Hello Precious! (Chapter 1)

FF EXO|[HELLO PRECIOUS!]|#1 Who Are You, Miss Lee?

Title : Hello Precious!

Subtitle : Who Are You, Miss Lee?

Author : Momoo @bbymomoo

Genre : Romance, Drama, Fluff, Sad

Rating : T

Length : Chaptered

Main Cast :

  • Ahreum (T-ara),
  • Kai (Exo-k),
  • Suho (Exo-k),
  • Krystal (f(x)),
  • Naeun (A-pink)

Support Cast :

  • Other Exo-k member
  • Son Naeun, Woohyun as Ahreum’s bestfriend
  • Sehun as Krystal’s cousin
  • Shindong as Ahreum’s Appa
  • Kangin as Kai’s Appa
  • Sayumi as Kai’s Umma
  • Jung Yunho

A/N : Happy Reading 😀

1st

==========

HELLO PRECIOUS!

========

I wanna be your favorite hello…

…and your hardest goodbye

.

.

.

 

                “Appa, bangun!”

 

Ahreum tampak menguncang-guncangkan tubuh ayahnya yang masih terbalut selimut. Namun yang ia dapat hanya sebuah lenguhan kecil dan dengkuran dari sang ayah.

Appa-ya ireona! Appa bilang kemarin kita harus bangun pagi karena keluarga Jung akan menyambut tamu dari Jepang, kan?”

Nihil.

Shindong—ayah dari gadis manis yang baru berumur 16 tahun itu masih asyik di alam mimpinya.

APPAAAA!!”

 

Karena kehabisan akal, gadis itu langsung menggunakan jurus teriakan mautnya. Dan.. Berhasil! Shindong pun lagsung bangun sambil menutup telinganya.

“Ya! Ini, appa bangun Ahreum-ah..”ucap Shindong. “Kau ini pagi-pagi bukannya membuat sarapan malah berteriak-teriak.”

“Salah appa sendiri susah dibangunkan.” Ahreum memanyunkan bibirnya.

 

“Sudah, ayo cepat sarapan lalu berangkat.”perintah Shindong. Ahreum pun langsung keluar dari kamar ayahnya itu. Sementara Shindong beranjak ke kamar mandi.

 

“Aku akan memasak omelet untuk sarapan. Mandinya cepat ya, appa!”teriak gadis itu sambil berkutat di dapur kecilnya. Sambil mengiris bumbu ia terdengar bersenandung riang.

 

Ahreum berusia 16 tahun dan bersekolah di salah satu sekolah elit di Seoul, Hanlim International High School yang ia dengar adalah milik salah satu rekan bisnis keluarga Jung. Ia sendiri dapat bersekolah di sana karena mendapat beasiswa dan bantuan dari keluarga Jung. Keluarga Jung adalah keluarga terpandang di Korea. Keturunan darah biru dan Shindong merupakan salah satu kepala pelayan di keluarga Jung.

 

Shindong adalah kepala pelayan sekaligus sopir pribadi di kediam keluarga Jung. Sopir pribadi sang tetua, Jung Yunho. Ahreum sendiri terkadang ikut membantu ayahnya di sana. Namun, ia lebih senang membantu bibi Haeri memasak di dapur saat hari libur seperti ini.

 

“Wah, sepertinya enak.”ujar Shindong. Begitu selesai dengan kegiatannya pria paruh baya itu langsung menuju dapur.

“Tentu saja! Kan bibi Haeri sering mengajariku.”cengir Ahreum. “Ayo makan.”kata Ahreum sambil menyumpit omelet ke mangkuknya.

“Kau tak ada kegiatan di sekolah ‘kan, Reum-ah?”tanya Shindong selidik. Gadis itu menggeleng. Maklum saja, Shindong selalu menanyakan perihal sekolah pada Ahreum. Ia sadar kalau keluarga Jung lah yang menyekolahkan anak perempuannya ini.

