You’re Not My Father! (Chapter 7)

You’re Not My Father! Chapter 7

Author             : @Littlezwingly06 (follow me~) / Arin imnida (add saya yah #plak)

Genre              : Family, Angst

Main Cast        :

–          Oh Chaerin (OC) as Oh Family 1st Daughter

–          Wu Yifan/Kris

–          Oh Hyuna (OC) as Oh Family 2nd Daughter

–          Xi Luhan

Side Cast (Cameo)      :

–          Oh Sehun

–          Jessica Jung

–          Park Jungkyu (OC)

–          Exo Member

youarenot_violetkecil (2)

Warning          : Typo bertebaran,  Genderswitch! Bagi yang tidak suka harap menyingkir. Don’t Like Don’t read also Don’t Bash

Pair                  : Broken HunHan! KrisHan

Tambahan : italic means mereka bicara dalam hati (batin) atau saat sedang bertelepon

I Promise . To take time for you and pursue you passionately. And I promise to love you compassionately. I do seek to understand your needs so deeply. And I promise each day to love you so completely. I will provide a home of love and emotional purity. And I promise love, laughter, honesty and a life where you feel security. I will make time for you, for without you I have no time. And I promise you to cherish, honor, respect, admire and be kind. Time may take us down a path where you need to be taken care of. And I promise to hold you, clean you and continue to admire you with love

.

.
-Skip Time-
Saturday, 20th  February – 07.00 A.M – Seoul Cathedral

Chaerin POV

Aku menatap diriku di pantulan cermin. Gaun memuakkan ini, aku risih memakainya. Sungguh, aku saja melihat bayanganku di cermin tampak buruk

“Argghh menyebalkan! Paboya Chaerin!” aku mengacak rambutku yang sudah ditata oleh para perias kembali menjadi berantakan

Kalian pasti bertanya tanya kenapa aku bisa berada di gereja dan memakai gaun putih yang membuatku tampak seperti malaikat kecil yang manis? Tepat, hari ini ummaku akan menikah dengan namja (read: ahjussi) bertampang angry bird yang sok keren itu. Aku dan Hyuna lah yang akan mengiringi umma berjalan ke altar

Ah iya, kalian juga mungkin bertanya kenapa aku setuju dengan pernikahan ini? Mari kuceritakan sedikit alasan mengapa aku sampai menyetujui pernikahan bodoh ini. Ya walaupun aku sebenarnya sangat berat hati menyetujuinya…

.

Flashback 1

“Ahjussi!! Antar aku ke sekolah sekarang, aku ada jadwal latihan basket” teriakku sambil memakai sepatu

“Baik Chaerin-ssi” Jungkyu ahjussi segera menyiapkan mobil untuk mengantarku

-Perjalanan-

“Chaerin-ssi, boleh saya bertanya sesuatu?” tanya Jungkyu ahjussi hati hati

“Hm boleh, katakan saja” ujarku tanpa menengok ke arahnya

“Mengapa anda tidak menyukai Kris-ssi?”

Reflek, aku langsung melepas headsetku, “Apa? Kenapa ahjussi bisa tau?”

“Saya mendengarnya dari nyonya Luhan sendiri” jawab Jungkyu ahjussi

Umma? Kapan dia bercerita dengan Jungkyu ahjussi?

“Beberapa hari yang lalu saat saya mengantar beliau ke pusat kota Seoul, beliau menceritakan semuanya” ujar Jungkyu ahjussi seolah olah mengetahui pikiranku

“Ceritakan ahjussi, ceritakan semua yang dikatan umma” aku langsung menatap serius supir keluarga Oh yang sudah dianggap seperti paman sendiri

“Jadi begini..”

.

Flashback 2

“Nyonya anda terlihat murung, ada apa?” ujar Jungkyu melihat nyonya nya yang tidak bericara sepatah katapun saat ini

“Ani, gwachana” jawab Luhan

“Saya mengenal nyonya sudah bertahun tahun. Apakah ada masalah yang berat nyonya?” tanya Jungkyu kembali

“Hhhh..” Luhan menghela nafas

“Chaerin… aku tidak mengerti jalan pikiran anak itu” ucap Luhan

Jungkyu menautkan alisnya, “Chaerin-ssi? Kenapa nyonya bisa berkata seperti itu?

“Kau tahu kan aku akan menikah dengan Kris?”

