A Loveland

a Loveland

Author  : @Virawss

Rating   : PG-17

Length  : One Shoot (Long One Shoot)

± 5.571 words (include author’s chit chat)

Cast       : Oh Sehun                          – Im Dayoung (OC)           – Kim Heechul

Kim Hara                            – Kim Yoonyi                       – Lee Hyukjae aka Eunhyuk

Kim Joonmyun (OC)      – Han Seulri

Genre   : Romance

Akhirnya FF ini jadi juga. Setelah sekian lama mandek di tengah cerita akhirnya author dapet ilham buat nerusin FF ini setelah bertapa di pohon kehidupan (?). Anyway ini adalah FF pertamanya author, semoga kalian suka ya. Happy Reading guys ^^ (jangan lupa comment ya). DO NOT COPY PASTE FF ini!

xxXxx

Perkenalkan namaku Kim Hara, aku seorang siswi tingkat akhir di Cheongshim International Academy. Aku tidak mempunyai banyak teman selama di sekolah, karena aku tidak nyaman dengan alasan mereka berteman denganku hanya karena Oppaku adalah member Super Junior. Jadi sebagai pengisi waktu luangku, aku menjadi relawan di Seoul National University Hospital. Aku suka membawakan cookies untuk para pasien di sana. Karena cookies yang aku bawa, pasien di sana menyebutku ‘Cookies Eonni’.

Di sana ada seorang anak bernama Kim Yoonyi, kami sangat dekat dan hari ini aku berniat menjenguknya dan membawakannya cookies yang banyak.

“Annyeong Yoonyi-ah” salamku dengan kepala menyembul ke dalam ruanga.

“Annyeong cookies eonni , deureoseyo” jawabnya sambil tersenyum kepadaku.

“Ini aku bawakan cookies untukmu, makan yang lahap ya”

“Ne eonni. Oh ya! eonni kata dokter satu minggu lagi aku sudah diizinkan pulang oleh dokter, apa Hara eonni bisa menjengukku sebelum aku pulang?”  tanya Yoonyi kepadaku.

“Ne, tentu saja Yoonyi-ah” jawabku sambil tersenyum.

Aku menghabiskan sepanjang sore itu bersama Yoonyi di rumah sakit hingga Yoonyi tertidur karena terlalu lelah bermain. Aku membenarkan posisi tidurnya dan menyelimutinya lalu pamit pulang kepada pasien yang lain.

xxXxx

Sepertinya nanti pulang sekolah aku harus membeli bahan-bahan cookies” ujarku dalam hati. Aku berjalan dengan susah payah mebawa setumpuk file ini ke ruang guru.

“Hara-aaaaaaaaaah” teriak Dayoung, satu satunya temanku di sekolah. Aku hanya membalikan badanku untuk melihatnya.

“Yaak Im Dayoung! Aku tidak tuli!  Jangan berteriak sepanjang lorong seperti itu. Lagi pula ada apa?” bentakku memarahinya akibat perbuatannya tadi sambil tetap berjalan.

“Mau dibawa ke mana file ini?”

“Ke ruang guru”

“Kau membantu guru lagi Hara-ah? Dengan file sebanyak itu?” tanyanya heran.

“Seperti yang kau lihat Dayoung-ah” aku tersenyum mendengar pertanyaannya.

“Yaa Kim Hara, kau jangan melulu membantu orang lain, tapi kau juga harus memikirkan dirimu sendiri, misalnya belanja, menghabiskan waktu di salon dan jatuh cinta” Jelas Dayoung kepadaku.

Seketika setelah Dayoung mengucapkan kata terakhirnya itu aku tersentak kaget dan jatuh. Ah bukan jatuh tapi hampir jatuh, ada tangan yang menahan tubuhku. Aku mengadahkan kepalaku untuk melihat siapa pemilik tangan ini dan betapa terkejutnya aku bahwa tangan ini milik seseorang yang diam-diam aku kagumi. Dia adalah Kim Joonmyun, ketua OSIS sekaligus kapten tim sepak bola sekolah.

“Ah maafkan aku Joonmyun-ssi” aku membungkukkan tubuhku meminta maaf.

“Tidak apa-apa ini salahku” katanya sambil tersenyum dan mengambil map-map file dari tanganku dan berkata lagi “Ini biar aku saja yang bawa ke ruang guru”

Aku membeku karena perlakuannya. Bodoh sekali aku, hanya karena perlakuan seperti itu saja aku sudah mati kutu dibuatnya. Sampai akhirnya lamunanku terpecah oleh komentar Dayoung.

“Joonmyun memang keren dan baik hati ya, pantaslah hampir seluruh siswi di sini menyukainya”

Ya memang hampir seisi sekolah ini mengidolakannya, mengaguminya. Tak terkecuali aku, semenjak upacara penerimaan murid baru itu dia telah mengambil hatiku hingga saat ini. Namun perasaan itu tak pernah tersampaikan, tersimpan rapat di kotak hatiku yang terdalam.

xxXxx

Hari ini Yoonyi akan pulang. Aku sudah membuatkan cookies beraneka bentuk dan warna untuknya.

“Ah aku sudah tidak sabar  untuk melihat ekspresinya yang menggemaskan saat melihat cookies-cookies ini” gumamku dalam hati. Tiba-tiba handphoneku berdering. Terlihat nama Kim Heechul Oppa di layar.

“Yeoboseo? Waeyo Oppa?” … “Yaaak! Kim Heechul phaboyaaa!” … “Ne arraseo arraseo, aku akan mengantarkan sepatu Oppa nanti”.

Terima kasih untuk Heechul Oppa yang telah merusak jadwalku. “Kapan sih orang itu tidak merepotkanku” umpatku dalam hati. Tapi meskipun menyebalkan dia adalah orang yang paling kusayang di dunia ini sebelum aku bertemu hmm… Kim Joonmyun.

Aku duduk diam di kursiku “harus kuapakan cookies sebanyak ini” pikirku.

“Yak yeoja phabo apa yang kau lakukan?” tiba-tiba Dayoung muncul sambil memukul dahiku.

“Im Dayoung! Kau mau mati di tanganku, hah? Berani sekali kau melakukannya” bentakku.

