Don’t Judge Me (Chapter 4B)

Title
Don’t Judge Me

Author
Voldamin-chan

Length
Chaptered

Rating
PG-15

Genre
Romance, Angst

Cast
Kim Taeyeon

Lay (Zhang Yixing)

Kim Minseok

Other Cast
EXO and Girls’ Generation

Poster 4B - Don't Judge Me 2
Disclaimer
This story is mine, pure from my own imagination and all cast is belong to their own but all my biased ^^. Poster credited to the owner^^

Recomendded Backsound
BoA – Implode

 

Author Note

Don’t forget to RCL and enjoy the story

 

 

Did you know that the heart thinks and feels, that our cells remember? Our hearts know us more than our brain eventhough it changes place.

Pearsall

 

-Don’t Judge Me-

 

“Noona, apa aku boleh memanggilmu Taengoo-noona?”

 

“Andwae! Tidak, semua ini salah!”

 

“Taengoo-noona!”

 

“Wae?! Apa aku tidak boleh suka padamu?”

 

“Kumohon jangan lakukan ini padaku.”

 

“Taengoo-noona!”

 

Lay terhenyak bangun dari tidurnya. Tubuh Lay dipenuhi dengan keringat dingin hingga seulas kaos yang dipakainya basah kuyup. Mimpi buruk itu lagi. Akhir-akhir ini mimpi itu sering muncul dan membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak sama sekali. Sekelebat adegan di dalam mimpinya muncul secara samar dan asing di ingatan Lay. Disana ia melihat seorang namja dan yeoja yang sama di setiap mimpinya. Anehnya lagi, ia merasa menjadi namja itu sendiri, tetapi bukan dia. Entah kenapa terasa begitu nyata mimpi itu baginya, bagaimana bahagia dan sedihnya perasaan namja itu. Sampai saat ini Lay bisa merasakan sedih yang teramat sangat, seakan Lay sendiri yang benar-benar merasakannya.

 

Tak hanya tubuhnya yang basah kuyup, kini wajah Lay pun dibasahi oleh air matanya sendiri. Sakit, sakit, dan sakit. Hanya itu yang bias dirasakannya sekarang. Sambil menahan air matanya keluar lebih banyak, Lay meremas dadanya. Disitulah perasaan sedih tak tertahankan itu berasal. Lay merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Ia terus menangis di dalam sana, melampiaskan semua kehendak jantungnya sekarang.

 

Noona~ … Taengoo-noona~ … Noona~… Maafkan aku…” tanpa sadar hanya itu yang keluar dari mulut Lay sekarang. Sendirian menangis di dalam sana, tanpa tahu penyebab kenapa ia menangis sehebat ini.

 

-Don’t Judge Me-

 

Minseok berdiri di depan pintu apartemen Taeyeon. Ia tidak yakin masuk atau tidak, padahal ia sudah menteng 2 kantong plastik di kedua tangannya. Bukan karena ia tidak punya kunci apartemen ini Minseok tidak bisa masuk kesana, nyatanya benda itu sudah ada di tangannya sekarang. Dan juga bukan jadi alasan keraguan Minseok masuk ke dalam sana kalau soal diijinkan atau tidak, karena ia sudah biasa dan 100 % sudah mendapat ijin dari sang penghuni sendiri mau bebas keluar-masuk kapan pun ia mau. Hanya saja kata-kata kedua bocah ingusan kemarin sore, Kris dan Suho, membuatnya ragu. Apalagi pemandangan yang ia lihat sore kemarin di ruang dosen, membuatnya lebih ragu lagi untuk masuk kedalam sana. Ia akui ia memang pengecut dalam hal ini dan jujur apa yang ia lihat kemarin antara Taeyeon dan Lay membuatnya sedikit cemburu.

 

“Ck! Kau memang penakut Minseok! Apa lagi yang kau tunggu, Hah?!” Minseok memarahi dirinya sendiri sembari menyandarkan tubuhnya di depan pintu apartemen Taeyeon. Minseok merogoh saku kanan celananya. Ia mengusap layar handphonenya, menemukan beberapa pesan dari Taeyeon yang sengaja belum ia buka sejak pagi ini.

