Chase And Catch You

CHASE AND CATCH YOU

Untitled-1 

Title: Chase and Catch You

Author: Kang Soo Geun

Genre: Romance

Main Cast:

  • Oh Sehun (Exo K)
  • Kim Nana (fiksi)

Support Cast :

  • Jinhye (fiksi)
  • Chanyoel (Exo K)

Length: One Shoot

Oh Sehun Point of View

Angin cukup berhembus kencang dari kisi kisi jendela kelas yang terbuka begitu saja, ku hembuskan nafas dan diam menatap kosong papan tulis yang penuh dengan rumus rumus matematika. Sepi dan sangat berbeda jauh dengan keadaan di luar. Tiba tiba saja seseorang menggebrak pintu dan membuatku tersentak. Chanyeol dengan cengiran khasnya, ia berjalan dengan langkah lebar menghampiriku.

“Sehun ah.. kau belum pulang oeh ?” tanyanya masih dengan mata yang seakan tertawa.

“Sebentar lagi,” ucapku singkat. Berpura pura sibuk memasukkan buku buku ke dalam tas. Cahnyeol hanya menatapku jenaka.

“Ah ne.. Park Jinhye sedang menunggumu di luar, di tepi lapangan basket.” Ingat Chanyeol masih dengan senyum yang memuakkan itu dan lebih membuatku kesal karena ia membahas Jinhye, yoejachingu ku. Ya, dia pacarku. 2 bulan yang lalu ia menembakku dan aku menerimanya. Saat itu aku sedang lelah dengan kelakuan yoeja yoeja yang memujaku dengan berlebihan. Lagipula Jin Hye adalah gadis yang cantik, populer dan aktif dalam organisasi. Hanya ia manja dan childish, cepat sekali merajuk dan ceria kembali. 2 bulan adalah waktu yang lama, tidak ada yang berbeda ketika aku dengannya atau tidak. Kecuali kini tidak ada satupun yoeja yang berani mendekatiku dan itu karena Jin Hye. Posesif, protektif dan cemburuan.

“Yyaa sehun ah, kau meninggalkanku. Dan sejak tadi kau seperti tak mendengarkanku berbicara,” Sungut Chanyeol seraya melingkarkan tangannya ke bahuku. “Waeyo ? apa kau sedang kesal oeh ?” tanyanya lagi sok perhatian.

“Hyung, mengapa sejak tadi kau menggangguku ? kenapa tidak dengan Baekhyun hyung saja.” Protesku begitu kesal. Untuk saat ini sungguh aku tak ingin melihat cengiran dan mata konyolnya itu. Siapapun atau apapun. Muak sekali hari ini!

“Hehe.. baekhyun hyung sedang rapat organisasi :p karena itu aku bosan L” ucap Chanyeol hyung dengan santainya dan ia tetap berada di sampingku hingga kami tiba di lapangan basket. Tepatnya di tepi lapangan sesosok yoeja dengan tas sandang dan ponsel yang sedang dimainkannya berdiri dengan tampang bosan.

“Lihatlah yoejamu sedang menunggu, ah aku pergi saja daripada iri.” Seiring dengan ucapan Chanyeol Jinhye menatap ke arahku dan hyung. Ia lalu melambaikan tangan dengan wajah yang ceria. Chanyeol hyung menepuk pundakku dan berlalu. Sekali lagi ku hela nafas dan menghampirinya. Hingga aku tiba ia masih tersenyum manis.

“Oppa.. aku sudah menunggumu lama. Darimana saja chagiya dan oppa sepertinya lebih suka bersama chanyeol daripada aku ” ucapnya manja dan tangannya bergelayut di lenganku. HA ! lihatlah bahkan ia cemburu dengan Chanyeol, yang notabene hyungku sendiri. Sikapnya yang semakin keterlaluan akhir akhir ini membuatku menjadi muak.

“Aku menyelesaikan catatan matematika tadi.” Jawabku bohong dan aku sedang tak mood sekarang.

