Please, Stop The Time (CHAPTER 4A)

Title :

Please, Stop The Time (CHAPTER 4a)

 

Author :

Hayamira (HayashiMirai)

 

Genre :

Romance, Friendship, Married Life Story

 

Rating :

PG-15

 

Length : 

Chaptered

 

Main Cast :

Jung Na Eun/Nana (Ocs)

Kris (EXO-M)

Oh Se Hun (EXO-K)

Krystal Jung (f(x))

 

Support Cast :

 

Kim Jong Hyun (SHINee)

 

Choi Min Ho (SHINee)

 

Byun Baek Hyun (EXO-K)

PSTT2

-oOo-

Se Hun berjalan masuk kerumahnya dengan pikiran kosong. Masih terbayang insiden kissing Nana-Kris, senyuman Nana , segalanya tentang Nana dikepalanya. Harusnya dia sadar diri, dia bukan siapa siapa Nana.Hanya sebatas teman.Tidak lebih.

Dengan malas Se Hun mandi. Selesai mandi dia membuat susu hangat dan mengambil pai susu coklat, untuk dibawa ke kamarnya. Se Hun tinggal di apartemen yang cukup mewah seorang diri.Biasanya Nunanya dari Jerman tinggal jika singgah di Seoul. Se Hun meletakkan pai susu coklat dan susu hangat dimeja tidurnya.

Se Hun merebahkan badannya diatas kasur.Rasanya dia ingin tertidur saja, tidak usah terbangun, dia ingin bermimpi indah.Dan tidak ingin terbangun dari mimpinya, sebab se Hun tau, sakit rasanya jika terbangun dari mimpinya.

Se Hun teringat satu lagu favorit Nana, dari Tohoshinki – Why Did I Fall In Love With You. Lagu yang Se Hun sama sekali tidak mengerti, kenapa Nana menyukainya padahal lagu itu bukan lagu bahagia. Dia teringat, lirik lagu itu.Dengan cepat Se Hun bangkit dan menyambar iPodnya, memasang headset dan mendengarkan lagu itu.

Why did I end up falling for you?

No matter how much time has passed,

I thought that you would always be here

 

Why wasnt I able to take your hand?

You always shouldve been by my side

Now it will never come true

Lagu yang terus berputar seakan menceritakan dengan jelas kisahnya bersama Nana yang tidak bahagia.Kenangan yang seharusnya bahagia, andaikan saja dirinya tidak terlambat menyatakan perasaannya. Se Hun memandang pai susu coklat dan susu hangatnya. Dia seakan melihat Nana ada disampingnya.Memeluknya.Tersenyum kepadanya.Namun, dia harus sadar, itu tidak mungkin.

But, even though I say that I need you close to me

I just pray that you will be happy forever

No matter how lonely that makes me or how sad

“Mungkin sudah keharusan aku mengalah”kata Se Hun tersenyum pahit.Pada akhirnya, dirinyalah yang harus mengalah.

Bukankah cinta tidak harus memiliki satu sama lain?

***

#NANA POV#

“Aku ambil mobil dulu, ya” Kris memegang puncak kepalaku lalu mengacaknya pelan.Dia tersenyum lalu pergi ke parkiran.

Aku berjalan dan duduk dibangku jalan dekat parkiran.Apa yang terjadi barusan…di ballroom tadi…itu bukan mimpi kan? Astaga… Sunggu aku tidak pernah bermimpi akan dicium oleh Kris. Tidak pernah sekalipun terlinta dipikiranku, walaupun Kris notabene adalah suami sahku.

Juga senyumnya.Akhir-akhir ini dia selalu tersenyum.Sikapnya sedikit demi sedikit berubah.Tidak sejutek dan sedingin dulu.Sekarang terkesan selalu tersenyum padaku. Dan senyum itu sukses membuatku kadang-kadang membeku….

“Halo, Nana”panggil seseorang.Aku menoleh.Sosok Onew berjalan dengan senyumnya yang khas mendekat kearahku.Aku berdiri lalu berlari kecil kearahnya.

“Onew”sapaku.Onew mengangkat tangannya sambil tersenyum simpul.

“Kau cantik sekali malam ini, sungguh”katanya tersenyum.Aku membalas senyumnya dengan cengiran malu-malu ku.

“Perlu aku memfotomu?”tanya Onew. Aku membelakkan mata, menggeleng.Onew tahu, aku kurang suka berdandan glamour seperti ini.Onew tertaw puas meledekku. Mataku beralih ke tangan kiri Onew yang menggenggam sebuah hodies bag yang cukup besar. Onew merasakan mataku sedang fokus ke hodiesbag nya, dia mengangkat hodiesnya itu dan menggoyang-goyangkan dihadapanku.

“Untuk siapa itu?”Onew tersenyum simpul,

“Kenapa kau mau tahu untuk siapa?Tumben kau penasaran”ujar Onew malah meledekku.Aku pura-pura membuang muka sambil cemberut.

“Eh kenapa kau manyun, Nana?”ujar onew lagi. Aku mendengus kesal melihatnya.

“Kau yang tumben seperti ini.Eh Tunggu, tumben kenapa ya?”kataku berpikir tumben kenapa. Malah disambut dengan tawa Onew.Aku ini agak error sekarang, ya. Yah…

“Kau lupa besok hari apa, ya?”tanya Onew.

