Don’t Torture Me, Sunbae! (Chapter 4)

Don’t Torture Me, Sunbae!

Author: Mingi Kumiko

Main Cast:

– Byun Baek Hyun

– Min Kyu Ra

– Kim Jong In

– Park Chan Yeol

Genre: Romance, comedy, friendship, and school life.

Rating: PG-15

***

“Huh, kenapa oppa hobi sekali memaksaku, aku tidak mau. Pokoknya tidak mau!” racauku yang emosinya mulai naik.

“Agar… agar…” jawab Baekhyun oppa tersendat-sendat.

“Agar aku bisa lebih lama bersamamu! Puas kau?!” jawab Baekhyun oppa yang membuatku terkejut.

Oppa?” panggilku lirih.

“Ah, Kyura-ya… aku sudah tidak tahan lagi!” kata Baekhyun oppa langsung berdiri. Tidak tahan lagi, maksudnya?

Tiba-tiba saja ia memandang wajahku, kemudian menarik daguku agar aku mendongak dan menatap wajahnya juga. Ia pun medaratkan bibirnya ke bibirku yang masih di penuhi mayonaise yang ada pada mozza burger ini.

Oppa..” teriakku sebelum ia menciumku secara paksa. Tapi teriakanku itu tak dihiraukannya. Ia malah terus melumat bibirku. Hingga kurasa mayonaise di bibirku berkurang karenanya.

Aku pun mencubit pinggangnya supaya ia berhenti.

“AWW!!!” jeritnya dan langsung melepaskan ciumannya itu.

“Kenapa kau malah mencubitku?” tanya Baekhyun oppa sambil memegangi pinggangnya yang tadi kucubit. “Oppa kenapa menciumku? Lihatlah! Banyak siswa lain yang melihat kita! Dan seharusnya kau ingat jika kau adalah ketua organisasi yang menjadi panutan semua siswa di sini!” rutukku.

“Ah, biarlah!” balas Baekhyun oppa tak acuh.

“Maaf, aku khilaf… ah, kenapa ketika melihat wajahmu aku jadi ingin menciummu?” gumam Baekhyun oppa sambil tersenyum sendiri. Penyakit gilanya kumat ya?

“Dasar mesum! Oppa, bibirmu belepotan mayonaise. Kau sih, aku sedang makan burger langsung seenaknya melumat bibir seorang gadis!” cibirku sambil membersihkan mayonaise yang belepotan di sekitar bibir Baekhyun oppa dengan jempolku.

“Itu ciumanmu yang keberapa? Apa itu ciuman pertamamu?” tanya Baekhyun oppa.

“Bukan, kalau tidak salah ini yang kedua.” jawabku.

Mwo? Kedua? Siapa yang sudah mengambil ciuman pertamamu, huh?” tanya Baekhyun oppa panik.

“Chanyeol oppa.” jawabku.

“Ada hubungan apa kau dengannya?” tanya Baekhyun oppa mulai tak bisa mengatur nafasnya dengan baik.

“Kami berteman sejak kecil karena kami tetangga. Saat aku usia 5 tahun kami menonton sebuah DVD film romantis milik eonnie-ku, di film itu ada kiss scene-nya, ya karena kami masih kecil dan tidak tahu apa-apa, jadi kami menirukan adegan itu. Jadilah first kiss-ku diambil olehnya, xixixi..” jelasku sambil tertawa geli jika mengingat kejadian konyol itu. Kulihat wajah Baekhyun oppa benar-benar shock dan masih tak percaya. Ia hanya bisa gelagapan mendengar penjelasanku.

“Baekhyun-ah, Kyura-ya! Ternyata kalian ada di sini. Kenapa belum pulang?” tanya seseorang, dan ternyata itu Chanyeol oppa. Dengan refleks Baekhyun oppa pun menoleh.

“Kau.. Chanyeol-ah..” kata Baekhyun oppa dengan suara dan wajah yang garang.

“Ya, itu namaku..” jawab Chanyeol oppa yang masih tak sadar dengan kegeraman Baekhyun oppa.

“Baekhyun-ah, kau kenapa? Kenapa wajahmu berubah jadi sangar begitu?” tanya Chanyeol oppa dengan wajah polosnya.

