Detention (Chapter 4)

Title     : Detention Chapter 4

Author : Bit (@Novita_Milla)

Genre  : Romance, Comedy, Friendship, School life

Cast     : Yoon Yisun, Kim Jongin, Oh Sehun, Jung Soojung (Krystal f(x)), Park Chanyeol, No Minwoo (Boyfriend), Do Kyungsoo, Huang Zi Tao, Suho, Tiffany Hwang, Choi Siwon

 

Author’s side

Yisun tak bisa tidur malam ini. Ia masih terbayang-bayang ucapan Jongin siang tadi.

“Kenapa kau perhatian sekali padaku? Kau menyukaiku? Kau jatuh cinta padaku?”

“Aku punya bibir yang tebal. Setiap gadis normal pasti ingin berciuman denganku.”

“Yoon Yisun lambat tertidur di ranjang Kim Jongin.”

“Kau yang pertama.”

Yisun mengacak-acak rambutnya kesal. Sudah berapa kali ucapan Jongin menghantui pikirannya?

Yisun memutuskan untuk keluar kamar tidur—berniat menenangkan pikirannya dengan berjalan-jalan sebentar diluar. Apalagi Hwang saem—roomatenya sudah tertidur pulas, ia tak berniat mengganggu mimpi indah sang nenek sihir. Selain itu, roomate yang satunya sepertinya juga sedang mencari udara sejar, seperti dirinya.

Suasana malam di Nam-gu benar-benar menenangkan. Berbeda dengan Hanam—tempatnya tinggal.

“Oh Sehun?” Gumam Yisun sangat pelan. Yisun menemukan Sehun tengah duduk di sebuah alas duduk setinggi pinggangnya yang lumayan lebar di bawah pohon.

Yisun terdiam ditempatnya. Ia asyik melihat Sehun yang tertidur diatas alas duduk itu. Yisun berjalan pelan mendekat. Sangat pelan.

Yisun tersenyum simpul. Ia tak menyangka pangeran seperti Sehun punya ekspresi tidur se-innoncent ini. “Hey! Kenapa kamu menunjukkan wajah seperti ini hanya saat tidur?” Tanya Yisun pelan tepat di depan wajah tampan Oh Sehun. Yisun kembali memperhatikan Sehun lebih dekat. Ia sedikit membungkukkan badannya ke depan agar bisa melihat pemandangan langka seperti ini.

Lama.

Yisun dengan berani menyibakkan poni Sehun yang menutupi hampir sampai kedua matanya. Yisun kembali tersenyum—melihat gaya tidur Sehun yang mirip dengan gaya tidur pangeran-pangeran tampan dari negeri dongeng.

GLEK.

Yisun meneguk ludahnya sendiri ketika tangan kecil Sehun menggenggam tangan lancangnya. Kedua mata Sehun masih tertutup rapat. Tubuhnya masih belum bergerak. Namun, tangannya yang kuat berhasil membuat Yisun tercengang.

“Jangan anggap karena Komisaris Kwon menyukaimu, lantas aku juga akan menyukaimu.” Tegas Sehun sarkartis. Lantas ia bangun dari tidurnya. Terduduk masih memegangi tangan Yisun erat. “Jangan berharap kepadaku. Jangan menyukaiku. Jangan sampai jatuh cinta padaku.” Ujarnya tegas.

Yisun meremas jari-jari tangannya yang lain. Ia benci ini. Ia benci harus menghadapi Sehun yang seperti ini. Yisun berharap ia bisa secepatnya pergi dari tempat ini dan menghilang.

“W-w-wae?”

“Aku tak mau membuat Komisaris Kwon bahagia.” Sehun mencengkram genggaman tangannya pada telapak tangan milik Yisun semakin erat.

“Alasan konyol macam apa itu?” Tanya Yisun menyindir.

“Kau mau alasan seperti apa? Karena Ibuku me…”

PLAKKK

Yisun menampar pipi halus Sehun. Semburat merah terpampang jelas disana. Lantas, Sehun memegangi pipinya—lumayan sakit untuk pukulan seorang gadis kecil. Pikirnya.

Yisun melepas genggaman tangan Sehun paksa. Lalu berbalik badan—berniat pergi sejauh yang ia bisa. Sebelum terlalu jauh, Sehun kembali mengambil alih tangan Yisun. Agar tubuhnya bisa jatuh tepat pada dada bidang Sehun.

