Hello Precious! (Chapter 2)

FF EXO|[HELLO PRECIOUS!]|#2 Still Confuse with Miss Lee

Title : Hello Precious!

Subtitle : Still Confuse with Miss Lee

Author : Kwan Yeo Rin (@bbymomoo)

Genre : Romance, Drama, Fluff, Sad

Rating : T

Length : Chaptered

Main Cast :

  • Ahreum (T-ara),
  • Kai (Exo-k),
  • Suho (Exo-k),
  • Krystal (f(x)),
  • Naeun (A-pink)

Support Cast :

  • Other Exo-k member
  • Son Naeun, Woohyun as Ahreum’s bestfriend
  • Sehun as Krystal’s cousin
  • Shindong as Ahreum’s Appa
  • Kangin as Kai’s Appa
  • Sayumi as Kai’s Umma
  • Jung Yunho

coverrhpre__ (2)

A/N : Happy Reading!

“Ahreum?”gumam Suho. ‘Bahkan namanya saja sesuai dengan wajahnya yang memang cantik itu,’lanjutnya dalam hati.

                “Jangan bilang kau menaruh hati pada anak sopir itu, hyung! Ckck.” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Membuat surai tebalnya bergerak seirama.

                “Kalau aku bilang iya, bagaimana?”balasan Suho membuatnya kaget. Sejenak.

                “Kau benar, aku juga penasaran dengan gadis itu.”ungkap Sehun yang membuat Suho lebih kaget. Namun keduanya lebih memilih diam. Mengalihkan pendangannya ke arah balkon kamar Sehun.

 

                ‘Siapa sebenarnya dirimu nona Lee?’pikir keduanya.

2nd

==========

HELLO PRECIOUS!

========

I wanna be your favorite hello…

…and your hardest goodbye

.

.

.

 

“Aku tahu haraboji dan Kangin ahjussi merencanakan perjodohan ini sudah lama.” Krystal membuka pembicaraan diantara keduanya.

 

Kai dan dirinya sudah berjalan berdua sejak tadi. Namun ia baru membuka pembicaraan begitu keuanya sampai di taman belakang, tepatnya di gazebo yang penuh dengan bunga dan pohon-pohonan.

“Aah, padahal mereka sendiri tahu kalau kita masih sekolah.”ujar Kai sambil mengacak rambutnya. Hal itu membuat surai hitam kelam itu menjadi sedikit berantakan. Krystal tersenyum melihat kelakuan pemuda ini. Terkesan dingin dan tidak memperdulikan apapun kucuali dirinya.

“Kau menolak perjodohan ini?”tanya Krystal sedikit takut. Takut kalau pemuda yang kini duduk di sampingnya akan menolak tentang perjodohan yang memang sudah lama direncanakan.

“Bukan menolak, hanya butuh waktu. Bukankah kita baru saja bertemu nona Jung?” Kai menolehkan kepalanya menatap Krystal. Memamerkan smirk khasnya.

“Iya, sejak kau berangkat ke Jepang dengan Sehun kita memang tak pernah bertemu!”

 

Puk

Krystal sedikit meninju lengan kanan Kai. Kemudian tawa keduanya pecah. Mengingat kembali masa-masa sebelum kepergian Kai ke Jepang.

“Pasti di Jepang kau sudah punya pacar, kan?”goda Krystal.

“Hei, harusnya aku yang bertanya hal itu pada mu, Jung.” Kai mengelak. Gadis di sampingnya menggembungkan pipinya. Sebal.

“Haah~ Baru sehari bertemu lagi denganmu, kau sudah menyebalkan seperti ini.” Ungkap Krystal sambil mengalihkan pandangannya ke arah langit. Seoul di akhir musim semi masih tampak cerah. “Setelah ini, kau masuk Hanlim kan?”tanya Krystal setelah beberapa saat keduanya diam.

 

“Kurasa iya. Suho hyung dan aku tak akan bisa membantah perintah appa.”jawab Kai malas.

“Ah, pasti menyenangkan. Kau harus sekelas denganku, ya ya ya?” Krystal merengek seperti anak kecil.

