Angel Of Death (Chapter 3)

Author                  : Lee Sang Joon i(Y)

Title                       : Angel of Death

Main cast             :- Kang Minri

-Kris

-Kim jongin

Other cast           : You can find it by yourself

Genre                   : Romance

Length                 : Chaptered

aod

Annyeong!!!!!!, sekarang ff chapter 3 nya udah rilis, ada yang nungguin gak??? #ngarep. Gi mana chapter 2 nya makin gaje ya??, mudah-mudahan di chapter 3 nya ga ikutan gaje. Kemaren ada yang request pengen bagian kris-minri di banyakin, pengennya sih di chapter 2, tapi ternyata gak sesuai sama ceritanya, jadi author kasih di chapter 3 aja, cukup itu aja deh salam dari author, jangan lupa comment n sarannya ya..

©©© Happy Reading…..!!!! ©©©

  Kang Minri

 

Kris???, batinku bertanya,                                                           

Aku sedikit terkejut melihat kris, ia begitu…….ekhm, tampan. Sinar matahari yang mulai redup menerpa wajahnya, dan angin sore yang membelai lembut rambutnya. Sungguh pemandangan yang tak akan pernah kulupakan. Sejenak aku termenung menatap wajahnya, hingga ia menyadari keberadaanku. Aku terkesiap ketika ia memanggilku agar duduk di sebelahnya. Aku berjalan perlahan, setiap langkah aku merasa darahku berdesir dan jantungku berdetak lebih cepat, tepat setelah aku menatap wajahnya yang membuatku terpesona, bodohnya aku tidak menyadari itu ketika pertama kali bertemu dengannya. Apa mungkin ini cinta pandangan pertama??, bukan……., ini bukan pertama kalinya aku melihatnya.

“kau kembali lagi……”, ucapnya.

“hmm…..menurutmu kali ini apa aku akan hidup lagi atau mungkin tetap di sini……???”

“molla…..”

“hah….., mengapa hidupku begitu menyedihkan…..”, ucapku sambil mendesah panjang lalu menyenderkan punggungku di batang pohon besar di belakangku dan kris, sembari menatap langit sore.

Author

“aku tahu, apalagi setelah kepergian orang tuamu….”, ucap kris sambil melirik sekilas ke arah minri. Minri hanya terdiam, ia tak mengerti maksud perkataan kris. “apa kau ingin bertemu dengan mereka???”, tanya kris lagi, sejenak minri berpikir…..

“tak perlu, lagipula jika bertemu dengan mereka, mereka tidak bisa melihatku kan??”

“kau tak percaya??, itu mereka sedang menuju kesini….”, ucap kris sembari mengarahkan jari telunjuknya menuju dua orang tengah berjalan ke arah mereka berdua.

“jangan bercanda”, ucap minri meremehkan, tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari langit sore.

“huh…jadi dia memang belum tahu…..”, batin kris.

“minri-ah….”, panggil seseorang, seketika tubuh minri menegang. Suara ini……ia tahu betul ini suara ummanya. Dengan perlahan di alihkannya pandangannya…..

“u-umma, ap-appa…..”, ucap minri seperti bisikan untuk dirinya sendiri. Minri segera bangkit dari duduknya menghampiri kedua orang tuanya lalu memeluk mereka dengan erat.

“minri-ah…”

“umma…appa, jadi kalian…..”, ucap minri menggantung.

“hmm, minhae….umma dan appa tidak bisa menemanimu lagi….umma berharap kau baik-baik saja dengan oppamu”

“umma…appa, mengapa suho oppa tidak memberitahuku??”. Ucap minri mulai terisak.

“itu demi kebaikanmu minri, ia tak mau kondisi semakin memburuk, arasseo??”, minri hanya mengangguk lemah.

