He Or She? (Chapter 2)

He Or She ? (Chapter 2)

Author : BaekYoRa

Genre  : Romance & Friendship

Length :  Multi Chapter

Main Cast :

– Byun Baekhyun

– Min Hyori (OC)

Untitled-1 (1)

Disclaimer : Ini adalah FF pertamaku. Jadi maaf banget kalau ceritanya jelek. Cerita ini murni dari imajinasi author. Happy reading ^_^

__________________________

Author POV

Songsaengnim sedang menjelaskan di depan kelas. Hanya sebagian mahasiswa saja yang memperhatikan. Sisanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang tertidur karena bosan dengan penjelasan songsaengnim. Dan ada yang sibuk mengobrol.

Byun Baekhyun terlihat sedang asik mengobrol dengan sahabat-sahabatnya. Sedangkan Min Hyori sibuk mencatat apa yang dijelaskan songsaengnim. Oh Hayoung yang duduk di sebelah Hyori terlihat menguap beberapa kali. Ia berusaha menahan kantuk yang mulai menyerangnya.

“ Oke kita cukupkan kuliah kita hari ini.”

“ Yes!”

“ Akhirnya selesai juga.”

Terdengar kebahagian di setiap penjuru ruangan. Mahasiswa yang tadinya berwajah sendu, berubah ceria begitu mendengar ucapan songsaengnim.

“ Tapi sebelumnya saya ingin memberikan kalian tugas. Tugas ini di kumpulkan 3 minggu dari sekarang.”

“ Yaaah tugas lagi.” Keluh para mahasiswa.

“ Tugas ini di kerjakan secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 2 atau 3 orang. Saya akan membagikan kelompoknya.”

Songsaengnim mulai menyebutkan satu per satu nama mahasiswa.

“ Park Chanyeol, Yang Yoseob, Nam Jihyun, kalian satu kelompok.”

“ Lee Taemin, Kim Jongin, satu kelompok.”

“ Oh Hayoung dan Oh Sehun kalian satu kelompok.”

“ Min Hyori, Byun Baekhyun kalian satu kelompok.”

Baekhyun POV

“ Min Hyori, Byun Baekhyun kalian satu kelompok.”

Begitu songsaengnim mengatakan bahwa aku dan Hyori satu kelompok, tanpa aku sadari sebuah senyum mengembang di wajahku. Perasaanku tidak  bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini kesempatan ketiga yang aku dapatkan. Kali ini kau tidak akan menyia-nyiakannya lagi. Cukup dua kesempatan yang aku sia-siakan. Sekarang aku akan berusaha mendekatinya.

Selesai membagikan kelompok, songsaengnim menjelaskan tugas yang harus kami kerjakan. Setelah itu ia meinggalkan kelas.

“ Untung saja aku satu kelompok dengan Taemin. Setidaknya aku sudah mengenalnya. Dia teman SMA ku.” Ucap Kai

“ Kau enak sekali sudah mengenal teman sekolompokmu. Aku tidak kenal siapa itu Yang Yoseob ataupun Nam Jihyun. Sepertinya aku harus mencari mereka sekarang, untuk membahas tugas ini.” Chanyeol pergi smabil meneriakkan nama Yang Yoseob dan Nam Jihyun.

“ Sepertinya aku juga harus menemui Taemin sekarang.” Kai berjalan meniggalkan kami.

“ Sehun!” terdengar seseorang memanggil nama Sehun.

“ Sepertinya Hayoung memanggilku. ” Sehun melihat ke arah sumber suara. Hayoung menyuruh Sehun untuk menghampirinya.

“ Guys aku tiggal dulu yaa, dia menyuruhku kesana.” Sehun pergi meniggalkan kami. Sekarang yang tersisa tinggal aku, Suho, dan D.O.

“ Kalian tidak pergi menemui teman kelompok kalian?” tanyaku kepada mereka.

“ Aku dan D.O kan satu kelompok, jadi kami tidak perlu pergi kemana-mana.” Jawab Suho senang karena dia satu kelompok dengan D.O.