“Chagi rajinnya ya sekarang. Kajja  kita pulang.” Jinhye menggandeng tanganku dan kami berjalan dalam diam. Sudah ku katakan aku sedang malas sekali berbicara dan Jinhye malah melontarkan pertanyaan2 yang memuakkan. Ia seperti tak sadar atau mungkin tak mau tahu dengan kekesalan ku. Jinhye masih asyik mengobrol tentang kejadian kejadian yang di alaminya di sekolah hari ini, dan aku memilih untuk memandang ke arah lain.

BRUKK!

“Ahh mianhe..” ucap Jinhye spontan, aku menoleh. Karena begitu asyik bercerita Jinhye sampai menabrak seorang yoeja dan aku yang tak memperhatikan jalan tentu saja tak melihat yoeja itu.

“Gwencana, aku yang tak melihat jalan.” Ucap yoeja itu sedang menunduk. Membereskan berkas berkasnya yang jatuh ke lantai.

“Kau tidak pulang?” Ucap Jinhye, bahkan ia seperti melupakan kejadian tadi, dan tak acuh melihat beberapa berkas yoeja itu yang kini sedikit kotor.

“Aku harus mengikuti study club Fisika dulu. Kalau begitu duluan Jinhye.” Ucapnya lagi dan tersenyum. Deg ! tiba tiba saja jantungku berdetak melihat senyumannya. Jinhye melambaikan tangan dan yoeja itu segera berlalu tak lupa membalas lambaian tangan Jinhye.

“Oppa ayo pulang.” Sedikit tersentak aku hanya menurut ketika Jinhye menggandeng lenganku lagi.

“Dia temanmu ?” tanyaku tiba tiba, entah mengapa.

“Nuguya ?” tanya nya balik o’on.

“Yoeja yang kau tabrak tadi.”

“Ah dia Nana.. Kim Nana teman sekelasku. Wae ? tumben sekali chagi menanyakan yoeja lain.”  Terdengar nada cemburu di sudut ucapannya. Aku mengankat bahu. Jadi dia teman sekelas Jinhye. Aku cukup sering mendengar namanya tapi tak pernah langsung bertemu denga yoeja itu.

Kim Nana Point Of View

Baru saja aku memasuki kelas, seperti biasa anak anak sedang mendengarkan cerita kencan Jinhye dengan namjachigunya. Namja populer di sekolahku, Sehun. Aku tak begitu mengenal namja itu, yang ku tahu dan itupun dari Jin ah, salah satu penggemar Sehun. Yoeja itu seperti tergila gila dengan Sehun yang ia katakan namja tanpa cela, sosok sempurna untuk dikatakan sebagai pangeran. Aku tak menyangkalnya, Sehun tampan dan keren seperti vampire, ia juga terlihat angkuh dan sombong. Hahaha jika Jin ah tahu apa yg ada dipikiranku dia pasti mengomel sendiri. Dan yang lainnya aku tak tahu sama sekali. Jin ah terpuruk sekali ketika tahu idolnya itu menjalin hubungan dengan Jinhye, tapi menurutku mereka cocok. Maksudku Sehun seperti pangeran dan Jinhye seperti seorang tuan putri yang manja dan keinginannya harus selalu dituruti. Ku letakkan tas dan mengambil beberapa buku, oliempiade fisika sebentar lagi dan aku harus mempersiapkan segalanya dari sekarang. Perpustakaan adalah tempat sempurna untuk itu.

Seperti biasa sepagi ini perpustakaan masih sepi, ku langkahkan kaki menuju rak pengetahuan umum dan mencari kumpulan buku buku umum. Rak yang tinggi dan buku yang ku cari berada di bagian teratas. Berjinjit pun aku tak sampai. Tiba tiba sesosok tangan mengambil sebuah buku dan betapa terkejutnya aku ketika ku lihat Sehun menatapku datar.