“Sabtu”

“Tanggal?”

“7”

“Bulan?”

“Juli. Kenapa sih tanya tanggal? Ada apa memangnya?”

Kali ini Onew mendengus kesal. Aku semakin bingung, Onew ini ada apa? Membawa sesuatu, lalu menanyakan tanggal.Apa dia ingin memberikan sesuatu ke seseorang? Atau apa ya… Aku juga bingung melihatnya.

“Apa perlu aku membuat mengingat namamu artinya apa? Kau sudah lupa besok hari apa?”tanya Onew lagi. Terlihat sebal.Karena aku.Dan aku bingung.

“angka tujuh, kan?”
“Besok ulang tahunmu… Astaga Ya Tuhan kenapa kau sekarang pelupa begini, Nana Jung Na Eun”Onew menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Oh Iya, besok ulang tahunku. Tanggal 7 bulan 7.Astaga kenapa aku bisa lupa kalau besok ulang tahunku? Ingatanku perlu di format ulang, ah tidak, di restart ulang.  Aku menepuk-nepuk jidatku, keterlaluan bisa lupa ulang tahun sendiri.

“Ckck. Sekarang, kau ingat ulang tahunmu?”

“Iya iya… Kenapa aku bisa lupa ya haha. Lalu apa hubungannya dengan hodies bag mu itu?”

“Untukmu”kata Onew menyodorkan hodies bagnya didepanku, sambil tersenyum cerah.Mataku menatap Onew lama, lalu tersenyum.Ternyata untukku.

“Terima kasih, Onew-chan”kataku menerima hodies bagnya dengan senyum sumringah.Ternyata Onew mengingat ulang tahunku, bahkan aku sempat lupa.Aku tersenyum ke Onew menandakan terima kasihku.  Aku membuka hodies bag dengan rasa penasaran yang besar. Isinya semakin membuatku gembira

“Majalah Asian Comics edisi Khusus Samurai X dan NANA, majalah A-Star tentang ARASHI dan L’Arc~en~Ciel, Strip phone Nana, dan…. Hodies hitam yang kuincar….”kataku mengeluarkan isinya satu-persatu.

“voucher Mie Ramen di Totsuka Seoul Ramen, buklet novel Truth or Dare, ….. Onew kau memberiku kado banyak sekali. Arigatou”

Suara mobil mendekat.Sedan putih, dan perlahan membuka kaca mobilnya.  Kris menoleh dengan dingin kearah kami.Tanganku penuh dengan kado Onew, aku hanya tersenyum tipis melihat Kris.Dengan cepat aku memasukkan kado-kado itu kedalam tasnya.

“Kris, kenalkan ini Onew, sahabatku”kataku Memperkenalkan Onew ke Kris.Terlihat Kris menyambutnya dingin. Onew yang menjulurkan tangan duluan, balasan dari Kris lama tapi akhirnya mereka berjabat

“Onew. Lee Jin Ki. Sahabat Nana dan Sehun”

“Kris Li”

“Sampai Nana menangis lagi, mati kau”

Onew berbisik di Kris, yang entah apa, sehingga Kris tersenyum sinis mendengarnya.

“Oh Ya, Nana jangan lupa barangnya sebelum pulang.”

“Ya, terimakasih banyak.Kau tahu, nada deringmu nanti aku pasang lagunya Trapnest yang Endless Story, tanda terimakasihku padamu, ya hehe”ujar ku.

“Tentu, Aku akan sering sering menelpon ah~”

“Tapi jangan saat sedang rapat dengan Tuan Jung, aduuh galaknya minta ampun. Aku takut sekali dengan dia, wajahnya menyeramkan”membayangkan tuan Jung yang marah membuatku merinding….

“Ahahahahaa… Tapi, menurutku dia itu paling memfavoritkanmu.Kau tahu, Kalau ada proyek besar, dia pasti segera merekomendasikanmu”puji Onew.

“Aku tak tahu.Tampaknya aku berdosa, nih”kataku disambut tawa Onew.

“Satu lagi, ini kado ketujuh.Happy birthday, Nana”kata Onew menjulurkan sebuket besar mawar pink.

Aku menerima buket bunga itu dengan senang hati.

“Nana, PULANG!”seru Kris. Aku terkejut, ternyata ada Kris.Aku sampai melupakannya.Aduh.

“I..Iya”kataku lalu berjalan masuk ke arah mobil Kris.Sebelum masuk, aku membungkukkan badan ke Onew.Onew menyambut dengan lambaian tangan dan kemudian berbalik arah.

#AUTHOR POV#

Mood Kris menjadi tidak baik, setelah melihat Nana dan Onew lagi.Siapa yang tak curiga, mereka sahabat dan sangat dekat.Rasa panas mulai menjalar di otak Kris.Mulutnya ingin mengeluarkan berbagai pertanyaan, namun ego masih mengendalikan dirinya.Dia diam tanpa kata, sesekali melirik Nana dengan barang-barangnya.Itu yang membuatnya cemburu.Kenapa dia tidak tahu kalau besok hari ulang tahun Nana? Kenapa harus Onew yang mengucapkan selamat, Kenapa Onew mengingatnya sementara Kris sama sekali tidak mengingatnya. Dia bahkan tidak tahu, padah tinggal bersama dalam waktu 2 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengingat, hanya sederetan tanggal.Sederetan tanggal ulang tahun Nana-nya, yang tidak bisa dia ingat.

