Absolutely Yours (Chapter 3)

Title     : Absolutely yours (3.3)

Author : LNara

Main Cast :

  • EXO Kai as KimJongin/Kai
  • F(x) Sulli as ChoiSulli

Support Cast :

  • SNSD Hyoyeon as Hyoyeon
  • SHINee Taemin as LeeTaemin
  • F(x) Krystal as Krystal

Length : Trilogy

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

kai sulli poster ff - absolutely yours

A/N:

Annyeong! Waaa.. part terakhir >< gak kerasa ya hahaha~ Baiklah, langsung melesat ke cerita! HAPPY READING~! ((FF ini pernah di publish di wp ku: yummyfict.wordpress.com. Main-main kesana, ya! XD )

 

.

.

“Meskipun tak dapat melihatmu lagi, kaulah satu-satunya”

( BoA – Only One )

.

.

New york, 22 Desember. Winter.

 

Musim dingin di New york. Menampilkan suasana langit kelabu dengan tumpukan salju di sana-sini dengan balutan angin dingin yang tak pernah bosan berhembus. Meski udara sedingin es menusuk tulang, tapi tidak menyurutkan semangat warga New york untuk beraktivitas. Salah satunya mempersiapkan natal yang tinggal hitungan hari. Itulah yang menyebabkan jalan-jalan masih penuh dengan lalu lalang masyarakat.

Seorang pria dengan coat tebal berwarna coklat muda berjalan terburu-buru, mencoba menelusup diantara hiruk pikuk para pejalan kaki. Hampir saja ia menabrak seorang ibu muda dengan dua paper bag besar yang berisi perlengkapan natal.

Ah, I’m sorry

Sesal pria itu sambil membantu si ibu muda yang hampir terjungkal jatuh. Kelihatannya ibu muda tersebut hendak marah, namun emosinya yang siap diledakkan itu menguap ketika melihat wajah pria yang menabraknya tadi.

Are you okay?” Tanya pria tersebut hati-hati. Ibu muda itu hanya menanggapi pertanyaan pria dihadapannya dengan anggukan serta wajah melongo parah. Sejenak kemudian pria dengan coat tebal itu tersenyum lega. Ia kembali melanjutkan langkah tergesanya. Sementara ibu muda tadi masih mematung di tempat sampai seorang gadis kecil berjaket pink fuschia, anak ibu muda tersebut, menghampirinya.

“Mommy, what are you looking for?”

“I met him…”

“Who?”

“E-EXO Kai! Oh, god! Why did I let him go?!

 

*

“Kai! Kemana saja kau? Tadi manajer hyung memarahiku karena kau tidak juga kembali!” SungutSuho sebal. SementaraKai hanya menunjukkan cengiran lebarnya.

“Mianhae, Hyung! Tadi aku terlalu asyik melihat dance flashmob. Menyenangkan sekali melihat orang-orang begitu bersemangat melakukan dance meski udara sedingin ini”

Suho berdecak, “Yah, terserahlah. Sekarang sebaiknya kau pergi ke coordi Noona, kita akan memulai rehearsal sebentar lagi”

“Ne”Kai mengangguk, lalu melangkahkan kedua kakinya menuju sebuah ruangan berpintu putih yang ditempeli tulisan besar, ‘EXO WAITING ROOM’. Di dalam, semua member EXO–EXO K dan M–sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang masih di make up, mengobrol, main game, atau tidur. Kai menghempaskan tubuhnya diatas sofa berwarna abu-abu, tepat disebelah Sehun yang sedang asyik memperhatikan BaekYeol* yang sibuk dengan game PSPnya.

“Hyung?” Sehun menyadari kehadiran Kai, “Darimana saja? Tadi manajer dan SuhoHyung mencarimu”

“Ah, ne. Tadi aku terlalu lama melihat dance flashmob di–”

“Wuah! KenapaHyung tidak mengajakku? Aku juga ingin lihat” Rajuk Sehun membuat Kai tertawa.

