What I Feel? (Chapter 1)

What I feel? (Chapter 1)

Author                                 : @deanugu @leejeenki

Title                                    : What i fell? (chapter 1)

Cast                                    : Kwon Sera (OC) and Byun Baekhyun (EXO)

Others cast                          : Kris (EXO), Lee Minji (OC), Park Junhee(EXO) and others.

Genre                                 : schoollife, romance, comedy (maybe lol)

Lenght                                : chaptered

Disclaimer                           : ini cerita dari pikiran thor sendiri, dan ini fanfic milik thor. Para OC thor buat sendiri keke dan exo member itu punya orangtua mereka dan punya tuhan.

 

Hi semua! Selamat membaca chapter 1 dari What i feel!

Happy reading! Leave comment^^

~~~

Kwon Sera pov.

 

“untung saja tidak telat” kataku singkat. Aku melihat sekolah-ku yang sudah aku tinggal selama 2 minggu, karna libur semester. Kini tinggal 1 bulan lagi aku menetap disekolah ini. Lalu pergi selamanya HAHA.

 

Aku berjalan dengan sangat lemas melewati teman-temanku dan adik-adik kelasku yang sedang mengekspresikan kerinduannya pada temannya.  Ada yang berteriak, pelukkan, ada juga yang berantam gaje. Ah aku tak memperdulikannya, hanya 2 minggu saja sudah seperti itu.

 

Kalau baru-baru masuk begini biasanya pergi sekolah boleh jam 9-an, 10 pun boleh itu kalau mau kena hukuman saja, silahkan. Sip. Aku berjalan mengutari koridor sekolahku, sekolahku cukup dibilang beu-sarr.

 

“ih! Minggir dong!” kata salah satu murid, yang sepertinya yah, adik kelasku. What, tidak sopan sekali dia. Huh, kujitak kau. “kau ini! Aku sudah berjalan diujung! Sebaiknya kau lewat sana! Dasar!” teriakku ketika dia sudah berlari ke arah yang berada dibelakangku. Rasanya dia tak mendengar. Huh

 

“AAA OPPA!”

 

“WAAAW DIA TAMBAH TAMPAN!”

 

“AKU RINDU DENGANNYA!

 

“DIA TAMBAH TINGGI!”

 

“SUDAH MENGGANTI RAMBUT AAA TAMFANN!”

 

Mendengar itu semua, diriku pun menoleh kebelakang. Hm, aku sudah tahu apa yang terjadi. Ketika petir, hujan, cerah, mendung, banjir, tsunami, masih sama saja dia dikejar oleh bepuluh-puluh yeoja di sekolah ini. Aku bisa lihat dari sini kalau dia ditarik-tarik oleh adik kelas 1, dicubit pipinya oleh adik kelas 2 dan ditarik oleh teman..sekelasku. OH tuhan!

 

Aku pun segera menoleh. Tapi, karna teriakan “SERA!!!”  membuatku terdiam, dan badanku menjadi kaku mendengarnya. Aku menoleh kebelakang dengan tatapan horror.

 

Yang dipanggil hanya terdiam, dan yang memanggil hanya berlari ke arah yang dipanggil sambil tersenyum, gaje. Itulah situasi yang ku alami sekarang, oh umma.

 

“YA! KAU APA KABARNYA!” teriaknya yang langsung menepuk lenganku. Aku pun menatapnya datar, dia selalu seperti ini. Ku toleh kebelakang para yeoja yang mengejarnya tadi hanya, diam, menatapku datar, dan berbisik.

 

“HIS! BYUN BAEKHYUN! kalau aku kenapa-napa karna fans-mu itu! Tidak segan-segan aku akan membunuhmu pada saat itu juga!” teriakku. Dia hanya tertawa lalu memeluk pundakku lalu kami berjalan bersama.

 

“ah biarkanlah mereka. Sudah sering seperti itu! Kau kan sahabatku, pasti mereka tidak apa-apakanmu lah” katanya dengan santai. Cih, kenapa begitu santai? Awas kalau kejadian itu benar-benar kenyataan akan kubunuh manusia ini.

 

