Wolf (Chapter 1)

Wolf

Title                 : Wolf; Night Knights

Author             : Shan Pu

Rating             : PG-15, General

Length             : Dunno?

Genre              : Thriller, Action, Fantasy, Angst, Drama

Main Cast        : • Lady (You’ll know later^^)

• All EXO Member

•  You can find it later^^

Summary           : “Blue eyes, shining moon, and…. The wolf”

 

A/N                    : Ini FF kedua saya setelah Mystery Bride. Supaya terasa, mohon readers bisa membayangkan jalan ceritanya ne? Okey, lets enyoy!

exo-profile-cover_副本

***

12 orang namja serta 2 orang namja yang lebih tua tampak membicarakan sesuatu dalam ruangan dimana sebuah proyektor memperlihatkan gambar sebuah pulau.

“Hmm? Pulau Sylvana ya? Kau yakin hyung?” salah satu namja tinggi angkat bicara

“Haruskah kita kesana?” kata namja yang sedari tadi memainkan jam pasirnya

Dua orang namja itu menghela nafas

“Kita harus mencobanya” jawab namja tertinggi di ruangan itu

“Kau ingin memasukkan kami dalam bahaya? Kau ingin kami mati sama seperti Kangta-hyung?” sentak namja dengan kulit putih itu emosi

“Itu semua hanya kecelakaan!” sanggah namja tertua

“Oh? Jadi kau ingin mengatakan bahwa kematian Kangta-hyung hanya kecelakaan? Kau ingin mengatakan bahwa Kangta-hyung yang dibunuh kawanan serigala itu kecelakaan?!”

BRAK!

“Cukup Oh Sehun!”

Namja berkulit putih susu itu menahan emosinya saat gebrakan meja terdengar

“Dengar! Kami mengandalkan kalian! Kalian memiliki jumlah yang banyak, kekuatan kalian juga tidak bisa dianggap remeh! Kita harus mencari tahu penyebab kenapa Kangta bisa dibunuh oleh serigala-serigala itu”

Namja paling tinggi itu menarik nafas sejenak. Menatapi wajah adik-adiknya dengan serius

“Jangan sia-siakan kemampuan kalian” namja itu duduk

“Baiklah” sahut namja berwajah angelic

“Sepertinya menarik” ucap namja berkulit tan, membuat semua orang di ruangan itu menatapnya

“Kita akan bersenang-senang di Pulau Sylvana” lanjutnya sembari menyeringai setan

***

“Hah?! Yang benar saja, kira baru saja sampai di pulau ini dan kita harus kembali berjalan! Oh ayolah” namja pendek itu mengeluh

“Kita harus bergegas Baekhyun, kita tidak boleh membuang-buang waktu” jawab namja tinggi berambut pirang itu tegas pada namja itu –Baekhyun-

Keduabelas namja yang baru saja datang dengan rahasia itu menatapi kembali sekelilingnya. Pulau yang merupakan hutan hujan ini tampak lebat. Bulan bersinar dengan terangnya. Suhu malam yang dingin membuat namja tinggi itu mengeratkan jubah putihnya

“Lagipula kita tidak tahu kapan musuh menyerang kita kan?” sahut namja berpipi gembul

“Kenapa kita tidak berteleportasi saja?” celetuk namja bermata bulat –Kyungsoo-

“Ayolah hyung! Tidak lagi!” sergah namja berkulit tan –Jongin- dengan jengkel

“Kita masih punya 3 bulan sampai hari penyerangan wozart tiba” kata namja imut –Luhan- yang telah selesai bertelepati entah dengan siapa

“Santai saja” kata namja yang sedari tadi memainkan api di tangannya –Chanyeol-

“Kita tak boleh terus bersantai, sebaiknya kita bergegas, bernego dengan pihak serigala ini tidaklah mudah. Ayo”

“Ingat! Kita datang tidak untuk berperang! Jangan menggunakan kekuatan kalian bila tidak diperlukan!” kecam leader mereka bernama Kris, lalu berjalan menyusul Joonmyun yang jauh berada di depan disusul yang lainnya.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata berwarna biru terang tampak menatapi mereka dari balik pepohonan

“Haahh~ lelah sekali, bisakah kita beristirahat?” tanya namja ber-badge kalajengking itu sambil membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangan bertumpu di lututnya

“Sedikit lagi, Chen, kita akan sampai di sebuah air terjun” kata namja berdimple –Yixing- pada Chen.

