Miracle Is A Love (Chapter 3)

Miracle Is A Love

Genre : Sad, Happy, Romance, Fantacy

Rating : Teenager

Author : Elinda
Cast :

-Kim Jong In as Kai

– Cho Eun Ra as EunRa / Arrisa Stamford Moonlight

– Wu Yi Fan as Kris / William Stamford Moonlight

– Park Chan Yeol as Chanyeol / Steve Stamford Moonlight

            – Other Cast

yeoja with wings

Annyeong.. FF gaje menghampiri kalian.. author namanya banyak bgd yang ngarang gaje tingkat dewa dan itu tuh.. nama.a pake nama moonlight (sinar bulan) segala -_______- dan ini Cuma buat just for fun aja ne?!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~HAPPY READING~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[Part 3]

 

@Park Chanyeol POV@

BRAAKK

Pintu dibuka secara tiba-tiba.

“hyung, dia mulai percaya pada kita. Cepat hyung ajarkan dia.”

Ternyata itu Sehun. Aku langsung berlari keluar ke taman belakang kastil yang luas.

@taman belakang.

Benar saja, Kris hyung telah dapat mengendalikan kekuatan apinya. Aku langsung menhampirina.

“hyung, aku berhasil..” ucapnya girang.

“hei.. aku itu bukan hyungmu.. harus berapa kali aku mengatakanna padamu? Kau itu hyungku, hyung..” kataku malas.”hm.. baiklah, hyung sudah cukup bagus. Akan kuajarkan cara menggunakan kekuatan naga apimu.” Lanjutku dan mengajaknya ke tempat yang lebih luas.

“eotteokke??” tanyanya bingung

Aku mulai mengajarkan satu-persatu caranya kepadanya dengan sabar. Dan aku mulai menunjukkan phoenix ku.

GGRRAAAUUNNGG !!!! *lebih-lebih ini author suaranya gaje tingkat dewa* -__________-

Seekor naga api muncul di belakangnya. Dia berhasil. Dia memang namja yang hebat. Tapi tunggu dulu. Matanya, mata itu seperti kukenali. Seperti mata milik William Stamford Moonlight alias hyung kandungku yang hilang hampir 20 tahun lalu disaat dia berumur 4 tahun dan aku masih berumur 1 tahun.

“lalu bagaimana cara menghilangkannya kembali?”

Suara Kris hyung kembali membuyarkan lamunanku.

“itu menjadi PR-mu hyung.” Jawabku

Aku berjalan menuju kastil dan mengembalikan phoenix-ku yang kemudian menghilang dalam sekejap mata. Aku baru ingat jika tadi aku meninggalkan dongsaengku sendirian di kamar.

@kamar

Aku perlahan membuka pintu kamar. Tapi aku tak menemukan seorangpun di sana. Aku beralih menatap jendela kamar. Ada sebuah bayangan hitam. Aku berlari mendekati beyangan itu. Namun ia hilang dalam sekejap mata.

“Edward!! Dia mulai kembali!!”

Aku berlari menemui all member di ruang belakang kastil.

@ruang belakang.

Dengan napas terengah-engah karena berlari, aku mendekati ruang belakang.

BBRRAAKKK

Kubuka pintu dengan paksa. Tapi ada apa ini? Kenapa semua orang pingsan?? Aroma ini.. bau bunga jasmine yang menyengat..

“Edward!!” pekikku

“hyung, waeyo?”

Sesosok namja muncul dari balik pintu.

“Kai!! Aku kira kau juga …..” belum sempat aku melanjutkan kata-kataku

“maldo andwae! Hyung seperti tak mengenaliku saja.” Sambungnya tiba-tiba. “hyung, aku curiga ini perbuatan Edward. Mungkin kita masih dapat mengejarnya. Dia pasti belum jauh dari sini.”

Kai mulai berlari keluar ruangan, ke luar kastil tepatnya. Kurasa tingkahnya sedikit aneh. Ada apa dengannya?

@luar kastil

Kami masih berjalan, berjalan terus berjalan menjauhi kastil. Kami semakin jauh dari kastil Myeori. Dan kenapa Kai menjadi begitu diam? Biasanya jika bersamaku dia tak sediam ini. Matanya!! Kulihat matanya berbeda.. mata itu seperti milik..