Iya aku sahabatmu Byun Baekhyun kau selalu mengatakan itu dimana-mana. Apa kau begitu bangga berteman dengan orang aneh seperti ku oh? Baiklah kukenalkan ia kepada kalian.

 

Byun Baekhyun, dia teman kecil-ku yang sampai sekarang masih lengket padaku. Dimana-mana pasti ada dia, iya pasti. Karena dia sudah seperti saudaraku, hm , atau tidak ‘oppa’ eonni-ku selalu bilang kalau aku harus memanggilnya ‘oppa’ mwo? Oppa? Gila saja.

 

Kenapa dia dikejar? Karna orang-orang merasa kalau Baekhyun itu, namja tampan dan terkenal disekolah ini. Dan aku? Aku tidak merasa kalau dia tampan apalagi terkenal. Aku selalu mendapatkan sinis-an dari orang lain, pernah aku hampir dibully tapi untung saja, aku punya Minji, temanku selain Baekhyun, dia selalu membunuh orang-orang itu dengan perkataannya. Aku juga mempunyai teman seperti Junhee yang selalu mengatain orang dengan pedes. Kukira sifat mereka sama, yah, mereka berperilaku seperti itu di hal-hal tertentu.

 

“yak! Jangan bengong terus, ntar kesamber loh. Aku mau berteman sama siapa lagi” kata Baekhyun meledekku. Euh, namja ini. Baekhyun, walaupun dia terkenal dia masih bisanya dekat denganku.

 

“aku tidak bengong, aku hanya melamun” kataku membalasnya dengan datar. Dia hanya menyenggol pinggangku. Aku hanya tertawa, aku hanya tertawa padanya di waktu-waktu tertentu. Kadang kalau aku marah, aku selalu menjitaknya, dan mengatainya. Huh aku kesal karna dia selalu mengangguku. Apa boleh buat, jitakan-ku membuatnya terdiam seribu bahasa.

 

“aish, aku sangat malas, sebentar lagi kita akan ujian akhir dan masuk pengguru-an tinggi! Ah! aku sangat malas!” kesalnya melepaskan pundakku. Aku pun menatapnya.

 

“aeuhh, bilang saja kau tak mau pindah sekolah karna ketampanan-mu sudah meluas disini. Dan! Ketika kau pindah! Kau akan ada saingan kan? Oh, kau sangat hebat” kataku panjang lebar. Dia pun menatapku sinis.

 

“sok sekali dirimu itu kwon sera, tapi 80%-nya sih karna itu hehe” cengirnya membuatku muak seketika. Segera aku pergi mendahului-nya. Aku tak peduli-lah dengan namja yang berada dibelakang-ku sekarang, kenapa umma selalu membuat aku berada disampingnya. Aku tidak suka dengan hal itu, semoga sajalah, aku tak satu universitas dengannya. Bisa-bisa aku mati melihat tampangnya terus.

 

Tapi kalau tidak ada dia sepi juga. Buktinya, Aku merasa kesepian ketika berlibur, dia berlibur ke London. Hah,jauh sekali bukan. Lihat aku hanya bisa berlibur dirumah -karna sera sedang malas- Betapa kaya-nya keluarga Byun itu. Keluarga Byun dan keluarga Kwon, itu sangat dekat, seperti sudah saudara. Orang tua kami sangat akrab sampai-sampai rumah kami berdepanan.

 

“ya! Aku akan menunggu-mu ketika pulang sekolah! Sesudah itu kita pulang bersama!” teriaknya. Err. Apa dia tak malu pada semua murid disini. Walaupun sudah berapa kali dia meneriakki itu. Tapi aku sangat risih.

 

~~~

Author pov

 

Dikelas Sera segera bertemu dengan kedua temannya itu. “sudah bertemu dengan suami-mu kah?” cengir Junhee. Aku mendongkak sinis.

 

“yak! HARUS KU-ULANGI! Aku tak punya suami!” teriak Sera. Sera tidak peduli tatapan aneh dari teman sekelasnya, dia kini menatap Yeoja cantik didepannya dengan sinis dan berapi. Kini Minji tertawa sambil guling-guling, “lalu namja yang selama ini dekat denganmu? Bukankah dia su-a-mi-mu” kata Minji menekan kata-kata suami itu.