“Ne, saya tahu. Saya mendengar Chaerin-ssi mati matian menolaknya”

“Itulah yang sampai saat ini mengganjal di pikiranku. Aku tau dia tidak ingin ada yang menggantikan Sehun tapi aku menikah dengan Kris bukan hanya untuk kesenanganku semata, ini juga demi anak anak. Aku ingin ada yang melindungiku dan anak anak kelak dan Kris adalah namja yang tepat. Dia baik, bertanggung jawab, sabar dan banyak hal lain yang membuatku yakin bahwa aku tepat memilihnya” Luhan menyeka airmata yang jatuh dari mata indahnya

Jungkyu kasihan melihat nyonya nya yang sedih seperti ini. Belum pernah ia melihat Luhan menangis sebelumnya

“Hyuna bisa bersikap baik dan menerima Kris dalam kehidupan kami kelak. Bahkan dia juga menyetujui pernikahanku dengan Kris. Tapi kenapa Chaerin……“

“Saya akan bicara dengan Chaerin-ssi jika waktunya tepat nyonya” Jungkyu memotong ucapan Luhan

“Ap-“

“Saya tahu mungkin saya tidak sopan, tapi mengenai hal ini saya ingin membantu nyonya. Saya mohon, kali ini saja ijinkan saya membalas kebaikan nyonya”

Luhan kaget mendengar perkataan Jungkyu. Ia tak menyangka supir pribadi keluarga Oh yang selama bertahun tahun telah mengabdi padanya ingin membantunya

Luhan berpikir sejenak, “Baiklah, terima kasih”

End Flashback 2

.

“Begitulah, saya harap anda mengerti Chaerin-ssi”

Aku menatap Jungkyu ahjussi tak percaya. Terbesit perasaan bersalah terhadap umma

“Maaf jika saya tak sopan terhadap anda Chaerin-ssi” Jungkyu ahjussi buru buru menambahkan kata kata tersebut saat melihatku terdiam

Pandanganku menjadi agak kabur, apa ini? Aku merasakan air mata jatuh membasahi pipiku

“Chaerin-ssi gwachana?”

Aku hanya diam dan mengelap air mataku, “Apa semuanya benar ahjussi?”

“Tentu saja Chaerin-ssi, saya tidak berani berbohong pada anda” ucapnya

Terbesit kembali perkataan Hyuna saat itu, demi kebahagiaan umma, aku rela melakukan apapun asalkan itu hal terbaik baginya

Aku kembali menatap keluar jendela mobil, “Hyun, apa aku salah selama ini?”

End Flashback 1

Yah, selama aku berlatih basket pikiranku menjadi tidak fokus. Setelah aku pulang, aku segera bicara empat mata dengan umma. Saat itulah aku mengakatakn jika aku setuju dengan pernikahan ini dan umma langsung memelukku bahagia

“Apapun asal kau bahagia umma”

Chaerin POV end

“Chae!! Kau berantakan sekali!!” ujar Hyuna saat melihat Chaerin

“Benarkah? Kurasa begini saja aku sudah cantik” ujar Chaerin enteng

“Tidak bisa! Kita juga harus terlihat sempurna di pernikahan umma! Aish kau ini, sebentar lagi pernikahannya dimulai!”

“Iya iya, aku ini bawel sekali! Hei! Apa apaan!!” Chaerin berteriak kesal saat Hyuna menyeretnya ke bagian tata rias di dalam gereja

.

.

Hari ini. Tepat detik ini seorang Xi atau Oh Luhan telah resmi akan menikah dengan namja bernama Wu Yifan. Senyum tak lepas dari wajah manisnya yang hari ini semakin sempurna dengan sentuhan berbagai riasan yang membuatnya tampak seperti sang putri

Ia membawa sebuket bunga di tangannya. Gaun pengantin yang terbuat dari sutra terbaik pilihan umma Kris tampak pas di tubuh langsingnya

Dibelakangnya, anak anaknya mengiringi langkahnya menuju altar. Chaerin dan Hyuna mengenakan gaun putih pendek dan karangan bunga di kepala mereka. Sungguh, mereka tampak seperti malaikat yang mengiringi sang putri

Kris di depan altar juga tampak sangat sempurnya. Balutan jas hitam dan tatanan rambut yag rapi membuatnya sangat tampan hari ini

Semua orang tampak bahagia, senyuman tak lepas dari wajah mereka yang datang melihat upacara pernikahan Kris-Luhan. Namun tidak dengan Chaerin, wajahnya terlihat datar tak menunjukkan ekspresi sama sekali. Matanya memandang lurus ummanya yang kini telah berdiri di altar bersama Kris dan sang pendeta untuk mengucapkan janji setia

“Apakah kau Wu Yifan berjanji untuk mencintai dan menghargai Xi Luhan, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik, menjadi tempat bergantung bagi dia dan anak anaknya, selamanya hingga akhir hidup anda?

