What’s Wrong If I Like You?

~What’s Wrong If I Like You?~

Author : Eleonora Delonix Regia

Rating : General, PG 13

Length : Oneshoot

Genre : Schoollife, Romance, Friendship, Comedy(maybe),Hurt(?), Gajhe.

Main Cast :      – Kim Jong In (EXO-K)          – Lee Seori (OC)         – Jin Raina (OC)

Support Cast : – Park Chanyeol (EXO-K)                                          – Han Naeun (OC)

                        -Oh Sehun (EXO-K)                                                   – Sung Hyera (OC)

                        – Zhang Yixing aka Lay (EXO-M)                            – Choi Eunra (OC)

Whats Wrong If I Like You cover

Authors talk : “Anyeonghaseyo… meet me again (?), yup..!! ini FF Oneshoot pertama ku, please coment jebal biar lebih maju, and sumpah buanyuak banguet typo nya, coz amatiran, hehe… X) jadi kalo emang lgi gk mood mending gk usah baca dari pada kepala pening pusing, klo mood coba di baca dlu, n coment yaw..!! oh ya.. jangan lupa siapin kantung muntah sebelum ponsel, computer, laptop, tab,, ipad, basah oleh lendir-lendir jorok habis bca FF ini, ok!! Check this out…!!”

“Seharusnya kau membawa kertas itu…”

“Sudah kubilang aku tak mau membawanya, kau yang memaksaku…”

“Seharusnya kau punya rasa tanggung jawab, membawanya saja tidak mau…”

“Kau yang memaksa, jadi jangan salahkan aku kalau lupa membawanya…”

“Kau..!!! Item…”

“Kalu aku Item lalu kau apa? Dasar Kecil..!!!”

“YAK!!! Apa kau bilang…”

Begitulah hari-hari yang Seori lalui semenjak duduk bersama biasnya, Kim Jong In. “Kalian apa tidak bisa sehari saja tidak bertengkar,” ujar Chanyeol menasehati Seori dan Kai yang sedang bersemangat untuk adu mulut. “Item ini yang salah…” ujar Seori dengan suara cemprengnya yang khas. “Eh?.. ya elu tuh yang maksa gua, dasar Kecil…” ujar Kai yang tak mau kalah. Para penghuni kelas X-B sudah lelah dan malas untuk menasehati Tom & Jerry versi author yang satu ini.“Labil tau gak lu pada,” ujar Naeun yang benar-benar lelah mendengar cekcok antara Seori dan Kai yang berlangsung hampir setiap bel masuk berbunyi.

“Dia dulu nih yang mulai…” ujar Seori mencari simpati para audience(?) sambil menunjuk-nunjuk muka imut Kai. “Ya!! Ngapa pake nunjuk-nunjuk segala lu…” ujar Kai sambil menyibakkan tangan Seori. “Makannya lu jangan nyari gara-gara,” ujar Seori mendekatkan wajahnya, eits.. bukan chu~, tapi nantangin. “Eh? Gak salah!! Lu tuh yang nyari gara-gara, lu pikir gua takut ama yeoja jadi-jadian kayak lu ha..?” ujar Kai yang ikut mendekatkan wajahnya.

DEG!!

Wajah mereka benar-benar dekat sekarang. Kai memang tidak merasakan apa-apa karena terlalu emosi. Sedangkan Seori, dadanya bergemuruh hebat saat ini. Belum pernah Seori menatap mata bulat Kai yang berbinar sedekat ini, belum pernah merasakan hembusan nafas Kai sedekat ini, belum pernah sekalipun ia mencium aroma khas Kai yang sangat hangat menurutnya, dan baru kali ini ia merasakan semua itu. Tanpa Seori sadari wajah Kai berubah ekspresi(?) menjadi heran + bingung, kenapa Seori mendadak memasang wajah takut? Memang saat ini Seori takut. Takut apabila wajahnya memerah karena malu saat ini dan takut apabila ketahuan bahwa Seori sangat, sangat, sangat menyukai Kai.

“Napa lu ngeliat gua gitu banget?” Tanya Kai yang berhasil membuyarkan lamunan konyol (tapi indah) nya Seori. “Ah..!! Anniya, eum… yasudah… jeongmal mianhae karena telah memaksamu waktu itu, nanti biar aku yang berbicara pada Jung Songsaenim,” ujar Seori yang berhasil membuat bulu kuduk Kai berdiri. Biasanya Seori akan membentak-bentak Kai dahulu meski yang akhirnya harus mengalah adalah Seori, akan tetapi… kenapa Seori berubah selembut ini?

Seori pun menempati bangkunya yang tepatnya ia duduk sebangku dengan Kai. Kai pun ikut duduk tetapi pikirannya masih melayang kemana-mana akibat ulah Seori yang mendadak berubah manis. Seori pun terus menghela nafasnya perlahan akibat kejadian barusan. Bahkan apabila Seori memajukan wajahnya sedikit saja, bisa-bisa madding sekolah penuh dengan artikel “Kim Jong In sang pangeran exotic berciuman dengan Lee Seori” dan saat ini Seori berusaha melupakan kejadian barusan.

Kai hanya menatap Seori dengan penuh pertanyaan yang terbesit di kepalanya. “Nanti kita bersama-sama saja berbicara pada Jung songsaenim,” ujar Kai tanpa menatap Seori yang membuat Seori menganga sambil menatap Kai heran. Kai pun memalingkan wajahnya dan menatap Seori sambil tersenyum. “Dengan begini aku adalah namja yang bertanggung jawab kan?” ujar Kai sambil tersenyum. Seori hanya mengangguk. Entah sudah berapa kali Kai tersenyum kepada Seori tapi menurutnya senyuman ini adalah senyuman Kim Jong In yang paling manis. Seketika senyum Seori terkembang tanpa Kai sadari.