“minri-ah, umma dan appa harus pergi sekarang, sampaikan salam umma dan appa untuk suho, ne???”, pandangan minri mulai kabur, bersamaan dengan datangnya secercah cahaya yang membawa pergi orang tuanya. setelah kepergian orang tuanya minri terkulai lemas ia hanya bisa menangis, bahkan jika bisa memilih daripada ia hidup ia lebih baik bersama dengan orang tuanya, bukannya minri tak sayang dengan oppanya hanya saja jika ia tetap hidup ia hanya akan menyusahkan orang lain.

Perlahan kris berjalan mendekat ke tubuh minri yang terduduk seperti tak bernyawa, kris hanya berdiri mematung di depan tubuh minri yang sedikit bergetar karena menahan tangisnya. Perlahan kris mensejajarkan tubuhnya dengan minri, lalu merengkuh tubuh minri ke dalam pelukannya. Kris juga tak tahu tiba-tiba saja muncul keinginan untuk menenangkan minri melalui pelukannya.

“menangislah, jangan ditahan….”, ucap kris lembut sambil mengeratkan pelukannya, entah mengapa kris jadi begitu lembut jika berhadapan dengan minri. Tangis minri semakin pecah, ia menangis sekeras-kerasnya untuk meredam kesedihannya.

Selama beberapa saat, tak ada pergerakan sedikitpun dari mereka berdua. Kris dengan setia tetap memeluk minri bahkan mengeratkan pelukannya.

Kris

Entah mengapa memeluk yeoja ini tubuhku menghangat, tidak seperti biasanya yang selalu kaku dan begitu dingin. Hatiku pun tidak terasa kosong lagi, sepertinya yeoja dalam pelukanku ini telah mengisi hatiku. Apa aku telah jatuh cinta…..???, molla…., melihatnya menangis aku jadi ingin melindunginya, kini ia sendirian dan begitu rapuh, tak kusangka aku melihat sisi lain dari minri, begitu rapuh….., tapi apa aku bisa??, bisa melindunginya??, kami berbeda.

Ia melepaskan pelukanku begitu pun juga aku. Aku menghapus air matanya, kami bertatapan lama. Aku seperti terhipnotis melihat wajah cantiknya, perlahan kumajukan wajahku dan menutup mata, sepersekian detik bibirku menyentuh bibirnya, bibirnya begitu lembut dan dingin, ingin rasanya kusalurkan kehangatan dari hatiku melalui bibirnya. Perlahan kumundurkan wajahku, wajahnya agak memerah membuatnya semakin cantik, kembali kurengkuh tubuhnya, kubisikkan ditelinganya “saranghae….”, ia tak menjawab, namun membalas pelukanku tak kalah erat.

Tak selang beberapa lama, tubuh minri perlahan menghilang dari rengkuhanku, hah……….., rupanya ini sudah waktunya ia kembali. Ternyata hanya butuh 1 menit untukku bisa jatuh cinta, tapi di saat aku sudah merasakannya apa itu cinta, cintaku itu pergi begitu saja, meninggalkanku yang masih terpaku akan kepergiannya………

Minri-ah, entah mengapa tapi aku rasa aku mencintaimu, aku tak akan melepasmu, tunggu aku, aku akan datang untukmu, saranghae………………

Author

3 months later…….

Kini minri yang dulu telah berubah, minri yang dulu rapuh kini begitu kuat. Operasi terakhirnya berhasil, kini dengan jantung barunya ia berusaha merajut kehidupan yang baru. Bahkan kini ia resmi menjadi mahasiswi untuk melanjutkan impiannya menjadi desainer. Semua masa lalunya ia lupakan, kecuali satu, kris……    Entah mengapa ia tidak bisa melupakannya,, sedangkan jongin…??, bahkan ia tak tahu di mana jongin berada setelah kedatangannya menjelang minri di oprasi.

“oppa, nan khalke, ne??”

“hmm…hati-hati”, setelah itu minri pergi ke kampus. Di kampus minri merupakan yeoja popular di kampusnya, walaupun ia bukan anggota organisasi ataupun artis. Namun minri menarik perhatian orang lain karena ia yang begitu cantik, pintar, dan kebaikannya,,, sungguh yeoja yang hampir mendekati kesempurnaan.