 

06.00 am

Minseok~a, pagi ini kau mampir ke tempatku dulu kan? Aku sudah menyiapkan masakan khusus untukmu, yah sebagai tanda terima kasih kau sudah repot selalu jadi koki-ku^^.

 

06.30 am

Yah! Aku sudah menunggumu, kenapa kau tidak membalas pesanku sih? Huh! Awas kau, Minseok!

 

07.00 am

Ck! Ya sudah kalau kau memang tidak bisa hari ini, kusimpan di kulkas saja, nanti kau ambil sendiri disana ya. Pokoknya kau harus mencicipi masakan spesial buatanku!

 

10.00 am

Minseok-a, kau dimana sekarang? Kau sedang sibuk latihan? Aku sekarang masih latihan bersama Yixing di ruang musik. Temui aku disini kalau kau sudah membaca pesanku.

 

12.00 pm

Minseok~a? kau tidak sakit kan? Kau baik-baik saja kan?

 

15.00 pm

Hei! Tadi aku bertemu mereka berdua dan kebetulan mereka bersama Jessica, mereka bilang kau masuk hari ini dan latihan rutin seperi biasa. Kenapa tadi kau tidak menemuiku?

 

16.00 pm

Ck, memang aku punya salah padamu? Sampai-sampai kau tak membalas pesanku satupun?

 

18.00 pm

Yah! Kau dimana sekarang, Kim Minseok-ssi?! Hadapi aku sekarang!

 

18.15 pm

Minseok~a…

 

“Hah~ Maafkan aku, Taeyeon..” Minseok mengela nafas panjang segera setelah memasukkan kembali handphone miliknya ke tempat semula. Kembali, ia berbalik menatap pintu apartemen yang tak bernyawa di depannya sekarang. Minseok menarik napas dan meyakinkan dirinya untuk masuk ke dalam sana. Pelan-pelan ia membuka pintu itu, ruangan depan apartemen ini gelap dan sunyi, seakan tidak ada tuan rumah di dalamnya. Dengan menenteng kantong plastik di kedua tangannya, Minseok menelusuri ke dalam apartemen ini. Setelah ia menemukan dapur dan meletakan barang bawaannya disana, ia segera menuju kamar Taeyeon yang letaknya bersebelahan dengan dapur ini. Bisa ia lihat lampu kamar Taeyeon masih menyala disana.

 

Kamar ini selalu dalam kondisi yang sama, kertas-kertas berserakan di seluruh sudut kamar Taeyeon. Artinya Taeyeon memang benar-benar serius dengan tugasnya sekarang. Minseok memang paham betul kebiasaan Taeyeon kalau ia terlalu fokus dengan pekerjaannya seperti ini, pasti tidak akan ada yang tertata rapi di kamarnya. Yeoja itu tertidur pulas di ranjangnya, lengkap dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya. Minseok berhenti tepat disamping tempat Taeyeon sedang meringkuk dalam mimpi. Namja itu mengamati setiap lekuk wajah Taeyeon, mensejajarkan tingginya dengan si ranjang untuk lebih jelas menikmati wajah damai seorang yeoja yang sedang tertidur pulas. Tiba-tiba yeoja di depannya ini berguman tidak jelas di dalam mimpinya, membuat Minseok terkikik pelan melihatnya.

 

“Maaf… aku memang agak bodoh dan sedikit pengecut, hanya bisa menyentuhmu saat kau sedang tidur seperti ini. Aku hanya takut jika waktu itu datang, hanya akan membuatmu tidak nyaman dan menyendiri seperti dulu lagi.” Dengan pelan disentuhnya pipi Taeyeon, membelai rambutnya, merasakan setiap lekukan wajahnya.

