Nuguseyo? (Chapter 4)

Nuguseyo? (Chapter 4)

 

Author                  : leejeenki

Cast                       :

–          Choi Sooyoung (GG)

–           Park Chanyeol (EXO)

Other cast           :

–          Kris (EXO)

–          Kwon Yuri (GG)

–          Sooyoung’s and Chanyeol’s family.

–          Etc.

Genre                   : schoollife, romance, comedy (maybe)

Lenght                  : Multi chapter.

 

Thanks for the admin and the readers!^^ this is chapter four! Enjoy!

>>>

 

kau orang gila dan aku orang bodoh…
akan bersatu”

 

>>>

Malam itu chanyeol dijemput oleh seketaris Appa-nya. Di selama perjalanan dia terus senyam-senyum nggak jelas. Entah kenapa chanyeol ingin sekali mengingat masalah-nya hari ini. tapi dia kembali mengerutkan dahi-nya ketika dirinya sudah sampai di rumah-nya. Seperti biasa dia disambut oleh orang-orang dirumahnya tersebut. kemudian, dia melanjutkan perjalanan-nya ke dalam rumahnya itu.

Dia menatap appa-nya yang sedang duduk sambil minum kopi di ruang relax-nya. Chanyeol berhenti sejenak. “sebenarnya apa yang ingin appa omongkan ya…” batin chanyeol. Tidak biasa appa-nya seperti ini dan lebihnya appa-nya kok bisa ada di rumah.

“appa…” lirih chanyeol sembari duduk disebelah appa-nya. Tuan Park yang melihat anak-nya itu langsung menaruh kopinya di meja kecil lalu tersenyum sumringah.

“ya! Park chanyeol. Aiggooo, appa merindukanmu” kata tuan park memeluk chanyeol. Chanyeol hanya menatap appa-nya dengan aneh. Ini tumben sekali ya tuhan.

“nado! Hehe” kata chanyeol sambil terkekeh-kekeh. “sebenarnya, ada apa?” tanya chanyeol. Appa-nya pun tampak terdiam lalu menatap chanyeol dan segera menjawab pertanyaan anak-nya.

Appa-nya mengenggam tangan anak-nya. Muka-nya langsung serius. Appa, sebenarnya mau bilang apaan sih, sok serius banget, batin chanyeol.

“jadi gini. Appa dan eomma. Akan mengurus perusahaan appa di eropa. Jadi kumohon, kau mengatasi hal yang disini.” Kata tuan park.

MWO? Mengurusi perusahaan disini. Chanyeol terdiam, chanyeol bingung dia mau jawab apa. Apa dia harus terima, tapi dia kan masih pelajar.

“hellooo. Jangan kelamaan appa akan pergi malam ini. mianhae honey~” kata tuan park. Dia tahu bahwa appa-nya suatu saat akan menyuruh-nya untuk melakukan hal ini. Chanyeol dulu sudah belajar semua tentang perusahaan appa-nya. Dia tinggal masuk aja ceritanya.

“aku tidak yakin appa…” kata chanyeol pelan. Appanya mengerutkan dahinya dan menepuk pundak anak-nya itu. “kumohon. Appa akan sedikit lama disana. Ayolah” kata appa-nya.

Chanyeol kembali terdiam. “baiklah” appa-nya tersenyum sangat lebar ketika chanyeol berkata seperti itu kepada ayah-nya.

Aku akan berusaha.

>>>

Chanyeol pov

Sungguh. Ini cobaan bagi-ku yang memiliki orang tua sibuk. Mereka membiarkan aku yang mengatasi hal disini, sedangkan mereka di jepang. Tapi bagaimana dengan sekolahku? Tidak mungkin lagi aku pindah ke sekolah lain.

Aku berjalan dengan loyo ke arah kamar-ku ini. kenapa kamar-ku harus jauh sekali, sudah tahu aku sangat lelah. Argh.

GRAP.

Eh siapa ini?! siapa yang menutup mataku?! YAA. Aku terus menarik tangan orang ini, siapa sih, menganggu saja! Dia menutup mataku dengan kuat. “orang ini mau apa! Yakkkk LEPASKAN AKU BODOH!”

Mana mungkin ada hantu usil dirumah ini. dia usil pasti karena orang yang tinggal dirumah ini juga suka mengusil. Ampunni saya ya Tuhan.