“Anyeonghaseyo,” sapa Jung songsaenim yang tiba-tiba masuk kedalam kelas X-B.

“Anyeonghaseyo…” sapa siswa X-B.

“Baiklah, keluakan tugas kelompok kalian,” ujar Jung songsaenim. Semua anak mengeluarkan tugas kelompok mereka masing-masing, sedangkan Kai dan Seori? Mereka hanya saling menatap. Takut? Sudah pasti. Apalagi, Jung songsaenim adalah wali kelas mereka. Kai pun menghela nafasnya berat. Seori hanya menatap Jung songsaenim takut. “Ayo…” ajak Kai sembari bangkit dari duduknya. Seori hanya mengikuti Kai. Semua mata siswa X-B hanya menatap mereka berdua, termasuk mata tajam Jung Songsaenim. Dengan perasaan takut pun Kai dan Seori mengahadap Jung songsaenim.

“eum… maaf saem, kami..” ujar Seori takut sambil melirik Kai yang berada disampingnya. “Kami sudah mengerjakan tugas itu saem, tapi karena saya teledor saya lupa membawa tugas itu,” ujar Kai. Seori hanya membelalakan matanya mendengar ucapan Kai barusan. Kai sendiri pun tak mengerti kenapa ia harus menyalahkan dirinya? Lay, Eunra, Chanyeol, Naeun, Sehun dan Hyera yang menasehati mereka habis-habisan saat mereka bertengkar tadi pun juga tak kalah kaget.

Terlihat Jung songsaenim menatap mereka kesal. Seori hanya menunduk. “Baiklah karena kalian jujur, kalian boleh mengumpulkan tugas itu besok, tetapi…” Jung songsaenim menggantungkan kalimatnya. Seori hanya menatap Jung songsaenim harap-harap cemas, sedangkan Kai tidak sabar mendengar kalimat yang akan Jung songsaenim katakan. “…kalian harus membersihkan taman sekolah setelah pulang sekolah hari ini,” ujar Jung songsaenim. Seori dan Kai hanya saling menatap satu sama lain. “kalian boleh duduk,” ujar Jung songsaenim sembari menggunakan kacamata besarnya.

Seori dan Kai pun kembali menuju tempat duduknya. “Mianhae,” ujar Seori pelan. Kai hanya menatap Seori heran. “jangan begitu, tidak ada yang salah juga tidak ada yang benar diantara kita,” ujar Kai dengan melirihkan suaranya. Seori pun tersenyum pada Kai. Dia tak menyangkabiasnya yang selama ini selalu bertengkar hebat dengannya sekarang telah kembali menjadi bias yang ia suKai dulu.

—–MATE—–

            “Selamat membersihkan taman…” ledek Chanyeol sembari memasukkan buku-bukunya kedalam tas. “Puas lu…” ujar Kai sambil memanyunkan bibirnya. “Santai aja, sekali-kali coba lu rasain penderitaan OB sekolah kita, ya gak..?” ujar Sehun. “Yoi..!!” jawab Chanyeol dan Lay bersamaan. Sementara…

“Seori-ah, hwaiting..!!” ujar Eunra member semangat. “Ne… hwaiting..!!” ujar Seori. “ini aku belikan minuman untukmu,” ujar Hyera. “ne.. gomawoyo…” ujar Seori. “Selamat bekerja bersama dengan your bias,” ledek Naeun sambil cekikikan yang seketika mendapat death glare dari Seori. “shut up your mouth Han Naeun…”ujar Seori memelankan suaranya sambil melirik Kai berusaha meyakinkan bahwa Kai tidak mendengar perkataan Naeun barusan. “kita pergi dulu ne… anyeong…” ujar Eunra sembari pergi meninggalkan kelas. “Ne…” ujar Seori sambil melambaikan tangannya. Seori pun menatap kearah lain, kearah Kai.

Seori hanya menatap Kai dengan kesal saat melihat Kai dengan teman senasibnya yang sedang asik bercanda ria. Kai yang merasa ditatap pun memalingkan wajahnya dan menatap Seori. “Sebaiknya kalian pergi, keburu Kecilnya ngambek lagi, hahaha…” ujar Kai meledek Seori sambil tertawa yang diikuti tawaan teman senasibnya itu. Padahal gurauannya kali ini sungguh sangat garing. “yaudah anyeong…” ujar kawannya itu. Kai hanya membalasnya dengan lambaian tangan. Seori masih menatap Kai kesal.

“Puas kau sudah mentertawaiku?” Tanya Seori sambil berjalan mendekati Kai. “menurutmu ?” ujar Kai yang membuat Seori semakin kesal. “Huh..!! aku sudah salah percaya padamu bahwa kau adalah namja yang bertanggung jawab,” ujar Seori sambil berjalan menjauhi Kai. “Jangan salah, aku namja yang bertanggung jawab kepada yeoja yang hatinya lembut saja,” ujar Kai sambil menyamakan langkahnya dengan Seori menuju taman sekolah.

“Lembut? Itu sangat tidak cocok denganmu,” ujar Seori sinis. “Daripada aku menyukaimu? Itu yang sangat,sangat,sangat tidak mungkin dan tidak akan pernah mungkin,” ujar Kai sambil tersenyum jahil. Memang menurut Kai itu hanyalah gurauan. Tapi tanpa Kai sadari yeoja yang saat ini disampingnya hanya menatap Kai sendu. ‘Apa benar kau tak akan menyukaiku?’ batin Seori. Seori memilih untuk tidak menjawab. Entah apa itu yang membuat mood Seori benar-benar hancur saat ini? Apa karena gurauan tidak jelas dari Kai barusan? Itu hanya gurauan dan apa Seori menganggapnya serius?