 

Sera menunduk lemas. Dia tak mau ngamuk di depan kedua temannya kali ini. Karna hari pertama sekolah, dan dia harus mempersiapkan untuk Ujian Akhir.

 

“ah molla, kau pikirkan suami-mu saja” kata Sera membuka buku Fisikanya. Minji membelakkan matanya seakan dia shock. “MWORAGO? Yak, aku tak punya suami! Aku hanya punya seseroang yang sangattt kukagumi” perkataan Minji pertama-taman memanas dan ketika sudah hampir diakhir menjadi lembut dan pelan. Dia pun juga menggepalkan tangannya ke-udara, seperti orang sedang memuji.

 

“nuguya? Aku boleh tahu?!” kata Junhee antusias. Sera sebenarnya tak peduli. Tapi dia juga penasaran dengan perkataan teman gaje-nya itu. “hm, jangan-jangan orang yang disebelah sekolah itu. Siapa entah namanya..” kata Sera.

 

“yap! Binggo! Kau tepat sekali. Huh, dia sangat tampan, kalian berdua harus melihatnya” kata Minji menunjuk Junhee dan Sera. Melihat mata-nya yang berbinar-binar ingin sekali Sera menjitaknya.

 

“siapa? Aku kok nggak tahu sih” kata Junhee cemberut. “HAHA, katanya kau tahu semua tentang ‘Namja Seoul’ nah lihat, dia saja kau tak tahu! Kepo sana!” kata Minji. Junhee pun ingin menjitak temannya, tapi ketika melihat Minji tertawa, dia hanya terdiam sambil menggembungkan pipinya.

 

“sudahlah Junhee, namja itu tak penting juga bagimu” kata Sera yang meletakkan kepalanya di meja, sambil menghadap jendela kelasnya.

 

“itu untukmu, untukku, kau tahukan kalau genre aku dan Minji sama” kata Junhee pedes. Sera hanya menahan tawa-nya setelah mendengar perkataan Junhee.

 

“kita? Siapa kita HAHAHA” tawa Minji. Dan akhirnya juga Junhee menjitak kepala temannya itu.

 

~~~

“kajja kita pulang!” kata Sera menarik lengan Baekhyun. Baekhyun sontak bingung.

 

“kau ini sangat tiba-tiba oh. Kau tidak lihat aku sedang berbicara pada fans-ku”kata Baekhyun sombong bin santai. Baekhyun menunggu Sera di depan Gerbang tapi, tiba-tiba fansnya Baekhyun datang. Jadi Sera harus menariknya.

 

Sera melepaskan lengan Baekhyun. “yasudah! Kau pulang sendiri” kata Sera. Melihat itu Baekhyun pun segera menarik rambut Sera yang diikat itu.

 

“YAK! Sakit! Lepaskan!” kata Sera. Baekhyun hanya tertawa melihat temannya seperti itu. Dasar Baekhyun..

 

“tunggu aku bodoh!” kata Baekhyun mensejajarkan badan mereka.

 

“itu fans barumu?” tanya Sera. Baekhyun sedikit menoleh lalu mengangguk dengan bahagia.

 

“iya! Kau tahu, ternyata fans ku canti-cantik semua” katanya dengan sangat bangga. Sera hanya mendengus bosan.

 

“jadinya. Hm. Aku curiga padamu, apa kau mau menikahi semua fans mu oh!” kata Sera berteriak gaje. Baekhyun hanya menatap sera datar, “MANA MUNGKIN BODOH! kau kira aku suami apa-an” kata Baekhyun.

 

“HAHAHA kukira kau akan seperti itu. Tadi kau kata, kalau fans mu cantik-cantik semua, yasudah” kata Sera memasukkan tangannya kedalam saku seragamnya. Baekhyun sangat heran melihat temannya yang katrok ini.

 

“bukan gitu juga deng, aku ini juga seorang namja yang sejati, kau tahu itu” kata Baekhyun sangat beribawa. Sera hanya menggeleng-gelengkan kepalanya aneh melihat Baekhyun.

 

Baekhyun Pov

 

“bukan gitu juga deng, aku ini juga seorang namja yang sejati, kau tahu itu” kataku kesal. Dia kira aku namja gila yang menikahi semua fans-ku. Ya kalau ada yang seperti itu. Keren juga.

 

Dia menggeleng melihatku. Kalian tahu, selama 2 minggu ini. Aku merindukan sosok ini, sahabat kecilku yang selalu menemaniku, bermain denganku, yah kadang mendengar ceritaku.

 

Apa dia merindukanku? Hm, sepertinya tidak. Dia saja berekspresi biasa saja ketika bertemu denganku tadi pagi, aku sedikit kesal melihatnya.

 

“yak,” panggilku ketika kami sudah berada didalam Bis. Dia menoleh dengan tatapan datar. “mwo?”

 

“bagaimana kalau kita ke tempat festival dekat rumah kita. Bagaimana?” ajakku. Aku baru saja ingat kalau dekat rumahku dan dia ada sebuah festival mengingat Bulan Januari sudah mau berakhir. Emang itu sering sekali terjadi. Ayolah dia harus mau.

 

“tidak. Aku lelah” katanya singkat. Aku menatapnya lalu menarik tangannya untuk supaya dia menatapku.

 

“ah waeyo? Biasanya kau mau, ayolah rara!” kataku memanggil nama panggilannya dari-ku. Wkwk. Dia sepertinya sedang berpikir. Lalu menggeleng malas. “aish! Kau ini, kita kan selalu kesana setiap bulan bahkan tahun. Ayolahhh” kataku dengan agyeo andalanku. Mampus kau kwon sera.

 

“baiklah bacon-ssi!” katanya akhirnya. Haha, aku tahu dia pasti sangat ingin pergi kesana. aku emang sudah sering pergi dengannya setiap tahun. Karna ini musim semi, pasti disana lebih keren lagi.

 

