My Boyfriend is Brondong (Chapter 1)

My Boyfriend Is Brondong

Title                             : My Boyfriend Is Brondong/Chapter 1/He’s Spoiled Boy/

Main Casts                : Im Yoona SNSD, Oh Sehun EXO

Support Casts          : Kim Jongin EXO, Kwon Yuri SNSD

Genre                         : Teen life, Drama kacangan, romantic, comedy garing #kriukkriuk#

Length                        : Multichapter

Rating                         : T

Author                       : Pinkykitty

sehunnie 

Chapter 1st

 

Di suatu rumah terlihat seorang gadis remaja yang sedang menonton acara tv ‘Awas Ada Kang Hodong’ dengan wajah yang kusut dan rambut berantakan. Kakinya yang berjumlah 2 itu diletakannya diatas meja layaknya seorang raja.

PIP

Sebuah pesan singkat pun masuk ke ponselnya yang tak sengaja dia duduki.

“Oh disini rupanya, pantasan tadi rasanya pantatku ada yang bergetar,” katanya sambil membuka isi pesan.

Coba lihat keluar deh, bintangnya indah sekali

“Bintang?” Ia pun membuka pintu untuk memastikannya.

JDER! #backsoundapaannih?#

Ia terpatung melihat seorang namja tampan yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya sambil melambai-lambai tangan ala peserta take me out yang sedang mencari pasangan.

“Se-Sehun?” Matanya melotot, alisnya berkerut, giginya bergemeletuk menatap pemuda yang bernama Sehun itu.

Annyeong Im Yoona  noona^^. Lagi ngapain nih?” Tanyanya nyengir. Yeoja yang bernama Yoona itu langsung menutup pintu lagi.

“Loh, loh, noona kenapa pintunya ditutup?” Teriak Sehun dari luar.

“Oh mai got.. lihat penampilanku! Rambutku berantakan, bajuku sobek dikit dibagian bawah, celana kependekan, muka item kena pantat panci. Aduh, mau ditaruh dimana mukaku?” Yoona segera merapikan rambutnya secara asal, pake jaket buat nutupin bajunya yang sobek, dan cuci muka pake air beras (?). Setelah beres ia kembali membuka pintu.

Annyeong noona^^.” Sapa Sehun ulang.

Annyeong. Hehehe.”

“Uhmm.. lagi sibuk?” Yoona tampak berfikir sebentar. Waktu kayak dihentikan oleh Tao padahal disitu tidak ada Tao.

‘Tumben sekali dia datang malam Mingguan seperti ini. Biasanya kan dia kalau ngapel mah malam Jumat -_- Ada angin apakah gerangan? Ah, jangan-jangan dia kesini cuman minta kerjakan pr dia? Andwae.. Hari ini malam Minggu dan aku harus bersantai setelah pulang dari kuliah.’

Bub. Waktu pun kembali berjalan. Yoona memasang senyum kecewa yang teramat dalam dan penuh penyesalan untuk kembali ke jalan yang benar.

“Maaf ya, hari ini aku agak sibuk, banyak tugas kuliah yang numpuk.” Jawab Yoona yang ternyata itu hanyalah alibi untuk menghindari permintaan Sehun yang biasanya menyuruhnya mengerjakan PR nya.

“Yaaaaaaaaahh.. sayang sekali.. kalau begitu aku ke rumah Jongin aja deh,” Sehun tampak kecewa dan memasang wajah yang sedih unyu-unyu. Yoona merasa tampak kasihan tapi dalem hatinya senang.

“Memangnya ada apa say?” Tanya Yoona sok imut dan sok kecewa.

“Bukan apa-apa sih, cuman mau…”

‘Mau minta tolong bantu kamu kerjakan PR, kan?’ batin Yoona.

“… ngajak noona malam Mingguan. Tapi berhubung noona lagi sibuk yaudah aku malam Mingguan sama Jongin aja.”

‘WHAT? Malam Mingguan?

“APAH?! Malam MINGGUAN?” Tanya Yoona serius, duarius malah. Sehun mengangguk pelan.

“Yasudah, kalau gitu aku ke rumah Jongin du—“

“TUNGGU! TUNGGU AKU! Kalau mau ngajak malam Mingguan bilang daritadi dong! Aku ga jadi sibuk deh. Aku ganti baju dulu. Awas kamu kabur ya?!” Ancam Yoona sambil nunjuk-nujuk muka Sehun pake lidi. Ia langsung ngibrit ke kamarnya dan berganti pakaian.