Mereka terus berjalan hingga sampai di taman. Kai pun mengambil sapu dan bak sampah untuk mereka gunakan sebagai alat pembersih bagi taman yang memang sebenarnya tidak seberapa kotor ini. “Ini. Kau yang menyapu dan aku yang meletakkan sampah di tempat sampah,” ujar Kai yang memang berniat membuat Seori kesal. Tapi Kai salah. Seori hanya menuruti kata-kata Kai. Seori pun menyapu dari mulai ujung taman, sedangkan Kai yang berada di bangku taman hanya diam keheranan. ‘Dia kenapa?’ batin Kai.

Seori terus menyapu taman itu sambil memikirkan suatu hal. Dia teringat Love Diaries yang dibuatnya semalam. ‘Aku memang menyukaimu, aku memang mengagumimu, aku tahu aku hanya seseorang yang tidak berarti apa-apa bagimu, aku juga tidak berharap kau akan membalas perasaanku, aku hanya menikmatinya, menikmati rasa sukaku padamu, karena memang aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membuatmu menyadari bahwa aku sangatlah berarti unutkmu, What’s Wrong If I Like You ?’ kata-kata itu yang membuat kepala Seori penuh.

Mereka berdua bekerja dalam diam. Tanpa sadar pekerjaan mereka telah selesai. Kai yang melihat Seori telah selesai pun mendatangi Seori. “Mana sapunya? Sini biar kukembalikan,” ujar Kai yang sebenarnya bingung kenapa yeoja gila sepertinya bisa galau juga. Seori pun memberikan sapunya kepada Kai. Kai yang bingung + kepo pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Seori. “Heh..!! Kau ini sebenarnya kena-…”

Listen ! nikkil seu inni

Nae simjangi, twijireul anha..

Terdengar ringtone ponsel Kai. Kai pun buru-buru mengangkatnya tanpa membaca siap yang meneleponnya.

“Yeobeoseyo…” ujar Kai

“…..”

“Ya..!! ada apa Raina-ya” ujar Kai dengan malas. Seori yang mendengar kata Raina pun menatap Kai kesal. Ya, Raina adalah mantan Kai yang sampai sekarang masih mengejar-ngejar Kai.

“Baiklah…. Ya aku kesana…” ujar Kai sambil menutup ponselnya. Seori pun masih menatap Kai sinis.

“Seori-ah, kau pulang duluan saja, aku masih ada urusan, Aku pergi dulu, anyeong…” ujar Kai sambil pergi begitu saja. Seori hanya berdecak kesal. Segitu gampangnya kah meninggalkanku sendirian? Seori pun mengikuti Kai dari belakang tanpa sepengetahuan Kai. Seori terus mengikuti Kai hingga ia sampai di suatu tempat, atap.

Seori pun terus mengawasi gerak-gerik Kai. Kai terlihat sedikit berlari saat mengetahui di sudut atap ada Raina yang menunggunya. Mereka terlihat berbicara, ah.. bukan… mungkin lebih tepatnya cekcok. Seori tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Mereka terlihat terus cekcok, Kai pun terlihat kesal dan berniat meninggalkan Raina. Tapi sayangnya tangan Kai tertahan oleh Raina dan… Chu~… bibir merekapun menyatu. Seori hanya membelalakkan matanya menatap pemandangan paling menyakitkan itu. Mereka terlihat menikmati ciuman itu. Seori pun terisak dan menggigit bibir bawahnya agar tangisannya tertahan. Dia mencengkram jaketnya kuat. Raina pun terus mencium bibir Kai sampai menimbulkan suara yang anehnya suara itu terdengar oleh Seori.

Ia pun terduduk dibalik dinding menuju tangga bawah. Perlahan Seori menyadari bahwa dirinya tidak bisa bersama Kai. Dirinya tak pantas untuk Kai. Kai hanya mencintai Raina, bukan Seori. Seori terus menangis terisak. Merasakan luka yang tergores di hatinya. Merasakan kebodohannya untuk menyukai Kai. Seori sudah tak kuat lagi. Ia berlari menuju lapangan sekolah. Berlari sekencang-kencangnya. Masih teringat jelas bagaimana pertautan bibir mereka. Sudah jelas Seori cemburu, apa itu salah?

—–MATE—–

            Kai berjalan menyusuri koridor sekolah menuju atap. Sesampainya, Kai melihat Raina yang telah menunggunya. Sebenarnya dia benar-benar malas bertemu dengan yeoja centil seperti dia, tapi mau bagaimana lagi? Katanya ada hal penting yang harus mereka bicarakan. Ya..! Raina adalah yeoja yang sudah membuat Kai kecewa. Kai mendatangi Raina yang berdiri sambil menatap keindahan kota Seoul sore hari di atap sekolah. Raina, mantan kekasih Kai.

Sebenarnya Kai sangat mencintainya, tapi karena saat itu Raina selingkuh, dia mencoba untuk melupakan Raina dan hampir berhasil melupakannya, dan sekarang apa yang akan dibicarakan Raina dengan Kai?

“apa yang mau kau bicarakan ?” Tanya Kai ketus. Raina menoleh menatap namja yang berada di sampingnya. Raina tersenyum kepadanya akan tetapi dibalas dengan tatapan ketus dari lawan bicaranya. Raina tahu mungkin kesalahannya waktu itu sangat fatal, sehingga Kai tidak akan pernah menatapnya dengan mata berbinarnya lagi. Ia sangat menyesal.

“Kamjong, kau masih marah padaku ?” Tanya Raina sambil menatap Kai dengan wajahnya yang kelewat imut itu dengan tersenyum sendu. “untuk apa? Aku sudah tak peduli padamu kok!” ujar Kai ketus tanpa menatap Raina. “Kamjong, mianhae… jeongmal mianhaeyo…, aku tahu aku salah dan aku benar-benar bodoh telah menduakanmu, aku benar-benar bodoh, tapi aku menyesal Kamjong, hiks… apa tidak bisa kita ulangi lagi?” ujar Raina sambil terisak.