Memang benar, mereka mendengar suara air yang jatuh, juga wangi khas dari perairan

“Akhirnya kita sampai juga di tempat yang berair-“

Ucapan Joonmyun terhenti saat samar-samar mereka mendengar suara seruling diantara suara air terjun. Hening membuat mereka kembali yakin bahwa suara seruling itu memang berasal dari air terjun itu.

“Siapa yang memainkan seruling?” bisik Kyungsoo

“Entahlah, ayo kita lihat” ajak Jongin

Mereka kembali berjalan menuju air terjun sekaligus sumber suara. Setelah sampai, yang pertama kali mereka lihat adalah air terjun yang lumayan besar dengan air yang jernih, membuat wajah Joonmyun berseri-seri.

Namun, mereka juga mendapati seorang yeoja berambut panjang sepinggang sedang duduk membelakangi mereka di atas sebuah batu besar. Mereka juga terlena sesaat saat yeoja itu sedang meniup serulingnya. Sepertinya dia tak tahu akan kedatangan keduabelas orang itu.

Tiba-tiba yeoja itu menghentikan tiupan serulingnya,

“Mau apa kalian?” dia mengeluarkan suaranya datar dan berkesan dingin, membuat namja-namja itu merinding seketika

Yeoja itu berbalik, membuat mereka semua menatapnya yang berkulit putih pucat, hidungnya yang tidak terlalu mancung, dan matanya yang berwarna coklat bening serta mengenakan kalung berbandul bintang

“Apa yang membuat kalian kemari heum?” tanya yeoja itu lagi. Ia tersentak saat menatap wajah Kris saat melihat keduabelas namja itu satu persatu.

Ia melompat dari batu itu dan berjalan perlahan menuju mereka, kemudian mendekati Kris

“Jadi kau ya kakak dari Billy Li? Seorang pembunuh!” ucapan yeoja di depannya sembari menyeringai membuat Kris terdiam

AUU~ AAUUU~ AUHUUU~

Tak lama, terdengarlah suara lolongan serigala, membuat sang yeoja memalingkan wajahn ya ke arah bulan yang mulai tertutup awan hitam

“Aku ingatkan kalian sebelum terlambat, pergilah dari pulau ini” ucapnya

“Kenapa kami harus pergi? Memangnya kau siapa?” balas Sehun dingin, membuat mata coklat itu menatapinya dalam. Entah hanya perasaannya atau tidak, mata itu tampak bersinar

“Pergilah, senang bertemu dengan kalian. Terutama kau, Kevin” kata yeoja itu sembari tersenyum setan kemudian berjalan lurus.

Kris yang telah mendapatkan kembali kesadarannya langsung berbalik ke belakang. Namun yeoja itu hilang.

“Misterius sekali” komentar Tao

“Menarik” ucap Luhan, kemudian tersenyum aneh

“Kau kenal dia Kris?” tanya Joonmyun pada pemimpin mereka itu. Kris menggeleng pelan.

“Ayo kita lanjut” katanya

“Oh no, no again” ujar Jongin lemas

Mereka kembali berjalan dengan Jongin yang terpaksa berjalan karena takut Kyungsoo akan mengamuk.

Dan sepasang mata biru terang bersinar itu kembali menatap kepergian mereka dari jauh.

