Only One

Title    : Only One

Cast    : Byun Baek Hyun

Park Ni Chan

Genre : Friendship

Rating : Teenage

Length : Songfic

Author : @ririnovi

 

Ini songfic pertama yang aku buat, waktu itu pas banget lagi suka-sukanya banget sama lagu galau sekaligus penyemangat bangeeeeet, nih Only One – B1A4 (dan sebenernya sekarang juga masih suka sih). Dan ff pertama aku juga baekki main sama aku! Hehe 😛

 

Sengaja juga aku selipin liriknya, sekalian rekomendasi juga sebenernya buat yang belom tau lagu itu 😀

 

Okai deh, Byun Baekhyun is coming..

 

 

 

 

Ulgo shipeul ttae ureoyo

Seulpeum deureul aesseo chamji marayo

Geudae ga dashi useul su itge

Naega ana julgeyo

 

(Cry when you want to cry

Don’t purposely hold in your sadness

I’ll embrace you so that you can smile again)

 

 

Sahabatku sejak kecil kudapati sedang menangis di area belakang gedung sekolah kami sepulang sekolah. Kudekati dia perlahan agar ia tak merasa terganggu.

“Waeyo? Apa yang terjadi?”, tanyaku hati-hati sambil duduk disebelahnya.

“Oppa, oppa tau apa yang terjadi padaku? Teman-temanku menjauhiku karena aku dianggap penghianat! Oppa tahu apa yang kulakukan? Aku hanya menemukan sebuah kertas yang ternyata adalah kertas contekan salah satu teman sekelasku pada ujian tadi pagi, tak sengaja ada guru yang masuk dan mengetahui semua kejadiannya. Mereka dan termasuk aku pun dihukum, tapi mengapa mereka memperlakukanku seolah aku pembunuh yang membantai habis keluarga mereka? Kenapa, oppa? Kenapa??”, dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

 

Jujur, aku tak pernah melihatnya seperti ini. Dihadapanku dia selama ini selalu melemparkan senyum manis yang tak pernah kudapatkan dari siapapun juga.

 

“Sedari tadi setiap kali aku lewat didepan mereka, mereka selalu menatapku sinis dan tak sedikit memakiku dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Aku sebatang kara di sekolah sekarang, apa aku tidak pantas menangis untuk beban yang kutanggung itu, Oppa?”, tanyanya sembari menghapus air matanya.

 

“Menangislah sekeras-kerasnya, menangis sampai kau puas. Keluarkan semua kesedihanmu, jangan tahan itu.”, kupeluk ia dan kubiarkan ia menangis sejadi-jadinya. “Aku janji akan membuatmu tersenyum lagi, Nichan.”

 

 

himi deul ttaemyeon jamshi

shwi eo galsu it dorok

naui eokkaereul billyeo julgeyo

 

(When you’re tired

I’ll lend you my shoulder

so that you can rest for a bit)

 

 

Setelah ia sedikit tenang, aku melepaskan pelukanku. Mencoba menatap matanya yang sembab karena terlalu banyak menangis.

“Aku tahu kau lelah, apa kau ingin meminjam bahuku? Sekedar mengistirahatkan dirimu sejenak, dan mungkin bebanmu bisa terbagi sebagian untukku.”, ucapku disambut senyum tipisnya.

 

Ia bersandar dibahuku. Beberapa air mata masih mengalir hingga ia terlelap, dan itu sebuah hal yang jauh lebih baik daripada harus melihatnya penuh beban.

 

 

I pray no tears in your dreams

I know you’ll fly high in your life

I sesangeun jageun nuneuro

Tto geudael boryeogo hajiman

Boran deushi dangdang hage

Mal halsu isseo You’re the only one

 

(I pray no tears in your dreams

I know you’ll fly high in your life

Although this world tries to look at you with a small view

I can confidently say you’re the only one)

 

 

Bahkan saat tertidur, ia terlihat lebih manis dari biasanya. Dia harus bermimpi indah, karena dimana lagi ia bisa mendapat kesenangan sekarang ini jika bukan dalam mimpinya sendiri?