“Jangan bercanda Jung!”balas Kai. “Aku ingin masuk di kelas seni saja.”lanjut pemuda itu memberi sedikit jeda ucapannya. Mencoba sedikit gurauan.

 

Krystal diam. Namja itu tidak sama lagi dengan yang dulu. Dia berubah, sedikit. Begitulah pikiran Krystal.

Waeyo? Bukankah Kangin ahjussi dan haraboji sudah menempatkanmu serta Sehun di kelas yang sama?”

“Benarkah?”kaget Kai berpura-pura. Sang ayah sudah mempersiapkan kepindahannya juga sepertinya. Krystal mengangguk.

“Bersama Suzy, Luna, Kyungsoo dan juga aku.”jelas Krystal.

 

Kelas A di SMA Hanlim. Merupakan kumpulan anak-anak jenius. Menomorsatukan akademik dan olahraga. Selain itu juga tempat para murid yang orang tuanya merupakan ekonomi kelas atas. Tak ada yang bisa masuk di kelas itu kalau bukan dari golongan orang-orang yang kaya dan terpandang di Korea ini. Atau anak yang benar-benar memiliki kecerdasan di bidang akademik.

“Hahaha.”tawa Kai pecah melihat omongannya yang dipikir serius oleh Krystal. “Tentu saja aku akan masuk kelas A, siapa yang ingin masuk kelas seni. Aku hanya bercanda, Jung.”jelasnya.

“Keterlaluan!”

 

Keduanya kembali saling diam.

 

“Hei, kalian berdua. Ayo masuk! Yunho haraboji ingin bicara dengan kalian.”teriakan Sehun membuyarkan kediaman Kai dan Krystal.

“Ah iya.” Krystal membalasnya dengan sedikit teriakan.

 

Kai—pemuda jangkung itu langsung beranjak dari gazebo rumah megah tersebut. Menyusul Sehun yang kembali masuk ke dalam rumah setelah memanggil dirinya dan Krystal. Sementara Krystal, gadis itu mengekor di belakang Kai.

Kini, di ruang keluarga sudah berkumpul seluruhnya. Yunho, Kangin dan Sayumi, Jessica, Sehun, Suho, Kai serta Krystal. Semuanya duduk dalam diam. Sampai akhirnya Yunho menyuruh Kangin untuk memulai pembicaraan ini.

“Jadi, Kai tentu kau sudah mengerti maksud kami bukan?”tanya Kangin. “Appa ingin, kau nantinya bisa bersanding dengan Soojung.”lanjutnya diikuti anggukan Yunho, Sayumi serta Jessica.

“Tapi, appa.. Aku masih sekolah, SMA.”balas Kai dingin.

 

Gurat cemas di wajah Krystal dan Jessica sangat kentara. Sepertinya dua orang ini sangat ingin perjodohan ini berhasil. Sementara Sayumi hanya diam. Menatap sendu ke arah Kai.

“Hanya pertunangan kalau kau menyetujuinya, Kai. Begitu kuliah kau bisa memegang perusahaan dan—”

“Aku masih ingin memikirkan hal ini dulu. Permisi.”

 

Dengan tidak sopan Kai memotong ucapan ayahnya. Dan dengan seenaknya juga meninggalkan ruangan itu. Kangin menghela nafas, berat. Lalu ia mulai menatap Jung Yunho.

“Maafkan aku, paman. Jongin memang berbeda.”jelasnya.

“Aku bisa mengerti.” Yunho mengangguk lemah.

 

“Aku juga permisi.” Sehun berdiri dan langsung keluar mengikuti Kai. Begitupula dengan Suho, ia membungkuk hormat sebelum akhirnya ikut keluar ruangan itu. Kangin memijat pelipisnya.

“Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu, Yunho ahjussi.” Kangin berdiri diikuti Yunho. Kemudian saling berjabat tangan. Sayumi juga melakukan hal yang sama.

“Sooyeonie antarkan Kangin dan istrinya.”pinta Yunho.

 

Jessica menyuruh Krystal masuk setelah memberi salam pada Kangin dan Sayumi. Wanita berumur tigapuluhan itu lalu mngentarkan Kangin dan istrinya ke depan.