 

“Maaf tidak membalas semua pesanmu hari ini, aku… aku juga tidak tahu kenapa… mungkin dua orang itu benar, mungkin aku sedikit tidak rela kau menghabiskan waktu dengan orang lain dan terlihat begitu akrab.” Minseok menatap sendu wajah damai yeoja itu.

 

“Baekhyun~ tolong~… hmm…” Taeyeon menggigau lagi, namun kali ini membuat Minseok terhenyak mendengar nama seseorang yang dulunya sangat ia kenal. Entah kenapa tiba-tiba saja nama itu kembali muncul, setelah sekian lama yeoja disampingnya ini tak pernah mengungkit sedikitpun soal masa lalunya itu. Ia pikir tidak akan mendengar nama itu lagi setelah apa yang terjadi pada yeoja manis ini. Tanpa Minseok sadari, yeoja ini sedang menangis di dalam tidurnya, air matanya berurai membasahi pelipis matanya. “Baek~ hyun… tolong… “

 

Namja itu mengusap air mata Taeyeon, “Tenanglah, semua baik-baik saja…” sambil memibisikkan kata-kata itu di telinga yeoja ini. Sedetik kemudian yeoja itu terlihat berhenti menggigau dalam tidurnya dan semakin meringkuk di dalam selimut.

 

Cup~

sebuah kecupan singkat ia daratkan di sudut mata Taeyeon yang masih tersisa sebulir air mata disana. “Tidurlah yang nyenyak, Taengoo~ya. Saranghae~ “ kecupan terakhir di sudut bibir Taeyeon sebelum ia meninggalkan yeoja itu sendiri di kamarnya.

 

-Don’t Judge Me-

 

Gadis dengan rambut blonde khasnya sedang memainkan smartphone kesayangnya. Yeoja ini ternyata sedang asik memainkan beberapa game di dalamnya. Namun sayang, hobinya ini harus terusik dengan suara bising yang sangat tidak asing di telinganya. Tak terhitung berapa kali suara ini rutin mengganggu setiap aktivitasnya, terutama kalau yeoja ini sedang di kampus.

 

“Yo, Jessica! My Lovely Ice Princess in The World… Hohohoho …” suara bass nan bising menurut Jessica ini menggema di kelas yang hanya tersisa segelintir orang di dalamnya.

 

“Ck!” selalu tak ada jawaban panjang lebar keluar dari mulut Jung Soo Yeon kalau sudah menyangkut makhluk paling tampan di kampus ini. Yah, begitulah desas-desus yang Sooyeon dengar soal namja satu ini. Jessica akui memang pria satu ini patut dipuji level ketampanannya, hanya saja sikapnya yang kadang kekanakan dan kepolosannya membuatnya kalah dari Joonmyun, teman akrab namja ini.

 

Kris Wu atau juga biasa dipanggil Kevin Li, bagaimana namja ini bisa punya dua nama seperti halnya Jessica yang satu adalah nama Asia dan yang lain adalah nama Amerika, sudah menjadi tradisi bagi mereka yang pernah tinggal lama di Amerika seperti ini. Seorang mahasiswa tahun ke-2 jurusan drama di kampus yang sama dengan Jessica, Korean National University of Arts. Benar kalau wajahnya setampan prince charming ala dongeng-dongeng romantis. Benar juga kalau kecerdasannya mampu mengalahkan Jessica dan Joonmyun. Hanya saja satu hal yang kurang pas dengan image prince charming, sifatnya yang sedikit kekanakan dan pikirannya yang terlalu polos melampaui anak SD membuat Jessica agak geram dengan tingkahnya. Kadang juga mulutnya agak susah diatur, apa yang ada di otaknya keluar begitu saja, tanpa ada alat penyaring apapun di dalam kepalanya.

