Brother Complex (Chapter 1)

BROTHER COMPLEX

CAST                         :

  • LUHAN
  • KRIS
  • YOO MI (YOU)

OTHER CAST        :

  • YURI
  • SULLI
  • CHANYEOL

GENRE                    :     SCHOOLIFE, ROMANCE, FAMILY

AUTHOR                :     BROWNee

NOTE  : Disini Luhan dan Kris memiliki Marga yang sama dengan Yoo Mi, yaitu Park.

“karena kau adalah adikku, dan aku adalah kakakmu.”

Kalimat itu yang selalu kau perdengarkan padaku,

Adikmu…

~!~!~!~!~!

Mata bulat itu terbuka perlahan merasa sedikit risih saat sinar matahari mulai masuk ke dalam kamarnya. Tersenyum perlahan mengingat bahwa tuhan masih menginjinkannya untuk hidup sampai hari ini. Menangkupkan kedua tangan mungilnya didepan dada sambil memanjatkan doa syukur atas apa yang tuhan berikan kemarin hingga pagi ini. Bersyukur itu hal yang mudah bukan?

Setelah berdoa lantas yeoja itu turun dari kasur baby blue-nya untuk kemudian berlari kecil kearah kamar mandi yang ada didalam kamarnya.

“Yoo Mi-ah cepat turun. Oppa-oppamu sudah mulai makan. Kau tidak ingin kehabisan ayam goreng enak buatan omma kan?” Terdengar teriakan dari lantai bawah—ummanya memanggil Yoo Mi yang sedang bersolek dengan bedak tipis yang dipadukan dengan lip balm di bibir cherrynya. “ne umma” teriak Yoo Mi. Setelah dirasa cukup. Ia segera menyelempangkan tas dark brown nya bergegas ke bawah.

~!~!~!~!~!~!~!

Park Yoo Mi. Yeoja manis yang sekarang duduk dikelas 1 di Seoul High School ini memiliki dua kakak laki-laki. Kakak pertamanya bernama Kris, murid kelas 3 Seoul High School, sedangkan kakak keduanya, Luhan, duduk dikelas 2. Mereka berdua memiliki wajah tampan dan tubuh tinggi tegap. Kepribadian mereka yang dingin—namun akan berbanding terbalik 180 derajat jika sudah berhadapan dengan Yoo Mi— justru membuat para gadis di Seoul High School bertekuk lutut. Banyak yang mengejar-ngejar mereka. Ingin menjadi pacar salah satu dari mereka.

“Selamat pagi” Sapa Yoo Mi kepada kedua orang tua dan kedua kakak laki-lakinya—Kris dan Luhan—

“Pagi baby” sahut ummanya dan segera memberi morning kiss kepada anak bungsunya seperti biasa.

“Yoo Mi-ah semenjak kau masuk ke Sekolah menengah, kau tidak pernah lagi memberiku morning kiss.” Kata Kris

“Sini biar aku saja yang menciummu” sergah Luhan sambil memonyongkan bibirnya kepada Kris yang berada di sebelah kirinya.

Yoo Mi dan kedua orang tuanya hanya terkekeh mendengar pertanyaan Kris. Namun ia melangkahkan kakinya ke arah Kris dan segera mencium pipi kiri Kakak sulungnya.

CHU~

Kris tertegun, ia hanya berniat bercanda. Namun setelahnya ia tersenyum manis ke arah Yoo Mi dan membalas mencium pipi kiri Yoo Mi. Luhan terdiam. Namun sepertinya tidak ada yang menyadari perubahan sikap dan wajah Luhan.

“ahh Appa lupa memberi tahu kalian. Hari ini kalian pergi sekolah pakai bus saja ya. Mobil kita sepertinya harus masuk bengkel. Tidak bisa menyala. Mungkin ada yang tidak beres di mesinnya” Kata Appa, ditengah acara sarapan mereka.

Ketiga anaknya hanya mengangguk mendengar perkataan Appa mereka. “kalau begitu kita harus berangkat 10 menit dari biasanya Hyung.” Kata Luhan

“um. benar” jawab Kris menganggukan kepalanya.

~!~!~!~!~!

“hati-hati ne. Kris, Luhan jaga adikmu. Awas sampai ada yang macam-macam padanya” Kata umma. “ne umma~ Arraso~” Sahut Kris dan Luhan bersamaan. Yoo Mi hanya melambaikan tangannya.

