About Law And Love (Chapter 1)

Title
About Law and Love

Author
Voldamin-chan

Length
Chaptered

Rating
PG-17

Genre
Romance, Politic and Little Bit Comedy

Main Cast
Kim Taeyeon

Xi Luhan

 

Other Cast
EXO and Girls’ Generation

SM Town Family

Poster - About Law and Love (1st Case) 3

Disclaimer
This story inspired by American TV Show but the storyline might changed due to author wild imagination. Just check it out^^

Backsound
SNSD Taetiseo – Oh My God (OMG)

 

Author Note

Don’t forget to RCL, don’t bash and enjoy the story.

 

 

-About Law and Love-

 

 

Kriiiiiing ♪

 

Pororo~ beep~ beep~ beep~ ♫

 

Kriiiiiiing ♪

 

Pororo~ beep~ beep~ beep~ ♫

 

Kriiiiiiing ♪

 

Pororo~ Pororo~ Beeeeepppp~

 

Tirai kamar ini masih menutup sempurna, meskipun cahaya matahari berusaha masuk ke dalam kamar. Suara alarm dan nada dering dari sebuah handphone saling bersahut-sahutan di dalam kegelapan kamar. Tak ada satupun yang menanggapi sahutan kedua benda malang itu di pagi yang sibuk ini, sepertinya sang penghuni apartemen masih tidak rela meninggalkan kenikmatan dunia mimpi disana. Sekitar lima menit kemudian terlihat kepala seseorang menyembul diantara selimut besar tempat tidur king size ini. Rambut yang masih berantakan dengan mata yang setengah terbuka, yeoja yang keluar dari selimut itu merogoh-rogoh meja kecil di sebelah tempat tidurnya.

 

“Alarm sialan~” dengan suara seraknya, ia memaki alarm yang sekarang tak berkutik sedikitpun di depannya.

 

Pororo~ beep~ beep~ beep~ ♫

 

Pororo~ Pororo~ Beeeeepppp~

 

Sekarang ia merogoh sisi lain meja itu dan menemukan handphone yang masih lantang menyuarakan keberadaannya disana. ‘Hwang Mistress Calling’, itulah tulisan yang tertera pada handphone yang ia genggam sekarang.

 

“Oh, please…” sedetik itu juga ia menekan tombol ‘silent’ pada handphone-nya, enggan untuk menjawab panggilan dari orang yang disebut Hwang Mistress.

 

Srakkkk~

 

“Hmm~ Taeyeon~a, jam berapa sekarang?” tepat disebelah yeoja bernama Taeyeon ini, seseorang dengan suara berat, tepatnya seorang namja bertelanjang dada menampakkan dirinya dibalik selimut yang masih separuh menutupi tubuhnya sambil mengusap-usap kedua matanya.

 

Taeyeon menolehkan kepalanya ke arah sumber suara di balik punggungnnya. Ia menyipitkan kedua matanya, berusaha mencerna siapa yang ada disana dan apa yang sedang ia lakukan disini. Ia sangat yakin ini adalah kamarnya dan ia sedang berada dirumahnya sendiri. Lalu namja itu…

 

“Oh My God!” yeoja itu langsung bangkit dari tempat tidurnya setelah menyadari siapa namja disana dan sadar kalau saat ini dirinya tidak berpakaian lengkap, hanya dibalut oleh kemeja besar yang masih menempel pada tubuhnya.

 

“Astaga, Lulu ayo cepat bangun! Aigoo~ apa yang sudah kulakukan.” Teriak Taeyeon sambil melemparkan beberapa pakaian yang masih berserakan di lantai kamar ini kearah namja yang terlihat malas untuk menuruti perintah yeoja yang terlihat sibuk sendiri di depannya.

 

“Oh tidak! Lulu, seharusnya kau tidak disini. Ya Ampun, kau ini~ LUHAN, BANGUN!”

Namja bernama Luhan itu langsung duduk dengan sigap setelah mendengar lengkingan suara Taeyeon.

 

“Kau ingat perjanjian kita soal ini kan, Lulu?” Taeyeon sibuk membereskan sisi tempat tidur yang masih berantakan, sementara Luhan berusaha mengembalikan kesadarannya sambil memasang celana panjangnya di sisi tempat tidur.

 

“Perjanjian apalagi? Seingatku, kita tidak pernah punya perjanjian apapun soal melakukan ini.”

“Ah, gawat sudah jam 8! Aku harus segera berangkat, ada rapat besar jam 10 di Kepolisian Pusat.” Luhan memekik pelan setelah melihat jarum jam pada alroji yang masih belum sempurna melingkar di pergelangannya.

 

“Maaf nona cantik, kau masih memakai kemejaku.” Sekilas Luhan menunjuk kemeja yang dikenakan Taeyeon.