“Kris” Lamunan Kris buyar. Dia menoleh

“Ya?”balas Kris. Nana menundukkan kepalanya, lalu membuang napas pelan.

“Apa Kau… Menikah denganku karena….suka?”tanya Nana pelan, namun Kris bisa mendengar kalimat ini dengan sangat jelas. Kris memejamkan matanya, dia sudah menduga Nana akan bertanya seperti ini.

‘I Have To be Honestly… What Is my feel to her’ batin Kris. Harus Kris akui, sadar maupun tidak, Nana sudah mengisi hatinya dan menghapus kesombongan dirinya.

“Masih mempertanyakannya setelah apa yang kulakukan padamu?” kata Kris melirik Nana, Nana menunduk.Wajahnya bersemu padam.

“Hanya untuk memastikan.”Kata Nana meyakinkan.  Kris mendesah kecil. Pikirannya masih terfokus dengan apa yang dikatakan Nana tadi.

Tak terasa, mobil mereka telah sampai.Nana keluar untuk membuka pagar, lalu berjalan masuk ke rumah.Kris memarkir mobilnya, lalu melihat ke dalam mobil.Nana lupa membawa ‘kumpulan kado’ dari Onew.Kris mengambilnya, jumlahnya ternyata banyak dan beragam.Entah kenapa, waja Kris memanas melihatnya.Dengan enggan dia membawa masuk barang-barang itu.

Nana berbalik dan berjalan kearah Kris“Baru saja aku ingin mengambilnya, makasih ya”kata Nana mengambil barang-barangnya, dan beranjak pergi.Namun, tangan Kris menarik tangan Nana yang membuat langkah Nana terhenti. Nana berbalik, menunjukkan ekspresi tanda tanya.

Kris melepaskan barang-barang Nana, meletakkannya di lantai.Dua tangan Nana dia tarik mendekat, lalu tangannya memegang pipi Nana dan menatap Nana lekat-lekat.Yang ditatap menatap Kris bingung.

“Soal yang di mobil tadi, kumohon percayalah padaku.”tatap Kris lekat menelusuri mata hitam legam Nana. Nana mengerjapkan matanya. Seakan tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Nana perlahan mengangguk pelan, lalu tersenyum.Senyum yang menular, membuat Kris tersenyum tulus.

“Tidurlah, kau membutuhkannya”katanya lembut lalu melepas tangannya, berjalan ke arah kamarnya.

***

‘aku juga bisa memberikan kejutan untuk istriku’

Kris menyalakan laptopnya, dan surfing tentang Hal-hal yang Nana sukai. Namun, Kris mengumpat dirinya sendiri, dia tidak tahu apa pun tentang kesukaan Nana. Rasa gengsinya kembali meninggi, ketika pikirannya memerintah untuk menanyakan kepada orangnya langsung.Namun ini demi ulang tahunnya, apakah harus dia lewatkan lagi dengan tidak memberi hal yang berarti untuk Nana?Kris mendecak lidah.

Handphone yang tergeletak, diambil lalu dia menekan nomor Nana dan menelponnya.Tak lama, alunan lagu Monster Big Bang mengalun keras dibalik tembok pemisah kamar kris dan Nana. Kris terlongo, untuk apa dia memasang nada dering sebegitu sedihnya untuk dirinya?

“Halo? Kau kan bisa ke kamarku”

“Kenapa nada dering untukku lagu sesedih itu?”

“Hahaha, itu…. perasaanku”

Kris terbelak.Apa ini benar? Apa Nana merasa sesedih itu?

“Aku bercanda, Kris.Aku menyukai lagu itu, jadi aku memasangnya.Kenapa?Kau tidak suka? Maafkan aku…”

“Kenapa namamu itu Nana?”

“Aku lahir tanggal 7 bulan 7, di bahasa jepang 7 artinya Nana.Ibu, ayah, nenekku juga sering memanggilku Nana.Walaupun namaku Na Eun, mereka semua lebih suka memanggilku Nana. Oh satu lagi, Aku suka manga Nana”

“Hanya itu?”

“Iya.Kenapa menanyakan itu?Kau kan bisa menanyakan sendiri tanpa menelpon.”

“Nama Nana tidak cukup manis untuk dirimu”

Kalimat terakhir yang Kris lontarkan sontak membuat Nana terdiam. Begitupun Kris. Kris tidak menyesali mengatakannya.

“Kau menanyakan arti namaku? Kau kan bisa tanya langsung, aku terbangun”

“Siapa suruh memasang nada dering sekeras itu. Ganti nada dering untukku sekarang!”

“Mau request?”

“Pasang nada dering sedih aku akan menerormu”

“Hah? Sudah. EXO saja ya, Angel”

Tanpa mematikan teleponnya, Kris beranjak keluar dan berlari ke kamar Nana. Dia mengetuk pintu kamar Nana

“Iya?”Nana keluar dari kamar.Kris menatap Nana, ditangannya masih menggenggam handphone.Dia lalu mematikan handphonenya, dan dan kembali menelpon Nana. Bingo, lagu Angel mengalun. Kris tersenyum penuh kemenangan.