“Aigooo, bukankah dari tadi kau sibuk bersama LuhanHyung?”

Sehun tersenyum malu, “Ah, geurae. Habisnya tadi LuhanHyung menunjukkan game yang seru sekali. Tapi lain kali Hyung harus mengajakku!”

“Arraseo, arraseo”

“Kai-ssi, kau belum di make up, kan? Sekarang giliranmu” Seorang coordi Noona menepuk bahu kiri Kai pelan, memberitahunya untuk segera menuju kursi make up.

“Ne, Noona” Kai menyahut, kemudian melirik ke arah Sehun, “Sehun-a, aku kesana dulu, ya”

TelunjukKai mengarah pada kursi make up. Sehun tersenyum tipis sambil mengangguk. Setelahnya, ia kembali asyik memperhatikan BaekYeol* yang masih berkutat pada game PSP.

 

*

“BERSULAAANG~”

Terdengar dentingan gelas yang beradu disertai sorakan gembira dari sebuah ruangan luas di sebuah hotel bintang lima malam itu. Tak lama kemudian terdengar suara musik yang begitu keras. Untung saja ruangan itu kedap suara, kalau tidak tentu akan mengganggu pengunjung hotel yang lain. Tentu saja, karena waktu sudah menunjukkan tengah malam lewat lima menit waktu New York.

“Selamat atas kesuksesan konsernya!! Kalian semua telah bekerja keras malam ini!”

Seru seorang pria dengan jaket hitam tebal. Wajahnya begitu sumringah. Ah, bukan hanya pria itu saja, tapi seluruh orang yang ada di ruangan itu. Tak lama terdengar gemuruh tepuk tangan mengiringi suara musik yang melantun keras.

“LET’S GO PARTYYY!!”

Dua belas orang dari seluruh yang berada di ruangan itu tampak begitu semangat. Beberapa jam yang lalu, mereka baru saja menyelesaikan sebuah konser besar yang dihadiri ribuan penonton. Energi mereka seakan tidak terkuras, padahal selama konser mereka melakukan gerakan dance rumit yang melelahkan, juga berlarian dari sisi panggung satu ke yang lain untuk menyapa penonton. EXO Concert LIVE in New York malam itu sukses besar. *mudah-mudahan beneran ada, ya. bukan cuma showcase doang dan Indonesia masuk list! Amiin XD*

Beberapa member EXO asyik menari di dance floor. Memulai after party untuk merayakan kesuksesan konser mereka malam itu di sebuah ball room yang disewa khusus oleh SM Entertainment, agensi tempat EXO bernaung.

“Sehun-a! Kau tidak boleh minum soju!! Minum orange juice, saja!” Seru D.O membuat Sehun manyun sambil mendumel dalam hati. Member lain yang melihat malah menertawai Sehun. Membuat maknae itu tambah sebal.

“Yaa, Kai! Kau tidak ikut dance battle di dance floor?” TanyaKris sambil menunjuk ke arah dance floor. Disana tampak Lay, Xiumin, Chanyeol, dan Tao mengadakan dance battle sambil tertawa-tawa, meskipun gerakan mereka tampak kacau.

Kai hanya menggeleng sambil meneguk perlahan sodanya. Entah kenapa ia sedang tak bersemangat melakukan sesuatu. Mungkin ia satu-satunya orang yang paling lemas disini. Kris menatap Kai sejenak, tapi kemudian ia malah ditarik Luhan untuk ikut sing battle -_- yang baru saja dimulai. D.O, Baekhyun, dan Chen tampak bernyanyi keras-keras. BahkanBaekhyun sampai naik keatas sofa saking semangatnya *Aduh bacon ngapain sih!-_-*.

AwalnyaKai begitu bersemangat sama seperti yang lain, tapi entah kenapa semakin malam semangatnya malah semakin turun. Berbanding terbalik dengan member EXO yang lainnya.