“Maafkan kelakuan Kai tadi, ya, Sica-ssi.”ujar Sayumi sambil bercipika-cipiki.

“Iya. Aku tahu, anak lelaki memang seperti itu kan.” Jessica melempar senyumnya.

 

Kangin masuk ke dalam mobil bercat putih miliknya. Di jok belakang sudah ada Kai dan Suho. Kai tambak asyik memainkan PSP, sementara Suho sedang membaca buku yang ia bawa dari Jepang.

Appa selalu mengajarkan kalian sopan santun bukan.”ujar Kangin melirik Kai dan Suho lewat kaca spion mobilnya. Ia tampak menahan emosi, layaknya bom yang siap meledak. Sayumi yang mendengar itu langsung mengelus lembut bahu Kangin. Mencoba menenagkan suaminya. Lelaki tambun itu menatap sayu istrinya lalu menghela nafas. Setelah itu, barulah ia mengemudikan mobilnya. Kembali ke rumah lamanya di Seoul.

 

.

Hello Precious!

.

 

“Naeun! Woohyun!”

 

Sorang gadis manis dengan rambut digelung ke atas tengah berlari menuju koridor kelasnya. Ia tampak memanggil nama dua sahabatnya yang kelihatannya tengah mengambil barang di loker. Merasa dipanggil, Naeun dan Woohyun lantas menoleh.

“Ahreum-ah!”

 

“Hosh.. hosh..” Ahreum mengatur nafasnya setelah berlari menemui dua sahabatnya itu. “Kalian belum masuk ke kelas?”tanya Ahreum.

“Belum, Naeun bilang dia ingin mngambil barangnya di loker. Jadi, kami kemari dulu.”jawab Woohyun. Ahreum membentuk bibirnya menjadi huruf O.

“Ah, syukurlah. Aku kira aku akan terlambat..” Gadis itu memanyunkan memamerkan cengirannya. Woohyun terkekeh pelan.

 

“Nah, ini dia!” Naeun mengeluarkan secarik kertas.

“Kertas?”tanya Ahreum dan Woohyun. Naeun hanya menyengir.

“Ini nilai bahasa Inggrisku. Tanpa ini aku tidak akan bisa ikut ulangan perbaikan.”jelas Naeun sambil mengunci lokernya.

“Ah. Yasudah, ayo kita ke kelas.” Ajak Woohyun. Ketiganya pun langsung berjalan beriringan ke kelas.

 

Ketiga anak manusia itu sama-sama berada di kelas 10-7. Di SMA Hanlim, tiap-tiap angkatan terdapat empat kelas sebagai kualifikasi yang masing-masing berjumlah 3 kelas, kecuali kelas unggulan. Di angkatan pertama, kelas 10, ada kelas A yang merupakan kelas unggulan. Muridnya golongan anak-anak jenius. Anak kelas kualifikasi B, 10-1, 10-2 dan 10-3 siswanya kebanyakan siswa organisasi, pengurus sekolah atau biasa disebut Osis dan organisasi lainnya. Kelas C yaitu 10-4, 10-5 dan 10-6 seperti kelas A, namun semuanya adalah siswa ber-beasiswa prestasi.

Sementara kualifikasi di kelas bagian D adalah kelas yang ditempati oleh anak dengan ekonomi yang menengah alias standar sampai ke bawah. Akademik bukan menjadi prioritas utama di kelas ini. Kelas D terdiri dari kelas 10-7, 10-8 dan 10-9 merupakan kelas non-Akademik. Lebih menjurus ke hal-hal seni, bakat dan minat. Kebanyakan beasiswanya adalah beasiswa bantuan.

“Aku dengar hari ini ada murid baru.”ujar Woohyun sambil merangkul bahu Naeun yang berjalan di samping kanannya.

“Benarkah?”tanya Naeun. Ya, mereka berdua adalah sepasang kekasih. Tak jarang Ahreum menjadi seperti obat nyamuk diantara dua sejoli itu.

“Aku sudah tahu.”kata Ahreum enteng.