Selang 15 menit kemudian..

Noona lama sekali sih?! Ga asik jadinya.” Ucap Sehun ngambek.

“Hellloooooo.. aku ini berdandan tau gak sih?”

“Dasar noona sok cantik!”

WHAT? Heh bocah kuntil, aku ini dandan demi kamu juga. Supaya kita terlihat serasi. Kamu kan ganteng masa aku penampilannya rembes?” Yoona melotot ke arah Sehun. “Yasudah, ayo kita jalan!” Yoona menarik tangan Sehun.

“Eh tapi, kita mau kemana?” Tanya Yoona heran.

“Di sambutan (?) ada festival kembang api. Bagaimana kalau kesana?” Yoona mengangguk-angguk setuju dan menggandeng erat tangan namjachingu brondongnya itu.

.

Noona, suapin!” Ucap Sehun dengan nada sedikit manja pada Yoona.

MWO?! Kita hanya makan gulali, kenapa pake disuapin segala?” Balas Yoona keberatan.

“Pokoknya suapin!” Balas Sehun ngotot. Yoona pun melotot. Alhasil mereka saling pelototan mata.

“Sayang, suapinnn..” Ucap seorang yeoja pada seorang namja disebelahnya dengan nada yang sangat manja(melebihi nada manja Sehun tadi) dan bertingkah alay dengan mengerucutkan bibirnya menjadi monyong dan mencubiti pahanya. Miapa coba?

“Iya deh, pacarku, sayangku, manisku, Jullietku, cintaku, belahan jiwaku,” balas sang namja tidak kalah alaynya. Yoona merasa perutnya mulas saat itu juga. Sang namja pun menyuapi yeoja nya dengan penuh kelembutan. Sesekali ia mencubit pelan hidungnya dan si yeoja pun tersenyum senang dan menutupi hidungnya.

Ah kapan aku bisa kayak gitu ya?’ batin Yoona melihat pasangan yang berada didepannya.

Si yeoja menatap Yoona dan tersenyum menang seperti ia mendapatkan arisan bulanan di komplek RT rumahnya.

‘Cih sialan, dia menertawaiku. Awas kau ya! Aku juga bisa!’ Yoona pun menatap Sehun dengan tatapan mata seperti tokoh animasi Puss in boots ditambah dengan tatapan mata game Pou saat kelaparan. #pengguna android pasti gak asing lagi ama game ini#

“Sehunnie..” Yoona mendramatisir suasana dan suaranya sengaja diserak-serakin biar terdengar seksi namun Sehun berpendapat bahwa suara Yoona kini mirip seperti suara anak tikus yang kejepit di ketek pak Taher, satpam depan komplek perumahannya.

“Suapin aku gulalinya ya, sa..ya…ng..”

“Padahal kan aku duluan yang minta, tapi kena—“

“Sayang mau kan?” Tanya Yoona sambil memajukan wajahnya.

“Baiklah. Aaaaa..” Ucap Sehun sambil memasukan segenggam gulali ke dalam mulut Yoona.

“Sayang, ini.. kebanyakan,” kata Yoona dengan pelan soalnya takut tersedak gulali.

“Masa sih? Sini, biar aku bantu habiskan deh,” Sehun memajukan bibirnya. Pipi Yoona merah padam seperti tokoh Maruko-chan. Karena salah tingkah, Yoona pun keselek gulali dan kehabisan nafas sehingga wajahnya berubah warna menjadi keunguan.

“Dasar babbo!”

Pletak! Yoona menjitak kepala Sehun menggunakan sepatu high heels 12cm miliknya. Sebuah benjolan seperti Shinchan pun muncul di kepalanya.

Appo!” Ringis Sehun sambil mengusap kepalanya. Jika sekarang mereka bukan di tengah keramaian, Sehun  mungkin akan menangis sekencang mungkin.

“Kamu mau membunuhku, heh bocah kuntil?!” Ucap Yoona murka. Tampak kepulan asap diatas kepalanya seperti air yang dimasak di teko.

“Ya maaf, noona. Aku kan tidak sengaja,”

“Hah, noona? Pacarnya noona noona?” Bisik seorang yeoja alay didepan Yoona.