Drrt..drrt

PonselKai bergetar. Satu pesan baru dari kakak perempuan Kai.

From: HyoNoona

Subject: CHUKKAE!!

Jongin-a!! Bagaimana konser kalian? Omonaaa, aku benar-benar ingin melihatnya secara langsung disana! SayangnyaHyukjaeOppa melarangku. Lagipula aku juga masih bingung, bagaimana cara membawa anak umur 4 tahun dan seorang bayi di tengah konser seperti itu hahaha. Jongin-a, CHUKKAEYO!! Aku tahu konser kalian pasti sukses besar! Sekali lagi selamat~!!^^

 

P.S: Jongin-a, apa kau tak punya waktu satu detik untuk meneleponku, eoh? Huh, awas saja kau ya!! Hahaha ^^

 

Kai tersenyum. Astaga, memangnya sudah berapa lama ia tidak menghubungi Noonanya? Kai merasa ia memang terlalu sibuk akhir-akhir ini. Latihan untuk konser EXO, fanmeeting, menjadi guest di berbagai program tv, belum lagi pemotretan, interview dan sebagainya. Itu yang menjadi penyebab Kai langsung buru-buru tidur ketika pulang ke dorm setiap hari. Ah, Kai jadi kangen berat pada Hyoyeon sekarang.

Baiklah, mungkin untuk saat ini Kai akan membalas pesan Hyoyeon saja. Jika ia memutuskan untuk menelepon langsung tengah malam begini, pasti akan mengganggu tidur Hyunmi dan Hyunjae, kedua anak Hyoyeon dan Hyukjae, sekaligus keponakan Kai.

“KaiHyung!! Ayo ikut dance battle juga!! Kajja, kajja!!”

Tiba-tiba Sehun datang dan langsung menarik-narik lengan Kai tidak sabaran. Kai berdecak. Yah, mungkin sebaiknya ia memang membalas pesan Hyoyeon–juga meneleponnya– besok pagi saja.

 

*

Seoul, 23 Desember. Winter.

 

Kai menguap lebar. Ah, sepertinya ia benar-benar kurang tidur. Buktinya kantung mata mulai terlihat di area sekitar matanya. Kai tahu ini memang resiko yang harus ditanggungnya sebagai idol. Ia dituntut untuk memahami resiko seperti ini sejak dinyatakan lulus audisi di SM Entertainment, beberapa tahun yang lalu. Bahkan sejak masih trainee saja jadwalnya sudah padat sekali, tentu saja jadwal untuk berlatih. Dan setelah debut, kepadatan itu semakin menjadi-jadi. Tak jarang ia hanya bisa mengistirahatkan matanya selama dua jam saja. Biasanya itu terjadi saat comeback, world tour *amiiin*, atau akhir tahun.

Makanya saat-saat diperjalanan seperti ini sangat bermanfaat untuk Kai, bermanfaat untuk tidur sejenak.

“Yaa, Jongin-a! Ponselmu bergetar!”

Tegur manajer hyung yang duduk di bangku samping kemudi, sibuk menyusun ulang jadwal EXO. Ini disebabkan karena pesawat mereka dari New york sempat terlambat tiga puluh menit.

“Ah! Ne, Hyung. Mianhae” Kai buru-buru meraih ponselnya. Telepon masuk dari Hyoyeon!

“Yeoboseyo?” SuaraKai sumringah. Ia benar-benar lupa (lagi-_-) untuk menelepon Noonanya.

“Yeoboseyo! Oppa!!”

MataKai membulat. Oppa? Hey, ini bukan suara Hyoyeon!

“Oppa!! JonginOppa!!”

Tiba-tiba Kai tersenyum, mulai menyadari dengan siapa ia sedang berbicara.

“Hyunmi-ya!!” SeruKai sambil tersenyum lebar, “Kau kangen pada Oppa, eoh?”