“YA LEPASKAN AKUU!!” teriakku menarik tangan itu dengan keras. Kemudian aku menoleh ke belakang, sungguh, aku shock. Kenapa dia di-disini?

“ya! Kau ini kejam sekali denganku!” aku menatap gadis itu dari atas sampai ke bawah. Dia menatapku balik dengan kesal.

“oppa! Kau ini sungguh!” katanya. Aku menunduk, gadis ini kenapa bisa dirumahku ya tuhan. Dia ini…Jung soojung. Saudara perempuan-ku dari jepang. Dia salah satu saudara tedekat dengan-ku dia sering ke korea dan menginap dirumah ini. dia hanya berbeda satu tahun dari-ku.

“kau kenapa bisa disini!?” teriakku. Dia terlihat tertawa dengan keras, dasar yeoja ini tidak sopan. “aku dikirim oleh ahjussi kesini. Ya karena aku sedang liburan satu bulan loh. Satu bulan! Haha” katanya.

Emang dia kali kata emang seperti itu. harap dimaklumi. “mwo? Umma dan appa pergi ke jepang. Dan kau disini, sungguh rencana tak terduga” kataku sambil berjalan kembali ke arah kamar. Kulihat dia mengikuti dari belakang.

“jadi kau tidak suka oh? Yasudah aku akan bilang pada halmoeni agar kau dipindahkan ke eropa.” Kata soojung. Aku mendecak kesal padanya, sedangkan dia hanya tertawa, “aku akan tidur dikamar yoona eonni. Otthe oppa?”

Aku terdiam. Langkahku berhenti. Kenapa dia menyebut nama itu, kenapa aku tidak bisa mengingat dia? Aku terdiam cukup lama. Dan akhirnya soojung melambaikan tangannya diudara. “ooppaaaa. Kau dengar aku tidak?”

“yasudah kau tidur sana!” kataku menolak-nya ke kamar tempat dia tidur. Karena aku pas sekali berdiri di sebelah kama tersebut.

“yaa! Aku ingin bi-cara—!” aku langsung menutup pintu kamar tersebut. soojung, kau emang selalu membuatku tiba-tiba terdiam dengan sendiri.

Kuingat kembali kata-kata-nya tadi. Yoona, iya dia, kenapa dia mampir lagi ke otakku, sudah cukup lama dia menghilang. Kulihat pintu kamar tersebut –kamar soojung, tapi kamar yoona aku masih bisa mengingat dimana aku sering masuk ke dalam sana.

Dia salah satu yeoja terdekatku sejak kecil. Dan kini, dia menghilang, orangtuanya pindah kerja dan kini aku tidak tahu dia dimana. Setiap hari kami selalu bersama dan seperti orang menjalin hubungan special. Tapi tidak, kami tidak mempunyai hubungan apapun.

Tapi, aku ingin menjalin hubungan tersebut. sayangnya, dia tidak setuju. Ketika dia menghilang, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Dia pergi begitu saja tanpa memberitahuku sepeser pun. Kamarnya? Iya, dia dulu tinggal dirumah-ku karena orangtuanya sempat berada di china saat itu, karena terlalu dekat, dia tinggal disini.

Yoona, She’s my first love.

>>>

Author pov

“yeoja brandal! Bangunn!!!”

“aish! Ini sudah siangg! Bangun!!”

Pagi itu soojin sedang membangunkan seseorang. Orang itu hanya berbolak-balik bersama guling dan selimutnya. Ya pasti itu ‘sooyoung’ kalau di hari minggu inilah pekerjaan sooyoung. Tidur sampai siang tanpa melakukan apa-pun. Lagi-lagi pagi ini soojing yang membangunkannya.

“sudahlah awas ya kau!” soojing menyerah dan keluar dari kamar sooyoung. Soojing sudah tidak sanggup jika seperti ini, karna yeoja ini tidak bangun, soojin yang menggantikan sooyoung mengantar susu tadi pagi. Dasar soo-soo

GUBRAK

Soojin keluar sooyoung bangun. “apa yang terjadi. Hoah” sooyoung menguap dan mengucek matanya sesekali. Lalu meraung tidak jelas dan tersenyum sambil menutup mata. “goodmorning all” kata sooyoung aneh.

