He Or She? (Chapter 1)

He Or She ? (Chapter 1)

Author : BaekYoRa

Genre  : Romance & Friendship

Length : Chapter

Main Cast :

– Byun Baekhyun

– Min Hyori (OC)

He or She

Disclaimer : Ini adalah FF pertamaku. Jadi maaf banget kalau ceritanya jelek. Cerita ini murni dari imajinasi author.

Summary :

Kenapa seperti ini ? Kenapa aku harus memilih diantara mereka? Aku ingin memiliki keduanya. Tapi jika aku memiliki keduanya, akan ada yang tersakiti. Lalu apa yang harus aku lakukan ? Siapa yang harus aku pilih ?

_______________________

Author POV

Seorang yeoja terlihat duduk seorang diri di pojok taman. Ia hanya ditemani buku-buku yang bertumpuk disekitarnya. Ia sama sekali tidak memperdulikan lingkungan disekitarnya. Tenggelam dalam setiap lembaran-lembaran buku yang ia baca.

Yeoja ini bernama Min Hyori.

Bagi Hyori buku merupakan sahabat terbaiknya. Dengan membaca buku ia bisa sejenak melupakan masalah yang ada di kehidupannya. Tidak heran jika ia selalu membawa buku kemana pun ia pergi.

Hyori baru saja menjadi seorang mahasiswi. Ia diterima di Universitas terkenal di Seoul. Kehidupan akademik Hyori bisa dibilang begitu cemerlang. Tapi berbeda 180o dalam masalah pertemanan, Hyori sulit sekali mendapatkan teman . Di kampusnya yang baru ini, Hyori belum memiliki seorang teman pun.

Hyori POV

“ Akhirnya selesai juga buku ini ku baca. Besok aku harus ke perputakaan lagi untuk meminjam buku.” Ucap ku sambil merapihkan buku-buku.

Aku bangkit dari bangku, bersiap untuk menuju ke kelasku selanjutnya. Aku melihat jam di tanganku, 5 menit lagi kelas akan dimulai. Aku mempercepat langkahku agar aku tidak terlambat masuk kelas.

Sesampainya aku di kelas, kelas sudah hampir penuh. Aku lihat deretan bangku di depan sudah terisi semua, dan yang tersisa hanyalah bangku di deretan belakang. Aku kurang suka duduk di belakang. Mahasiswa yang duduk di belakang selalu ribut ketika songsaengnim sedang menerangkan. Jadi akan sulit berkonsentrasi jika aku duduk di belakang.

Aku duduk di bangku paling pojok belakang. Karena hanya itu satu-satunya bangku yang tersisa. Di sebalahku duduk seorang namja. Aku tidak tahu namaya siapa. Tapi yang aku tahu dia termasuk ke dalam anak-anak yang selalu ribut ketika pelajaran berlangsung. Sebenarnya kalau boleh jujur, aku belum terlalu hafal teman-teman satu kelas ku. Aku hanya mengenal anak-anak yang biasa duduk dekat denganku. Itu juga hanya sebatas tahu nama, jarang sekali kami mengobrol.

Selama kuliah berlangsung, aku berusaha keras untuk tetap konsentrasi dengan apa yang dijelaskan songsaengnim di depan. Tapi sulit sekali untuk tetap berkonsentrasi, karena disekitarku begitu ribut. Ada satu hal lagi yang menggangguku. Namja di sampingku yang biasanya selalu ribut di kelas, kali ini dia tidak ribut sedikit pun. Sejak kuliah berlangsung ia tidak berbicara sepatah kata pun. Ini sungguh di luar kebiasaannya. Tapi baguslah setidaknya diantara mereka sudah ada yang berubah. Semoga teman-temannya yang lain ikut berubah seperti dia.

Setelah kuliah selasai, aku langsung bergegas keluar kelas. Aku harus segera pulang ke rumah. Banyak tugas yang harus segera aku selesaikan.

Baekhyun POV

“Oh eotteohke dia akan duduk di sebalahku. Melihatnya saja sudah membuat jantungku berdegup kencang. Bagaimana jika dia disebalahku? Bisa meledak rasanya jantung ini.” batinku gelisah dalam hati ketika yeoja itu berjalan menuju bangku yang ada disebelahku.

Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana ketika dia duduk disebelahku. Ini adalah jarak terdekat kami selama ini. Aku ingin sekali mengajaknya bicara. Tapi aku tidak tahu bagaimana memulainya. Bibir ini rasanya sulit sekali untuk dibuka. Biasanya aku begitu mudah berbicara dengan siapa pun. Bahkan dengan orang yang baru aku temui di halte bus pun, aku bisa langsung akrab dengannya.  Ketika di dekatnya untuk mengatakan “hai” saja sulit sekali.

Sepanjang pelajaran berlangsung, aku diam seribu bahasa. Ini sungguh di luar kebiasaanku. Aku hanya memandang songsaengnim yang sedang menjelaskan, walaupun aku tidak mengerti sama sekali dengan yang dijelaskannya. Aku hanya ingin terkesan baik di mata gadis ini.

Aku melihat dia mencatat semua yang dijelaskan songsaengnim. Matanya terus memperhatikan songsaengnim, sedangkan tangannya tidak berhenti mencatat. Bisa melihatnya dari jarak sedekat ini membuatku begitu senang.

***

Begitu bel berbunyi dan songsaengnim keluar dari kelas, yeoja itu langsung melangkahkan kakinya keluar kelas.

“ Aah pabo pabo.” Seruku kepada diri sendiri.

“ Yaah Baekhyun kenapa kau memukul-mukul kepalamu?” tanya Chanyeol dengan wajah yang bingung.

“Ahh tidak apa-apa. Aku hanya pusing dengan materi yang diberikan songaengnim tadi.” Sahutku asal.

Ah aku bodoh sekali menyia-nyiakan kesempatan untuk berkenalan dengannya. Padahal sudah lama aku menantikan saat seperti tadi, tapi aku malah menyia-nyiakanya.

Aku masih ingat sekali dengan peristiwa itu. Peristiwa yang membuat aku menyukainya hingga saat ini.

Flashback

Aku sedang menuggu bus di sebuah halte. Hari ini untuk pertama kalinya aku akan pergi ke kampusku. Yap akhirnya aku resmi menjadi seorang mahasiswa. Aku bersyukur bisa diterima di salah satu universitas terbaik di Seoul. Walaupun aku tahu aku ini bukan termasuk anak yang pintar, setidaknya dengan prestasi menyanyiku aku bisa di terima di Universitas ini.

Saat aku sedang membayangkan rasanya menjadi seorang mahasiswa, tiba-tiba terdengar suara benturan yang cukup keras. Aku menoleh kearah jalan dan melihat seorang ahjumma terjatuh dijalan. Ia ditabrak sebuah sepeda motor. Si pengendara sepeda motor langsung melarikan diri.

Aku dan orang-orang langsung menolong ahjumma itu.  Kami membawanya ke pinggir jalan untuk melihat keaadannya. Sepertinya ahjumma ini mengalami luka yang cukup serius. Dia harus segera di bawa ke rumah sakit.

“ Ibu ini harus segera di bawa ke rumah sakit, tapi aku tidak bisa mengantarnya karena aku ada rapat di kantor. Apa ada yang bisa mengantarnya?” Pria berkumis yang ada disebelahku bertanya kepada yang lainnya.

“ Maaf aku tidak bisa karena ada hal penting yang harus segera kukerjakan.” Jawab seseorang yang membawa box besar. Entah apa isinya.

“Aku juga tidak bisa karena harus segera pergi ke kampus.” Sahutku

Sebenarnya aku ingin menolong ibu ini, tapi aku harus pergi ke kampus. Aku tidak ingin terlambat di hari pertamaku sebagai mahasiswa.

“Aku juga tidak bisa.” Jawab yang lainnya

“Biar aku saja yang mengantarnya ke rumah sakit.” Jawab seorang yeoja yang sepertinya seumuran denganku.

“Oh baguslah nak, kamu harus cepat membawanya.” Ucap seorang ahjeosi

Tidak lama setelah yeoja itu membawa ahjumma ke rumah sakit menggunakan taksi, Bus yang aku tunggu datang.

***

Setelah mencari-cari dan bertanya kepada orang-orang, akhirnya aku menemukan kelasku. Aku masuk ke dalam dan langsung melangkahkan kaki ke deretan  bangku belakang. Aku suka duduk di belakang. Saat duduk di belakang aku bisa memperhatikan semua yang dikerjakan orang-orang. Bagiku ini sangat menarik, kau bisa melihat orang yang begitu semangat memperhatikan songsaengnim atau yang mengantuk karena bosan. Bahkan ada yang asik mengobrol tidak memperhatikan songsaengnim, aku termasuk di dalamnya.