 

“Memang kau tidak punya kemeja yang lain?”

 

“Kalau ini apartemenku sudah dari tadi aku mengambil yang lain dan tidak perlu repot-repot memintamu melepaskan kemejaku, Taeyeon-ssi.” Melihat Luhan menunggingkan senyuman imut seperti itu membuat Taeyeon hampir tak percaya namja itu adalah seorang jaksa.

 

Aigoo~ dasar bodoh ini kan memang apartemenku. Sekali lagi Taeyeon menyadari, ini adalah apartemennya sendiri dan Luhan benar. Lagi-lagi, Taeyeon kalah argumen dengan Luhan.

 

“Lu, aku tidak bisa segera menyerahkan kemejamu dan kau tidak bisa segera berangkat kerja kalau kau masih melihatku seperti itu.” Bentuk bulan sabit di bibir Luhan kini berubah menjadi manyun seperti bebek.

 

“Ayolah, aku sudah sering melihatnya. Kau ini kenapa sih?”

 

“Tapi situasinya berbeda, Luhan-ssi. Berbalik atau kau tidak bisa menyelsaikan kasusmu hari ini.”

 

Skak Mat! Well, mau bagaimana lagi terpaksa Luhan harus menuruti perintah Taeyeon. Kalau tidak, bisa-bisa rapat penting hari ini gagal dan kasusnya akan kacau. Lagi-lagi, Taeyeon bisa menebak jalan pikiran Luhan. Sementara Luhan mengalihkan pandangannya, Taeyeon segera menanggalkan kemeja putih itu dan secepat kilat memakai pakaian kerjanya sendiri yang letaknya tidak jauh dari posisinya.

 

“Fiuh~ Safe! Ini, terima kasih atas pinjaman kemejamu Luhan-ssi.” Dengan tangkas Luhan berbalik dan menangkap kemeja yang dilempar ke arahnya.

 

“Sama-sama nona manis. Oke, aku berangkat sekarang dan selamat datang kembali di East Law Firm.”

 

Cup~

 

Luhan memberikan kecupan singkat di dahi Taeyeon sebagai hadiah kecil kembalinya sang Mediator hebat bernama Kim Taeyeon. Yah, memang 1 bulan ini Taeyeon mengistirahatkan jiwa dan raganya termasuk kegiatannya di East Law Firm karena ia masih dalam nuansa berkabung setelah kepergian kakaknya, Kim Jaejoong.

 

“Aku telepon lagi nanti malam. Oh iya, aku ambil satu roti bakarmu, Tae!” seru Luhan yang sudah ada di ambang pintu apartemen Taeyeon.

 

“Dasar Jaksa mesum, hah~”

 

-About Law and Love-

 

Pororo~ beep~ beep~ beep~ ♫

 

Pororo~ Pororo~ Beeeeepppp~

 

Baru beberapa senti Taeyeon melangkah keluar dari pintu apartemen, handphonenya kembali berdering. Setelah memastikan ia mengunci pintu dengan benar, Taeyeon segera mengambil handphone yang ada di dalam tasnya.

 

Pororo~ beep~ beep~ beep~ ♫

 

Pororo~ Pororo~ Beeeeepppp~

 

Hwang Mistress Calling’

 

Lagi, Taeyeon langsung mematikan handphone-nya setelah ia tahu nama seseorang yang terlihat pada layar benda itu, siapa yang sudah berani mengganggu paginya seperti ini.

“Ck, dia tidak pernah membiarkanku damai sedikit!”

 

“Yuhuu~ Selamat pagi noona-ku yang cantik! Wah~ noona terlihat sexy seperti biasa.” Di seberang pintunya muncul seorang namja berkantung mata besar terlihat masih memakai baju tidurnya.

 

“Oho~ tidak ada rayuan untuk pagi ini, Tao. Aku harus segera berangkat sekarang dan sepertinya pagi ini akan benar-benar sibuk. Hey! Kenapa kau masih berpakaian begitu? Kau tidak kerja hari ini?” Taeyeon terlihat sedikit terkejut melihat Tao, tetangganya, ini masih terlihat santai dengan baju tidurnya.

 

“Ahahaha, R-A-H-A-S-I-A. Oh iya tadi pagi-pagi sekali aku melihat seorang namja imut keluar dari apartemen noona. Wah wah wah, siapa itu~” Tao tidak menghiraukan pertanyaan Taeyeon, malah menggodanya seperti ini.

 

“Itu juga R-A-H-A-S-I-A. Oke aku akan berangkat sekarang dan semoga kerjamu menyenangkan hari ini. Bye~”

 

Yap, Taeyeon sebenarnya sudah tahu kalau tetangganya yang satu ini unik. Entahlah apa itu bisa disebut hobi atau kebiasaan atau hal aneh yang pernah ia temui. Hampir setiap minggu bahkan pernah selang 3 hari, namja ini berganti-ganti pekerjaan. Well, mungkin dia punya alasan sendiri.