“Punya pacar brondong? Mau doooooong, cyyiiiiiiiiiinn…” Bisik yeoja lainnya.

“Pacarnya galak amat yak!”

“Iya ya. Udah gitu serem lagi, cocok buat nakutin tikus dirumahku,”

“Hihi iya, betul itu. Tega amat pukul kepala namja nya pake sepatu?”

“Untung namjanya baik, ya. Udah gitu ganteng lagi. Aish,”

“Dia kayaknya masih polos gitu. Masih kekanak-kanakan,”

“Eh, itu seru,  tau. Kan jarang ada cowok yang kayak gitu di zaman sekarang. Kamu tahu gak, cowokku tuh ya, protektif bangeeeeeuuuut. Pokoknya lebay.”

“Iya sama, aku juga. Dia alay.”

“Masa sih? Wah kalau gitu blablablablablablabla.”

“Blablablablablabla.”

“Blablablablablabla.”

Alhasil acara malam Mingguan pun berubah menjadi acara gossip-gosipan. Yoona memandang ilfil ke arah mereka semua. Dia pun sweatdropped ala-ala anime Jepang. -___________-“

“Sehunnie, kita pergi saja yuk! Bagaimana kalau kita naik bianglala?”

“Uh, belalang? Maksudnya komidi puter?” Tanya Sehun bingung karena dia belum pernah mencoba permainan apalah itu. Belalang? Ada-ada saja jaman sekarang, pikirnya.

“Itu tuh!” Yoona menunjuk wahana permainan yang tak jauh dari mereka.

“Oh, itu.  Noona, itu tinggi sekali. Aku takut.”

“Eh? Kau ini namja apa yeoja sih? Masa gitu aja udah takut. Ini sih belum seberapa kalau dibandingin ama roller coaster,”

“Kolor astor?”

Mwoya?! Dasar Byuntae! Sudah ikutin saja aku. Ada Yoona Yoong yang kuat, pemberani, cantik, baik hati, suka menabung, dan tidak sombong disini!” Yoona lalu menarik tangan Sehun.

.

Noo..Noona.. Aku takut.” Ucap Sehun saat bianglala tiba-tiba berhenti dan kebetulan berhenti saat berada di puncak.

“Makanya jangan lihat keluar dong! Tetap tenang dan jangan banyak bergerak! Kau mau bianglala ini bergerak dan tiba-tiba jatuh lalu kita sakaratul maut? Tetap seimbang.” Jawab Yoona yang duduk diseberang Sehun.

Noona, aku mau turun.” Sangat jelas di raut wajahnya bahwa ia sangat ketakutan.

“Uh, dasar kau merepotkanku! Arra arra, aku akan duduk disebelahmu.” Yoona terpaksa bangkit supaya Sehun bisa agak tenangan dikit.

Tiba-tiba saja Yoona terpleset kulit pisang yang author makan kemarin dan… bugh!

Yoona nyaris saja terjatuh kalau Sehun tidak segera langsung menangkapnya. Alhasil wajah Yoona memerah karena jarak wajah mereka yang terlalu dekat. Dengan segera ia menyembunyikan wajahnya karena malu di dada Sehun.

“Ih noona ini mencari kesempatan dalam kesempitan, ya?”

“Eh? Apanya?” Yoona mengangkat wajahnya.

Noona pasti pura-pura jatuh supaya bisa kutangkap dan langsung menaruh kepalanya di dadaku. Pasti noona mau macam-macam kan ke aku selagi disini sepi.”

Mwoya?! Dasar bocah byuntae! Kenapa otakmu selalu saja berfikiran negatif, hah?” Yoona lalu menjauhkan tubuhnya dari Sehun dan berdiri di depan Sehun.

“Tuh wajah noona memerah pasti iya kan? Ayo ngaku!”

“Dasar gila!” Umpat Yoona.

Bianglala lalu kembali bergerak dan membuat Sehun-Yoona terkejut dan oleng. Dalam keadaan slow motion, Sehun terjatuh ke arah Yoona sehingga membuat Yoona terduduk dan kini kebalikannya, Sehun yang berada di dada Yoona.

“Nah sekarang lihat siapa yang nakal, ya!” Balas Yoona tersenyum senang.

“Uh? Dada noona besar sekali?” Komentar Sehun datar.