Kai menatap Raina dengan penuh emosi. Tangisan Raina sudah tidak berarti apa-apa lagi bagi Kai. “segitu gampangnya kah kau bicarakan itu padaku ? kau benar-benar membuatku muak, kau tak tahu bagaimana sakitnya perasaanku saat itu, kau sudah membuatku kecewa dan sekarang dengan mudahnya kau memintaku untuk kembali padamu ha? Shit..!! aku tidak akan pernah mau kembali pada yeoja sepertimu,” ujar Kai sembari menahan emosinya.

“Kamjong, aku masih mencintaimu… Saranghae Kamjong, Saranghaeyo…” ujar Raina dalam tangisannya. “percuma aku disini, hanya buang-buang waktu dengan yeoja sepertimu,” ujar Kai sembari meninggalkan Raina. Akan tetapi, tangan Kai tertahan oleh Raina. Sekejap saja, Raina menautkan bibir manisnya ke bibir Kai. Kai hanya bisa membelalakkan matanya. Sebenarnya Kai sedikit menyimpan rasa pada Raina. Raina terus menautkan bibirnya. Kai yang awalnya hanya diam entah berpikir apa, Kai pun membalas kecupan dari Raina dengan mengeluarkan emosinya hingga timbul seperti suara decakan yang keras. Dibalik pertautan bibir mereka seseorang melihatnya dengan perasaan yang sangat sakit karena hanya bisa berdiam diri dengan perasaannya.

Tiba-tiba Kai mendorong tubuh Raina. Sepertinya Kai mulai menyadari apa yang ia lakukan. Ia terbuai oleh ciuman dari Raina. “cukup sudah..!! ” ujar Kai sembari meninggalkan Raina yang mematung di sana. Kai mengacak rambutnya frustasi. Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu. Sesekali Kai bergumam dan menyebut dirinya sendiri ‘Bodoh’. Kai benar-benar kesal akibat kejadian tadi.

‘Seori…’

Entah mengapa tiba-tiba dia teringat oleh yeoja Kecil yang selalu bertengkar dengannya. ‘Apa dia sudah pulang?’ batin Kai. Kai pun bergegas menuju tempat parkir motor. Sesampainya disana dia hanya melihat motornya. ‘Ternyata dia sudah pulang, tapi kenapa tiba-tiba aku memikirkannya?’ batin Kai. Segera Kai mengambil motornya, dan melesat membelah jalan kota Seoul sore hari itu.

—–MATE—–

            “Aku pulang…” ujar Seori sesampainya di rumahnya masih dengan wajahnya yang lesu. “Oh.. kau sudah pulang chagiya, kenapa kau terlihat lesu? Apa tugasnya banyak chagi? Apa kau sakit?” ujar eomma Seori yang terlihat khawatir melihat anak sulungnya berwajah lesu seperti itu. “Aniya eomma, nan gwaechana, aku hanya kecapean,” ujar Seori sembari melangkah menuju kamarnya. Eommanya hanya bisa diam melihat kelakuan putrinya yang mendadak murung seperti itu.

Seori mebaringkan tubuhnya di ranjang kamarnya. Dia hanya menutup matanya berusaha menenangkan pikirannya. Patah hati? Ya mungkin saat ini dia menjadi orang yang patah hati karena Kim Jong In. Huh!! Sesekali dia bergumam dan mengacak rambutnya frustasi. “Bisakah aku tak mengingat Kim Jong In?” pekiknya sambil mengacak rambutnya frustasi.

Gieogi najil anha nareul
Bara bodeon nunbit
Ttatteu tago pogeun haetdeon ne pumdo

Seori mengambil ponselnya dan melihat name word di ponselnya. Segera Seori melepas battery ponselnya dan meletakkan ponselnya di meja dekat ranjangnya. Dia sedang tidak ingin diganggu terlebih dengan orang yang sudah membuatnya seperti ini. Ya..!! Kim Jong In yang menghubunginya barusan.Seori menatap sendu langit-langit kamarnya. Dia masih mengingat kejadian di sekolah. “Kurasa aku salah telah menyukaimu,” gumam Seori.

—–MATE—–

            “Ya..!! Eunra ya.. jebaalll….” Ujar Seori memohon. “kenapa tiba-tiba kau ingin duduk denganku? Bukankah lebih menyenangkan duduk dengan biasmu?” Tanya Eunra bingung. “haduh… aku tak bisa mengatakannya sekarang, ayolah… salah satu dari kalian pliss… duduk denganku ya… jeballl…” ujar Seori dengan tampang memohonnya yang terlihat seperti anak kecil minta dibelikan balon oleh ibunya. “kau ada problem dengan Kai ?” Tanya Hyera. “Masa’? apa kemarin terjadi sesuatu ?” Tanya Naeun. Seori terlihat frustasi. Sahabat-sahabatnya ini terlalu banyak bicara. “Aish..!! nanti kuceritakan, ayolah…” ujar Seori memohon. “arraseo… kau duduk denganku saja,” ujar Eunra. “Yak..!! gomawoya uri yeoppo Eunra…” ujar Seori sembari duduk di sebelah Eunra.

Karena Naeun, Eunra, dan Hyera kepo setengah hidup, mereka berempat terpaksa untuk hari ini tidak duduk dengan bias masing-masing. Mereka ngumpul berempat. Hanya karena ingin tahu apa yang terjadi dengan Seori dan Kai kemarin.
“Wae ? apa yang terjadi ?” Tanya Naeun sambil menatap Seori. Seori sedikit menunduk. Terlihat sekali dia sedih. Naeun, Eunra, dan Hyera saling menatap satu sama lain. “Waeyo Seori-ah?” Tanya Hyera lembut. Seori menatap sahabat-sahabatnya. “Kai….”