 

“Tao!” Panggil Taeyeon yang sudah berada di depan lift tak jauh dari pintu apartemennya tadi.

 

“Ya, noona-ku? Ada yang perlu kubantu?” namja ini mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamarnya.

 

“Tolong kau ganti piyama dan muffler panda-mu. Kau terlihat terlalu imut. Bye~” Taeyeon sedikit mengerlingkan matanya sebelum ia lenyap di telan oleh lift yang sekarang sedang bergerak ke lantai dasar apartemen ini. Tao hanya tertawa mendengarnya, tumben sekali noona cantik ini membalas rayuan Tao.

 

-About Law and Love-

 

Kota Seoul sudah telihat sangat padat pagi ini. Banyak orang berlalu-lalang di jalanan kota Seoul. Tak terkecuali di East Law Firm, di depan lobi Taeyeon sudah disambut dengan kesibukan para karyawan East Law Firm.

 

Keroro~ pip~ pip~ pip~ ♪

 

Keroro~ Keroro~ pip~ ♪

 

Keroro~ pip~ pip~ pip~ ♪

 

Chen Kid Calling

Wajah Taeyeon terlihat sumringah melihat nama yang tertera di layar handphone-nya sekarang. Tanpa pikir panjang ia menerima panggilan itu.

 

“Yeoboseyo~” sapa Taeyeon.

 

Noona, kau tahu Tiffany-noona sedang mencarimu. Dia tadi menghubungiku, kau tahu artinya apa? Dia sudah menelponmu 10 kali tetapi tidak ada respon darimu, noona. Kenapa sih noona tidak menjawab teleponnya, masih perang dengannya?”

 

“Hey~ Hey~ tidak ada ucapan selamat apapun kau malah menceramahiku. Dasar dongsaeng kejam! Dan kau jangan menyebarkan gossip yang tidak-tidak karena aku tidak ada perang dengan Tiffany dan juga karena Perang Dunia ke 2 sudah berakhir. Aku hanya malas menjawab teleponnya, itu saja kok.” Balas Taeyeon

 

Oh, ayolah noona. Aku tau kau memang tidak terlalu suka dengan Tiffany-noona, tapi dia sudah berusaha demi East Law Firm, noona. Kita semua tahu Tiffany-noona sangat mencintai Jaejoong hyung dan dia sudah berusaha membangkitkan perusahaan appa meskipun tanpa hyung.”

 

“Iya iya iya, aku tahu itu Jongdae. Sudahlah, sekarang aku sudah sampai di depan kantor dan aku akan langsung menemui Tiffany. Deal?”

 

Baiklah, aku juga masih menemani Yeon Hee di taman sekarang. Jangan terlalu bersemangat noona, santai saja. Have a nice day and welcome back to East Law Firm.”

 

“Sampaikan salamku untuk keponakanku yang cantik. Bye~” Taeyeon mengakhiri obrolan singkat dengan adiknya, Kim Jongdae.

 

Kim Jongdae adalah keluarga satu-satunya yang ia punya setelah ayah dan kakaknya meninggal. Begitulah, kadang Jongdae selalu punya pemikiran yang lebih dewasa daripada Taeyeon. Apalagi kalau sudah menyangkut masalah keluarga dan perusahaan, Jongdae selalu menjadi penengah antara dia dan Tiffany. Sayang Jongdae tidak bisa selalu berada disana karena sekarang ia sibuk mengurus buah hatinya yang masih berusia 2 tahun, Kim Yeon Hee.

 

-About Law and Love-

 

Taeyeon sudah berada di dalam gedung East Law Firm. Tidak henti-hentinya Taeyeon menerima ucapan “selamat datang”, “apa kabar”,” lama tak jumpa” maupun jenis sapaan yang lainnya ketika memasuki gedung ini sampai di ruang kerjanya. Tentu saja semua karyawan East Law Firm tahu betul siapa Kim Taeyeon, bukan hanya karena dia anak dari pemilik perusahaan ini, tetapi juga karena prestasi dan keramahannya selama ia bekerja disini baik setelah Taeyeon menjadi seorang mediator maupun saat dia masih berprofesi sebagai pengacara.

 

“Hei! Ada pekerjaan untukku hari ini, Jong In?” Sapa Taeyeon pada namja bernama Jong In yang terlihat mondar-mandir di depan meja kerjanya sendiri.

 

“Wow, Lihat siapa yang datang! Taeyeon-noona is back!” Melihat kedatangan Taeyeon, wajah Jong In berseri-seri seperti anak kecil di depannya sambil mengacungkan salah satu jempol tangannya, menirukan gerakan ‘I’ll be back’ ala Terminator – Arnold Schwarzenegger.