“kau.. Kenapa kris?”tanya Nana heran melihat Kris. Kris memegang kepala nana, menepuk kepalanya

“Tidur sana” katanya lalu beranjak pergi. Dibenaknya, sudah tergambar apa saja yang akan dia berikan ke Nana besok. Dirinya tersenyum bahagia.

Selama 2 jam lebih dia mencari segala yang Nana sukai. Manga Nana, yang menurut Kris karya yang tidak jelas. Kris kurang menyukai Manga atau Anime, baginya itu hanya untuk hiburan anak-anak.

Jam 00.00 tanggal 7 Juli. Ulang tahun Nana, Kris menebak Nana sudah tertidur pulas. Jadi dia mengirim email ke Handphone Nana

To : Nana, Nae Yeoja

Happy Birthday, My Dearest Nana

Kris menutup matanya dalam hati yang berbunga-bunga.

“Kurasa aku memang jatuh cinta pada Nana”

#NANA POV#

Alarmku berdering nyaring, sontak membuatku terbangun.Rasanya tidurku nyenyak sekali, dan bermimpi indah. I am so happy seeing Kris being like that to me, batinku.

Pip pip pip

Handphoneku berbunyi.Ternyata sms penuh, langsung aku hapus kotak masuk.Begitu selesai, sms dari Se Hun.

‘Happy Birthday Nana-chan’

Tak lama berselang, Se Hun menelpon

“Iya?”

“Happy Birthday, Nana”kata se Hun riang

“Hahaha, makasih banyak. Kau yang mengucapkannya pertama, lho”

“Oh iya?How about Kris?”

Kris, apa dia mengingat hari ini ulang tahunku, ya?

“Entahlah”

“Berarti aku spesial. Yeah”

“Aku iyakan saja. Haha”

“Aku minta traktiran, Nana.”

“Seharusnya aku yang minta kado padamu, Sehun”

“Sudah ada kok.Traktir aku dengan Onew hyung ya.Sekalian Amber juga.Oke?”

“Baiklah, baiklah.Terima kasih, ya?”

“Sama-sama”

Klik.Telepon ditutup.Hari ini aku berulang tahun ke 21.Aku bersyukur, namun ada yang mengganjal.Kris tidak mengingat ulang tahunku, dan itu membuat dadaku sesak.Sebenarnya aku sangat mengharapkan Kris yang mengucapkannya pertama kali, namun aku tidak ingin terlalu berharap, mengingat dia jarang memberikan selamat ulang tahun kepadaku.  Anniversary pernikahan kami saja dia tidak ingat.

“Seandainya Se Hun itu Kris…Eh, aku ini berpikir apa?”kataku memukul kepalaku sendiri. Bodohnya diriku berpikir seperti itu.

***

Aku akan memasak bekal spesial untuk Kris, biarkanlah dia tidak mengingat. Asalkan aku bisa melihat senyumnya saja, aku sudah merasa senang.Aku beranjak keluar dari kamar, udara dingin pagi menyergapku. Segar. Aku melihat ke kamar Kris, berniat membangunkannya, aku melangkahkan kakiku ke depan pintu kamarnya. Keberanian penuh aku mengetuk pintu kamarnya.Satu kali, dua kali, tiga kali.Dia tidak menggubris.Apa Kris masih terlelap.

Aku mencoba membuka pintunya. Tidak terkunci..Dia tidak ada di kamar.Tempat tidurnya rapi. Kucoba ke kamar mandinya, sama, nihil. Kepanikan pun menyergapku.Tidak, mungkin saja dia ada pekerjaaan atau sesuatu hal yang penting. Sudahlah, Nana, jangan khawatir.

***

Cuacanya indah.Aku melihat kelangit, tersenyum lebar.Menganggap ini adalah kado dari Tuhan untukku, juga kado Kris.

Aku menaiki bus ke tempatku bekerja.Duduk di tempat yang kosong, lalu mengambil iPod shuffle-ku dan memasang headsetnya ke telinga.Aku ingin mengusir semua pikiran negatifku tentang Kris, mendengarkan musik pilihan yang tepat menurutku.Dengan indahnya, lagu dari penyanyi favoritku, K.Will dengan judul laguMy Heart Is Beating mengalun indah.

***

“Aduh, merah kan tidak cocok dengan biru. Hijau juga sama Merah. Menyala sekali…..Ahhh!!”seru ku menyandarkan badan ke kursi. Kali ini, klien ku ingin desain interior yang minimalis tapi penuh warna, dimana mana minimalis itu warna lembut, bukan penuh warna.Kesal, aku merogoh tasku, menemukan air putih dan menegakknya. Segar, dan pikiranku kembali segar setelah meminum air putih.

“Bagaimana kalau warna pastel? Ah, aku pintar. Hihi”

Akhirnya aku mendapatkan warna yang pas. Sambil tersenyum lebar, aku mulai merancang dan memilih bahan-bahan yang akan digunakan.

Ketika aku sedang tenggelam ke komputerku, tiba-tiba ada suara yang menyanyikan lagu, setelah kudengar semakin dekat, lagu ulang tahun.Aku menoleh, ternyata Amber dan Onew memberiku kejutan.Ditangan Onew ada kue orange chocolate cake dengan sugar-icing yang dihias seperti diriku yang sedang mengadah ke atas langit.Imut sekali.