“Yang ini ?” ia mengangkat buku yang tadi diambilnya. Aku sempat terdiam dan mengerti apa yang ia maksud. Sehun sedang membantuku mengambil buku.

“Anni, tapi yang di sana.” Tunjukku lalu ia mengambilnya dan menyerahkannya padaku.

“kamsamhamnida. Joengmal kamsamhamnida.” Ucapku berterima kasih. sehun hanya menatapku datar. Tanpa membuang waktu aku meninggalkannya dan duduk. Tak lama ku lihat Sehun juga mengambil tempat duduk tepat di depanku.

“Waeyo ? apa aku meninggalkan sesuatu atau ada yang ingin kau katakan ?” tanyaku menatapnya ragu.

“Aku ikut oliempiade Fisika.” Jawabnya membuatlku semakin tak mengerti.

“Lalu ?”

“soseungnim menyuruhku belajar bersama denganmu.” Bagai petir di siang bolong aku terkesiap. Sehun ikut oliempiade ? sosengniem menyuruhnya belajar bersamaku ? apa Jin hye tahu tentang ini ? aku tahu persis sifat Jin hye yang tak membiarkan siapapun berada dekat dengan Sehun.

“Hey, aku ingin belajar bukan menonton kau yang sedang bengong.” Ucapnya sarkatis dan aku menatapnya tajam. Evil. Ku hela nafas dan mulai membuka buku.

“Sejak kapan kau ikut study club ?” tanyanya saat aku baru membuka seperempat halaman.

“Beberapa bulan yang lalu.”

“Apa jungki songseungnim galak ?”

“Sesekali.” Ku buka halaman lagi mencari bab demi bab.

“Ku dengar kau anak kesayangannya.”

Ku tatap Sehun seirus. “Kau ke sini ingin belajar atau mewawancaraiku ?”

“Maaf, lanjutkan pekerjaanmu.” Ucapnya datar tanpa rasa bersalah.

Hampir dua jam aku berada di perpustakaan dan tentu saja dengan Sehun di depanku. Namja itu tak terlihat seperti belajar, ia Cuma membolak balikkan buku dan sesekali menghembuskan nafas. Tidak mencatat sama sekali. Entahlah, buat apa aku memikirkan kelakuan anehnya itu. Ku bereskan buku dan beranjak keluar. Sehun mengikuti dari belakang.

“Setelah ini kau kemana ?” tanyanya membuatku berhenti berjalan.

“Kelas.” Jawabku singkat dan beberapa siswa telah memperhatikan kami. Jika Jinhye mengetahuinya aku pasti diamuknya, belum lagi jika Jin ah yang mendapatiku sedang berjalan dengan Sehun.

“Oh.” Balasnya tak kalah singkat. Aku kembali berjalan dan menoleh ke arahnya. Kini aku tahu alasan yoeja yoeja itu menggilai sehun. Ia sangat tampan dan keren dengan gayanya yang cuek. Apalagi sekarang sinar matahari seperti terpantul dari badannya membuatnya bersinar. Bahkan aku bisa melihat sebuah mahkota melingkari kepalanya.

“Apa yang kau lihat ?” tegur Sehun membuatku memalingkan muka. Ia menyadarinya.  Ah betapa memalukannya aku ini.

“Apa yang kau lihat tadi ?” ulangnya tajam menatapku.

“Em itu.. ada kotoran di wajahmu.” Ahhh jawaban apa itu ? betapa tak masuk akalnya. Kau bodoh Nana kau bodoh. Sehun pasti menertawaimu sekarang.

“Kalau begitu bersihkan.” Ucapnya membuatku diam. Pipiku terasa hangat.

“Siapa aku ? kau bersihkan saja sendiri.” Sungutku dan berjalan cepat meninggalkannya. Apa apaan namja itu. Ish benar benar.