 

“Hahaha~ Yeah, I am back, Jong In~a.” Taeyeon juga ikut-ikutan menirukan gaya Jong In. Kombinasi partner kerja yang lucu, dua orang yang suka bertingkah aneh di East Law Firm adalah bos dan asistennya ini.

 

“Kalau soal pekerjaan selalu ada untukmu noona. Ada kiriman dokumen dari Joon Myun-hyung dan dia memintamu datang ke pengadilan pusat jam 12 siang ini untuk menyelesaikan kasusnya. Dan aku sudah meletakkannya di meja kerjamu, noona.” Jelas Jong In sambil menunjuk ruangan Taeyeon yang berada tepat di samping kanan meja kerja asistennya itu.

 

“Bagus. Oh iya, apa Tiffany datang mencariku pagi ini?” lanjut Taeyeon.

 

“Yap, pagi tadi dia sibuk menggangguku karena dia tidak bisa menghubungi noona.” Jawaban singkat dari Kim Jong In.

 

“Oh, please! Ratu sombong itu selalu mengganggu hidupku.”

 

“Noona~”

 

“Ck! Selalu! Apa dia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri? Dia direktur perusahaan ini kan?!”

 

“Ssstt! Noona!” bisik Jong In yang terdengar agak lantang.

 

“Sebentar. Maksudku, ini hari pertamaku kembali bekerja. Kenapa…”

 

BRAKK!!!

Karena tak ada tanggapan apapun dari Taeyeon, padahal dia sudah memperingatkannya berulang kali, terpaksa Jong In dengan sengaja menjatuhkan buku tebal cukup keras ke lantai dan hampir saja buku itu mengenai kaki Taeyeon.

 

“Awww!” rintih Taeyeon

“Ah~ dia sekarang ada di belakangku?” bisik Taeyeon, yang akhirnya menyadari apa yang ingin disampaikan Jong In tadi.

 

“Oh, Tiffany selamat pagi. Maaf tadi aku masih sibuk membicarakan jadwalku dengan Jong In.” Taeyeon berbalik dan sudah menemukan Tiffany tak jauh di belakangnya.

 

Tiffany Hwang adalah direktur perusahaan East Law Firm. Wanita berparas cantik dan berperawakan tinggi, dikenal dengan penampilan yang stylish, ini menggantikan posisi suaminya Kim Jaejoong yang telah meninggal 1 bulan yang lalu dan sekaligus menjabat sebagai kakak ipar Kim Taeyeon. Sebelum bergabung di keluarga Kim, Tiffany juga teman kuliah Taeyeon yang juga berstatus musuh lama. Dua orang ini memang sering terlihat berdebat satu sama lain. Hmm, mungkin ini memang turunan sejarah masa kuliah dulu, mereka berdua sering terlibat adu mulut karena pendapat yang sangat bertolak belakang terutama soal sistem hukum dan politik yang mereka anut.

 

“Selamat pagi, Kim Taeyeon-ssi. Sepertinya pagi ini kau sibuk sekali sampai tidak bisa mengangkat teleponmu, hmm?” sapa Tiffany sambil menyunggingkan senyuman yang agak di paksakan.

 

“Yap, begitulah pagi yang sibuk. Joon Myun memintaku menyelesaikan kasusnya pagi ini.” Jelas Taeyeon dengan membalas senyuman Tiffany yang tak kalah kakunya.

 

“Kim Joon Myun?”

 

“Iya, Kim Joon Myun. Hakim pengadilan pusat kota Seoul yang juga adalah kekasihmu. Oh maaf, koreksi. Maksudku mantan kekasihmu sebelum kau menikah dengan oppa.”

Taeyeon tidak bermaksud ingin mengungkit masalah ini, hanya saja saat melihat wajah Tiffany yang sok mengaturnya sebagai seorang ‘kakak ipar’, tanpa sengaja kata-kata keluar begitu saja. Mungkin otakknya memang sudah di-setting seperti ini, entahlah.

 

“Cukup, Tae. Aku kesini bukan untuk berdebat denganmu. Ke ruanganku sekarang, karena aku punya pekerjaan penting untukmu dan keahlianmu sangat di butuhkan disini.”

Tiffany tak mau meneruskan perdebatan yang sangat kekanakan semacam itu, dia sudah kebal dengan semua celotehan Taeyeon. Dan tentu saja Tiffany cukup dewasa untuk meladeni hal semacam ini, mereka bukan anak kecil lagi yang akan beradu mulut di depan umum untuk hal yang sepele, menurutnya.

 

“Ya, baiklah. Jong In jangan lupa ingatkan aku untuk jadwalku hari ini dan aku akan kembali. A.S.A.P!”