“ Annyeong, aku Park Chanyeol si happy virus. Namamu siapa ?” orang di sebalahku bertanya sambil menjulurkan tangannya.

“ Annyeong, aku Byun Baekhyun. “ jawabku membalas juluran tangannya

“ Apa Byun Bacon ?” Chanyeol bertanya dengan tampang seperti menahan tawa

“ Bukan bacon tapi Baekhyun. “

“ Oh mianhe, tadi aku mendengarnya bacon.”

“ Ah tidak apa-apa, sudah banyak yang memanggilku bacon.”

Sambil menunggu dosen datang, aku berkenalan dengan mahasiswa lainnya. Aku berkenalan dengan mahasiswa yang memiliki wajah tampan bernama Suho. Lalu dengan D.O yang memiliki mata yang besar ,tidak seperti mataku yang sipit ini. Aku iri dengannya. Aku juga berkenalan dengan mahasiswa yang duduk di sebelah D.O yang berkulit agak gelap, ia bernama Kai. Selain itu, ada Sehun yang memiliki kulit seputih susu. Mereka semua sangat menyenangkan. Baru sebentar mengobrol dengan mereka tapi aku merasa seperti sudah berteman lama dengan mereka.

Kami segera menghentikan pembicaraan kami ketika sonsaengnim memasuki kelas. Pertama ia memperkenalkan dirinya.  Ia bernama Lee Kwangso. Lee Sonsaengnim memiliki postur tubuh yang tinggi dan kurus. Tidak terlihat seperti dosen sedikit pun.

Saat songsaengnim sedang menjelaskan peraturan yang harus kami patuhi, terdengar seseorang mengetuk pintu. Songsaengnim menghentikan penjelasannya.

“ Silahkan masuk.” Seru songsaengnim

Saat pintu terbuka, seorang yeoja dengan napas yang tidak beraturan dan keringat terlihat disekitar lehernya memasuki kelas

“ Joesonghamnida songsaengnim, saya terlambat.” Sambil mengatur napasnya ia membungkuk dan meminta maaf kepada songsaengnim

“ Karena ini hari pertama perkuliahan, jadi saya akan memaafkanmu. Tapi, lain kali jika ada yang terlambat lagi, kalian tidak boleh mengikuti perkuliahan saya.” Songaengnim memperingatkan kami semua.

“ Jeongmal gamsahamnida songsaengnim.”

“ Silahkan duduk, saya akan melanjutkan penjelasan mengenai peraturan di kelas saya.”

Yeoja itu berjalan mencari bangku yang masih kosong dan melihat bangku kosong di deretan depan. Ia pun duduk disana.

Aku terus memperhatikan yeoja ini. Aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat, tapi aku tidak tahu dimana. Aku terus berpikir, berusaha mengingat dimana aku pernah menemuinya.

“ YAP aku ingat sekarang.” Tanpa sadar aku berbicara terlau keras. Hampir semua mahasiawa kini menatapku dengan wajah yang memprotes. Untung songsaengnim tidak mendengar perkataanku.

Sekarang aku tahu dimana pernah melihat yeoja ini. Aku melihatnya di halte bus tadi pagi. Dia adalah yeoja yang membawa ahjumma yang tadi terluka ke rumah sakit. Jadi, dia terlambat masuk ke kelas karena menolong ahjumma tadi. Aku tidak menyangka ada orang sebaik dia, yang merelakan kepentingannya demi kepentingan orang lain. Aku sangat terkesan dengannya.

Flashback End

Sejak kejadian itu, aku terus memperhatikan yeoja ini sampai sekarang. Tapi sampai saat ini aku tidak pernah berbicara dengannya. Ia sangat tertutup. Aku jarang sekali melihatnya mengobrol dengan orang lain. Aku tidak tahu bagaimana cara mendekatinya. Dia sangat berbeda dengan gadis-gadis lainnya.

“BAEKHYUN!!!”

Teriakan Sehun menyadarkanku dari lamunanku. Ia dan yang lainnya sudah berada di dekat pintu menungguku beranjak dari bangku.