Sooyoung bangkit dari tempat tidur nya dan menatap luar. Cerah iya cerah, ini hari minggu, sooyoung rencana-nya mau sehari tidur dirumah. Dia tidak ingat kalau hari ini ada mengantar susu, biarkanlah. Sooyoung pun beranjak keluar kamarnya.

“selamat pagi soojing eonni!” kata sooyoung. Lalu tiba-tiba sooyoung mengerutkan dahinya ketika soojin tidak menatap maupun mendengarnya. “eonni!! Good morning!” teriak sooyoung.

Soojin bukan tidak perduli, tapi dia mau membalas dendam karena sooyoung tidak mendengarkannya tadi. Sooyoung yang kesal mengambil bantal kecil dan melemparkannya kepada soojin yang sedang menonton tv.

“arw! Yak! Kau ini dasar!” kata soojin. Sooyoung pun tersenyum jengkel. “kau sih tidak mendengarkanku!”

“kau pikir kau mendengarkan ku tadi! Kau ini bodoh!” kata soojin. Sooyoung pun hanya berkata-kata aneh dalam hati-nya. Soojin tidak peduli dengan adiknya itu, “eomma kemana?” tanya sooyoung.

“ke pasar. Kau masak sendiri sarapan-mu ya nona young” kata soojin bercanda. Sooyoung pun ingin melempari kakak-nya lagi. Sungguh pagi-pagi seperti ini sudah dibuat kesal.

“kau ini tega sekali. Aku lapar sekali” kata sooyoung sok imut di depan kakaknya. Soojin hanya menatap datar ke arah sooyoung. “kau usah berbuat aegyo aku tidak mempan!”

“YAK!”

 

Dengan jaket yang kurang tebal dan sendal serta kaos kaki-nya. Sooyoung berjalan menelusuri jalanan dekat rumah-nya. Dia membeli ramen dan banana milk di supermarket yang jaraknya agak jauh dari rumahnya tersebut. “eeonni. Kau benar-beanr tega padaku sekarang..” kata sooyoung sambil menahan rasa dingin ini.

Sooyoung tidak kuat dengan dingin. Tahulah badan-nya itu sekecil dan sekurus apa. Tapi dia paling terkuat dikelas, ya tuhan kuatkan choi sooyoung. Sooyoung berjalan sendiri dilorong ini, tidak sendiri sih, maksudnya sooyoung berjalan sendiri dengan penampilan yang berbeda. orang lain memakai jas dan pakaian keren. Sooyoung menggunakan celana tidur dan jaket. Topinya juga topi lusuh berwarna hitam.

Emang peduli-nya apa thor? Sooyoung kepo. Sooyoung pun sedikit menyipitkan matanya ketika melihat sesuatu..

“WOAH!” dia menutup mulutnya ketika ternyata dia menemukan sesuatu yang ‘wow’. Sooyoung bersembunyi dibalik tiang listrik sambil memegang barang yang dia beli tadi.

Tahu tidak apa yang dilihat yeoja ini. jadi yang dia lihat itu, “yuri! Kau memang! Sudah kuduga kau merasahasiakan sesuatu!”

Sooyoung melihat yuri sedang jalan-jalan dengan seorang ‘namja’ bertubuh tinggi. Dari jauh sini, bisa dilihat namja itu sangat tampan. Tunggu dulu, apa hubungan mereka? yuri kenapa berdandan norak seperti itu, batin sooyoung. Terlihat yuri sedang tertawa hambar ketika nemja itu memberi-nya sebuah ice cream.

“aih! mentel sekali diaT-T” ini sooyoung bukan cemburu dengan yuri, tapi dia juga ingin merasakan hal seperti itu. sungguh didalam hatinya dia iri yuri bisa mempunya namja chinggu seperti itu.

Sooyoung menempelkan wajah-nya di tiang tersebut. lama-lama makin kebawah. “yak! Choi sooyoung. Kau tidak boleh iri! Arti iri adalah tak mampu, jangan seperti itu” kata sooyoung tegak kembali. Dia pun menatap yuri sedang bermesraan, “kalau saja kau bilang tidak. Awas kau, aku akan menanyaimu habis-habis-an hari ini” kata sooyoung lalu pergi.