“Salahmu, kenapa kau memandangi cookies-cookies itu sambil memajukan bibirmu, terlihat aneh dan bodoh tau, ada apa sih? Kau sedang latihan ciuman, hah?” jelas Dayoung membela diri sekaligus meledek.

“Aniyooooo! Aku hanya bingung mau kuapakan cookies ini. Tadinya hari ini aku akan memberikannya kepada Yoonyi sebagai hadiah kepulangannya. Tapi, tadi Oppaku menelpon agar aku mengantarkan sepatunya yang tertinggal” jelasku sambil menutup mulutnya karena berkata yang tidak-tidak.

“Sini biar aku yang mengantarkan cookies itu ke Yoonyi, dengan begitu kau bisa menemui Oppamu itu, tapi syaratnya kau harus memberikanku tanda tangan Eunhyuk Oppa ya, arachi?” tawarnya berbaik hati namun terselubung itu.

“Benarkah? Kau mau mengantarkannya? Gomawo Dayoung-ah. Soal tanda tangan tak usah khawatir” aku menyanggupi permintaannya itu. Ya tidak sulit untukku untuk meminta tanda tangan Eunhyuk Oppa karena dia member grup Oppaku juga. “Sudah ya aku berangkat sekarang, lagipula kelas kosong kan” kataku sambil berlalu.

xxXxx

Aku melangkahkan kakiku menuju ruang ganti milik Super Junior, aku bebas berkeliaran karena Heechul Oppa memberikanku free pass semenjak dia menjadi pelupa akan barang-barangnya.

“Annyeonghaseyo Oppadeul” ucapku memberi salam sambil membungkuk 90 derajat kepada semua member. Semua tersenyum kepadaku sambil melambaikan tangan mereka.

“Oh Kim Hara, wasseo? Terima kasih ya mau mengantarkan sepatuku” sambut Heechul Oppa.

“Ya tentu aku mau, kalau tidak kau pasti akan merebusku sesampainya dirumah” ucapku ketus yang diiringi tawa member lain. “Hmm… Eunhyuk Oppa eodisseo? Aku ada perlu dengannya sebentar”

“Yogiya chagi! Waeyo? Neo bogoshipo?” sahutnya dari pojok ruangan.

“Heol… kau ini Oppa, selalu saja menggodaku. Aku cuma mau meminta tanda tanganmu untuk temanku. Aku berjanji padanya untuk mendapatkan tanda tanganmu untuknya sebagai terima kasih karena dia menggantikanku mengantarkan cookies untuk pasien di rumah sakit” jawabku to the point.

“Boleh asal kau mau berkencan denganku” katanya sambil mengambil lembaran fotonya dan spidol dari tanganku.

“Yaaaaak!!! mati kau Lee Hyukjae!” sambar Heechul Oppa yang langsung memukul kepala Eunhyuk Oppa. “Tidak akan kuizinkan barang sedetikpun kau pergi dengan yeodongsaengku, sudah Hara cepat pulang sebelum muncul ikan (Donghae) yang juga akan mengganggumu” perintah Heechul Oppa yang langsung aku iyakan.

“Annyeonghigyeseyo Oppadeul” salamku sambil membungkukkan diri.

xxXxx

Author pov

Sementara Hara sedang bersama member Super Junior, di rumah sakit Dayoung telah bertemu dengan Yoonyi. Walaupun sedikit kecewa karena buka Hara yang datang, Yoonyi tetap bahagia karena cookies lucu buatan Hara.

Dayoung berpamitan ke Yoonyi setelah mengantar cookies. Baru keluar dari pintu kamar pasien Dayoung bertemu dengan Joonmyun. Dayoung menyapanya yang dibalas dengan senyuman dari Joonmyun. Kemudian Joonmyun masuk ke dalam kamar.

“Tunggu sebentar Dayoung-ssi” Joonmyun mengejar Dayoung yang hampir masuk ke dalam lift.

“Ne,waeyo Joonmyun-ssi?” jawab Dayoung menghentikan langkahnya.

“Apa kau yang selama ini menjadi ‘cookies eonni’ yang selalu diceritakan Yoonyi? Sudah lama aku ingin berjumpa dengan ‘cookies eonni’ untuk berterima kasih karena berkatmu lah Yoonyi mau berobat” terang Joonmyun panjang lebar.

“Ah iya, Joonmyun-ssi itu memang aku. Tidak apa-apa aku senang melakukannya” balas Dayoung sambil tersenyum. Dayoung berbohong, dia tidakakan membuang kesempatan untuk bisa dekat dengan Joonmyung, cowok terpopuler si sekolah. “Aku pulang dulu Joonmyun-ssi, annyeong”.

“Ne, sampai jumpa di sekolah besok” ujar Joonmyun.

-author pov end-

xxXxx

“Kim Haraaaaaaaaaa!!!!” teriak sahabatku dari ujung pintu. Berisik sekali dia, pagi-pagi sudah membuat gendang telinga pecah.

“Hmm…” ujarku singkat sambil menyodorkan tanda tangan Eunhyuk Oppa saat dia sudah berada di sampingku.

“Aigooo! Gomawooo uri Hara-ah!!! Anyway aku punya sebuah berita untukmu! Kau pasti akan terkejut mendengarnya!” ujarnya bersemangat.

“Wae?” ujarku masih cuek.

“Kau tau? Ternyata Yoonyi adalah yeodongsaengnya Kim Joonmyun!!!! Kemarin ketika aku mau pulang dari rumah sakit aku bertemu dengannya dan ternyata dia adalah Oppanya Yoonyi” terang Dayoung kepadaku.

“Mwo??!? Aku sama sekali tidak tahu akan hal itu” ujarku sangat terkejut.

“Haha kenapa kau terkejut sekali Hara. Oh iya Hara-ah aku punya satu permintaan lagi. Aku mengaku sebagai ‘cookies eonni’ ke Joonmyun, bisakah kau merahasiakannya dari Joonmyun?” pinta Dayoung kepadaku. Aku cukup terkejut dengan permintaannya, namun aku tidak bisa menolaknya karena Dayoung sahabatku satu-satunya dan dia begitu baik terhdapku.

“Ya tentu saja aku bisa” jawabku sambil tersenyum.