Dengan perasaan gugup aku menunggu hasil pengumuman oliempiade fisika beberapa hari yang lalu, semuanya berjalan lancar dan apa yang ku pelajari tak berbeda jauh dengan soal. Aku yakin dengan semua jawabanku hanya saja aku tetap saja merasa tak percaya diri. Sehun sendiri sempat sempatnya tertidur saat mengerjakan. Semua peserta melihat bagaimana pengawas membangunkannya, aku tak bisa membayangkan hasil yang ia dapatkan dan semoga saja ia tak mempermalukan dirinya sendiri dan sekolah karena hasil oliempiade akan diunggah di internet beserta nilai nilainya. Istirahat tiba, aku dan Sehun dipanggil ke kantor untuk menemui Jong Ki songseungnim.

“Pengumuman hasil oliempiade sudah keluar dan kalian tahu..” Songseungnim menggantung ucapannya.

“Kim Nana kau berhasil menjadi juara seperti biasa.” Dan betapa leganya aku mendengar itu semua.

“Satu hal lagi, Oh Sehun berada di tempat kedua. Selisih nilai kalian 2 angka.” Ucap Songseungnim membuatku membulatkan mata lalu mentap Sehun yang tersenyum tipis dan melempar senyuman evilnya ke arahku. Setelah mendapatkan informasi aku dan Sehun keluar.

“Setelah ini kau mau kemana ?” tanyanya dan aku kembali melongo dan sedikit tak sadarkan diri.

“Haha kau masih kaget dengan informasi tadi?” ucapnya mengejek seperti membaca pikiranku. Aku hanya menaikkan bahu.

“Keundeu Chukkae kau telah menang.” Ucapnya terdengar tulus. Aku membalasnya dengan senyum.

“Kau tahu ? aku mendapatkan beberapa hal yang penting selama 2 minggu ini.” Ucapnya lagi menatap ke depan dengan wajah cerah dan sehun terlihat sangat manis. Nana hentikan ! jangan samapai kau menyukai namja ini. Meskipun kini ia sudah putus dengan Jin hye. Semua orang membicarakan mereka. Dan aku masih ingat kata kata Jinhye ia berkata “Semoga tak ada penghianat di sini.” Dan entah kenapa saat itu di kelas, ia sempat melirikku. Ah mungkin itu hanya perasaanku saja.

“Kau mendengarkanku tidak ?” sehun menatapku kesal.

“Ya aku dengar kok, apakah beberapa hal penting itu ?” tanyaku bosan. Sehun terkekeh. Aigoo stop it sehun karena kau terlihat semakin mempesona.

“ini adalah pengalaman pertamaku memenangkan olimpiade.” Ucap Sehun dan ku mengangguk angguk.

“Yang kedua dan yang paling penting adalah…” Sehun menggantungkan uncapannya.

“Aku menyadari betapa cantiknya kau saat berkutat dengan soal soal dan pelajaran.”

BYAARR seperti ada sesuatu yang meledak ledak di dalam dadaku. Rasanya menyenangkan dan membuatku pening. Ku tatap sekali lagi Sehun dengan ragu. Ia hanya bercanda atau serius ? namja itu malah mendekatkan wajahnya membuatku bergerak mundur hingga menyentuh dinding. Ku teguk ludah, jarak wajahnya berda 5 cm dari wajahku. Mau apa kau Oh Sehun ?

“Sekali lagi selamat kau telah menang.” Ia mengeluarkan cengiran khasnya lalu beranjak pergi meninggalkanku dengan jantung yang melompat lompat kesana kemarin. YYYAAA Oh Sehun apa maksudmu hah ?

Oh Sehun Point Of View

Kejadian ketika aku mengatakan Nana cantik dan mengucapkan selamat padanya dengan cara yang menyenangkan selalu membuatku tak berhenti tersenyum, aku masih ingat wajahnya yang bersemu merah. Sangat manis. Hampir 2 minggu aku bersamanya, belajar bersama. Kini aku mengerti mengapa Baekhyun hyung menyukai gadis itu. Ia populer sebagai si bintang kejora, jenius sekaligus cantik. Awalnya ku pikir ia sama dengan gadis lain. Angkuh, sombong, dan seenaknya. Tapi ia berbeda. Lebih tepatnya unik. Yoeja itu bisa saja sangat manis tapi secepat kilat ia bisa menjadi yoeja yang galak dan menyebalkan. polos dan cuek.