“Anyeonghaseyo….” Sapa 4 orang namja siapa lagi kalau bukan Lay, Sehun, Chanyeol, dan Kai. Beberapa siswa di kelas ada yang menjawab sapaan mereka, selebihnya tidak. Seori yang melihat orang yang paling tidak ingin ia temui hanya menunduk dan mengambil buku matematika yang ada dihadapannya, berusaha untuk tidak gugup atau menangis lagi. Lay, Sehun, Chanyeol, dan Kai menatap mereka berempat.

“Kalian tidak duduk disini bersama kami ?” Tanya Chanyeol. “Hei, tidak harus duduk denganmu kan? Sesekali kami ingin berkumpul berempat,” ujar Naeun ketus. “Oh ya sudah, akan lebih baik jika tidak duduk dengan kalian,” ujar Sehun menambahkan. “memang menyenangkan,” balas Hyera. “Wah…!! Ada yang galau nih…!!” ujar Lay. Seketika mereka yang adu mulut pun menatap ke arah Seori. Seori yang merasa ditatap hanya diam sambil terus membolak-balik halaman buku matematika. Dia benar-benar tidak ingin berdebat dengan siapapun.

“Oh… jadi si Kecil lagi galau… aku tidak menyangka yeoja jadi-jadian sepertimu bisa galau juga,” ujar Kai diikuti tawaan dari teman-temannya. Seori pun berdiri dan meninggalkan kelas dengan tampang tanpa ekspresinya. Semua yang ada di kelas pun kaget. Terlebih lagi Kai. Biasanya jam-jam seperti ini dia sedang berdebat dengan Seori, tapi sekarang… kenapa Seori?

“Kalian keterlaluan,” ujar Hyera sembari mengejar Seori diikuti Naeun dan Eunra. Semuanya menatap kejadian tadi dengan bingung. “memang aku mengatakan apa barusan?” ujar Kai bingung. “Mungkin dia sedang marah,” ujar Lay. “setahuku meskipun Seori marah, dia akan tetap berdebat dengan Kai, dan itu hiburan untukku, tapi sekarang dia kenapa?” Tanya Sehun. “kalau yeoja seperti itu, biasanya dia patah hati, atau mungkin disakiti oleh seorang namja,” ujar Chanyeol. Kai pun menatap Chanyeol dengan tampang bingung. “Setahuku Seori tidak pernah mempunyai namjachingu,” ujar Kai. Mereka berempat terlihat berpikir satu sama lain. Disini hanya Kai yang tidak tahu bahwa Seori menyukai Kai.

“Apa yang terjadi kemarin saat kalian sedang membersihkan taman sekolah ?”  ujar Sehun membuka percakapan. Kai terlihat berpikir dan mengingat-ingat. “Kami bertengkar seperti biasa dan, ah…. Aku lupa mau mengatakan ini pada kalian…” ujar Kai. Lay, Chanyeol, dan Sehun tampak antusias mendengar cerita dari Kai. “Kemarin saat aku dan Seori selesai membersihkan taman, Raina meneleponku…” ujar Kai. “dia memintaku bertemu dengannya di atap sekolah, ” ujar Kai. “ngapain dia ingin bertemu denganmu?” Tanya Kai.

“dia memintaku untuk kembali padanya, tapi aku tidak mau, dan…” ujar Kai menggantungkan kalimatnya. Chanyeol, Lay, dan Sehun semakin penasaran. “dia menciumku,” ujar Kai sambil memelankan suaranya. “HA??!!” pekik 3 namja itu. Mereka terlihat shock dan saling berpandangan satu sama lain. “Wae ?” Tanya Kai bingung. “Kurasa aku tahu kenapa Seori mendadak seperti itu,” ujar Chanyeol masih dengan tampang shocknya diikuti anggukan kencang dari Lay, dan Sehun.

—–MATE—–

            “HA??!!” pekik 3 yeoja yang shock setelah mendengar cerita dari Seori. “Huh…!! aku terus-terusan mengingat kejadian itu jika aku menatap Kai, eotteokhae?” ujar Seori frustasi. “Tidak heran kau bisa galau begini, kalau aku jadi kau mungkin aku juga akan sepertimu,” ujar Hyera. “bahkan mungkin lebih parah,” tambah Eunra. “Hyera kan cengeng, hahaha…” ujar Naeun sambil tertawa diikuti tawa dari Eunra, dan Seori. “Kenapa aku jadi sasarannya agar Seori tertawa ?” ujar Hyera sambil memanyunkan bibirnya. “Kau memang cengeng Hyera-ya,” tambah Eunra. Mereka pun tertawa bersama. Seori terlihat sangat terhibur oleh sahabat-sahabatnya itu.“Gomawo chingudeul, berkat kalian aku sudah tidak seberapa sedih, tapi aku masih takut bertemu Kai,” ujar Seori. “Sudahlah, tenang saja,” ujar Naeun.

Mereka berempat pun kembali ke kelas. Beberapa siswa menatap mereka bingung. Terlebih Kai yang bingung separo hidup. Mereka berempat duduk di tempat masing-masing. Kai masih terus menatap Seori. Beribu pertanyaan tersimpan di benak Kai. Dan pastinya pertanyaan itu berisi tentang Seori. Kai sendiri bingung kenapa dia akhir-akhir ini selalu memikirkan Seori. Apa jangan-jangan Kai mulai menyukai Seori?

Tiba-tiba Jung Songsaenim sang wali kelas memasuki kelas X-B.

“Anyeonghaseyo…” sapa Jung Songsaenim.