Kang Minri

Saat ini aku sedang di kampus, tujuanku sekarang menuju perpustakaan untuk menyelesaikan tugas dari dosen, yang akan dikumpul minggu depan.

“minri-ah…!!!”, seseorang memanggilku, siapa lagi kalau bukan hanna, sahabatku. Segera kuhentikan langkahku dan dia berjalan ke arahku dengan tergesa-gesa.

“waeyeo, hana-ah???”

“minri-ah, temani aku jalan, ne??, lagipula hari kita tidak ada jadwal kuliah kan??”

“hari ini aku tak bisa”

“ayolah,…..sekali ini saja”, ucap hana sambil memohon padaku dengan puppy eyes nya. Aish….kalau begini mana bisa aku menolak.

“baiklah…..”

Setelah beberapa jam berkeliling di mall, aku duduk di taman sambil menikmati ice cream. Aku memilih berada di taman daripada pulang, entah mengapa rasanya aku sedang ingin saja. Rasanya semua anggota badanku sakit karena menemani hana.  Tiba-tiba aku tersedak, ketika melihat seseorang  keluar dari mobil, orang itu adalah namja yang sangat kurindukan selama ini, dan sekarang dia juga melihat ke arahku. Tapi aku mengelengkan kepalaku dengan cepat, itu hanya halusinasiku saja, mana mungkin dia bisa berada di sini. Tapi pikiran itu segera sirna, ketika suara berat itu memanggil namaku………

“minri-ah………”, segera kuarahkan pandanganku ke arah datangnya suara itu. Tubuhku membeku, ternyata benar dia, dia bahkan tersenyum.Aku menjatuhkan ice creamku, lalu berlari menghambur memeluk tubuh pria yang selama ini kurindukan.

“kris…..bogoshippo-yeo”

“nado, nomu bogosippo”, ia membalas pelukanku tak kalah erat. Kami berpelukkan sangat lama, seperti sepasang kekasih yang sedang melepas kerinduan.

Aku dan kris duduk berdua di bangku taman. Kami terdiam cukup lama, hingga ia membuka suara.

“apa kau senang aku ada di sini??”, aku menoleh kearahnya dan mengangguk mantap.

“minri-ah, aku tak tahu kenapa rasa ini bisa muncul, namun aku rasa aku menyukaimu, ah bukan aku mencintaimu. Aku ingin melindungimu, menjagamu, dan mencintaimu dengan semua rasa cinta yang ada di hatiku. Aku datang ke sini hanya untuk menemuimu untuk mengatakan apa yang aku rasakan. Apa kau merasakan apa yang kurasakan………??”

“aku juga kris……, semenjak kejadian itu dan aku kembali, aku merasa ada yang hilang dari diriku, dan aku baru menyadari bagian yang hilang itu adalah dirimu,……. aku mencintaimu kris”, setelah aku mengatakan itu kris tersenyum, lalu menarikku dalam pelukannya.

Setelah itu aku dan kris pergi berjalan menelusuri setiap sudut keindahan kota seoul. Rasanya aku tak pernah sebahagia ini dengan seseorang selain keluargaku. Ketika malam menjelang, moment ini semakin indah saja, karena kris membawaku ketempat paling nyaman di dunia ini, yaitu pelukannya. Mungkin ini adalah penghujung dari kencan pertama kami. Tiba-tiba……

Ddrrrtttt…….ddrrrrtttt

“yoboseyeo…”

“minri-ah, noe eoddiga???, ini sudah malam pulanglah segera”

“ne, oppa”

kau pergi dengan siapa??”, aku terdiam sejenak dengan pertanyaan suho oppa, kris yang mngerti berbisik padaku, dan aku hanya mengangguk patuh.

“cingu……, oppa”

“keurom, hati-hati di jalan”, setelah itu suho oppa memutuskan panggilan.

“seharusnya aku tidak usah berbohong”

“gwenchana, mungkin aku harus mendekati oppamu dulu, agar dia bisa menerimaku.”, ucap kris lalu mengacak rambutku penuh sayang.

