Love is Winds (Chapter 1)

  Author : Ace Kaninchen

Title : Love is Winds

Cast : Oh Sehun | Jo Hyemin | Jo Kwangmin | Kim JoonMyun

Support Cast : find with ur self.

Genre : Song Fic , Married Life , Angst , Sad , Romance.

Length : Chapter

Rating : General

Sehun.CVR

A/N : annyeonghaseo, alicia imnida, can call me ‘ace‘ . ini ff pertama banget, kelinci percobaannya sehun dan suho. terinspirasi dari lagu `AfterSchool – Play Ur Love`  , kisah fanfic ini ber-urutan sesuai urutan genre. || Happy Reading ♡

——

Love Is Winds Part 1

 

Jo Hyemin

 

“Hyeye.. Ireona” panggilan yang bergelayut manja terdengar ditelingaku. Merasa aku tak bangun suara itu masih terdengar, “Hyeye ireona.. Ini sudah pagi, waktunya untuk bersiap!”. “Hmmh” balasku mendesah, tidak lama kemudian aku mencerna suara tersebut, sepertinya suara yang aku rindukan beberapa hari belakangan ini, kubuka perlahan mataku mendapati kakak lelaki-ku, yang sangat aku rindukan kehadirannya. “Ha…….aaah! OPPA!” Teriakku refleks sambil memeluknya erat walaupun keadaanku masih setengah sadar. “Hahaha akhirnya bangun juga. Merindukanku tidak?”. Tanya-nya mempererat pelukanku “Neomu!” Jawabku tegas “karena sekarang sudah bangun, pergilah untuk mandi. Kita akan bersiap” ujar kwangmin oppa sambil melepas pelukan hangat tersebut, aku menyeritkan alisku bingung. “Setahu-ku ini hari minggu oppa?” “Memang” balasnya cepat. “Lalu? untuk apa kita bersiap?” “wir ziehen um Haus heute *kita akan pindah rumah hari ini.” jawabnya dengan bahasa jerman yang kental,yang untung aku tahu artinya. “Hua? Jinjja!?” Tanya-ku tidak percaya, jelas saja, secepat itukah mengurus semuanya? Bagaimana dengan sekolahku? teman-temanku? terutama suho oppa, teman terbaik yang aku milikki. “Nde chagiya” jawab kwangmin oppa sambil mengacak-ngacak rambutku, aku menunduk menyembunyikan wajah sedihku yang tiba-tiba, aku sudah merasa senang kwangmin oppa disini, tapi kenapa rumahku harus pindah? Bagaimana dengan urusanku? apa-kah orangtua-ku tidak memikirkan kami? Aku sudah benar-benar seorang senior dalam suatu senior high school sekarang, dan tak lama lagi ujian kelulusan akan aku hadapi, tapi kenapa disaat sesuatu yang mengganjal masa depanku tinggal selangkah.. Orangtuaku memutuskan hal tersebut dengan segera? Sedangkan mereka tau butuh waktu yang tidak sebentar untuk beradaptasi Dan baru aku sadari mereka seperti itu… -Tidak akan- pernah peka terhadap perilaku anak-anaknya, apapun yang kami lakukan itu adalah kebebasan tersendiri untuk kami. “Terlalu cepat ya.. Oppa juga sebenarnya tidak ingin pindah, oppa ingin disini..karena sudah terlalu sangat mempercayai keamanan tempat disini saat meninggalkanmu sendirian..” Aku tetap diam menunggu kata selanjutnya keluar dari mulut oppa-ku. “Sekolahmu.. Juga akan pindah, eomma bilang dia sudah mengurus semuanya dan yang oppa dengar.. eomma juga akan menjodohkanmu dengan seorang namja muda yang terbilang sukses..dan itu…” Aku tersentak, namun masih diam menunggu kalimat berikutnya “artinya ada orang yang akan mengambil alih pekerjaan oppa..” Kwangmin oppa sedikit membungkukan badannya mensejajarkan wajahnya dengan wajahku, dan mengelus lembut helaian rambutku merasa tidak mengerti dengan omongan oppa yang baru saja dikatakan lantas aku bertanya “maksud oppa?” “Oppa.. Didalam keluarga ini, oppa adalah seorang kakak untukmu hyeye. Dan pekerjaan seorang kakak terlebih lagi namja adalah melindungimu.. Maka dari itu, jika dirimu sudah dijodohkan dengan namja tersebut dan menikah nanti, oppa.. Tidak lagi memiliki pekerjaan itu. Karena kau sudah menjadi milik orang lain. Dan orang itu bertanggung jawab atas dirimu” tukas kwangmin oppa segera memelukku “aku..tidak mau itu terjadi… Aku tidak mau dijodohkan!” Geramku sembari meremas kaos putih yang digunakan kwangmin oppa. “Demi masa depanmu hye” jawabnya pasrah “aku tahu.. Tapi oppa, sebuah cinta melalui perjodohan akan rumit, mereka tidak saling mengenal baik. Disatukan begitu saja, bahkan keduanya sama-sama tak mengetahui sifat pribadi masing-masing…aku tidak mau oppa!” “Dan sebuah perjodohan tidak akan berjalan tanpa pendekatan terlebih dahulu hyemi. Eomma dan appa pasti memberikan waktu untukmu dan dia.. Mengenal satu-sama-lain dengan baik. Oppa yakin itu” “lagi pula sebentar lagi umurmu akan bertambah matang, ah hyemi-ku sekarang bukan gadis kecil yang suka menangis sambil membawa es-krim lagi.. Dia sudah menjadi wanita yang tumbuh besar dan manis, dan sudah waktunya untuk wanita manis mendapatkan seorang pendamping hidup” “lalu? Bagaimana dengan oppa? Oppa saja masih sendiri.. Seharusnya oppa sudah memiliki kekasih.. Ah bahkan anak! Memberiku beberapa keponakan” “Mencari cinta itu terlalu mudah, tetapi mendapatkannya sesuai dengan apa yang kita inginkan terlalu sulit untuk dijangkau..dan mungkin pilihan orang tua itu baik.. Mereka mendapatkan yang mudah untuk mereka jangkau dan mereka percaya, kalau denganku. Aku masih sibuk kuliah hyemi” “tap..” “Kwang… Apa semuanya sudah siap?” Teriak eomma dari bawah menghentikan mulutku untuk melanjutkan kata-kata yang sempat terpotong tadi. Kwangmin oppa menoleh kearah sumber suaranya dan tak lama menoleh kearahku lagi. “Eomma sudah memanggil, sebaiknya segera mandi. Semua barang-barangmu akan oppa yang bantu rapihkan, arraseo?” Kata kwangmin oppa “Kita lanjutkan perbincangan ini dimobil nanti” lanjutnya, aku mengangguk mengambil beberapa barang untuk aku gunakan mandi -termasuk baju, karena aku tidak bisa memakai baju dikamar dengan keadaan kwangmin oppa juga ada disini. Itu tidak lucu-