 

“Appa lupa kalau sekolahku sedang libur? Saat masuk nanti itu sudah semester baru, dan artinya tinggal beberapa bulan lagi aku sudah naik kelas 2.”jelas Ahreum. “Aku selalu ingin cepat-cepat lulus dari sekolah dan bekerja, hehe.”

Shindong tersenyum simpul mendengar ocehan anak perempuannya. Benar-benar mirip dengan mendiang ibunya dulu. Sama-sama cerewetnya. Shindong tampak mengingat-ingat masa lalu.

“Baguslah. Jangan sampai nilai mu turun, Reum-ah.” Lelaki itu menasehati gadis di depannya yang makan dengan lahap. Ia dan Ahreum benar-benar harus tahu diri.

 

Begitu pula dengan Ahreum. Ia termasuk deretan siswa berprestasi di sekolahnya. Gadis itu menjadi kebanggaan sendiri di mata Yunho—yang sering Ahreum panggil dengan panggilan ‘haraboji’. Karena lelaki tua itu sudah menganggap Ahreum sebagai cucunya sendiri tanpa sadar.

 

“Apa acara di rumah keluarga Jung begitu besar?”tanya Ahreum polos. Shindong tersenyum dan menginterupsi kegiatan makannya.

“Mungkin. Dari kemarin mereka terlihat sibuk, sih. Tuan besar bilang akan kedatangan tamu dari Jepang.”jawab Shindong. Ahreum ber’oh’ria. “Kenapa?”tanya Shindong giliran.

 

“Tidak apa-apa kok, Appa.”Ahreum terkekeh lalu melanjutkan makannya cepat. ‘Tamu dari Jepang, ya?’batin Ahreum.

 

Setelah sarapan berakhir mereka berdua pun segera berangkat.

 

.

Hello, Precious!

.

 

Di rumah keluarga Jung

 

Rumah kecil milik Shindong dan Ahreum tak begitu jauh dari kediaman keluarga Jung. Hanya beda beberapa blok, namun perbedaan antar blok sangat mencolok di salah satu kompleks perumahan di Seoul ini. Begitu sampai di kediaman keluarga Jung, Shindong langsung diberikan tugas untuk menjemput tamu di bandara Incheon.

“Shindong-ssi antarkan Jung Sooyeon menjemput tamu yang akan datang di bandara. Dan Ahreummie, kau bantulah Haeri di dapur.”perintah Yunho. Ia tidak pernah berubah memanggil nama anaknya.

“Baik.”ujar Shindong dan Ahreum hampir bersamaan.

 

Ahreum segera ke dapur menemui Haeri. Shindong sendiri langsung ke garasi untuk mengeluarkan mobil bercat hitam milik keluarga Jung. Mobil yang sering ia gunakan.

“Kau bisa agak cepat, Shindong-ah? Aku tidak ingin tamu kehormatan kami sampai menunggu.”ujar Jessica atau Jung Sooyeon penuh penekanan mengigat Shindong adalah sopir pribadi ayahnya. Tidak mungkin bisa mengemudi dengan cepat, pikir wanita itu.

“Baik nyonya.”ucap Shindong lalu menjalankan mobil itu dengan kecepatan yang diinginkan Jessica.

 

Haeri membalas pelukan Ahreum hangat. Sudah hampir seminggu ini Ahreum jarang membantunya. Gadis itu sibuk dengan ujian di sekolah rupanya, ditambah lagi kelinci piaraan Yunho ada yang sakit jadi Ahreum jarang pergi ke dapur.

Kajja, kau harus memakai seragam seperti bibi juga, nde?”kata Haeri langsung mengajak Ahreum ke kamarnya. Memberikan satu stel pakaian maid warna hitam putih.

 

Gadis itu berbinar melihat seragam tersebut. Ia pun segera mengganti bajunya.

“Bagaimana, bibi?”tanya Ahreum begitu ia selesai mengganti baju.

Aigoo, Ahreummie neomu yeppeuda! Cocok sekali untukmu.”puji Haeri.