~~~

Kini aku dan dia sudah sampai disini. Festival untuk mengakhiri bulan Januari 2013 *emang ada ya? Thor Cuma ngarang aja hihi*. Aku pun menarik tangannya. Kami pun bermain bersama, berfoto bersama.

 

“wah, ternyata tempat ini tak berubah ya, aku terakhir kali kesini, semejak kita mau ujian, aku tak datang lagi kesini” katanya. Yah, benar,aku tak pernah mengajaknya lagi ketika sudah mau ujian naik semester.

 

“hm, aku juga seperti itu” kataku. Kini aku dan sera sedang berada ditengah-tengah orang. Kami sedang memakan ice cream. Emang kalau kesini, aku dan sera tidak pernah melupakan ice cream vanilla ini.

 

Aku melihatnya, lalu menyenggolnya, “kau tambah jelek” ledekku. Dia mengeluarkan tatapan membunuhnya.

 

“mworago? Kau tidak tahu kalau kau itu sangat jelek oh” katanya ingin melempar ice cream.

 

Aku melihat banyak sekali cairan ice cream berada di wajahnya. Aish, yeoja ini tak berubah juga, sudah sebesar ini, makan ice cream tak pernah betul.

 

“yak, lihat muka-mu, aish, aku sangat malu membawaku kesini” kataku mengeluarkan sapu tangan-ku berniat untuk megusap wajahnya. Dia hanya terdiam sinis melihatku, sepertinya di dalam hatinya dia meledekku. Biarkan.

 

“ah! sudahlah tak usah! Kau ini sangat menghinaku” katanya. Sudah baik-baik aku bersihkan masih saja seperti itu. Dasar yeoja aneh.

 

“kapan kau akan berubah menjadi yeoja sebenarnya sih?” tanyaku ketika dia sedang sibuk membersihkan sisa-sisa ice cream tersebut.

 

“molla. Kurasa tidak akan” katanya sibuk membersihkan wajahnya tanpa menatapku. Aku ingin tertawa saja mendengar kata yeoja ancur satu ini.

 

“tidak akan? Oh! Kau benar-benar aneh” kata Baekhyun. walaupun dia aneh, aku selalu lengket padanya, aku tak tahu kenapa.

 

“yasudah, pergi saja sana! Cari teman baru, sudahkah” katanya. Dia cemberut.

 

“aeuhhh!” aku mencubit pipinya itu.

 

“kau itu teman kecilku! aku sudah cukup lengket denganmu sudahlah” lanjutku. Dia terlihat seperti manatapku curiga.