“Edward!! Kau bukan Kai!!  Dimana dongsaengku?!” pekikku sambil berjalan mundur menjauhinya.

Seketika namja yang mirip Kai itu berubah menjadi Edward. Cih, dia bena-benar licik.

“kau memang pintar sobat.. hahaha..!!” tawanya begitu keras.

“tidak usah basa-basi lagi!! Aku tidak butuh basa-basimu!! Cepat katakana dimana dongsaengku?!”

Aku setengah berlari menghampirinya dan menerangnya menggunakan apiku.

“woles (?) sobat.. kita dapat membicarakan ini baik-baik bukan?” dia mulai mengibaskan jubahnya.

Aku terpental menabrak sebuah pohon besar. Dia mulai berjalan mendekatiku.

“benarkan sobat?? Kita dapat bicarakan ini dengan cara baik-baik..” kini dia mulai mencekikku

Aish, genggamannya pada leherku kuat sekali. Aku tak dapat bernafas.

“sangat beruntung aku mendapatkan seorang yeoja manis dan seorang namja bodoh itu!” lanjutnya.

Aku beranjak dari posisiku dan mendorongnya menjauh.

“kau licik!! Kau benar-benar licik!! Kembalikan mereka!!” bentakku dengan napas terengah-engah

“licik? Kalau tak licik bukan Edward namanya (?).. tenang, kau akan menemui mereka di mimpimu. Hahaha !!!” tawana semakin keras. Mengerikan!

Tapi tunggu dulu, maksudnya menemui di mimpiku itu apa? Seketika aku menoleh ke arahnya dan….

“argh!!”

 

-Park Chanyeol POV end-

 

@Kim Jong In POV@

@ruang tengah

Aku mulai membuka mataku. Huft, kenapa aku berada di sini? Aku merasa mataku berat sekali seperti habis tertidur

Aku mulai berjalan mendekati ruang belakang kastil.

@ruang belakang

KREEKK

Kucoba untuk membuaka pintu ruang tengah secara perlahan. Tapi kenapa semua orang pingsan?

Kucoba untuk membangunkan mereka. Tapi tentu saja yang kubangunkan pertama kali adalah Lay hyung. Karena pasti dia dapat membangunkan mereka lebih cepat.

Setelah membangunkan Lay hyung, aku mencoba untuk menengok ke kamar EunRa

@other place.

Perlahan kubuka pintu kamarnya. Tapi tak ada siapapun di sini. Aku berlari menuju taman belakang. Bingo! Aku tak mnemukan seorang pun di sana. Tapi ada sebuah bekas percikan api. Dan dimana Kris hyung? Bukankah tadi dia di sini mencoba untuk mengembalikan naga apinya?

“itu dia!”

Aku berlari lagi menuju kamar EunRa. *ngapain juga ni abang lari, padahal bisa ngilang?* #digamparTeleporter

Kutelusuri dengan teliti tiap sudut kamarnya. Yang kutemukan hanya jepit rambutnya di ujung jendela kamarnya.

“jangan-jangan..”

Aku berlari secepat mungkin menuju ruang belakang.

@ruang belakang.

Baru saja aku sampai di depan pintu. Namun sebuah pertanyaan telah terlontar.

“Kai, apa kau mengetahui dimana Chanyeol?”

Tao hyung tiba-tiba bertanya padaku. Padahal aku baru saja sampai.

“aku menemukan bekas percikan api di taman belakang kastil. Dan Kris hyung tidak ada di sana. Aku mencoba mengecek kamar EunRa. Hanya ada ini di ujung jendelanya.” Ucapku sambil menunjukan jepit rambut EunRa. “ aku cutiga Edward telah menculik mereka, hyung.” Lanjutku. “aku akan coba mencari dimana mereka.” Timpalku lagi.

ZZZZZHHHHHHHHH

Aku mulai menggunakan kekuatanku, berpindah tempat kemanapun yang kuinginkan.

@hutan

Kini aku telah samapi. Tapi tunggu, dimana ini? Kenapa aku berada di tengah hutan? Kenapa aku dapat berada di sini?

Aku mencoba untuk berjalan lebih jauh. Kulihat seorang namja tengah tertidur di sana. Tapi kenapa namja itu tidur di tengah hutan? Apa dia tidak memiliki rumah?