“Ne!! Bogoshipeoyoooo~”

Suara imut Hyunmi – anak pertama Hyoyeon dan Hyukjae – memenuhi ruang-ruang telinga Kai. SetelahnyaHyunmi mulai mengoceh panjang lebar. SementaraKai hanya mendengarkan sambil sesekali menimpali. CaraHyunmi berbicara mirip sekali dengan Hyoyeon.

“Aigooo, Hyunmi-ya! Bagaimana kau bisa meraih ponsel Eomma? Bukankah tadi ada diatas lemari? Eh, kau sedang apa? YAA! DENGANSIAPA KAU MENELEPON?!”

Tiba-tiba terdengar suara di belakang Hyunmi. Kai sedikit tersentak. Nah, yang ini baru suara Hyoyeon. Astaga, kenapa Kai jadi ingin menangis mendengar suara Noonanya?

“Sini, sini. Berikan ponselnya pada Eomma”

“Shireo!! Aku tidak mau! HUAAAAA” Suara tangis Hyunmi pecah. Terdengar suara Hyoyeon yang sibuk membujuk Hyunmi. MembuatKai refleks ikut membujuk gadis kecil itu untuk berhenti menangis juga. Usaha itu berhasil. Perlahan tangis Hyunmi mereda.

“Yeoboseyo? Nuguseyo?” SuaraHyoyeon. Kelihatannya ponsel tersebut telah berpindah tangan.

“Yaa, Noona! Ini aku!!”

Hening sejenak.

“YAA!! JONGIN-A?? INIBENAR SUARAMU?”

“Ne.ApaNoona lupa?”

“Omoo, tentu saja tidak! Ah, bagaimana kabarmu?”

Kai tersenyum, sedikit membetulkan posisi duduknya, “Aku baik. Jika kudengar dari suaramu, sepertinya kau juga baik, ya Noona?”

“Ne”Hyoyeon tertawa, “Aku tidak tahu Hyunmi sudah bisa menggunakan ponsel dan meneleponmu. Ini pasti Hyukjae yang mengajarinya”

Kai hanya tertawa. KeluargaNoonanya benar-benar harmonis.

“Ah, ya. Jongin-a, tadi pagi ada kartu undangan untukmu yang dikirimkan kerumahku. Kau bisa mengambilnya?”

DahiKai mengernyit, “Mungkin aku bisa mengambilnya setelah jadwalku untuk hari ini selesai. Eum.. undangan itu dari siapa, Noona?”

“Undangan pernikahan dari…. LeeTaemin”

Kai tersentak. Segala ingatannya tentang beberapa tahun silam kembali berputar. MungkinkahLeeTaemin akan menikah dengan…

“Noona, siapa nama mempelai wanitanya?”

“ChoiJinri”

Kai menahan nafas.

*

Seoul, 6 Januari. Winter.

 

Kai merapikan jas hitamnya. Tinggal memakai jaket tebal, lalu selesai.

“Yaa, Jongin-a. Kau benar-benar ingin pergi?”

ManajerSeunghwan menatap Kai yang masih sibuk mematut dirinya di depan cermin. Kai melirik sekilas pada bayangan manajer Seunghwan di belakangnya yang terpantul pada cermin, lalu tersenyum.

“Tentu saja, Hyung. Untuk apa aku bersiap-siap dengan rapi begini dari pagi?”

Saat itu di dorm EXO hanya ada Kai dan manajer Seunghwan. Semua member yang lain sudah berangkat menuju tempat di jadwal masing-masing.

“Baiklah” ManajerSeunghwan menghela nafas, “Tapi tidak boleh lebih dari jam 12, oke? Kau bisa terlambat ke acara talkshow nantinya”

Kai mengangguk setuju, “Tidak masalah. Kalau begitu, ayo berangkat Hyung. Aku sudah terlambat lima menit!”

