Cinnamons (Chapter 2)

FF EXO: Cinnamons (Chapter 2)

 

Title : Cinnamons

Author : Morry (@bbymomoo)

Genre : Romance, Fluff

Rating : T

Cast :

  • Ahreum T-ara
  • Kris Exo M
  • Sulli f(x)
  • Luhan Exo M

Cameo :

  • Suho Exo K
  • Tiffany-Yesung orang tua Ahreum dan Sulli
  • Kyu-Seo oppa-eonni Ahreum dan Sulli

431328_533863973296578_1900302686_n__

-={cinnamons}=-

Chapter 2

 

“Maaf. Jadi sebenarnya aku kemari bersama~” Sulli menggeser sedikit badannya agar Ahreum dapat melihat seseorang di belakangnya.

“Luhan?”gumam Ahreum tak percaya.

 

“Lama tidak berjumpa, Ahreum-aa..”ujar Luhan mendekat ke arah gadis itu.

“Ayo! Jangan berlama-lama di sini, aku ingin pulang dan bertemu dengan Kyuhyun oppa juga Seohyun eonni.”ujar Sulli lalu berjalan mendahului Ahreum dan Luhan. Gadis yang menyebalkan, bukan?

Ahreum menatap Luhan penuh tanya. Lelaki itu hanya menjawabnya dengan mengendikkan bahu.

“Mana kunci mobil mu? Biar aku yang bawa,”tukas Luhan. Ahreum pun menuruti perintah pemuda yang lebih tua dua tahun darinya itu.

“Aku kira kau masih berada di China.” Ahreum mencoba membuka topik pembicaraan.

“Yesung oppa yang mengabari aku kalau Sulli ingin ke Korea, jadi.. Disinilah aku sekarang.”jawab Luhan. Ahreum mengangguk.

“Kau ke New York?”tanya Ahreum sedikit kaget.

“Iya,” Luhan menjawabnya dengan terkekeh pelan. Benar. Sebelum ke Korea tentu saja ia menjemput Sulli ke New York dahulu.

“Aish! Dia itu benar-benar merepotkan. Aku berterima kasih padamu sudah mengabulkan permintaan anehnya. Dan.. maaf kalau dia merepotkanmu.”

“Gwaenchana. Lagipula aku senang bisa ke Korea apalagi.. bertemu denganmu.” Luhan sedikit melirik ke arah Ahreum yang kaget karena kalimat terakhirnya.

 

Jadi Luhan ke Korea karena ingin menemui Ahreum. Begitukah?

Gadis itu menggaruk leher belakangnya. “Sebaiknya kita cepat, karena oppa dan eonni menunggu kita.”

Ahreum berjalan cepat ke arah mobilnya dan mendahului Luhan. Pemuda itu tersenyum lagi.

 

Begitu sampai di rumah Kyuhyun dan Seohyun juga Hanna—anak Teuk Seohyun—sudah menunggu kedatangan mereka bertiga. Rumah mereka tidak begitu besar, dengan gaya yang minimalis dan modern. Tapi berlantai dua.

“Eonni-ya, oppa! Aku merindukan kalian!” kata Sulli dengan sedikit berteriak. Ia langsung memeluk Seohyun dan Kyuhyun bergantian.

“Sulli-ya, kau semakin tinggi saja.”goda Seohyun.

“Annyeong, Hanna-ya!”sapa Sulli pada anak perempuan Kyuhyun dan Seohyun yang berumur empat tahun itu.

“Annyeong eonnie.”balasnya polos.

“Kajja, kajja, kita makan malam bersama.”ajak Kyuhyun. Seohyun, Hanna dan Sulli pun segera masuk.

 

Luhan dan Ahreum pun juga ikut masuk ke dalam rumah. Ternyata Seohyun sudah menyiapkan makan malam yang banyak. Sebenarnya ia tahu kalau Luhan akan ikut datang, maka dari itu mereka berdua tidak begitu terkejut. Hanya saja mereka tak memberitahukan hal itu pada Ahreum.