>>>

Sesudah itu, sooyoung langsung menghilang dari jalanan yang berada disekitar rumahnya. Dia sudah sampai dirumah-nya dengan selamat. Sooyoung tidak tahu bahwa soojin telah meninggalkan sooyoung sendiri dirumah. Sooyoung tidak tahu kalau soojin pergi kemana, sama namja-nya kali.

Selama 2 jam dia duduk termenung di depan tv-nya tersebut. “membosankan!” kata sooyoung melemparkan remote tv tersebut. dia kira berdiam diri dirumah adalah suatu hal yang sangattt menyenangkan. Oh ternyata…

“kalau aku punya namjachinggu, aku sudah berkerliaran seperti si buruk rupa yuri tadi!” kata sooyoung. Ada apa dengan sooyoung sekarang, dia merasa tak beruntung sekarang.

Ya kalau diingat-ingat rata-rata namja dikelasnya takut dengan sooyoung. Bagaimana caranya dia sukai oleh orang? Hm. Kris, apa dia? Kini sooyoung tersenyum sendiri. Bagaimana mungkin dia bisa bersama dengan kris. Orang krisnya menatap orang seperti itu, apa boleh buat, sooyoung harus merendam perasaan ini dalam-dalam.

Ah. Sooyoung pun mengeluarkan handphonenya dan mengetik sesuatu..

To:  YuriJelek

Kau dimana kwonnie?

Yang benar saja. Sooyoung mengirim pesan kepada sahabatnya itu, yuri. Drtt drtt. Kemudian sooyoung membuka pesan tersebut.

Aku dirumah. Waeyo chagi?-_-

Yang benar? Emang kau dirumah sejak kapan?

Untuk apa kau bertanya seperti itu soo-ah. Aku dirumah sejak tadi pagi lah

Tidak kemana-mana? Ini kan hari minggu.

Tidak. Aku menemani adikku sejak pagi-_- sejak..kemarin pun

Kau bohong kan padaku?!

Ne?! yak. Sejak kapan aku berbohong padamu!

Jadi yang tadi pagi itu siapa?!

Yuri tidak membalas. Dan kemudian handphone yuri berbunyi tanda ‘memanggil’ ah ‘YuriJelek’ kenapa dia menelepon sooyoung? xD

“YAKKK! DARIMANA KAU TAHU TENTANG ITUUU” teriak yuri dialam sebelah sana. Sooyoung menjauhkan handphone-nya jika lebih keras lagi sooyoung balas membuang sembarang handphone itu.

”YAK KAU KIRA AKU BUDEK APAA” teriak sooyoung juga kalah besar.

“anio. Anio mian chagi huhu T-T”

“aku lihat sendiri”

“lihat apaan?”

“KATANYA DARIMANA AKU TAHU KAU PERGI DENGAN SEORANG NAMJA IYA KAN”

“ahaha ne, ne-_- jadi lihat sendiri ya?”

“iya. Dia siapa emang?”

“er. Dia..”

“siapa kwon yule?”

“dia n-namj-ja—“

“namjachinggu lo?! Oh fine selama ini lo tutupin. Dasar lo”

“maaf deh, aku janji nggak ada rahasianin apa-apa lagiJ”

“yasudah selamat bersama lah. Gue mau tidur”

“e-eh t-tunggu—!”

TENNTTT TENTTITONT

Sooyoung mematikan handphone-nya. Pasti yuri sedang bersama namjachinggunya itu. ah dia lupa menanyakan siapa namanya, aigoo. Sudahlah aku tidak perduli padamu, batin sooyoung. Sooyoung pun menutup matanya.

Dan tiba-tiba..

“ANDWAE!” entah kenapa tiba-tiba sooyoung berteriak sambil memperlihatkan muka frustasi. Dia seperti itu karena, tiba-tiba ‘wajah seorang Park Chanyeol’ muncul di pikirannya secara tiba-tiba. Sooyoung mengatur nafasnya karena habis saja berteriak seperti dikejar anjing.

“kenapa dia yang muncul. Si gila itu tidak penting dipikirkan soo-ah” kata sooyoung sendiri. Ini hari minggu, syukurlah aku tidak bertemu dengan namja itu. sudah dua hari ini dia terus menganggu dan mengusik kehidupan-ku yang  mulus, batin sooyoung.