 

Satu lagi namja bernama Kim Joon Myun, Suho adalah nama panggilannya. Katanya sih “Suho” berarti malaikat penjaga, dia dijuluki begitu karena wajah dan senyumannya sedamai malaikat. Hahahahaha… sepertinya ada yang sedikit salah dengan ungkapan “malaikat”. Mereka belum tahu bagaimana malaikat berubah jadi iblis kalau sudah marah. Yah, hal ini tidak perlu dijelaskan panjang lebar, cukup untuk konsumsi pribadi saja. Sama seperti Kris, Suho juga seorang mahasiswa tahun ke-2, satu tahun dibawah Jessica yang kini berada di tahun ke-3 nya, di jurusan yang sama pula. Ketampanan Suho juga tak kalah dari Kris, mungkin Suho hanya kalah tinggi beberapa senti saja dari Kris. Suho dan Kris juga bergabung di klub dance bersama Minseok, jadi wajar kalau mereka bertiga terlihat akrab dimana saja.

 

Mereka berdua kombinasi yang lucu menurut yeoja blonde ini. Meskipun punya sifat yang bertolak belakang, Kris dan Suho bisa jadi teman yang baik. Hmm… Apa karena mereka juga menyukai Jessica, jadi mereka jadi akrab seperti ini. Yah~ alasan seperti ini bisa juga terjadi sih, sekarang kan sudah mengalami perubahan sosial yang besar. Tapi jangan salah, bukannya Jessica sok tahu atau sombong karena disukai oleh dua orang sekaligus. Tidak hanya satu atau dua kali, yeoja ini sudah berkali-kali mendapat cercaan “Saranghae” atau “I Love You” atau “Aku suka kamu” dari mereka berdua secara terang-terangan. Bukan itu saja, disetiap ada waktu luang Kris dan Suho selalu mencari Jessica dimana pun dan kapanpun. Tidak peduli yeoja ini suka atau tidak, semacam pemaksaan menurut Jessica. Tetapi dia sudah terbiasa pada hal-hal seperti ini. Sayangnya sampai sekarang Jessica tidak memberikan respon positif apapun kepada kedua namja ini. Mungkin menunggu waktu yang tepat, siapa dari mereka berdua yang bisa memenangkan sayembara keteguhan hati seorang Jung Soo Yeon.

 

Hahh~ kalau sudah mengingat dua orang namja ini, Jessica sedikit kesal. Tidak tahu kenapa dua orang itu selalu mengekor kemana Jessica pergi. Mungkin ada semacam antena atau radar di kepala mereka. Rasanya dimana pun Jessica ada, disanalah dua orang itu juga di tempat yang sama. Ah, sudahlah Jessica tidak mau repot-repot menggunakan otaknya yang tak sejenius Taeyeon untuk memikirkan hal sepele ini.

 

“Dimana Joonmyun?” tanya Jessica kepada namja tampan bernama Kris tanpa lepas dari keasyikannya dengan game smartphone di depannya. Kris menggeser dan mendekatkan tempat duduk kosong di seberang meja Jessica. Kris memposisikan dirinya di samping kanan Jessica yang juga sedang menikmati pemandangan seorang yeoja cantik disebelahnya.

 

Cup~

Tak ada jawaban dari Kris, namja ini malah mencium pipi kanan Jessica yang sedang lengah. Jessica juga tak melakukan penolakan atau serangan apapun setelah Kris mencium pipinya dengan sengaja. Masih tetap tak teralihkan dari game favoritnya.

 

“Kevin, berhenti sebelum Joonmyun memergokimu melakukan ini padaku.” Ucap Jessica datar.

 

“Ck, Suho sedang tidak ada disini Jess. Jadi aku bisa sepuasnya berdua saja dengan Ice Princess-ku. HAHAHAHAHA…” Jessica sedikit menutupi telinganya, karena suara namja ini begitu kerasnya di dalam ruangan yang sudah tak terlihat seorang pun di sini. Namja ini mulai berulah lagi, tinggal menunggu apa yang akan terjadi sebentar lagi.

 

BRAKKK!

Suara pintu kelas drama ini terbuka lebar dengan dentuman yang agak keras.

 

“Kevin Li, apa yang kau lakukan pada Sooyeon-noona ku, Heh?! Berani-beraninya kau mendahuluiku!” Suho mendekat ke tempat Kris yang sedang duduk-duduk dengan santai tanpa terlalu mempedulikan namja yang masih dipenuhi aura kemarahan ini.