“Yya yya kenapa kau tersenyum sendiri ?” tegur Baekhyun hyung menyeringai.

“hah?”

“Wajahmu itu seperti sedang memikirkan seseorang yang disukai, ahhh apa itu Jinhye ? kau masih menyayanginya kan? ” Baekhyun hyung berkata dengan percaya diri. Bagaimana reaksinya jika ia tahu aku sedang memikirkan Nana.

“Sok tahu kau hyung.” Lontarku lalu pergi.

“SEHUN AH ” Seseorang berteriak dan tentu saja itu Jinhye. Ia berlari ke arahku sambil tersenyum. aku memutar bola mata, beberapa hari yang lalu aku memutuskan hubunganku dengannya. Tentu saja yoeja itu tak menerima keputusanku, ia masih saja memperlakukanku sebagai namjachigunya dan tak peduli pendapat yang lain.

“Ku dengar sehun ah memenangkan tempat kedua untuk olimpiade fisika. CHUKKAE !” ucapnya ceria dan mendaratkan ciuman di pipiku. Aku menatap yoeja itu dengan shock, bukan ! tepat di belakangnya, Nana !

“Bagaimana kalau hari ini kita kencan untuk merayakan keberhasilanmu.” Ajak Jinhye bergelayut manja di lenganku.

“Aku sibuk.” Ku tepis tangannya dan berjalan ke arah dimana Nana tadi berjalan. Lalu mencarinya. Yoeja itu berada di kantin, duduk tepat di pojok. Ia tersentak saat aku duduk di hadapannya. Sekilas dan ia melanjutkan makan.

“Nana ?” panggilku dan ia menatapku datar.

“Mau apa kau ?” tanyanya kaku.

“Kau tidak memberiku selamat ?” aku masih menatap yoeja itu.

“Chukkae sehun ssi.” Ucapnya datar tak bersemangat.

“Itu saja ?” tanyaku dan ia kembali menatapku tajam. Aku hampir tertawa, ia tak menyeramkan sama sekali. Ia malah terlihat.. cantik.

“Tak ada ucapan khusus ?” tanyaku lagi dan ia menghela nafas.

“Kau ingin aku mengatakan selamat dan mencium pipimu lalu mengajakmu kencan seperti yang dilakukan Jinhye ? kau pikir aku siapa ?” responnya kesal membuatku tersenyum.

“Kau cemburu Nana ssi ?” godaku dan ia kembali kaget.

“Kau pikir kau siapa Sehun ssi ? Untuk apa aku cemburu ? masih banyak hal yang lebih penting daripada sekedar mencemburuimu !! kau salah….

Nana tak sempat menyelesaikan ucapannnya karena aku telah membungkam bibirnya dengan bibirku. Aku begitu tergoda menatap bibir mungilnya yang mengeluarkan kata kata itu.. seksi.

Kim Nana Point Of View

Aku terdiam, dapat kurasakan bibir Sehun yang menyentuh bibirku. Bagaimana biasa ia menciumku ? di.. di kantin ?

“ PENGHIANATTT !!” Seseorang terdengar berteriak dengan sangat keras. Aku menjauhkan bibirku dan dapat ku lihat Jinhye menatapku marah dengan air yang berlinang di wajahnya. Semua orang menatap kami. Jinhye menghampiriku dan Sehun. Jinhye menatap Sehun dengan mata yang terluka, namja itu hanya menatapnya datar.

PLAKK !!

Ku rasakan pipiku sakit.

“JINHYE !!” Sehun berteriak menangkap tangan yoeja itu.