>>>

“hyung wkwkwk” kata soojung terus mencolek chanyeol yang sedang bermain playstation. Chanyeol pun menjauh dari adiknya itu tapi matanya terus ke arah layar tv. Chanyeol sedang serius bermain sedangkan soojung terus menganggu-nya. “hyungg! Haha kalah kau!” soojung juga ikut bermain, dia juga serius tapi tangan terus mencolek chanyeol.

Soojung kalo uda akrab dengan chanyeol, dia akan memanggil chanyeol dengan sebutan ‘hyung’ aneh sekali dia, tidak ingat bahwa dia adalah yeoja. “KAU INI MAU MATI YA!” teriak chanyeol sambil memegang stick nya dengan erat agar tidak jauh, dan akhirnya dia kalah dari soojung.

“kau akan kalah lihat lah! Hahaha” kata soojung mencolek badan chanyeol dengan kaki-nya itu. chanyeol pun menjatuhkan sticknya dan menatap soojung dengan datar. “HAHAHA LIHATKAN! KAU KALAH HYUNG!”

“DASAR ANAK KECIL PERGILAAHHH AKU MAU MAIN SENDIRI!” teriak chanyeol sambil menolak soojung, soojung pun tersungkur kebawah tempat tidur. Soojung hanya tertawa melihat chanyeol marah seperti itu, “aku bukan anak kecil. Huuu dasar kau!” kata soojung.

“sudah aku tidak mau bermain lagi!” kata chanyeol melempar stick dan mengambil handphone-nya. Soojung yang kejahilannya tingkat kabupaten pun naik ke atas tempat tidur dan mendekati chanyeol. Dia mengintip chanyeol sedang apa.

“udah punya yeojachinggu yaa. Ciee:p” kata soojung sambil menepuk pundak chanyeol. Chanyeol yang merasa kesal menjauh dari soojung, “kau diam saja!”

“aku tidak bisa diam! Hu” kata soojung. Chanyeol pun menggelitikkan badan soojung, dan membuat soojung tertawa lepas.

“A-AAA LEPASKAN AKU HYONGG!”  chanyeol berhenti, dia baru nyadar kalau soojung memanggilnya hyung. “kau panggil apa tadi?!”

“hyung! Waeyo? Masalah buat lohh” kata soojung sambil jungkir balik. Chanyeol pun tidak kuat dengan soojung, dia pun keluar dari kamarnya untuk mengambil beberapa minuman.

Biasanya kalau hari minggu, chanyeol sering berada dirumah. Dia tidak memerlukan pelayan, dia sudah membuat peraturan kalau dihari minggu tidak ada namanya ‘dilayani oleh pelayan’

“aku akan pergi bersama temanku. Kau disini saja” kata chanyeol sambil menuangkan minuman ke gelas soojung. Soojung yang tertegun melihat chanyeol yang bolak-balik daritadi kini menatap oppa-nya itu.

“mwo? Aku ikut ya-ya-ya!” kata soojung histeris. Chanyeol pun mendengus panjang, “tidak. Pokoknya tidak” kata chanyeol.

“ah waeyoo! Kau ingat tidak aku kesini untuk ‘liburan’ bukan hanya bertapa dirumah ini” kata soojugn sambil menatap chanyeol dengan sendu. Chanyeol pun menggeleng-geleng dan mendengus kembali.

“baiklah! Jangan buat ulah!”

“oke gamsa oppa-ku tercintah celamanya muah muah!”

>>>

Siang itu, siang yang panas bagi masyarakat korea. Tapi menurut masyarakat indonesia, panas itu masih biasa, karena kami merasakannya setiap hari. Sooyoung pun berencana untuk mengikuti yuri, sebenarnya untuk refeshing tapi ngikutin yuri juga tidak apa-apa.

Sooyoung mengetahui keadaan yuri dari twitter yuri tadi.

“@yuriKWonles_ Lotte World! w/ someone<3 Have fun yeah! ^^)/”

“aku akan mengikuti-mu kali ini. sungguh aku tidak mau kau salah memilih namjachinggu karena itu aku mengikutimu kwon yuri” kata sooyoung. Sooyoung memakai baju kaos putih selengan dan dibalut oleh jaket tidak berlengan berwarna biru dan juga celana hitam, sepatu kets, dan topi tadi pagi-nya. Sangat sederhana, itu sooyoung.