“Kemari kau Chanyeol, aku akan membuat perhitungan denganmu karena sudah mengambil ciuman pertama Kyura!” pekiknya sambil mengepalkan tangannya ingin menonjok.

“Baekhyun-ah, kau kenapa.. KABUUUUURRR!!!” kata Chanyeol oppa dan langsung bergegas lari terbirit-birit.

“JANGAN KABUR KAU, PARK CHANYEOL!” teriak Baekhyun sunbae mengejar kaburnya Chanyeol oppa. Aku yang melihat kejadian itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutku. Kenapa bisa Baekhyun oppa segempar itu saat tau ciuman pertamaku diambil oleh Chanyeol oppa. Jangan-jangan dia…

Ah, apa yang kupikirkan? Jangan terlalu suka GR, Kyura! Nanti kalau apa yang kau kira tak sesuai harapan, pasti kau akan sakit hati.

Waktu berselang, akhirnya Baekhyun dan Chanyeol oppa pun kembali. Betapa terkejutnya aku setelah mendapati kini hidung dan bibir Chanyeol oppa telah disumpel dengan penjepit jemuran.

Omo!!! Baekhyun oppa, kau apakan Chanyeol oppa?” tanyaku kaget.

“Seperti yang kau lihat..” jawab Baekhyun oppa tertawa puas.

“Kau dapat penjepit jemuran dari mana?” tanyaku heran.

“Aku minta pada tukang kebun.” jawabnya.

“Kura.. melp i.. (Kyura, Help me!)” kata Chanyeol oppa tidak jelas.

“Kau bicara apa, oppa?” tanyaku tak mengerti.

Aish, sudahlah jangan di perdulikan dia, Kyura..” kata Baekhyun oppa yang menghalangiku untuk mendekati Chanyeol oppa.

“Baekhyun oppa, kau kenapa sih, sikapmu aneh terus. Setelah tadi menciumku tiba-tiba sekarang melarangku untuk mendekat pada Chanyeol oppa!” gerutuku.

“Karena kau hanya boleh jadi milikku! Kau tak boleh alihkan pandanganmu pada lelaki lain selain aku!” jawab Baekhyun oppa dan langsung merengkuhku.

“Apa’an, sih?! Lepasin!” pekikku sambil menggeliat agar Baekhyun oppa melepas tangannya dari bahuku.

“Nggak mau!” balas Baekhyun oppa malah makin memperkuat rengkuhannya.

“Mau tidak, jadi… pacarku?” bisiknya.

“Tidak mau.” jawabku ketus.

“Lho, kenapa?” tanyanya heran.

“Kau kan jahat. Hmmm, tapi… menyanyilah untukku dulu!” jawabku.

“Oke.. eqhemb.. I love you, baby I’m not a monster..” ia pun menyanyikan lagu itu dengan gaya yang benar-benar aneh.

“Aku tahu kau bukan monster…” kataku.

“Jangan alihkan pembicaraan. Mau tidak?”

“Eeee, ya deh!” jawabku kaku. Ih, ini acara menyatakan cinta macam apa sih? Tidak ada romantis-romantisnya sama sekali! -_-“

“Tapi kenapa kau malah menyanyikan lagu Big Bang?” tanyaku tiba-tiba.

“Karena aku bukan fanboy-nya f(x) seperti manusia itu tuh..” jawab Baekhyun, sepertinya aku tahu itu menyindir siapa.

“Ngomongin aku ya?” sambar Chanyeol oppa yang tiba-tiba saja sudah terbebas dari penjepit jemuran yang bersarang di mulut dan hidungnya.

***

Aku sedang duduk di bangku taman sendirian sambil menikmati snack yang tadi telah kubeli di kantin. Tanpa Baekhyun oppa. Dia bilang tadi ada urusan.

“KYURA-YA! KYURA-YA!” panggil seseorang dari kejauhan. Ia pun mendekat lalu berhenti sebentar sambil mengatur nafasnya yang terngah-engah.

“Kau kenapa, Jihae? Kok seperti panik begitu?” tanyaku heran.

“Aku memang panik. Bahaya, SMA sebrang sedang memalak upeti. Jika tidak diberi mereka menghajar murid satu per satu!” jelas Jihae.

“Benarkah? Ayo kita ke sana!” seruku dan langsung berlari menuju lokasi kejadian bersama Jihae.