Setelah tahu aku satu kelompok dengan Hyori, aku tidak memperhatikan lagi nama-nama yang disebutkan oleh songsaengnim. Aku tidak tahu ternyata Suho dan D.O satu kelompok. Jika mereka satu kelompok, berarti tinggal aku sendiri yang belum menemui teman kelompokku.

“ Kau sendiri Baekhyun kenapa tidak menemui teman sekelompokmu? “ D.O balik bertanya.

Hyori POV

Aku memasukkan buku-buku ku kedalam tas bersiap untuk pulang. Hari ini songsaengnim memberikan kami tugas kelompok. Aku satu kelompok dengan namja bernama Baekhyun. Namja yang selalu berubah pendiam jika ada aku di dekatnya. Dia pasti tidak senang satu kelompok denganku.

Aku melangkahkan kaki ku, meninggalkan kelas yang ramai dengan orang-orang yang mendiskusikan tugas dari songsaengnim. Aku berpikir lebih baik besok saja menemui namja itu untuk mendiskusikan tugas ini. Lagi pula saat ini aku belum tahu apa yang harus kami diskusikan. Selain itu, aku memang harus pulang sekarang karena ada tugas yang harus aku kerjakan di rumah.Hayoung menyuruhku untuk pulang duluan. Dia sedang berdiskusi dengan teman kelompoknya.

Begitu aku sampai di dekat pintu, aku mendengar seseorang memanggil namaku. Aku berbalik untuk mengetahui siapa yang telah memanggilku. Aku melihat dia berjalan ke arahku dengan senyum lebar di wajahnya. Aku tidak tahu kenapa dia tersenyum kepadaku.

“ Tunggu sebentar Hyori! Kau satu kelompok denganku kan ?” tanyanya kepadaku.

“ Iya.” Jawabku singkat.

“ mmm . . Kalau begitu kapan kita akan menegerjakan tugas dari songsaengnim?”

Aku heran kenapa dia terlihat bersemangat sekali mengerjakan tugas ini. Mungkin ini mata kuliah kesuakaannya.

“ Lebih baik besok saja. Kalau hari ini aku tidak bisa. Aku harus segera pulang.”

“ Oooh begitu.” tiba-tiba saja senyumnya menghilang dari wajahnya.

Karena sepertinya tidak akan ada lagi yang ia tanyakan, aku melangkahkan kakiku keluar kelas. Baru beberapa langkah aku berjalan, aku menghentikan langkahku. Lagi-lagi suara itu memanggilku. Aku berbalik.

“ Ada ingin kau tanyakan lagi?”

“ mmm . . .” ia terlihat ragu-ragu menjawab pertanyaanku.

“ Rumahmu di daerah mana?” setelah diam beberapa saat akhirnya dia bertanya kepadaku. Tapi kenapa dia malah menanyakan dimana rumahku. Aku kira dia akan menanyakan tugas kelompok.

“ Aku tinggal di daerah Gwangju.”

“ Wah kalau begitu kau satu arah denganku. Bagaimana kalau kita pulang bersama?”

“ Apa?” tanyaku tidak yakin dengan yang diucapkannya.

“ mmm . . maksudku begini, kita pulang bersama, nanti di perjalanan kita bisa berdiskusi mengenai tugas kelompok kita. Bagaimana, kau setuju tidak dengan usulanku?”

Aku tidak tahu harus menjawab apa. Usulannya memang bagus, tapi membayangkan pulang berdua saja dengannya pasti akan terasa canggung sekali.

“  Kenapa kau diam saja? Kau tidak ingin pulang denganku ya?”

“ Ahh tidak-tidak, bukannya begitu.”

“ Lalu kenapa kau diam saja?”

“ mmm . . . aku . .hanya . .”

“ Sudahlah kau tidak usah banyak berpikir, nanti yang ada kita ketinggalan bus. Kajja!”

Tanpa menunggu jawaban dariku, Baekhyun langsung menarik tanganku. Kami berjalan keluar kampus. Dia tidak melepaskan genggaman tangannya dariku. Baru ketika kami sampai di dekat halte bus, dia melepaskan tangannya.

Halte terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang saja. Kami duduk menunggu kedatangan bus.

“ Jadi, kapan kita akan mulai mengerjakan tugas dari songsaengnim?” tanya Baekhyun kepadaku memecahkan keheningan diantara kami.