Kris menatap Luhan sejenak, “Ya, saya bersedia”

“Apakah kau Xi Luhan berjanji untuk mencintai dan menghargai Wu Yifan, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi istri yang baik, menjadi tempat bergantung bagi dia, selamanya hingga akhir hidup anda?

“Ya saya bersedia”

Tepat saat janji itu selesai diucapkan, tepuk tangan bergema di katedral terbesar di kota Seoul itu

“Manis sekali, bukankah begitu twin?” Hyuna menatap kagum kedua mempelai yang berada di altar

Chaerin tidak menggubris perkataan Hyuna, ia sibuk dengan pikirannya sendiri

“Semoga Kris bisa menjadi appa yang baik bagi kalian” ujar umma Kris sambil mengelus kepala Hyuna dan Chaerin

Hyuna tersenyum, “Semoga ahjumma”

“Mulai sekarang jangan panggil aku ahjumma lagi, panggil aku grandma dan suamiku grandpa. Kalian cucu ku sekarang” nyonya Wu memeluk kedua aegi Luhan

“Terima kasih ehem grandma, aku jadi merindukan nenek dan kakekku dulu” Hyuna balas memeluk nyonya Wu, sedangkan Chaerin hanya diam tak bergerak dari tempatnya saat dipeluk

Orangtua Luhan sudah lama meninggal saat Luhan menikah dengan Sehun. Sedangkan orang tua Sehun sekarang berada jauh di Amerika mengurus perusahaan mereka. Mereka mengucapkan selamat kepada Luhan kemarin melaui telepon dan paket bunga yang mereka kirimkan

“Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita”

Teriakan riuh disertai tepuk tangan menggema saat Kris mencium Luhan tepat di bibirnya

“How seet they are”

“Mereka benar benar serasi”

“Pasangan sempurnya”

“Beruntungnya mereka”

Chaerin yang mendengar kata kata dari para tamu di katedral hanya tersenyum tipis

“Ya, mereka BENAR BENAR SERASI” batin Chaerin, jujur kakinya ingin segera berlari keluar dari acara yang menurutnya sangat bodoh

“Umma dan Kris jussi romantis sekali” ujar Hyuna sambil menyikut Chaerin

“Hm” hanya dibalas deheman Chaerin

.

Saturday, 20th  February – 07.00 P.M – Wu’s Family House

Seperti layaknya orang pada umumnya, seusai upacara pernikahan mereka mengadakan pesta. Tentu saja pestanya sudah dikoordinasi oleh orang tua Kris. Pesta mewah yang bertempat di kediaman Wu family

“Chukkae ge, aku tidak menyangka kau bisa menikah dengan Luhan noona” ujar Suho sambil menjabat tangan Kris

“Tentu saja bisa. Kalian bisa melihatnya sekarang kan?” Kris tertawa bersama Suho

“Eonnie, selamat ne, aku turut berbahagia” Lay atau Kim Yixing, istri dari Suho atau Kim Joonmyun memeluk Luhan

“Gomawo Yixing-ah” Luhan menepuk nepuk pundak Lay

“Hyuna! Kemarilah” Luhan memanggil Hyuna yang sedang berbincang dengan teman temannya

“Ada apa umma?”

“Kau anak Luhan eonnie yang itu kan? Aigoo sudah besar rupanya, mirip kau eonnie” Lay mengacak rambut Hyuna

“Ahjumma jangan rusak rambutku” Hyuna merapikan rambutnya kembali

“Hoi ge, congrats, aku turut senang kau bisa bersama Luhan noona” Chanyeol rekan basket Kris semasa SMA tiba tiba merangkul pundak Kris

“Long time no see Chanyeol, thanks” Kris berhigh 5 dengan teman semasa SMAnya yang sangat hiperaktif tersebut

“Hahaha, tentu saja ge kita sudah lama tidak bertemu. Aku sekarang fokus meneruskan sekolahku di Inggris” ujar Chanyeol

“Chanyeollie, dimana Baekhyun?” tanya Luhan

“Dia sedang sakit noona. Dia titip ini padamu, bukalah didalamnya ada surat darinya” Chanyeol menyerahkan sebuah kado berpita pink kepada Luhan

“Gomawo, semoga Baekhyunnie cepat sembuh. Aku akan menjenguknya kapan kapan” Luhan menaruh kado dari Baekhyun di meja