“yang bener?” tanyanya.

 

Aku hanya mengangguk, “iyakan sajalah! Yuk! Pulang” kataku. Aku menarik tangannya, jika tak ditarik entah kapan dia akan berdiri.

~~~

 

Author pov

 

@ Baekhyun’s Home

 

“darimana saja?” tanya Umma Baekhyun. dia pun menatap malas umma-nya itu lalu tidur di sofa. “pergi ke festival?” lanjut ummanya Baekhyun.

 

Baekhyun membuka matanya dan menatap Ummanya sedang tersenyum ke arahnya. Baekhyun pun terduduk. “kok Umma tahu?” tanya Baekhyun.

 

“tentu saja, kau setiap akhir bulan pasti pergi ke sana dengan Sera, benarkan?” tanya Umma Baekhyun dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya. Baekhyun hanya mengangguk.

 

“itu sudah menjadi tradisi ku dengan Sera umma” kata Baekhyun kembali tidur. Ummanya terlihat tertawa, “tradisi aneh”

 

“ah, umma sangat merindukan Sera, sebaiknya kalau dia bisa, ajak dia makan malam disini oh” kata Umma Baekhyun. Baekhyun hanya mengiyakan saja. Iya benar Sera sudah lama tak makan malam di rumah Byun. Itu karna Sera sudah terlanjur menjadi anak malas-_-

 

“besok keluarga Kim akan kesini, kau harus mempersiapkan diri ne” kata Umma Baekhyun pergi.

 

Baekhyun terbangun. Mworago? Keluarga Kim. Kim apaan sih? siapa mereka? Emang aku kenal. Untuk apa juga aku mempersiapkan diri, kayak ada apa aja. Ah Umma, batin Baekhyun.

 

Baekhyun pun pergi ke kamarnya. “hyung, kau tahu keluarga kim?” tanya Baekhyun pada Hyung-nya. Hyung-nya yang pas sekali berada di kamar Baekhyun pun menoleh. Ternyata Hyungnya sedang bermain playstation.

 

“eh? Keluarga Kim?” hyungnya seperti sedang berpikir panjang. Baekhyun pun menunggunya dengan cukup waktu lama._.

 

“ah! aku— tidak tahu” kata Hyungnya. Baekhyun pun kesal, entah apa yang dipikirkannya sejak tadi, kenapa lama sekali menjawab. Ternyata itu saja jawabannya. Euh

 

“aish hyung” kata Baekhyun memutarkan badannya hendak mau ke kamarmandi.

 

“emang kenapa?” tanya Hyungnya. Baekhyun menoleh lalu dia duduk diatas hyungnya *eh maksudnya dia duduk di atas tempat tidur sedangkan hyungnya dibawah. Terima kasih.

 

“mollayo. Umma bilang keluarga kim akan datang besok, aku disuruh bersiap-siap” kata Baekhyun. Hyungnya menatap Baekhyun, seperti sedang mencerna semuanya.

 

“ada sesuatu, cah! Sudahlah kalau disuruh siap-siap yasudah lakukan! Semuanya kaan terjawab besok, mandilah, kau bau sekali” kata Hyungnya Baekhyun.

 

“euh! Kau juga!” kata Baekhyun pada Hyungnya.

 

Hyungnya hanya menyengir kece.

~~~

 

@ Sera’s Home

 

“festival lagi, festival lagi. Benarkan?” tanya Appanya Sera. Sera hanya mengangguk. Kini dia sedang duduk di balkon rumahnya, dia sedang ngopi dengan Appanya-_-

 

“setiap bulan kau selaluuu kesana. apa enaknya sih? ajak appa dong sekali-kali” kata Appanya Sera. Sera hanya menatap appanya dengan aneh, “appa! Disana, hanya ada anak muda, lihat apa saja sudah tua” kata Sera.

 

“ah kau kira apa sudah tua! Pasti kalau orang melihat Appa, mereka kira appa sebaya padamu. Sudahlah, ajak lah appa! Ne ne” kata Appa Sera. Appa sera emang sedikit gahol gitu. Kenapa appaku tidak ingat umur, batin sera.

