Sweet Enemy (Chapter 1)

“Sweet Enemy”

Author             :   Han Sung Young

Main cast        :

·         Oh Rin Chan (OC)

·         Kai (EXO-K)

·         Lee Taemin (SHINee)

Other Cast       :

·         Lee Jae Min (OC)

·         Oh Min Sung (OC)

·         Oh Sehun (EXO-K)

·         Park Chan Yeol (EXO-K)

Genre              :  Romance, Family, Friendship

Length             :  Chaptered

Rating              :   T

Annyeong~~~~~~~~~

Author adalah author baru(?)

mian cover nya abal-abal, banyak typo ‘-‘

oh, iya ini udah di post di Blog aku deadenisa16.wordpress.com

sudahlahhh….

HAPPY READING  ~~~~~~~~~~~~~

*********

Chapter 1

Sudah hampir 3 tahun Rin Chan bersekolah di Dongguk High School. Sudah setengah tahun juga  Rin Chan duduk di kelas 12-1. 2 tahun pertama bersekolah tak terlalu sulit bagi Rin Chan menjalaninya, ya walau pun terkadang ada kendala sedikit tapi itu terlalu karena si penganggu itu berlainan kelas dengan Rin Chan. Namun setelah 2 tahun itu berakhir dan kembali memulai tahun ajaran baru, hidup Rin Chan kembali menjadi tidak tenang. Karena sekarang si pengganggu itu berada di kelas yang sama dengan Rin Chan . mungkin 1 tahun ini akan menjadi pengalaman terburuk bagi Rin Chan karena hidupnya tak akan tenang pastinya.

Si pengganggu itu tak lain dan tak bukan adalah Kim Jong-In atau lebih sering di panggil Kai. Entah kenapa dia di panggil begitu Rin Chan sendiri juga tidak tahu. Malah sekarang Rin Chan juga lebih sering memanggilnya dengan sebutan itu ketimbang nama aslinya. Sejak dulu teman-teman di sekolah sering memanggil nya Kai, mungkin Kai terdengar lebih simple daripada Jong-In.

Okee, cukup pembahasan tentang nama, sekarang kita kembali pada topik semula dimana Rin Chan sangat tidak, tidak, tidak suka pada Kai. Sejak berada di playgroup sampai sekarang telah berada di High School pun Kai selalu mengganggu Rin Chan. Alasan sejak dulu Rin Chan dan Kai selalu berada satu sekolah yang sama  adalah masing-masing orang tua mereka beranggapan, jika pada saat di sekolah nanti di antara Kai dan Rin Chan tidak memiliki teman, maka mereka berdua bisa berteman dengan baik. Tapi itu semua berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Kai dan Rin Chan, bukannya berteman seperti yang di harapkan oleh kedua orang tua mereka, mereka malah bertengkar tak ada habis-habisnya. Rin Chan dan Kai telah bermusuhan sejak mereka masih kecil. Andai kan sifat jahilnya Kai tidak keterlaluan mungkin Rin Chan masih bisa menerima. Waktu kecil Rin Chan adalah gadis yang manis dan lembut namun semua itu berubah ketika Kai muncul.

FLASHBACK

@playgroup

Anak-anak berhamburan keluar dari kelas saat mendengar bel berbunyi pertanda bahwa mereka telah waktunya untuk istirahat. Anak-anak itu terlihat begitu ceria sambil menuju berbagai permainan yang telah mereka tunggu-tunggu sejak di dalam kelas tadi. Terlihat Kai berlari menuju teman-temannya yang sedang asyik bermain pelosotan. Sedangkan Rin Chan duduk di ayunan sambil membuka kotak bekalnya.

Belum beberapa menit kotak bekal itu terbuka, sebuah tangan kecil telah merampas kotak itu dari tangan Rin Chan.

“Kai. Itu kan bekal ku” kata Rin Chan dengan air mata yang sudah hampir jatuh.

“tapi sekarang sudah menjadi milikku” ujar Kai sambil memasukkan roti selai coklat itu ke dalam mulutnya.

“kau kan punya bekal sendiri”

“bekal ku sudah habis sejak tadi pagi” tutur Kai denagan selai roti yang berlepotan di sekitar bibirnya.

“siapa suruh kau memakannya lebih dulu. Cepat kembalikan kan bekal ku!!” pinta Rin Chan.

“baiklah. Ini” kata Kai sambil menyerahkan kotak bekal Rin Chan dan langsung berlari menuju teman-temannya.

