Kidz Gang (Chapter 4)

Title    : Kidz Gang

Part      : 4

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre  : School, Comedy, Romance and Sad

Author : Ji~Ra

Twitter : @JiRa_deeFA and @JiRa_adistri

Main Cast :

  • Hyo Young (Former 5Dolls) as Ryu Hyo Young
  • Chanyeol EXO-K as Park Chanyeol
  • Kim Ah Ra (You)
  • Kris EXO-M as Kris
  • Baek Hyun EXO-K as Byun Baekhyun
  • Luhan EXO-M as Luhan

                Untitled-1

(Mohon kritik dan sarannya, ^^ maaf kalau kurang menarik. Read and Comment ya.)

*Authors Bow*

=================================================================

 

PART 4

@ GoJoong Hakkyo

Seluruh orang di kelas sedang mengerjakan soal ujian yang baru di bagikan ketika Hyo Young masuk ke dalam kelas. Mereka menatap Hyo Young dari bawah hingga atas. Seluruh ruangan sangat terkejut.

“Joon?”

“Joon… Hyo Joon?.”

Chorong dan Bomi pun sangat terkaget-kaget melihat Hyo Young. Hyo Young menatap semuanya dengan binggung.

Joon Ki sonsaengmin hanya menatap Hyo Young tidak percaya.

Hyo Young menarik-narik roknya yang sangat mini itu. Ia tidak dapat berdiri dengan tegap. Ia tidak nyaman sekali dengan pakaian ini. Tapi apa boleh buat. Tidak ada pilihan lain.

Cerita sebelumnya…

 

Joon Ki sonsaengnim masuk ke dalam kelas.

“Anak-anak, hari ini kita ulangan!!.”

Seruan Joon Ki sonsaengnim itu di sambut sangat tidak enak oleh anak-anak.

“Kenapa belakangan ini guru-guru pada rese semua sih?. Setiap saat ulangan!!. Gak kreatif hukumannya.” Hyo Young menggerutu sendiri di tempat duduknya.

“Tapi…untuk murid perempuan yang tidak pakai rok dilarang mengikuti ujian!!.” Joon Ki menatap Hyo Young dengan sinis.

“Sonsaengnim, dari mana aturan seperti itu?.” Hyo Young memandang Joon Ki dengan kesal.

“Ini kan ulangan saya. Jadi aturannya harus ikut aturan saya jika mau ulangan. Jika tidak, kamu keluar saja.”

Hyo Young  pasrah lalu berlari keluar kelas dengan terburu-buru.

 

@ Hayoung’s Class

Hyo Young memandang ke seluruh ruangan di depan pintu. Akhirnya matanya menemukan Hayoung di dalam kelas itu.

“Hayoung…” Hyo Young memanggil Hayoung. Hayoung menghampiri Hyo Young dengan binggung.

“Ada apa?”

“Yyaa…cepat buka rokmu!!.”

“Apa?, Gak ah!!.” Hayoung memengangi roknya. Ia menatap Hyo Young dengan takut.

“Kau sudah berani menentangku?. Lagipula gini-gini aku sunbaemu. Kau masih kelas satu. Jangan menantang.” Hyo Young menatap Hayoung.

Hayoung sangat takut. Ia hanya bisa pasrah.

“Baiklah!. Tapi sebenarnya untuk apa?.” Hayoungmasih saja binggung. Setahunya Hyo Young sangat tidak suka memakai rok. Kenapa tiba-tiba ingin memakainya?.

Mereka pun sampai di dalam toilet.

“Nanti ku ceritakan. Sekarang buka saja rok mu dan ganti dengan celanaku.” Hyo Young membuka celananya dan menurkarnya dengan rok Hayoung

“Akan aku kembalikan segera.”

Sepanjang perjalanan Hyo Young selalu menarik-narik roknya. Ia berjalan dengan bungkuk seperti nenek-nenek.

“Kenapa sih sama rok ini?. Kekurangan kain kali ya?, pendek banget sih?.” Hyo Young tetap melanjutkan jalannya yang bungkuk itu.

“Wah…wah…wah…siapa ya?,Hyo Young?. Kemana Joon?. Apa kau sudah memutuskan untuk menjadi cewek tulen?.” Chanyeol memandang Hyo Young dengan tampang mengejek.

