60 Second

Title : 60 Second

Author : B-Magnae (Nhia980821)

Cast :

–          – Yoon Heerim (OC)

–          – Someone from EXO

Other cast : find by yourself :p

Genre : Romance

Length : Ficlet

60-second

Disclameir : I don’t own the cast except OC. The cast belongs to themselves, their parents, and God. This story mine. Pure from my mind.No bash, No plagiarism.

Warning : Typo(s), cerita gaje -_-

Happy reading ^o^)/

I just need 60 second for loving you. Yoon Heerim.

 

***

Hari pertama di minggu kedua musim gugur.

Heerim berjalan menyusuri jalanan yang berpayungkan pohon-pohon besar dengan daun kemerahan yang berguguran. Semilir angin menyapa wajahnya yang tertunduk, menatapi kakinya yang terus melangkah.

Pikirannya terlalu penuh dengan suatu masalah sekarang. Bukan hal yang terlalu penting memang, hanya sebuah ramalan dari seorang peramal yang ditemuinya bersama teman-temannya.

Awalnya ia memang tak mengindahkan perkataan si peramal –yang menurutnya terlalu berlebihan itu. Tapi apa yang terjadi? Perkataan sang peramal benar-benar terjadi padanya, tepatnya beberapa saat lalu. Jadi, sekarang ia harus percaya?

Semakin ia memikirkan harus percaya atau tidak, perkataan itu semakin menghantuinya. Kau akan sial dalam masalah percintaan, kira-kira begitulah perkataan sang peramal.

Bruk. Bunyi berdebam kuat diikuti pekikan dari yeoja berambut panjang ini. Bokongnya sukses mencium tanah.

OmoJoesonghamnida Agassi. Gwenchanayo?”

Di raihnya uluran tangan dihadapannya.

Oh, sepertinya si peramal lupa mengatakan, ia juga akan sial di luar percintaan. Kesialan apalagi yang akan di dapatnya setelah di putuskan pacarnya, lalu ditabrak seseorang hingga terjengkang?

Agassi, gwenchanayo?”

Yah, setidaknya ia harus bersyukur, orang ini tidak pergi begitu saja.

Ne, nan gwenchana,” Jawabnya sembari membersihkan debu-debu yang sempat menempel di bajunya.

Heerim terdiam, menatap lekat-lekat sosok di hadapannya. Seorang pemuda, bermata sipit dan pipinya sedikit berisi. Bohong jika Heerim mengatakan namja ini tak tampan. Dan satu yang harus ia akui, namja ini bahkan lebih tampan daripada mantannya!

Di suatu sudut hatinya, ia bersyukur hubungannya dengan pria itu telah berakhir. Hey, bukankah saat ini statusnya single? Tak ada yang melarangnya –jika ia bisa– berpacaran dengan namja ini.

Agassi?” Heerim sedikit tersentak, jarak keduanya cukup dekat dan tangan si pemuda melambai-lambai di depan wajahnya. “Kau yakin baik-baik saja?” Heerim mengangguk pelan.

Seulas senyum nampak di wajah tampannya. Darah Heerim berdesir cepat, jantungnya berdetak kuat–Tunggu! Tunggu dulu! Jangan bilang… ia jatuh cinta pada namja ini? Mereka bahkan baru bertemu beberapa saat lalu!

“Kau kenapa? Apa kau sakit? Wajahmu merah.”

Refleks Heerim meletakkan kedua tangan di pipinya. Panas. Ia menggeleng sebagai jawaban.

Si pemuda terkekeh. “Oh ya, namaku Kim Minseok. Dan kau nona?  Boleh aku tahu namamu?”

Tak peduli apa reaksi namja bernama Minseok ini terhadap ekspresinya. Ia tak bisa menyembunyikan wajah shocknya.

Di balasnya uluran tangan Minseok sambil berucap, “Yoon Heerim.”

“Senang berkenalan denganmu Heerim-ssi.”

“Boleh aku menyukaimu, Minseok-ssi?”

 

***

 

Mataku terus mencuri-curi lihat ke belakangku. Aish! Kemana bocah itu? Awas saja kalau ada ‘pelanggan’ yang masuk dan dia belum datang. Akan kutendang dia.

Pandanganku berbalik kearah depan, tepat di  tirai tenda yang di buka. Seorang yeoja kini telah masuk dengan wajah was-was, ia seperti membisikkan sesuatu pada teman-temannya di belakang tirai dengan wajah setengah memelas.

Pada akhirnya ia pun duduk di kursi. Awas kau Jongdae! Lihat saja saat kau kembali nanti! Sudah ada hadiah yang menantimu.

A-annyeong haseyo,” ucapnya terbata.

Aku mengangguk. Hah, pelanggan seorang gadis, pasti bertanya soal percintaan. Memangnya apalagi?

“A-aku ingin di ramal tentang percintaan.”

Nah, apa kataku.

“Kumohon.” Ia menunduk dalam, saat ia mengangkat kepalanya dapat kulihat matanya seolah mengatakan ia benar-benar serius. “D-dia akhir-akhir ini terlihat aneh. Teleponku jarang diangkat, e-mail dan pesanku tak dibalas…”

Tak kusangka, ia malah menceritakan permasalahan cintanya padaku! Huff, sebenarnya dia ini sedang berhadapan dengan peramal atau dokter cinta? -_- eh, akukan juga bukan peramal, hanya pengganti bocah peramal itu.

“Jadi, bagaimana?” tanyanya penuh harap.

Aku pura-pura memusatkan pikiranku di bola Kristal diatas meja. Seakan-akan melihat sesuatu di dalam sana.

Ehem. Begini, peruntunganmu dalam percintaan buruk sekali.” Hey, sepertinya aku menyukai ini. Lihatlah ekspresinya, lucu sekali, ia seperti… sangat shock. “Kau sedang ‘sial’ dalam masalah percintaan. Sebaiknya siapkan hatimu,” ucapku dengan suara di buat-buat –mendramatisir keadaan.

Ia melebarkan matanya. “S-sial?”

Tanpa ada sepatah-kata lagi keluar dari mulutnya. Ia berdiri kemudian segera pergi.

“Minseok hyung!” panggil seseorang. Jongdae. “tch, apa-apaan kau ini hyung. Pakai tudung dan masker begitu, memangnya kau agen rahasia.”

Pekikan lolos dari bibirnya saat jitakanku mendarat mulus di keningnya. Itu hukuman untukmu bocah peramal.

Tapi, ternyata tak buruk juga aku menggantikannya sebagai peramal.

Hyung, yeoja tadi sudah bayar belum?”

“Sepertinya belum. Hehehe.”

HYUNG!!!”

 

-END-

 

Huff… *elap keringat*

ada yang ingat saya? sepertinya tidak xD tentu saja, karena saya mengganti nama pena saya 😉 sebelumnya pernah ngirim ff kesini, judulnya Reset *nama penanya kyk ID yg selalu aku pake tiap comment di ff” exoff, Alexandria Kim* dan itupun pertengahan tahun lalu *klo nggk slh* -_-

jauh rentang waktunya ya? sebenarnya sih, mau ngirimin bbrp ff tapi ada aja halangannya (?). Dan akhirnya bisa ngirim ficlet gaje ini -_-“

so, jangan lupa tinggalkan jejak ya chingu 😉 comment kalian sangat berharga ^o^)/

21 pemikiran pada “60 Second

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s