“Happy birthday, Nana”ucap Onew menyerahkan Kuenya padaku, Amber  tersenyum dan meletakkan kado dari teman kerjaku di meja. Astaga, kuenya imut sekali.Aku tidak mau memakannya, terlalu cantik untuk dimakan.Aku melihat ke arah meja kerjaku, banyak sekali kado.

“Terimakasih, teman-teman”ujarku menunduk, sedikit ingin menangis. Amber memelukku dari samping

“Mari kita abadikan kuenya”

“Ya”kataku setuju dan kami semua berfoto dengan aku yang ditengah sambil memegang kue imut ini.

“Jung Na Eun”panggil seseorang.Setelah berfoto, aku berbalik.

“Jong Hyun?” ternyata Jong Hyun, teman Kris. Tumben dia mengunjungiku ke sini, ada apa?

“kenapa?”tanyaku, meletakkan kuenya di meja, dan berjalan ke arah Jong Hyun

“Ikut aku, Pulang”katanya, mengambil tasku dan menarikku., Aku melawan

“Kenapa kau menyuruhku pulang?Aku baru saja sampai di sini”sergahku.

“Sudah, Ikut denganku”katanya sedikit membentak.

“Ikut saja, Nana. Biar aku bereskan kado dan kuenya”ujar Amber . Terpaksa aku harus ikut Jong Hyun

***

“Kau sudah membawa pakaian yang pantas untuk dibawa?”tanya Jong Hyun didalam mobilnya. Aku mengangguk

“Sudah semua.Sekarang jelaskan, kau mau membawaku kemana?”

“ke Tokyo. Kris sudah menunggumu di sana. Ini tiketnya”

“EEH???? TOKYO???”

#Author POV#

Kris melirik kesal jam tangannya. Hampir 2 jam dia menunggu di bandara internasional di Tokyo.Sekali lagi, dia melihat jadwal penerbangan.Seharusnya, jam segini Nana sudah ada di Tokyo.Tapi, faktanya batang hidung Nana saja belum terlihat.Kris hampir pulang ke hotel, kalu saja dia tidak melihat sosok gadis yang kebingungan yang baru tiba. Gadis dengan hoodies biru langit dan terusan rok sambil menenteng koper juga tas ranselnya, terlihat bingung.

Sirat senyum terbentuk di wajah Kris, tatkala melihat gadis yang kebingungan itu adalah Nana.Langsung saja, dia berjalan ke Nana, dan menariknya.

“Eh, apa-apan kau? Eh, siapa kau?Hey lepaskan aku, hey, HEY”ujar Nana melawan.

“Ini aku.Kris”jawab Kris. Wajah Nana malah semakin tak karuan

“Kau ini, kenapa menyuruhku ke Tokyo, sih, aku kan sedang bekerja, Kris”omel Nana.Baru kali ini Kris mendengar Nana mengomel.

“Ikut saja, cerewet”kata Kris mengajak Nana masuk ke dalam taxi.

“Tokyo Disneyland”ujar Kris dalam bahasa Inggris.Supir taxi itu mengangguk.

“apa? Disney Land?Kau mau apa kesana, Kris?”tanya Nana. Kris tidak menjawab, malah memandang Nana serius.

“Selamat Ulang Tahun, Nana”ujar Kris tersenyum lebar. Nana tercengang, dan kemudian dia menangis.
“Loh, kenapa kau menangis, Hey, Nana, Nana?”

“Tidak.Aku menangis karena terharu akhirnya kau mengucapkan kalimat yang ingin kudengar”jelas Nana, sambil terisak menghapus air matanya.

“Bukannya aku sudah mengucapkan selamat ulang tahun padamu?”
“Oh ya? Kapan?”ujar Nana bingung.

“Tadi subuh, jam 00.00, kau tidak membacanya?”kesal Kris, memalingkan wajahnya ke jendela. Nana memeriksa handphonenya,

“Tidak ada.Yang mengucapkan pertama kali itu Se Hun-kun”jawab Nana. Kris semakin kesal, mengambil handphone Nana,

“Kalau begitu, baca kotak keluarku, ini” kata Kris melempar handphonye ke Nana. Nana melakukan apa yang Kris minta.

“Ini, Ya?”

“Iya”ketus Kris.Nana tersenyum, lalu tertawa, dan terisak menangis.

“terima Kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih”ujar Nana mengucapkan terima aksih berulang-ulang kali. Kris yang mengalihkan pandangannya, tersenyum sambil memandang langit.

***

“Omonaaaa…………DISNEY LAND”teriak Nana, lalu berlari seperti anak kecil, menghampiri badut Winnie The Pooh. Lalu mengambil gambar dengan badut itu.

“Badut, apa boleh aku berfoto dengan mu bersama suamiku?”tanya Nana. Dalam bahasa jepang.Lalu dia mengobrol dengan badut tersebut.Kris melihatnya dari jauh, ternyatan Bahasa Jepangnya lancar dan fasih.

Nana datang bersama badut tersebut,

“Kris, ayo berfoto dengan winnie. Mau, yah?”ujat Nana memelas. Kris mengangguk pelan.

“Winnie, Dia Mau. Kau juga mau?Kumohon, ini ulang tahun ku. Yah, Winnie?”ujar Nana. Badut tersebut mengangguk.Nana meminta salah satu pengunjung memfoto mereka bertiga. Nana dan Kris memeluk Winnie, sementara Winnie memasang gaya lucunya.