Semua anggota scare tertawa terbahak-bahak melihat Hyo Young. Hyo Young menatap mereka dengan ganas sehingga mereka diam seketika.

“Namaku bukan Hyo Young!. Aku Hyo Joon!. Lagipula bukan saatnya bertengkar denganmu!!.” Hyo Young berjalan meninggalkan mereka.

Nah… begitulah ceritanya. Sekarang kita kembali ke kelas Hyo Young.

Hyo Young duduk di bangkunya. Ia sangat risih dengan rok itu. Semua orang masih tetap memandanginya dengan mulut menga-nga. Joon Ki sonsaengnim tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah…kita mulai ujiannya.”

 

@ Hyo Young’s House

“Aku pulang!.” Hyo Young berteriak ke seluruh rumah

“Yyaaa…ada apa denganmu?. Sudah pake rok sekarang?. Ooohh…Tuhan… terimakasih telah membuat adik kami menjadi perempuan yang asli!.” Sungmin bersujud melihat Hyo Young. Hyo Young menatap dirinya. Dan benar saja, dia masih memakai rok.

“Aish!!. Aku lupa mengembalikannya!.” Hyo Young menepuk jidatnya.

Ia lalu cepat-cepat masuk ke kamar dan mengganti roknya.

 

Sementara itu di sekolah…

“Aduh Joon mana sih?. Aku tidak bisa pulang kalau pakai celana.” Hayoung memandang koridor yang kosong. Ia masih saja di dalam kamar mandi menunggu Hyo Young menyerahkan kembali roknya.

***

Esoknya…

@ GoJoong Hakkyo

 

Sejak kejadian kemarin, semua anak di sekolah membicarakan Hyo Young. Mereka tidak henti-hentinya menganggumi Hyo Young ketika memakai rok. Tapi bagaimana nasib Hayoung?. Ia terkurung dalam toilet hingga pagi. Hyo Young baru memberikan roknya pagi-pagi sekali saat ia ke sekolah.

Hyo Young memasuki kelasnya. Kelas itu sudah di penuhi oleh Lay, Kai, Luhan yang sedang ngobrol dengan Chorong dan Bomi.

“Ah…kemana rokmu?.” Lay menatap Hyo Young lemas.

“Sayang sekali padahal kalau kau memakai rok kau terlihat…” Belum sempat Kai melanjutkan bicaranya, Chorong mengetuk kepalanya dengan buku tebal. Sehingga Kai meringis kesakitan.

“Tenang dulu…aku belum siap ngomong kan?.Hyo Young terlihat o.k jika di lihat dari pinggang hingga bawah saja. Tapi atasnya hancur banget!!.”

Semua tertawa terbahak-bahak. Hyo Young melempar sepatunya yang mengenai tepat di jidat Kai. Kai mengelus-ngelus jidatnya.

“Auuuhhh…hancurkan saja kepalaku!.”

“Jangan ngomong sembarangan!.” Hyo Young menatap Kai dingin dan duduk di kursinya.

Jam istirahat Lay, Kaidan Luhan sudah stand by di kelas Hyo Young. Namun mereka binggung karena hanya Chorong, Hayoung, Bomi, Baekhyun dan Ahra yang ada di dalam kelas.

“Kemana Joon?.” Lay memandang sekeliling.

“Entahlah. Tadi dia langsung keluar dengan terburu-buru. Aku tidak tau mau pergi ke mana.” Bomi mengangkat bahu.

Lay mengangguk sekilas lalu mereka duduk menghadap Bomi dan Chorong.

“Apa kalian pernah liat Ahra tertawa.” Kai memandangi Ah Ra.

Semuanya mengeleng.

“Belum…bagaimana ya tampangnya kalau tertawa?.” Chorong membayangknnya.

“Bagaimana…”  Mereka semua tersenyum licik. Senyuman yang sangat misterius.

 

@ CC Prince Shop

“Bagaimana rasanya?.” Kris sedang berdiri tegap di samping pelanggannya, ia memerhatikan pelanggan itu makan.

“Hhhmmm… manis.” Kris tersenyum lalu pergi meninggalkan pelanggan itu.