“Siapa?”tanya Woohyun dan Naeun bersamaan. Kompak sekali pasangan ini.

“Kemarin di rumah Soojung, ada sepupunya yang baru pulang dari Jepang. Tapi, selain sepupunya juga ada—”

 

Kring Kring!

 

Belum sempat Ahreum menjelaskan bel masuk sudah berbunyi. Hari Senin, saatnya para murid SMA Hanlim berkumpul di aula. Tiga anak itu langsung berlari menuju kelas D yang tak jauh dari tempat mereka tadi. Setelah menaruh tas, mereka pun langsung menuju aula sekolah. Tepat di bangku bertuliskan 10 10-7, Ahreum, Naeun dan Woohyun duduk berderet. Kepala sekolah tengah menyampaikan pidatonya seperti hari Senin biasanya. Hanya saja, saat ini tengah menciptakan suasana baru semester kedua.

Tak sampai tiga puluh menit, pidato Kepala sekolah selesai. Murid-murid pun kembali ke kelas masing-masing.

 

“Pasti, murid baru yang kalian bicarakan tadi masuk ke kelas A atau B.”kata Naeun sambil membetulkan letak poninya. Tampak ia menggenggam sebuah cermin di tangannya. Ketiga anak itu sudah kembali ke kelas. Di posisi bangku seperti biasanya. Naeun dan Woohyun, lalu Ahreum di belakang mereka.

“Ya, begitulah sekolah kita. Orang tua mana yang tak ingin anaknya masuk kelas A atau B di SMA Hanlim, ya kan?”komentar Woohyun sambil membaca komik anime yang sengaja ia bawa dari rumah.

 

Ahreum mengangguk mendengarkan dua sahabatnya itu. Pandangannya beralih ke jendela. Angin musim semi masih terasa, namun beberapa dedaunan pohon sudah tampak kuning kecokelatan. Sedikit. ‘Sebentar lagi musim panas, ya?’batin Ahreum yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya. Malah gadis itu menopang dagu.

Suasana kelas yang semula riuh berubah menjadi hening. Pelajaran pertama akan dimulai, Matematika. Pelajaran yang tidak begitu diminati oleh kelas ini. Namun, kali ini ada yang berbeda. Kyuhyun-saem masuk dengan dua orang murid lagi. Naeun yang melihat hal itu langsung berbalik memanggil Ahreum. Membuyarkan lamunan gadis dengan foxy eyes tu. Mata kelincinya langsung menatap ke depan kelas.

 

Deg

Tuan muda, Sehun. Cepat-cepat ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

 

“Kelas kita kedatangan satu murid baru, pindahan dari Jepang.”jelas Kyuhyun. Tampak sekali murid-murid kelas 10-7 ini terkagum-kagum. Pasalnya, sebelumnya tak pernah ada murid pindahan yang masuk di kelas ini. “Perkenalkan dirimu.”perintah Kyuhyun.

 

Annyeonghaseyo. Joneun Sehun imnida. Bangapseumnida dan mohon bantuannya semua.” Ia pun mengakhiri perkenalannya dengan sebuah bungkukan hormat

 

“Sehun. Baiklah, silakan duduk di bangku kosong yang tersisa dan kita bisa memulai pelajarannya.”ujar Kyuhyun lalu mulai membuka buku untuk memberikan materi hari ini. Ahreum tersentak. Bangku yang kosong? Bukankah ia selalu duduk sendiri, jangan-jangan salah Sehun akan duduk di sampingnya mengingat bangku yang kosong hanya di sebelahnya.

 

Sehun pun berjalan lalu duduk di samping Ahreum. Satu-satunya bangku kosong yang tersisa.   Sementara pemuda itu sangat senang bisa duduk dengan Ahreum. Ia benar-benar tidak tahu kalau anak sopir keluarganya itu berada di kelas 10-7.

“Hai Ahreum!”sapa Sehun dengan senyum manisnya.

“Eh? Hai juga, tuan muda Sehun.”balas Ahreum agak canggung. Sehun mengerutkan keningnya.