“Aaaaaah gomawo Hara-ah! Hari ini aku akan mengajaknya berkencan semoga dia mau dan jika ada kesempatan mungkin aku akan mengatakan perasaanku padanya”

“Berjuanglah” kata itu meluncur dari bibirku diiringi oleh senyum palsu. Sungguh aku sangat terpukul dengan pernyataan terakhir Dayoung. Namun aku tidak bisa bilang ‘jangan’ walaupun aku ingin sekali mengatakan ‘jangan Joonmyun orangnya aku juga menyukainya’ aku tidak mau bertengkar dengan sahabatku. Maka aku pendam dalam-dalam keinginan itu walaupun… sakit.

xxXxx

Sepanjang perjalanan pulang aku menduga-duga apa yang mereka lakukan bersama, “apakah mereka bersenang-senang? Apakah Joonmyun akan menerima Dayoung?” pertanyaan-pertanyaan itu menari di dalam kepalaku. Terasa sangat sesak saat membayangkan mereka tertawa bersama sambil bergandengan tangan.

Aku merebahkan tubuhku setelah selesai membersihkan diri. Hari ini bukan hari yang baik untukku. Otakku terasa berputar mengingat pembicaraanku dengan Dayoung di sekolah tadi. Kemudian handphone-ku berdering menghentikan gejolak dalam pikiranku, kulihat nama Dayoung yang terera di layar, aku mengangkatnya.

“Ne yeoboseyo?”

“Haraaaaaaaa!!!! Aku baru saja resmi berpacaran dengan Joonmyun!!! Aku sungguh bahagia Hara” ucap suara di seberang sana.

“Benarkah? Chukhae Dayoung-ah” ucapku dengan suara yang dibuat-buat. Dan tanpa diperintah, air mata sudah membendung di pelupuk mataku. “Dayoung-ah kita lanjutkan besok ya aku sungguh mengantuk malam ini, maafkan aku” sergahku sebelum Dayoung bercerita panjang lebar yang hanya akan mengahancurkan bendungan air mataku.

“Ah begitu ya, arraseo gwenchana Hara-ah, jaljayo” jawab Dayoung dengan suara yang terdengar bahagia.

Sepertinya dia benar-benar bahagia, namun di sini tak sedikitpun aku mampu berbahagia untuk Dayoung dan Joonmyun. Hatiku benar-benar hancur, hampir tiga tahun semenjak pertemuan pertama kami di barisan upacara penerimaan siswa baru, tiba-tiba hancur begitu saja. Aku menangis dalam diam, menyembunyikan suara tangisanku dari Heechul Oppa yang ada di kamar sebelah dan sunyinya malam hingga aku tertidur.

xxXxx

Aku keluar dari mobilku setelah memarkirkannya. Aku berjalan menuju kelas, tapi di depanku saat ini terdapat pemandangan yang sangat menyiksaku. Di depanku aku melihat Dayoung dan Joonmyun datang bersama dan tangan Dayoung melingkar di lengan Joonmyun. Nafasku tercekat, aku tidak kuat lagi, aku berlari sekuat tenaga ke taman belakang sekolah dan menghempaskan diriku di kursi taman, menangis terisak di sana. Sungguh suatu pemandangan yang membuat sekujur tubuhku membeku.

Aku tidak berniat masuk kelas pagi, aku tidak sanggup mendengar cerita-cerita Dayoung dan tidak mungkin aku bertemu dengannya dengan keadaan seperti ini.

“Ini, pakai ini. Hapus air matamu itu, aku benci melihat perempuan menangis lagipula tangisanmu mengganggu tidurku tau” tiba-tiba saja ada suara yang mengejutkanku. Dia memberikanku sapu tangannya. Dia adalah Oh Sehun teman sekelasku. Sehun termasuk cowok populer di sekolah, hanya saja dia pemalas dan sering bolos seperti yang dilakukannya sekarang dan dia juga anggota tim sepak bola sekolah, dia adalah kapten kedua tim.

“Gomawo Sehun-ssi, maaf aku mengganggumu. Aku tidak tahu kalau kau ada disini” ucapku sambil mengambil sapu tangan dari tangannya dan mengahapus air mataku.

“Aku tau kenapa kau menangis, sudahlah biarkan saja mereka bersama, toh kau ini cukup cantik untuk memikat seluruh anggota tim sepak bola” ucap Sehun yang sukses membuatku melongo.

“Bagaimana kau tau hal itu? Bagaimana kau tau aku menangisi mereka?” tanyaku dengan sangat kaget.

“Well, Hara-ssi pertama aku tidak buta, siapapun yang melihat caramu memandang Joonmyun sudah sangat menjelaskan bahwa ‘kau-menyukai-Joonmyun’ dan kedua adalah matamu, mata itu sungguh berbinar saat melihat Joonmyun. Lagipula kemarin aku melihat mereka pergi bersama.” jelas Sehun yang tentu saja membuat wajahku memanas. “Sepertinya apa yang ada di wajahmu memang tidak bisa berbohong ya Kim Hara-ssi” lanjutnya sambil memperlihatkan wajahku dengan kamera depan handphonenya. Aigooooo pipiku memerah akibat ucapannya saat membongkar rahasiaku. “Kim Hara, neomu phaboya” umpatku dalam hati. “Kau mau ikut denganku ke kantin? Aku lapar” ajak Sehun. Aku mengangguk gugup.

Sudahkah aku bilang kalau Sehun adalah anak pemilik yayasan sekolahku? Itulah yang membuatnya sedikit bersikap seenaknya seperti saat ini, ke kantin saat pelajaran berlangsung.

Aku menghabiskan waktuku di kantin bersama Sehun hingga jam istirahat. Sehun juga tidak memiliki banyak teman selain tim sepak bola sekolah, makanya dia selalu terlihat penyendiri.

Satu per satu gerombolan siswa memasuki kantin, mereka semua berbisik ketika melihatku duduk semeja dengan Sehun. Aku merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka.

“Sehun-ssi, apakah kau sadar kita menjadi pusat perhatian seisi kantin?” tanyaku kepada sehun yang sedang sibuk melahap omurice ketiganya.

“Biarkan saja Hara-ssi, siapa peduli” katanya cuek.

“Tapi aku peduli. Aku merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka, kalau begitu aku ke kelas duluan ya Sehun-ssi. Sampai jumpa di kelas dan terima kasih untuk pagi ini” ucapku sambil membungkuk dan pergi ke kelas.