“keundae, bagaimana kau bisa ada di sini????”

“i-itu, mianhae, aku tak bisa mengatakannya padamu.”, aku agak kecewa ia tak memberitahuku, tapi tak apa yang jelas tujuannya hanya untuk menemuiku.

“gwenchana, kris, kau tinggal di mana???, “

“aku tinggal di apartemen di daerah xx, aku juga memiliki perusahaan”

“eh?, bagaimana bisa???”

“soal itu rahasia, yang penting aku memiliki semua yang aku butuhkan agar bisa bersamamu. Oh, ya sudah malam apa perlu kuantar pulang..???”

“aniyo, aku akan ke supermarket sebentar, aku ingin memasakkan sesuatu untuk suho oppa.”

“baiklah.”, setelah itu kris melesat pergi dengan mobilnnya.

Hari ini aku begitu bahagia, juga begitu bingung kenapa kris  bisa ada di dunia???, bahkan dia sudah menjadi manusia sesungguhnya, Tuhan, apakah kau mengirim kris untuk menemaniku yang kesepian di dunia ini???, kalau iya ……. aku sungguh berterima kasih.

Kris

Setelah pulang aku segera ke apartemen, saat ini aku seperti orang gila, selalu tersenyum. Mungkin karena minri, ya….. gadis itu telah mencuri hatiku dengan pesona yang ada dalam dirinya. Kulangkahkan kakiku dan berdiri di balkon menikmati angin malam yang membelai wajahku lembut, kuharap hari ini adalah awal dari hari esok yang lebih bahagia dan penuh cinta.

“kris….”, sebuah suara mengejutkanku.

“ah, hyung…..”

“apa kau menikmati harimu di dunia ini???”

“hmm…..sangat”, ucapku sembari menatap indahnya bulan yang ditemani bintang, yang entah mengapa di penglihatanku begitu indah malam ini.

“kemarin kau belum selesai mendengar perkataanku”

“perkataanmu ???, yang mana hyung….?”

“saat kau meminta masuk ke kehidupan di dunia, aku belum selesai bicara dan kau langsung pergi.”

“katakanlah sekarang,hyung…”

“kau tidak bisa selamanya di dunia,….”, mendengar perkataannya, aku langsung menatapnya bingung.

“jadi………..??”

“waktumu di sini hanya satu bulan…..”

“hyung, bagaimana bisa???, hyung tak bisa kah kau-”

“ini sudah ketentuan, hanya satu bulan, lalu kau pergi, jadi manfaatkan waktumu.”

“satu bulan…..”, aku menggumam, bagaimana hanya satu bulan???, aku tak mungkin melepaskan sesuatu yang berharga begitu saja bukan.??

“hyung….,tak bisa kah kau membantuku???”

“hah…..kris, aku tahu kau begitu mencintainya, namun kau dan dia berbeda, jadi mengertilah”, ya, kami berbeda, tapi kami saling mencintai, dan bukankah perbedaan itu indah??

Setelah itu dia pergi, tinggallah aku yang terdiam tanpa bergerak sedikitpun seperti orang bodoh. Satu bulan. Hanya satu bulan, lalu aku meninggalkannya. Aku tidak mungkin seperti itu, aku masih punya hati. Mengapa keadaan selalu menyulitkanku??, atau memang takdirku??, tapi bukankah takdir dapat berubah jika orang itu merubah takdirnya sendiri??, baiklah, aku akan menjalani hidupku dengan caraku, aku akan membuat takdir bertekuk lutut padaku, tak akan kubiarkan takdir mengatur hidupku, tidak akan…….

—skip—

Author

Cahaya mentari membangunkan kris dari mimpi indahnya. Segera ia menyiapkan dirinya, karena ini hari pertamanya masuk kantor. Setelah siap kris melajukan mobilnya, ketika sampai diparkiran kris menempatkan mobilnya lalu pergi melenggang memasuki kantor. Menyenangkan juga menjadi manusia , pikirnya. Baru saja kris melangkahkan kakinya memasuki kantor, ia melihat sekeliling para karyawan yeoja yang melihatnya kagum, karena atasan mereka tersenyum tidak seperti biasanya, senyumnya kali ini begitu mengisyaratkan kebahagiaan yang sangat. Setelah itu kris memasuki ruangannya…

“pagi sajangnim,.”