Jder! Petir milik Chen tiba-tiba menyambar dan menggelegar di jantung Yoona. Wajah Yoona pun berubah warna menjadi warna merah, kuning, hijau, kayak lampu di persimpangan jalan.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!! OH SEHUUUUUUUUUUUUUNNNNNNN! MATI KAUUUUUUUUUUUU!” Yoona menjambak-jambak, menendang-nendang, dan memukul-mukul namjachingu-nya itu. Bahkan Sehun sampai digigit-gigit dan dijilat-jilat segala. #Oke, yang ini boong. Dikata permen apa?

PLAK!

PLETAK!

BAK!

BUK!

ADAUUW! (yang ini suara Sehun)

GEDEBUK!

Sehun pun terkapar menjadi abu gosok.

.

.

Jam pelajaran kuliah Yoona berakhir. Ia segera membereskan alat-alat tulisnya dan memasukkannya kedalam tas. Saat ia akan berdiri, seseorang menepuk pundaknya keras.

“Yuri? Ada apa?” Tanya Yoona jutek karena dia tidak menyukai Yuri yang terkenal di kampusnya.

“Kemarin waktu aku jalan sama Taecyeon, aku lihat kamu di..”

‘Ah mampus! Jangan katakan festival, jangan,’

“…Myeongdong. Iya bukan?”

‘Ah syukurlah dia salah orang dan gak lihat aku sama Sehun kemarin,’

“Bukan. Aku tidak ada ke Myeongdong selama 1 bulan terakhir ini.” Elak Yoona.

“Oh berarti aku salah lihat. Dan aku juga melihat kamu di suatu tempat. Kalau bukan di Myeongdong, berarti kamu yang ada di festival itu kan?!” Tebak Yuri dengan nada yang menyelidik. Mahasiswa lain yang belum pulang menoleh ke Yuri karena suaranya yang nyaring.

“Fe-festival?” Entah kenapa Yoona merasa lidahnya kelu.

“Iya. Maaf ya, aku kirain kamu ini jomblo selamanya. Habis aku gak pernah sih liat kamu kencan atau bawa pacarmu kesini. Aku kira wajah cantikmu ini gak berguna tapi ternyata kamu hebat juga ya.” Puji Yuri. Yoona mengerutkan alisnya karena heran.

“Iya. Cowokmu keren banget dilihat dari belakang. Sayang aku gak sempat liat mukanya, pasti dia ganteng. Boleh kenalin aku, gak?” Tanya Yuri dengan nada yang memohon dan sedikit centil.

“Hah? Yoona sudah punya pacar? Siapa?” Bisik beberapa teman lainnya.

Andwae!” Yoona segera berlari keluar kelas karena bingung harus menjawab apa. Disisi lain ia merasa bangga mempunyai namjachingu yang ganteng tapi disisi lainnya lagi, ia merasa kecewa menerima kenyataan bahwa namjachingu-nya berusia 4 tahun lebih muda darinya dan masih duduk di bangku SMA kelas 2.

“Yoona, kapan-kapan ajak dia kemari ya! Kenalkan ke kita-kita!” Teriak Yuri.

Yoona segera mempercepat langkahnya untuk segera cepat-cepat pulang. Ia terkejut saat melihat Sehun sedang berdiri didepan gerbang kampusnya.

“Sehun?!” Pekik Yoona.

Annyeong noona chaggie^^.”

“Kamu sedang apa disini?” Yoona segera menyeret Sehun menjauh dari kampusnya.

“Hari ini temanku ada party. Kau mau kan ikut denganku?” Ajak Sehun. Yoona tampak berfikir dan mengangguk setuju.

“Baiklah. Aku rasa boleh juga. Kebetulan aku sedang lapar dan ingin makan sepuasnya. Huahahahaha.”

.

“Jadi sesuai janjiku kemarin, aku bawa pacarku kesini. Kenalkan, namanya Im Yoona usiany—,”

Annyeong haseo, bangapseumnida.” Yoona tersenyum kikuk dan sedikit membungkuk.

“Woah, neomu neomu yeppo!” Puji Jongin, teman akrab Sehun. “Kenalin, aku Jongin.” Katanya.

“Aku Dio,” kata teman Sehun yang lain.

“Aku Tao.”

“Ehmm, Byun Baekhyun.”