 

Setelah aku mandi dan berpakaian rapih aku beranjak keluar kamar mandi. Melihat kwangmin oppa masih setia membantuku untuk memindahkan beberapa barang ke mobil box yang disiapkan, aku tersenyum saat itu. Menyadari betapa beruntungnya mempunyai seorang kakak laki-laki yang seperti-nya. “Sudah selesai?” Tanya kwangmin oppa menyadari kehadiranku yang tiba-tiba. Aku mengangguk sebagai jawaban “baiklah.. Lebih baik sarapan terlebih dahulu, kau belum makan hye,sebentar lagi selesai.” “Ne oppa” aku berlari turun ke lantai bawah dan kearah meja makan. Hanya ada sepotong roti dan segelas susu, ya. Hanya itu saja, mustahil kalau macam-macam makanan berada diatas meja makan itu. Aku menghembuskan nafas kasar. Sesibuk itukah eomma dengan pekerjaannya?, sudahlah aku terlalu bosan memikirkannya, kulangkahkan kaki-ku lalu menarik salah satu kursi tersebut. Ku olesi selai kepada salah satu roti. Setelah itu aku menyuapinya perlahan, hingga habis.

 

*

 

“Baiklah kalian sudah siap?” Tanya eomma dan appa sebelum masuk kemobil. Aku dan kwangmin oppa yang berdiri bersampingan didepan pagar rumah hanya bisa menganggukan kepala. Walaupun sebenarnya kami sama sekali tidak ingin pindah. “Baiklah kalau begitu. Kami duluan” eomma dan appa langsung masuk kedalam mobil, dengan hitungan menit mobilpun sudah berada didepan perbatasan kompleks rumah, aku dan kwangmin oppa hanya melihat kepergian mereka dengan hati yang buruk. Kwangmin oppa sadar dari lamunannya menggenggam tanganku dan membagi kesadarannya juga kepadaku. “Baiklah hyemi, kita pergi” kwangmin oppa berbalik , melepaskan tangannya dari tanganku dan mengambil mobilnya dari garasi. Aku masih terdiam ditempatku sambil memegang boneka kelinci yang cukup besar. Setelah mobil berada disamping kiriku. Aku langsung membuka pintu tersebut dan masuk.

 

Hening, selama diperjalanan hanya hening yang terasa. Aku hanya melihat pemandangan yang terhalang oleh kaca jendela, sedangkan kwangmin oppa focus menyetir. “Jadi, eomma akan menjodohkanmu dengan namja tersebut, tiga hari setelah kalian selesai melaksanakan ujian nasional.” Ujar kwangmin oppa memulai pembicaraan. Ujian kalian? Apakah itu artinya aku seumuran dengannya? “Kalian? Jadi kami seumuran?” Aku menoleh kepada kwangmin oppa. “Tentu saja.” Balasnya tanpa menoleh. “Eomma bilang ia telah berteman baik dari kecil dengan eomma namja itu, sehingga mereka berjanji jika mempunyai anak dan berbeda jenis kelamin. Mereka sepakat akan menjodohkan kalian, tetapi pada saat itu oppa-lah yang lahir duluan. Sedangkan dia menyusul pada 4tahun setelah oppa lahir. Dan lucunya, eomma juga melahirkanmu pada tahun yang sama dengannya, jadilah kalian yang akan dijodohkan.” “Kenapa masalah ini oppa yang menceritakan? Bukan eomma? Oppa tidak sedang main mainkan?” Tanya-ku memastikan, aku takut kwangmin oppa berbohong. Namun dia adalah seorang psikolog, tidak bisa berbohong. Tapi bagaimanapun aku tetap takut, tidak ada manusia yang tidak pernah berbohong, sebaik-baiknya mereka pasti mempunyai sifat pembohong. Kwangmin oppa tersenyum. “Aku hanya memberitahu sekilas info hyemi. Agar nanti saat eomma memberitahumu kau tidak kaget, selebihnya eomma akan menjelaskan lebih detail nama dan apa saja tentang lelaki itu.” Jawab kwangmin oppa, aku tertunduk. Lalu menyenderkan kepalaku pada jendela yang diberi sanggahan boneka tersebut. “Oppa tau jalan rumah baru kita?” Tanyaku berusaha mencari topik yang baru “Ya, eomma memberi tahu saat sedang makan tadi” aku mengangguk lalu menutup mataku. “Jika mengantuk tidur yang pulas hyemi, setelah sampai aku akan memberitahumu.” Saat mendengar perkataan itu aku membuka mataku, dan meluruskan kepalaku. Aku mengingat sesuatu. Suho oppa! Aku bahkan belum memberi tahu bahwa ingin pergi. Teman macam apa aku ini! “Ada apa?” “A-aku belum memberitahu bahwa ingin pindah rumah kepada suho oppa” “tak apa hyemi, tadi aku sudah memberitahunya saat kau mandi, cek-lah ponselmu mungkin dia telah membalas pesan yang tadi oppa kirim” aku langsung merongoh saku cardiganku. Benar saja. Ada 5 message unread.

 

From : Suho Oppa

Hyemi kau mau pindah kemana?

 

From : Suho Oppa

Kyaa! Kau tega sekali.. Memberitahuku saat mendesak ingin pergi, jadinya kita tidak dapat bertemu dahulu hyemi!

 

From : Suho Oppa

Hyemi.. Sekolahmu juga akan pindah! Kau akan meninggalkanku sendirian? Jahat TT

 

From : Suho Oppa

Hyemi! Kau tahu libur satu hari saja aku sudah sangat merindukanmu! Bagaimana jika berbulan bulan, bahkan bertahun tahun?

 

From : Suho Oppa

Reply pesanku hyemi! Jinjja kau sangat jahat TT

 

Aku menoleh kepada kwangmin oppa “berapa banyak pesan yang oppa kirim?” “Satu” jawabnya sambil tersenyum. “Aku yakin dia membalas pesan itu lebih dari 3” aku langsung mengangguk mantap.