*BUGHH!*

Seorang murid dari sekolahku terjatuh setelah ditonjok oleh salah satu siswa SMA sebrang.

HENTIKAAAANNN!!!” jeritku yang berharap agar murid-murid asing itu berhenti menyerang. Lelaki yang tadi menonjok temanku itu pun menoleh setelah mendengar jeritanku yang cukup keras itu.

“KIM JONG IN?!” aku tersentak kaget mendapati siapa lelaki yang menoleh itu. Kim Jong In? Lelaki yang dulu pernah menyatakan perasaannya padaku saat kami masih masa-masa SMP?!

– Flashback –

Kubereskan buku-buku yang sedang berserakan di atas mejaku karena setelah ini jam pulang. Saat aku membuka tasku untuk memasukkan bukuku ke dalamnya, terlihat sebuah kartu berbentuk hati berwarna merah muda, aku sama sekali tak merasa membawanya saat aku berangkat tadi, bahkan ketika istirahat tadi masih belum ada. Karena penasaran, aku pun mengambil kartu itu.

Aku membuka kartu itu.kemudian membaca dengan perlahan tulisan yang ada di kartu itu.

“Kyura-ya.. ada sesuatu yang ingin kubicarakan padamu. Kuharap kau bisa menemuiku sepulang sekolah nanti di taman sekolah, aku menunggumu

Terima kasih 🙂

– Jongin”

O, jadi ini dari Jongin. Jika ingin bertemu denganku kenapa harus menggunakan kartu seperti ini? Bicara langsung padaku kan bisa.

Akhirnya bel pulang berbunyi, aku teringat dengan kartu Jongin tadi. Aku pun bergegas menuju taman sekolah untuk menemui Jongin.

Ketika sampai, kulihat sosok Jongin yang tengah berdiri sambil meletakkan tangannya di dalam saku seragam.

“Jongin!” panggilku dan ia pun sontak menoleh.

“Kyura…” sahutnya. Aku pun menuju ke tempat ia kini berada.

“Ada perlu apa, Jongin?” tanyaku. Ia pun tiba-tiba merapat dan mempersempit jarak di antara kami berdua.

“Aku.. aku.. ingin jujur tentang perasaanku.” jawabnya.

“Eh? Maksudmu?” tanyaku bingung.

“Aku memendam rasa ini sejak lama. Aku mencintaimu.. Hmmm… mau kah kau jadi pacarku?” tanyanya.

“Kau serius, Jongin?” tanyaku. Dan ia pun hanya membalas dengan anggukan.

Aku segera menarik nafas untuk menjawab tawarannya itu.

“Maaf, Jongin, bukannya aku sombong. Tapi, kurasa aku masih terlalu muda untuk berpacaran. Usiaku baru 14 tahun. Aku juga ingin fokus pada sekolah, sebentar lagi kan kita menghadapi Ujian, bukan? Kita bersahabat saja ya..” ujarku lirih.

“Tapi, aku jamin nilaimu tidak akan jelek hanya karena menjalin hubungan denganku.” katanya menyakinkanku.

“Maaf, Jongin.. aku tidak bisa..” balasku dan aku pun pergi meninggalkannya.

– Flashback End –

“Min Kyu Ra, lama tidak bertemu.” balasnya sambil tersenyum.

“Mau apa kau ke mari, cepat pergi! Bukannya kau orang kaya, tapi kenapa kau masih saja meminta upeti?” bentakku. Sebenarnya aku sama sekali tidak mood untuk membentaknya, tapi karena sikapnya sudah keterlaluan, terpaksa aku melakukan ini.

“Memangnya kenapa, tidak boleh? Ini kan demi keamanan murid-murid di sini juga.” katanya sambil mengipas-ngipaskan uang hasil palakannya.

“Pergilah, kami sudah aman tanpa kau memalak upeti!” balasku.

“Aku akan pergi sebelum..” tiba-tiba saja ia langsung menarik tubuhku dengan tangan kirinya, kemudian mendorong kepalaku agar lebih menatap wajahnya. Segera ia memiringkan bibir, dan langsung menciumku.

Aku pun terkejut, aku ingin melepaskan diriku. Ini sangat memalukan! Tapi tidak bisa, tubuhnya terlalu kekar untuk kuelak. Ia bermain dengan bibirku semaunya sendiri. Deru nafasnya jelas terasa di sekitaran wajahku. Kai membuat desahannya sendiri. Aku terus berusaha memundurkan bibir, sama sekali tak membalas ciumannya yang kasar.