Di bis, keadaan sangat sesak karena ini memang jamnya orang berangkat ke kantor. Mereka bertiga sudah pasti kedapatan berdiri. Seperti pesan Ummanya, Kris dan Luhan sudah seperti bodyguard untuk Yoo Mi, menjaga Yoo Mi dari depan dan belakang, takut-takut ada yang berusaha mencoba berniat jahat pada adiknya.

Benar saja, ditengah jalan tanpa sepengetahuan kedua kakaknya, Yoo Mi merasa ada tangan yang menggerayangi bagian belakangnya. Lantas saja ia menengok kearah belakang.

Ternyata seorang pemuda berumur sekitar 24 tahun pura-pura membuang mukanya namun tangannya tetap mengelus-ngelus samar punggung Yoo Mi, Yoo Mi mulai merasa gelisah. Tepat saat itu juga, Luhan menolehkan wajahnya kearah Yoo Mi, menyadari tatapan Yoo Mi yang gelisah Luhan segera merangkul pundak Yoo Mi dan bertukar posisi dengannya, sehingga Yoo Mi menjauh dari laki-laki tadi, dan Luhan yang menggantikan posisi Yoo Mi—berada didekat laki-laki mesum itu. Laki-laki itu lalu menoleh dan mendapatkan bukan Yoo Mi yang ada disampingnya melainkan namja tampan yang sedang menatap tajam kearahnya. Sontak nyali namja itu menciut. Dan berbalik arah memunggungi Luhan.

Yoo Mi memandang ke arah Luhan. Bibirnya bergerak tanpa suara, berucap “Oppa, gomawo” Luhan hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan kecil.

Untung saja jalanan tidak macet, jadi mereka bisa sampai di sekolah 15 menit sebelum bel berbunyi. “Kajja” Kris menggenggam tangan Yoo Mi terlebih dahulu dan menariknya untuk berjalan. Luhan hanya berjalan santai dengan memasukkan tangan kanannya di saku celananya, mengikuti mereka dari belakang sambil menatap kosong pada kakak dan adiknya yang sedang bergandengan.

Dan kalau boleh jujur Yoo Mi memiliki perasaan lebih kepada Kris, ia lebih nyaman jika bersama Kris, ia merasa dirinya bahagia jika bersama Kris.  namun ia sendiri tidak mengerti akan perasaan apa itu. Dan berfikir hanya perasaan antara kakak dan adik. Sedangkan Luhan memiliki perasaan lebih terhadap Yoo Mi, namun ia tidak mau menyatakan perasaan tersebut karena ia tidak mau Yoo Mi menjadi menjauh darinya.

Sejak kecil Luhan mulai menyadari persaannya terhadap Yoo Mi, namun ia lebih memilih memberikan perhatian lebih kepada Yoo Mi dibanding menyatakan perasaannya kepada Yoo Mi. Biarlah hanya ia yang mengetahui perasaan ini. Namun tanpa sepengetahuan Luhan, sebenarnya Kris mulai menyadari perhatian lebih Luhan karena Luhan mencintai Yoo Mi. Tapi Kris lebih memilih menutup mulut karena ia tidak ingin Luhan menjadi marah dan akan ada pertengkaran diantara mereka.

~!~!~!~!~!~!

“Oppa tidak berniat mencari yeojacingu eoh?” Tanya Yoo Mi disaat mereka memasuki wilayah sekolah. Luhan hanya mendengarkan dari samping

“memang kau ingin aku punya pacar hm?” Kris balik bertanya sambil mendekatkan wajahnya sambil mengelus kepala adiknya, membuat jantung Yoo Mi berdetak. Luhan hanya menghela nafas sambil membuang muka.

“a-ah.. ten-tentu saja~” jawab Yoo Mi ragu menutupi kegugupannya saat Kris mendekatkan wajahnya. “mulut bodoh. Kenapa kau memberi Kris oppa pertanyaan seperti itu? Bagaimana jika oppa benar-benar mencari yeojachingu. Andwae‼.” Batin Yoo Mi

“kalau begitu aku akan cari pacar. Menurutmu pacar yang seperti apa yang pantas untukku?” tanya Kris. Yoo mi tampak berfikir, namun sebelum Yoo Mi menjawabnya, Luhan menyergahnya “yang seperti Yuri saja hyung. Hahaha” Luhan langsung membayangkan hyungnya berpacaran dengan Yuri, seorang murid cupu yang memakai kacamata besar dan tebal sekali. Dengan rambut dikepang dikedua sisi kepalanya. Hihihi membayangkannya saja Luhan sudah geli sendiri. Yoo Mi tertawa kecil menanggapi perkataan Luhan.