“Bagaimana New York?”tanya Kyuhyun pada Sulli.

“Ya begitulah, aku bosan makanya aku merengek ingin kemari.”jawab Sulli sambil mencomot kue beras buatan Seohyun. Kebiasaan Sulli yang selalu memakan makanan penutup untuk makanan pembuka.

“Lihatlah, kebiasaannya tak pernah berubah.”komentar Kyuhyun. Sulli tersenyum. Luhan yang duduk berhadapan dengan Ahreum sedikit mencuri pandang ke arah gadis itu. Ahreum terlihat jengah dengan kedatangan Sulli ke Korea. Untung saja Hanna duduk di sampingnya.

“Bagaimana kabar Appa dan eomma mu?”tanya Seohyun. Hal inilah yang paling dibenci oleh Ahreum.

“Baik. Dan appa selalu sibuk dengan pekerjaannya.”jawab Sulli lagi.

 

Sulli seolah-olah menganggap Yesung dan Tiffany adalah orang tua kandungnya. Kalau saat sekolah menengah pertama, Ahreum masih tidak apa-apa tentang hal ini. Namun, saat sekolah menengah akhir, bukankah Yesung dan Tiffany sudah mengatakan hal yang sebenarnya? Kalau Sulli bukanlah anak kandung mereka.

“Oh, lalu Luhan, bagaimana kabar orang tuamu?”tanya Kyuhyun.

“Baik, hyung.”jawab Luhan sopan.

“Kau akan menginap disini kan malam ini?”tanya Seohyun.

“Tidak, aku sudah menyewa hotel karena lusa aku sudah harus kembali ke Qingdao.”jelas Luhan. Sebenarnya tidak apa-apa kalau ia tinggal di rumah Seohyun dan Kyuhyun selama di Korea, namun pemuda ini tak ingin merepotkan mereka.

Makan malampun selesai dengan diiringi obrolan ringan seputar kabar Sulli di New York, Luhan dan keluarganya di China, dan lain-lain. Akhirnya Luhan pun memutuskan untuk ke hotel yang sudah ia booking. Seohyun menyuruh Ahreum mengantarkan pemuda itu.

“Aku bisa tertawa kalau seorang pemuda naik taksi ke hotel malam-malam begini,”ujar Ahreum sambil menyerahkan kunci mobilnya.

Luhan terkekeh lalu segera masuk ke dalam mobil. Menyusul Ahreum yang sudah mendahuluinya.

“Aku benar-benar merindukanmu.”ujar Luhan.

Selama di mobil hanya hening yang menghiasi suasana. Sampai akhirnya Luhan membuka suara yang membuat Ahreum merasa bingung. Seperti naik dan turun.

“Ahaha, aku juga merindukanmu, ge.”ujar Ahreum dengan tawa. Ia masih mengira kalau Luhan bercanda. Jemari lentiknya langsung mengarah ke arah tape di mobilnya itu. Memutar sebuah lagu favoritnya. Aerosmith – What Could Have been Love.

Hingga akhirnya mereka sampai di hotel penginapan Luhan. Ahreum pun kembali lagi ke rumahnya.

 

-={cinnamons}=-

 

Pagi-pagi sekali Sulli sudah bangun. Ia ikut membantu Seohyun membuat sarapan. Dari dulu Sulli memang memiliki hobi memasak. Kyuhyun baru saja bangun kalau Hanna tidak menarik paksa—memaksanya bangun untuk sarapan bersama. Hari Sabtu memang, libur kerja. Ahreum baru saja mandi dan langsung menuju dapur begitu hidungnya mencium masakan favoritnya. Pancake.

“Hari ini apa rencana kalian?”tanya Seohyun sambil meletakkan sebotol marmalade di meja makan. Hanna langsung mengambilnya dan menuangkannya ke pancake di piringnya. Belepotan. Ahreum pun membantu gadis kecil itu.