“ Kalau besok sepulang kuliah kau bisa tidak?”

“ Bisa bisa, kapan pun aku bisa kok. Dimana kita akan mengerjakannya?”

“ Di perpustakaan saja. Sekalian kita mencari bahan-bahan.” Jawabku.

“ Oke aku setuju dengan usulanmu.”

Tidak lama menunggu, bus yang kami tunggu datang. Kami naik. Tidak seperti halte yang terihat sepi, bus ini sudah hampir penuh. Kami duduk di bangku belakang.

Aku melihat ke arahnya. Memperhatikan wajahymya yang tersenyum. Aku dari tadi berpikir, kenapa sikap Baekhyun hari ini berbeda sekali dengan kemarin. Saat di kantin kemarin dia terlihat dingin sekali. Tapi hari ini dia begitu ceria. Senyumnya tidak pernah hilang dari wajahnya.

Karena penasaran, aku memberanikan diri bertanya kepadanya.

“ Baekhyun boleh aku bertanya sesuatu?”

“ Tentu saja. Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?”

“ Saat di kantin kemarin, kenapa kau terlihat seperti tidak menyukai aku dan Hayoung duduk dengan kalian?”

Baekhyun POV

Aku kaget dengan pertanyaannya. Kenapa dia bisa berpikiran kalau aku tidak menyukainya. Padahal saat itu aku hanya terlalu gugup untuk berbicara.

“ Memangnya aku terlihat seperti itu yaa?”

“ Bukankah kau itu orangnya banyak bicara, teman-temanmu juga berkata seperti itu. Tapi saat di kantin kau terlihat begitu diam. Tidak berbicara sedikit pun. Apa itu karena kau merasa terganggu dengan keberadaan kami?”

“Tidak-tidak, aku tidak merasa terganggu dengan kalian. Sungguh.” Aku berusaha meyakinkannya.

“ Tapi kenapa kau selalu berubah menjadi pendiam saat ada aku di dekatmu? Waktu itu di kelas, saat aku duduk di sebelahmu kau juga berubah jadi diam. Biasanya di kelas kan kau selalu sibuk mengobrol dengan teman-temanmu.”

Kenapa yeoja ini menanyakan pertanyaan yang sulit aku jawab. Apakah aku harus mengatakan perasaanku yang sebenarnya? Tapi saat ini aku belum siap.

“ mmm . . . saat itu aku . . aku hanya sedang bad mood saja kok.” Jawabku berharap dia percaya kata-kataku

“ Oh begitu. Maaf aku sudah berprasangka buruk terhadapmu.”

“ Tidak apa-apa. Tapi ada satu hal yang perlu kau tahu, aku senang bisa dekat denganmu.”

“ Maksudmu ?”

Baekhyun kau ini bodoh sekali. Kenapa kau mengucapkan kalimat tersebut.

“ eehh maksudku, aku senang karena bisa punya teman baru. hehehe”

Tepat saat itu, bus kami sampai. Kami turun. Setelah itu kami berpisah. Karena sekarang arah yang kami tuju berbeda.

Hari ini sungguh luar biasa. Akhirnya aku bisa mengobrol dengannya. Memegang tangannya. Aku tidak tahu apa yang ada dipikiranku saat aku tiba-tiba menarik tangannya. Tapi itu sungguh luar biasa. Sebenarnya aku tidak ingin melapaskan tanganku darinya, tapi nanti ia akan curiga. Jadi saat di halte aku melepaskannya.

Yeah besok aku akan memiliki waktu lagi untuk berdekatan dengannya. Aku sudah tidak sabar menunggu hari esok.

***

Cuaca hari ini begitu cerah, secerah perasaanku kali ini. Dengan senyum menghiasi wajahku, aku berjalan memasuki kelas. Aku melihat teman-temanku yang lainnya sudah sampai lebih dulu. Aku menyapa mereka.

“ Hai guys! Apa kabar sahabat-sahabatku tercinta?”

“ Apa? Sahabat tercinta?” ucap Kai kaget dengan panggilan ku kepada mereka.