Saat memasuki kelas lagi-lagi aku membeku, aku melihat Dayoung dan Joonmyun yang terlihat mesra sambil berbagi makan siang. Ku kumpulkan segenap kekuatanku dan melangkah ke mejaku yang berada tepat di samping dua sejoli itu duduk.

“Annyeong Dayoung-ah, Joonmyun-ssi” salamku kepada mereka yang membuat mereka menoleh ke arahku.

“Annyeong Hara-ah, ke mana saja kau pagi ini sampai bolos jam pertama?” jawab Dayoung sementara Joonmyun membalasnya dengan tersenyum. Aku terdiam, aku tidak tahu harus jawab apa.

“Tadi Hara bersamaku, aku meminta bantuannya untuk mengerjakan tugasku di perpustakaan dan menemaniku makan di kantin” sambar Sehun yang entah sejak kapan berada di kelas.

“Jinjja?” jawab Dayoung dan Joonmyun bersamaan dan juga membuat seisi kelas menoleh ke arah Sehun. Sehun juga dikenal sebagai orang yang dingin terhadap siswi-siswi meskipun dia sangat populer dikalangan siswi sekolahku maupun sekolah lain.

“Tentu saja, tanya saja padanya, ya kan Hara-ssi?” ucap Sehun yang kini sukses membuat seluruh mata tertuju padaku.

“Ne, itu benar” jawabku seadanya dengan senyum yang kubuat-buat.

xxXxx

“Hara-ah” panggil Dayoung saat jam pelajaran selesai.

“Wae?” jawabku malas.

“Apa kau mau menemaniku ke Everland minggu ini? Aku mau mengajak Joonmyun Oppa, tapi kalau hanya berdua dengan Joonmyun Oppa pasti eomma tidak akan mengizinkanku” pinta Dayoung memelas. Apa? Oppa? Dayoung memanggil Joonmyun dengan sebutan Oppa? Telingaku memenas mendengarnya. Aku ingin pergi sesegera mungkin dari hadapannya sekarang.

“Yak, Im Dayoung tega sekali kau mengajakku. Sementara kau bersama Joonmyun-ssi aku bagaimana? Masa iya aku seperti nyamuk untuk kalian” sanggahku agar tak perlu ikut.

“Tenang saja kau tidak akan sendiri kok. Hei Oh Sehun, apa kau mau ikut ke Everland bersama Joonmyun, aku dan Hara?” kata-kata yang keluar dari mulut Dayoung membuat dengkulku lemas.

“Ya tentu saja” jawab Sehun singkat yang semakin membuat dengkulku lemas dan ingin ambruk rasanya.

“Baiklah kalau begitu kita berangkat hari Sabtu dan Minggu baru kembali, aku sudah memesan dua kamar” sahut Dayoung senang dan Sehun pun berlalu.

“Kenapa kau mengajak Sehun?” selidikku setengah berbisik.

“Karena melihat kejadian istirahat tadi aku berinisiatif untuk menjodohkanmu dengan Sehun sebagai rasa terima kasihku karena berkat kaulah aku bisa jadian dengan Joonmyun. Lagipula Sehun bukan hal yang buruk. Dia tampan, kaya, populer, jago sepak bola dan anak pemilik yayasan sekolah dan kau cantik, anak dari seorang CEO salah satu entertainment artis terbesar di Korea, bersuara emas dan adik dari Heechul Super Junior. Bukankah itu sempurna? Kalian akan jadi pasangan terpopuler seantero SMA Seoul” papar Dayoung berbinar dan panjang lebar. Aku tidak mampu berucap mendengar pernyataannya. Aku hanya berlalu pergi menuju mobilku.

Di perjalanan pulang aku lagi-lagi menangis. “Pasangan terpopuler seantero SMA Seoul” gumamku. “AKU TIDAK BUTUH ITU!!!” aku berteriak sekerasnya di dalam mobil. Semua salahku, kalau saja dari awal aku jujur pada Dayoung bahwa aku juga menyukai Joonmyun mungkin tidak akan serumit ini masalahnya. Sekarang semua terlambat, mereka telah terlanjur bersatu dan aku harus menerimanya, aku-harus-merelakannya. “YAAA! KIM HARA! NEOMU NEOMU PHABOYA!!!” sekali lagi aku berteriak melepaskan beban yang menghimpit dada dan otakku.

xxXxx

Hari-hari yang sejauh ini kupikir akan menjadi neraka untukku tiba juga. Kami sepakat berkumpul di rumahku. Dan di sinilah aku sekarang, di halaman rumahku, memasukkan barang-barangku ke bagasi mobil Sehun. Ya Dayoung benar-benar berniat mmenjodohkanku dengan Sehun sepertinya.

Tidak lama setelah aku selesai memasukkan barang ke mobil Sehun, mobil Joonmyun tiba di rumahku lengkap dengan Dayoung di sampingnya. Nafasku menjadi pendek melihatnya. Well, move on tidak cukup hanya semalamkan? Mereka turun dari mobil dan memberi salam. Dayoung meminta agar segera berangkat dan kamipun masuk mobil masing-masing.

“Ehm Sehun-ssi maaf ya kau jadi terlibat dengan rencana Dayoung, aku benar-benar minta maaf karena membuatmu repot”  memulai percakapan di antara kami yang sedari tadi hanya diam melihat jalan.

“Gwenchana, Hara. Lagi pula aku tidak akan melewatkan kesempatan yang sudah lama kutunggu dan mulai sekarang panggil saja aku Sehun, kita kan teman sekelas jangan terlalu formal” jawab Sehun. Aku terkejut mendengar jawabannya.

“Ne arraseo, Sehun” sahutku sambil tersenyum.

xxXxx

Author pov

Kata-kata Sehun “Lagi pula aku tidak akan melewatkan kesempatan yang sudah lama kutunggu” terus berputar di otak Hara. Hara mencoba mencerna perkataan Sehun. “Apa maksud ucapannya itu? Kesempatan? Kesempatan apa? Ke Everland? Bukankah Sehun anak orang kaya? Pasti kapanpun dia mau pergi ke sana pasti tidak masalah kan? Lalu apa? Mungkin kah?” nafas Hara terhenti sesaat, lalu dia menghirup oksigen dalam-dalam dan melanjutka pikirannya “Kesempatan bersamaku?” Hara menyelesaikan pertanyaan terakhir dalam otaknya sambil menatap ke arah Sehun.