 

Call!” balas Jong In dengan pose ala tentara yang sedang memberikan salam hormat pada petingginya.

 

-About Law and Love-

 

Tiffany memang pantas mendapat julukan fashionista, bukan hanya dari penampilannya saja tetapi bagaimana yeoja ini menata ruangan yang tidak seluas ruangan direktur ini menjadi indah dan rapi, tentunya membuat orang nyaman berlama-lama di ruangannya. Tetapi tidak untuk Taeyeon yang ingin cepat-cepat pergi dari ruangan ini.

 

Oh iya, meskipun Tiffany sekarang menjabat sebagai direktur. Dia tidak menggunakan ruang direktur yang sebenarnya. Memang sengaja ia biarkan ruangan itu apa adanya tanpa memindahkan satu barangpun dari sana, seolah pemilik ruangan itu masih ada disana.

 

Well, bagaimana istirahatmu selama 1 bulan ini?” Berusaha mencairakan suasana, Tiffany mencoba membuka percakapan diantara mereka.

 

“Hah?” Taeyeon mengerutkan keningnnya, tidak paham maksud pertanyaan yang di lontarkan Tiffany kepadanya. Taeyeon meletakkan jas dan tasnya di meja kecil samping sofa panjang, tempat ia duduk sekarang.

 

“Apa kau pergi refreshing ke suatu tempat semacam makan malam di restoran, pergi ke pantai atau mungkin traveling ke luar kota?” Tanya Tiffany sekali lagi.

 

“Nope. Aku tidak kemana-mana, tidak ke restoran, pantai ataupun ke luar kota. Sebulan ini aku masih sibuk berkabung atas kematian oppa. Kau sendiri?” jawab Taeyeon ketus tanpa membalas tatapan mata Tiffany yang ada di depannya.

 

“Taeyeon~a, aku selalu merindukan suamiku setiap menit. Aku tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk bersedih. Aku berusaha melindungi perusahaan yang sangat berarti bagi Jaejoong-oppa.” balas Tiffany atas pernyataan Taeyeon yang secara tersirat menyindir dirinya.

 

“Dengan menghabiskan uang perusahaan?” sekarang Taeyeon menatap tajam ke arah Tiffany.

 

“Oh, Dewasalah sedikit, Taeyeon~a!”

“Semua perusahaan hukum di Seoul melakukan trik semacam ini dan itu berhasil, mereka menjamu semua klien dan partner mereka. Entah itu di restoran mahal, bar, bahkan kapal pesiar sekalipun. Sepertinya kau tidak tahu apa yang sedang terjadi disini. Oke, aku jelaskan! Tiga rekan bisnis besar kita sudah hengkang dari East Law Firm. MODELS, perusahaan pakaian terkenal dari Amerika sudah mengalihkan saham mereka ke Kim&Chang. ABLE Cosmetic deal kontrak dengan Yulchon Firm. Lalu terakhir, SK Group membatalkan kontraknya dengan kita tepat setelah pemakaman Jaejoong-oppa berakhir, karena mereka lebih tertarik dengan tawaran Barun Law.” dengan jelas pimpinan tertinggi East Law Firm ini sedang menjelaskan pokok permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan ini kepada Kim Taeyeon, yang menurutnya masih belum bisa berpikiran dewasa ini.

 

Taeyeon pun mendengarkan secara seksama penuturan dari kakak iparnya. Sedikit merasa bersalah karena ia tak tahu apa-apa masalah di East Law Firm selama 1 bulan belakangan. Ia patut berterima kasih kepada Tiffany soal ini.

 

“Nanti malam aku akan menemui direktur CJ Group untuk menariknya kembali ke jajaran partner East Law Firm. Kim Jae Hwan dan Kim Jae Joong sudah tidak ada disini lagi dan East Law Firm butuh sanggahan untuk hidup kembali. Aku akan melakukan apapun demi perusahaan ini. Ingat itu Taeyeon~a.” Tiffany mengakhiri penjelasannya kepada Taeyeon.

 

“Baiklah, apa yang harus aku bantu?” jawab Taeyeon dengan tegas.

 

“Bagus! Kau tahu Galaxy Entertainment?” Tanya Tiffany.

 

“Ya. Galaxy Entertainment, record label sekaligus talent agency yang sudah mengeluarkan banyak idol group dan memproduksi film box office di Korea. Oh iya, mereka juga termasuk ke dalam Big Three Entertainment kan? Salah satu klien besar kita, ada apa dengan mereka?” tutur Taeyeon.

