Terrified (Chapter 1)

Tittle : TERRIFIED

Author : cornelia v (@baekhyunchik)

Genre : Romance

Length : Chaptered (on going)

Main Cast:
– Park Chanyeol
– Kim Liya (You)
– Wu Fan
– Kim Jong In

Other Cast:
– some other EXO members

 

 

DISCLAIMER: I DO NOT OWN THE EXO MEMBERS. I’m just an EXO Fans who love them so much. This FF BELONGS TO ME – PURE MADE BY ME. And was originally written on English. So,  A BIG NO for plagiarism (plagiat). Have been published on http://www.wattpad.com/cornelcornel

 

 

N/B: My first FF ever. It is not perfect, but i hope you guys can enjoy it. Comments are really welcome, whether compliment or even critic. 🙂 (thanks a lot to whoever admin that post this FF)

 

 

 

Bagaimana jika kalian bertemu dengan teman lama? bukankah terdengar menarik?

Tapi akan menjadi sebuah bencana untuk Park Chanyeol dan Kim Liya.

Park Chanyeol dan Kim Liya berteman ketika mereka berada di sekolah dasar. Orangtua mereka dekat satu sama lain, bahkan mereka telah membuat perjanji untuk menikahkan Park Chanyeol dengan Kim Liya ketika mereka sudah dewasa.Terrified (Cover)

 

Satu hal yang mereka tidak pernah ketahui ..

Park Chanyeol dan Kim Liya tidaklah dekat dengan satu sama lain seperti apa yang mereka pikirkan ..

Mereka selalu berkelahi, terutama saat di sekolah lama mereka.

 

 

 

Dan bagaimana jika hari itu datang?

hari kalian menemukan diri kalian sendiri berada dalam ketakutan ..

takut karena kalian telah menyadari bahwa kalian telah jatuh cinta, bahkan mungkin sejak dari awal ..

takut untuk mengungkapkannya ..

takut bahwa cinta kalian mungkin tidak terbayar ..

takut bahwa mungkin saja ini hanya cinta yang tidak akan terbalas untuk kalian.

 

 

“I noticed my heart, but I act like I don’t. I’m terrified, I think I’m the only one who will hurt, ‘cause I’m the only one who has a real feeling from the beginning.”

 

 

 

 

 

————————

 

 

 

 

 

-Kim Liya POV-

 

Hari ini, langit terlihat begitu cerah berbeda dari biasanya. Tapi tampaknya semua orang yang berada di sekitarku hari ini menunjukkan ekspresi yang berlawanan dari langit itu.

 

Terutama,

 

Diiriku sendiri.

 

 

 

Orang-orang yang mengenakan kostum hitam itu terus menunjukkan ekspresi perihatin mereka terhadapku dan juga ayahku. Beberapa dari mereka bahkan menangis berat.

 

‘Tetaplah kuat’, ‘Biarkanlah dia pergi’  hanyalah kata-kata yang mereka coba untuk katakan kepada kami.

 

 

 

 

 

Ya. Hari ini .. adalah hari pemakaman ibuku. Aku tidak percaya bahwa hari ini akan datang dengan nyata, seperti apa yang telah dokter katakan kepada kami sebelumnya ..

 

bahwa dia tidak akan bertahan lama lagi untuk hidup.

 

 

‘It’s okey eomma,” bisikku, tidak berarah. Aku tahu kau sudah berjuang keras akhir-akhir ini, sekarang saatnya kau untuk istirahat. Mungkin ini adalah cara terbaik yang Tuhan telah pilih untukmu daripada kau harus bertahan dalam komamu selama 6 bulan dari kanker otak.

 

“Jangan khawatir eomma,” ku lihat foto ibuku yang telah diletakkan di dekat kuburnya. “Aku tidak akan menangis …” I will not, as always.

 

“But eotteoke eomma? appa menangis begitu keras di sampingku saat ini .. bisakah tolong katakan padanya untuk berhenti? kekekekeke” aku mencoba bercanda sambil melihat ke ayahku. Meskipun aku tahu itu tidak berguna.

 

“Appa, apakah kau tidak  berpikir eomma akan merasa tidak tenang jika kau terus menangis seperti ini?” ku tepuk bahunya dengan lembut, mencoba menenangkannya. “Dia sudah beristirahat dalam damai appa. Kita harus bahagia.”

 

 

 

 

 

 

Aku melihatnya diam dalam sejenak. “Kau benar putriku…. Tidak seharusnya aku menangis..”

 

Aku memeluknya erat, se-erat mungkin yang ku bisa. Aku tahu, dan tentu saja aku mengerti. Dia adalah satu-satunya orang yang paling tersakiti daripada orang lain yang berada di sini. Pernahkah kalian bayangkan? atau bahkan bisakah kalian bayangkan itu? seseorang yang kalian cintai dan telah tinggal bersama selama hampir 24 tahun, harus meninggalkan kalian terlebih dulu dan mampu membuatmu merasa begitu … kesepian.

 

 

Aku memahamimu appa ..

 

 

 

 

 

 

 

Sedikit jauh dari makam ibu kami, aku melihat seorang wanita berdiri di sana. Mengamati kami dari kejauhan. Aku masih memeluk appaku.

 

 

 

 

Apa dia mengenal kami? apakah dia datang untuk ibu kami? tapi mengapa dia memakai pakaian putih? bukan hitam?

 

 

 

Ah, ani .. mungkin dia tidak datang untuk kami. Aku mungkin salah. Lupakan saja..

 

 

 

 

“Appa, kaja! kita tidak akan tinggal seharian di sini kan? ” Aku mulai mengendurkan pelukanku.

 

 

“Ne, kaja..”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*To Be Continued*

 

——————————————————————————————

 

 

 

[A/N]: Maaf untuk Chapter awal sengaja dibuat pendek. Tapi tenang, tidak untuk chapter selanjutnya. Dan maaf juga karna Member EXO belum muncul di sini, maupun Chanyeol, Kris, Kai, ataupun yang lainnya. Harap sabar. See you on the next chapter guys!

 

Peace and love._.v

7 pemikiran pada “Terrified (Chapter 1)

  1. pendek amit thor . .
    Ya ampuuun.. Lagi seru” nya menghayati ni ff, eh yg muncul malah *to be continue* . . . #demo ke author

  2. pendek amat thor, tapi kok keren? gimana dong?
    chap ke 2 panjangin eh? sepanjang jalan kenangan. kalo perlu ampe end :3 kekeke
    next chap juseyoo! please.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s