“Anyeonghaseyo songsaenim…” sapa siswa X-B

“Kim Jong In dan Lee Seori, kumpulkan tugas kalian,” ujar Jung songsaenim. Mau tak mau Seori pun menatap Kai. Kai pun menatap Seori sambil mengangkat sebuah makalah menandakan bahwa Kai membawa tugas mereka. Kai dan Seori pun maju ke meja guru untuk memberikan tugas mereka. Seori hanya menunduk sambil memainkan jari-jarinya berusaha untuk menahan kegugupannya dan degup jantungnya. Dia memang sering bersebelahan dengan Kai, tapi dengan situasi seperti ini cukup menguras keringat dinginnya. Kai sesekali melirik Seori. Dia tak tahu apa yang terjadi kemarin yang membuat Seori marah pada Kai.

“Bagus, ini proposal yang menarik, baiklah kalian boleh duduk,” ujar Jung Songsaenim. Mereka menunduk sedikit dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Akan tetapi tatapan Kai tak bisa lepas dari Seori. Kai akan menanyakan pada Seori apa yang sebenarnya terjadi kemarin.

—–MATE—–

            Seori mengemasi barang-barangnya. Dia tidak mau terlalu lama berada di sekolah. Terlebih lagi jika harus bertemu dengan Kai. Seori pun langsung bergegas menuju tempat parkir. Ia rela berdesak-desakan dengan siswa lainnya daripada bertemu dengan Kai.

“Hei..!!” ujar seseorang sambil menepuk pundak Seori. Seori pun menoleh dan mendapati seseorang yang ikut terlibat yang membuat hatinya sakit. “Apa kau Lee Seori?” Tanya yeoja itu. “Ne,” ujar Seori singkat. “Ah, naega Han Raina imnidae, bisa kita bicara sebentar?” ujar Raina dengan senyum malaikatnya. Seori hanya mengangguk dan mengikuti Raina dari belakang. Raina dan Seori menuju ke atap sekolah.

“Mworago?” Tanya Seori. “Kau temannya Kai kan?” Tanya Raina masih tetap tersenyum. Seori hanya mengangguk. “Aku dengar kau dekat sekali dengan Kamjong-ku,” ujar Raina. Seori hanya mengangguk. Memberi embe-embel –ku pada nama seseorang itu sangat kekanak-kanakan. “Bisa kau menjauhinya ?” Tanya Raina. Seori mengernyutkan alisnya. “Kenapa aku harus melakukan itu ?” Tanya Seori. “aku tidak mau kau kecewa lagi,” ujar Raina santai. Seori hanya menatap Raina. “Apa maksudmu?” Tanya Seori.

“Aku tahu kau melihat kami berdua kemarin kan? Melihat kami berciuman kan? Aku tahu kau menyukai Kamjong-ku, tapi percuma, dia tidak akan melirikmu,” ujar Raina meremehkan. Seori hanya diam. “Memang aku menyukainya, memang aku kecewa padanya, tapi tidak ada satu pikiran pun untuk memintanya menjadikanku kekasihnya, aku hanya menyukainya dan aku menikmati rasa ini, apa itu salah?” ujar Seori ketus.

“Wah… kau yeoja tegar rupannya,” ujar Raina. “Aku memang tegar, dan aku tidak munafik sepertimu,” ujar Seori yang mulai bisa membalas pernyataan dari Raina. “Munafik?” Tanya Raina. “wajah imutmu itu, orang yang belum mengenalmu pasti berpikir kau itu yeoja yang baik, tapi mereka salah, kau jauh dari kata baik, kau benar-benar munafik,” ujar Seori. Raina hanya diam. Tiba-tiba, “segitu bencinyakah kau padaku? Hiks… aku hanya mencintai Kai dan apa itu salah? Hiks… aku hanya menikmati rasa ini, dan rasaku tulus untuknya, hiks… kau benar-benar kejam Seori-ssi,” ujar Raina yang tiba-tiba menangis tidak jelas.

“Apa maksu-”

“Seori !! apa yang kau lakukan?” pekik seseorang yang membelakangi Seori. Seketika Seori menoleh dan…

“Kai,”

Kai pun berlari dan mendatangi Raina. Seori hanya menatap mereka penuh tanya. “Kau tidak apa-apa Raina-ya ?” Tanya Kai. “nan gwaechana Kamjong,” ujar Raina masih sambil terisak. Kai menatap Seori kesal. “Apa yang kau lakukan padanya ?” Tanya Kai ketus. “Aku tidak melakukan apapun dia-”

“Aku salah menilaimu,”ujar Kai sambil menggandeng tangan Raina dan meninggalkan Seori. “Kai…, Kai-ah…” pekik Seori sambil terisak. Dia tidak melakukan apapun pada Raina. Bahkan sebaliknya. “Kai… salahkah aku mencintaimu..? hiks..” gumam Seori di tengah tangisannya. Namun ada seseorang lain yang melihat drama FTV itu dari balik dinding tangga.

—–MATE—–

~Kai PoV~

“Gomawoyo Kamjong,” ujar Raina. Aku hanya mengangguk. Kenapa Seori menjadi jahat kepada Raina? Apa salah Raina padanya dan kenapa tadi Raina menangis dan mengucapkan namaku? Aish…!! Sebenarnya apa yang terjadi sih…?

“Kamjong…, Kamjong… Wae? Mworago?” tanya Raina membuyarkan lamunanku. “Ah.. Nan gwaechana,” ujarku sambil terus berjalan di sampingnya. Aku masih terus berpikir sebenarnya apa yang terjadi. “Kamjong…, bisakah kau memikirkannya lagi?” tanya Raina tiba-tiba. Apanya yang harus kupikirkan ?

“Apa maksudmu ?” tanyaku heran. “bisakah kau kembali lagi padaku? Aku berjanji tak akan menyakitimu lagi,” ujarnya sambil menggenggam tanganku. Aku hanya menatapnya kaget. Apa dia bersungguh-sungguh? Apa aku harus menerimanya?