 

*

 

Rumah baru yang sudah aku injak sekarang.. Besar dan elegant, lebih besar dari rumah yang sebelumnya tapi hatiku menjadi dingin, kenangannya tidak mungkin sebesar dirumah yang lama.

 

*

 

Setelah 3 jam lamanya memindahkan dan menyusun barang barang tersebut selesai eomma menyuruh kwangmin oppa dan aku ber-istirahat dahulu, karena pada waktu makan malam nanti akan ada perbincangan –panjang– tetapi aku tidak tertarik untuk beristirahat, aku malah berjalan-jalan disekitar rumah. Setelah lamanya berjalan, aku sampai dihalaman kolam renang. Aku duduk disebuah pendopo kecil dan meluruskan kaki-ku. Kurongoh ponsel yang berada didalam saku-ku. Membalas pesan yang belum terjawab dari suho oppa tersebut.

 

To : Suho Oppa

Mianhae oppa, jeongmal mianhanda. Aku pergi begitu saja meninggalkanmu, ini juga kejadian yang tidak terduga. Maafkan aku aku bukanlah teman yang baik seperti yang kau harapkan, ya. Sekolahku juga akan pindah, tapi setidaknya kita masih bisa berteman dan bertemu lagi oppa! Jika tidak salah, rumahku dekat dengan taman yang sering kita kunjungi saat smp. Kita bisa bertemu disana lain waktu^^

 

Setelah pemberitahuan pesan sukses terkirim pun pikiranku bergantian kepada bagaimana 3hari setelah nanti ujian ya. Aku rasa, ah tidak bisa membayangkannya.

 

15 menit aku menunggu tidak ada balasan apapun yang tertera dilayar ponselku. Aku merasa suho oppa sedang marah besar kepadaku TT

 

*

 

Sore hari pun sudah berganti menjadi senja. Entah berapa lama aku berada dihalaman tadi dan akupun belum mengistirahatkan tubuhku ini. Banyak pikiran. Itulah yang aku rasakan, ku langsung berjalan gontai kedalam rumah tepatnya ke kamarku.

Aku membasuh diriku dengan cepat dan juga berpakaian santai dengan waktu yang cepat. Karena eomma sudah memanggilku dari tadi. Oke it’s time. Pembahasan yang tidak ingin aku dengar, ku lihat dimeja makan penuh dengan makanan. Kimchi, ramen, onigiri , sushi serta buah-buahanpun ikut tertera disana . Ah tumben sekali, pikirku. Mereka bertiga telah berkumpul dan belum menyendok sesuap nasipun. Menunggu-ku mungkin? “Kebetulan hyemi sudah disini. Kajja kita makan besar hari ini! Ini semua eomma sengaja beli banyak tadi”

Deg.

Aku kira eomma yang membuatnya.

 

Aku relfeks memasang tampang ke-tidaksukaan-ku kepada eomma saat baru saja menududukan diriku disalah satu kursi. Kwangmin oppa menyadarinya yang duduk disampingku langsung menggengam tanganku. Karenanya aku menoleh, dia tersenyum. Seolah senyuman bibirnya dan matanya mengatakan “syukuri apa yang ada hyemi, meski bukan eomma yang membuatnya”

 

Oke. Aku masih menahan ketidaksukaanku untuk kali ini.lagi! Aku mengangguk pelan dan perlahan mengambil beberapa makanan yang ada dimeja itu untuk ku lahap. Saat sedang asyik mengunyah, ku dengar eomma berdeham cukup keras sembelum mengatakan “hyemi” aku menoleh sedikit, sambil meneruskan selera makanku. “Eomma punya sesuatu yang sangat penting untung dibicarakan”

 

Aku meluruskan pandangan kepada eommaku yang duduk berhadapan denganku.

 

It’s Time

It’s Time

It’s Time

Batinku.

 

Author Flame

 

Hening seketika memenuhi ruang makan tersebut. Semuanya yang ada disana berhenti melahap makanan yang lezat yang tersedia dimeja makan.

 

Tek. Tok. Tek. Tok.

 

Hanya terdengar deru jam yang terus berdetak. Begitupun hati hyemi, eomma hyemi menelan makanan yang masih dia kunyah saat itu, dan barulah dia berbicara. “Tiga hari setelah kau melaksanakan ujian kelulusan nanti. Eomma akan memperkenalkanmu. Uhm, lebih tepatnya menjodohkanmu dengan anak teman eomma juga yang seumuran denganmu.” Hyemi menelan ludahnya susah payah, kwangmin oppa benar. “Tidak perlu diragukan lagi. Pada pandangan pertama kau pasti menyukainya, eomma yakin.” “Dia sangat tampan, walaupun masih SMA, tetapi dia sudah mulai menjadi seorang arsitek, demi meneruskan perkembangan perusahaan ayahnya, namanya O? Oh Sehun!” “Dan itu adalah sebagai salah satu alasan mengapa kita pindah rumah. Dan hyemi, kau harus bisa beradaptasi secepatnya dengan tempat ini ne?” Pencernaan otak hyemi memang cepat, tetapi dia masih bingung apa hubungannya pindah rumah dan cepat beradaptasi pada perjodohan? “Aku masih tidak mengerti dengan maksudnya pindah rumah dan cepat beradaptasi pada perjodohan?” Tanyanya polos sambil meminum gelas yang berisi penuh air putih. “Yang eomma maksud kita pindah rumah agar mendekatkan dirimu kepada sehun karena rumah sehun tidak jauh dari sini, dan eomma kan sering pergi keluar negeri untuk urusan desainernya. Sedangkan eomma sehun adalah ibu rumah tangga jadi eomma bisa menitipkanmu pada eommanya. Hyemi, selain itu kau bukan hanya dekat kepada sehun saja, tapi eommanya juga. Dan bagaimana cepat beradaptasi agar tidak tersasar saat kau bermain jauh dari area rumah ini , bukan begitu eomma?” Jelas kwangmin sebelum eommanya memberi penjelasan terhadap hyemi sambil bertanya apakah penjelasannya benar atau tidak terhadap hyemi, dan eommanya mengangguk setuju. “Dan hyemi, eomma tidak menerima penolakan apapun” hyemi mengangguk lemas dan pergi dengan gontai menuju kamarnya. Sedari tadi dia memang sudah lelah dan ditambah eommanya menjelaskan secara detail. Hyemi malah kehilangan selera makannya.