Sehun yang menyadari tatapan Hara bertanya memecah keheningan “Ya Hara, apa yang kau lakukan? Melihatku sampai seperti itu?”

“Ah, mianhae Sehun, eoppseo” jawab Hara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu karena salah tingkah.

“Aku tidak tanggung jawab ya kalau nanti kau jatuh hati kepadaku dan berpaling kepadaku” balas Sehun dengan nada setengah memperingatkan dan setengah menggoda Hara.

Hara hanya membalas perkataan Sehun dengan menatapnya bingung, sementara Sehun hanya melempar senyum mematikan ke Hara. Sekujur tubuh Hara kaku melihat senyum itu dan detak jantungnya mulai tak karuan. “Oh tuhan apa yang terjadi padaku? Apa maksud Sehun tadi? Apa dia sedang menggodaku?” batin Hara.

xxXxx

“Cha! Kita sudah sampai” ucap Sehun setelah selesai memarkir mobilnya, namun tak ada jawaban. Sehun menoleh, ternyata Hara tertidur. Sehun mengamati wajah Hara yang tertidur itu. Dengan otomatis tangan Sehun membelai lingkaran hitam pada mata Hara.

“Mulai saat ini, aku akan berusaha sekuat tenagaku, tidak akan membiarkan satu tetespun air matamu jatuh karena Joonmyun, tolong lihat aku dan izinkan aku membuat bibir itu melengkung indah menciptakan senyuman” ucap Sehun lirih.

“Ya Hara, kita sudah sampai kau harus bangun, apa kau mau kutinggal di mobil?” ujar Sehun sambil menggoyangkan lengan Hara.

“Ah kita sudah sampai ya? Mianhae Sehun aku tertidur sepanjang perjalanan tadi. Ayo kita keluar” jawab Hara setelah sadar dari tidurnya. Hara merasa tadi bermimpi tentang Sehun. Di mimpinya Sehun mengatakan “Mulai saat ini, aku akan berusaha sekuat tenagaku, tidak akan membiarkan satu tetespun air matamu jatuh karena Joonmyun, tolong lihat aku dan izinkan aku membuat bibir itu melengkung indah menciptakan senyuman” Hara mengacak rambutnya dan mencoba mengembalikan akal sehatnya yang ia pikir rusak itu.

“Jadi bagaimana perjalananmu dengan Sehun tadi?” Dayoung mencul dan berbisik pada Hara. “Hmm… Just so-so aku tertidur tadi” jawab Hara sekenanya.

“Kim Hara, neomu jeongmal phaboya” komentar Dayoung pasrah.

Mencoba basa-basi Hara bertanya “memangnya bagaimana perjalananmu dengan Joonmyun?”

“Neomu Haengbokkage! Kami bernyanyi bersama, menikmati pemandangan, bersenda gurau…”

Belum sempat Dayoung melanjutkan ceritanya, Sehun menyela “Hara, kemari sebentar bantu aku membawa kantung makanan ini” dan kemudian Hara menghampiri Sehun.

“Gomawo Sehun, kau menyelamatkanku” ujar Hara lirih.

“Nevermind” jawab Sehun singkat. “Tentu saja Hara, itu sudah menjadi tugasku di sini” batin Sehun dalam hati.

xxXxx

Keempat orang itu tengah bersiap-siap untuk bermain di Everland di kamar mereka masing-masing. Setelah selesai mereka sepakat untuk berkumpul di lobby resort untuk pergi bersama ke taman bermain Everland.

Hara dan Dayoung sampai lebih dulu di lobby hotel dan mereka menunggu Joonmyun dan Sehun sambil menentukan wahana mana yang akan menjadi tujuan mereka. Ketika sedang asyik tertawa membahas tujuan mereka, Joonmyun muncul lebih dulu. Mata Hara kembali memanas mendapati Dayoung dan Joonmyun memakai couple tie.

“Wah kalian tampak serasi!” dengan senyum dan nada bicara yang dibuat-buat.

Sementara Sehun muncul tak lama kemudian, dia mengenakan celana skinny jeans berwarna navy blue yang tidak terlalu ketat dengan potongan sempurna yang membuat kakinya terlihat semakin panjang, kaos oblong polos v-neck­ putih dan sneakers merah, yang dengan sukses membuat semua orang di lobby melihatnya, tak terkecuali Hara. Hara merasakan jantungnya berdegub kencang ketika melihat Sehun muncul dan secara tak sadar Hara mendapati dirinya tersenyum kepada Sehun.

Di sisi lain, Sehun juga terpana melihat Hara dan membalas senyuman Hara dengan sangat lembut. Hara mengenakan atasan warna putih tanpa lengan yang menutupi sampai pangkal pahanya yang dipadu dengan short pants yang tidak terlalu pendek dan rambut yang di kuncir kuda. “She looks georgeous” batin Sehun.

“Hara-ssi, Sehun-ah kalian terlihat seperti pasangan! Benar-benar serasi!” komentar Joonmyun yang disetujui oleh Dayoung. Mereka berdua terkejut melihat Hara dan Sehun yang tampak seperti pasangan sungguhan. “Kalau semua sudah siap ayo kita segera pergi!” Ajak Dayoung penuh semangat.

xxXxx

Mereka berempat tampak takjub melihat pemandangan yang terhampar dihadapan mereka. Begitu masuk Everland theme park, mata  mereka dimanjakan dengan taman bunga indah berwarna-warni. Gedung-gedung unik bernuansa Eropa yang juga berwarna-warni dan jika berjalan semakin ke dalam terdapat kebun binatang dan tentu saja tidak ketinggalan berbagai wahana permainan yang siap untuk dimainkan.

“Kita naik Roller Coaster dulu yuk!” ajak Dayoung tanpa basa basi dan menggandeng tangan Hara. Sesungguhnya Hara takut dengan permainan yang memerlukan adrenalin, namun lagi-lagi Hara tidak mampu menolak. Ketika kereta roller coaster sudah di hadapan Hara, dia ragu untuk menaikinya tapi dia malu jika harus keluar dari antrian. Melihat ragu di wajah Hara, Sehun bertindak.