“Cepatlah aku sudah lapar nih.” Sambil mengusap-usap perutnya yang kelaparan, D.O berjalan keluar kelas.

“Ne.” sahutku sambil memasukkan bukuku ke dalam tas dan berjalan menyusul mereka.

***

Hyori POV

Aku baru saja meminjam beberapa buku di perpustakaan. Dengan tangan penuh berisi buku aku melangkahkan kakiku keluar dari perpustakaan. Baru beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba . .

“ BRUUK.”

Seseorang menabrakku dengan kencang. Aku terjatuh. Buku-buku yang aku pegang bertebaran disekitarku.

“ Oh mianhe, aku benar-benar tidak sengaja menabrakmu. Kamu tidak apa-apa kan ?” Ucap seorang yeoja.

Sepertinya dia memang tidak sengaja menabrakku. Wajahnya terlihat sangat tulus meminta maaf.

“  Tidak apa-apa, aku baik-baik saja.” Sahutku sambil berdiri dan mengambil buku-buku yang beserakan.

“ Biar aku bantu merapikan buku-buku mu.”

“ Gomawo.”

“ mmm . . kamu satu kelas denganku yaa ? Aku seperti pernah melihat wajahmu di kelas.” tanya yeoja itu.

“ Sepertinya iya.” Jawabku tidak yakin. Aku juga merasa pernah melihat wajahnya di kelas. Tapi aku tidak yakin.

“ Aku Oh Hayoung.”

“ Min Hyori.”

“ Ayo kita pergi bersama-sama ke kelas selanjutnya. Kamu mau kan ?”

“ Oh. . . tentu saja.” Jawabku kaget atas ajakannya.

Kami jalan bersama menuju ke kelas. Hayoung yeoja yang sangat baik. Aku nyaman sekali berbicara dengannya. Ia termasuk orang yang banyak bicara. Saat kami berjalan menuju kelas, Hayoung banyak menceritakan tentang dirinya. Hayoung berasal dari daerah Busan. Appanya keturunan Belanda, sehingga Hayoung memiliki wajah yang sedikit agak bule.

Setelah kejadian itu, aku dan Hayoung setiap hari semakin dekat. Di kelas kami selalu duduk bersebelahan. Walaupun kami memiliki banyak perbedaan, tapi perbedaan itulah yang menyatukan kami. Hayoung adalah pencerita yang baik, sedangkan aku pendengar yang baik. Aku senang sekali karena akhirnya aku bisa mempunyai teman. Bersama Hayoung hari-hari ku yang menjenuhkan menjadi lebih berwarna karena keceriaannya.

***

Baekhyun POV

“ Kalian mau minum apa ? Biar aku yang pesan sekalian “ Suho bertanya kepada kami semua. Sekarang kami sedang di kantin kampus untuk makan siang. Kantin penuh dengan mahasiswa. Hampir semua bangku terisi penuh. Tapi kami beruntung mendapatkan tempat yang kosong untuk kami tempati berenam.

“ Aah baik sekali kau Suho. Aku mau bubble milk tea.” Seru Sehun

“ Kau ini tidak bosan apa? Setiap hari selalu minum bubble milk tea.” Tanya Kai

“ Aku tidak akan pernah bosan meminum bubble milk tea. Tidak ada minuman yang bisa menandinginya.”

“Aiiishh . . terserah mu lah. Oh ya Suho aku ingin pesan jus mangga saja.”

“ Aku sama seperti Kai.” Ucap D.O

“ Kalau kau Chanyeol mau pesan minuman apa ?” Suho bertanya kepada Chanyeol.

“ Baekhyun-ah kau mau pesan minum apa?” Chanyeol malah bertanya kepadaku.

“ Hah? Kenapa kau malah bertanya kepadaku?”

“ Karena aku mau pesan minuman yang kau pesan juga.” Jawab Chanyeol sambil tersenyum lebar

“ mmm . . aku masih bingung mau pesan apa. Suho aku ikut denganmu yaa? Nanti disana baru aku tentukan mau minum apa.”

“ Ya sudah ayo cepat kita pesan.”