Kini kucoba untuk mendekatinya. Dari besar tubuhnya sih seperti Chanyeol hyung. Tapi masa dia berada di tengah hutan seperti ini?

Kucoba untuk membalikkan tubuhnya.

“Chanyeol hyung?”

Aku membawanya pulang ke kastil.

@kastil Myeori.

“hyung.. tolong aku.. Chanyeol hyung terluka..!” aku berlari menghampiri Lay

*kayak di film-film itu yah?*

“wae? Kau menemukannya dimana?” dia buru-buru mengahampiriku.

Begitu juga semua member yang terkejut melihat Chanyeol hyung yang tidak sadarkan diri dan darah bercecer dimana-mana *:’(*

“aku menemukanna di tengah hutan. Hutan menuju kastil Edward. Sepertinya dia sehabis bertarung dengannya. Bagaimana keadaannya hyung?” tanyaku cemas.

“sepertinya ini juga luka dalam. Aku hanya dapat mengobati luka luarnya dan setengah luka dalamnya. Selebihnya kita hanya dapat pasrah.” Jelasnya dengan wajah sedih.

Aku beralih menatap luar jendela. Seperti ada sesuatu yang mndekat. Apa itu?

“hyung, itu pasukan Edward. Mereka akan menyerang kita!1”

Aku secepat mungkin berlari menuju Luhan hyung.

“ppali kau bawa Chanyeol ke tempat yang aman. Kami yang akan menangani mereka.” Balasnya.

“tapi hyung bagaimana kalian hanya bersembilan melawan mereka yang bejibun seperti itu?”

“jangan merengek, kalau perlu kau bawa Chanyeol ke istana. Kau dapat meminta bantuan raja dan ratu di sana.” Lanjutnya.

Pasukan Edward semakin mendekat. Dengan terpaksa aku membawa Chanyeol hyung ke istana menghilang menggunakan kekuatanku.

@istana

Aku telah samapi di istana dengan Chanyeol hyung yang belum sadarkan diri. Tapi tunggu dulu! Aigo.. aku slah masuk ruangan. Sekarang aku berada tepat di depan raja dan ratu.

“mianhae jeongmal mianhamnida, bukannya saya lancing tapi kami sedang benar-benar membutuhkan bantuan baginda. Kami di kastil sedang di serang oleh pasukan Edward dan pangeran Steve sedang terluka.” Ucapku di hadapan mereka.

Sungguh aku ini masih abal-abal. Bagaimana bisa salah memasuki ruangan -_-

“kenapa dengn anakku? Kenapa dia seperti itu? Dan dimana dongsaengnya? Putri Arrisa?” ratu terlihat panik.

Aku tidak menjawab. Raja tampak sedang memperintahkan mentrinya untuk mengirimkan pasukan mereka untuk membantu kami di kastil. Sedangkan para perawat istana terlihat sedang membawa Chanyeol hyung ke kamarnya, kamar aslinya di istana ini.

Terkadang aku iri dengannya. Dia memiliki segalanya di sini. Tapi dia malah lebih memilih bersama kami yang hanya seorang pengawal.

Aku mencoba untuk menengok Chanyeol hyung di kamarnya.

@kamar Chanyeol

Para perawat mulai meninggalkan kamar Chanyeol hyung. Aku mulai menyusuri sudut-sudut kamarnya.

PLUUKK

Seperti ada sebuah suara benda jatuh. Aku mencoba menghampiri asal suara benda jatuh itu. Yang kutemukan hanya sebuah foto yang dibingkai rapih.

Tapi tunggu dulu, kenapa di sini terdapat 4 orang yang teridiri dari raja dan ratu, 1 orang anak laki-laki yang masih kecil, dan seorang bayi laki-laki.

Sepertinya foto ini sudah tidak pernah dipajang lagi karena sudah sangat usang dan berdebu dan juga jatuh entah dari mana. Dan aku kira raja hanya memiliki 2 anak laki-laki dan perempuan yang terdiri dari Chanyeol hyung dan EunRa saja. .

 

-Kim Jong In POV end-

gomawo udah mau baca ff author yang gaje kek begini -____-
jangan lupa tinggalkan jejak ne 🙂

Iklan

2 pemikiran pada “Miracle Is A Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s