Mungkin sekarang dia belum menyadari satu hal. Tidak semua orang mengucilkannya. Diantara mereka masih ada aku yang berada disampingnya untuk menolongnya keluar dari masalah ini. Tidak peduli apa yang orang katakan tentang dia, hanya diriku sendiri yang mengetahui bahwa dia adalah satu-satunya anugerah Tuhan yang terbaik untukku.

 

 

Jogaknan kkumeul chajayo

Andwen daneun mareun haji marayo

Geu kkumeul dashi irul su itge

Naega dowa julgeyo

 

(Find your broken dreams again

Don’t say that you can’t

I will help you to make that dream come true)

 

 

“Oppa..”, Nichan terbangun dan menatapku dengan mata berkaca-kaca.

 

“Gwaenchanha??”, tanyaku khawatir.

 

“Bahkan dimimpiku sendiri, kutemukan teman-temanku mengucilkanku juga. Sebegitu besarkah kesalahanku pada mereka, Oppa? Eotteokhae? Apa aku harus bunuh diri sekarang agar mereka puas? Aku tidak bisa setiap hari seperti ini, Oppa..”, ucapnya tersedu lagi.

 

“Kau pasti bisa. Nichan sahabatku adalah orang terkuat yang kukenal. Dikucilkan teman-teman bukan sesuatu yang harus dihindari, tapi harus kau hadapi. Tenang saja Nichan, aku akan membantumu sebisaku. Kau akan melewatinya dengan perasaan bahagia setiap hari.”, ucapku meyakinkannya.

 

 

Sumi cha oreul ttaemyeon

Jamshi nuneul gamgoseo

Geudae miraereul sangsang haebwayo

 

(When you feel like you can’t breathe

close your eyes for a bit

and think about your future)

 

 

“Acuhkan saja semua perkataan buruk mereka terhadapmu. Kau sendiri selalu bilang kalau kau punya banyak mimpi yang harus kau raih. Bayangkan kau menjadi orang sukses dengan semua impian ditanganmu, orang-orang yang mengucilkanmu sekarang pasti akan menyesal telah melakukan semua hal ini.”, ujarku diiringi anggukan pelannya.

“Aku akan coba melakukannya demi Oppa yang selalu ada untukku..”

 

 

Jikyeo julge nunmul heullineun geudae gyeoteseo

Amu geokjeong malgo shwi eo ijen nae pumeseo

Nunga e maejhin tteoreo jiji anhneun seulpeum

 

(I’ll protect you and stay by your side as tears flow

Just rest without any worries in my embrace

The sadness formed in your eyes that won’t fall)

 

 

“Aku akan benar-benar ada disampingmu untuk melindungimu. Kau tenang saja. Yang harus kau lakukan adalah berhenti menangis dan percaya jika aku ada disini, maka semua akan baik-baik saja.”, ucapku mengusap lembut kepalanya yang masih bersandar dibahuku.

Terlihat jelas raut kesedihan yang tak pernah lepas sejak aku menemukannya menangis tadi. Sedih bercampur lelah dan bingung harus berbuat apa.

 

Sebenarnya aku tidak tahu harus melakukan apa dengan keadaannya sekarang ini, tapi aku janji aku akan melakukan apapun untuk membuatnya kembali tersenyum.

 

 

Kkum soge geochin bo iji anhneun meok gureum

But neoneun ujji mwo, apeum ttawin deo

Chamji malgo jeo haneullo nopi nallyeo beoryeo

 

(In your dreams there are rough dark clouds that don’t show

but you smile

Don’t hold back your hurt anymore

Just throw it high into the sky)

 

 

Nichan mulai tersenyum. Entah bagaimana dalam hatinya, namun kurasa tersenyum adalah cara paling ampuh untuk menghilangkan kesedihan meski kita tak ingin melakukannya. Apalagi tak pernah kulihat Nichan begitu down sampai seperti ini.