Jinjja? Kalau begitu kita harus segera menyelesaikan makan di dapur bibi~!! Yo!” Ahreum mengepalkan tangannya. Tanda berjuang. Haeri tersenyum melihat tingkah anak tersebut. ‘Seandainya saja tuan besar tahu siapa sebenarnya anak ini,’pikir Haeri.

“Baiklah, ayo.”

 

Wanita cantik itu tersenyum dan mengikuti langkah Ahreum yang sudah lebih dulu beranjak ke dapur.

“Bibi aku menyelesaikan bagian membuat kue itu, ya ya ya?”pinta Ahreum begitu melihat tepung, adonan dan mixer serta lainnya di meja counter.

“Iya. Itu lanjutkan lah membuat muffin dan ice cream cake untuk pencuci mulut. Bibi akan menyelesaikan hidanganya.” Haeri langsung mengambil pisau untuk mengiris beberapa potong daging sapi segar.

“Bibi, sebenarnya ini untuk makan siang atau sarapan?”tanya Ahreum. Haeri terkekeh.

“Yang kita masak ini utuk makan siang, sayang. Hidangan untuk sarapannya sudah selesai. Kau tidak tahu selain itu hari ini juga akan ada acara perjodohan nona muda dan kepulangan tuan muda Sehun.”jelas Haeri.

“Nona Soojungie?”tanya Ahreum kaget. Haeri mengangguk.

“Sudahlah, lanjutkan lagi Reum-ah.”

 

Ahreum mengendikkan bahunya dan kembali ke aktivitasnya. Membuat adonan muffin. Sesekali Ahreum, Haeri dan pelayan lain melontarkan gurauan-gurauan kecil yang membuat mereka tertawa. Sampai akhirnya salah satu pelayan lelaki memberitahu agar semuanya berkumpul di ruang depan untuk menyambut tamu yang sudah datang bersama Jessica.

“Ayo, Ahreummie.” Haeri menggandeng lengan gadis yang sudah ia anggap anaknya sendiri ini.

 

Gadis manis bermata foxy itu berdiri di samping kiri Haeri. Di samping nya lagi terlihat ayahnya menyusul. Yunho tampak berdiri di teras depan—menyambut kedatangan tamunya lebih dulu. Ada dua mobil yang datang tadi.

Aboji, sudah lama menunggu?”tanya Jessica pada Yunho. Pria tua itu menggeleng sebagai jawaban. Jessica mengangguk dan langsung masuk untuk memanggil anak perempuannya, Krystal—Ahreum memanggilnya Soojungie tadi.

Haraboji, annyeong.” Seorang pemuda manis bersurai cokelat tampak dingin memberi hormat. Sehun, sepupu Krystal. Cucu laki-laki Jung Yunho dari menantunya di Jepang. Ibu Sehun sudah meninggal sejak ia

“Annyeong, Sehunnie.”balas Yunho sambil menepuk bahu cucu laki-laki satu-satunya itu. Cucu yang benar-benar mewarisi sifat ibunya—anak sulung Yunho. Bersikap dingin  padanya.

“Aku masuk dulu, dimana kamar ku?”tanya Sehun datar. Yunho langsung memanggil pelayan untuk menunjukkan kamar Sehun. Pemuda itupun langsung masuk ke rumah, ia bahkan tak berminat mengikuti acara keluarga ini setelahnya.

 

“Yunho ahjussi, apa kabar?”ujar sebuah suara. Yunho tersenyum lebar melihat Kangin dan istrinya datang. Pria bertubuh tambun itu langsung menjabat tangan Yunho dan berpelukan sebentar.

“Baik, baik sekali. Kau sendiri bagaimana Kangin-ah?”tanya Yunho begitu melepas pelukan rindu. Bagaimana pun Kangin adalah anak dari rekan kerjanya semasa muda dulu, Kim Jaejoong.