“Ap―̶ “

Sebelum Yisun sempat meneruskan ucapannya, sebuah benda berwarna merah muda mendarat mulus di bibir manis Yisun. Lembut. Baru kali pertama ini Yisun bisa mewujudkan mimpi konyolnya berciuman dengan Oh Sehun. Yisun bersumpah wajahnya bisa digoreng saat ini.

“Mmpph…Y-YA…hmmpph..le-lepas….hmpph..kahhnn..” Yisun mendorong dada bidang Sehun ditengah-tengah ciuman panas mereka.

Sehun tak bergeming. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya. Bahkan saat ini Sehun menekan-nekan bibir Yisun menggunakan lidahnya.

“Hah… hah.. hah..” Yisun terengah-engah. Jujur saja, Sehun sungguh agresive. Sangat liar bagi seorang pemuda kaku yang tak pernah bisa berekspresi dengan baik.

“Sehun-ah!” Panggil Yisun setengah berteriak. Ia benci dengan banyaknya kepribadian Sehun yang selelu seenaknya sendiri. Bahkan saat ini Sehun sudah melenggang membalikkan badannya—berjalan pergi.

“Apa?” Sehun menghentikan langkahnya. “Apa harus aku menjelaskan kenapa aku menciummu? Untuk apa? Kau bahkan juga melakukannya padaku sebelumnya.” Sehun membalikkan badannya. Ia menghadap Yisun yang berdiri mematung menahan amarah, “Lebih baik kau katakan pada Komisaris Kwon secepatnya tentang hal itu. Atau kau bisa melupakan semuanya.” Ujar Sehun sambil meyinggingkan senyum miringnya. Lantas ia lalu melanjutkan perjanannya yang sempat tertunda.

 

***

 

Yisun berjalan sambil menendang-nendang kerikil yang ia temui di setiap jalan menuju penginapan. Ia menggerutu kesal. Sehun selalu mempermainkan perasaan orang. Ia juga sangat egois dan selalu berkata pedas. Bukan hanya padanya, tapi pada semua orang—termasuk Ibu kandungnya sendiri.

 

Flashback

Ia masih ingat betul musim gugur tahun lalu. Hari itu ia sangat sibuk, ia harus mengikuti bimbingan Olimpiade sampai petang—padahal itu hari Sabtu. Tepat pukul 7 malam ia keluar dari ruang bimbingan yang terletak di gedung utara lantai paling atas. Karena semua murid sudah pulang semua, maka Yisun harus mengembalikan semua buku yang dipakai untuk latihan ke Perpustakan yang letaknya di samping kolam renang indoor gedung lain.

Setelah ia selesai mengembalikan buku-buku itu, ia bergegas keluar gedung yang sudah sangat sepi. Ia ingin cepat-cepat pulang karena hari ini ayahnya akan tiba dirumah setelah 1 bulan pergi ke China untuk urusan pekerjaan.Tentu saja, Yisun sangat merindukannya.

BYURRR

Yisun tercengang. Sukses saja, suara aneh itu membuat bulu kuduknya berdiri. Ia sangat takut. Ia berharap bisa melarikan diri jika tidak melihat lampu kolam renang masih menyala dan logikanya masih berjalan normal.

Yisun memasuki tempat itu perlahan. Ia masih berpikiran kalau suara itu berasal dari dalam kolam ini.

“Eh?” Yisun melihat beberapa gelembung udara berlari menuju permukaan. ‘Ada yang tenggelam.’ Pikir Yisun. Ia segera menghempaskan ranselnya dan melepaskan blazernya. Ia masih cukup normal untuk tak melepaskan seragamnya. Hanya untuk berjaga-jaga apakah yang di dalam sana sejenis dengannya atau tidak.

BYURR

Yisun terjun ke kolam—lekas mencari objek yang ia yakini sebagai seorang manusia. Di tengah-tengah kolam ia menemukan seseorang berusaha menggapai permukaan melalui kedua tangannya. Namun ia tak bergerak sama sekali, kaki kanannya berenang lemah dan kaki kirinya total tak bergerak. Sedetik kemudian orang itu benar-benar tak bergerak. Lantas, Yisun membawa orang yang ia yakini berjenis kelamin laki-laki itu naik ke permukaan.