Setelah aku dan Suho selesai memesan minuman. Kami kembali ke meja kami. Tapi saat berjalan menuju meja, aku melihat dua orang yeoja duduk di meja kami. Yeoja yang satu terlihat begitu akrab dengan D.O, sedangkan yeoja yang satunya terus menunduk ke bawah. Aku tidak bisa melihat jelas siapa kedua yeoja itu. Begitu aku sampai di meja, aku duduk di depan yeoja yang sedari tadi terus menunduk.

“ Baekhyun, Suho, kenalkan ini sepupuku Oh Hayoung.” D.O memperkenalkan yeoja yang tadi terlihat akrab dengannya.

“ Oh Hayoung.”

“ Aku Baekhyun.”

“ Aku Suho.”

“ Oh iya kenalkan juga ini temanku, Min Hyori.” Hayoung memperkenalkan yeoja di sampingnya.

Begitu yeoja itu mengangkat wajahnya, aku tersentak kaget. Wajah itu . . wajah yang selalu membuat aku hatiku bergetar. Dengan tersenyum malu dia memperkenalkan dirinya.

“ mmm . . aku Min Hyori.”

“ Kalian tahu tidak? ternyata mereka ini sekelas dengan kita. Aku tidak menyangka ternyata di kelas kita banyak yeoja cantiknya. hehehe” Sehun memberitahu kami.

Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana. Untuk kedua kalinya aku begitu dekat dengannya. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa berkata apa-apa. Memandang matanya saja sulit sekali rasanya.

Hyori POV

Aku dan Hayoung sedang mencari meja kosong, tapi kami melihat semua meja sudah terisi semua. Lalu Hayoung melihat satu meja yang sudah terisi 4 orang namja. Hayoung bilang ia kenal salah satu namja itu. Hayoung mengajakku untuk duduk disana. Aku tidak bisa meolak usulan Hayoung karena memang tidak ada tempat lain yang bisa kami tempati.

Dan sekarang aku terjabak diantara namja-namja ini. Aku malu sekali berada di sekitar mereka. Aku tidak terbiasa dikelilingi namja-namja seperti ini. Mereka semua sebenarnya baik, tapi aku terlalu malu untuk mengeluarkan suaraku sehingga aku hanya menunduk saja. Hayoung terlihat nyaman berada diantara mereka. Salah satu namja yang bernama Sehun adalah sepupu Hayoung.

Mereka semua asik mengobrol. Topik yang mereka bicarakan berganti-ganti. Aku sesekali berbicara ketika ada bertanya kepadaku dan sesekali tertawa karena gurauan mereka.

Sebenarnya tidak semua dari mereka terlihat mengobrol. Ada satu namja bernama Baekhyun, kalau aku tidak salah. Dia dari tadi hanya memakan makanannya, tidak ikut mengobrol dengan yang lainnya.

“ Yaah Baekhyun-ah kenapa kau diam saja dari tadi?” tanya namja bernama Chanyeol.

“ Ti . . tidak apa-apa, aku hanya sedang menikmati makananku.”

“ Kau ini aneh sekali, biasanya kan kau yang paling ramai berbicara. Tapi kali ini kau diam sekali.” Ucap Kai heran dengan sikap Baekhyun yang tiba-tiba berubah.

Aku memperhatikan namja yang bernama Baekhyun ini. Sepertinya dia namja yang waktu itu pernah duduk di sebalah ku. Saat itu, dia juga terlihat diam. Tidak berisik seperti biasanya. Dan kali ini, ia lagi-lagi jadi pendiam. Aku bingung dengan sikapnya. Ini kedua kalinya dia bersikap seperti ini. Kenapa dia selalu bersikap aneh jika ada aku di dekatnya? Dia terlihat tidak nyaman dengan keberadaanku. Apa mungkin dia tidak suka denganku?

-TBC-

Chapter 1 nya segini aja yaa. Di sini belum muncul konflik, mungkin di chapter- chapter selanjutnya baru muncul konflik. Makasih banyak buat yang udah merelakan waktunya buat baca FF ini. Tolong komen FF ini yaa. Biar author bisa memperbaiki yang kurang-kurang. Sekali lagi gomawo readers ^__^

Iklan

9 pemikiran pada “He Or She? (Chapter 1)

  1. Lucu x liat baekhyun salting. klo q jadi baekhyun pasti salting jga lah…
    so hyori jangan langsung slah paham, ok!

    Dan author.. di tnggu chapter slanjut x. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s