 

Hyemi membanting tubuhnya ke kasur king size itu dan perlahan menutup matanya

 

*

 

Besok paginya, sebuah tangan mengelus-ngelus lembut pipi hyemi. Membuat orang yang masih berada dikasur itu perlahan menerjap-nerjapkan matanya. Menyesuaikan pengelihatannya dengan ruangan sekitar. “Hyemi kajja ireona, saatnya ke sekolah baru. Seragam barunya ada di dalam lemari” melihat oppanya yang tahu bahwa hyemi sadar langsung berdiri, hyemi-pun bangun. “Ne oppa.” “Oppa akan ke jerman beberapa hari lagi, ya mungkin setelah perjodohan terlaksana.” Mata hyemi sukses membulat, oppa akan pergi lagi batin hyemi. “Oppa.. Kenapa buru-buru sekali?” “Hyemi, urusan oppa di jerman masih banyak, sedangkan maksud oppa kemari adalah hanya untuk mengetahui pindahnya rumah kita dan menyaksikan perjodohanmu” “oppa berjanji, selesai urusan dari sana. Akan cepat kembali lagi” lanjutnya memeluk hyemi. “Yakssok?” Hyemi melepas pelukannya lalu mengacungkan kelingkingnya tanda bahwa oppanya tidak sedang bercanda “Ne! Yakssok!” Kwangmin pun melingkarkan kelingkingnya juga, bertada dia sedang bersungguh-sungguh. “Arraseo oppa” “ne, aku akan mengantarkanmu hari ini ya?. Bersiap-siap lah!”

 

*

 

“Oppa masih jauh?” Tanya hyemi karena sedari tadi tak kunjung sampai pada sekolahnya. “Aniya sebentar lagi sampai kok, kau bertanya telat hyemi-ah” “hehe aku kira masih jauh, habisnya dari tadi gak sampai-sampai sih.” Hening kembali, karena kwangmin hanya membalasnya dengan senyuman. “Eomma memasukanmu ke sekolah khusus” hyemi menunduk, dia sudah tahu sebenarnya. Hanya dilihat dari seragamnya yang berbeda dari sekolah lain. Lebih lain modelnya *pasti, serta bahan bajunya pun jauh berbeda. Hyemi mengangguk, lalu menoleh ke jendela.

 

*

 

“Hati-hati oppa” kwangmin tersenyum. “Hyemi, usai sekolah selesa, mau oppa jemput?” “Ani, aku pulang sendirian saja.” Jawab hyemi sambil melambaikan tangannya kearah kwangmin. “Arraso, hati-hati juga ne! Annyeong.” Pintu mobil tertutup dan hyemi tersenyum sampai pada mobil itu tidak terlihat kembali. Dia berbalik sambil meniup poninya yang menutup dahinya hyemi berjalan sambil mencari-cari ruang kepala sekolah. Dia bertanya pada salah satu murid namja ber-name tag “d.o kyungsoo” yang sedang memakan donat sambil membaca buku “annyeonghaseo” sapanya setelah berada tepat didepan namja tersebut. “Ne annyeonghaseo, ada yang perlu aku bantu? Sepertinya pertama kali aku melihatmu disini?” sapanya sekaligus bertanya ramah pada hyemi, memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapih “ah kebetulan sekali. Aku memang baru disini, oh iya apa kau tahu ruang kepala sekolah?” “Pantas saja, aku tahu. Mau-ku antarkan? Sekaligus berkeliling-keliling sekolah untuk melihat keadaannya agar kamu terbiasa” Buku yang sedari tadi didepan wajah namja itu kini berada didalam tas yang memang belum ditaruh kedalam kelas “ah.. Boleh sekali,tapi apa tidak merepotkan?” “Aniya. Kajja!” Ajak d.o langsung menarik tangan hyemi. Mereka berjalan jalan disekitar sekolah tersebut. D.o memberitahu ruangan-ruangan diarea sekolah seperti kelas , kantin maupun laboratorium. Hingga akhirnya mereka sampai pada kantor, atau lebih khususnya ruangan kepala sekolah. “Nah, ini ruangan guru dan kepala sekolahnya.” “Go-gomawo d.o oppa” ujar hyemi sambil membungkuk setelah itu dia berjalan kedalam ruangan guru tersebut, menlinggalkan d.o yang dalam keadan malu-malu. Wajahnya merah semerah warna tomat. Mengingat dia dipanggil d.o oppa tanpa sebelumnya memperkenalkan dirinya terhadap hyemi. “Oh!! Shit. Aku lupa bertanya namanya!!” Ujar d.o yang sudah berada didalam kelasnya dan pada saat bel masuk dibunyikan.

 

*

 

“Kelas 3-A adalah kelas yang aku tempati sekarang, beginikah anak sekolah khusus? Sombong-sombong sekali. Dari sekian banyak murid yeoja dan namja tidak ada yang berusaha untuk berkenalan denganku. Padahal aku sudah berusaha memperkenalkan diriku se-ramah mungkin. Ah aku sungguh merindukan saat bersama suho oppa, mencontek, saling menjahili satu sama lain, istirahat selalu tidur dikelas, pelajaran lab selalu sekelompok, dan pulang bersama sambil menyempatkan diri untuk hangout kemanapun. Jinjja! Aku sangat rindu dengannya, rasanya ingin sekali meminjam pintu doraemon dan kembali ke sekolah asalku serta bertemu suho oppa”

 