“Hah.. hah..” Yisun mengambil oksigen sebanyak-banyaknya setelah ia berhasil membawa laki-laki itu ke lantai berkeramik kasar dengan keadaan terlentang. Laki-laki ini tak bergerak. Ia berusaha menekan-nekan dada bidangnya—namun tak ada respon.

Yisun panik. Laki-laki ini sulit bernapas normal. “Eoteokhe?” Satu-satunya cara lain yang dapat ia pikirkan sekarang adalah ‘metode mouth to mouth’. Tanpa pikir panjang Yisun meletakkan bibirnya tepat pada bibir lelaki itu. Ia berusaha mengambil sebanyak apapun air yang bisa ia ambil lewat mulutnya.

“Ukhh.. ukhh..” Lelaki itu berhasil  sadar setelah Yisun melakukan ‘itu’ sebanyak 10 kali dalam kurun waktu kurang lebih 5 menit. Yisun meringkuk ke dinding—menggigit bibir dan menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Ia sangat takut lelaki itu akan mati.  Ia sungguh-sungguh takut.

Lelaki itu bangun—terduduk. Lantas ia melihat Yisun meringkuk ketakutan. Ia menatap Yisun skiptis, “Kau telah menciumku 10 kali, Nona Yoon.”

“Nde?” Tanya Yisun bingung.

“Manis. Rasa Buble Tea—minuman favoritku.” Ujarnya datar diiringi seringaian miringnya. “Kau harusnya lebih sering melakukannya padaku.”

Yisun terperanjat tak percaya. ‘Brengsek. Kurang ajar.’ Ia mengumpat di dalam hatinya. Kalau tahu begini, ia sudi melakukan pertolongan kepada orang ini. ‘Bukannya berterimakasih, dia malah mengolok-olokku.’

Lelaki itu memegangi kaki kirinya. Seperti ada yang tidak beres. Yisun mengacuhkannya. Ia mengambil blazer dan tasnya—ia jinjing satu-satu di kedua tangannya. Lalu beranjak dari tempatnya.

“Mau kemana? Obati aku dulu!” Lelaki itu menghentikan jalan Yisun dengan menggenggam pergelangan tangannya.

Yisun mendengus kesal, “Aku mau mandi dan mengganti bajuku.” Lalu meninggalkan lelaki yang masih terduduk santai itu.

Yisun lalu mengambil baju olahraga yang sengaja ia tinggal di loker kolam renang. Semua murid juga melakukan hal yang sama. Kemudian ia mandi. Sesudahnya, ia langsung keluar dan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

“Yoon………..”

End Flashback

 

Yisun menggelengkan kepalanya tak teratur. Ia tak mau mengingat kejadian gila itu lagi. Ia sudah puas menerima olokan dan perlakuan gila Oh Sehun setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik.

“Nappeun nom.” Umpatnya lagi-lagi kesal untuk kesekian kalinya. Ia meletakkan kedua tangannya di saku jaket dan berjalan asal. Sejujurnya, ia lupa dimana tempat penginapan itu terletak.

“Bagaimana jika kau menjadi pacarku saja?”

Yisun terperangah. Ia mendapati seorang gadis cantik yang selalu berjalan bersama dengan Sehun. Gadis paling cantik di SMA Momo! Idola para lelaki jaman sekarang! Calon mantu paling dicari ibu rumah tangga sejagat kpop!!! Perfectonis, pintar, cantik, elegan, dan berkelas!

‘Di tengah malam saja, gadis itu masih cantik. Bersinar seperti bulan. Ani, seperti matahari.’ Pikir Yisun terkagum-kagum. Sebenarnya ia iri melihat kepribadian permata milik SMA Momo.

Jika dia permata, maka kau berlian.’ Ujar sebuah suara serak Oh Sehun yang menggeliat di ranjang king size di pagi hari.

Yisun kembali menggeleng. Otaknya sudah tak bisa bekerja dengan benar. ‘Halusinasi berlebihan!’

‘Eh, wait! Krystal—panggilan untuk permata SMA Momo yang selalu kudengar dari teman sekelas. Krystal tadi berkata apa? Dia nembak orang? Siapa? Jongin? What? Jongin? Preman pasar kaget! Berandalan liar! Raport nilai merah!  Detensi setiap hari! Sasaran guru BP! Wakakak, demi apa Krystal jatuh cinta sama Jongin?’ Ujar Yisun tertawa melihat adegan super lawak di ujung sana.