TelingaKai menangkap suara manajer Seunghwan berdecak pelan.

“Astaga, Jongin-a. Sebegitu pentingnyakah orang yang akan menikah ini?”

“Ne”AnggukKai mantap, “Mempelai prianya dulu adalah hyungku di SMA juga partner danceku. Kami satu akademi dance. Dia juga mantan trainee di SM lho, Hyung”

“Dia keluar dari trainee? Kenapa?”

“Ne. kudengar sih, ada masalah internal di keluarganya. Entahlah, aku tidak tahu pasti”

“Lalu mempelai wanitanya?”

“Eum.. mempelai wanitanya adalah sahabat baikku sejak kecil. Kami berpisah bertahun-tahun karena dia pergi ke luar negeri. Makanya begitu aku mendengar mereka akan menikah, aku langsung membuat keputusan untuk datang”

“Ne, ne. Baiklah”

ManajerSeunghwan membuka kunci mobil dengan sebuah remote kecil dalam genggamannya. Mereka berdua telah berada di basement apartment tempat dorm EXO berada. Kai mengatur posisi duduknya senyaman mungkin. Ia benar-benar tidak tahu harus senang atau sedih saat ini. Tapi yang jelas, Kai harus siap pada apapun yang dilihatnya di tempat acara nanti.

MobilPorsche hitam itu mulai melaju perlahan meninggalkan basement.

 

*

Pukul sepuluh pagi lewat lima belas menit waktu Seoul. Kai dan seluruh undangan yang hadir bertepuk tangan dengan meriah begitu melihat kedua mempelai – LeeTaemin dan ChoiJinri – memasuki ruangan yang akan menjadi saksi pengikatan suci cinta mereka.

ChoiJinri. Gadis bertubuh tinggi semampai dalam balutan gaun beludru putih panjang dan penutup kepala *itu lho yang biasa dipake pengantin buat nutupin mukanya. Gatau namanya apa hoho ^^v*. Sial. Kai tak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu. Wajah yang dirindukannya sejak beberapa tahun yang lalu. Sejak gadis itu memutuskan untuk pergi ke England guna menyembuhkan penyakit kanker darah stadium rendah yang menjangkitinya.

ChoiJinri, nama lengkap Sulli.

“Jwiesonghamnida”

Sebuah suara membuat Kai menoleh. Seorang gadis berambut pendek dengan topi fedora yang menutupi sebagian wajahnya. Aneh sekali gaya dandanan gadis ini.

“Bisa bergeser sedikit? Kursi disebelahmu kosong, aku tak kebagian tempat duduk”

Kai mengangguk, lantas segera bergeser. Ia malas meladeni gadis ini. Pikirannya hanya tertuju pada gadis mempelai wanita yang kini tengah berdiri bersebelahan dengan LeeTaemin diatas sebuah podium kecil.

“ChoiJinri apa kau bersedia menerima LeeTaemin sebagai suamimu dan mendampinginya dalam suka dan duka, sakit dan sehat, kaya maupun miskin, selamanya?”

Semua orang menanti jawaban dari mempelai wanita. Begitu juga Kai.

“Ya. Aku bersedia menerima LeeTaemin sebagai suamiku dan mendampinginya dalam suka dan duka, sakit dan sehat, kaya maupun miskin, selamanya”

Seluruh undangan yang hadir tersenyum lega. Kedua insan itu kini telah resmi sebagai sepasang suami istri. TanganLeeTaemin bergerak membuka penutup kepala ChoiJinri yang menjuntai menutupi wajah cantik gadis itu. Keduanya berhadapan, dengan senyum bahagia tertera di wajah masing-masing.

Dan saat itulah Kai sadar. Gadis itu, yang beberapa detik lalu baru saja mengucap janji setia pernikahan pada Lee Taemin, yang telah resmi menjadi istri Lee Taemin, yang masih tersenyum bahagia menatap Lee Taemin setelah penutup kepalanya dibuka.

