : OFF-

“Benar, aku harus memakai gaun itu!” kataku antusias.

Aku mengambil kotak yang berisikan gaun itu di bawah tempat tidurku. Kemudian aku membuka kotak itu dan mengambil gaun cantik itu.

“Aku akan berdandan cantik untukmu, Yeol Oppa” ucapku tersenyum.

Sulli POV End <<

***

Chanyeol POV >>

Aku memakai jas berwarna biru tua dan dalaman berwarna putih bercorak hitam. Aku segera menuju ke rumah Sulli. Kali ini aku mengendarai mobil ayahku. Kutancap gas dan langsung menuju rumah Sulli dengan rasa tidak sabar yang menggerogoti (?).

Sesampainya, aku menelfon Sulli agar dia segera turun.

“Yoboseyo ? Oppa, kau sedang dimana ?” tanyanya.

“aku didepan rumahmu, keluarlah segera.” Perintahku.

Sulli ternyata keluar ke teras kecilnya di lantai dua dan melambaikan tangannya kepadaku, ku balas saja lambaian tangannya.

“Turunlah, aku sudah tidak sabar melihat kecantikanmu” gombalku.

“Aigoo. Ya! Oppa, sebentar aku segera turun”

Tut.. tut..

Sulli menutup telfonnya dan sepertinya dia sudah turun. Aku memandang rumah besarnya dan,

“Suprice! Apakah aku cantik, Oppa ?” tanya Sulli.

Aku tercenggang melihatnya memakai gaun yang dulu kuberikan kepadanya, dengan dress sepaha dan rambut ikal yang dijepit ke samping.

“Kau pakai gaun itu ?”

“Ne Oppa!” ucap Sulli dengan nada riang.

“Yeoppo” pujiku.

“sudahlah, ayo kita berangkat” ajak Sulli.

“Ne”

***

 

Sesampai disekolah, aku membukakan pintu mobilku dan memegang tangan kirinya. Kami berjalan bersama – sama ke dalam gedung acara. Menikmati hidangan yang tersaji. Dan tak lupa berdansa sampai akhirnya acara selesai.

Inilah saatnya.

Aku mengantar Sulli pulang, namun aku mengajaknya ke taman sebentar.

“Oppa, untuk apa kita kesini ?” tanya Sulli heran.

“Ada yang ingin ku katakana padamu” jawabku kemudian tersenyum.

“Mwo ?” ucapnya singkat.

Aku berlutut dan memegang tangan kirinya. Sulli hanya menatap bingung apa yang akan kulakukan.

“Oppa…”

“Choi Jinri! Disini, aku bertemu denganmu, dan disini juga aku akan menjadikan kau yeojachingu-ku. Sulli, Would you be mine ?” ucap Chanyeol spontan.

Sulli tersenyum dan tidak menyangka.

“Ne Oppa. Aku mau!” ucap Sulli antusias.

Aku berdiri dan langsung memeluknya dan tak lupa, aku menciumnya sepanjang malam Valentine.

Sulli, My First Valentine…

Chanyeol POV End <<

***

Seoul, February  24th , 2013

2.30 p.m KST

Sulli POV >>

Hari ini, hari Valentine dan Anniversary 1st Year bersama Chanyeol Oppa. Aku sudah resmi berpacaran dengannya sejak malam itu di taman. Orang tua kami sudah saling mengenal dan sudah setuju dengan hubungan kami. Baekhyun Oppa, dia sudah menemukan pasangan baru.

Aku menatap layar poselku dan melihat ada panggilan masuk dan bertulisan “Park Chanyeol”.

Chanyeol Oppa menelfonku! Aigoo, aku sudah kangen dengan suara bass-nya. Dengan antusias aku mengambil ponselku dan mengangkat telfon Chanyeol Oppa.

“Yoboseyo  ? Oppa!” panggilku.

“Ya! Sulli-ah, Happy Valentine Day dan tak terlupakan Happy Anniversary 1st Year” ucap Chanyeol Oppa yang berhasil membuatku meneteskan air mata bahagia.

“Sulli, temui aku jam 3 di taman! Jangan lupa. Aku ingin memberimu kejutan special.” Lanjut Chanyeol Oppa.

“Ne Oppa!”

Tanpa basa basi, aku langsung menuju taman lebih awal.