“hey. Tidak-tidak, oh atau pacarku yang seperti dirimu saja Yoo Mi-ah. Ottokhae?” Tanya Kris sambil manaik-turunkan alisnya berniat untuk menggoda Luhan secara tidak langsung.

“jangan!” sergah Luhan. Sontak Yoo Mi menolehkan kepalanya kearah Luhan. Luhan menjadi salah tingkah dan segera meralat ucapannya “m-maksudku. Yoo Mi kan manja. Jadi akan merepotkan jika kau mempunyai dua wanita yang manja. Adikmu dan yeojacingumu. Aisshh tidak bisa dibayangkan hyung!”

“apa kau bilang? Aku ini manja? Aniya~” Yoo mi mengerucutkan bibirnya. “hehehe aku hanya bercanda Yoo Mi-ah” Luhan terkekeh sambil mencubit pipi merona Yoo Mi.

Yoo Mi POV

“hyung‼” kami bertinga menengok kearah samping. Ahh ternyata Suho Oppa dan kawan-kawannya sedang melambaikan tangannya, mereka adalah teman sekelas Kris Oppa. Oppa segera menghampiri mereka. Namun Kris Oppa menoleh kearahku dan Luhan Oppa “kalian duluan saja. Aku akan bersama mereka” setelah berucap Kris Oppa sambil tersenyum manis kepadaku. Lalu segera menghampiri mereka.

Luhan Oppa menggenggam tangan kananku dan menarikku untuk berjalan kembali. Meskipun kelas Luhan dan Kris Oppa berada di lantai 1 dan kelasku berada di lantai 2, tapi mereka akan mengantarku sampai dikelasku, baru mereka akan kembali turun ke lantai 1 untuk masuk kekelas mereka masing-masing. Kadang aku berfikir apa mereka tidak lelah bulak-balik turun tangga hanya untuk mengantarku kekelas. Dan apa sebegitu sayangnya mereka terhadapku. Aku kadang jadi terharu saat memikirkan hal itu. hahaha

Koridor lantai 2 sudah sepi, Luhan melepaskan genggaman tangannya dengan Yoo Mi “oppa gomawo. Ah untuk yang di bis itu juga. mm gomawo.” Yoo Mi melangkah memasuki kelasnya. Namun langkahnya terhenti karena Luhan menarik lengannya. “poppo” Ucap Luhan.

CHU~

“sudah. Aku masuk kelas ne oppa. Kau juga segeralah kekelasmu. Pai” Ucap Yoo Mi.

“arra. Jangan tertidur dalam kelas ne” Ucap Luhan Oppa mengacak rambutku saat kami sudah sampai didepan kelasku “Oppa jangan rusak pagiku‼” Ucapku sambil memukul lengannya, membuat Luhan Oppa terkekeh lalu berbalik begitu saja untuk turun kebawah.

~!~!~!~!~!~!

Luhan POV

Aku memasuki kelasku setelah mengantar Yoo Mi kekelasnya. Aku masih merasa bad mood atas kejadian tadi antara Kris hyung dan Yoo Mi. Hah, aku merasa lelah jika aku harus menahan perasaan ini. Apalagi sikap Kris hyung yang kelihatan lebih dekat dengan Yoo Mi dibanding denganku. Aku juga bingung kenapa.

“Luhan! Krystal mencarimu!”teriak teman sekelas Luhan—Xiumin—

“biar saja. Dia yang butuh. Biar dia yang datang padaku.” Jawabku.

“oh baiklah.”

“oppaaaa~. Aku mencarimu.” Haaah yeoja genit itu lagi. Ingin sekali rasanya aku mematahkan tenggorokannya yang menghasilkan suara semacam itu. Memekakan telinga, kau tahu! Melengoskan wajahku kearah jendela, malas meladeninya. Aku merasakan lengan Yeoja itu bergelayut manja di lenganku. Aku menoleh kearahnya, lalu mengedarkan pandanganku keseluruh kelas. Mereka semua memandang kami berdua dengan tatapan yang… ergh aku malas mengatakannya.