Sooyoung pergi ke lotte world dengan seorang diri. Sangat heran ya, kalau ke lotte world untuk mengikuti seseorang, bukan untuk bersenang ria. Itulah yang dirasakan sooyoung sekarang, “its okay lah! Demi sahabat!”

Sooyoung sudah terlalu lebay kalau seperti ini yakan. Sooyoung pergi ke lottle world dengan taksi, uang taksi? Pakai tabungan dia kok.

(Lotte World)

Sooyoung pov

Sangat ramai, namanya hari minggu pasti sangat ramai. Apalagi banyak turis yang berlibur kesini, sangat padat dengan manusia. Bagaimana aku menemukan yuri?

Setelah mengambil tiket aku langsung masuk ke dalam. Dengan tampang pas-pas-an aku terdiam didepan pintu masuk. Tidak tahu berbuat apa-apa dengan muka melongo. Uda bayar mahal-mahal nah tujuan untuk si yuri itu.

“hei nuna!”

Kudengar suara yang samar-samar kudengar. Aku menoleh, dan terdapat….sehun?! sehun kini berlari ke arah-ku sambil tersenyum lebar. Ada apa ini? darimana dia mengenal-ku dan demi apa dia memanggilku ‘nuna’?

“hai nuna!” dia tersenyum lebar ke arahku. Aku pun tersenyum kembali, “hai, oh kau mengenalku?” tanya-ku.

Dia tersenyum. “tentu saja. Aku mendengarnya dari kai, kau pernah bertemu dengan kai bukan? Dia cerita pada-ku kalau kau nuna yang baik hehe” kata sehun. Mwo? Kai cerita dengan sehun tentang ditangga itu, hanya itu saja kenapa harus saling cerita? -_-

“ohaha. Kau sedang apa disini?” tanya-ku kemudian. “aku sedang berlibur bersama hyung-hyung-ku” katanya semangat. Mwo?!! Hyung-hyung-ku? Jadi k-kris juga ikut kah? Ya ampun. Kenapa nasib-ku harus seperti ini, aku pun menoleh ke ujung kanan. deg mata ku bertemu dengan kris lalu dia menatapku dengan tatapan listrik-nya.

Jeb. Kejang-kejang kenapa dia menatapku dengan tatapan itu lagi? Tapi aku tidak melihat yang lain. Kemana mereka? bukannya sehun pergi dengan semua hyung-nya? Ah sudahlah biarkan. Aku pun mengalihkan pandangan-ku ke arah sehun yang menatapku heran.

“nuna? Kau sendiri?” tanya sehun yang berhasil membuatku terbangun dari melongo panjangku. Aku mengangguk dan tersenyum terpaksa, sangat malu jika pergi kesini, hanya seorang diri.

“ah baguslah! Sebaiknya kau ikut kami saja!” kata sehun sumringah.

JLEB. Mwo? Ikut mereka, oh terima kasih, aku menolak. “tidak makasi sehun-ah. Aku ada keperluan disini”

“oh ternyata kau punya kepentingan. Yasudah, annyoeng!” untung saja dia tidak memaksa-ku lagi. Biasanya gitu sih, kayak orang gila itu. aih, kenapa dia! Hilangkan namanya ya tuhan. Dengan waktu yang bersamaan sehun sudah menghilang dari hadapan-ku, cepat sekali dia berlari.

Kalau gitu mari kita mencari si kkabyul itu, kemana dia. Aku melaju dengan cepat, dan kelama-lamaan aku jadi berlari kecil. Awas saja kalau aku bertemu dengan yuri, bukannya dia dulu sudah berjanji akan bilang kalau sudah punya namching harus beritahu aku secepatnya.

Ah tapi kalau dia bilang pasti nanti aku ledek, ah iya mungkin karena itu dia tidak mengatakannya padaku. Emang pacarnya itu orang bagaimana? Kenapa aku jadi penasaran seperti ini. kalau orang itu aku kenal bagaimana, seperti baekhyun atau ch-chanyeol? HAHA tidak mungkin.

Yuri mana mungkin mau bersama baekhyun atau orang gila itu. akan ku nasehati bil—a! AAAA.

GUBRAK.

“argghh. Ini siapa sih! Yak!” aku terjatuh. Aduh sakit sekali, memar pula. Siapa sih yang tidak melihat jalan? Jalan pakek apa sih?

Aku pun mendongkak ke atas. Apa yang kutemukan..