“Tentu saja baik.”jawab Kangin sumringah. “Aku selalu merindukan Korea, paman.”lanjut Kangin. Yunho terkekeh mendengar ucapan Kangin.

“Ah, Sayumi-ssi, apa kabar?”Yunho ganti menjabat tangan Sayumi—wanita di sebelah Kangin yang notabene adalah istrinya.

“Baik, paman.”jawab Sayumi dengan senyum manisnya. Sementara dua oarang pemuda di belakang pasangan itu masih berdiri canggung.

 

“Wah wah, ini pasti Jongin bukan? Kau semakin tampan saja seperti ayahmu.”ujar Yunho kepada salah satu pemuda yang berdiri di belakang Kangin dan Sayumi.

“Apa kabar haraboji.”pemuda bernama Jongin itu tampak sedikit canggung memberi hormat. Diikuti pemuda yang satunya.

“Kalian masuklah, Sooyeon dan Soojung sudah ada di dalam sepertinya.”ajak Yunho kepada tamu-tamunya itu.

 

Begitu memasuki ruang tamu, mereka langsung disambut oleh bungkukan hormat para pelayan kediaman Jung Yunho. Termasuk Ahreum. Setelah semuanya berkumpul di ruang keluarga Jung Yunho, barulah para pelayan membubarkan diri dan kembali ke aktivitas masing-masing. Yunho mempersilakan tamu-tamunya untuk sarapan disana, mengingat waktu masih menunjukkan pukul 8 waktu Korea Selatan.

“Silakan nikmati sarapannya.”ujar Yunho dengan senyum lebarnya.

 

Semuanya langsung sibuk menyantap hidangan yang sudah disediakan di meja makan. Begitupula dengan Yunho. Sesekali, Yunho dan Kangin saling melempar tanya. Begitu pula dengan Jessica dan Sayumi, terlarut pada obrolan orang dewasa, entah tentang arisan, proyek perusahaan dan lainnya. Tidak dengan beberapa anak yang terjebak di meja makan itu, Krystal, dan kedua anak Kangin.

Pemuda dengan kaus raglan warna hitam abu-abu tambak sibuk memotong roti sandwichnya. Kim Jongin, Kai—anak bungsu Kangin dan Sayumi sedari tadi tidak tampak menunjukkan ekspresinya. Ia sudah terlanjur malas untuk datang kemari, semenjak ayahnya bicara soal perjodohan dengan cucu tetua Jung.

 

“Kangin-ah, bagaimana Jepang? Menyenangkan?”tanya Yunho kembali membuka pembicaraan.

 

Sekali lagi, Kai mendengus sebal. Di sebelahnya duduk seorang namja dengan tinggi semampai dengan kemeja berlapis sweater hitam, Kim Junmyun atau Suho—anak sulung Kangin—merupakan hyung-nya Kai. Ia tampak menoleh ke arah belakang sesekali. Semenjak masuk ke rumah ini, ada seseorang yang begitu menarik perhatiannya. ‘Gadis tadi, apakah dia itu pelayan disini?’tanyanya dalam hati.

Sementara Krystal, ia tanpa canggung melirik Kai yang memang berada di depannya. Mengamati wajah yang ia sadar kalau pemuda itu semakin tampan dengan surai hitamnya. Namun kelihatannya masih sama. Sesekali gadis berambut cokelat cerah itu tersenyum melihat Kai yang memotong sandwichnya.

“Kelihatannya kau suka sandwich itu, Kai-ssi. Kau mau tambah?”tanya Krystal. Kai mendongak menatap gadis itu.

“Tidak. Terimakasih.”jawabnya cuek. Krystal terdiam senejak, namun langsung kembali memasang senyum. Pemuda itu langsung menyelesaikan makannya. ‘Memang masih sama,’batin Krystal mengulum senyum.

 

.

Hello, Precious!

.

 

Di kamar Sehun

 

Ahreum berjalan mendahuli pemuda di belakangnya. Gadis itu menunjukkan kamar yang akan ditempati si pemuda mulai hari ini. Kamar dengan pintu warna maroon di sebelah kamar Krystal.