selama hyemi berjalan-jalan ditaman sekolah disekitarnya pada saat istirahat pikiran dan hatinya yang kalut entah pergi kemana. Hyemi menyedot strawberry milkshake ke-4nya yang sedari tadi dia genggam. Beberapa menit kemudian, dia sudah sadar dari alam sebelumnya. Pandangan hyemi jatuh pada seorang namja yang sepertinya dia kenal sedang tertawa bersama teman-teman didekatnya juga. Hyemi memperhatikan lebih baik pandangannya tersebut “Lu? Luhan.. Luhan?” Refleks hyemi berlari kecil kearah namja tersebut. Setelah sampai didepan namja-namja itu semuanya menjadi hening. “Hei, luhan?” Tanyanya histeris tetapi lebih menonjol kepada sebuah panggilan dibanding pertanyaan, luhan terdiam melihat hyemi lebih details lagi, dari ujung rambut hingga kaki.“Jo? Jo Hyemin?” Tanyanya juga ikut memastikan. “Bwaaaa luhannnnn!” hyemi langsung memeluk luhan kencang melingkarkan tangannya dileher luhan. Luhan pun ikut membalas pelukannya. “Sudah lama sekali tidak ketemu bro!” Salam hangat hyemi sambil menonjok kecil perut luhan. “Lu? Dia siapa? Yeojachingumu?” Tanya teman luhan yang berada disamping luhan “Ya hyemimicucu! Kau melupakanku? Masa hanya luhan saja yang disapa.” Keluhan teman luhan juga membuat hyemi menoleh, “Eh? Krisssssss!” panggil hyemi juga bergantian memeluk kris. “Wassapp bro?” Tanya hyemi sambil menepuk gemas bahu kris yang bidang itu [sedikit jinjit, karena tahu sendiri tingginya kris]. Suasana hening seketika, hyemi melirik ke-arah teman-temannya yang lain. Merasa terdesak dengan keadaan teman-teman luhan yang merasa bingung dengan kehadirannya hyemi pun berubah menjadi canggung “Hm, annyeonghaseo semua, Jo Hyemin imnida, aku adalah saudara dari kris dan luhan. Banggapta” kata hyemi sambil membungkuk setelah itu, teman-teman luhan dan kris pun berebutan memperkenalkan diri mereka masing, masing. Tetapi baru beberapa dari mereka berekenalan, bel tanda masuk sudah berbunyi. Alhasil hyemi-pun dengan malas berpamitan dan langsung masuk ke-kelasnya. Tetapi dia membuat janji terlebih dahulu dengan kris dan luhan untuk pulang bersama, luhan juga akan mentraktir mereka berdua untuk minum bubble tea, jadi sangat sayang untuk ditolak bukan? Sudah hyemi pulang dengan ke-2 saudaranya yang ketampanannya paling utama disekolah itu. Dan ditraktir pula lagi, jika dilihat uang jajan hyemi sudah kritis untuk membeli banana milk tadi jadi dengan senang hati dia menerima tawaran luhan untuk meminum bubble tea dulu disalah satu kedai terkenal didaerah tersebut, berhubung bubble tea adalah minuman favorite mereka.

 

*

 

Jo Hyemi

 

TING!!!!

 

Akhirnya. Bell sialan itu berbunyi juga, dari sekian jam aku menunggu dia berbunyi. Bosan yang aku rasakan, jelas saja. Duduk sendiri dibagian paling belakang lalu mendengarkan guru biologi menerangkan pelajaran membuatku mengantuk iramanya seperti dongeng. Apalagi jika salah satu murid ada yang bersalah. Bukannya menerangkan tetapi dia malah berkotbah *ceramah* sampai pulang, tempat macam apa ini?! Tidak ada sisi menyenangkannya sama sekali, tetapi tidak apa-apa, selagi masih ada krishan. Aku tidak bosan! mereka adalah saudara ter-pervet,jahil,lucu,gokil . Ah! Semua yang kurasa menyenangkan itu ada dimereka, dilihat dari fisik juga mereka tampan,berkarisma untuk kris dan imut serta cantik untuk luhan! Kalau dibandingkan dengan luhan. Aku merasa bahwa aku gagal menjadi wanita, karna kalah fisik dari luhan #LOL. Kulihat mereka tengah berdiri didepan gerbang wajah mereka seperti udang, memang hari ini panasnya sangat menusuk. Itu neraka sedang bochor, karena tidak pakai no drop *abaikan*. Dan aku juga melihat beberapa yeoja yang dandanannya sudah seperti model dengan gelang yang tidak bisa aku hitung jumlahnya terus menggubris luhan dan kris yang merasa risih dengan kehadiran mereka disitu, terlihat dari wajah mereka saling mengkerutkan kedua alisnya. Aku datang langsung mendorong dorong bahu mereka “heh! Minggir minggir” sahutku sedikit kasar pada mereka. Hingga akhirnya aku berhasil menerobos barisan yeoja-yeoja itu “apa yang kalian lakukan sih? Sudah pergi sana!” Usirku pada mereka, sekali lagi dengan nada kasar, dan tingkah-ku itu berhasil dapat tatapan membunuh serta meremehkan dari mereka aku tidak memikirkannya, menggoda kakak sepepuku? Hadapi dulu aku. Dan kusadari mereka [luhan,kris] hanya bengong melihat kelakuan kasarku, oh ayolah! Hanya 10tahun tidak bertemu masa iya sudah bisa melupakan saat-saat aku galak? Hehe “Ayo Kita pergi!” Ajakku menarik tangan mereka.

 

*

 

“Kedainya dimana sih?” Tanyaku sambil menutupi dahi-ku dengan tangan untuk menghindari mataku terkena silau matahari, sudah aku katakan hari ini terlalu panas. Dan kami ber-3 benar benar tidak punya uang untuk membayar bis. “Itu didepan, yang nama kedainya DeerXi ” tunjuknya, ah syukurlah jadi aku tidak terlalu lama lagi menahan panasnya. “Arraseo, bagaimana kabar kalian sekalian? Ini pertemuan pertama kita setelah 10tahun lalu lho, ah kalian tambah tampan saja” kataku malu malu, baru kali ini aku memuji mereka, selebihnya? Mencaci maki habis habisan #hehe. “Bwahahaha” tawa mereka bersamaan “hya! Bukan menjawab malah tertawa! Tidak ada yang lucu!!” “Jelas saja kami tertawa. Baru kali ini lho kami mendapat pujian, by the way. Kami kan memang tampan ingat ya dari lahir, kamu saja yang selalu mencaci maki kami! Heh ingat gigi tonggos dan alis angry birds? Hah dasar. Iya kan hyung?” Timpal kris sembari bertanya pada luhan yang setuju, ah nyatanya mereka masih mengingat hal tersebut, memalukan haha. Tetapi itu memang kenyataan kok. Alis kris itu mirip dengan alis angry birds. Dan giginya yang tonggos? Dulu, kalau difoto kebanyakan fotonya itu sedang posisi cengo membuat mulutnya menjadi ‘o’ dan memamerkan giginya yang agak tonggos itu. Eh tapi sekarang rapih posisinya, dia cocok untuk iklan pasta gigi.