“yak! Kau!” aku membulatkan mata-ku ketika melihat namja jakung yang paling aku benci berdiri didepan-ku sendiri. Kenapa harus argh!

“yak! Sooyoung-ah! Gwenchana?!” hah? Baekhyun dia disini juga. Oh jadi mereka kencan berdua disini. Aku masih menatap mereka dengan aneh, baekhyun yang sekarang disebelah atasku(?) menatapku aneh.

Siapa yeoja itu? aku pun menatap yeoja tomboy ya tomboy berada disebelah chanyeool? Siapa dia. Aku pun langsung berdiri ketika menatap wajah chanyeol sambil menepuk-nepuk celana-ku yang kotor.

“aigoo. Yak kau itu kalau jalan jangan melamun dasar” kata chanyeol. Aku pun menatap chanyeol dengan sinis seraya berkata ‘kau yang salah bodoh’

“aku tidak melamun! Kau saja yang jalan bukan pakai mata!” balasku kesal. Enak sekali anak ini, dia yang tidak lihat lihat kok aku yang disalahkan!

Author pov

Baekhyun pun menghembuskan nafas berat-nya. “yak yak jangan berantam. Kalian ini setiap kali bertemu pasti seperti ini!” kata baekhyun berdiri diantara chanyeol dan sooyoung. Sooyoung pun menatap baekhyun dengan sinis, baekhyun hanya terkejut melihat tatapan itu dan agak mundur.

Soojung tidak mengerti sedikit pun dia hanya menutup mulut-nya. “ohmo. Tangan-mu” kata baekhyun menyentuh lengan sooyoung yang memar. Seketika itu sooyoung memukul telapak tangan baekhyun. “yak! Itu sakit bodoh!”

Baekhyun pun tidak mau lagi mendekat dan membantu sooyoung. Haish, cerewet sekali dirinya ini, batin baekhyun. chanyeol pun menatap sooyoung sinis, “yasudah kau tunggu disini. Aku cari obat, cerewet sekali” kata chanyeol yang berjalan menjauhi kedua-nya.

“kenapa harus beli obat? Yak! Tidak us—a”

“dia sudah baik-baik soo-ah. Kau ini” kata baekhyun memotong perkataan sooyoung. Sooyoung hanya menatap-nya dengan sinis lalu kembali dengan memar-nya.

Baekhyun pun menjauh dan menatap sekitar, dan waktu itu soojung mencoba untuk mengendap-ngendap dekat baekhyun. “oppa…” kata soojung. Duar baekhyun terkejut bukan main, dikira siapa, nggak mungkin kan sooyoung seperti itu padanya apalagi memanggil ‘oppa’

“oh soojung. Kau membuatku terkejut.” Kata baekhyun sambil menggaruk-nggaruk kepalanya. Soojung hanya tersenyum terpaksa, lalu mendekat ke arah baekhyun, seperti ada yang ingin dibisikkan.

“oppa, unnie itu siapa? kenapa dia garang sekali. Apalagi chanyeol oppa kenapa kesal sekali dengan unnie itu?” tanya soojung. Baekhyun pertama terdiam, lalu menatap sooyoung yang sedang melihat memar-nya itu.

“menurut oppa sih. Dia musuh oppa-mu. Aku tidak terlalu mengerti, baru beberapa hari mereka bertemu tadi mereka sudah seperti lama sekali. Aku saja aneh melihat mereka” jelas baekhyun. soojung hanya mengangguk saja.

“unnie itu sangat cerewet. Aku tidak sanggup mendengar suaranya” kata soojung dengan muka kesal sambil melihat kedua tangannya. Pfttmmhhpp, baekhyun hanya menahan tawanya sambil menutup mulut-nya.

“dia emang seperti itu. biarlah hidupnya seperti itu” kata baekhyun. soojung hanya tersenyum terpaksa, dia tidak mengerti apa yang dikatakan soojung. Lah soojung loading lambat.

Beberapa menit kemudian chanyeol pun datang dengan membawa satu kantong putih. Sooyoung yang melihat chanyeol mulai mendekat itu hanya menatap ke arah lain, chanyeol hanya melihat itu pun langsung berdiri dihadapan sooyoung.