 

“jika tuhan mengizinkan ne” kata Sera meneguk kopinya itu. Appanya hanya aneh melihat putrinya, appanya selalu beranggap kalau Sera adalah seorang namja, karna appanya ingin sekali mempunyai anak seorang namja. Appanya selalu memperilakukan Sera sebagai namja, Ummanya pun sedikit kesal dengan itu. Untung saja, dia mempunyai Eonni yang sekarang sudah tamat sekolah tapi, sekarang seorang pengangguran._.

 

“appa, eonni, dia kapan menikah?” tanya Sera. Appa-nya tersedak sebentar, lalu melihat putrinya.

 

“hm. Molla, appa sendiri juga tidak tahu. Kau tanya sendiri, Jinki saja belum pernah datang kesini untuk melamar Eonnimu itu” kata Appa sadis. Sera hanya mengangguk.

 

“kenapa kau bertanya seperti itu? Ingin menikah muda?” goda Appa-nya. Sera tersentak. Lalu menatap appanya yang gahol itu dengan Horror.

 

“ne? Appa! Mworago. Aku hanya bertanya kok, aku ini masih polos. Dan tidak ada namja yang aku sukai, beneran” kata Sera dengan hebohnya. Appa-nya hanya tertawa.

 

“kau ini sudah tua! Kau sudah mau tamat SMA. Carilah pendamping, kalau tidak Appa akan mecarikannya untukmu” kata Appanya membuka Koran tadi pagi. Sera menatap Appanya tak percaya, enak sekali orang tua ini berbicara seperti itu, batin Sera.

 

“aeh, appa! Aku tak mau! Aku mau belajar dulu, membanggakan-mu kalau aku sangat hebat! Baru aku mengurusi hal seperti itu” kata Sera. Appa-nya hanya tersenyum lalu mengacak rambut sang anak.

 

“teserah dirimu! Appa bolehkan saja kau dengan anak dari keluarga di depan itu” kata Appa-nya Sera dengan santai seperti angin lewat tanpa sopan santun.

 

Sera pun sempat berpikir keras. Dia mencerna kata-kata Appanya. Lalu ketika hal itu sudah dia ketahui dia segera tarik nafas.

.

.

“MWO? SHIREO! AKU TAK MAU! AKU TAK SUKA DENGANNYA!” teriak Sera pada sore itu. Appa-nya hanya tertawa, kemudian menatap anaknya.

 

“wae? Wae kau tak suka dengannya. Ingat dia sudah bersama-mu selama bertahun-tahun, dan dia selalu berada disampingmu, menjagamu. Dia itu sudah tampan, pintar. Kau ini aneh sekali” kata Appa. Sera cemberut, “ aku benar-benar tidak tertarik dengan namja itu, appa!” kata Sera. Sera tertunduk.

“aeh, kau ini benar-benar aneh. Bagaimana tidak ada perasaan sedikit pun pada sahabat kecil-mu itu, selama ini jadi dia apa yang selalu disamping mu? Oh? Coba kau pikir Kwon Sera” kata Appanya sedikit menyindir. Sera menatap Appanya.

“dia hanya sahabatku, selamanya. Ah appa” kata Sera. Appa-nya tertawa lagi. Entah apa lucunya. Ckck

“anak muda sekarang tidak bisa apa mencerna perasaan nya dengan baik. Sudahlah kau mandi sana, bauk sekali dirimu” kata Appanya.

“AAA APPA!”

TBC

Hai readers~ gimana nih chapther 1-nya. Gaje bukan? Iya emang gaje. Thor nggak terlalu banyak ngenalin cast lain, karna ini masih chapter 1 keke. MAAF KALO ADA TYPO, KARNA TYPO ITU INDAHH._. Yasudahlah, thor mau pamitan dulu wkwk, leave a comment ya ^^;; *senyum bareng baek*

8 pemikiran pada “What I Feel? (Chapter 1)

  1. Buat saya feelnya dapet, kok
    Ngomong-ngomong Bacon narsis amat, ya? ‘-‘
    fansnya banyak. Coba saya ada di ff ini. Pasti saya adalah salah satu fansnya. XD #fangirl kumat
    Ditunggu kelanjutannya! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s