Kemudian ia mulai menggunakan lidah, memaksa bibirku untuk terbuka, tapi aku tetap menghindar. Terbesit di otakku untuk menendang bagian kemaluannya dengan lututku.

Aku mengumpulkan seluruh tenaga untuk melakukan hal itu, dan…

JLEB!

Jongin langsung mundur saking sakitnya.

“KYURA!” terdengar seseorang meneriakkan namaku. Aku pun menoleh, itu… BAEKHYUN OPPA? Mati kau, Kyura!

Oppa, ini tidak seperti yang kau pikirkan!” pekikku dan segera menghampiri Baekhyun oppa. Aku meraih tangannya dan dengan cepat ia menepisnya. Ia pun segera meninggalkanku dengan memasang wajah jengkel.

Oppa!!” panggilku lagi sambil berteriak, tapi ia sama sekali tak memperdulikanku.

“Dia itu siapa sih?” tanya Jongin dengan wajah yang sama sekali tak merasa bersalah.

PLAKK!

Aku menamparnya dengan sangat keras.

“Apa maksudmu menciumku tadi, huh? Lihat sekarang hubunganku dengan pacarku jadi berantakan!” bentakku kesal dan hampir menangis.

“O, jadi dia pacarmu. Kok kayanya lembek gitu ya? Tidak jantan sama sekali. Kalau dia benar-benar lelaki, harusnya kan dia menghajarku karena sudah mencium pacar kesayangannya. Cih!

By the way, ciumanku yang tadi untuk perasaanku padamu yang tak terbalaskan, Kyura-ya.. Ayo, guys! Kita pergi. Kita sudah dapat banyak upeti.” jawab Jongin sambil langsung pergi dan menyunggingkan senyuman sok manis padaku.

“Jangan pernah memalak lagi!” kataku memerintahnya.

“Oke, karena aku telah mendapatkan kesenangan dari bibirmu. Walaupun organ pentingku sakit, sih.. Tenang, aku tak akan meminta upeti lagi.” jawab Jongin sambil mencolek daguku. Menjijikkan!

Aku pun berlari sesuai arah Baekhyun oppa tadi berjalan. Aku ingin menjelaskannya pada Baekhyun oppa.

Aku pergi ke ruang OSIS, mungkin saja dia ada di sana. Dan tebakanku benar. Aku menghampirinya dan mencoba mengajaknya bicara.

“Oppa-ya…” panggilku. Tapi ia sama sekali tak meresponnya, menoleh padaku saja tidak sama sekali.

Oppa, ini bukan kemauanku, dia yang tiba-tiba men…” jelasku tersendat, kudapati Baekhyun oppa yang kini sedang menutup telinga dengan headset. Jadi ia sama sekali tak mau mendengarkanku? Itu maunya, ya sudah! Baiklah, percuma saja aku menjelaskannya jika ia sama sekali tak mau mendengarku. Aku pun memutuskan pergi dari ruangan ini.

Bel pulang berbunyi, aku segera pulang tanpa mampir ke ruangan OSIS seperti biasanya. Aku malas bertemu Baekhyun oppa. Lelaki yang menyebalkan dan tidak mau mendengar penjelasan orang yang sama sekali tak bersalah.

“Aku pulang…” ucapku sambil membuka pintu ruma. Aku pun segera berlari menuju kamar. Setelah sampai, langsung saja kubaringkan tubuh di kasur empukku tanpa berganti baju terlebih dulu. Tapi apa lah arti kasur empuk jika suasana hatiku buruk, tak akan terasa nikmat. Aku membenamkan wajahku di bawah bantal berbentuk hati. Aku mengingat kejadian tadi siang, dan tanpa sadar air mataku menetes. Aish, kenapa aku jadi cengeng?

Jadi selama ini Jongin masih menyukaiku, dia juga dendam karena aku menolaknya. Maaf, Jongin-ah… tapi aku juga punya alasan yang kuat kenapa aku menolaknya. Ah, tapi dia telah melakukan hal tercelah padaku, membuat rasa ibaku padanya hilang saja! Jongin kini telah masuk dalam list orang menyebalkan dalam kehidupanku.