“Luhan yang imut gak ketulungan,”

“Chen si danchen machen,”

“Aku blablabla,”

“Blablabla.”

“Blablabla.”

Yoona hanya tersenyum mendengar perkenalan mereka semua dan menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal karena ada semut.

“Ehm, jadi lady, kamu sekolah dima—“  Belum sempat Jongin selesai berbicara Yoona pun memotongnya.

“Oh iya, toilet dimana ya?” Jongin segera menunjukkannya menggunakan ibu jarinya. Yoona segera ngibrit ke toilet.

“Hah, gila! Gawat, gawat. Cowok yang kulitnya item tadi itu pasti mau tanya sekolahku. Padahal kan aku sudah kuliah X_X. Otteokhae? Aku ga mungkin bilang usiaku sudah 20 tahun sedangkan mereka masih 16. Aish.. Aku malu mengakui ke mereka kalau aku pacarnya Sehun. Aaaah, ini juga salahku yang mau pacaran sama seorang Oh Sehun. Ya.. ya, ini semua salahmu Im Yoona!” Yoona menunjuk bayangannya di cermin.

“Sepertinya aku harus memalsukan identitasku. Hahaha, ide bagus. Eh, tapi sama aja bohong kalau Sehun nya jujur ke temannya =,=* Ah sepertinya aku harus memaksa Sehun untuk berbohong kali ini. Muahaha.” Tanduk evil pun keluar dari dahi Yoona sehingga membuatnya seperti badak Yoona bercula satu.

.

Chaggie, mau anggur? Aku akan mengambilkannya untukmu.” Tawar Sehun sambil tersenyum. Yoona tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Ia memberikan gelasnya pada Sehun yang heran menatap gelas Yoona.

“Gelas ini.. buat apa?” Tanya Sehun heran.

“Anggur, kan? Nih gelasku! Tuang saja anggurnya di gelas ini, otte?” Yoona menarik tangan Sehun dan memberikan gelasnya. Raut wajah Sehun masih terlihat heran namun sedetik kemudian ia tersenyum lebar.

“Tak kusangka ternyata suka anggur juga, ya..”

“Tentu saja. Cepat sana ambilkan, aku haus.” Yoona mendorong tubuh Sehun.

“Wah sepertinya makanan ini enak sekali!” Yoona menatap makanan-makanan di hadapannya. “Lebih baik aku makan yang mana ya? Ah semuanya aja deh mumpung gratis, hihihi.” Katanya.

Noona, ini anggurmu!” Panggil Sehun. Mata Yoona melotot semelotot-lototnya melihat gelas di tangan Sehun.

“Anggur? BUAH ANGGUR?!” Jerit Yoona histeris sambil menarik gelas itu yang terisi oleh buah-buah anggur. Sehun mengangguk-angguk.

“Kenapa kau taruh di gelas?” Tanya Yoona.

“Kan kau sendiri yang minta.”

“Sehun-ah babboya! Maksudku bukan buah anggur tapi minuman anggur.”

“Maksudnya jus anggur?” Tanya Sehun masih tidak mengerti. Yoona menepuk dahinya pelan.

“Maksudmu, minuman anggur yang namanya wine itu?” Tanya Jongin yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Sehun.

“Iyalah.”

“Oh, ternyata minuman anggur itu memang benar-benar ada ya. Aku kira yang di film-film itu hanya bohongan saja. Yoona ternyata hebat juga ya, pikirannya lebih dewasa dibanding kita-kita dan bahkan aku sama sekali belum pernah melihat atau merasakan minuman anggur itu.” Gerutu Jongin.

“Dasar anak kecil. Tsk.” Gumam Yoona kecil pada dirinya sendiri.

“Disini tidak ada wine dan bahkan kita belum genap 17 tahun.” Kata Jongin.

‘Ck, bahkan usiaku sudah 20 tahun,’ batin Yoona.

“Baiklah kalau begitu lebih baik kita makan saja dulu, noona.” Sehun mendekati Yoona.

“Hah, noona?!” Kaget Jongin. Yoona segera menginjak kaki Sehun menggunakan high heels-nya.

Noona? Dia memanggilku Yoona tadi.” Ralat Yoona.

“Eh, benarkah? Berarti aku yang salah dengar. Aduh entah kenapa rasanya aku jadi rada-rada sedikit bolot sekarang.” Jongin pergi meninggalkan mereka sambil mengorek telinganya menggunakan tusukan gigi.