Rin Chan yang mersa senang karena kotak bekalnya telah kembali, sekarang telah menangis dengan keras , karena ternyata Kai telah menghabiskan semua bekal miliknya tanpa tersisa. Bukan hanya itu ulah jahil Kai, di kelas ia kembali berbuat ulah dengan merebut pensil saat Rin Chan sedang menulis. Semua kejahilan Kai terus berlanjut ketika mereka telah masuk ke sekolah dasar. Semakin lama kejahilan Kai semakin menjadi-jadi, semua ulah Kai sudah tidak termaafkan oleh Rin Chan. Sejak saat itu Rin Chan berubah menjadi gadis yang galak tetapi hanya terhadap Kai dan terlebih lagi Rin Chan berubah menjadi gadis yang agak tomboy.

FLASHBACK OFF

Rin Chan tak akan pernah melupakan kejadian itu, dimana Kai telah membuatnya terus menangis. Setiap Rin Chan mengadu pada orang tuanya atas perlakuan Kai, orang tuanya hanya menganggap itu semua adalah hal yang biasa terjadi. Sampai-sampai Rin Chan tidak pernah lagi mengadu karena orang tuanya yang seperti itu. Ya, Rin Chan tahu kenapa orang tuanya bersikap begitu, itu semua karena orang tua rin Chan dan Kai beteman baik sejak mereka masih di sekolah. Saking dekatnya jarak rumah mereka pun berdekatan lebih tepatnya rumah mereka hanya berseberangan.

Berkali-kali Rin Chan meminta pindah rumah pada orang tuanya. Namun orang tuanya menolak dengan alsan sudah sangat nyaman dengan lingkungan sekitar.

“Rin Chan-a…” panggil Jae Min sambil duduk di sebelah Rin Chan.

“wae??” Tanya Rin Chan malas.

“aku punya kejutan untukmu”

“mwoya??”

“eumm…. Nanti saja ku beri tahu. Pokoknya malam ini kau harus datang ke rumahku”

“tidak ahh!! Aku sedang malas”

“kalo kau tidak datang, aku yakin kau akan menyesal seumur hidup”

“terserah kau”

“pokonya kau harus datang oke. Sudah dulu ya, Sehun oppa telah menunggu ku di luar. Bye Rin Chan” kata Jae Min sambil berlau meninggalkan Rin Chan.

Begitulah Jae Min, datang seenaknya pergi pun seenaknya. Tapi Jae min tidak akan meninggalkan  Rin Chan kalu saja Sehun tidak ada, ya perlu di ketahui juga bagaimana Jae Min sampai bisa menjalin hubungan dengan Sehun yang sebenarnya adalah sepupu Rin Chan sendiri. Rin Chan lah orang yang paling berjasa karena telah menjadi mak comblang di antara mereka.   Padahal saat ini Rin Chan sedang membutuhkan seorang teman sekaligus Rin Chan juga ingin menanyakan kabar kakaknya Jae Min yaitu Tae Min. entah mengapa tiba-tiba Rin Chan teringat pada Tae Min. Tae Min adalah malaikat dan juga pangeran bagi Rin Chan. Dulu saat Rin Chan sering menangis karena Kai, Tae Min lah orang yang akan membujuk Rin Chan agar berhenti menangis.betapa bahagianya Rin Chan jika mengingat masa-masa itu. Tapi 5 tahun yang lalu, taemin memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas yang ada di Amerika.

Walau pun Rin Chan mersa sedih karena akan berpisah dengan Tae Min, tapi mau bagaimana lagi. Tidak mungkin Rin Chan menahan Tae Min agar tidak pergi. Memangnya Rin Chan itu siapanya Tae Min pacarnya saja bukan.

Rin Chan mengambil minumannya yang sejak tadi masih utuh karena sama sekali belum di sentuh olehnya. Baru saja Rin Chan akan meminum minuman itu, tiba-tiba seseorang merampas minuman itu begitu saja dari tangan Rin Chan. Pelakunya, siapa lagi kalo bukan musuh bebuyutan Rin Chan –Kai–.

“hehe, gomawo untuk minumannya” kata Kai sambil membwa minuman itu pergi.

Untuk hari ini Rin Chan malas meladeni tingkah Kai, fikirannya masih terfokus pada Tae Min yang nun jauh di Amerika.

@ @ @ @ @

Sepulang dari sekolah Rin Chan tak langsung pulang, tetapi ia memutuskan untuk ke rumah kakak perempuannya – Oh Min Sung –  yang tak jauh dari sekolahnya. Rin Chan juga sudah lama tidak bertemu dengan Min Chan keponakannya yang baru berusia 2 tahun.

Rin chan mengetuk pintu rumah kakaknya namun tak ada jawaban dari dalam. Rin Chan masuk begitu saja karena pintu rumah yang tidak dikunci. Terlihat lah Min Chan keponakannya yang sedang sendiri di temani mainannya.