“ Yap kalian ini kan sahabat-sahabat tercinta ku.” Jawabku tersenyum manis kepada mereka.

“Baekhyun, kau tidak sakit kan?” tanya Chanyeol sambil memegang dahiku.

“ Tentu saja tidak. Aku merasa tidak pernah sesehat ini.” Yap aku tidak pernah merasa sesehat ini dan sebahagia ini. Sepertinya kejadian kemarin telah memberikan suntikan semangat kepadaku.

“ Lalu, kenapa kau tersenyum terus dari tadi? Seperti orang . . .” D.O mengangkat jari telunjuknya di dahi dan membentuk tanda silang.

“ YAA D.O kau mengatakan aku gila ? Aku ini masih waras. Sangat waras.”

“ Baekhyun apa kau sedang jatuh cinta ?” Suho bertanya curiga terhadapku.

“ JATUH CINTA? Baekhyun jatuh cinta?” mereka semua kaget dengan pertanyaan Suho.

Kenapa Suho bisa tahu kalau aku sedang jatuh cinta? Dia ini memang hebat dalam menebak perasaan seseorang.

“ tti . .tidak aku tidak sedang jatuh cinta.”

“ Sudahlah kau tidak usah berbohong kepada kami. Terlihat jelas di wajahmu kalau kau ini sedang jatuh cinta.” Ucap Suho menyudutkanku.

“ Yaa Baekhyun kenapa wajahmu memerah? Apa benar yang diucapkan Suho, kalau kau sedang jatuh cinta?”Chanyeol ikut bertanya.

“ Aku tidak menyangka Baekhyun bisa jatuh cinta. Kalau mendengar Kai jatuh cinta, aku tidak akan heran.”

“ YA Sehun apa maksud perkataanmu?” tanya Kai kesal dengan perkataan Sehun.

“ Kai kau ini kan seorang playboy, jadi wajar saja kalau aku mendengar kau jatuh cinta.”

“ Siapa bilang aku ini playboy, aku ini tipe orang yang setia.”

“ Setia? Setiap tikungan ada maksudmu? Hahaha” ledek Sehun kepada Kai.

“ Ah kalian ini kenapa selalu bertengkar. Sekarang bukan saatnya bertengkar. Baekhyun kenapa kau tidak menjawab pertanyaan kami ?” tanya D.O penasaran dengan jawabanku.

“ Cepatlah jawab pertanyaan kami Baekhyun.”

“ Benar, kami sudah tidak sabar menunggu jawabanmu.”

“ Kau sedang jatuh cinta kan?”

Mereka tidak berhenti bertanya. Kenapa mereka semua menyudutkan ku sekarang? Aku bingung harus berkata apa. Aku malu mengatakannya. Mereka pasti akan mencecarku dengan berbagai pertanyaan.

“ Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada kalian. Tapi kalian harus merahasiakan ini! Oke?”

“mmm.” Mereka semua mengangguk setuju dengan syarat yang aku berikan.

“ Aku . . aku memamg sedang jatuh cinta.” Ucapku sambil menunduk karena malu bertatapan dengan mereka.

“ Sudah kuduga.” Ucap Suho.

“ Waaah aku penasaran siapa yeoja yang telah berhasil menaklukan hati Baekhyun.”

“ Kau benar Sehun, aku juga penasaran. Baekhyun memangnya kau jatuh cinta dengan siapa?” Kali ini Chanyeol bertanya kepadaku.

“ mmm . . . memangnya aku harus mengatakannya juga?”

“ Tentu.” Jawab mereka serentak.

“ Dia Min Hyori.”

“ APA? MIN HYORI.” Teriak mereka kompak.

“ Ssshhtt . . . Jangan berteriak. Bagaimana kalau sampai terdengar orangnya.”

“ Mianhae Baekhyun, kami semua hanya tidak menyangka nama itu yang akan keluar dari mulutmu.” Sahut D.O meminta maaf.

“ Baekhyun bagaimana ceritanya kau bisa jatuh cinta terhadap Hyori?” tanya Kai.

Sepanjang perkuliahan aku terus bercerita. Karena mereka tidak berhenti bertanya kepadaku. Aku menjelaskan semuanya kepada mereka. Bagaimana awal mula pertemuan aku dengan Hyori. Kejadian yang membuat aku jatuh cinta terhadapnya.