***

Pagi hari, alarm berdering, membangunkanku dari tidur tak nyenyakku. Aku terkejut melihat tubuhku yang masih dibalut dengan seragam. Jadi dari siang sampai pagi aku hanya tidur tanpa makan, tidur, sikat gigi, atau pun mengoleskan krim? Astaga, Min Kyu Ra… kau sudah seperti kerbau, jorok sekali!

Aku benar-benar malas sekolah hari ini. Aku bolos saja ah, mama dan papaku juga sedang pergi ke rumah nenek, mereka tidak akan tahu. Aku malas melihat wajah yang berlimpah eyeliner milik Baekhyun oppa, pacarku sendiri. Dia sendiri yang tak acuh padaku, dia pikir tak bisa tak acuh juga padanya apa? Aku bisa, bahkan sangat mudah bagiku. Sebelum dia mengajakku bicara, aku tidak akan mengajaknya bicara juga. Aku bersumpah!

Di sisi lain…

Tumben sekali hari ini Kyura tidak kelihatan? Kemana ya dia? Apa dia tidak masuk, tapi kenapa? Kulihat kemarin dia sehat wal’afiat. Apa dia tidak masuk gara-gara kejadian kemarin? Huh! masa dia selabil itu sih?

Kulihat seorang gadis sedang berjalan di depanku, bukankah dia Jihae, siswa yang sering bersama dengan Kyura, lebih baik aku menanyakan padanya.

“Jihae!” panggilku.

“Ya, sunbae. Ada apa?” tanyanya.

“Kau tahu di mana Kyura?” tanyaku.

“Kyura tidak masuk hari ini, yang aku heran kenapa dia bisa tidak masuk tanpa keterangan.” jawab Jihae.

“Maksudmu dia membolos?” tanyaku dan ia pun mengangguk namun seperti kurang yakin.

“O, terima kasih informasinya.” ucapku.

Dia mencoreng nama baik OSIS saja, masa tidak masuk tanpa alasan? Aku jadi khawatir padanya, walaupun begitu dia kan masih pacarku. Sudah kuputuskan, nanti siang aku akan ke rumahnya.

***

Sudah jam 13.00, pasti sekolah sudah memulangkan murid-muridnya. Seharian ini hanya kuhabiskan hidupku di kamar. Tidak akan membosankan jika aku bersama iPad, hahaha~

Tiba-tiba saja seorang lelaki memasuki kamarku tanpa mengetuk pintu. Untuk apa diketuk, orang tidak ditutup, apalagi dikunci. Aku memang bukan tipe orang yang suka menutup pintu kamar, biar saja semua tahu keadaanku. Biar semua orang tau jika aku sedih karena Byun Baek Hyun! Oke, ini lebay… ==”

“Chanyeol oppa!” pekikku.

“Ya, itu namaku.” jawabnya. Kata-katanya tak pernah berubah setiap ada orang yang menyebut namanya, huh!

Oppa kenapa ke mari?” tanyaku.

“Aku khawatir padamu, kenapa kau tadi tidak masuk sekolah?” tanyanya.

“Aku malas saja.” jawabku datar.

“Karena Baekhyun?” tanyanya. Dan aku pun hanya mengangguk pertanda iya.

Oppa, Baekhyun oppa jahat sekali padaku. Mendengar penjelasanku saja tidak mau. Kau tahu kan masalahnya bagaimana?” ujarku.

“Tentu saja aku tahu, semalam kau sudah menceritakan masalah itu hingga berkali-kali.” balas Chanyeol oppa.

Oppa, apa yang sebaiknya aku lakukan?” tanyaku dan langsung memeluknya. Tenang, ini hanya pelukan antara sesama tetangga. Aku sama sekali tak berniat selingkuh. Kami sudah biasa seperti ini. Hubungan kami kan seperti kakak-adik.

“Tunggu saja hingga emosi Baekhyun mereda, kalian berdua pasti akan baikan lagi, kok..” ujar Chanyeol oppa mengelus rambutku.

Tiba-tiba saja seorang lelaki datang dari balik tembok kamarku.

“Baekhyun-ah..” panggil Chanyeol oppa.