“Yaa…sebenarnya kita ke sini kan bukan karena kue ini. Kita ke sini karena mau melihat cowok ganteng.”

“Iya, aku tidak terlalu peduli dengan kue ini.”

Kris mendengar bisik-bisik dari sudut meja. Sudah dari dulu ia mendengar hal ini, jadi wajar saja ia sangat biasa. Ia hanya menghela nafas panjang.

“Aku yakin suatu hari akan ada orang yang datang ke sini karena cake buatanku.” Kris memandangi langit dari jendela.

 

@ Hyo Young’s Class

“Ok, begitu ya?, kalau yang ini bagaima…” Baekhyun sedang berdiskusi dengan Ahra tentang soal-soal yang tidak ia mengerti. Namun pembicaraannya berhenti ketika Lay, Kai, Chorong, Bomi, Hayoung dan Changsung menghampiri bangku mereka.

Mereka semua menarik kursi dan mendekat dengan Ahra. Baekhyun hanya menatap mereka binggung.

“Sedang apa kalian?.” Tanya Baekhyun pada mereka.

“Bagaimana kalau kita bercerita?.” Kai memandangi Baekhyun dan Ahra.

Baekhyun dan Ahra terlihat binggung, namun mereka mengangguk.

“Emang mau cerita apa?.”

Kai tersenyum penuh kelicikan.

“Berhubung Joon tidak ada, jadi topik ceritanya adalah ‘kesialan bersama Joon’ ottokhe?.”

Kai memandangi semuanya. Mereka semua mengangguk penuh kesenangan.

“Baiklah kalau begitu giliranku. Aku…,aku…sudah tidak perjaka lagi…” Kai mulai bercerita.

“Apa??.” Mereka semua terkejut dan shock sekali. Semuanya sontak menutup mulut dengan tangan, memandang Kai tidak percaya.

Kai Story

Saat itu Kai sedang d toilet. Ia sangat kebelet buang air kecil. Sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba…

“Kai…jangan lupa nanti sore kita di ajak tanding sama anak Hwangjang.” Hyo Young sudah berdiri di samping Kai dengan tampang tenang saja.

Kai menatapnya dengan terkejut lalu ia mengkancing celananya. Ia berjalan ke luar dengan buru-buru. Ia melihat pintu toilet.

“Tidak salah. Ini toilet cowok!. Aishhh…” Kai masuk lagi ke dalam toilet dan menatap Hyo Young dengan terkejut.

“YAA…JOON!. Sedang apa kau di toilet cowok?.”

“Memangnya kenapa?. Ada yang salah?.” Hyo Young pergi dari situ dengan santai. Kai terlihat sangat frustasi sekali.

“Nah begitulah ceritanya…” Kai siap bercerita yang lain malah tertawa geli.

Mereka semua tidak sanggup menahan tawanya.

“Ya, ini kemalanganku!. Kenapa kalian tertawakan?.” Kai memandang mereka semua.

“Ah…kau sial sekali!!.” Lay menatap Kai dengan geli.

Tiba-tiba mereka semua berhenti tertawa dan memandang Ahra. Ahra hanya tersenyum tidak tertawa. Mereka lemas seketika.

“Baiklah kalau begitu bagaimana denganmu Luhan?.” Kai memandang Luhan.

Luhan menarik nafas lalu memulai ceritanya.

Luhan Story

Pagi hari Luhan bangun dengan tenang, namun ketika melihat orang di sampingnya ia sangat terkejut.

“Ya!, ngapain kau di sini?.” Luhan menutup badannya yang hanya menggunakan boxer. Hyo Youngmembuka matanya, ia memandangi Luhan datar.

“Ngapain kau di sini?.” Luhan masih memandangi Hyo Young dengan takut.

Hyo Young mengucek-ngucek matanya. Ia menguap lebar.

“Tadi malam aku berantam dengan keluargaku. Kalau ke rumah Baekhyun terlalu dekat. Jadi aku ke rumahmu, karena cukup jauh. Dan aku masuk ke kamar ini. Karena ngantuk sekali aku tertidur di sini.” Hyo Young masih saja belum sadar. Luhan memandanginya ngeri.