“Hanna, kau harus minta bantuan ibumu untuk memberi ini di kue.”nasehat Ahreum sambil melap tangan Hanna yang terkena marmalade lengket. Selai yang hampir sama seperti madu.

“Ahleum eomma, Hanna kan ingin malmalade yang banyak.”ujar gadis itu. Ahreum tersenyum. Hanna selalu memanggilnya dengan sebutan Ahleum eomma. Seohyun juga tersenyum melihat anak perempuannya itu.

“Sini, eomma bantu.”ujar Seohyun kemudian.

“Hari ini aku ingin berjalan-jalan keliling Seoul dan menghabiskan sore di Namsan Park.”ujar Sulli sambil memasukkan sepotong pancake ke mulutnya. “Bagaimana Ahreum?”

“Apa?”tanya Ahreum malas.

“Ya! Kau ini!”

“Sudah, sudah. Habiskan dulu sarapan kalian. Baru rundingkan mau jalan-jalan kemana.” Seohyun menengahi. Kyuhyun hanya memijit pelipisnya.

“Hanna ingin main ke Lotte Wol.”ujar Hanna.

“Lotte World, maksudmu?”tanya Sulli. “Ide yang bagus! Aku juga mau ke Lotte World!”

“Baiklah, kalian bertiga,”Kyuhyun menatap Hanna-Sulli-dan Ahreum bergantian. “Berjalan-jalanlah hari ini. Oppa tidak ikut, mungkin kalian bisa mengajak Luhan.”lanjutnya.

“Ah, baiklah!”

 

Sulli terlihat sangat senang. Sebaliknya dengan Ahreum. Untung saja Hanna ikut, ia bisa menghibur diri dengan gadis manis itu.

 

Begitu sudah selesai sarapan, Sulli dan Hanna segera bersiap-siap. Ahreum memakai kaus lengan panjang dilapisi kemeja berbahan jeans, ia juga memakai muffler tebal di lehernya. Sulli mengenakan sweater berhoodia dan sebuah beanie di kepalanya. Hanna memakai jaket warna pink dan beanie bertali membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan.

“Kami berangkat, oppa, eonnie.”ujar Sulli dan Ahreum.

 

Mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil Ahreum. Sulli menyetir, Ahreum di samping Sulli dan Hanna di belakang.

“Kau tidak memberitahu Luhan oppa?”tanya Sulli. Ahreum menggeleng.

“Untuk apa?”jawab Ahreum.

“Untuk menemani kita lah. Biar aku yang memberitahunya.”

 

Sambil menyetir Sulli memberi pesan singkat pada Luhan untuk datang ke Lotte World. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat itu. Sulli terlihat seperti anak kecil yang baru datang ke tempat itu. Padahal Hanna tidak segirang Sulli.

“Ayo! Aku ingin mencoba semua wahana yang ada di sini!”kata Sulli sambil terkekeh. Semangatnya menggebu-gebu seperti rombongan ikan salmon yang akan kembali ke habitat mereka.

“Ayo Hanna.”Ahreum mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan kecil gadis itu.

“Iya eomma.”balasnya.

 

“Sulli-ya! Ahreum-a!”suara Luhan terdengar dari balik kerumunan. Sulli dan Ahreum menoleh. “Ternyata kalian di sini.”lanjut pemuda itu.

Luhan terlihat cute dengan baju khas musim dingin kali ini.

“Ayo oppa, kita masuk.”Sulli menggandeng lengan pemuda itu. Mereka berempat pun masuk ke dalam Lotte world.

Mata Sulli dan Hanna langsung berbinar-binar melihat wahana merry-go-round alias komedi putar.

“Ayo naik komedi putar itu!”teriak Sulli.

“Ahleum eomma, ayo.”Hanna menarik-narik ujung kemeja jeans Ahreum.