***

Yeoja itu tampak masuk ke dalam ruangannya dengan muka malas, diikuti lima orang namja yang mengikutinya masuk

“Duabelas orang? Kau bercanda Lady?” tanya Kibum tidak percaya

“EXO” sahut yeoja yang dipanggil Lady itu

“Hooh, ingin menantang kita lagi? Musuh yang tidak seimbang” ucap Minho remeh

“Kurasa mereka datang bukan untuk menyerang kita, Minho” sahut Lady

“Kau mengatakannya saat namja bernama Kangta itu datang, dan lihat? Dia bahkan mengincar nyawamu dan batu Zyrexian itu” balas Minho keras. Lady menghela nafas.

“Setahuku, EXO memiliki kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh” ujar Jonghyun

“Cih, tidak peduli seberapa kuatnya mereka, apa mereka tidak tahu betapa kita lebih hebat lagi?” sahut Taemin sarkastk sambil memandangi cakarnya.

“Sudahlah, selama mereka tidak macam-macam, kita biarkan dulu mereka. Kita tunggu mereka bertindak.” Jawab Lady santai sembari memainkan seruling di tangannya

“Kau terlalu baik, Lady” ujar Taemin

“Kau lupa? Kita para werewolf, selalu bermain halus” jawab Lady sambil menyeringai menunjukkan taringnya yang tajam.

Onew terlihat membisikkan sesuatu pada keempat kawan lainnya

“Kami pergi dulu, Lady” ujar Onew.

Kelima orang itu berbalik, kemudian berubah wujud menjadi serigala abu-abu dan berlari menjauhi Lady.

“Haft~” Lady menghela nafas.

Tak lama, pintu lain di ruangan itu terbuka, menampakkan seorang namja dengan celana jeans panjang dan kaos biru ketat, membuatnya menampilkan abs-nya yang terbentuk, tertutupi oleh kaosnya.

“Ada apa ribut-ribut? Mengganggu tidurku saja” kata namja itu. Lady melirik.

“Kita kedatangan tamu lagi” sahut Lady

“Aku tahu”

“dan mereka berlima selalu bertingkah liar” Namja itu tertawa, membuat Lady mendelik.

“Apa dia ada diantara mereka?” tanyanya. Lady menarik nafas.

“Ya” jawabnya sembari menatapi kalung bintangnya.

“Mungkin dia melupakanku, Siwon oppa” lanjut Lady lirih

Namja bernama Siwon itu tersenyum, kemudian membelai kepala Lady

“Aku tahu rasanya, dan ini adalah cobaan untukmu” kata Siwon

“Thanks oppa” ujar Lady dan kemudian memeluk kakak tersayangnya itu.

Atau bisa kubilang kakak tirinya?

“dan biarkan saja Onew dan yang lainnya menyambut tamu spesial kita” lanjut Siwon menyeringai

***

 

“Oke, kita istirahat disini saja” ucap Xiumin. Membuat semuanya, termasuk dia langsung menjatuhkan tubuh ke atas rumput berembun di tanah lapang itu.

“Chanyeol, kau buat api unggun” titah Joonmyun dan tanpa ba-bi-bu hanyeol langsung mengeluarkan api dari tangannya pada tumpukan dedaunan yang tak jauh dari mereka. Setelah selesai membuat api unggun, keduabelas namja tampan(banget) itu duduk melingkar untuk menghangatkan diri

“Gege kenapa?” tanya Tao polos pada Kris, karena dia melihat wajah gege kesayangannya itu tampak aneh.

“Eh-ah i-itu gwenchana Tao” jawab Kris sembari tersenyum kecil.