Setelah jam kuliah pertama selesai, aku dan yang lainnya pergi ke kantin. Kami mencari meja yang nyaman untuk kami tempati.”

“ Guys, bukankah yang disana itu Hyori dan Hayoung.” Ucap Kai menunjuk ke arah meja di sudut kanan.

Aku melihat ke arah yang ditunjuk oleh Kai. Ya Kai benar. Di sana duduk dua orang yeoja yang sedang asik mengobrol. Aku melihat Hyori tertawa mendengar perkataan Hayoug. Aku jarang sekali melihatnya mengobrol dengan orang lain dan tertawa lepas seperti itu. Aku senang karena dia sekarang sudah memiliki teman.

“ Bagaimana kalau kita duduk dengan mereka?” usul Suho.

“ Jangan.” Tolakku cepat.

“ Ah Baekhyun kau ini tidak usah menolak. Kami tahu kau pasti sangat ingin duduk dengan Hyori kan?” goda Chanyeol.

“ Guys aku malu kalau berhadapan dengannya.”

“ Ayolah Baekhyun.”

Mereka semua berjalan ke arah meja Hyori. Aku tidak sempat mencegah mereka. Terpaksa aku menyusul mereka.

“ Hai kami bolehkan duduk dengan kalian?” tanya Kai

“ Tentu saja. Kami tidak keberatan.” Jawab Hayoung senang.

Mereka semua langsung duduk. Dan Sehun menarikku, sehingga aku duduk di sebelah Hyori.

“ Kalian sudah pesan makanan?” tanya Hayoung kepada kami.

“ Belum, kalian sudah pesan?” Kai balik bertanya.

“ Kami baru mau pesan. Kalian mau pesan apa? Biar kami yang sekalian pesan.” Hayoung bertanya kepada kami.

“ Tidak usah. Kami bisa pesan sendiri kok. Nanti kami merepotkan kalian.” Ucapku menolak.

“ Tenang saja, kami tidak merasa direpotkan kok.”

“ Bagaimana kalau yang memesan satu dari kami dan satu lagi diantara kalian berdua.” Usul D.O

“ Ah kau benar sekali D.O. Bagaimana jika Baekhyun dan Hyori saja memesan makanan?” Chanyeol memandang ke arahku sambil tersenyum menggoda.

“ Aku?”

“ Iya kau. Memangnya ada yang bernama Baekhyun selain kau?”

“ Hyori kau mau kan memesankan makanan untuk kami ?” tanya Sehun

“ Iya tidak apa-apa. Biar aku yang memesan.”

“ Baekhyun Hyori saja mau, masa kau tidak mau.” Sehun berusaha membujukku.

“ Baiklah. Kalian mau pesan apa ?”

Setelah mereka menyebutkan pesanannya. Aku dan Hyori pergi memesan makanan. Saat aku bangkit dari bangku dan berjalan berdua dengan Hyori, aku sekilas melihat senyum menggoda di wajah teman-temanku. Seharusnya aku tidak menceritakan perasaanku yang sebenarnya kepada mereka.

“ Hyori?”

“ Ya.”

“ Nanti sepulang kuliah kita jadi kan ke perpustakaan?”

“ Jadi, memangnya kenapa?”

“ Ah tidak apa-apa.”

Begitu aku dan Hyori kembali ke meja, mereka semua masih tersenyum. Aku tidak suka melihat senyuman mereka. Aku yakin nanti di kelas mereka akan meledekku habis-habisan.

Hyori POV

Kami semua menunggu pesanan kami datang. Tidak beberapa lama kemudian, makanan kami tiba. Kami semua makan dalam suasana canggung. Atau bisa di bilang hanya aku yang merasa canggung. Karena aku lihat Hayoung asik mengobrol dengan yang lainnya.

Tiba-tiba namja yang bernama Sehun bertanya kepadaku.

“ Hyori jika kau di suruh memilih diantara kami-kami ini, siapa yang akan kau pilih?”