“Waaaah, bagus.Terima Kasih, Winnie”ujar Nana mencium Winnie the Pooh.Winnie tersebut bergaya lucu, dan high-five dengan Nana.Lalu, badut itu meninggalkan Nana.

“seenaknya mencium badut”ujar Kris kesal.

“Kau juga mau ?Aku tidak Mau, ahah”canda Nana.Kris menarik Nana, sampai wajah mereka sangat, sangat dekat.Nana kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Wajah Kris semakin dekat, dekat dan….

“Tanjoubi Omedetto Gozaimassu, Nana-chan”seru beberapa orang di belakang Nana.Ternyata teman – teman Winnie yang tadi.Ada Micky dan Minnie, Donald Duck dan Desy beserta keponakannya, Guffy, dan tokoh favorit Nana, Tiger.

“Wuah, Arigato, Arigatou Minna. Arigato.Bisa ambil Foto??”tanya Nana. Semuanya mengatakan Iya. Nana pun menarik Kris, dan membisikkan sesuatu

“Ini kado terindah, terima kasih”ujarnya memandang Kris.

***

 “Ah, Senangnya.Kris, terima kasih banyak untuk kadonya.Sangat indah”ujar Nana senang.Kris tersenyum tipis, sambil masuk ke hotel Nagato.Nana berjalan mengikuti Kris. Mereka berdua naik lift, lalu ke kamar mereka.

“Eh, kamarku dimana?”tanya polos Nana

“Bicara apa kau, aku menyewa satu kamar saja”jawab Kris meninggalkan Nana.

Nana tiba-tiba menghentikan langkahnya.Wajahnya bersemu merah, sangat merah seperti kepiting rebus.

“Nana, kenapa?”
“Apa kau yakin, aku kan terbiasa tidur sendiri….er”

“kenapa? Kau kan istriku. I-S-T-R-I-K-U.Wajar lah kalau sekamar”kata Kris sedikit menggoda Nana yang wajahnya sangat merah.

“Aku… Ingin pesan kasur extra.Boleh?”

“Kenapa sih, tidak mau seranjang denganku?” kata Kris menekan kata seranjang, sukses membuat Nana menjadi kepiting rebus.

“Kumohon”

Kris terdiam sesaat.

“Baiklah”

***

Kris mengerjapkan matanya, dia tidur disamping Nana.Tadinya dikasur extra, namun Kris mengendap-endap tidur disamping Nana.Semalaman tidur dengan memeluk Nana, tanpa Nana sadari.Kris sadari, wajah Nana jika tertidur terasa damai dan menggemaskan, juga wangi bayi bercampur bunga sakura.

Kris masuk ke kamar mandi, lalu mandi.Mengguyur badannya, membersihkan badannya karena kemarin dia tidak sempat mandi.Kecapekan. Setelah mandi, dia keluar dari kamar mandi dan melihat Nana bangun , mengambil handuk lalu menuju ke kamar mandi.

“Pagi, nana”

“Pagi Kris” ujar Nana setengah sadar, namun, langkahnya terhenti.Dia berbalik, matanya melotot melihat Kris yang hanya memakai handuk melilit.Nana tidak berkata-kata, hanya saja wajahnya bersemu merah, terlihat gugup sekaligus kikuk.Kris menatapnya heran.

“Tidak apa apa”Kata Nana lalu masuk ke kamar mandi.

***

“Kita akan ke Ibu, kan??”kata Nana sesaat setelah mereka naik bus.

“iya”jawab Kris datar.

“Sudah lama aku tidak kesana”Nana terlihat sangat antusias.Mata besarnya berbinar, Kris tersenyum melihat Nana sesenang ini.

“Iya, kita akan bertemu ibumu.Kau merindukannya, bukan?”celetuk Kris melihat ekspresi wajah Nana. Nana mengangguk semangat.

Setelah sampai di stasiun kereta, mereka berdua membeli tiket kereta api menuju Hokaido. Mereka memesan yang keretanya shinkansen lalu naik.

Nana menjatuhkan dirinya dikursi kereta, capek sekali kelihatannya. Mereka berangkat sangat subuh, jam baru menunjukkan 5.15 saat itu.Kereta pun masih sangat sepi.  Hanya 5 orang saja yang terlihat di kereta tersebut.Kris duduk disamping Nana.

“Aku sudah tidak sabar menemui ibu dan Na Mi. Mereka pasti senang melihatmu, Kris”kata Nana dengan kilatan mata yang berseri-seri.Kris mengangguk pelan setuju.

Kereta pun mulai berjalan.Inilah canggihnya negara Jepang. Kereta ini sama sekali tidak terasa getarannya. Seperti tidak terjadi apa-apa, dan sangat nyaman.Di jendela rumah-rumah berlalu begitu cepat.Nana memandang jendela.

“Nana?”panggil Kris yang menoleh ke arah Nana. Nana mengalihkan perhatiannya, lalu menatap Kris.“Iya?”

“Siapa tipe lelaki idealmu?”tanya Kris langsung. Nana terlihat kaget diberi pertanyaan itu, lalu terlihat berpikir sesaat

“Aku suka dengan laki-laki yang sederhana saja, tidak pilih pilih”

“Seperti?”Kris meminta untuk memberikan contoh.