Sesungguhnya sedari air terjun tadi, ia berpikir, siapa sebenarnya yeoja yang mereka temui. Kris tampak familiar dengan wajah itu, seperti ia pernah mengenal yeoja misterius tersebut. Kris juga familiar dengan kalung bintang yang dikenakannya. Kris mengacak rambutnya, membuat teman-temannya memandang heran dirinya

“Kau kenapa Kris?” tanya Luhan

“Iya, Hyung, kau kenapa? Seperti orang gila saja” kata Chanyeol sembari terkekeh kemudian mendapat hadiah jitakan manis dari Baekhyun

“Entahlah, aku merasa-“

Kata-kata Kris terputus saat api unggun di depan mereka mati tiba-tiba karena hembusan angin kencang, membuat mereka semua terkejut.

“Sehun, jangan iseng dong! Sekarang bukan saatnya main-main” tegur Yixing

“Sungguh, bukan aku yang melakukannya hyung!” bantah Sehun

“Ssst, diam dan jangan berisik” ucap Luhan pelan, membuat yang lainnya terdiam.

Samar-samar mereka mendengar suara gesekan dedaunan dan semak, kemudian dikejutkan oleh munculnya banyak pasang mata merah yang menatap mereka tajam dari balik pepohonan.

“Waspada!” sentak Kris, dan yang lainnya pun bersiap-siap.

AAAUUUU AAAAUUU

Dan kemudian kawanan serigala yang berjumlah –tidak sedikit- itu menyerang EXO dengan  tiba-tiba

Mereka sibuk melawan serigala-serigala itu dengan kekuatan yang mereka miliki. Namun ternyata mereka semua lebih kuat dari yang Kris dan kawan-kawan kira.

“Aw!” pekik Jongdae saat tubuhnya oleng dan terjatuh karena serigala abu-abu yang menyerangnya.

“JONGDAE AWAS!” Joonmyun segera menepis serigala yang hampir saja mencakar dada Jongdae saat ia lengah

EXO tampak kehabisan tenaga melawan kawanan serigala itu, dan tiba-tiba saja seekor serigala paling besar dengan bulu coklat melompat menerjang Kris, untungnya namja berambut blonde itu dengan sigap menahan kaki serigala itu

‘Pengganggu’

Kris tersentak kemudian mendorong serigala itu dengan kuat. Serigala itu tampak tak menyerah, bahkan menyeringai, menunjukkan taring serta cakarannya yang tajam

AAAAUUUU~

ZLAP

Tepat saat serigala berukuran besar itu hendak menyerang Kris yang kekurangan tanaganya karena terbang menghindari serangan yang lain, sebuah pedang platina besar dengan macam ukiran di gagangnya melayang dan menancap tepat diantara Kris dan serigala itu.

“Cukup, Minho”

Lady berjalan tenang dari arah belakang serigala coklat itu, membuat serigala yang lain berhenti menyerang dan berkumpul di belakang Lady.

Yeoja itu mencabut pedangnya yang menancap, kemudian menatapi keduabelas orang namja yang tampak awut-awutan dan kelelahan

“Aku sudah peringatkan kalian untuk meninggalkan pulau ini. Jangan sok menjadi pahlawan ingin menyelamatkan kami dari Penyerangan Wozart. Kami tidak membutuhkan bantuan kalian sama sekali” Ia menarik nafas. Mata coklat Lady tampak bersinar memantulkan cahaya bulan

“Tapi kalian memilih untuk tetap berada disini. Jadi, mewakili semua Werewolf, aku ucapkan, Selamat Datang di Pulau Sylvana” lanjut Lady sembari tersenyum pada Kris dan yang lainnya.

Senyum yang hanya yeoja itu berikan pada orang yang ia sayangi di masa lalunya.

Dan kini Kris mengingat semuanya. Mata itu, hidung itu, kalung itu, yeoja itu, dan senyuman itu. Tak sadar bahwa ia menyebutkan satu nama dengan suara lirih,

“Yoora”

 

-To Be Continue/END-

Saya bingung dengan fanfiksi ini sebenarnya. Tapi berlanjutnya FF ini, tergantung pendapat readers semuanya^^ Komentarnya please? J

42 pemikiran pada “Wolf (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s