Sulli POV End <<

***

Chanyeol POV >>

Aku menelfon Sulli dan membuat janji dengannya untuk bertemu dengannya di taman jam 3 sore.

Aku baru saja keluar dari toko berlian, aku membelikan cincin untuk Sulli, dan juga setangkai bunga mawar cantik untuknya sebagai hadiah Valentine dan Anniversary.

Setelah itu dengan semangat aku melaju ke taman. Dengan penuh antusias aku sampai mengebut. Ku lihat jam di tanganku dan jarum panjang sudah tepat di angka ‘12’. Aku terlambat! Aku semakin mengebut dan akhirnya aku sudah hampir sampai di taman, taman itu sudah di depan mataku.

Cit…srett..bruk..

Tanpa dugaan, sebuah truk besar menabrakku. Motorku rusak terserat truk itu, aku terbanting, kepalaku mengeluarkan banyak darah, dan tiba – tiba saja mataku tertutup rapat. Ada apa ini ? Aku tidak mungkin mati… andwe!

Sulli, Sulli, Saranghae.

Chanyeol POV End <<

Author POV >>

Cit…srett..bruk..

Sebuah truk besar menabrak Chanyeol, motor Chanyeol terseret truk dan rusak berkeping – keeping, tubuh Chanyeol terpelanting dan akibatnya darah banyak keluar dari kepalanya, badannya pun penuh luka. Bunga dan cincin jatuh begitu saja. Mata Chanyeol tertutup rapat. Sepertinya….Chanyeol sudah tiada. Segrombolan orang mendekati Chanyeol.

Author POV End <<

***

Sulli POV >>

Aku berlari keluar taman dan aku tidak sengaja menabrak seorang yeoja paruh baya.

“Mianhae, ahjumma” ucapku dan menoleh ke arah depan taman.

“ne, Gwenchana” ucapnya.

Aku melihat segrombolan orang dan bertanya pada ahjumma itu.

“Ahjumma, cankaman. Aku ingin bertanya, ada apa di sana, mengapa disana sangat ramai ?” tanyaku penasaran.

“Aigoo. Seorang namja mengalami kecelakaa yang merenggut nyawanya. Mianhae, aku harus segera pergi” ucapnya sambil berpamit.

“ne, ahjumma” jawabku.

Aku menatap kosong rombongan orang itu.

Chanyeol.

Itulah yang terbayang di ingatanku.

Aku langsung berlari ke arah rombongan itu dan menerobos masuk.

Deg..deg..deg..

Itu, Chanyeol Oppa. Lalu yang tadi siapa ?

-Flashback : ON- ( Sulli POV )

Sudah cukup lama aku menunggunya. Apa dia akan menepati janjinya ?

Aku menatap kosong rumput di taman, dan tiba – tiba mendengar suara langkah kaki seseorang.

Chanyeol Oppa.

“Oppa!” panggilku riang sambil beranjak berdiri dan hendak memeluknya.

“Jangan mendekat” larang Chanyeol.

“Wae Oppa ?”

Dia hanya diam.

“Oppa…”

“Sulli-ah, jika aku telah tiada, berbahagialah. Carilah namja yang bisa menjagamu lebih lama dan lebih baik. Mianhae, Sulli. Mungkin kisah cinta kita sampai sini saja” ucap Chanyeol oppa.

“Apa yang kau katakana Oppa ?” tanyaku heran.

Dia tidak merespon dan hanya berlari menjauh dariku. Aku mengejarnya.

-Flashback : OFF-

Aku jatuh terduduk. Tidak percaya ini akan terjadi. Air mataku menetes, semakin deras. Aku memeluk Chanyeol oppa yang tubuhnya sudah berlumuran darah.

“Chanyeol Oppa, ireona! Ireona! Chanyeol Oppa”

Aku hanya berteriak memanggil namanya.

***

Chanyeol Oppa.

Pergilah, aku sudah merekalkanmu.

Oppa, mungkin sampai sini saja.

You’re my first and my last valentine, Chanyeol Oppa.

Saranghae ~

***

To live in this world you must be able to do three things : to love what is morta, to hold it against your bones knowing your own life depends on it, and, when the time comes to let it go, to let it go.

THE END…

Thanks for Reading, Chingudeul 🙂 Thankseu.

Iklan

12 pemikiran pada “Last Valentine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s