“Wahh… ceritamu lebih mengerikan dari pada Kai.” Lay menatap Luhan tidak percaya.

Semuanya menatap Luhan dengan penuh selidik.

“Yyyaaa…kami tidak melakukan apa-apa!!.” Luhan mencoba menyakinkan mereka.

“Lebih sial aku dong.”Semuanya menatap Chorong yang agak sedih.

“Memangnya kau kenapa?.”

Chorong Story

Saat itu sedang ada lomba antar daerah. Chorong bermain gitar di atas panggung. Semua penonton terhipnotis oleh musiknya. Permainan gitar yang sangat sempurna dan indah.

“Kenapa Chorong bermain sendiri?. Biar aku bantu saja dia!.” Hyo Young yang dari tadi melihat Chorong bermain naik ke atas panggung. Hyo Young mengambil mic di depan dan mulai bernyanyi.

Nyanyian Hyo Young sangat tidak serasi dengan gitar Chorong. Suaranya pun sangatlah hancur. Tidak bisa di bayangkan lagi, lomba yang di ikuti Chorong hancur dalam sekejap.

Semuanya seketika tertawa terbahak-bahak mendengar cerita itu. Namun, tiba-tiba mereka berhenti karena Chorong memandang mereka ganas.

“Lalu bagaimana?. Apa kau menang?.” Lay menatap Chorong.

“Tidak!. Aku kalah!. Padahal itu hanya lomba antar daerah. Aku yang selalu menang tingkat nasional harus malu karena kalah tingkat daerah. Semuanya karena Joon!. Sial sekali aku mengajaknya menemaniku.”

Mereka semua hendak tertawa lagi, namun mereka menahannya karena tatapan tajam Chorong. Tapi Ahra masih tetap tidak tertawa. Kai tidak kehabisan ide.

“Lay…bagaimana denganmu?.”

Lay menatap Kai.

“Begini, aku pernah melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.” Lay memasang tampang penuh serius.

“Apa??.”

“Aku melihat Joon memakai rok. Sudah dua kali aku melihatnya!.”

Kai memukul kepala Lay dengan buku.

“Yyyaaaa…apa hubungannya?. Kita sedang ngomong kesialan. Memang melihat Joon pake rok sial gitu?.” Kai memandangi Lay dengan kesal.

“Aish…diam saja kau!. Ganti saja,Hayoung, bagaimana denganmu?.” Kai menatap Hayoung. Hayoung terlihat lesu.

Hayoung Story

Saat itu Hyo Young menhampiri Hayoung di kelasnya.

“Hayoung…aku baru belajar make up!. Maukah kau aku make up?.” Hyo Young memandang Hayoung

“Apa kau yakin?.” Hayoung memandang Hyo Young takut-takut.

“Aku belajar dari yang ahlinya!. Pokoknya kau akan terlihat lebih cantik dari pada sekarang!!.”

Hayoung percaya saja. Hyo Young mulai memoles make up di wajah Hayoung.

“Nah selesai…sempurna sekali!. Aku pergi dulu ya…” Hyo Young pergi dari kelas itu.

Hayoung memengangi wajahnya.

“Wah… sepertinya bagus.”

Dengan percaya diri Hayoung berjalan ke seluruh sekolah. Ia ingin menampakkan mukanya yang sangat cantik itu. Ia sangat lah sombong. Semuanya memandang Hayoung dengan aneh, bahkan ada yg tertawa terbahak-bahak sampai guling-guling di lantai.

Kai lewat di samping Hayoung, namun ia mengerem langkahnya lalu mundur ke belakang. Ia memandangi Hayoung dari atas hingga bawah selama beberapa kali. Lalu Kai tertawa ngakak.

“Ahahaha….kenapa dengan wajahmu?. Lucu sekali!!”

Hayoung menatap Kai binggung.

“Emang kenapa?”

“Lihat ini…” Kai memberikan cermin kecil pada Hayoung.

Hayoung memandang wajahnya di cermin.

“ANNNNNNNNDDDDWWWWAAAEEE!!!”

Semua tertawa terbahak-bahak.