“Hei, jangan panggil aku tuan muda. Lagipula disini tak ada Jessica ahjumma, kan?”goda Sehun pada gadis manis di sampingnya. Ahreum yang bingung malah menatap Sehun dengan mata kelincinya yang mengerjap lucu.

“Hah? Tapi, tuan muda itukan tidak sopan~”

“Sudahlah, panggil aku Sehun. Cukup Sehun saja. Mengerti?”

 

Ahreum mengangguk. “Baiklah, Sehun. Hehehe.”ujar Ahreum diiringi tawa. Sehun tersenyum dan megangguk.

 

“Jadi, siapa yang bisa mengerjakan soal logika matematika di papan?”tanya Kyuhyun setelah menerangkan kepada murid-muridnya. Semua anak langsung berpura-pura sibuk mengerjakan soal di buku coretan agar tidak ditunjuk. Ya, kebiasaan kelas 10-7 yang memang malas dengan matematika.

Sehun mengangkat tangannya. Suatu keajaiban sendiri untuk Kyuhyun. Akhirnya kelas 10-7 ada yang bisa juga maju kedepan tanpa perlu pemaksaan. Namun menyadari yang mengangkat tangan adalah murid pindahan, Kyuhyun malah menghela napas.

“Baiklah, maju.”tunjuk Kyuhyun pada Sehun.

 

“Suatu kalimat terbuka 2x + 5 = 3x – 4, x є C. Tentukan nilai x sehingga kalimat terbuka tersebut menjadi pernyataan yang salah dan benar..” Sehun bergumam membaca lagi soal di depannya. Tangan kanannya mulai menggoreskan kapur di papa hijau itu. Tak sampai 5 menit ia pun selesai.

Kyuhyun tertegun lalu menyilakan Sehun untuk kembali ke bangkunya. Ahreum menatap Sehun dengan tatapan kagum.

“Yak! Jawaban yang tepat sekali!” komentar Kyuhyun ketika mengoreksi pekerjaan Sehun di papan tulis. “Jadi, mungkin kau bisa mengajari teman-temanmu yang belum bisa Sehun-ssi.”lanjut Kyuhyun. Pemuda itu hanya bisa megiyakan.

 

Pelajaran terus berlanjut sampai bel istrirahat berbunyi. Kyuhyun segera meninggalkan kelas tersebut. Sebagian besar murid langsung mengerubungi bangku Ahreum-Sehun. Tentu saja berkenalan, murid 10 10-7 memang humble. Bahkan yeoja-yeoja di kelas itu jarang sekali genit-genit dengan para namja. Tentu saja karena jumlah murid laki-laki di kelas 10-7 lebih banyak daripada murid perempuannya yang hanya sekitar 10 orang dari jumlah 30 siswa.

“Sehun-ssi, mau ke kantin bersama?”tanya Naeun dan Woohyun yang tadi sudah tampak akrab dengan pemuda manis itu.

“Oh? Boleh. Ahreum-a, ayo ikut juga.”ujar Sehun. Naeun dan Woohyun terkekeh melihat hal itu. Baru kali ini Ahreum bisa dekat dengan namja lain selain dengan Woohyun—sahabatnya.

“Iya, sebentar.”kata Ahreum yang masih membereskan bukunya.

Naeun dan Woohyun berjalan duluan, menunggu di depan kelas. Ahreum dan Sehun menyusul. Namun saat keempat orang itu baru melewati koridor, tiba-tiba gerombolan Krystal datang. Gadis itu datang dengan beberapa pengikut setianya. Naeun lantas melirik Woohyun. Lalu dua orang itu bergantian melirik Ahreum.

Krystal tengah menggandeng tangan pemuda jangkung itu, Kai, tak memperhatikan keberadaan Ahreum sama sekali. Ahreum bernafas lega. Sehun hanya diam melihat sepupunya itu. Di belakang Krystal tampak tiga orang dari kelas A lainnya. Luna, Suzy dan D.o.

“D.o hyung!”sapa Sehun. D.o yang melihat Sehun langsung menghampirinya. Meskipun berada di angkatan yang sama Sehun selalu memanggil D.o dengan hyung.