“Joonmyun-ah aku mau ke Zoo-Topia, kalian naik saja duluan ya. Hara ayo temani aku” ajak Sehun dan langsung menggandeng tangan Hara.

“Mereka itu, apa benar-benar berpacaran?” tanya Joonmyun kepada Dayoung ketika melihat Sehun pergi sambil menggandeng tangan Hara.

“Nan molla, ada baiknya juga jika mereka memang pacarankan? Mereka terlihat cocok” jawab Dayoung. Sesungguhnya, Dayoung mengetahui bahwa Hara menyukai Joonmyun. Seperti yang dikatakan Sehun, wajah Hara tidak dapat berbohong tapi Dayoung memanfaatkan kebaikan hati Hara untuk mendapatkan Joonmyun karena Dayoung tau Hara tidak akan bilang tidak kepadanya. “Maafkan aku Hara, tapi aku tidak akan melepaskan Joonmyun” gumam Dayoung dalam hati.

-Author pov end-

xxXxx

“Kalau kau takut, bilang saja takut apa itu susah? Kau ini harus belajar menyatakan apa yang kau rasakan, jangan memaksakan diri seperti itu. Aku tidak mau karna kau memaksakan diri nanti malah terjadi hal-hal aneh” ucap Sehun kepadaku.

“Heol… kau tau ya kalau aku takut? Mianhae, aku tidak terbiasa menolak permintaan Dayoung sih” balasku sambil tersenyum lemah. Tapi apa itu? Kalimat itu? Apa dia mengkhawatirkanku?.

“Tentu saja aku mengkhawatirkanmu” kata Sehun dengan senyum yang entah mengapa terlihat sangat manis sambil dan mengelus puncak kepalaku lembut. “Cha! Ayo kita lihat binatang! Kau suka binatang kan” ajaknya sambil menggandeng tanganku.

Seolah dia bisa membaca pikiranku, dia menjawab pertanyaan di otakku. Langsung saja jantungku berdegup sangat cepat atas semua perlakuannya kepadaku. Aneh, yang kutahu perasaan ini hanya muncul jika aku melihat ataupun bersama Joomyun. Apa mungkin aku mulai menyukainya? Ah tidak mungkin, ini terlalu cepat untuk terjadi.

Sehun mengajakku berkeliling melihat binatang-binatang. Entah kenapa aku merasa bahagia dia ada di sini sekarang. Sikapnya yang hangat, membuat badai yang ada di dalam hatiku perlahan mereda. Tiba-tiba bayangan mimpiku di mobil berputar lagi di dalam otakku. “Ah mimpi itu…” pikit Hara. Apa yang aku harapkan? Kenapa aku berharap mimpi itu adalah kenyataan.

“Hara, kenapa bengong?” suara Sehun menyadarkanku dari lamunanku.

“Huh? Eoppseo Sehun-ah” jawabku seraya tersenyum malu.

“Kau mau kesana?” tawar Sehun sambil menunjuk toko souvenir.

“Kkaja!” aku menyetujui ajakkannya setengah berlari sambil menarik tangannya.

xxXxx

Sehun pov

Apa ini? Hara menggandeng tanganku? Ya tuhan aku sungguh bahagia. Aku harap waktu berhenti saat ini. Kami memasukki toko souvenir dan berkeliling melihat-lihat berbagai macam barang yang ada disana. Aku melihat Hara sedang memakai bando berhiaskan telinga beruang ke kepalanya. Aku menghampirinya yang sedang berkaca.

“Yeppo” komentarku singkat. Dia menatapku dari cermin dan tersenyum. Kemudian dia berbalik dan berjalan ke rak yang berisi bando-bando meninggalkanku yang masih di depan cermin.

Aku memperhatikannya dari sini. Kemudian dia mengambil sebuah bando yang berhias teling rubah dan menghampiriku. Dia berjinjit dan memakaikan bando rubah itu ke kepalaku. Dan sekarang keningnya hanya berjarak beberapa centi dari bibirku, aku tidak mampu menahannya. Dengan otomatis bibirku bergerak mendekati keningnya dan aku mencium keningnya. Aku melihat Hara hanya diam membeku dengan posisi masih memakaikan aku bando. “Oh Sehun, apa yang kau lakukan, bagaimana jika Hara tidak menerima perlakuanmu” batin Sehun menyesali perbuatannya.

Hara sedikit melangkah mundur. Namun sunguh di luar dugaanku, Dia tersenyum manis menatapku dan hanya berkata “Kyeoptta” sambil memiringkan sedikit kepalanya. Dia tidak marah kepadaku? Dia menerima kecupanku di keningnya? Hatiku sungguh bergejolak sekarang. Aku harap dia mulai membuka dirinya untukku.

“Ayo kita beli bando ini” ajakku mematahkan keheningan yang aku ciptakan.

“Baiklah” jawab Hara riang.

-end of Sehun pov-

xxXxx

Author pov

Hara benar-benar terkejut dengan perlakuan Sehun, namun hatinya tidak menolak kecupan Sehun di keningnya itu dan memerintahkan dirinya agar tidak marah pada Sehun. Daripada harus marah, perasaan Hara saat ini justru malah memaksanya memunculkan semburat merah muda di pipinya.

Mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka di Zoo-topia. Mereka berjalan sambil bercanda dan tertawa. Membuat sekeliling mereka merasa iri dengan kebahagian mereka. Hara dan Sehun memang terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berbunga-bunga dan menebarkan wangi cinta ke sekelilingnya. Lalu tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seorang anak kecil yang menghampiri Sehun.

“Oppa, apa eonni ini adalah kekasihmu?” tanya anak kecil itu lugu. Lalu Sehun mensejajarkan matanya dengan mata anak itu, kemudian menoleh sebentar ke Hara dan kembali lagi kepada anak itu.

“Gadis kecil, siapa namamu?” Sehun menanyakan nama gadis kecil itu sambil tersenyum ramah.

“Han Seulri imnida” jawabnya polos. Sementara Hara memperhatikan mereka dari samping.

“Seulri-ah dengarkan Oppa baik-baik ya, saat ini Eonni itu bukan kekasihku. Tapi Oppa berharap sebentar lagi Eonni itu akan membuka hatinya untukku dan menerimaku sebagai kekasihnya. Saat ini Oppa hanya bisa melakukan apapun yang aku bisa supaya Eonni itu tidak menangis lagi. Kau mau mendoakan Oppa kan Seulri-ah?” jelas Sehun.