“Baekki-chan, teman kecilku”ujar Nana.Kris merasakan hatiknya kecewa.Nana pun kembali memerhatikan jendela.

Kris merasa dirinya tidak pantas bersanding dengan Nana.Perasaan bersalah itu kembali menyerangnya.Sial, umpatnya.

“Jadi dia First lovemu?”tanya Kris lagi.

“Tidak.First loveku adalah anak lelaki cengeng yang tidak kuketahui namanya”jawab Nana menerawang.“Aku berbagi liontin bandul bunga ke dia. Entah sekarang dia masih cengeng atau tidak.Kadang aku ingin bertemunya”sambung nana lagi.

“Kau tidak tahu dimana dia sekarang?”Nana menggeleng.

“Dia cengeng, namun pemberani.Haha”tawa renyah Nana sontak membuat Kris tercengang.Tawa itu… iya, tawa itu, terasa begitu akrab dengan dirinya. Tawa seseorang…. Yang Kris nanti bertahun tahun lamanya.

“Aku ingin melihatnya lagi” kata Nana menerawang.

***

Nana dan Kris terduduk menikmati secangkir teh hangat dan ramen di kedai di Hokaido. Mereka telah sampai di kotaHokaido, kini mereka ada di pinggiran kota Hokaido. Harus Kris akui, selera Nana dalam makanan sangatlah bagus.Ramen ini saja enak sekali.

Kris mengalihkan mata ke Nana yang sedang menikmati ramen seafood nya dengan penuh kenikmatan.Sesekali dia menyendokkan kuahnya, lalu menyumpit ramennya lagi.Sepertinya Nana sangat merindukan ramen ini.Katanya, warung ramen ini adalah langganannya sewaktui tinggal di Hokaido, sebelum pindah untuk SMA di Tokyo.Pemiliknya saja masih mengingat Nana, dan memberikan teh hijau gratis untuk mereka disertai dango dan mochi.

Setelah selesai menghabiskan ramen sampai tandas, Nana menikmati dango dan mochi.Sesekali ngobrol dengan bahasa jepang yang sangat fasih kepada pemilik kedai itu, serasa mereka adalah keluarga yang baru bertemu. Kris hanya bisa melihat mereka, tanpa bisa mengetahui apa yang mereka katakan karena Kris tidak bisa berbahasa jepang.

Tiba-tiba, segerombolan kamera dengan blitsnya, juga suara-suara datang menyita perhatian Kris.Apa dia menjadi objeknya? Namun Kris merasa tidak, karena dirinya tidak terlalu menjadi bahan pembicaraan awak media.Kris melihat lebih dekat dari kedai, nampak seorang lelaki yang memakai topi dan masker, juga hodies hitam menghindar, lalu bersembunyi ke kedai tempat mereka makan.

“Haa”laki-laki itu melepaskan kacamata dan maskernya, dan betapa kagetnya Kris melihat siapa dia. Byun Baek Hyun, penyanyi terkenal di Korea yang juga debut di jepang. Kris beranjak berdiri, lalu menyapa Baek Hyun yang terlihat lelah

“Baek Hyunsshi?”panggil Kris.

“A Yo Li”sapa Baek Hyun ramah.

“Nampaknya kau masih saja menjadi bahan pembicaraan awak media, ya?”

“Padahal aku niat untuk pulang kampung ke sini”

Tampaknya, Nana mendengar percakapan mereka, Nana pun menoleh ke belakang, dan terlihat melongo melihat Baek Hyun.Baek Hyun pun terlihat lebih kaget melihat Nana.

“Baekki-chan….”kata Nana sambil berdiri. Baek Hyun jalan kearah Nana

“Nana-chan”kata Baek Hyun, menyentuh wajah Nana, seperti meraba dan memastikan.Dan Nana memeluk Baek Hyun erat, memekik senang.Baek Hyun membalas pelukan Nana erat.Mereka ini kenapa, pikir Kris.

“Mereka teman sejak kecil, nak”kata bapak tua penjaga toko dengan bahasa inggris patah patah melihat Kris tercengang dengan Baekhyun Nana.Kris mengangguk.

#NANAPOV#

Baek Hyun!!!! Baekki-chan!!!! Aku sudah lama tidak melihatnya.Astaga sekarang dia sangat tampan.Aku melepas pelukanku, menatap wajahnya lekat.

“Oshasiburi, Baekki-chan”kataku menatapnya.Aku sungguh merindukan sahabat kecilku ini.

“Aku juga.Kau semakin cantik, Nana-chan”Baek Hyun tersenyum mengacak rambutku berantakan.Aku tersenyum kecil sementara dia terkekeh puas mengerjaiku.

“Aku dengar kau memang menjadi penyanyi, tapi aku tidak pernah mendengar apapun darimu.Tanpa ada kabar untukku, ya”kataku menunju pundak Baek Hyun pelan.Dia terkekeh lagi.

“Maafkan aku.Eh, Nana-chan, kau kenal dengan K-Li ini?”tunjuk Baek Hyun ke Kris.  Kris tersenyum

“Aku suaminya, Baekki-chan”celetuk Kris.