“Krystal! Tak bisakah kau bersikap wajar kepadaku?” tanyaku sambil menepis lengannya yang ada dilenganku. “shiro! Aku tidak bisa! Oppa harus berapa kali aku bilang padamu kalau aku mencintaimu. Aku ingin oppa menjadi namjacinguku” jawabnya “dan harus berapa kali juga aku katakan padamu aku tidak mencintaimu! Dan aku sudah punya seseorang yang aku cintai!. Mengerti?” Luhan berdiri dan keluar dari kelas meninggalkan Krystal. “Oppa. Oppa~ aish jinjja susah sekali mendapatkanmu Luhan Oppa‼” Teriak Krystal frustasi. Teriakannya terhenti saat ia menyadari tatapan satu kelas mengarah padanya.

~!~!~!~!~!~!~!

KRIS POV

Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Seluruh murid sudah memasuki kelasnya masing-masing. Tapi sebelum aku masuk kelas, ake menyempatkan menengok Yoo Mi dikelasnya. Aku menaiki tangga dan sampai dikelasnya.

Aku memperhatikannya dari jendela kelasnya. Ia tampak serius mendengarkan penjelasan Lee Sonsaengnim yang berada didepan kelas. Entah kenapa rasa sayangku terhadap Yoo Mi melebihi kakak-kakak yang ada didunia. Aku ingin melindunginya dari apapun. Aku ingin berada disampingnya setiap saat.

Itulah salah satu alasan kenapa aku belum mempunyai pacar. Karena pasti saat aku sudah memiliki yeojacingu, perhatianku kepadanya sedikit berkurang. Meskipun masih ada Luhan, aku tetap tidak mau. Setelah aku merasa ia baik-baik saja aku melangkahkan kakiku kembali kekelasku.

~!~!~!~!~!~!~!

AUTHOR POV

“hari ini kira-kira materi untuk olahraga apa ya? Hihihi aku sudah tidak sabar melihat Choi Songsae. Kkk~” gumam Sulli—teman sebangku Yoo Mi—terkekeh sendiri dengan gumamannya. Yoo Mi mendengar gumaman Sulli dan tersadar dan mulai mengingat. Aku membawa baju olahraga atau tidak ya? Batin Yoo Mi

Yoo Mi langsung mengecheck kedalam tasnya. Dan Bingo! ternyata ia lupa memasukan baju olahraganya kedalam tasnya. “ottokhae?” Ucap Yoo Mi ke arah Sulli. Sulli yang tidak mengerti maksud Yoo Mi hanya mengerutkan keningnya. “maksudmu?” tanya Sulli. “aku lupa membawa baju olahragaku. Ottokhae Sulli-ya?” Yoo Mi merasa cemas. Sebab guru olahraga mereka termasuk guru yang disiplin. Dan pasti ia akan dihukum.

“nah. Kau ini bagaimana? Kau taukan Choi Songsae itu sangat disiplin. Bisa-bisa kau dihukum Yoo Mi-ya” Sulli ikut khawatir.

Jam pelajaran berganti. Teman-teman Yoo Mi yang lain sudah mengganti baju mereka dengan baju olahraga, Sulli juga sudah mengganti baju. Tinggal Yoo Mi yang belum mengganti bajunya. Ia sendirian duduk dikelas. Memikirkan hukuman apa yan akan ia dapatkan.

“bodoh sekali aku. Baju olahraga kan sudah aku siapkan tadi malam diatas meja belajar. Kenapa bisa ketinggalan eoh? Aahh Pabo!” Gumam Yoo Mi memukul kepalanya pelan.

“Yoo Mi-ya kau dicari Choi Songsae.” Panggil Sulli didepan pintu kelas. “Aaah Sulli-ya. Shiro! Aku takut” Yoo Mi tetap tidak bergeming dari tempat duduknya. “aish. Ppali kalau kau tidak kelapangan, hukumanmu bakal tambah parah.”

Dan disinilah Yoo Mi, dilapangan luas Seoul High School. Disaat teman-temannya mengikuti materi dari Choi Songsae dilapangan. Yoo Mi justru harus mengumpulkan sampah. Ya, Ia mendapat hukuman membersihkan sampah yang ada di sekitar gedung SHS. And you know what? SHS itu sungguh luas. Apa gila Choi Songsae itu? Aku disuruh membersihkan semua sampah ini sendirian? Di gedung seluas ini? Mati saja!

Dan ini sudah dua jam berlalu. Teman-teman Yoo Mi sudah masuk kelas kembali. Karena memang sudah jam ganti pelajaran. “mataharinya sungguh menyengat. Omma~” keluh Yoo Mi. Matanya sudah berlinang di pelupuk. Ia baru membersihkan setengah sampah di gedung SHS. Ia berjanji tidak akan pernah lupa membawa baju olahraga lagi, tidak akan pernah! Itu janjiku!