Cklek

Gadis itu membukakan pintu.

 

“Silakan tuan muda.”ujar Ahreum. Sehun yang sedari tadi memperhatikan gadis imut itu pun mengangguk dan langsung masuk. “Sepertinya masih sedikit berantakan.”lanjut Ahreum memperhatikan kamar tersebut. Benar saja, seminggu lalu ia membersihkan kamar ini.

“Tak apa. Akan ku bereskan sendiri.”kata Sehun. Ia hafal betul detil kamar itu. Kamar yang ia tempati tiga tahun lalu. Sebelum ia meneruskan sekolah menengah pertamanya di Jepang.

“Benarkah? Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda. Panggil saja saya jika perlu sesuatu.”jelas Ahreum lalu beranjak keluar.

“Tunggu!”

 

Sehun setengah berteriak memanggil gadis itu. Ahreum segera berbalik seolah menanyakan ada-apa-tuan-muda.

“Ehm, bisa kau bawakan aku makanan kemari?”pinta Sehun. Ahreum tersenyum.

“Tentu saja tuan muda.” Ahreum hendak berbalik dan menutup pintu, namun lagi-lagi suara panggilan Sehun menginterupsinya.

“Tunggu sebentar!”

“Iya tuan muda?”

“Siapa.. namamu?”tanya Sehun sambil menggaruk belakang kepalanya.

 

Ahreum melebarkan matanya sambil berkedip lucu. Membuat Sehun ingin sekali mencubit pipi gadis di depannya ini.

“Aku? Joneun, Lee Ahreum imnida.” Ahreum membungkukkan badannya. Sehun menganggukkan kepalanya seolah menyuruh Ahreum melakukan apa yang ia minta tadi. Gadis itupun segera keluar.

 

“Ahreum?”gumam Sehun sambil merebahkan tubuhnya di kasur kamar itu. “Kenapa saat aku melihatnya, perasaanku sama seperti pada Soojung ya? Dia kan hanya.. pelayan di sini. Ini aneh sekali, dia bahkan bermarga Lee, bukan Jung..”lanjutnya.

 

 

==========

HELLO PRECIOUS!

========

 

Suho tak sengaja melihat siluet Ahreum yang sedang membawa nampan berisi makanan. Gadis itu berjalan hati-hati menaiki tangga. Sigh! Suho berdecih saat ia tahu sikon saat itu. Ia tahu dirinya dan Kai tidak pernah bisa melepaskan diri dari aturan-aturan dalam pertemuan keluarga berdarah biru. ‘Hebat sekali dia bisa membuatku begitu penasaran.’ucap Suho dalam hati.

 

“Ah, kalian berdua.”Kangin mengarahkan pandangannya pada Kai dan Krystal bergantian. “Mengobrolah dulu, agar lebih akrab. Kalian pasti ingin melepas rindu kan..”lanjut pria tambun itu. Kai langsung melebarkan matanya kaget. ‘Mulai lagi, argh.’pikirnya kacau.

“Iya, benar kata Kangin-ssi. Krystal, ajaklah Jongin berkeliling taman belakang, nak.”perintah Jessica yang diiyakan Krystal dengan anggukan senang.

 

“Kai-ssi, kajja!”ajak Krystal. Mau tak mau Kai menyunggingkan senyum palsunya dan mulai mengikuti kemana langkah gadis cantik di depannya.

“Suho kau tak ingin menyusul Sehun?”tanya Sayumi yang melihat putra sulungnya diam dari tadi.

“Sehunnie eoddiseo?”tanya Suho.

“Sehun? Ku lihat dia tadi segera ke kamar di lantai dua, temuilah.”jawab Jessica dengan senyumnya terlihat anggun meski umurnya tak lagi muda. Suho mengangguk mengerti dan langsung memberi hormat meninggalkan meja makan.