“Min Chan-a. kenapa bermain sendiri mana eommamu??” Tanya Rin Chan yang hanya direspon celotehan tak jelas oleh Min Chan.

Tak berapa lama kemudian, muncullah Min Sung dari arah dapur. Kelihatannya Min Sung sangat sibuk,  terlihat dari pakaiannya yang berantakan serta raut wajahnya yang sepertinya kelelahan

“Rin Chan-a. sejak kapan kau ada disini??” Tanya Min Sung

“belum lama. Eonni sedang sibuk ya??”

“ya begitulah. Semenjak ada Min Chan kesibukkan ku sebagai ibu rumah tangga semakin bertambah. Tapi jika melihat Min Chan lelah ku hilang” jelas Min Sung.

Rin Chan hanya tersenyum mendengar pernyataan eonni satu-satunya itu. Menurut Rin Chan eonni nya itu termasuk yeoja yang beruntung karena mendapat suami yang baik dan pengertian seperti Park Chan Yeol ditambah lagi sekarang mereka telah dianugrahi seorang putri yang lucu dan menggemaskan seperti Min Chan yang semakin menambah kebahagiaan eonninya itu. Rin Chan jadi berkeinginan untuk memiliki kelurga seperti eonni nya.

“yeobo!! Aku pulang” teriak seseorang dari ruang tamu. Siapa lagi kalau bukan chan yeol suami Min Sung sekaligus kakak ipar Rin Chan.

Mendengar sang suami datang Min Sung pun segera berjalan ke sumber suara, di ambilnya tas kantor yang dipegang oleh Chan yeol. Dengan mesra Chan Yeol pun mendaratkan ciumannya pada bibir sang istri. tentu saja tanpa mengetahui kehadiran Rin Chan yang sedang menemani anaknya Min Chan.

“haishhh!! Kau ini. Kenapa tiba-tiba mencium ku??” Tanya Min Sung  sambil menepuk lengan Chan Yeol.

“wae?? Kau kan istri ku wajar kan kalau aku begitu”

“iya. Tapi aku tidak enak pada Rin Chan” jelas Min Sung.

“hahh?? Rin Chan ada di sini? Mana??”

“kau ini, percuma kau punya mata sebesar itu” celetuk Min Sung.

Chan Yeol pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumahnya, dan terlihatlah sosok Rin Chan yang sedang duduk sambil tersenyum padanya. Chan Yeol pun tersenyum pada Rin Chan, didekatinya Rin Chan yang sedang sibuk menemani Min Chan bermain.

“Min Chan-a. appa sangat merindukanmu” kata Chan Yeol sambil membelai rambut Min Chan. Min Chan hanya menanggapi Chan Yeol dengan celotehan-celotehan tak jelasnya. Mendengar putrinya merespon omongannya Chan Yeol hanya terkekeh.

“Rin Chan-a. kau habis pulang sekolah??” Tanya Chan Yeol.

“ne oppa. Aku langsung kesini karena aku sangat rindu pada Min Chan”

“eummm…. Kau sudah makan siang??”

“sudah tadi di sekolah”

“ohh…. Kalu begitu oppa ke kamar dulu. Kau mainlah dengan Min Chan”  kata Chan Yeol seraya pergi meninggalkan Rin Chan dan Min Chan.

Di saat Rin Chan sedang asyiknya bermain bersama Min Chan, ponsel Rin Chan pun berdering. Segera Rin Chan mengambil ponsel yang berada dalam sakunya.

“ne eomma….” Sapa Rin Chan.

“yakk!! Rin Chan-a…. sedang ada dimana kau sekarang??” teriak Ny. Oh dari dalam telpon yang otomatis membuat  Rin Chan harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“aku sedang di rumah eonni”

“di rumah eonni mu?? Apa yang kau lakukan di sana??”

“Cuma bermain bersama Min Chan”

“kau harus segera pulang Rin Chan…..!!” suruh Ny. Oh pada putri bungsunya itu.

“ani. Aku masih ingin disini”

“Rin Chan-a. kau harus segera pulang. Berikan telponnya pada eonni mu” mendengar permintaan eommanya Rin Chan membeberkan telponnya pada Min Sung yang sedang berdiri di hadapannya.

“ne eomma….. ohh ne… makan malam??…. iya sebentar lagi kami akan kesana” Min Sung pun mengakhiri panggilannya dan menyerahkan ponsel milik Rin Chan.