 

“Selama satu bulan ini, kita sudah melakukan banyak kerja sama dengan mereka. Hari ini seharusnya, Park Jung Soo, pimpinan Galaxy Entertainment datang untuk menandatangi kontrak baru dengan kita. Entah kenapa pagi-pagi sekali mereka membatalkan perjanjian ini dan berencana mengkaji ulang kontrak kita. Pecahkan masalah ini dan cari tahu apa yang mereka inginkan.” Tiffany meletakkan sebuah map bertuliskan ‘Galaxy Ent. Contract’ di depan Taeyeon dan tentu saja isinya adalah lembaran-lembaran penting.

 

“Beres, itu memang pekerjaanku.” Taeyeon mengambil dokumen itu dan memasukkannya ke dalam tas.

 

“Ini, mungkin ada kaitannya dengan masalah ini.” sebuah koran harian tertanggal hari ini tergeletak di meja depan Taeyeon.

 

“Kasus kecelakaan aktor Kim terungkap, 2 pemuda trainee ditahan?” Taeyeon membaca judul headline utama yang menjadi cover koran harian itu.

 

“Ya, belakangan diketahui kalau aktor Kim ini adalah salah satu superstar di Galaxy Entertainment. Kalau tidak salah namanya Kim Hee Chul, menurut rumor dia akan menjadi salah satu jajaran manajemen Galaxy. Kau mungkin bisa mendapatkan informasi lengkap di Kepolisian Pusat Seoul soal kecelakaan ini. Luhan, pria China itu masih bekerja disana kan? Mungkin lebih cepat kalau kau bisa memanfaatkan koneksi dengan mantan suamimu itu.”

 

Brakk!

Taeyeon menggebrak meja kerja Tiffany dengan agak keras. Papan nama ‘Hwang Tiffany’ agak sedikit bergeser dari tempatnya. Sekarang, dua pasang mata itu saling menatap satu sama lain.

 

“Baik ayah maupun kakakku tidak pernah memintaku hal semacam ini, Tiffany! Beraninya kau memanfaatkanku seperti ini, HAH?!” Taeyeon terlihat tidak senang dengan ide Tiffany kali ini. Taeyeon merasa yeoja ini sudah jauh mencampuri urusan pribadinya.

 

“Memang tidak, tetapi secara tidak langsung mereka yang memintaku untuk ini. Ini bisnis, Taeyeon~a. Kita gunakan apa yang kita miliki. Klien kita akan pergi kemana saja untuk mendapatkan pelayanan hukum secara legal. Saat ini hanya berita koran dan internet saja yang beredar, mereka akan datang ke East Law Firm untuk memanfaatkan koneksi kita. Kau punya satu dan kita harus menggunakannya. Kita hanya punya waktu 3 hari untuk masalah ini. Tidak ada kontrak maka tidak akan ada uang untuk kita.” Jawaban tegas dari Tiffany.

 

Tiffany membalas tatapan Taeyeon yang menyiratkan ketidaksenangannya soal ide ini, tanpa mencoba menghindarinya. Tak ada jalan lain dan hanya cara inilah yang akan mengembalikan klien ke pihak East Law Firm, pikir Tiffany.

 

“TERSERAHLAH! Aku pergi!” segera Taeyeon mengambil jas dan tasnya dari atas sofa.

 

BAM!

 

Taeyeon membanting pintu ruangan ini dengan sangat keras, mungkin semua karyawan disini bisa mendengarnya. Taeyeon benar-benar benci ruangan ini. mereka berdua memang tidak sejalan. Tidak seharusnya mereka berdua berada di satu atap dan hal semacam ini memang akan terus terjadi dengan sendirinya.

 

“Bos, ini kopimu. Ho? Kenapa terburu-buru seperti itu, noona mau kemana?” Tanya Jong In yang sedang membawa segelas American Cappucino ditangannya dengan bingung melihat atasannya sedang tergesa-gesa seperti ini.

 

“ke NERAKA!” teriak Taeyeon, masih terpengaruh efek kesal dari pembicaraan dengan kakak iparnya. Ia masuk ke dalam ruang kerjanya, bermaksud meletakkan dokumen dari Tiffany tadi.

 

“Heh?!” dengan polosnya Jong In kaget ketika Taeyeon bilang akan ke neraka.

 

“Aku harus segera ke kantor Kepolisian Seoul sekarang. Thanks untuk kopinya, Jong In. Kau memang tahu seleraku.” Jong In terlihat lega mendengar jawaban sebenarnya dari Taeyeon. Bosnya ini kadang suka meledak-ledak emosinya, apalagi kalau sudah soal Tiffany Hwang.

 

Taeyeon menyambar gelas plastik yang disodorkan Jong In, kopi favoritnya. Segera meninggalkan kantor kesayangannya ini menuju ke tempat yang ia bicarakan dengan Tiffany tadi.