“Kalian bertiga naiklah, aku akan menunggu di sini.”kata Ahreum.

“Baiklah, Hanna ayo naik bersama oppa, kajja Sull!”

 

Ahreum hanya menunggu Sulli, Hanna dan Luhan naik wahana itu. Ia duduk di sebuah bangku kayu di dekat wahana komedi putar itu. Ekor matanya bergerak menyusuri sekeliling Lotte world yang cukup besar itu. Ia ingin sekali naik bianglala yang ada di sana.

“Ahleum eomma!”

Hanna berlari ke arahnya. Menubrukkan diri dengan lembut ke pelukan Ahreum. “Nde? Kau senang sudah bermain komedi putar itu?”tanya Ahreum.

“Hanna sangat senang, Ahleum eomma halus(re: harus) mencobanya.”ujar Hanna.

Sulli dan Luhan menyusul dengan tawa keduanya. Terdengar sangat renyah di telinga Ahreum. Mungkin Sulli juga sangat senang bermain di Lotte world walaupun tak sebagus Disney land di Los Angeles. Lalu Hanna mengajak Sulli menuju wanaha ice skating, karena ini musim dingin banyak sekali yang menuju wanaha itu.

Lagi-lagi Ahreum hanya duduk di tepi ruangan besar itu. Luhan menemaninya.

“Kau tidak ingin mencobanya?”tanya Luhan.

“Eh, aku tidak bisa bermain ice skating.”jawab Ahreum mengelak.

“Aku bisa mengajari mu, itu gampang. Hampir sama seperti bersepatu roda.”jelas Luhan. Ahreum menggeleng.

“Aku tidak—”

“Sulli?”tanya Luhan yang membuat ucapan Ahreum terdiam. Gadis di sampingnya menunduk dalam. Seolah Luhan sudah menembus pikirannya. Luhan tersenyum, mengalihkan pandangannya ke arah Sulli dan Hanna yang bermain di lantai es tebal itu.

“Bersikaplah dewasa Reum-ah. Anggap saja Sulli itu saudara—”

“Aku tidak bisa, oppa. Aku mohon jangan memaksaku.”

“Baiklah. Tapi ada satu yang ingin aku katakan padamu…”Luhan menghirup napas dalam, lalu melanjutkan kalimatnya,“Aku datang kemari bersama Sulli bukan bermaksud untuk membuatmu semakin tertekan.”

“Ya, aku tahu itu.”gumam Ahreum.

“Tapi karena.. Aku ingin bertemu denganmu dan aku mencintaimu, Reum-ah. Saranghae.”lanjut Luhan.

 

Ahreum mengangkat wajahnya cepat. Matanya membulat. Ia menatap ke arah Luhan di samping kirinya. Pemuda itu tersenyum, membuat kedua pipinya terangkat. Wajahnya memang seperti bayi. Sangat tampan sampai Ahreum tidak bisa mengatakan apapun. Namun, bukan berarti ia juga memiliki perasaan yang sama dengan pemuda itu.

“Oppa, aku..”

Belum selesai Ahreum mengatakan kalimatnya, Sulli dan Hanna sudah mendekati mereka sambil menenteng sepasang sepatu skating di tangan masing-masing.

“Ini sangat menyenangkan! Kalian harus mencobanya!”ujar Sulli diiyakan anggukan Hanna. Keduanya lalu mengembalikan sepatu tersebut. Keempat orang itu pun keluar dari wahana ice skating. Mencoba beberapa wahana yang lainnya. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan jam satu siang.

“Wahana apa lagi yang ingin kalian coba?”tanya Luhan pada Sulli dan Hanna—digendongannya. Setelah menaiki hampir semua wahana yang ada di sana.

“Hanna lapal (re: lapar).”rengek Hanna.

“Baiklah, ayo kita makan!”teriak Sulli. “Aku yang pilih restorannya, ya.”lanjut gadis itu.