“Lo suka sama gue?” Tanya Jongin dengan polosnya.

“Hmm.” Krystal mengangguk pasti. “Aku menyukaimu sejak 1 tahun yang lalu. Tepatnya, aku jatuh cinta saat kau membela anak kecil di kompleks rumahku. Walaupun caramu kasar, tapi di lubuk hatimu kau sangat perhatian.” Ujar Krystal diiringi senyum manisnya.

“Setiap malam minggu, aku selalu melihatmu balapan motor di Guri. Walaupun jauh dari Hanam dan setelah aku sampai di rumah selalu dimarahi orangtuaku, aku tetap senang walaupun satu minggu kedepannya orangtuaku harus menyita ponselku dan mengurangi uang jajanku. Aku sudah terbiasa dengan itu—selama 1 tahun terakir ini.

“Selain itu, diam-diam aku mengumpulkan informasi tentangmu. Aku selalu mengunjungi blog para penggemarmu. Aktivitas apa yang kau lakukan setiap hari, detensi apa yang kau jalani, kapan kau pulang, makanan apa yang kau sukai, kau tinggal dimana—aku tahu semuanya.

“Mungkin kau menganggap aku wanita murahan. Aku tahu itu. Kakakku yang seorang psikolog malah menganggap aku orang gila karena terlalu menyukaimu. Hmmm.” Jelas Krystal panjang diakhiri sebuah senyuman paling manis.

Spechless. Jongin bisu. Gadis yang ia anggap angkuh, sombong, dan egois ini rupanya sangat menyukainya.

“Beri aku alasan mengapa kau menyukaiku?” Tanya Jongin datar.

“Bukankah cinta tak memerlukan alasan? Aku takut jika alasan itu sudah tak ada, maka aku  tak akan mencintaimu lagi.” Jawab Krystal sambil memandang bulan penuh arti.

Jongin merebahkan tubuhnya ke—entah itu meja atau kursi yang lumayan luas untuk bermain tenis meja. Ia memandang bulan lagi. Sejujurnya ia bingung. Orang yang tidak ia sukai tiba-tiba menyatakan cinta padanya. ‘Fabilous!’

“Jangan menyukaiku! Jangan memperhatikanku! Jangan menyiksa dirimu!” Jongin berkata serius. Ia kembali terduduk di samping Krystal. Sekaligus menatap lurus-lurus ke arah Krystal.

“Apa aku harus melakukan itu?” Balas Krystal berkaca-kaca. Hatinya sakit mendengar penolakan secara langsung dari mulut Jongin yang selama ini ia puja.

“Jangan membantah!” Bentak Jongin keras. Ia beranjak dari duduknya. Ia mengambil langkah menjauhi Krystal yang menahan air mata.

“W-w-wae? Setidaknya berikan aku alasan!”

“Karena aku membencimu.” Jongin berjalan meninggalkan Krystal yang sudah bercucuran air mata. Krystal menangis sejadi-jadinya. Ia menutup mulutnya dengan salah satu tangannya—menahan isak tangisnya.

“Eh?” Mata Yisun membulat tatkala Jongin melewati tempat persembunyiannya sambil menatap Yisun dengan mata tajam dan rahangnya yang keras. Bahkan Yisun tak sempat bersembunyi lagi karena kedatangan Jongin yang tiba-tiba.

Rupanya pencuri dengar pembicaraan KrysJong bukan hanya Yisun. Melainkan ada Duo Rapper Legendaris yang dipasangkan dengan Duo Random Cemungutdh SMA Momo. Tak lain dan tak bukan adalah Minwoo yang ngintip bareng Kyungsoo dan Tao. Sedangkan Chanyeol? Dia maen kartu sama Pak Haji Siwon sambil nguping Live Report dari KyungTaoWoo.

Ada lagi yang baru! Suho yang aslinya ga kena detensi ikut-ikutan ke daerah Nam-gu karena kangen dengan Geng Random Cemungudth. Alasan Suho datang adalah ia kangen dengan para anggota Gengnya yang katanya makin hari makin somplak. -_-

 

***

 

Esoknya murid SMA Momo berkumpul di depan rumah penginapan milik Pak Kepala Desa, Kang Mas eh maksudnya Kang Ta. Setelah setelai sarapan mereka pamit kembali ke Hanam.