“Ne Oppa!!! Tentu saja aku akan mendoakan Oppa dan aku juga berdoa supaya Eonni itu tidak menangis lagi” jawab Seulri antusias.

“Terima kasih Seulri-ah, kalau sudah besar kau harus tumbuh cantik seperti Eonni itu ya” kata Sehun sambil mengelus kepala Seulri.

Sekujur tubuh Hara bergetar mendengar kata-kata yang muluncur dari bibir Sehun. Jantungnya berdegup sangat kencang dan tanpa terasa air matanya mengalir dari pipinya. Kemudian Hara menghabumbur Seulri dan memeluk tubuh Seulri yang kecil.

“Seulri-ah, tolong katakan kepada Oppa itu bahwa aku benar-benar berterima kasih kepadanya. Aku berterima kasih atas kejadian di taman belakang sekolah tempat pertama kalinya dia membantuku dan seterusnya sampai saat ini, aku berterima kasih untuk itu semua. Aku tidak tahu apakah aku telah jatuh cinta pada Oppa itu Seulri-ah, tapi saat aku bersamanya badai di hatiku hilang, bibirku selalu ingin tersenyum dan aku bersyukur dia ada di sisiku saat ini.” Hara mengadu kepada gadis kecil itu sambil menangis.

“Uljimayo Eonni” kata Seulri sambil memeluk Hara.

Sehun merengkuh dua gadis itu ke dalam pelukannya. Sehun merasa cintanya selama ini terbalaskan hari ini. Meskipun belum sepenuhnya, namun Sehun yakin perlahan Hara akan menerimanya.

“Oppa… Eonni aku tidak bisa bernafas” ujar Seulri menghentikan adegan mengharu biru ini. Sehun lupa bahwa di tengah mereka ada seorang malaikat kecil yang mewujudkan harapannya. Mendengar ucapan polos Seulri, Sehun melepaskan pelukannya. Sehun dan Hara saling pandang dan tertawa mengingat kejadian barusan akibat tingkah polos Seulri. Sehun menghapus air mata Hara dari pipinya.

“Seulri-ah kau kemana saja? Eomma mencari mu kemana-mana. Jangan membuat Eomma khawatir nak” seorang wanita menghampiri kami. Wanita itu adalah ibu dari Seulri.

“Mianhae Eomma, aku bermain sebentar dengan Hara Eonni dan Sehun Oppa. Aku membantu mereka Eomma” cerita Seulri kepada Eommanya. Kemudia wanita itu menatap Sehun dan Hara bergantian.

“Ah, Mianhae Sehun-ssi… Hara-ssi, Seulri mengganggu acara kencan kalian dan gomawo karena menjaga Seulri. Ayo Seulri, Appamu sudah menunggu” ucap wanita itu. Seulri dan Eommanya pergi meninggalka Hara dan Sehun.

Tapi tiba-tiba wanita itu berbalik dan berteriak “Kalian berdua terlihat cocok, sangat sempurna terlihat dari sini. Wajar saja banyak yang memperhatikan kalian berdua. Aku doakan semoga kalian  akan berdua seutuhnya” ujar wanita itu sambil tersenyum dan melambaikan tangannya dan kemudian pergi.

Kedua orang itu hanya saling pandang mendengar ucapan Eomma Seulri. Lalu Hara memulai percakapan diantara keduanya.

“Apa benar yang dikatakan Eomma Seulri?” tanya Hara.

“Nan molla, ayo kita naik Cable Car!” ajak Sehun seraya menggenggam tangan Hara. Hara hanya tersenyum dalam diam melihat Sehun menggenggam tangannya.

Sementara dari kejauhan, Joonmyun melihat semua kejadian itu. Dia sedang menunggu Dayoung yang sedang ke kamar mandi. Hati Joonmyun sedikit terusik melihat Sehun dan Hara. Ada bagian dari hatinya yang tidak terima melihat mereka bersama sedangkan kedua orang itu telah hilang dari pandangannya.

“Oppa, apa yang kau perhatikan?” tanya Dayoung sekembalinya dia dari kamar mandi.

“Oh Dayoung-ah kau sudah kembali. Eoppseo, ayo kita lanjut berjalan” ajak Joonmyun.

xxXxx

Sekarang Sehun dan Hara berada di taman bunga sementara matahari sudah menandakan akan segara kembali ke peraduannya. Mereka berdua duduk di taman bunga sanbil menatap hamparan bunga yang disirami cahaya senja.

“Hara…” panggil Sehun.

“Ne, waeyo?” jawab Hara.

“Apa benar semua yang kau katakan kepada Seulri tadi?”

“Seperti yang kau katakan kepadaku di taman belakang sekolah waktu itu, kau bisa melihatnya dari wajahku bukan? Apa saat itu aku seperti sedang berakting?”  tanya Hara kepada Sehun.

“Tentu saja aku bisa melihatnya, tapi aku benar-benar ingin memastikan bahwa yang aku lihat, yang aku dengar itu benar-benar  nyata. Jika saja saat ini hanya mimpi, aku tidak ingin bangun dari mimpi ini. Semua yang terjadi hari ini adalah mimpiku sejak lama. Aku bisa menolak dan bersikap dingin kepada semua siswi di sekolah, aku bisa melakukan apapun tanpa harus minta tolong, tapi kau adalah kelemahan terbesarku. Aku tidak mampu melepaskan pandanganku dari dirimu, di manapun kau berada, mataku selalu mampu menemukanmu dan ketika harus berada di dekatmu, jantungku berdegub kencang seperti saat ini” di akhir kalimatnya Sehun mendekap Hara ke pelukannya, mendekatkan kepala Hara ke dadanya aga Hara bisa mendengar suara gemuruh jantungnya.

Hara menangis dalam dekapan Sehun. Hati Hara tersentuh mendengar pernyataan perasaan Sehun kepadanya. Hara merasa berdosa kepada Sehun dan mengumpat dirinya sendiri. Dirinya terlalu dibutakan oleh sosok Joonmyun hingga dia melewatkan cinta yang ditanam Sehun sejak lama untuk dirinya.