“Lha?Kenapa aku tidak tahu kalau Nana-chan telah menikah. Selamat,ya, tapi K-Li, yang boleh memanggilku Baekki-chan itu hanya Nana-chan”lirik Baek Hyun tajam. Kris hanya menanggapinya dengan kerlingan mata.

“Nana-chan dan K-Li, kalian harus ke rumahku dulu.Ibuku pasti merindukanmu, Nana-chan.”kata Baek Hyun. Aku jelas saja mengangguk antusias, melihat Kris nampaknya mengiyakan saja.Rumah Baek Hyun juga tidak terlalu jauh dari rumahku, jadi baik-baik saja. Hanya berbeda 8 blok dari rumahku.

Setelah membayar ramen, aku Kris dan baekki-cahn bersiap untuk pergi

“Tapi, nampaknya kau harus mengatasi yang diluar sana, Baekki-chan” kataku mendelik.Baek Hyun hanya mengangguk pasrah.

***

Amber menunggu Onew di sebuah kafe klasik.

“Amber, maaf terlambat.Aku tadi ada sedikit urusan”sapa Onew.

“Iya, tidak apa-apa”jawab Amber singkat, mempersilahkan Onew duduk.Setelah memesan kopi Vietnam untuk Onew dan Arabic Coffe untuk Amber, mereka memulai pembicaraan mereka.

“Onew, sepertinya Kris tidak menyukai Nana”kata Amber, memulai percakapan.

“Hah? Darimana kau tahu, Amber?”tanya Onew kaget mendengar apa yang Amber katakan.

“Aku pernah mendengar dari mulutnya sendiri, saat Jong Hyun dan Min Ho  serta Se Hun bersama Kris di tempat karaoke. Aku juga sangat kaget, tapi kalau….”

“Tidak mungkin.Mungkin memang Kris terlihat sedikit galak, tapi masa sampai setega itu?”
“I Promise, Onew.Aku jujur. Aku dengar, Kris , Jong Hyun dan Min Ho  bertaruh, belum jelas juga bertaruh apa. Sepertinya, Se Hun tidak terlibat, dia selalu membela Nana.”

“Kau………bena-benar melihatnya?”
“Aku bersumpah! Aku mendengar dan melihatnya sendiri. Bahkan Kris mencium gadis lain, panas sekali lagi. Itu salah satu bukti”terang Amber.

Wajah Onew seakan menunjukkan bahwa dia tidak mempercayai apa yang dikatakan Amber barusan. Amber menceritakan segalanya yang dia lihat dan dengar di tempat karaoke tersebut.Wajah Onew memerah karena marah pada Kris.Giginya gemertak sangking menahan amarahnya.Sahabat tercintanya, Nana, diperlakukan seperti ini oleh Kris. Inilah alasan Nana selalu murung,

“Nana mengetahui ini?”tanya Onew. Amber menggeleng

“Entahlah. Kurasa tidak, dan aku yakin”

Onew menghela napas, rasanya tangannya ingin meninju wajah Kris.Bangsat, dia memperlakukan Nana seperti ini, sudah dari dulu dia meragukan keputusan Nana.Namun, dengan yakinnya Nana meyakinkan Onew.Onew merasa tugasnya sebagai seorang sahabat dan kakak bagi Nana gagal.

“Aku masih sulit percaya”ujar Onew menggeleng kepalanya, tertunduk frustasi

“Percayalah, Onew”tukas Amber

“Aku rasa amanat Nami gagal kulaksanakan, Amber”tunduk Onew dalam.

“Tidak ada gunanya menyesal, Onew”

“Aku harus memberitahu Nana, sekarang”Onew beranjak berdiri. Amber terbelak kaget, menarik Onew turun

“Kau gila!Apa kau tega membiarkan Nana sakit hati?”

“TAPI SEKARANG DIA SEDANG DIPERMAINKAN!DIA TIDAK PANTAS UNTUK ORANG BANGSAT ITU!” teriak Onew.

“DENGAN SIKAPMU SEPERTI INI, NANA JUSTRU SEMAKIN SAKIT HATI, BODOH”Amber membalasnya sengit

“LALU KAU AKAN MEMBIARKAN NANA DIPERLAKUKAN SEMACAM INI TERUS MENERUS, OLEH KRIS BANGSAT ITU?”

“BERTINDAKLAH SEDIKIT DAN PIKIRKANLAH NANA, JUNG NA EUN !”

“SUDAH CUKUP, AMBER! KRIS LI SUDAH SANGAT KETERLALUAN. AKU MENYAYANGI JUNG NA EUN. DIA ADIKKU.”

Mereka saling berteriak, lalu salah seorang pelayan menegur mereka.Mereka sadar, ini bukan di tempat sepi.Ini kafe, mereka pun membungkuk lalu kembali duduk tenang.Namun, Onew masih diliputi emosi yang besar.

“Sebaiknya hanya kita saja yang tahu ini.Jangan sampai Nana tahu.Kumohon padamu agar menjaganya.”

“Itu maumu?”

“Demi Nana bodoh”

“Baiklah”

Keduanya pun sibuk memikirkan hal tadi.

-oOo-

TO BE CONTINUED

Iklan

5 pemikiran pada “Please, Stop The Time (CHAPTER 4A)

  1. Ini ff favorite saya loh thor. Aku tunggu next chap ya thor ^^ aku suka banget sama penggunaan kata di ff ini, keren. Gak berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s