May I Love You? (Chapter 1)

May I Love You?

Chapter 1/?

Author           : @kim_mus2

Casts               :

  • Kai a.k.a Kim Jongin
  • Yoon Ah Ra

Length           : Chaptered

Genre             : Romance, Angst, Drama (?)

Rating            : PG-15

May I Love You

~***~

Seorang gadis belia tengah berjalan seorang diri menyusuri jalanan kota Seoul yang gemerlap, malam itu. Senyum manis tetap melengkung di bibir merah mudanya meski hatinya penuh dengan bekas sayatan yang semakin meradang. Tidak mudah memang, jika mencintai seseorang yang berasal dari dunia berbeda. Tapi, apa mau dikata. Cinta yang dirasakan sang gadis sudah terlanjur dalam. Baginya, asalkan bisa melihat lelaki itu bahagia, semuanya sudah cukup. Sekalipun harus merelakannya bersenang-senang dengan gadis-gadis lain yang disukainya.

Yoon Ah Ra adalah seorang mahasiswi tingkat akhir di salah satu jurusan Universitas Seoul. Gadis ini berasal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya adalah pengusaha kedai jajangmyeon di pinggiran kota Seoul. Jika Ah Ra tak belajar dengan giat, tentu dia tak mungkin bisa mendapat beasiswa dan berkuliah hingga tingkat akhir seperti sekarang ini. Tidak dapat dipungkiri Ah Ra kalau sebenarnya, tekad kuatnya untuk mendapatkan beasiswa dan berkuliah di tempat elite itu bukan semata karena rasa baktinya pada orang tua, tapi juga karena perasaan spesialnya untuk seseorang.

Orang yang dimaksud itu berasal dari keluarga pemilik banyak hotel bintang lima di ibu kota Korea Selatan. Dia anak bungsu dari dua bersaudara. Entah apa yang terjadi pada hidupnya, setelah memasuki universitas, orang itu lebih senang menghabiskan hari-harinya untuk pergi ke club, mabuk-mabukan dan bercumbu dengan banyak wanita. Dialah, tuan muda Kim Jongin.

Perasaan Ah Ra pada Jongin bermula sejak keduanya duduk di bangku SMA. Dulu dan sekarang sungguh tak ada bedanya. Ah Ra tak pernah mengungkapkan perasaannya pada lelaki itu. Ia hanya dapat memandangi sosok manusia bernama Jongin yang menurutnya sangat tampan itu dari jauh.

Entah apa yang ada dalam pikiran Ah Ra, sekalipun kini Jongin mengumbar kemesraan dengan banyak wanita secara terang-terangan, dia tetap tak bisa mengalihkan arah hatinya. Ada sesuatu yang membuatnya tak bisa berhenti. Ah Ra pun tak tahu apa itu.

DRRT… DRRT…

Getaran ponsel menghentikan langkah pelan Ah Ra. Gadis itu merogoh tas yang tersampir di bahu kirinya.

Yobuseyo… ah eomma, mianhae… sebentar lagi aku sampai, tenang saja eomma.

BIP

Setelah menerima telpon dari sang eomma, Ah Ra mempercepat langkahnya. Kini, ia harus melewati gang yang cukup panjang dan redup. Tempat itu memang cukup berbahaya, tapi Ah Ra tak bisa berbuat apa-apa, karena itu adalah satu-satunya jalan menuju kediaman sederhananya.

Sedikit kurang beruntung atau apapun itu namanya, di gang redup itu Ah Ra menyaksikan kejadian yang sungguh sangat genting. Seorang gadis berseragam SMA terpojok ke dinding karena digerumuni tiga orang lelaki berperawakan tinggi besar. Bermaksud menolong, dengan sedikit agak konyol, Ah Ra melempari ketiga lelaki itu dengan apapun yang ada di dalam tasnya, lalu membentak dengan ekspresi yang kurang meyakinkan. “Yah! Pergi! Jangan ganggu gadis itu!” Tubuh Ah Ra gemetaran. Rasa takut dan kesal bercampur aduk pada dirinya saat itu.

“Hey nona, mau jadi pahlawan, huh? Kau bisa apa?” Tanya salah seorang pria dengan ekspresi wajah meremehkan.

“A – a – aku… aku bisa melaporkan kalian pada polisi kalau kalian berbuat macam-macam!” Ah Ra menjawab dengan suara seraknya. Saking gugupnya, tenggorokan Ah Ra kering seketika.

“Oh, begitu? Kami jadi takut nona.” Tutur yang lainnya sambil berlagak ketakutan.

“Sepertinya nona ini lebih cantik daripada gadis ingusan itu. Bagaimana kalau kita beralih sasaran untuk malam ini, kawan-kawan?” Usul lelaki yang satunya lagi.