Dia..dia bukan Choi Jinri yang selalu hinggap dalam benak Kai. Bukan, dia bukan Sulli. Kai masih ingat jelas bentuk wajah Sulli. Matanya, hidungnya, bibirnya, bahkan senyum mereka berbeda. Senyum gadis yang berhadapan dengan LeeTaemin itu baru hari ini dilihatnya. Berbeda dengan senyum Sulli yang selalu menjadi senyuman favorit Kai.

Untuk sepersekian detik, Kai terhenyak. Jadi..ternyata gadis itu bukan Sulli? Sulli tidak menikah dengan LeeTaemin?

“Yaa, tuan! Kau tidak ikut berdiri untuk memberi selamat?”

Kai tersentak. Gadis bertopi fedora disebelahnya menepuk bahu Kai pelan. Membuat namja itu buru-buru bangkit dari kursi yang ia duduki, ikut bertepuk tangan bersama para undangan yang lain. Kai bahkan tidak sadar jika pernikahan itu sudah selesai.

“Ah, terimakasih telah mengingatkan” UcapKai sambil tersenyum sekenanya. Gadis disebelahnya mengangguk, lalu membenarkan letak topi fedoranya. Membuat wajahnya terlihat.

Deg.

Wajah ini. Astaga. Ya tuhan.

Detik itu waktu seakan berhenti. Dua insan tengah terkejut dengan apa yang indera penglihatan mereka masing-masing tampilkan.

Seoul, 6 Januari, musim dingin.

Pertemuan kembali KimJongin dan ChoiSulli.

 

*

Sebuah café di deretan pertokoan Apgujeong, Seoul.

Kai menyesap latte miliknya perlahan. Melirik sekilas pada gadis yang duduk berhadapan dengannya. Gadis itu melakukan hal yang sama. Mata mereka bertemu. Hening sesaat, hingga keduanya saling mengeluarkan tawa canggung.

“Kapan kau kembali ke Korea?”

“Saat tahun baru”. Gadis itu–Choi Sulli–menjawab singkat. Sejujurnya ia merasa benar-benar aneh sekarang. Ribuan kupu-kupu seakan berterbangan di dalam perutnya. Diiringi dengan degupan jantungnya yang terasa lebih cepat dari biasanya. Sulli gugup luar biasa.

“Wah, kenapa kau tak pernah menghubungiku?” Kai mencoba tersenyum, walau ia tak bisa berbohong kalau dirinya tak kalah gugup dibanding Sulli.

“Mianhaeyo” Sulli terlihat menyesal, “Aku kehilangan nomor teleponmu karena ganti ponsel. Lagipula, sekarang kau sudah debut sebagai idol, kan? Kau pasti sangat sibuk”

MataKai membulat, “Kau tahu?”

“Tentu saja” SenyumSulli, “Apa yang seorang ChoiSulli tidak tahu?”

Kai tertawa, begitu juga Sulli. Hangat. Perasaan itu kini melesak meluap-luap dalam hati keduanya. Diam-diam mereka saling mengakui dalam hati jika momen ini begitu mereka rindukan.

“Bagaimana… kesehatanmu?”

Sulli tersenyum, “Dokter bilang, untung saja aku mendapat penanganan yang tepat. Sehingga sel kanker itu tidak menyebar kemana-mana. Aku divonis sembuh total empat bulan yang lalu. Meski masih harus check up rutin”

“Ah, syukurlah” Kai tersenyum lega.

Hening.

“Kupikir..eng– kaulah yang hari ini akan berdiri sebagai mempelai wanita”

Aduh, apa yang Kai tiba-tiba katakan? Serentetan kalimat itu menguar begitu saja dari mulutnya. Kai melirik Sulli takut-takut. Mencoba memperhatikan perubahan ekspresi yeoja dihadapannya.