Kris tidak sengaja melihat adiknya dari balik jendela kelasnya. Ia tahu Yoo Mi sedang dihukum. Ia terkejut dan Tanpa fikir panjang. Ia segera mengangkat tangan menyela pembicaraan Jung Songsae didepan “aku izin ke toilet Songsaenim” dan langsung berhambur keluar setelah mendapat persetujuan dari gurunya.

Berlari kecil kearah kantin berniat membeli air mineral. “hyung‼” namun sebelum sampai dikantin, sebuah suara menginterupsinya. Dan terlihat Luhan mengahampiri Kris dengan setengah berlari. Menyodorkan sebotol air mineral kepada Kris. “berikan ini pada Yoo MI.” Ucap Luhan. Kris menatap air itu lalu beralih ke Luhan. “aku tidak bisa memberikannya. Aku ada praktek sekarang.” Ucapnya berbohong. Sebenarnya ia tidak ada praktek sekarang, ia hanya tidak bisa memberikannya sendiri kepada Yoo Mi.

Kris mengangguk dan berlari meninggalkan Luhan dan menghampiri Yoo Mi dilapangan. Yoo Mi tampak terkejut melihat sebotol air mineral tepat didepan wajahnya. Ia mendongak dan menemukan wajah tampan kakaknya yang menatapnya dengan wajah khawatir. “minumlah.” Kata Kris. “kenapa Oppa kemari? Oppa bisa dimarahi Choi Songsae. Cepat kembali kekelas.” Jawab Yoo Mi. “karena Kau adalah adikku, dan aku adalah kakakmu. Mau mebantahku?” tanya Kris meninggikan suaranya.

“hey anak kelas 3! Jangan membantunya! Ia sedang kuhukum. Bawa air mineral itu menjauh.” Tariak Choi Songsae dari tengah lapangan. Choi Songsae memang guru baru di SHS. Ia menggantikan guru sebelumnya untuk mengajar olahraga. Makanya ia tidak mengetahui bahwa mereka adalah adik-kakak.

“kalau seandainya adikku pingsan karena dehidrasi. Bagaimana? Ini sudah 1 jam ia berada dilapangan!” tantang Kris. “oppa, sudahlah ini memang salahku.” Yoo Mi menahan Kris, ia tidak mau ada masalah. Karena ini memang pure kesalahannya. “dan memang salah jika aku mau membantu adikku?” tanya Kris. “berani-beraninya kau bicara seperti itu padaku. Oke kalau begitu, Kau! Juga aku hukum! Ikut dengannya membersihkan sampah.” Choi songsae meninggalkan mereka.
“Songsaenim! Jangan hukum oppaku juga. Dia tidak salah songsae!” Teriak Yoo Mi, percuma Choi Songsae terlanjur geram dengan perkataan Kris dan tidak mendengarkan teriakan Yoo Mi.

“sudahlah, biar aku membantumu.” Kata Kris sambil mengusap kepala Yoo Mi dan menawarkan kembali air mineral yang tadi ditolak Yoo Mi. Dan diterima Yoo Mi dan segera ditenggak olehnya. Dan mereka kembali melanjutkan hukuman mereka. Yoo Mi merasa bahagia karena ia bisa tertawa oleh lelucon-lelucon yang dilontarkan Kris. Membuat hukumannya menjadi tidak terlalu berat.

Disisi lain, Luhan hanya bisa memandangi hyung dan adiknya dari jendela kelasnya. Seperti itu Luhan memberi perhatian lebihnya kepada Yoo Mi, selalu Kris yang menjadi media. Tapi dengan seperti itu saja ia sudah bahagia. Tidak penting baginya Yoo Mi tau bahwa dirinyalah yang memberikan air itu. Cukup dengan Yoo Mi baik-baik saja. Itu sudah cukup. Karena kau adalah adikku, dan aku adalah kakakmu.

 

TBC

18 pemikiran pada “Brother Complex (Chapter 1)

  1. Aku prnh baca komik freelance yg nyeritain tentang “brother complex.” Jadi si adik cewe suka sama kaka cowoknya. Di komik itu dijelaskan bahwa brother complex itu adalah sindrom memuja kk laki2, betul nggak thor? Bukan soktau ya, cuma ngasih tau aja saia mah 😐

  2. sweeeeeettttt bangt thor~~
    nggak kyk oppa ku xD hehe dia cuek bangtt tpi ganteng #halah 😀
    #ahsudahlah
    baguss thorr 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s