“Ide bagus.”

Cukup mengerti dengan arah pembicaraan para lelaki mesum itu, Ah Ra sudah bersiap mengambil ancang-ancang untuk berlari secepat mungkin dan dalam hitungan detik Ah Ra pun telah melesat. Tapi ceritanya tak berakhir disana. Para lelaki yang haus wanita itu tak pantang menyerah. Nafsu yang menguasai diri mereka membuat tenaga dalam masing-masing tubuh orang itu berlipat ganda. Ah Ra hampir terkejar. Untung saja gelar juara lari marathon yang disandang Ah Ra masih berlaku. Kecepatan kakinya masih bisa ditambah. Namun, kecepatan itu tak bertahan lama. Ah Ra belum makan malam. Sehebat apapun bakat yang dimilikinya, jika bahan bakar dalam tubuhnya itu habis, sungguh apalah daya.

Di saat kecepatan larinya berkurang, Ah Ra melihat dua orang yang sedang duduk di bangku taman yang lagi-lagi bersuasana redup karena kurangnya penerangan. Saat jarak Ah Ra dengan kedua orang itu semakin dekat, ternyata keduanya sedang larut dalam ciuman yang cukup dalam. Tapi Ah Ra sudah tak peduli, nafasnya sudah tersengal. Tak kuat lagi berlari.

“Tolong aku! Sudah dulu ciumannya, please!” Dengan lancang, Ah Ra mengguncangkan tubuh keduanya dan otomatis, tautan bibir mereka pun terpisah.

Siapa yang tak marah jika momen romantisnya diganggu. Begitu pun dengan sejoli itu. Si perempuan melempar tatapan tajam pada Ah Ra. Tapi tidak dengan pihak lelaki. Dia malah langsung mengenakan helm dan beranjak dengan santai menuju motor sport miliknya. Satu hal yang sangat mengherankan adalah lelaki itu malah menarik tangan Ah Ra dan bukan perempuan yang beberapa saat lalu bercumbu dengannya. Sempat terpikir oleh Ah Ra, apa mungkin si lelaki salah menarik tangannya? Tapi mungkin tidak juga. Saat para lelaki yang mengejar Ah Ra sampai di dekat bangku taman, lelaki itu berujar dengan nada suara yang dingin tapi cukup jelas didengar. “Ambil gadis itu saja, yang ini untukku.”

Ah Ra langsung membulatkan matanya tak percaya. Tapi herannya, Ah Ra tak bisa memberontak sedikit pun saat lelaki itu memberi isyarat untuk menaiki jok belakang motornya. Saat motor akan melaju, perempuan yang dicampakan lelaki yang membonceng Ah Ra itu memekik keras.

Yah! Kai! Tunggu aku! Aku tak mau bersama mereka!” Ah Ra sedikit familiar dengan nama yang dilontarkan perempuan tadi. Barulah saat motor melaju kencang, Ah Ra mengingat nama itu. Sebuah nama populer yang sering dielukan para gadis di kampusnya pada lelaki yang juga menjadi pujaan hatinya. Kim Jongin.

Meski sedikit terkejut dan detak jantungnya malah menjadi tak normal, Ah Ra menikmati saat yang teramat langka didapatkannya itu. Karena lelah, Ah Ra pun malah tertidur dengan kepala bersandar di punggung kokoh Jongin.

Tak berapa lama, motor Jongin berhenti melaju.

“Bangun! Kita sudah sampai di hotel,” tutur Jongin seraya melepas helm dari kepalanya.

Mwo?” Ah Ra yang baru sadar dari tidurnya langsung membelalakan mata. Apa dirinya akan menjadi korban Jongin?

TBC

Nyak… nyak…nyak…

FF apaan ini? projek lain belom, malah bikin yang aneh-aneh. Biarin lah, publish di blog sendiri ko. Hohohoho

Dan… castnya Kai lagi, kenapa jadi hobi bikin yang Kai ya? Haruskah saya nambahin si dede item manis manja itu ke list bias utama saya? *galau sendiri, abaikanlah

Oke deh, yang udah mau baca, makasih banyak

Yang mau komen apalagi

With Love,

kim_mus2 a.k.a Istrinya Key, Kekasihnya Luhan, Noonanya Baekhyun sama Kai wkwkwkwk 😀

 

Iklan

54 pemikiran pada “May I Love You? (Chapter 1)

  1. wah aku seneng bingitzz kalo cast nya kai 😀
    enk nya jd ahra di tolong sm cowo yg dy taksir
    tp mau di apain tuh si ahra sm kai koq dibawa ke hotel ..
    jd penasaran!!!!

Tinggalkan Balasan ke nuyunkk Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s