 

Sulli memilih restoran yang ada di foodcourt Lotte world. Restoran dengan menu masakan Korea. Sulli bilang ia rindu dengan masakan Korea—sepertinya.

“Aah, dokpokki ini enak sekali! Jajjangmyun nya juga! ”ujar Sulli.

“Makannya pelan-pelan Sull-ah..”tegur Luhan. Ahreum tersenyum.

“Sulli eonni benal(re: benar), ini sangat enak.” Hanna memakan jajjangmyun nya hingga belepotan.

“Hanna-ya, makannya pelan-pelan. Lihatlan pipimu.”ujar Ahreum. Dengan sigma gadis itu mengambil tissue dan melap semua bekas kuah jajjangmyun di pipi Hanna.

“Jangan sampai kuah ini mengenai bajumu, Hanna-ya..”tambah Luhan sambil meletakkan sebuah sapu tangan di baju Hanna. Agar baju yang dipakai gadis imut itu tidak kotor.

“Aigoo, kalian berdua sudah seperti pasangan suami istri saja.”goda Sulli.

 

Ahreum langsung terdiam. Ia kembali terngiang dengan ucapan Luhan, tentang pernyataan cintanya tadi.

 

-={cinnamons}=-

Sore itu, setelah pulang dari Lotte world. Sulli mengajak Ahreum dan Luhan untuk berjalan-jalan di Namsan Park. Sulli bersitegas ingin naik ke Namsan tower untuk menaiki gondola disana. Ia tahu itu dari drama yang ditontonnya dari chanel tv Korea di New York. Sementara Hanna merengek ingin ke taman bermain yang ada di Namsan park karena di sana banyak anak kecil seusianya.

“Baiklah, Ahreum eomma akan menemani Hanna bermain ayunan di sana.”ujar Ahreum.

“Ayo, oppa. Kau harus ikut aku ke tower itu!” Sulli pun menyeret paksa Luhan untuk mengikuti kemauannya. Padahal umurnya juga hampir sama dengan Ahreum, tapi kelakuannya masih saja seperti anak kecil.

“Ahleum omma, ayo ikut.” Hanna menarik tangan Ahreum agar gadis itu ikut naik ayunan di sana.

“Ahreum eomma akan menunggu Hanna disini, ya.” Gadis itu berjongkok, menjajarkan tingginya dengan tinggi Hanna. Lalu ia merapikan poni Hanna, mencubil pipinya pelan. “Sana, bermainlah!”

Hanna mengangguk, gadis kecil itu dengan riang bermain ayunan bersama anak-anak seusianya. Hanna terlihat sangan hiperaktif. Ahreum tersenyum melihat anak itu. Ia lalu berdiri untu mencari sebuah bangku.

“Jadi, siapa gadis kecil itu? Anakmu?”tanya seorang pemuda jangkung. Entah sudah berapa lama lelaki itu memperhatikannya.

“Apa? Ah, bukan, dia keponakanku.”ujar Ahreum gugup. Ia sedikit kaget kenapa pemuda ini ada di Seoul? Bukankan ia bilang tinggal di Incheon.

“Sebaiknya kita duduk saja, disana.”Kris menunjuk sebuah bangku tak jaug=h dari tempat Hanna berain. Ahreum menurutinya.

“Kau kenapa bisa berada di Seoul?”

“Hanya ingin berjalan-jalan di Namsan, dan berteu denganmu lagi nona.”jawabnya misterius. Sama dengan wajahnya.

“Eomma!”

 

Lagi-lagi Hanna berlari ke pelukannya. Kris sedikit heran dengan panggilan gadis kecil itu pada Ahreum. Bukankah Ahreum bilang gadis kecil ini bukan anaknya.

“Kau bilang dia bukan—”

“Memang, tapi dia selalu memanggilku seperti itu.” Ahreum mengacak poni Hanna. Gadis itu memajukan bibirnya. Lalu matanya beralih pada Kris yang duduk di samping Ahreum. Gadis itu manari muffler Ahreum, meminta AHreum untuk mendekatkan wajahnya.