 

-About Law and Love-

 

“Jadi, 2 pemuda trainee ini mengendarai mobil dengan kecepatan normal dan juga tidak ditemukan tanda-tanda alkohol. Malahan aktor bernama Kim Hee Chul ini yang dinyatakan mongkonsumsi alkohol sebelum terjadi kecelakaan ini. Wah, ini jadi pertanyaan besar. Ada sesuatu yang aneh disini, pasti.” Itulah reaksi Taeyeon setelah mendengarkan sedikit penjelasan singkat dari Luhan. Namja tidak terlalu kaget melihat Taeyeon tiba-tiba datang dan menodong namja ini dengan berbagai pertanyaan. Yeoja ini memang selalu seperti itu, selalu ingin cepat.

 

Benar. Sekarang Taeyeon sudah sampai dengan selamat di Kantor Kepolisian Pusat Seoul. Tempat dimana mantan suaminya, Luhan, melakukan tugasnya sebagai seorang jaksa. Lebih tepatnya di dalam ruang kerja Luhan, yah luasnya tidak jauh dengan ruangan direktur East Law Firm dengan dihiasi simbol 2 negara yaitu bendera Negara China dan Korea Selatan di samping meja kerja Luhan. Bisa dilihat pula papan nama berukuran besar bertuliskan ‘Jaksa Xi Luhan’ dengan bangganya berdiri tegap di meja kerja itu.

 

“Kau merindukanku, ya?” bisik Luhan di samping telinga Taeyeon.

 

“Aku kesini bukan karena itu, Luhan.” Taeyeon membantah pertanyaan Luhan.

 

“Kalau begitu kau bisa menelponku kan?”

 

“Tiffany yang memintaku untuk…” penjelasan Taeyeon langsung dipotong oleh Luhan.

 

“Yeah, aku tahu. Tapi kau kan bisa menelponku saja, daripada repot-repot kemari kan?”

 

“Karena ini penting, Luhan.” bantah Taeyeon.

 

“Atau karena kau merasa bersalah soal tadi malam, hmm?” Luhan masih bertahan dengan pendapatnya.

 

“Kenapa aku harus merasa bersalah soal tadi malam?”

 

“Jadi kau tidak merasa bersalah soal tadi malam?” tanya Luhan lagi.

 

“Yap, memang itu yang kukatakan tadi.”

 

“Jadi, kalau kau tidak merasa bersalah soal tadi malam artinya kau merindukanku, kan?”

 

“Oke, aku kalah.” Akhirnya Taeyeon menyerah dan disambut dengan senyum penuh kemenangan di wajah Luhan.

 

Perdebatan singkat antara Luhan dan Taeyeon, mungkin ini lebih netral daripada perdebatan dengan Tiffany tadi pagi. Hubungan yang aneh. Meskipun sudah tidak tinggal seatap, dua orang ini masih saling bertemu satu sama lain. Bisa dikatakan hampir setiap hari, tidak hanya lewat telepon saja tetapi juga saling mengunjungi satu sama lain, termasuk soal ‘tadi malam’.

 

“Hahaha, baiklah. Akan kujelaskan soal kasus ini.” Luhan mengambil satu dokumen di atas mejanya dan membuka beberapa halaman di dalamnya.

 

“Dua trainee ini memang tidak ngebut ataupun mengkonsumsi alkohol. Hanya saja salah satu trainee disini dikatakan mengancam korban dengan senjata tajam dan yang satunya menyetir mobil. Belakangan juga diketahui kalau mobil ini adalah mobil curian. Mereka bisa divonis 5 tahun penjara.”

 

“Bisa aku lihat dokumennya?” tangan Taeyeon bermaksud merampas dokumen yang ada di Luhan, tetapi Luhan berhasil menghindarinya.

 

“Ops, tidak boleh. Ini hanya untuk jaksa. Orang luar tidak boleh membaca isinya, maaf.”

 

“Baiklah, lalu bagaimana dengan kadar pengaruh alkohol klienku?” Taeyeon kembali duduk di kursinya.

 

“Itu bukan menjadi masalah besar, kalau dia bisa menyewa pengacara yang bagus. Yah, kita asumsikan saja dia sudah mendapatkan pengacara yang tepat.” jawab Luhan sambil mengedipkan matanya ke arah Taeyeon. Kemampuan pengacara di East Law Firm memang tidak usah diragukan lagi.

 

“Terima kasih atas pujiannya. Lalu?” lanjut Taeyeon penasaran.

 

“Masalahnya ada pada pelaku, 2 trainee ini. Mobil curian dan senjata tajam ini yang akan menjadi bukti kuat untuk klienmu. Mungkin hukuman untuk trainee ini bisa dikurangi menjadi 3 tahun kalau mereka mengajukan banding, yah hal yang umum. Dan juga katanya salah satu dari mereka akan debut bulan ini, tentunya sebelum kejadian ini berlangsung.” Terang Luhan.