“ne, pagi Nn. Park, bagaimana jadwalku hari ini???, apa kau sudah mengurus semuanya??”

“ne, sajangnim”, sambil memberi kris berkas-berkas penting.

“kau bisa keluar sekarang”

“ne”. setelah itu kris hanya berdiam diri dalam ruangannya. Ia tak bisa tenang karena terus memikirkan minri, ia pun benar-benar tak fokus. Bahkan ia merasa bosan, jika saja ada minri ia pasti akan terhibur.

 

Kris

Wajah minri yang sedang tersenyum terus membayang di pikiranku. Hah……yeoja itu benar-benar mengikatku dengan pesonanya. Namun pikiran itu segera sirna ketika aku mengingat kejadian semalam,    kris, aku tahu kau begitu mencintainya, namun kau dan dia berbeda, jadi mengertilah, . ini sudah ketentuan, hanya satu bulan, lalu kau pergi, jadi manfaatkan waktumu. kata-kata itu terus saja mengiang di kepalaku aku tidak mungkin meninggalkan minri, tapi hyung benar dia berbeda denganku. Tapi bukankah aku ingin mengubah takdir…….???

To: Nae yeoja

Minri, apa kau ada waktu besok malam ??

From: nae yeoja

Ne, wae geurae??

To: nae yeoja

Aku ingin mengajakmu makan malam, jadi dandanlah yang cantik.

Saranghae…..

From: nae yeoja

Ne, nado saranghae…. ^^

—skip—

Hari ke dua aku bekerja, tak kusangka aku begitu sibuk. Membaca berkas yang bertumpuk-tumpuk, meeting, dan lain-lain. Kuharap akan selesai sore ini juga, agar aku bisa makan malam dengan minri.

Tok…tok…tok…

“masuklah….”

“sajangnim, meeting akan segera dilaksanakan, Mr. Kang sudah datang.”

“ne, aku akan segera ke sana”

Berjam-jam aku mengikuti rapat, sesekali aku melihat jam yang ada di pergelangan tanganku. Aku begitu takut tidak bisa menyelesaikan rapat ini tepat waktu.

Jam 4 sore rapat selesai, namun berkas-berkas yang kukerjakan masih banyak. Hingga akhirnya jam 7 kurang 30 menit, malam, aku selesai mengerjakannya. Aku menghela napas panjang, setidaknya masih ada waktu 30 menit untuk bersiap. Dengan tergesa-gesa aku mengendarai mobilku. Di perjalanan menuju apartemenku terjadi kecelakaan yang menimbulkan kemacetan, kalau begini lebih baik aku langsung menjemput minri saja.

Aku memakirkan mobilku di pekarangan rumah minri, sebelum keluar dari mobil, sedikit kurapikan penampilanku yang agak berantakan.

Tok…tok…tok…

Ketika pintu terbuka bukan sosok minri yang muncul, namun seorang namja yang sepertinya aku kenal……

“Mr. Kang…???”

“ne?, Mr. Kris…, ada apa anda kemari??”

“saya ada janji dengan minri”

“minri……, ah, ya, masuklah dulu..”

“jadi minri donsaeng anda, suho-sii???”

“ne, jadi kau siapanya minri, cingu….??”

“nan minri namjachingu….”

“wah….., aku setuju, jadi mulai sekarang kau memanggilku hyung saja, ne???”

“ne, hyung.”

“oh, ya, sepertinya minri masih ganti baju, tunggu saja sebentar lagi.”

Sambil menunggu minri, aku dan suho hyung membicarakan tentang bisnis kami…..

“kris??, mengapa tak menelponku kalau kau sudah datang”, aku hanya tersenyum dengan perkataan minri.

“jadi ini yang kau bilang cingu, Kang Minri?”,ucap suho hyung.