 

Next Day

Pagi di SMA Momo diributkan mengenai tersebarnya berita ‘Krystal nge-dor Jongin, Tapi Ditolak!’. Berbagai tanggapan dilangsir oleh Redaksi Momo Post Reporter Author Bit secara Live! /ini sekolah, apa stasiun kerata api, eh maksudnya stasiun televisi/

 

1. Kkamjong Fans Club

“Wah.. gue salut Bang Jongin nolak si Krystal. Emang deh, cintanya Bang Jongin kan emang cuma buat gue seorang. Ciyeee…” /Ngomong sendiri, di ciye-ciyenin sendiri -_- absurd ni anak/

“AAA~~~ Jongin Oppa! Aku padamu! Kamu sesuatu deh!” /dia seseorang! Bukan sesuatu woy!/

“You’re byutipul byutipul byutipul… Kamu cantik cantik dari hatimu..” Seru paduan suara SMA Momo membuat bumi gonjang-ganjing, bintang kerlap-kerlip, dan rumput bergoyang-goyang mengikuti irama. /Jongin ganteng woy bukan cantik woy! Bubar woy/ -_-

Ternyata para penggemar Jongin kacau semua. Mana ada Ceribel jadi bintang tamunya. Makin rusuh ni perkumpulan. -_- /ngelus dada/ (?) (?) /jangan mikir macem-macem!/

 

2. Krystal’s Fanboy

“Wakakak… Jongin maho ye? Jijay ah.. cewek secantik, seputih, dan sebening Krystal kaga mau? Laut sono!” /Lo kata Krystal porselen ha? Bang Kris milik gue titik/

“Aduh.. kok bebeb Krystalku suka sama Ka Jongin sich? Aduh.. aduh.. aduh.. apa yang harus kulakukan? Mana peta? Mana peta? Aku butuh jalan!!” /alay polos/ /ni anak odah aduh odah aduh ngapean sih? Kejedot tembok yak?/

“S—s—saya…. Saya beranggapan b-b-bahwa k-kita m-masih mu-mu-da. K-kita harus me-me-meng-mengapai c-ci-cita-cita…….” /kelamaan ngomong lo mas/ /cut cut cut/ -_-

 

3. The Gosipers Teacher

“Gimana ya.. saya bingung juga sih harus ngasih tanggapan apa. Soalnya saya belum pernah di dor cewek sih.” -__- /BIG @wowwh/

“Sebagai seorang guru, saya berpendapat bahwa Jongin itu walaupun berandalan tapi ternyata fansnya banyak banget. Anak saya juga fansnya Jongin lho!” /ga ada yang nanya Bu!/ “Berarti masih ada kesempatan dong buat anak saya ngejar si ganteng Jongin?” /mungkin bisa Bu! Kalo belum terlambat (?)/

 

Yah begitulah kiranya tanggapan dari berbagai lapisan masyarakat SMA Momo mengenai gosip ‘Krystal nge-dor Jongin, Tapi Ditolak!’. Saya Author Bit yang sekarang berperan sebagai Reporter dadakan ababil alay ga tau malu pamit undur diri dulu. Jangan lupa saksikan kelanjutan Fanfict ini setiap hari di channel kesayangan Anda! /dusta dusta/

With Love,

Bit (@Novita_Milla) n_n /flyin kiss/ /ppai/

 

TBC

Iklan

9 pemikiran pada “Detention (Chapter 4)

  1. eyy enak bgt jdi yisun bisa kisseu 10x ma sehun+1kisseu HOT akh sumpah panas”siram pake aer KOBOKAN pak haji siwon///plakk
    gosip.a ctar membahana halilintar bgt thor ampe sesuatu …
    Chapter5^0^

  2. eyy enak bgt jd yisun bisa kisseu 10x ma sehun+1kisseu HOT behh sumpah panas”disiram pake aer KOBOKANcuci tangan saem siwon///plakkk
    gosip.a bnr”ctar membahana bagai halilintar trowongan ampe sesuatu bgt thor^^
    chapter5 😀

  3. Cxaxaxaxa……makin seru thor….. Abis shur bca nie ff prutnya langsng skit…..ke’nyangan langzng ktwa….. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s