“Junmyun-ah, kamar dengan pintu warna maroon.” Yunho menambahi. Suho kembali menganggukkan kepalanya.

 

Pemuda tampan itu pun melangkahkan kakinya menaiki tangga. Ia cukup senang karena ternyata kamar Sehun ada di atas. Gadis yang membuatnya penasaran tadi juga menaiki tangga ini bukan? Berarti ia bisa bertemu dengan gadis itu. Pintu warna maroon yang dimaksud tetua Jung tadi tampak terbuka.

“Sehun..”panggil Sunho sembari melongok ke dalam. Ia melihat Sehun tengah memakan makanannya yang tadi dibawa oleh Ahreum. Sementara gadis itu tengah membereskan lemari pakaian yang akan dipakai Sehun.

“Eh? Hyung! Masuklah, jangan menyembulkan kepalamu seperti itu.”ujar Sehun lalu memasukkan potongan terakhir sandwichnya ke dalam mulut. Suho pun masuk dan langsung duduk di kursi meja belajar. Dari sana ia dapat dengan langsung memperhatikan Ahreum yang sedang membersihkam lemari. Di pojok samping kanan pintu masuk kamar itu.

“Kai mana?”tanya Sehun yang sekarang tengah menikmati jus jeruknya.

“Bersama sepupumu itu, siapa Krys—”

“Krystal maksudmu? Ah, sudah pendekatan rupanya. Aku akan memberikan hadiah apapun pada Krystal kalau ia bisa menaklukkan hati si Kkamjong itu.” Sehun terkekeh sambil mengeluarkan smirk khasnya.

“Ya! Kau ini, benar-benar seperti iblis saja.”komentar Suho dengan wajahnya yang tenang.

 

“Ehm, maaf tuan muda. Aku sudah selesai membersihkan lemari ini.”kata Ahreum. Sehun dan Suho langsung mengalihkan pandangan. Menatap Ahreum.

“Baguslah, ini, aku juga sudah selesai dengan makananku.” Sehun menunjuk nampannya yang hanya tersisa piring dan gelas kotor. Ahreum mengangguk dan langsung mengambil benda itu untuk dibawanya ke dapur.

“Permisi.”pamitnya membungkuk sopan lalu pergi dari kamar tersebut.

 

Suho masih saja melihat ke arah pintu. Sehun menyadari itu dan langsung melemparkan sebuah bantal kepada Suho.

Bluk

 

“Ya! Kau kurang ajar sekali!” teriak Suho. Ia mengusap-usap pipi kirinya.

“Kau sendiri melihatnya dengan tatapan seperti itu. Wae? Sepertinya kau penasaran dengannya, ya?”tanya Sehun penuh selidik.

“Siapa gadis itu?” Suho malah bertanya balik.

“Namanya Ahreum, Lee Ahreum. Dia bilang dia anak kepala pelayan disini.”jawab Sehun menerawang. “Shindong ahjussi, dia sopir pribadi kakek sekaligus pelayan disini.”lanjutnya.

“Ahreum?”gumam Suho. ‘Bahkan namanya saja sesuai dengan wajahnya yang memang cantik itu,’lanjutnya dalam hati.

“Jangan bilang kau menaruh hati pada anak sopir itu, hyung! Ckck.” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Membuat surai tebalnya bergerak seirama.

“Kalau aku bilang iya, bagaimana?”balasan Suho membuatnya kaget. Sejenak.

“Kau benar, aku juga penasaran dengan gadis itu.”ungkap Sehun yang membuat Suho lebih kaget. Namun keduanya lebih memilih diam. Mengalihkan pendangannya ke arah balkon kamar Sehun.

 

‘Siapa sebenarnya dirimu nona Lee?’pikir keduanya.

 

 

ToBeContinued

 

Iklan

18 pemikiran pada “Hello Precious! (Chapter 1)

  1. aku juga setuju sama sehun n suho..siapa sebenernya ahreum? Aku ngerasa ahreum itu masih bagian kluarga jung..menarik chingu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s