“oppa, aku bisa jelaskan…..”

“gwenchana, oppa senang jika namja itu seperti kris”, ucap suho hyung sambil merangkulku.

“oppa, musun maria????”, aku menahan tawaku melihat minri kebingungan melihat keakrabanku dengan oppanya.

“kris rekan bisnis oppa, sudah sana kalian pergi nanti jangan pulang terlalu malam, ne???”, ucap suho hyung lalu mengantar kami hingga ke depan pintu.

“n-ne”

Ketika di dalam mobil keadaan sungguh canggung, tak ada dari kami berdua memulai pembicaraan. Hingga sampai di restoran yang kupesan, aku segera keluaar dari mobil untuk membukakan pintu untuk minri. aku mengulurkan tanganku untuk minri, dan senang hati dia menerimanya. Kami bergandengan tangan hingga masuk ke dalam restoran. Ketika makan, kami sesekali bercanda, aku bingung harus bercerita apa padanya, jadi dia menceritakan semua tentangnya. Aku jadi banyak tahu tentangnya.

Selesai makan aku membawanya ke pantai, itu permintaannya. Kusampirkan jas ku ke pundaknya, sepertinya angin malam terlalu dingin untuknnya, apalagi ia menggunakan gaun yang mengekspos bahunya. Dan ia hanya tersenyum manis padaku. Lama kami terdiam memandang deburan ombak. Tiba-tiba ia menggandengan tanganku, ia mengajakku duduk di pasir yang jaraknya tak terlalu jauh dari bibir pantai.

“kau suka di sini??”, tanyaku sambil menatap wajahnya yang semakin cantik terkena cahaya rembulan.

“hmm,…..nomu joha”, ucapnya, lalu menyenderkan kepalanya di bahu kiriku.

“kris…..”

“hmm….???”

“aku suka sekali malam ini, apa kau juga ???”

“tentu, mengapa kau bertanya seperti itu, hmm……??”, ucapku lalu memeluk pinggangnya agar semakin merapat dengan tubuhku.

“aniyo, aku hanya senang bisa melewati waktu bersamamu, semua bebanku terasa hilang. Dan aku ingin selalu bersamamu. Tapi akhir-akhir ini aku takut, ……..aku takut kehilanganmu kris….., aku terus bermimpi buruk tentangmu.”, ucapnya.

“gwenchana, itu tak akan terjadi, aku akan selalu bersamamu, kopjonghajima, ne??”, ia hanya menganguk.

“minri-ah, aku mencintaimu, aku tak bisa berjanji selalu memberikanmu kebahagiaan, tapi aku berjanji akan memberikan semua cinta yang kupunya, dan akan menjagamu”

“gomawo kris….”, ia terharu mendengar perkataanku, dan meneteskan air mata.

“saranghae….”

“nado saranghae”

Aku melepas pelukan kami, kemudian memegang kedua bahunya agar menatap wajahku. Perlahan kumajukan tubuhku, minri pun dengann perlahan menutup matanya. Tak lama bibir kami menyatu , sebuah ciuman lembut dan penuh cinta. Tanpa ada paksaan dan nafsu. Cukup lama kami berciuman, hingga kurasa tubuh minri sedikit menegang karena angin malam yang semakin menusuk. Kulepaskan tautan kami, kami saling menatap, sebuah senyuman manis terukir dari bibir kami berdua. Malam ini tak akan pernah kulupakan. Tak akan pernah…….

Aku pun berdiri dan mengulurkan tanganku, minri menerimanya dengan senang hati. Kueratkan penggangan tanganku, membawanya pergi dari pantai, menuju mobil. Bahkan selama perjalanan pulang tanganku tetap menggenggam erat tangannya.

—skip—

Tak terasa hubunganku dengan minri hampir sebulan. Hubunganku dengannya semakin dekat, bahkan suho hyung terus menggoda kami agar segera menikah. Namun sekarang aku dan minri masih ingin menikmati waktu berpacaran kami. Seperti saat ini kami sedang berada berdua di taman.