“ Uhuk.” Baekhyun tersedak makanannya

“ Apa?” Aku kaget dengan pertanyannya. Kenapa pertanyaan seperti itu yang ditanyakan. Aku benar-benar tidak tahu harus memilih siapa diantara mereka. Aku belum mengenal mereka dengan baik.

“ mmm. . .  aku tidak tahu.” Jawabku jujur.

“ Ya masa tidak tahu. Kau harus memilih salah satu diantara kami.” Sehun memaksaku untuk menjawab.

Aku memperhatikan wajah-wajah mereka. Mereka semua kini memperhatikanku. Menghentikan makan mereka. Mereka terlihat menunggu jawaban dariku.

“ Suho.” Jawabku cepat dan langsung menundukkan kepala.

“ Apa Suho? Kau yakin memilih Suho?” tanya Chanyeol.

Aku hanya menganggukan kepalaku.

***

Sepulang kuliah aku dan Baekhyun pergi ke perpustakaan. Kami berniat mencari buku-buku yang bisa kami jadikan acuan dalam mengerjakan tugas dari songsaengnim. Begitu sampai di perpustakaan, kami langsung mencari buku-buku yang sesuai dengan tugas ini. Setelah mendapatkan beberapa buku, kami mencari meja kosong.

Kami mulai membuka-buka buku dan mencari bahan yang sesuai. Aku menandai beberapa halaman.

“ Hyori?”

“ Ya.” Jawabku sambil tetap membuka-buka buku.

“ Boleh aku bertanya sesuatu?”

“ Tentu, tanyakan saja.”

“ mmm. . . kenapa kau memilih Suho saat di kantin tadi?”

Aku langsung menghentikan tanganku yang sedang membuka lembaran buku. Kenapa dia membahas masalah ini? Aku malu kalau harus mengingat kejadian tadi.

“ Itu . . . karena aku merasa Suho itu orang yang dewasa.”

“ Oh karena dia dewasa.” Ucap Baekhyun sambil menganggukan kepalanya.

“ Kenapa kau menanyakan hal itu?” tanyaku

“ Huh? Aku hanya ingin tahu saja.”

Setelah itu kami melanjutkan mencari bahan di buku. Kami baru menemukan beberapa bahan yang sesuai dengan tugasnya songsaengnim, tapi buku-buku yang kami ambil tadi sudah hampir kami lihat-lihat semua. Kami masih membutuhkan beberapa bahan lagi.

“ Aku akan mencari buku-buku lagi. Mungkin saja masih ada yang bisa kita jadikan referensi.” Ucapku bangkit dari kursi.

“ Aku ikut mencari denganmu.”

“ Tidak usah. Kau sebaiknya melanjutkan membaca-baca buku-buku itu. Biar aku yang mencari.”

Aku pergi berkeliling mencari buku. Melihat satu per satu judul-judul dari deretan buku di rak. Siapa tahu ada buku yang tadi terlewat oleh kami. Aku terus mencari. Hampir semua rak sudah aku kelilingi. Tapi aku baru mendapat satu buku.

Saat aku melihat-lihat buku di deretan atas. Aku menemukan buku yang sangat cocok dengan tugas kami. Tapi buku itu di taruh deretan paling atas. Aku tidak bisa mengmbilnya. Akhirnya aku mengambil tangga kecil yang memang berfungsi untuk mengambil buku-buku yang di taruh di deretan atas.

Satu per satu anak tangga aku naiki. Aku menjulurkan tanganku berusaha menggapai buku itu. Aku berhasil mengambil buku itu. Saat aku hendak turun dari tangga, tiba-tiba kakiku tepeleset dari pijakan anak tangga. Aku terjatuh.

Aku memejamkan mataku. Bersiap merasakan sakit di tubuhku akibat benturan dengan lantai. Tapi aku tidak merasakan benturan itu. Kenapa aku tidak merasa sakit? Perlahan aku membuka mataku. Dan saat aku membuka mataku, aku melihat matanya.

-TBC-

Gimana-gimana chapter 2 nya? Jelek? Ngebosenin? Atau kalian suka? Komen please biar aku bisa perbaiki kekurangannya. Makasih buat yang udah baca FF ini. Hehehe^_^

14 pemikiran pada “He Or She? (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan ke choi yona Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s