“Ah, akhirnya aku bertemu denganmu juga.”ujar D.o penuh frustasi. Sehun tersenyum bangga dan sedikit meleceh.

“Eh, ayo. Sudah biarkan saja si Kkamjong itu. Kajja kajja!”Sehun baru ingat tujuan utama mereka adalah kantin.

 

Kantin

 

Kelima orang itu, bersama dengan D.o, setelah memesan makanan langsung duduk di bangku yang kosong. Kebetulan dari bangku yang mereka tempati bisa melihat lapangan basket outdoor. Beberapa kelas sepertinya sedang ada kelas olahraga.

“Oh iya, hyung pasti sudah kenal dengan mereka ini kan?”tanya Sehun.

Woohyun, Naeun, D.o dan Ahreum saling pandang. “Sudah. Nam Woohyun wakil ketua klub Scout. Son Naeun sekretaris klub Jurnalis dan Lee Ahreum anggota klub musik.”jelas D.o yang memang mengetahui informasi tiga orang itu.

“Wah, D.o-ssi bagaimana bisa tahu info itu?”tanya Woohyun kagum. Selama ini D.o begitu dekat dengan Krystal, tak salah jika Woohyun dan Naeun menaruh curiga. D.o terkekeh.

“Dari ruang kesiswaan.”jawabnya bangga diiringi dengan senyum canggung.

“Ah, kalau itu aku tak akan tanya.”ungkap Woohyun. Naeun dan Ahreum tersenyum simpul melihat percakapan lelaki-lelaki ini.

“Aih. Kau sendiri ikut klub apa hyung? Masih suka sepak bola?”

“Ya, masih. Kau harus masuk klub itu juga nanti.”

“Tentu!”

“Kalian seperti teman lama..”heran Naeun dengan mendengar percakapan Sehun dan D.o. dua pemuda itu tersenyum dan mengiyakan. “Pantas saja.”

“Ah, ku kira anak kelas A itu semuanya sombong, ternyata tidak.”ungkap Ahreum.

“Ya, kebanyakan memang begitu Ahreum-ssi.”D.o menimpali.

“Kyungsoo-ssi tidak.”balasnya dengan senyum manis. D.o sedikit terkejut.

“Jangan panggil aku dengan nama itu.”kata D.o yang membuat tiga orang lainnya ikut tertawa.

 

Setelah perbincangan kecil, satu persatu dari mereka saling melontarkan gurauan yang tak ayal membuat semuanya tertawa sampai terbahak. Sampai akhirnya kantin menjadi ricuh karena ada Kai—si anak baru selain Sehun sedang makan bersama Krystal. Di sekolah Krystal masuk dalam deretan yeoja yang terkenal cantik apalagi Krystal berhasil masuk klub cheers tanpa tes membuat penggemarnya bertambah. Sementara Kai—seluruh warga sekolah (dari golongan kelas atas) mungkin tahu bahwa ia adalah anak pemilik sekolah ini.

Para yeoja kagum pada Krystal yang bisa bersanding dengan Kai. Sementara para namja iri karena Kai dengan mudah dapat bersama dengan Krystal yang semua siswa tahu kalau dia suka memilih teman.

“Lihatlah sepupumu, Hun.”ujar D.o.

“Ya, itulah sifat yang tak kusukai dari Soojung.”balas Sehun malas.

“Krystal-ssi itu sepupumu, Hun?”tanya Woohyun heboh. Sehun mengangguk. “Wah, keren sekali. Krystal-ssi sangat cantik dan juga…”

 

Pletak

Naeun langsung menjitak kepala Woohyun. Pemuda itu meringis kesakitan. “Aduh, Naeun chagi apa yang kau lakukan?”tanya Woohyun manja.

“Yah! Nam Woohyun! Kau ini suka sekali melirik wanita lain, kau tidak sadar yeojachingu-mu duduk di sebelahmu, hah!??”Naeun murka. D.o, Sehun dan Ahreum hanya diam melihat pertengkaran dua sejoli ini.

Chagi-a, aku kan hanya—”

“Hanya apa? Dasar kau ini!!”