 

“Ck! ini kan hal yang umum. Di Amerika sana kan sudah biasa cium pipi bahkan mencium bibir pun sudah biasa dilakukan kalau menyapa orang. Dan jangan memanggilku Kevin Li, itu khusus panggilan Jessica untukku. Huh!” Kris masih senyum-senyum sendiri memandangi Jessica yang belum bergerak dari tempatnya.

 

“Dasar tidak sopan, sudah berapa kali kuingatkan. Ini Korea Selatan, Kris. Kita semua sedang berada di S.E.O.U.L, K.O.R.E.A. Kau masih bisa paham bahasa Korea kan?! Dan mencium orang sembarang disini SANGAT TIDAK BIASA!” kali ini Kris yang menutup kedua telinganya karena suara Suho menguasai seluruh kebisingan di kelas kosong ini.

 

Dua orang yang menyebut mereka adalah seorang teman baik sedang beradu mulut di ruangan ini. Jessica sedikit menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, merasa melihat hal yang lucu karena mereka berdua yang biasanya tenang dan tak banyak bicara di depan umum, sekarang malah saling bersahut-sahutan argumen. Apalagi kalau topiknya bukan soal Jung Soo Yeon. Sekarang saatnya Jessica harus undur diri dulu dari acara pribadi mereka berdua ini. Setelah memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tasnya, Jessica segera bangkit dan perlahan meninggalkan kelas yang masih seru ini.

 

“Sooyeon-noona, mau kemana?” sahut Suho agak keras karena Jessica sudah ada di ambang pintu kelas.

 

“Aku mau mencari Taeyeon, kalian berdua selesaikan dulu urusan kalian. Aku pergi dulu ya, Bye!” sambil melambaikan tangannya, Jessica meninggalkan mereka berdua sendirian.

 

“Andwae! Aku ikut noona! aku tidak mau berduaan sendirian bersama Vampir ini. Aku tidak mau dikira gay kalau bersama dia. Noona, tunggu aku!” Suho kini beralih mengejar Jessica.

 

“Ya! Apa kau bilang, Vampir? Gay? Kurang ajar kau, Kim Joon Myun! Awas kau malaikat jadi-jadian! Menjauh dari Ice Princess-ku!” Kris juga ikut mengejar Jessica yang masih tidak jauh dari lorong kelas drama.

 

 

Words of parting, words of weariness

Those words are drenched in many smiles and tears

Like a lie, would I be able to live as if nothing happened?

-BoA, Implode-

 

-Don’t Judge Me-

 

Aigoo-ya~ maafkan diriku yang sudah sangat sangat sangat lama sekali tidak update chapter ini. Sumpah bener-bener ga keurus gara-gara kerjaan nimbun kayak gunung bikin ga mood ngelanjutin kisah ini. Hah~ sampe-sampe juga blog ketutup sendiri entah kenapa dan memaksan bikin lagi, ya mungkin gara-gara juga keurus kali ya. Ah sudahlah, tak tahu. Pokok chapter 4B ini udah ane kirim. Sebernya udah jadi sih dari dulu cumin ga sempet editingnya jadi ya baru sekrang dikirim pas nyuri-nyuri waktu luang hehe… Btw, bagi readers yang masih menunggu kisah ini silahkan dinikmati. Kemarin ada yang minta sedikit komedi, tapi bingung kalau masu masukin lucu-lucnya di scene Lay-Taeyeon-Minseok (kerena udah super sedih ceritanya sih), jadi aku masukin ke partnya Kris-Jessica-Suho. Semoga menghibur (kalo ngena ya komedinya). Bagi yang belum baca chapter sebelumnya, disarankan untuk membaca biar nyambung ceritanya^^. Sekali lagi maaf sangat lama baru muncul lagi. m(_ _)m

2 pemikiran pada “Don’t Judge Me (Chapter 4B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s