“Sekarang kau sudah siap untuk menjadi Nichan yang biasanya? Nichan yang selalu tersenyum meski masalah menumpuk di pundakmu? Apa kau siap?”, tanyaku berusaha menghiburnya.

 

“Ne, aku siap. Aku janji akan selalu tersenyum dan takkan pernah mengingat kejadian buruk yang aku alami. Aku akan maju meskipun banyak hambatan yang menerpaku. Gomawo, Oppa..”, ucapnya memandang penuh arti padaku.

 

 

Ijen kkeuteul hyanghae gallae

jeobeo dwetdeon nalgae

Pyeolchjyeo jwo take my hand

 

(I want to go towards the end now

Open up the wings that were folded away

Take my hand)

 

 

“Aku punya banyak semangat yang ingin kuberikan padamu agar kau tidak pernah mengingat kesedihanmu itu lagi.”, ucapku padanya.

“Semangat seperti apa itu, Oppa? Apa kau akan membawaku ke suatu tempat?”, tanyanya antusias.

 

“Matda! Ayo kita membeli permen dan memakannya bersama! Kau masih suka permen, kan? Jangan bilang, karena sedih kau melupakan teman-teman kecilmu itu?”, ucapku berdiri dan mengulurkan tanganku padanya.

 

“Apa kau salah bertanya, Oppa? Mana mungkin aku melupakan permen-permen favoritku? Kajja, kita pergi sekarang juga!”, dia menyambut uluran tanganku lalu menariku untuk segera pergi ke toko permen yang biasa kami datangi.

 

Dashin ulji marayo..”, bisikku ditelinganya dan membuat langkahnya terhenti.

 

“Geurae, Oppa. Aku tidak akan menangis lagi..”, ucapnya nampak sangat bahagia.

 

 

Hagabge byeonhan maeum deureun

Geudaereul alji mot hajiman

Nugu boda meotjin geudae

Nae gyeote isseo, you’re the only one

 

(Although hearts that changed coldly may not know you

who is cooler than anyone

stay by my side, You’re the only one)

 

 

Kau harus tau, Nichan. Meskipun suatu saat perasaanku padamu berubah (kuharap tidak), aku pasti tidak akan sepenuhnya berubah. Aku akan selalu mengingatmu sebagai sahabat terbaikku, karena kau yang mengatakannya sendiri. Bahwa aku aku adalah orang yang selalu ada untuknya. Dan aku akan selalu berusaha menjadi orang yang seperti itu, apapun yang terjadi.

“Aku hebat kan, bisa membuatmu tersenyum lagi?”, ucapku menggoda Nichan yang sedang sibuk bersama lolipop jumbonya.

 

“Ne Oppa, kau hebat!”, ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya dari permen itu.

 

“Maka dari itu, kau harus selalu ada disisi Oppa. Arrasseo?”

 

“Ne, arrasseo.”

 

Aku tak melihat keseriusan dari wajahnya saat menjawab pertanyaanku, namuun aku sangat yakin apa yang dia katakan benar-benar akan dilakukannya.

 

Tetaplah berpikir aku yang terbaik dan jangan pernah berada jauh dariku. Karena aku takkan tahu apa yang akan kulakukan jika terjadi hal seperti itu. Aku terlalu mengkhawatirkanmu, my only one.

 

 

END

 

 

FF ini sukses bikin aku semakin mikir baekki adalah orang yang baik dan peduli, meskipun aku sendiri yang nge-set sifatnya kaya gini, tapi yang jadi terus kebayang emang sifat asli baekki itu kaya di ff ini, hahaaaaay 😉

Iklan

15 pemikiran pada “Only One

    • Gomawo udah baca dan sempetin comment ya chingu! 🙂
      Tapi maaf, baekhyun udah mutlak milik author, dia pacar sekaligus sahabat yang baik buat authornya wkwkwk *dilempar batu*

  1. Author tambah lg ya ceritany! Tapi Thor jangan pendek pendek dong ceritanya! Ga seru tau! Tapi walaupun begitu tetap semangat ya thor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s