“ini obatnya. Sudah kan? Aku pergi ya” kata chanyeol memberikan kantong obat-nya. Sooyoung membelalakkan matanya. Namja ini benar-benar tidak punya hati! Dia pergi begitu saja huh, eh bukan berarti aku minta diobatin ya-_- bukan gitu.

Sooyoung terus bergumam nggak jelas. “kau dengan tidak?” tanya chanyeol. Sooyoung menatap sinis chanyeol, “gomawo.” Kata sooyoung sambil menatap sinis lalu pergi begitu saja. Chanyeol yang melihat itu hanya mendengus, “haish! Kalau kau bukan yeoja, sudah kuhabisi kau, cuek sekali” kata chanyeol sambil memgerakkan tangan seraya memukul kepala sooyoung dari jauh.

Baekhyun yang melihat itu hanya tertawa. “sabar. Kau harus sabar, ingat dia fans kita!” kata baekhyun bangga. Jtak! Chanyeol pun menjitak kepala baekhyun yang lebih pendek darinya itu.

“jangan melanjutkan perkataanmu yang sama seperti kemarin.” Kata chanyeol pergi. Baekhyun hanya tertawa hambar, soojung kali ini sering terdiam karena tidak mengerti apa-apa. Baekhyun pun langsung mengejar soojung dan chanyeol yang sedang berjalan jauh dari depannya.

>>>

“auu. Ini sakit sekali” sooyoung merintih kesakitan ketika ia berada disalah satu kursi taman disana. Untung saja dia chanyeol membeli kapas, kalau tidak, auh pasti lebih pedih lagi. Sooyoung pun menghembus luka tersebut dan menutup-nya dengan handiplas.

Kemudian dia menatap sekitar. Sangat ramai bagaimana untuk menemukan yuri? Jangan-jangan dia sudah pulang? Ah andwae batin sooyoung sambil geleng-geleng. Sooyoung pun melemaskan kedua bahu-nya, lalu menatap langit.

“aku rugi kesini. Disini hanya membawa ku pada kesialan. Sial” kata sooyoung. Dia pun menghembuskan nafasnya ke atas dan kemudian menurunkan kepalanya untuk menatap lurus.

Kris? Dia dimana? Apa dia bersenang-senang? Kuharap kau senang disini. Jujur, aku senang sekali melihatnya hari ini. sangat refesh tampaknya. Tersenyum tertawa, ingin sekali kulihat kau seperti itu. ah, tapi itu mustahil. Mukzijat aja kalau dia melakukan itu didepan-ku sekarang.Kok jadi memikirkan dia? Sudahlah. Kau harus cari yuri sooyoung-ah, batin yuri panjang lebar.

Sooyoung menarik kaki-nya untuk berjalan ke pelosok Lotte World. Tempat ini begitu besar. Sooyoung pun berjalan sambil cuci-mata. Kadang dia tertawa melihat badut-badut yang sedang bermain dengan barang-barangnya, melihat-lihat pernak-pernik bagus dan lucu. Dia merutuki dirinya untuk tidak membeli. Choi sooyoung harus hemat! Sahutnya.

Sooyoung kembali berjalan. Sudah hampir sore. kenapa cepat sekali? Belum saja aku temui anak itu. ah, dia batin sooyoung. Sooyoung pun terdiam ketika menatap sebuah sebuah patung Micky&Minie Mouse yang sangat keren. Tiba-tiba dia tertawa.

“itu yuri dan itu namjachinggu-nya! Haha mati kalian!” kata sooyoung menunjuk patung tersebut. lalu tertawa garing, semua orang pun menatap sooyoung dengan aneh. Sooyoung tidak peduli, dia sudah terlalu lelah. Dia pun memilih untuk duduk di kursi santai yang terletak didekat danau kecil disana.

“hush, anak itu memang” kata sooyoung pelan sambil menutup matanya.

“kau mencari seseorang?” gleb. Sooyoung terdiam, sepertinya aku kenal suara ini, tapi masa tidak mungkin. Dengan berat hati dan ragu dia membuka mata dan menoleh kesamping.

Apa yang dia temukan? Sooyoung terdiam terdiam cukup lama. Orang yang selama ini….

TBC

 

 

13 pemikiran pada “Nuguseyo? (Chapter 4)

  1. Omooo soo ketemu kris chanyeol? Haha
    Siapa tuh yg ngomong sama soo? Kris yaa?
    Namjachingu yuri siapa sih? Kepooo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s