Minri menggandeng tanganku, menuju kursi panjang, setelah sempat berjalan di sekitar taman. Kulihat kedai ice cream tak jauh dari sini.

“minri-ah, tunggu sebentar, ne?”

“ne?, eoddiga??”

“sebentar saja.”, lalu aku pergi membeli ice cream. Aish….aku tidak tahu dia suka rasa apa.

“ice cream, vanilla 1, dan coklat 1”. Setelah membeli aku segera pergi menemuinya.

“minri-ah….”, kusodorkan ice crem rasa vanilla yang kubeli.

“gomawo.”, aku melihat raut wajahnya yang seketika berubah ketika memakan ice cream yang ku beri.

“wae-yeo, kau tidak suka??”

“aniy.” Jawabnya. Kris, sebenarnya aku tak suka rasa ini. Seketika aku menegang bagaimana aku bisa membaca pikiran seseorang. Lagi..??. Minri yang melihat aku terdiam terus, menyadarkanku kembali.

“kris, wae-yeo??, kau sakit, hmm???”

“a-aniy, mungkin aku hanya lelah, kajja kita pulang.”, aku menggandengnya hingga masuk ke dalam mobil.

“kris, gwenchana-yeo??”, ucapnya khawatir, lalu mengarahkan tangannya ke keningku, namun segera kutepis halus.

“nan gwenchana, mungkin aku hanya butuh isirahat saja”, ucapku sambil tersenyum lembut padanya, untuk sedikit menenangkannya.

Setelah itu aku segera pulang, tubuhku rasanya sungguh lelah, kurebahkan tubuhku di kasur. Namun hanya sebentar aku memejamkan mata, tiba-tiba jendela kamarku terbuka, seseorang telah masuk tanpa seizinku.

“kris….”

“h-hyung….?!”, ia tidak menjawab, pasti ada sesuatu. “hyung, wae geurae??, mengapa- argh!!!…..”, sebelum menyelesaikan perkataannya, kris mengerang kesakitan, setelah beberapa saat terlihat kedua belah sayap kris muncul perlahan, ia sendiri Nampak terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba itu.

Author

“h-hyung…..bagaimana bisa-“

“waktumu hampir habis kris…….., aku datang untuk memperingatkanmu. Sudah kukatakan hanya 1 bulan,….lalu kau tinggalkan yeoja itu”, kris hanya terdiam, rasa sakit itu terlalu menusuk. Hingga akhirnya perlahan rasa sakit itu hilang, dan kris hanya bisa menatap dirinya di cermin dengan kedua sayapnya yang  terbuka lebar. Ia menghembuskan nafas keras…..

“bagaimana bisa aku meninggalkannya di saat cintaku padanya semakin besar….???”,

“kris….”

“tidak adakah yang mengerti aku selama ini??”

“kris-“

“DIAM!!, kau bukan siapa-siapa ku, kau hanya seorang pria menyedihkan yang tidak berharga, kau tak berhak mengatur hidupku!, aku pria tangguh yang tak akan menurut pada takdir yang hanya membuatku terluka!, aku akan memperjuangkan apa yang seharusnya ku dapatkan!, jadi menjauhlah, jangan halangi jalanku.!!!”, ucap kris, ia masih tak terima ia akan kembali pada wujud awalnya –malaikat kematian-, ia tak siap harus mengatakan yang sebenarnya pada minri, ia tak siap melihat respon minri yang melihatnya dengan keadaannya yang sekarang ini, dan yang membuatnya takut ia tak siap jika harus ditinggalkan minri.

Mendengar perkataan kris,  pria itu hanya menatap takjub, kini ia melihat sisi lain dari kris, begitu rapuh sampai ia tak bisa menerima kenyataan yang harus ia hadapi. Dengan perlahan pria itu pergi meninggalkan kris yang masih emosi. Berharap kris akan baik-baik saja.