“BAHKAN KAU SEKARANG MEMBELANYA DARIPADA AKU ?”

`               “Aku menyukainya.” Respon Sehun membuat semua orang terdiam  dan menatapku tajam.

“Jadi karena kau Sehun memutuskanku ? kau penhgianat Nana !! kau bilang kau tak suka dengan Sehun, kau tidak tertarik dan sekarang bahkan kau berciuman dengannya.” ucapnya keras menatapku seperti ingin menelatku bulat bulat. Ku raba pipiku dan menahan bulir airmata yang hendak jatuh.

“Apa kurangnya aku Sehun ? Apa dia lebih baik dariku ? bagaimana kau bisa seperti ini padaku. Kita bahkan baru putus beberapa hari ini. Kau bilang karena kau tak tahan denganku. Bagaimana aku bisa mempercayainya sekarang ? karena Nana kan.. apa yang telah dia berikan padamu ?” ucapnya terisak, menutup wajah dengan kedua tangannya dengan air yang mengaliri. Aku bisa melihat betapa rapuhnya Jinhye sekarang, ia terlihat begitu terluka. Aku tahu aku salah. Aku.. tak berhak atas Sehun.

“Dengar Jinhye.. kau salah paham.. aku.. aku dan sehun tidak memiliki hubungan apa apa.. maafkan aku.” Ucapku menahan gejolah yang membuncah dalam dada. Jinhye mengankat wajahnya pelan, menatapku seperti meyakinkan. Aku mengangguk.

“Aku akan pergi.” Ucapku akhirnya. Namun, Sehun mencegat dan menatapku dalam.

“Apa maksudmu ?” tanyanya bergetar.

“Aku akan pergi, pergi dari kalian dan mebiarkan kalian membereskan masalah ini. Kau tahu Sehun, rasamu padaku mungkin hanya sebuah rasa yang sementara. Mungkin kau tengah bosan saat ini.” Ucapku meneguk ludah menahan ribuah sakit di dada.

“Kau pikir aku bercanda ? aku sungguh menyukaimu.” Ucpnya pelan dengan mata sayu hingga dapat ku rasakan sebuah pisau kecil sedang menyayat batinku sekarang.

“Tapi aku tidak.”

“Bohong. Kau pikir aku bodoh ? kau tak bisa menyembunyikannya.” Sehun semakin memojokkan ku dengan kata katanya. Tahan Nana, kau harus kuat, bahkan jika kau menerima perasaan Sehun. Semua orang akan membencimu. Kau akan diberi julukan sebagai yoeja penghancur hubungan orang lain.

“Awalnya aku menyukaimu tapi kini kau tahu Sehun ssi ? Aku membencimu.” Ucapku akhirya.

“Bagaimana bisa ? kau bohong.”

“Tentu saja bisa, karena kau aku mengalami kejadian seperti ini, karena kau aku merasakan sakitnya tamparan orang lain. Kau pikir menyenangkan ? kau bisa saja seenaknya mengatakan menyukaiku atau bahkan mencintaiku tapi kau egois Sehun.” Ku tahan emosiku. Maaf.

“Kau tidak memikirkan perasaanku, perasaan orang lain. Kau pikir enak seperti ini. Sakit Sehun ssi.. kau tidak memikirkan semua dampaknya. Aku akan menjadi orang yang paling dibenci !! dan itu karena kau ! apa kata orang orang ?”

“Aku tak peduli apa kata mereka.” Tegasnya.

“Aku peduli ! karena itu aku membencimu.” Segera sebelum airmataku mengalir aku meninggalkan Sehun. Mianhe.. joengmal mianhe.. semuanya bohong. Aku juga menyukaimu. Semua yang ku katakan adalah bohong. Maaf..