 

Setelah lamanya berbincang-bincang mengenai masa lalu yang tidak terlupakan akhirnya kami sampai dikedai yang tadi dimaksudkan luhan gege. Tempatnya ramai selalu, juga dibedakan, khusus merokok dan tidak. Dan kami memasuki ruang khusus? Eh? VIP? Dengan free Wi-Fi? Ih jinjja, pasti harganya mahal-mahal disini [karena disetiap ruangan harga dan pelayan dibedakan karena kualitas kelas masing-masing. Tetapi tetap satu makanan dan satu toko DeerXi], jelas saja terlihat dari makanan yang tertera dimeja orang-orang yang berada diruangan sini tidak biasa. Dan rata-rata mereka membawa tab/ipad/laptop dengan style yang juga menarik perhatian. Kami duduk dimeja nomer 45 itu saja yang masih kosong, tempat disini sangatlah nyaman. Luhan memanggil salah satu pelayan namja yang tampan err, ingat 3hari setelah ujian hyemi! “Chogiyo, aku pesan 3 bubble tea ya, 1rasa taro, 2rasa cokelat pakai biskuit ya semuanya. Tambahan kalau bisa pakai eskrim. Ah yang meriah deh” pesan luhan menyebutkan rasa kesukaan kami *ternyata dia masih ingat rasa apa saja yang kami suka* yang memakai embel embel eskrim biskuit dan lain-lain, aku melihat daftar menu. Err harganya. Kris dan aku menoleh ber-barengan kepada luhan “heh, uang dari mana untuk mentrakir kita?” Kris mengangguk pertanyaanku. Tandanya dia juga bingung, kita bertiga sudah kehabisan uang, dan masa iya kami ditraktir tetapi akhirnya membayar pesanan dengan mencuci piring-piring disini? Tidak lucu kan, bisa jatuh image kami “Oh iya, aku lupa! Ini kedai-kan punya keluargaku. Hehe, kalian pesan saja sepuasnya ya, gratis kok. Keluargaku juga tidak akan marah” aku dan kris bersamaan lagi menjatuhkan wajah kami ke-meja “ya! Jinjja! Kenapa kalau seperti itu kau tidak pernah membawa-ku kesini hyung?! Setelah lama kita bersama, baru kali ini kau membawaku. Teganya” komentar kris tidak terima “wah. Berarti kau ingin yang selalu gratis kris?” Pertanyaan luhan gege membuat kris bisu seketika, benar juga ya. “Bukan seperti itu! Tetapi kan sekali-sekali kau membawa saudara-mu ini kesini” “iya. Maaf deh, lain kali aku sering-sering bawa kalian kesini”

 

Beberapa menit kemudian..

 

Author Flame

 

Beberapa menit kemudian, pesanan-pun datang, mereka menyedot bubble tea sambil mencari topik untuk dibahas, luhan yang penasaran pun bertanya pada adik saudara perempuannya, hyemi [tidak kepada kris, karena kris selalu ikut luhan dari elementary school sampai senior, dan kuliah-pun kris juga ikut meskipun mereka bukan satu keluarga. Tetapi mereka satu keluarga besar] . Bagaimana masa depan hyemi jika sudah lulus, maksudnya nanti hyemi akan berkuliah dimana? Mendengar beberapa pertanyaan itu hyemi terdiam. Jika dia sudah lulus-kan akan langsung dijodohkan, menikah dan mengurus rumah, sehingga dia tidak sempat untuk bekerja ataupun kuliah, sebenarnya bisa bekerja dan kuliah, tetapikan karena cintanya bertemu pada perjodohan jadi dia harus butuh waktu untuk membuat sehun mencintainya, dengan adanya hyemi yang selalu dirumah setiap hari, membuatkan makanan kesukaan sehun setelah pulang bekerja dan mengurus rumah, agar dia selalu dipandang sehun dengan istri yang baik. Setelah nanti sehun mencintainya dia baru bisa bekerja meninggalkan rumah –tetapi dengan keadaan rapih– dan selalu menyempatkan diri untuk melakukan hal kecil apapun yang terasa membuat sehun senang, alhasil hyemi menceritakan kepada kedua kakak-saudaranya tersebut, dia akan dijodohkan dengan namja –tidak disebutkan namanya oleh hyemi– setelah 3hari ujian berlangsung, sedangkan luhan dan kris, mereka akan melanjutkan kuliah mereka, dikorea. Namun tempat yang terbilang jauh dari rumah membuat krishan tidak bisa pulang sering-sering, dan mereka mengambil apartemen yang cukup dekat dengan kampus mereka nanti yang akan dijadikan tempat mereka tinggal selama kuliah. Hyemi agak kecewa, berarti dia akan kehilangan seseorang lagi! Kenapa akhir-akhir ini banyak yang meninggalkanku?! Batin hyemi.

Setelah banyak berbincang-bincang mereka-pun pulang, tentu saja rumah mereka tidak searah, tetapi hyemi mengajak kedua kakaknya untuk mampir kerumah hyemi yang untungnya tidak terlalu jauh. Matahari-pun telah tertutup awan gelap, akan hujan.pikir hyemi , segeralah mereka mempercepat langkah untuk kerumah hyemi.

 

*

 

“Annyeong! Aku pulang”

“Annyeong!!” Salam hyekrishan dengan histeris yang masih menjadi sifat mereka saat bertemu orang lama, orang-orang yang berada dirumah pun langsung menolehkan kepala mereka untuk menatap suara yang berisik itu. Pertama kwangmin yang menyambut mereka, terutama pada kedua adik sepupunya “omo! KrisHan!” Kwangmin yang sedang beristirahat di dekat perapian sambil meminum lemon tea menoleh kepada sumber suara dan reflex meloncat dan menghampiri keduanya. “Hyung!!!” Krishan pun ikut kaget, setelah kwangmin dihadapan krishan mereka ber-3 pelukan sambil berloncat-loncat layaknya teletubies yang berhasil menyelesaikan misinya “Ahhh! Aku sangat merindukan kalian” ujar kwangmin. “Nado! Bagaimana kabar hyung?” “Aku terlalu baik, kalian?” “Kami lebih baik dari hyung, hahaha! Lama tidak berjumpa hyung” “KrisHan!! Aigoo” kali ini, eommanya hyemi menyambut mereka, kali ini teriakannya lebih keras lagi karena eomma hyemi adalah sosok wanita yang sangat kagum dengan semua yang ada pada krishan , terlebih lagi mereka pernah membantu eomma hyemi saat sedang ke-copetan didaerah mall. “ahjumma!!” Mereka berlari meninggalkan kwangmin yang hendak menjawab perkataan luhan tadi “ahjumma sangat merindukan kalian lho!” Goda eomma hyemi, mereka akhirnya duduk dibangku dimana tadi kwangmin ber-istirahat, “eomma kenapa tidak bilang? Kedua manusia pervet ini satu sekolah denganku?” Kata hyemi berdiri sambil menunjuk sebal krishan yang berada disampingnya. Dan yang ditunjuk hanya bisa cengo karena hyemi yang dulu bangkit kembali “ya! Kau ini tidak sopan hyemimicucu panggil kami oppa! *hye minum susu,goda kris*” Kata kris menarik tangan kiri hyemi untuk duduk kembali, sedangkan luhan menggigit jari hyemi yang menunjuk kearahnya “arrgh” hyemi melepaskan tangannya dari mulut luhan, dan memeperkan tangannya kepada lengan baju luhan, karena air liur luhan sedikit melekat pada jari yang digigitnya tadi. Sekian lama mereka berbincang-bincang dan tertawa-tawa lepas, kwangmin mengajak hyekrishan untuk bermain PSP, barang yang sudah kwangmin simpan terlalu lama dilemarinya karena sudah tidak terpakai,untungnya belum dibuang, jadi mereka bisa bersenang-senang dahulu.