‘Seori…’

Aish…!! Aku memikirkannya lagi. Kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkan Seori ? jelas-jelas yeoja yang dari dulu kuharapkan untuk memperbaiki kesalahannya ada di hadapanku, tapi wae? Aku tak merasakan getaran yang dulu kurasakan padanya?

“aku… eum…”

“jeball Jonginnie….” Ujarnya sambil terus menggenggam tanganku. Aku harus berpikir matang-matang untuk hal ini. Entah kenapa aku harus melakukannya. “Jika kau masih mengharapkanku, besok cari saja aku di sekolah ne? lebih baik kau pulang, hari sudah hampir sore, nanti jika eomma mu khawatir lagi bagaimana?” ujarku. “kau juga mengkhawatirkanku kan? Baiklah, chu`” ujarnya dan… dia mengecup pipiku.

Tidak~

Tidak ada getaran yang dulu kurasakan lagi saat dia mengecupku seperti ini. Biasanya getaran di dadaku berpacu hebat. Sekarang ? tidak ada rasa apapun. “Anyeong Kamjong…” sapanya. Aku hanya tesenyum kecil. Apa yang terjadi padaku sebenarnya? Apa yang kurasakan sebenarnya? Dan Seori? Ketika aku mengingat namanya, jantungku terasa aneh. Seori… ada apa sebenarnya?

~Kai PoV end~

—–MATE—–

Author Pov

Seori berjalan lesu di antara koridor atap yang sepi. Dia benar-benar kecewa. Dia berusaha meyakinkan hatinya bahwa Kim Jong In tidak akan pernah menjadi isi hatinya lagi. Sudah cukup sampai di sini dia merasakan sakit seperti ini.

“Lee Seori…”

Tiba-tiba ada yang memanggilnya tepat di depannya. Seori pun menatap orang itu.

Jlep~

Orang itu memeluknya. “Aku, Hyera, dan Naeun akan selalu ada di sampingmu dan menemanimu,” ujar Eunra yang melihat kejadian tadi. “kita tidak akan pernah, membiarkanmu menangis lagi, kau harus tetap kuat Seori-ah,” ujar Eunra menenagkan Seori. Seori pun mengeluarkan seluruh air mata yang terbendung di matanya. “hiks.. Eunra-ya…, hiks.. apa salah aku mencintainya?.. hiks… apa salah jika aku ingin dia selalu tersenyum padaku? Hiks… apa salah jika aku selalu menyayanginya? Hiks… apa salah…? Hiks…” ujar Seori di sela-sela tangisannya. Eunra menggeleng dan terus menenangkan Seori.

“Tidak, itu sama sekali tidak salah, disaat kau mencintai seseorang, itu bukanlah hal yang mengganggu orang yang kau cintai, bahkan sebaliknya, itu adalah rasa dan hal yang menyenangkan, akan tetapi kehidupan selalu ada rintangan dan masalah, Kai juga memiliki orang lain yang menyukainya, masalah ini tidak bisa diselesaikan begitu saja, ini tergantung hati kalian masing-masing. Tapi Seori, entah kenapa aku yakin sekali Kai akan memilih mu, bukan yeoja itu. Aku mengatakannya bukan karena kau chingu-ku, tapi karena tatapan mata Kai yang berbeda terhadapmu, percayalah padaku,” ujar Eunra panjang lebar.

“Hiks.. Eunra-ya aku tak mau terlalu banyak berharap, hiks..hiks.. ” ujar Seori melepas pelukan sahabatnya itu. “aku tidak memintamu untuk berharap lebih, kau hanya harus percaya pada perasaanmu, arraseo ?” ujar Eunra. “hiks… gomawoyo..hiks..” ujar Seori sambil tersenyum. “Ok.!! Sebaiknya kita pulang,” ujar Eunra sambil menggandeng tangan sahabatnya itu.

—–MATE—–

            “Sesakit itukah ?” tanya Hyera. “Wow..!! untung aku belum merasakannya, tapi.., uri Seori kasihan juga,” ujar Naeun. “Huh…!! aku tidak terima kau di permainkan oleh Kaitem itu,” ujar Hyera. “Ne..!! arraseo..!!” tambah Naeun. Mereka sedang berkumpul bersama di balkon sekolah. Karena saat ini masih jam 09.00 KST mereka bisa santai.

“Sudahlah, aku tak mau membahasnya lagi,” ujar Seori yang masih terlihat jelas kantung matanya. Mungkin karena ia insomnia mendadak tadi malam. “Kalian ini huh..!!” ujar Eunra pada Hyera dan Naeun. “Ne..ne… jeongmal mianhae,” ujar Naeun. “Ne.. mian,” tambah Hyera.

“gwaechanayo,” balas Seori masih dengan tampang yang er… mungkin readers bisa bayangin. “lalu sekarang kau bagaimana Seori-ya ?” tanya Naeun. Seori hanya menggelengkan kepalanya. Naeun pun mengerti maksud Seori dan berusaha untuk diam. “Hei..!! disitu ada apa? Kok rame banget?” ujar Hyera kaget. Seketika Seori, Eunra dan Naeun pun menoleh ke arah yang dimaksud Hyera. Tepatnya ada sebuah keramaian di tepi timur balkon itu. Mereka berempat berdiri berusaha melihat apa yang terjadi. Hyera dan Naeun lah yang paling bersemangat untuk melihatnya.

“Aku tahu ini gila, tapi apapun akan kulakukan untuk mendapatkan hatimu lagi,” terdengar suara seorang yeoja. Hyera, dan Naeun mulai mendekat diikuti oleh Eunra dan Seori. Disana sangatlah ramai karena banyak siswa yang menonton. Setelah berusaha keras Hyera dan Naeun berhasil sampai lebih dulu di baris depan. Lalu Eunra dan Seori. Seori hanya terdiam kaget melihat pemandangan dihadapannya kala itu.