Sulli terdiam, lantas tiba-tiba tertawa. MembuatKai terperangah. Ia pikir Sulli akan marah, lalu berlari keluar dari café.

“Kau berpikiran begitu?”

“Sejujurnya..ya”

Sulli tertawa lagi, “Pasti karena nama mempelai wanitanya sama persis dengan nama lengkapku, Choi Jinri, kan?”

Kai mengangguk ragu-ragu. Sulli menghela nafas, kemudian kembali menyesap latte pesanannya.

“Kai, kau masih ingat malam saat aku meneleponmu meminta tolong?”

Kai mengangguk. Ia tidak pernah melupakan malam itu. Malam yang amat dibencinya.

            “Malam itu aku bertemu TaeminOppa. Dia datang lebih dulu darimu. Aku juga tidak menyangka dia akan datang, padahal aku tidak menghubunginya sama sekali. Maaf, aku baru memberitahumu sekarang”

Kai mengangguk sambil tersenyum. Ia tahu persis kejadian itu. Kai juga berada disana dan menyaksikan semuanya dengan jelas, meski dari kejauhan.

“Aku dibawanya dengan mobil ke rumah sakit. Menurut ceritanya, aku pingsan selama di perjalanan. Kelihatannya itu benar, karena saat aku membuka mata, aku telah berada di ranjang rumah sakit. Saat aku membuka mata pertama kali, aku melihat dokter, suster, Eomma dan Appa. Sama sekali tak ada TaeminOppa. Aku lalu bertanya pada Eomma dan Eomma bilang TaeminOppa sedang menelepon seseorang diluar kamar rawatku. Tak lama kemudian, TaeminOppa masuk kembali ke dalam dan menemuiku. Saat itu sudah larut sekali, Appa menyuruh TaeminOppa pulang, dan kembali lagi esok hari”

“BesoknyaTaeminOppa benar-benar datang menjengukku. Tapi dia tidak datang sendirian. Dia bersama seorang yeoja. Awalnya kupikir itu adik atau Noonanya. Kemudian kata-kata TaeminOppa menyadarkanku jika dugaan itu salah. Yeoja itu… tunangannya”

Lagi-lagi Kai terperangah, “Tunangan? Tapi… bukankah waktu itu ia mengajakmu berkencan?”

“Ah, itu…” Sulli tersenyum pahit, “Sepertinya aku yang terlalu berlebihan. SebenarnyaTaeminOppa hanya mengajakku jalan-jalan dan aku yakin jika ajakan itu terlaksana, kami akan pergi bertiga. Aku, TaeminOppa, dan tunangannya”

Sulli membuka mulutnya, hendak meneruskan cerita, “Saat dia kebetulan bertemu dan menolongku malam itu pun, ia baru saja kembali dari rumah tunangannya. Lalu tanpa sengaja melihatku dan membawaku ke rumah sakit. Tunangannya itu adalah yeoja yang kau lihat telah resmi menjadi istrinya hari ini”

“TaeminOppa bilang, pertama kali ia tertarik padaku saat melihat namaku yang mirip nama tunangannya di daftar absen murid akademi dance. Ternyata setelah mengenalku pun, dia bilang, sifatku mirip sekali dengan tunangannya, JinriEonni”

Kai terdiam. Ia tidak menyangka kenyataan yang sebenarnya seperti ini. Salah. ini semua salah Kai yang membuat Sulli kembali mengingat kenangan pahit itu.

“Sulli-ya, mianhae. Aku tidak bermaksud untuk…”

“Tidak apa-apa” Sulli kembali tersenyum, “Rasanya aku jadi sadar siapa sebenarnya yang benar-benar aku butuhkan”

“Siapa?”

“Namja itu… dia selalu ada untukku, melindungiku, menjagaku. Aku merasa sangat beruntung bisa mengenal dirinya”

Oh, tidak. Jangan ada ‘LeeTaemin’ yang baru.

“Temanmudi England?”