 

Taeyeon bangkit dari duduknya, “Bagus, klienku akan merasa senang soal berita ini. Kalau begitu aku pulang dulu.”

 

“He? Hanya begitu saja kau datang kesini? Ayolah, jujur saja kau kesini untuk membicarakan masalah kita kan?” Luhan berusaha mencegah Taeyeon angkat kaki dari ruangannya.

 

“Aku tidak pernah bohong dan aku selalu jujur dengan diriku maupun orang lain, Luhan. Dan itu adalah kelemahan terbesarku.”

 

“Iya aku tahu, jujur memang kelemahanmu.” tutur Luhan.

 

“Mau aku ingatkan kenapa pernikahan kita tidak pernah berhasil. Oh, sepertinya kau sudah sangat paham soal ini. Baiklah aku harus segera pergi sekarang karena aku punya janji penting siang ini. Terima kasih atas penjelasanmu soal kasus klienku. Maaf sudah mengganggu waktu kerjamu.” Taeyeon melangkah keluar dari pintu ruangan Luhan.

 

“Oke maafkan aku soal masalah kita. Aku bercanda. Aku memang salah, Kim Taeyeon!” teriak Luhan yang berusaha mengejar Taeyeon yang sudah beranjak menuruni tangga lantai 2 kantor ini.

 

“Maafkan aku, Taeyeon~a!” Luhan masih tak menyerah, mengejar Taeyeon sampai di atas ujung tangga.

 

“Sayang sekali, tidak ada permintaan maaf untuk orang luar. Nope, permintaan maafmu tidak diterima.” jawab Taeyeon dari ujung tangga lantai dasar yang masih bisa melihat Luhan dari atas tangga lantai 2 sana.

 

Keroro annyeong ~ ♪

 

Keroro annyeong ~♫

 

“Iya, ada apa Jong In?” Taeyeon berhenti sejenak untuk menjawab panggilan dari asistennya itu.

 

Sesuai perintah, hanya mengingatkan noona kalau jam 12 siang ada janji dengan Joon Myun-hyung di pengadilan.” sahut Jong In dari seberang telepon.

 

“Terima kasih Jong In, aku sedang dalam perjalanan kesana. Sampaikan kepada Joon Myun, aku akan telat sedikit.” balas Taeyeon.

 

“Aku pasti menelponmu nanti malam!” teriak Luhan yang ternyata masih belum beranjak dari tempatnya. Hanya dibalas dengan lambaian tangan dan senyuman singkat dari Taeyeon sebelum menghilang dari pandangan Luhan.

 

Wowowo~ hati-hati noona. Sang hakim tidak akan senang kalau kau terlambat disana, kau tau dia sangat disiplin orangnya.

 

“Terpaksa, karena susah sekali mengambil dokumen dari kantor Luhan. Sampaikan ke Tiffany aku akan mempelajari kasusnya hari ini.” Taeyeon dengan bangga memasukkan dokumen kasus kecelakan tadi tanpa Luhan tahu kalau Taeyeon sudah merampas barang itu dari mejanya.

 

Nice move, noona. Semoga Joon Myun-hyung tidak menceramahimu panjang lebar hari ini.

 

“Pasti itu akan terjadi, Jong In. Oke kita ketemu di kantor nanti sore. Bye!” Taeyeon memutus teleponnya dan secepat mungkin menuju Pengadilan Pusat, seperti kata Jong In dia tidak mau menerima ceramah yang akan lebih panjang dari Joon Myun kalau dia menambah menit terlambatnya, terlalu melelahkan.

 

-About Law and Love-

~to be continued~

 

 

 

Iyap, bagaimana chapter 1 apakah terlalu panjang? Spesial buat merayakan comebacknya EXO as 12 member, We Are One! YAY! Meskipun masih berupa image teaser, tapi udah girang banget dari 3 hari kemaren. Dan spesial juga buat DBSK, We Are T, yang sudah sukses World Tour-nya di Malaysia kemaren, semoga Indonesia juga disambangin T^T.

Selanjutnya gantian waktunya ngerjain Don’t Judge Me \\(O.O)// maaf juga kalau kata-katanya disini ribet dan banyak banget maklum serapan dari aslinya hehehe ^^. Enjoy the Story and don’t forget to leave your comment, keep evaluate me >_<

26 pemikiran pada “About Law And Love (Chapter 1)

  1. ff ini udah pernah dipost di exoshidae fanfic kan? duh thor nunggu chapter 2nya lama bangettttt penasaran sama ceritanya nihhh cepet lanjut yaaa~~~~~~^^

    • Huhuhuuu~ iya maap luama banget gara2 sesuatu sih T^T
      udah aq kirimin ke adminnya kok yg chapter selanjutnya.. ditunggu ya T^T makasih udah mampir^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s