Beberapa jam kemudian eomma yang seperti biasa keluar untuk membeli makanan –karena tidak biasa masak– mengajak seisi rumah untuk makan, kali ini hyemi dan kwangmin tidak memikirkan bahwa itu bukan masakan dari eommanya, mereka lupa karena terlalu banyak tertawa hari ini. Selesai makan dan bermain krishan pun pamit pulang, kwangmin yang tadinya ingin mengantar tetapi krishan menolak karena terlalu banyak merepotkan hari ini. “Sering sering main ne!” Teriak kwangmin diikuti dengan anggukan hyemi. “Ne Hyung!”

 

Next day.

 

Hyemi sudah ada disekolah seperti biasa diantar oppa-nya. saat dia masuk kedalam sekolah lingkungan-nya sangat ramai, siswa-siswa mengumpul diarea mading yang besar itu, hyemi-pun tertarik untuk melihatnya, berdesak desakan menerobos barisan yang menghalanginya, “per-ah.. Per–misi. ahh” saking banyaknya yang berkumpul. Orang-orang pun berhimpit-himpitan untuk melihat mading tersebut, badan hyemi yang agak mungil pun terjepit sana-sini. Dan pada akhirnya dia bisa menerobos teman-temannya, hyemi melihat kedepan mading, jadwal ujian nasional rupanya, baru melihat judulnya saja hyemi telah pergi dari tempat itu, 3hari setelah ujian .. 3hari setelah ujian!!! Dia menuju kelasnya sambil melamun, “oh yaampun, cepat sekali sih? Baru pindah kemarin, sudah akan ujian saja, untungnya masih satu minggu lagi, mulai hari ini aku akan belajar lebih giat lagi!” Hyemi berusaha melupakan 3hari itu dengan menyemangati dirinya sendiri. Setelah sampai pada pintu kelasnya hyemi langsung berlari kearah tempat duduknya, dan langsung membaca buku-buku pelajaran favoritenya, masih dalam berusaha melupakan 3hari itu.

 

4 hari kemudian

 

Setelah melaksanakan try-out terakhirnya dan hyemi mendapatkan kartu ujian dari pihak sekolahnya. Hyemi pulang dengan hati yang sepi didalam dirinya merindukan seseorang, tetapi siapa? Saat sedang berfikir didekat halte bus, handphone yang ada didalam jass hyemi berbunyi. Hyemi segera mengambil ponselnya dan melihat layarnya tertera

 

1 message unread

 

From : Suho Oppa

 

Seketika hati hyemi menjadi lega, dan perasaan rindu itupun hilang, mungkin dia merindukan suho disampingnya selalu, mungkin. Hyemi-pun melanjutkan bacaan yang tertunda tadi

 

:)2.——–!!! *’_ .23-,5_’*,._ ‘*_ 3-,5_ @*5*’_ (-5*’? ‘*”*_ -)* !23(2._ 5-(*.*, )*? 42@23(- )*,/ ‘*_ !-“*,/ 4**( -(_ 42’*3*,/ *’_ 4_5*: !23*5* 5-4*,* *’_ 4*,/*( -,/-, !23(2._ 52,/*,._ 4**( -,- ;_/* -4_:+

 

*hyemiiiiiii!!! Aku merindukanmu kau rindu padaku tidak? Kalau iya bertemu ditaman ya? Seperti yang kau bilang saat itu sekarang aku sudah berada disana aku sangat ingin bertemu denganmu saat ini juga -suho*

Hyemi terkekeh saat membaca pesan itu, mungkin bagi kalian yang tidak terbiasa tidak mengetahui itu, itu adalah cara tersendiri bagi hyemi dan suho jika mereka sudah gila, pesan memakai bahasa isyarat, itulah cara yang dilakukan suho kepada hyemi, dan cara itu juga hyemi diajarkan oleh suho, sampai sekarang dia terbiasa apabila suho memberinya pesan yang isinya seperti itu, dan baiknya hyemi sudah mengerti bahasa isyarat. Dan pesan tadi berbicara bahwa suho merindukan hyemi, dan ia ingin bertemu hyemi ditaman biasa, dan suho bilang suho telah sampai disana. Hyemi berlari meninggalkan halte yang padahal bisnya sudah didepan mata.

 

“OPPA!” Panggil hyemi melihat suho yang sedang mengelus-elus bulu halus kelinci, suho yang mendengar suara familiar itu langsung membalikan wajahnya “hyemi!!!” Suho dan hyemi berlari kearah satu sama lain dan akhirnya berpelukan. Orang yang melihat mereka pun berfikir mereka adalah sepasang kekasih yang telah lama tidak bertemu , “apa kabar?? Aku merindukanmu tahu! Sangat malah!” Suho melepas pelukannya dan memperhatikan hyemi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Hyemi tidak berubah sedikitpun, tetap menjadi hyemi yang dia suka. “Aku baik-baik saja, aku juga merindukan oppa” hyemi memeluk suho lagi. “Oppa marah ya? Karna aku tidak memberi kabar aku ingin pindah jauh jauh hari? Mianhae jeongmal” Suho menghela nafas berat dia tetap mempertahankan pelukan hangat hyemi padanya “sangat. Tadinya sangat marah, aku juga terkejut” “tapi tidak apa-apa selagi aku masih bisa melihatmu, walaupun hanya sedetik aku sudah tidak akan marah lagi” ujar suho. Dia sangat senang bisa bertemu hyemi lagi hari ini, setelah melepas rasa rindu satu sama lain suho pun mengajak hyemi untuk membeli coffe starbuck ketempat langganan sekitar. Setelah itu mereka kembali lagi ketempat pertama bertemu sambil  berjalan jalan menghirup udara disekitarnya. “bagaimana sekolah barumu?” Tanya suho sambil meminum coffe tersebut. Dia menanti jawaban hyemi sambil menyedot haus coffe yang mereka beli. Hyemi membuang muka dengan melihat-lihat keadaan sekitarnya. “tidak bagus” kata hyemi jujur karena memang dari dulu dia tidak menyukai keadaan disekolah barunya hyemi hanya menyukai itu juga karena saudaranya berada 1 tempat dengan hyemi yang membuat hyemi tidak lagi merasa kesepian “eumh? Bukannya sekolahmu sangat terkenal? Terlebih lagi sekolah hyemi kan sekolah khusus” balas suho yang tidak mempercayai perkataan hyemi, padahal suho ingin sekali pindah ke-sekolahan khusus yang terkenal itu –keinginannya sebelum hyemi pindah sekolah— “Ya. Terkenal karena siswa-siswanya yang sombong dan khusus angkuhnya” jawab hyemi polos sambil mengangkat kedua bahunya yang tertempel jass seragamnya –jasnya hanya ditempelkan pada bahu hyemi tidak dipakai dengan benar- suho menoleh kepada orang yang sudah lama dia suka itu hanya bisa tertawa “bahahaha masasih sombong dan angkuh?” “Ne oppa, buktinya hampir seminggu aku tidak dapat teman dari sekolah itu, dan sepertinya memang tidak ada yang berminat menjadi temanku. yang aku punya hanya krishan oppa ” suho tercegang, siapa itu krishan? Batinnya “siapa itu krishan?” “oh, kris dan luhan. Mereka itu sepupu lelaki-ku yang juga satu sekolah denganku. Bodohnya aku tidak tahu kalau mereka satu sekolah denganku, apa kabar mereka ya, dua hari tidak bertemu.”