“apa kata eomma??” Tanya Rin Chan

“eomma bilang kau harus segera pulang”

“yahhh…. Eonni aku masih ingin disini. Aku masih ingin bersama Min Chan” rengek Rin Chan.

“kau masih bisa bermain bersama Min Chan, saengi. Kami juga akan ikut pulang bersama mu”

“jinjja?? Bagus kalau begitu”

@Oh’s family house

“eomma…..!! kenapa aku harus memakai pakaian ini. Aku tidak mau” seru Rin Chan pada wanita paru baya yang sedang berada di hadapannya.

“memangnya kenapa Rin Chan sayang? Kau cantik koq memakai itu” kata Ny. Oh berusaha membujuk Rin Chan. Ny. Oh tahu kalau putri bungsunya ini paling tidak suka yang namanya memakai dress. Menurut Rin Chan memakai dress hanya membuatnya tak bisa bergerak dengan leluasa. Dan kata Rin Chan badannya akan terasa gatal jika harus memakai dress.

Saat ini Rin Chan sedang dipakaikan riasan wajah oleh Ny. Oh, tentu saja Rin Chan memberontak, ia menolak habis-habisan. Namun usaha Rin Chan sia-sia, ternyata Min Sung juga tak tinggal diam. Ia membantu Ny. Oh dalam mendandani Rin Chan, alhasil Rin Chan hanya duduk  pasrah di depan meja riasnya. Okee, make up telah selesai sekarang tinggal memakai kan high heels pada kaki Rin Chan, tentu saja Rin Chan kembali menolak tapi karena Ny. Oh dan Min Sung yang terus memaksa pada akhirnya mau tidak mau Rin Chan kembali menuruti mereka.

“eomma. Memangnya kita  mau kemana sampai aku harus berdandan seperti ini?” Tanya Rin Chan sambil berjalan menuju mobil yang telah terparkir di depan kediaman keluarga Oh.

“kita akan kerumah keluarga Lee” jawab Ny. Oh singkat.

Rin Chan jadi ingat perkataan Jae Min tadi siang, bukannya Jae Min juga menyuruh agar Rin Chan kerumahnya malam ini. Kenapa bisa kebetulan sama begini pikir Rin Chan.

“eomma. Aku ikut mobil eonni saja,ya?” teriak Rin Chan saat berada di dekat mobil Min Sung dan Chan Yeol.

“ne. terserah kau saja” balas Ny. Oh dan segera masuk ke dalam mobilnya.

Rin Chan pov

@ Lee’s family house

Aku telah sampai di kediaman keluarga Lee dan kedatangan kami di sambut oleh keluarga Lee dengan ramah. Terlihat juga Jae Min di antara Lee ahjussi dan Lee ahjumma. Keluarga ku dan keluarga Lee telah menjalin hubungan yang dekat sejak dulu, bisa dibilang kami sudah seperti satu keluarga. Lee ahjussi mengajak kami masuk ke dalam, dia membawa kami ke meja makan yang telah tersedia berbagai hidangan yang telah tersusun rapi. Aku duduk di sebelah Min Sung eonni, tentu saja karena aku tak ingin jauh-jauh dari Min Chan ckck. Sebenarnya aku kurang nyaman dengan pakaian yang sekarang ini ku pakai dan badan ku mulai terasa gatal-gatal. Huuuh…. Sepertinya aku harus menahan rasa gatal ini untuk beberapa lama, tidak mungkin kan aku garuk-garuk di saat seperti ini. Aku melirik Jae Min yang tepat berada di hadapan ku, terlihat dia sedang tersenyum tak jelas pada ku, aku mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres dengan pertemuan keluarga Lee malam ini.

Haaahh….!! Daripada aku memikirkan hal yang tak jelas begitu, lebih baik aku sedikit bergurau dengan Min Chan. Min Chan benar-benar menggemaskan sampai-sampai aku tergoda untuk mencubit pipinya yang chubby itu, namun belum sempat aku menyentuh pipi chubby Min Chan tangan ku sudah terlebih dahulu ditepis oleh Min Sung eonni. Chan Yeol oppa yang melihat kejadian itu hanya terkekeh kecil di samping Min Sung eonni.

“Tae Min-a. cepat kemari!!” ucapan Lee ahjumma sukses membuat ku menghentikan aktivitas bermain ku bersama Min Chan dan betapa terkejutnya aku ketika melihat seorang namja yang mengenakan blazer putih sedang menuruni tangga.

OMO!! Ya tuhan. Aku sedang tidak mimpikan? Apa yang ku lihat sekarang ini benar-benar dia?

TBC ““`

RCL yaa ?

DON’T BE SILENT READERS J

54 pemikiran pada “Sweet Enemy (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s