“Kalau kalian liat saat itu pasti kalian tertawa juga. Gimana gak coba?. Masa hidungnya warnanya jadi kuning, trus matanya merah, bibirnya hijau, pipinya biru. Kayak badut!. Hahahaha…” Kai tertawa dengan senang.

Mereka semua tertawa sementara Hayoung mukanya sudah memerah sekali karena malu.

Lalu mereka memandang Ah Ra, Ah Ra masih tidak tertawa, hanya tersenyum.

“Ah…misi terakhir!.” Batin Kai.

Kai memandang Bomi.

“Bomi kau juga punya kan? Ceritakan…”

Bomi hanya pasrah saja.

Bomi Story

Saat itu Bomi sedang dance dengan lincah dan indah. Seluruh ruangan di penuhi dengan sunbae-sunbae. Mereka menatap Bomi dengan sangat kagum. Mata mereka tidak bisa berkedip. Namun tiba-tiba…

“Ahhhhh…”Bomi menjerit melihat rok nya yang melorot. Ia melihat Hyo Young. Hyo Young yang menarik roknya hingga melorot ke bawah. Untung saja ia pake hotpans pendek. Tapi itu sangat memalukan.

Semuanya memandang Ah ra. Ah ra tertawa kecil mendengarkan itu. Walaupun tawanya tidak terbahak-bahak tapi tawa itu sangatlah indah. Tawa yang dapat membuat seluruh dunia hidup makmur.

Mereka menatap Ahra yang tertawa dengan kagum.

“Nah…begitu dong. Setiap hari seperti ini, rasanya hidupku seperti di surga!.” Kai mulai lagi.

Mereka terus menatap Ahra. Ahra hanya binggung melihat mereka semua.

“Ehmm, aku tidak kalian tanya?.” Protes Baekhyun.

“Ah…untuk apa?, setiap jam, setiap menit, setiap detik hidupmu bersama Joon,  kau pasti selalu sial.” Kai tidak meggubris Baekhyun.

Mereka semua menatap Ahra lagisementara Baekhyun murung.

***

Hyo Young memanjat tembok sebuah sekolah. Ia masuk ke dalam sekolah itu. Ia berhenti di depan lapangan olahraga. Ia bersembunyi di balik pohon besar melihat seorang cowok putih bersih yang sedang menonton pertandingan.

“Ah… manisnya!!.” Hyo Young terus memandang cowok itu daengn penuh pesona.

***

Ide anggota dynamic yang lain memang sangat manjur, Ahra terlihat lebih gembira dari biasanya. Ia terlihat sangat ceria dan cantik sekali. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Ahra kembali murung dan sedih. Ia sedikit demi sedikit mulai menjauh dari dynamic.

“Kenapa ya dengan Ahra?. Belakangan ini dia murung?.” Bomi memandang yang lain dengan binggung.

Yang lainnya hanya angkat bahu.

“Apa dia ada masalah ya?. Kita tanya saja.” Hyo Young berbalik memandang Ahra dan dia sangat terkejut.

Ah ra yang ingin berjalan keluar kelas tiba-tiba berhenti dan memegang dadanya. Tidak lama kemudian tubuhnya langsung lemah dan jatuh ke lantai. Untung Kai menangkapnya hingga tidak membentur tanah. Mereka semua melihat Ahra yang matanya tertutup.

“Ah ra…Ah ra…” Hyo Young mengguncang-guncang tubuh Ah ra.

Yang lain menatap Ahra dengan khawatir. Hyo Young mendekatkan telinganya ke jantung Ah ra. Hyo Young terdiam tidak berdaya. Ia hanya bisa mematung seakan nyawanya sudah tiada.

“Yyyaaa…kenapa dengan Ahra?.” Lay memandangi Hyo Young dengan khawatir.

“Jantungnya…jantungnya berhenti…jantungnya tidak berdetak…” Hyo Young memandangi mereka semua dengan pandangan kosong.

“Apa?, AH RA………”

Bomi, Chorong dan Hayoung sudah menangis melihat Ahra di pangkuan Kai. Sementara Lay dan yang lainnya hanya bisa menatap Ahra dengan pandangan kosong. Semuanya sangat sedih dan shock.

 

To Be Continued…

13 pemikiran pada “Kidz Gang (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s