“Sehun, mianhae. Aku punya satu permintaan, apa boleh?” ujar Hara di tengah tangisannya. Sehun melepaskan dekapannya dan memandang Hara.

“Katakanlah” sambil memegang kedua pipi Hara.

“Bantu aku untuk mencintaimu sepenuhnya”  pinta Hara. Tangan Sehun kembali meraih tubuh Hara kembali kedekapannya.

“Tanpa kau harus memintanya aku akan melakukan hal itu Hara”

“Terima kasih Sehun, karenamu semua terasa lebih mudah”

Mereka berpelukan di tengah bunga-bunga yang bermekaran seperti perasaan mereka, disirami cahaya senja yang membuat mereka tampak berkilauan seperti cinta baru yang mereka ciptakan.

“Sehun, aku kehabisan nafas” ujar Hara yang membuat Sehun melepaskan pelukannya dan menciptakan rona merah di wajahnya.

“Ah mianhae Hara, aku terbawa suasana” jawab Sehun sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Kemudian Hara tertawa melihat Sehun yang salah tingkah dan diiringi tawa Sehun. Mereka sangat bahagia.

“Kau mau melihat carnaval? Tadi aku mendengar aka nada carnaval di dekat pintu utama, bagaimana kalau kita bertemu dengan Dayoung dan Joonmyun di sana?” ajak Sehun yang di jawab dengan anggukan dan senyuman oleh Hara. Kali ini senyum Hara terlihat sangat indah bagi Sehun.

Tanpa mereka berdua sadari, ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka. Joonmyun dan Dayoung lah yang pemilik mata itu. Mereka menatap setiap adegan Sehun dan Hara. Terbesit secuil rasa iri di hati mereka masing-masing melihat cinta Hara dan Sehun yang bersemi tanpa adanya kebohongan. Ya kita semua tahu bahwa Dayoung berbohong kepada Joonmyun bahwa dia adalah Cookies Eonni dan di sisi lain Joonmyun sedikit menaruh hati pada Hara kerena insiden tabrakan mereka. Tapi, apa daya Joonmyun tidak bisa menolak Dayoung yang mengaku kalau dia adalah Cookies Eonni yang begitu di sayangi adiknya.

Ponsel Joonmyun berdering. Dia melihat layar, terulis nama Sehun di situ. Joonmyun menjawab panggilan Sehun.

“Yeoboseyo Sehun-ah, wae?” … “Ne arraseo” kemudian Joonmyun memutuskan panggilannya.

“Siapa yang telepon?” tanya Dayoung.

“Sehun, dia bilang kita bertemu di dekat pintu utama saja karena di sana akan diadakan carnaval. Kajja!” ajak Joonmyun.

“Kajja Oppa!” jawab Dayoung.

xxXxx

Hara dan Sehun telah berada di tengah-tengah keramaian carnaval. Mereka menyaksikan carnaval sambil sesekali berselca bersama.

“Pengunjung sekalian, kami umumkan bahwa sebentar lagi akan diadakan pertunjukkan kembang api. Silahkan berkumpul di sekitar carnaval dan selamat menikmati” terdengar suara pengumuman dari pengelola Everland.

Sehun dan Hara dengan antusias menunggu pertunjukkan kembang api tersebut. Sambil menuggu pertunjukkan kembang api dimulai, Sehun menghadapkan Hara ke dirinya dan menggenggam kedua tangan Hara.

“Hara, saat ini aku berjanji kepadamu bahwa selama darah masih mengalir di tubuhku, tidak sedikitpun aku akan membiarkan air mata kesedihan jatuh ke pipimu. Aku juga akan berusaha membuatmu mencintaiku sepenuhnya seperti permintaanmu. Sebagai gantinya kau tidak boleh menyerah sebelum kau mencintaiku sepenuhnya. Aku berjanji kita akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sesungguhnya bersama-sama dan jika saat itu telah tiba, berarti aku sudah siap untuk melingkarkan sebuah cincin di jari manis tangan kananmu. Apa kau sanggup?”

Hara kembali meneteskan air mata. Namun bukan karena dia sedih, tapi karena dia merasa bahagia. Sangat bahagia. Dia tidak menyangka akan mendengar janji-janji Sehun yang terdengar seperti sebuah lamaran untuknya. Hara bersyukur atas apa yang terjadi padanya kemarin, yang telah membawanya kepada Sehun. Pelabuhan cinta yang telah ditujukan tuhan untuk kapal Hara berlabuh setelah melewati badai.

“Ya Sehun, aku sanggup dan aku…” belum sempat Hara menyelesaikan perkataannya, Sehun menghentikannya dengan sebuah kecupan di bibir Hara.

“Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai kau mengingkarinya Nona Kim” ucap Sehun.

“Tidak akan pernah Tuan Oh” balas Hara sambil tersenyum.

Kemudian Sehun kembali mencium Hara, kali ini lebih lama dari sebelumnya dan terasa lebih indah dan lebih manis. Di bawah langit yang di penuhi lukisan kembang api, terlihatlah siluet dua orang yang tengah menyatukan cinta mereka.

Mereka menghabiskan sisa malam mereka sambil menatap kembang api-kembang api di langit yang entah kapan terlihat lebih indah dari biasanya sambil berangkulan.

Tak lama kemudian Dayoung dan Joonmyun bergabung bersama mereka.

“Jadi kalian sudah resmi?” tanya Dayoung yang sekarang ada di samping Hara.

“Menurutmu?” balas Hara. Kemudian keempatnya tertawa bersama sambil menikmati pertunjukkan kembang api.

Hara merasa ‘Everland’ bukan kata yang tepat untuk tempat ini. Karena bagi Sehun dan dirinya tempat ini adalah ‘Loveland’ yang menyimpan begitu banyak cinta dan keajaiban di setiap sudutnya.

-FIN-

Iklan

45 pemikiran pada “A Loveland

  1. aaaaaa~ maafkan aku yang ga muncul muncul… jujur aku aja ga tau FF aku ternyata sudah ke post disini ^^ makasih untuk semua respon positifnya *bow* untuk selanjutnya ditunggu ya 🙂

  2. akhirnya hara nemuin kebahagiaannya sama sehun..tp aku ttp kecewa sama daeyoung..knp dia egois sama sahabatnya sndiri y..hufh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s