Setelah yakin Jongin benar-benar pergi, Yoona menarik kepala Sehun hingga membuat wajah mereka saling berdekatan.

“Ingat, jangan memanggilku noona didepan teman-temanmu!” Larang Yoona.

“Kenapa?”

“Pokoknya jangan sampai ada yang tahu kalau kamu pacaran sama noonanoona. Ngerti?!”

“Jadi aku harus bagaimana?”

“Panggil aku Yoona! Ingat, Yuna (Yoona) dan bukan nuna (noona). Arraseo?!” Sehun mengangguk.

“Anak pintar. Ayo makan, aku sudah lapar!” Yoona segera menarik tangan Sehun untuk mengambil piring.

.

“Nanti kalo bisnya berhenti di halte, kamu disini aja gak usah ngantar aku sampai depan rumah. Kamu juga harus cepat pulang. Oke?”

“Tapi aku gak mau. Aku kan pacar noona jadi aku bertanggung jawab menjagamu. Kalau kau sampai kenapa-kenapa gimana?”

Pletak! Yoona memukul kepala Sehun menggunakan tas jinjingnya.

“Heh, bocah! Lebay amat sih pake kata-kata bertanggung jawab menjagaku. Yang ada sih, selalu aku yang menjagamu. -,-. Sudah, kamu gak usah ikut aku turun. Kamu tetap disini sampai tiba di halte dekat rumahmu. Turuti saja perkataanku!” Sehun mengangguk setuju.

Tak lama kemudian bis berhenti di halte dekat rumah Yoona. Tak sedikit penumpang yang berebutan untuk turun.

Noona terima kasih untuk hari ini,” Sehun tersenyum manis. Yoona pun membalasnya dengan senyuman tulus dan mengacak pelan rambut Sehun.

“Terima kasih kembali. Kau hati-hati di jalan!” Ucap Yoona sebelum turun dari bis. Sehun dengan segera menarik tangan Yoona.

“Ada apa, Sehunnie?” Tanya Yoona heran. Sehun melepas jaketnya dan meletakannya di bahu Yoona.

“Pakai ini, cuaca sedang dingin,” Yoona tersenyum dan melambaikan tangannya lalu turun.

‘Tumben sekali dia bersikap dewasa seperti itu. Baguslah, aku harap dia akan selalu seperti itu. Jadi biar ada yang memanjakkanku. Hihihi. Gantian, dasar bocah!’

 

 

To Be Continued~~~~

 

Backsound Lipstick- Orange Caramel mode on!

 

Catatan Saya:

Aigo?! FF macam apa ini? *pingsan* Tapi yasudahlah, udah terlanjur dibuat. Ayo.. ayo.. komentarnya readers :*

Saya author baru. Salam kenal. Usia saya sudah 16 tahun. Iya saya tau, tua memang. Tapi ya begitulah.. Silakan boleh manggil saya Pink, Kitty, Pinkykitty, atau mau panggil Yoona juga boleh. *plak!*

Ini FanFic pertama saya yang di-post. Sementara Fanfic2 lain masih bertahan di laptop saya dan gak pernah di-post soalnya masih belum PD + perlu perbaikan. Please respect and support me as an author or friend for you J

Jujur sebenarnya saya kurang suka ama FF romantis, gak tau kenapa. Iya saya tau, aneh memang. Tapi ya begitulah saya.. Aneh bin cantik ajaib yang malah buat FF roman gini. Saya ngefans ama Yoona SNSD dan saya juga ngefans sama Sehun EXO. Oh iya saya juga fansnya TVXQ lohh.. saya Cassiopeia. Yang Cassie mana suaranya? xD *plak!#malah ngaco#

Okeh okeh saya pamit pergi dulu. Mohon dukungannya semua..

Comments are loved ❤

#HUG

11 pemikiran pada “My Boyfriend is Brondong (Chapter 1)

  1. .wah aku suka critanya 😀
    kita sehati nhe thor ngefans ma Yoona n sehun Exo 😀
    aku reader bru d’sni n aku tau aku telat bingtz comentx coz bru nemu nhe ff. Tp bkn brarti qta gk ninggalin coment kan? Krn aku reader yg brtanggung jwb /ngacox kambuh 🙂
    jd aku hrus ninggaln jejak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s