 

                Bugh bugh

Dengan membabi buta Naeun memukuli lengan Woohyun. Ketiga orang di meja itu diam melihatnya. Kecuali Ahreum yang menahan tawa melihat tampang ketakutan Woohyun. Ahreum tahu benar kalau Naeun memang tak suka pada Krystal.

“Ya ya, ampun Naeun chagi..!! Maaf maaf!”

 

Naeun buru-buru mengejar Woohyun yang kabur. Berlari keluar kantin ke arah lapangan basket.

“Aku tidak menyangka Naeun bisa seganas itu.”ujar Sehun cengo. D.o tak kalah heran.

“Selalu saja mereka itu. Hahaha.”komentar Ahreum. Ia tertawa sampai-sampai harus memegangi perutnya.

“Kau kenapa malah tertawa Reum-a?”tanya Sehun dan D.o.

“Kalian tidak tahu kalau Woohyun itu fans-nya nona Soojung, dan Naeun tidak suka. Sangat tidak suka.” Ahreum menjelaskan.

“Kasihan sekali Woohyun.”ujar D.o bersimpati.

“Itu tak akan lama, nanti juga kembali lagi kok.”kata Ahreum sambil menyeruput segelas jus strawberry-nya.

“Hei~ Kalian membuatku iri saja.” D.o tiba-tiba melankolis. Sehun dan Ahreum mengerutkan dahi heran.

“Wae?”tanya Sehun.

“Kau tahu, sepertinya kelas kalian begitu menyenangkan.” D.o memberi jeda ucapannya. “Aku lelah harus sekelas dengan putri bangsawan Jung dan teman-teman satu spesiesnya. Haaah, untung saja kau sudah kembali. Penderitaanku sedikit berkurang.”jelasnya menatap Sehun. D.o sendiri sudah menganggap Sehun sebagai saudaranya sendiri. Adiknya.

 

Orang tua D.o adalah rekan bisnis ayah Sehun di Jepang. Maka dari itu mereka sudah dekat dari kecil. Karena Ibu dan ayah Sehun yang sudah meninggal, maka D.o sering mengajak Sehun bermain ke rumahnya dan “berbagi eomma appa” yang D.o katakan waktu itu.

“Memangnya kau menderita kenapa sih hyung?”tanya Sehun mulai kepo. Ahreum langsung menundukkan kepalanya. Membiarkan sebagian wajahnya ditutupi poni. D.o sedikit kasihan melihat gelagat Ahreum.

“Soojung-a—”

“Aku ke kamar mandi dulu ya.”Ahreum segera pamit sambil memasang senyum kecut. Begitu memotong ucapan D.o ia segera meninggalkan dua pemuda tersebut. Sehun melengos memperhatikan Ahreum.

“Dia buru-buru sekali.”gumam Sehun yang masih bisa didengarkan D.o.

“Hun, Soojung-a.. Kau tahu, karena Ahreum adalah anak sopir sekaligus pelayan di rumahnya, disekolah ini Ahreum juga ia jadikan sebagai pembantunya.”jelas D.o yang membuat Sehun tersentak. “Sikap Soojung sudah kelewat batas, Hun.”lanjut pemuda bermata bulat itu.

“Maksudmu?”

“Sebelum liburan kemarin, Ahreum sempat menjadi bahan gunjingan sekolah kita, karena Soojung sudah mempermalukannya di depan umum. Menyangkut masalah Ahreum yang sudah tak memiliki eomma.. dan dia hanyalah anak seorang sopir dan pelayan.”

 

Deg

Eomma?” Sekejap Sehun merasa ada bagian dari dirinya yang hilang. Ia juga tak memiliki ibu seperti Ahreum. Bahkan ayah. Yang ia panggil ayah selama ini hanya tangan kanan tuan Jung.  D.o yang tahu perubahan raut muka Sehun memilih untuk diam. Membiarkan pemuda dengan dua kepribadian itu mencerna kata-katanya tadi.

 

-ToBeContinued-

 

 

Iklan

14 pemikiran pada “Hello Precious! (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s