“Ne gomawo noona” Chanyeol melirik Hyuna yang ada disebelah Luhan

“Anakmu kan noona?” tanya Chanyeol pada Luhan

“Ne, perkenalkan dirimu sayang” ujar Luhan

“Annyeong ahjussi, Hyuna imnida” Hyuna membungkuk

“Manis seperti Luhan noona” Chanyeol menyentil hidung Hyuna

“Gege, Eonnie, lama tidak berjumpa” ujar seorang yeoja bermata panda menepuk pundak Luhan

Luhan menoleh, “Tao!!” Luhan memeluk Tao erat

“Bagaimana kabarmu? Lama tidak bertemu, aku kangen padamu baby panda” Luhan mencubit pipi Tao

“Baik eonnie, aku masih sibuk di China. Sekarang aku bekerja di rumah sakit sebagai dokter” ujar tao sambil tersenyum

“Kau hebat sekali panda” tiba tiba Kris datang dan mengelus kepala Tao

“Hehe, xie xie ge. Selamat atas pernikahan gege” Tao menjabat tangan Kris dan Luhan kemudian menyatukan tangan keduanya

Walapupun dulu Kris adalah kekasihnya, Tao bahagia melihat Kris sekarang bahagia dengan Luhan, yeoja yang Kris inginkan

“Gomawo Taonnie~” Luhan kembali memeluk Tao

“Kau pasti hm.. siapa? Hyun.. Hyun-“

“Hyuna imnida, bangapseumnida ahjumma” sahut Hyuna, tak lupa ia membungkukkan badannya

“Ah iya Hyuna, kemana kembaranmu?” tanya Tao

“Chaerin? Dia ada di lantai atas, dia tidak mau turun” ujar Hyuna

Semua kembali berpesta, mereka berdansa dan hanya ada kegembiraan di malam itu

.

Sementara di tempat lain – 09.00 A.M

Chaerin berdiri di atas balkon lantai atas sambil menatap langit malam

“Tak ada bintang, sama buruknya dengan suasana malam ini” gumam Chaerin

Sejak tadi memang ia tidak turun ke lantai bawah untuk sekedar mengikuti pesta pernikahan ummanya. Padahal Hyuna, Luhan dan yang lainnya berulang kali menyuruh Chaerin turun tapi tetap saja percuma

“Memandang langit little lady?”

Chaerin menoleh, “Sedang apa kau disini?”

“Tidak ada, hanya ingin kesini saja” Kris mengacak rambut Chaerin

Chaerin menepis tangan Kris, “Rambutku bisa rusak”

“Dingin seperti biasa, aku semakin ingin mengenalmu lebih jauh. Sifatmu memang mirip Sehun tapi pasti ada kelembutan seperti diri Luhan” ujar Kris

Chaerin tersenyum miring, “Thanks”

“Kudengar kau lahir di Kanada”

“Hm” Chaerin mengangguk

“Kalau begitu kita sama, aku juga lahir di Kanada, tepatnya Vancouver”

“Tidak sama, aku di Ottawa. Sama sekali tidak sama” balas Chaerin cuek

Kris menghela nafas, “Susah sekali mengobrol dengan anak ini” Kris berusaha mengobrol dengan Chaerin, meluluhkannya agar ia bisa menerima Kris di kehidupannya bersama Luhan

“Bagaimana sekolahmu?”

“Biasa saja”

“Kau pintar dalam bermain basket”

“Thanks”

“Kau tau, dulu Sehun sempat satu tim denganku dalam basket. Kami juga pernah bertanding sebagai lawan”

Chaerin hanya diam mendengarkan

“Sehun sangat hebat kala itu, sama sepertimu”ujar Kris

“Dia yang mengajarkanku” sahut Chaerin

Kris menepuk pundak Chaerin, “Suatu saat aku ingin bisa bermain basket bersamamu little Sehun”

“Tentu, aku tunggu tantanganmu” Chaerin berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan Kris di balkon

“Aku memang bukan Sehun dan tidak akan pernah bisa menggantikan Sehun di hatinya sampai kapanpun. Namun, aku akan berusaha menjadi sosok yang bisa dia anggap seperti Sehun, ayahnya”

.

.

Te Be Ceh~

well, karena saya sibuk akhir akhir ini jadi saya update express ini. Harap maklum kalo hasilnya ancur bin gaje sekaligus aneh gini #bow

Sekian, keep read and give me your comment juseyo ^^ bbuing bbuing~ love you all~

 

 

13 pemikiran pada “You’re Not My Father! (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s