“Maukah kau kembali padaku, Kamjong ?” ujar yeoja itu, Raina.

DEG~

Hati Seori cukup hancur melihat pemandangan itu. Raina mengutarakan perasaannya pada Kai. Kai hanya diam. Dia terlihat bingung untuk menjawabnya. Seori yang berada di barisan paling depan hanya menatap Kai sendu. Tiba-tiba tatapan mereka bertemu. “Seori…” gumam Kai sambil menatap Seori. Seori yang merasa ditatap pun memalingkan pandangannya dan keluar dari kerumunan itu. “Seori… Seori…” pekik Kai. Seketika semua orang yang ada di kerumunan itu menatap Seori yang berlari menuju atap. Kai pun hendak mengejar, namun tangannya tertahan oleh Raina.

“Kai…!!” ujar Raina. Kai menatap Raina dalam. “Mianhae Raina, aku rasa aku mencintai Seori,” ujar Kai sambil berlalu pergi mengejar Seori. Raina hanya diam mematung selepas kepergian Kai. Sedangkan Eunra, Hyera dan Naeun menatap cengo apa yang dilakukan Kaitem tadi benar-benar Fantastis!

Kai pun berlari menuju atap dengan tergesa-gesa. Dia menyadari bahwa hatinya hanya untuk Seori bahkan sebelum Raina ingin kembali padanya. Kai tersenyum. Dia sadar bahwa dia sangat butuh Seori. Meski dia berpikir bahwa apa yang Seori lakukan saat di atap kemarin itu salah, tapi cinta itu tidak bisa dipaksakan bukan?

Sesampainya disana Kai melihat seorang yeoja terduduk di tepi pagar pembatas. Kai pun berjalan pelan menuju yeoja itu. Yeoja itu menenggelamkan kepalanya di sela-sela lutunya. Kai benar-benar meruntuki dirinya. Bisa-bisanya dia membuat orang yang dicintainya menangis. Kai berjongkok di depan gadis itu.

“Salahkah aku mencintaimu Kai? hiks… aku benar-benar mencintaimu Kai?…” gumam Seori. Kai hanya menatap sendu gadis kecil itu. “Saranghaeyo Kim Jong In, Saranghaeyo…” gumam Seori.

GREP~

Kai pun memeluk yeoja itu. Menenggelamkan wajahnya di antara bahu gadis itu. Merasakan aroma gadis yang sangat dicintainya itu. Seori hanya membelalakkan matanya kaget. Bahkan ia baru sadar bahwa yang memeluknya itu, Kai.

“K..kkai..?” ujar Seori dengan nada bergetar. “Tidak.Kau tidak salah.Aku yang salah karena terlalu bimbang dengan perasaanku. Aku sangat sangat sangat mencintaimu Lee Seori. Jeongmal Saranghae…” ujar Kai. Seori hanya membelalakkan matanya. Apa benar Kai yang mengucapkannya? Seori pun membalas pelukan Kai. mencium aroma tubuh Kai. Pelukan mereka pun terlepas. Kai menatap Seori dalam. Kai pun mendekatkan wajahnya perlahan. Seori pun menutup matanya. Terasa sekali desahan nafas Kai. dan…

CHU~

Bibir mereka pun menyatu. Tidak ada nafsu dalam ciuman itu. Hanya cintalah yang mereka rasakan. Ciuman itu hanya 3 detik. Mereka pun melepas pertautan bibir mereka. Mereka berdua pun tersenyum.

“Mulai sekarang kau menjadi yeojachinguku, arra..?” ujar Kai sambil menghapus air mata Seori. “Tapi katamu kau tak akan pernah menyukaiku,” ujar Seori. Kai hanya tersenyum. “Itu hanya gurauan, aku tak menyangka jika kau percaya itu chagi,” ujar Kai sambil tertawa kecil. “Yak..!! Kim Jong In…” pekik Seori. “…Saranghaeyo…” tambah Kai. Seori pun tersenyum malu. “aku yakin kau tidak mengganggu Raina waktu itu, bahkan justru sebaliknya, benar kan?” tanya Kai sambil menatap langit siang itu. “kalau kau tahu kenapa kau percaya padanya?” tambah Seori dengan nada kesal. “Iya, iya kecil.., aku salah.., jeongmal mianhae…” ujar Kai memohon. “Permintaan maafmu diterima,” ujar Seori sambil tersenyum jahil. Mereka berdua pun tertawa bersama.

“Cciiiee……” ujar beberapa orang yang melihat aksi Kai dan Seori. Lay, Eunra, Sehun, Hyera, Chanyeol, dan Naeun yang ternyata melihat aksi mereka dari tadi. “Kalian…” ujar Kai dan Seori bersamaan. “Pajak Jadiannya mana?.. hahaha…” ujar 6 orang itu kepada Kai dan Seori dengan tertawa. Mereka pun tertawa bersama.

~END~

“Nggantung? Gajhe? Bangett!! Mian yah yang udah mbaca jadi muntah-muntah, ya.. cz ini FF Oneshot author, secara genre author tu Multichapter[ngayal dikit bisa bikin FF bagus], author ngucapin banyak maaf dan terima kasih dan ngedoain supaya readers yang baca bisa ketemu exo biasednya AMIEN..!! OK!! Like, and Coment ya.. gomawo readers… :D”

Iklan

30 pemikiran pada “What’s Wrong If I Like You?

  1. Hihihi, aku paling suka kai dipanggil kaitem sama seori cs. Ketawa sendiri bacanya. Sukaaaa banget sama karakternya kai yang syusyah ditebak. Daebak, author! Keep writing ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s