Jawab hyemi tanpa curiga karena suho bertanya dengan nada yang seperti itu.

 

Oh, sepupu. Aku kira namjachingu. Baguslah jika memang begitu hehehe

 

suho berbicara dalam hatinya, tidak mungkin dia memberitahu hyemi terang terangan. Bisa gawat kalau seperti itu. Demi pertemanannya dengan hyemi berjalan mulus tanpa adanya gerak-gerik suho yang bisa memunculkan kecurigaan bahwa suho menyukainya. Suho tidak ingin kalau dia memberitahunya saat-saat ini.  Suho ingin membuat kejutan untuk hyemi nantinya, memacari hyemi lalu melamarnya dan menikahinya. Memiliki hyemi seutuhnya, itulah yang suho harapkan, sebentar lagi mimpinya akan jadi kenyataan, yang suho takutkan kalau sekarang-sekarang adalah hubungannya tidak berjalan mulus. Hyemi kaget, dan dia tidak focus pada ujian nasional yang sebentar lagi akan mereka laksanakan, suho takut jika hyemi menerimanya mereka berpacaran hingga lulus senior school lalu hyemi pergi kuliah jauh meninggalkannya. Dan satu lagi yang suho harapkan adalah dia menjalani hubungan dengan hyemi saat sudah lulus dan menempuh universitas yang sama, suho akan mengikuti universitas yang akan ditempuh hyemi nantinya. “tidak terasa ya, ujian sudah 3hari lagi.” Mendengar perkataan suho yang seperti itu membuat hyemi terdiam seribu bahasa. Lagi lagi kalimat 3hari yang tergiang-ngiang difikirannya, kembali lagi menghantuinya. Dan sekarang hyemi menge-cap angka 3 adalah angka tersial baginya. Merasa ucapanya tidak digubris hyemi, suho pun menyeritkan alisnya dan melihat gerak-gerik hyemi yang risih dan yang sepertinya teringat akan hal yang tidak ia sukai. “hyemi?” panggil suho, masih saja tidak diggubris hyemi. “hyemi? Ada apa?” hyemi terlonjak dan sadar akan duniawi lagi, entah kenapa akhir-akhir ini hyemi suka sekali melamun. “ada yang salah? Atau kau mempunyai masalah?” yup. Tepat sekali sikap suho dan kwangmin memiliki satu sifat yang sama. Yaitu gampang menebak perilaku hyemi, mulai yang aneh sampai yang bohong “hei? Benarkan kau sedang ada masalah?”

“aku tahu kau sedang ada masalah, dan tidak suka menceritakannya tapi kali ini ceritakan! Siapa tahu aku bisa memberimu solusi yang ampuh untukmu, ya?” paksa suho sekaligus mendesak keadaan agar hyemi mau memberitahunya, karena hyemi bukanlah orang yang suka membagi masalahnya, “Ya-aku akan memberitahunya kepada oppa. Tetapi aku bingung untuk menganggapnya sebagai apa. Masalah iya, paksaan juga iya. Lalu janji juga iya.” Kata hyemi pasrah, dan mulai meneruskan kalimatnya. “kalau ujian sekolah berlalu cepat. Dan itu artinya, semakin cepat juga aku.. akan..” hyemi menggigit bibir bawahnya. Ragu yang tiba-tiba menyelinap dihatinya, tangan mulusnya memainkan tutup plastik dari coffe tersebut. akan apa? Kuliah diluar negeri? Bahagia? Akan apa? Pindah rumah lagi? Atau akan mendaftar disalah satu universitas? Mengikuti suatu audisi? Atau apa?? Tanya suho bertubi-tubi didalam hatinya yang tidak mampu ia lontarkan kepada hyemi, bibirnya terasa kering untuk berbicara. “aku—ak-akan.. di-dijodohkan” kalimat terakhir yang membuat suho tersentak,bisu,kaget dan tidak menyangka. Satu jawaban yang benar-benar menusuk hatinya seakan menjawab semua pertanyaan didalam hati suho. Suho mencengkram gelas plastic coffe-nya tersebut sehingga memuncratkan isi yang masih tersisa didalamnya. Emosi menghantamnya saat ini juga, mimpi indah yang akan suho wujudkan runtuh seketika. “Ap? Apa? Dijodohkan?”

 

To Be Continued

 

RCL juseyo.. no be silent please ^^ ,soalnya memotifasi banget buat chapter berikutnya biar lebih baik lagi. Gomawo

Sekalian aku juga minta maaf sebesar-besarnya, soalnya belum bisa bawa sehun pada part1*soalnya dia masih sibuk ngapalin naskah* #dikiradrama?? bahaha. Tapi dari part2 sampai fanfic ini selesai,sehun bakal muncul kok. Dan aku rasa, part1 kurang menarik ya? Tenang hehe ace bakal usahain buat chap n part berikutnya lebih cetar lagi!

-aceTAR-

Iklan

22 pemikiran pada “Love is Winds (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s