“Eomma, dia siapa?”bisik Hanna yang sudah jelas didengar oleh Kris. Ahreum tersenyum.

“Hanna-ya, dia Kris. Teman eomma, sama seperti Luhan oppa.”jawab Ahreum. Kris tersenyum pada gadis itu.

“Ahjussi kau tampan, seperti pangeran yang Ahleum eomma ceritakan padaku tadi malam.”kata Hanna jujur.

“Ya, kenapa kau memanggilnya ahjussi?”tegur Ahreum.

Ahreum langsung tersenyum canggung. Sementara Kris terkekeh.

“Benarkah?”tanya Kris. Hanna mengangguk.

“Ehm, maaf ya, Kris. Dia memang selalu seperti itu kalau bertemu dengan orang baru.”jelas Ahreum.

“Tak apa, dia lucu,”ujar Kris.

Sulli dan Luhan kemudian datang menghampiri Ahreum, Hanna dan Kris yang sedang berbincang sambil mengobrol. Sulli heran melihat AHreum yang sedang bersama orang asing sepertinya.

“Ahreum, kau bersama..”

“Ah, ini Kris, temanku.”jelas Ahreum. Kris memberi salam. “Dan Kris, ini Sulli dan Luhan. Luhan juga berasal dari China sama denganmu.”

“Sulli imnida.”Sulli mengulurkan tangannya. Kris menyambutnya lalu Luhan.

“Xi Luhan.”

“Wufan, itu nama ku di China.”jelas Kris.

 

“Eomma, Hanna mau es klim itu,”Hanna menunjuk sebuah kedai eskrim yang ada di Namsan park.

“Kau mau? Kajja, kita beli.”Luhan langsung menggendong Hanna.

“Ahleum eomma, ayo.”regeknya. Mau tak mau Ahreum pun ikut ke kedai eskrim pinggir jalan itu. Meninggalkan Sulli dan Kris berdua.

“Kau sudah lama kenal dengan Ahreum?”tanya Sulli.Ia duduk di samping pemuda itu.

“Belum, tapi kami sudah mengobrol banyak hal.”jawab Kris.

“Oh, apa Ahreum pernah bercerita tentang kakaknya?”

“Kau kakak sepupu yang dimaksud Ahreum?” Kris bertanya balik. Sepupu? Tanya Sulli dalam hati. Ia pun mengangguk.

“Lihatlah, mereka bertiga seperti keluarga saja. Hahaha,”Sulli tertawa sambil menunjuk Hanna, Ahreum dan Luhan yang sedang membeli es krim. Kris mengangguk dengan terpaksa. “Jarang sekali Ahreum memiliki teman seorang lelaki, biasanya temannya perempuan semua.”Sulli membuka pembicaraan lagi.

“Benarkah?”

“Iya. Dulu dia tinggal di New York lalu pindah kemari. Aku sudah jarang bertemu dengannya. Dia selalu menganggapku menyebalkan. Dasar.”Sulli bercerita panjang. Sementara Kris, entah mendengarkannya atau tidak. Ia focus pada Ahreum di seberang sana. Ia jadi teringat pertemuan awal mereka.

Sulli menatap Kris di sampingnya. Pemuda yang memiliki garis-garis wajah yang sempurna. Pahatan tangan-tangan Tuhan yang membuat darahnya berdesir dan jantungnya memacu cepat. Sulli merasa sudah jatuh pada pandangan pertama pada pemuda itu.

“Kris..”panggil Sulli.

“Ya?”

“Kau sudah punya yeojachingu?”

“Belum.”

Apa aku bisa menjadi yeojachingumu? Ucap Sulli dalam hati. Ekor matanya masih saja menatap Kris.

 

ToBeContinued 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “Cinnamons (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s