Author Point Of View

Setelah peristiwa itu Nana seakan berubah, ia menjadi pribadi yang lebih tertutup. Ia tidak lagi bersosialisasi meskipun semua orang telah melupakan peristiwa itu. Ia lebih mengerjakan semuanya sendiri tanpa tahu bagaimana orang lain. Jinhye lebih memilih untuk mengejar Sehun. Namja itu bahkan terlihat lebih mengerikan, ia menjadi pribadi yang dingin. Ia bisa tertawa begitu keras mendengar sebuah lelucon yang bahkan tidak lucu dan ia bisa menangis dengan tersedu sedu menonton sebuah film perang dimana sang tokoh terbunuh. Ia menyibukkan dirinya sendiri dengan kegiatan kegiatan yang menguras energi, bermain basket, futsal, tennis, study club kimia, biolog dan osis. Seabrek kegiatan yang sebenarnya membuat tubuhnya lelah. Ia terlihat lebih kurus dan berantakan meski penggemarnya tak berkurang. Bahkan semua orang berharap akan adanya keajaiban yang bisa merubah Sehun menjadi seperti dulu lagi. Mereka bahkan sempat memohon pada Nana namun, gadis itu diam seperti batu.

Tapi takdir Tuhan akhirnya memepertemukan mereka lagi. Sore itu ketika senja mulai menghampiri dengan gurat ungu dan merahnya. Di sebuah lapangan basket yang ditimpa matahrai sore. Sehun sedang berusaha memasukkan bola namun meleset, bola itu malah terpantul keras dan berguling ke samping. Berhenti di kaki seorang yoeja yang terkejut.

“Nana..” Sehun mengucapkan nama itu bergetar.

Mereka berpandangan, menatap satu sama lain tanpa berkata… kerinduan yang terpendam selama beberapa bulan terakhir.. sehun menghampiri yoeja itu dan merengkuhnya dalam pelukan yang begitu erat. Seolah takut Nana akan menghilang. Yoeja itu diam.

“I miss you so damn.” Bisik Sehun. Ia membenamkan kepalanya di bahu yoeja cantik itu. Lama. Nana hanya bisa menghela nafasnya dan air mulai mengaliri wajah halus yoeja itu.

“Mengapa kau menghindariku beberapa bulan ini ? bahkaan kau memalingkan muka setiap kita bertemu.” Ucap Sehun pelan. “Kau tidak tahu betapa sakitnya aku, betapa tersiksanya aku dengan perasaan ini ? bahkan aku tak bisa melihat yoeja lain karena semua tertutupi oleh wajahmu”

Nana diam tak berani menjawab, ia hanya bisa menangis dan merasakan kesesakan memenuhi rongga dadanya.

“Apa kau masih membenciku ?” tanya namja itu pelan melepas pelukannya dan menatap Nana dalam. Berharap yoeja itu akan mengerti segala penderitaannya selama ini.

“Tentu saja.”

“Mengapa ?” ada nada sedih diujung ucapan Sehun.

“Aku membencimu karena aku tak bisa menghilangkan rasaku padamu.” Nana menunduk dan tangan sehun segera mengangkat dagunya.

“Maksudmu ? kau menyukaiku juga ?”

“Tidak, sudah ku katakan aku membencimu.” Nana menepis tangan Sehun.

“Kau tahu Nana ssi, sekarang aku tak peduli. Aku akan membuatmu menyukaiku bahakan mencintaiku.” Ucap Sehun putus asa. Nana menghapus sisa airmatanya lalu pergi meninggalkan Sehun. Namja itu diam dan menatap punggung Nana yang menjauh menuju kantor. Tiba tiba yoeja itu menoleh.

“Kau bilang ingin membuatku menyukaimu. Sekarang, mengejarku saja tidak.” Ucap yoeja itu tersenyum dan membuat Sehun terperangah.

“Kejarlah aku dan buat aku mencintaimu Sehun Ssi.”

Sebuah senyuman menawan terukir di wajah Sehun, ia menghampiri Nana dan kembli merengkuhnya. Namja itu mencium kening Nana lembut.

 

THE END

35 pemikiran pada “Chase And Catch You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s