“Aniyo” Sulli menggeleng, “Kau ingin tahu, Kai?”

Kai terdiam, lalu mengangguk. Ia pasrah jika nama yang disebut jauh dari harapannya.

“Namanya… KimJongin. Dan sekarang dia sedang duduk dihadapanku”

Kai terbelalak. Seketika ia merasa sekujur wajahnya memanas. Begitu juga dengan wajah Sulli, merah total, persis kepiting rebus. Gadis itu kini malah membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Seakan baru saja salah bicara.

“Eng–Kai maaf, tadi aku…”

Tiba-tiba Kai tertawa, membuat Sulli terkejut dan menatapnya bingung.

“Sulli-ya, kau tahu? KimJongin yang duduk dihadapanmu sekarang ini adalah seorang pengecut”

“Eh?”

“Karena dia tak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada ChoiSulli. Terlalu penakut, tapi sekarang tidak lagi”

Baiklah. Ini waktunya.

“A-apa maksudmu?”

“Sulli-ya, aku sudah lama menunggu kesempatan ini. Saranghaeyo. Aku mencintaimu. Would you be my girlfriend?”

Sulli merasa detak jantungnya berhenti sesaat. Gadis itu kembali membekap mulutnya dengan telapak tangan, terlalu malu menunjukkan senyuman bahagianya.

“Yes, Kai. I would. Nado saranghaeyo”

Bulir-bulir air mata mengalir keluar dari kedua mata Sulli. Ia benar-benar menunggu saat ini terjadi. Rupanya tuhan mendengar harapannya itu, dan mengabulkannya hari ini, detik ini.

Kai merengkuh Sulli dalam pelukannya. Masa bodoh dengan segala larangan berpacaran yang selalu dikoarkan agensinya itu. Yang terpenting, ia bisa bersama ChoiSulli, yang kini resmi menjadi gadisnya.

Tanpa keduanya sadari, manajer Seunghwan melihat peristiwa itu dari kejauhan. Ia berdecak sambil menggelengkan kepala, namun setelahnya tersenyum. Yah, untuk kali ini ia akan membiarkan Kai. Bagaimanapun, ia merasa tidak punya hak untuk menghalangi kebahagiaan.

“Ka-kai, sepertinya kita diperhatikan” BisikSulli.

“Oleh siapa?”

“Seorang ajusshi bercoat coklat tebal dan bertopi”

“Ah, pasti SeunghwanHyung. Biarkan saja”

“Eh, kenapa?”

“Hari ini, aku ingin membolos darinya. Karena hari ini aku milikmu”

Sulli terdiam sejenak, kemudian tertawa.

Ya, benar. Hari ini hingga selamanya aku juga milikmu.

 

***

Finally, it’s officially end! ^^ Terimakasih sudah menyempatkan diri kalian membaca ff abal bin gaje dan komen juga. Aku benar-benar menghargai apresiasi readers semua. Kritik dan saran langsung aja dilayangkan (?) ke comment box dibawah ya~~ buat yang belum komen, biar author culik biasnya satu-satu biar pada mau komen kekeke 😀 bercandaaa~ ^^ Sekali lagi, gamsahamnidaaaa yeorobun~!! *bow 90derajat* Annyeong! KEEP RESPECT!! :)))

20 pemikiran pada “Absolutely Yours (Chapter 3)

  1. kyaa author.. ini ff baguuuuuuussssss banget.. buat lagi yah ff kai sama sulli.. ehh nama anaknya hyohyuk yg kedua mirip sama aku, hyunjae.. kalo park rara sih nama korea kedua aku hehe *malah curhat??? -,-* keep writing thor.. hwaiting!!!

  2. Waoo konsernya EXO skrag mjdi kenyataan dan juga indonesia menjdi slh satu list nya ..
    Ciyee do’anya author dikabulin, ciyee ciyee author
    Cihuuuuiiiyy yehet 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s