Kini kris kembali menjadi malaikat kematian, ia pikir setelah berubah menjadi manusia ia tak akan kembali lagi. Sekarang ia hanya kwahatir akan minri. BUKAN. Ia khawatir akan dirinya sendiri, ia bingung harus bagaimana mengatakan semua ini pada minri. ia berharap semoga saja minri mengerti. Namun yang ia bingung harus bagaimana kelanjutan hubungan mereka, haruskah mereka berpisah…..???

—skip—

Kang Minri

Hari ini kris menelponku, ia mengajakku bertemu di taman dekat rumahku. Dari nada bicaranya seperti sesuatu sedang terjadi. Aku jadi khawatir, semoga saja ini hanya firasatku saja.

Sampai di taman kuedarkan pandanganku, kudapati kris sedang duduk di kursi panjang di bawah pohon yang rindang, aku tersenyum melihatnya, lalu segera berjalan menuju ke arahnya. Tinggal beberapa langkah lagi kuhentikan langkahku, kulihat kris hanya menatap kosong ke depan, tak seperti biasanya kris seperti ini.

“kris…”, ia tak bergeming sedikitpun.

“kris….”, lebih keras kupanggil namun hasilnya sama saja.

“kris…!”, ucapku sedik berteriak sambil mengguncang tubuhnya, saat itu juga ia tersadar dan menyadari kehadiranku. Melihatnya seperti itu aku aku merasa sesuatu yang buruk terjadi. Saat ini ia menatapku dalam, aku tak mengerti maksud tatapannya itu. Sepersekian detik, ia menggenggam tanganku erat, aku menatapnya bingung.

“kris, wae-geurae…, hmm???”, ia hanya terdiam, ia mengalihkan pandangannya dari wajahku, namun tangannya tetap menggenggam tanganku.

“kris, apa sesuatu yang buruk terjadi??”, ia hanya mengangguk, tanpa menatapku. Kris ada apa denganmu??, tidak biasanya kau sepertini, ini bukan dirimu. Dengan perlahan ku belai lembut wajahnya dan menuntunnya agar menatapku.

“kris, malhaebwa…, katakan saja jangan dipendam sendiri, eo??, jika bisa aku akan membantu”, ia hanya terdiam, lalu dengan tiba-tiba ia merengkuh tubuhku. Aku yang dilanda kebingungan hanya membalas pelukannya dan mengusap punggungnya perlahan. Kurasakan tubuhnya sedikit terguncang dan ia terisak. Kris ada apa denganmu?!, katakan, jangan buat aku bingung seperti ini!, batinku.

“minri-ah……saranghae….”, ucapnya serak, sambil masih memelukku bahkan mengeratkannya.

“nado…”, perlahan ia mulai tenang dan melepaskan pelukannya.

“minri-ah, aku akan mengatakannya”

“hmm….malhaebwa”,

“minri-ah, kau tahu dulu aku bagaimana kan?”, aku mengangguk, aku tahu dulu ia bukan manusia.

“minri-ah, aku kembali lagi……kembali seperti dulu lagi, aku bukan manusia”, ia menatapku dalam.

“ne?”

“kukira aku akan selamanya jadi manusia,ternyata aku tidak bisa minri-ah………sekarang aku tidak tahu harus bagaimana…..”, aku termenung mendengar penjelasannya, apakah kita harus berpisah sekarang???, di saat cintaku padanya semakin dalam.

Kris

Kami terdiam lama, aku mencoba berpikir apa yang aku lakukan selanjutnya. Aku memikirkan segala dampaknya. Jika aku berpisah, atau jika aku tetap tinggal dengan segala cara. Dan akhirnya setelah berpikir, -walaupun sejenak-, aku mendapat jawabannya, aku dan minri akan……….

—TBC—

G mana ceritanya??, gaje? typo?, mianhae cuma ini yang terlintas di pikiran author. Trus kayaknya bagian kris-minri kurang banyak, sekali lagi author minta maaf. Mudah-mudahan masih ada yg nunggu kelanjutan ff ini, so jangan lupa comment n sarannya, ne?, sampai jumpa di chapter selanjutnya \(^0^)/

5 pemikiran pada “Angel Of Death (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s