“Pagar makan tanaman kau, Park Chan Yeol!” pekik Baekhyun oppa menjatuhkan bunga yang ada di tangannya dan langsung bergegas berbalik arah dan pergi.  Kenapa baru datang langsung pergi?

“Baekhyun-ah! Baekhyun-ah!” panggil Chanyeol oppa.

“Kau mau apa memanggilnya, oppa?” tanyaku.

“Ingin menjelaskan padanya.” jawab Chanyeol oppa dengan ekspresi panik.

“Ah, mungkin kau juga akan bernasib sama sepertiku, ia akan menutup telinganya dan tak akan mendengarkan penjelasanmu. Biarkan emosinya mereda, kalian berdua pasti akan baikan lagi, kok..” balasku menjiplak kata Chanyeol oppa barusan.

“Hey, kau menjiplak kata-kataku!” kata Chanyeol oppa.

“Hehehe.. habis, kata itu yang paling cocok sih!”

“Kyura, aku pulang dulu ya. Aku lapar!” kata Chanyeol oppa.

“Oke, maaf ya oppa tak bisa menyuguhimu apa-apa, kau tahu kan rumahku kosong, badanku lemas, dan aku juga tidak bisa memasak kecuali air dan mie rebus.” balasku.

“Iya, tidak apa-apa… cepatlah beri perawatan intensif pada lingkar matamu itu. Sudah seperti panda, pasti kau menangis semalaman ya?” tanya Chnayeol oppa.

“Tidak, saat aku bermain twitter tadi pagi dan di TL aku melihat tweets @baconKece506 (ngarang akun) aku langsung menangis mengingat kejadian kemarin. Semalaman kemarin aku tidur, kurang kerjaan sekali menghabiskan malam panjang dengan menangis!” jawabku.

“@baconKece506? Itu twitternya siapa?” tanya Chanyeol oppa penasaran.

“Baekhyun oppa, twitter lamanya suspend, jadi dia membuat yang baru.” jelasku.

“Hmmm… tapi kenapa dia tidak mem-follow-ku?” tanya Chanyeol oppa.

Oppa, ingat! Kau kan tidak punya twitter -_-” sahutku.

“O iya lupa >_<” balas Chanyeol oppa tersenyum memamerkan gigi putih, bersih bening seperti tanpa kacanya itu.

“Memangnya dia men-tweet apa sih?” tanya Chanyeol oppa penasaran.

“Ini!” jawabku sambil menunjukkan layer tablet PCku yang berisi TL Baekhyun oppa.

“@baconKece506 : 94 8154 M0v3 0n… :’(((” (read : @baconKece506 : Ga bisa move on :’((()

“Astaga.. kenapa di TLnya penuh dengan angka tidak jelas?” komentar Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya dan masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.

“Kau lihat sendiri kan oppa, dia sudah berpikiran untuk move on!” rutukku.

“Dia kan bilangnya susah untuk move on. Artinya dia susah melupakanmu. Dan artinya lagi dia sangat menyayangimu!” kata Chanyeol oppa.

“Tapi dia sedang mencoba melupakanku!” gerutuku.

“Ah, terserah!” jawab Chanyeol oppa pasrah.

“Ya sudah, aku pulang dulu.” ucap Chanyeol oppa dan segera menuju ambang pintu. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti tepat di sebelah bunga yang tadi Baekhyun oppa jatuhkan. Sebenarnya tadi aku ingin mengambilnya, tapi nanti saja lah setelah Chanyeol oppa pulang.

Chanyeol oppa pun berjongkok dan mengambil rangkaian bunga itu.

“Kyura-ya, ini bunga dari Baekhyun! Ada coklatnya juga, bukannya kau tak suka coklat? Untukku saja ya!” seru Chanyeol oppa sambil berbalik arah dan langsung menyerahkan bunga itu padaku.

“Ya, terima kasih sudah membantu mengambilkannya.” ucapku menerima bunga itu.

“Dia perhatian sekali padamu sampai membawakan bunga. Aaaa~ so sweet..” kata Chanyeol oppa mulai lebay. Dan ia pun kembali berbalik arah untuk segera pulang.

“O iya, kalau lapar, ke rumahku saja minta makannya!” Chanyeol oppa mengingatkan. “Tenang… aku pasti ke sana!” balasku.

Kulihat bunga itu, bunga anggrek yang cantik, aku suka! Kulihat di dalam bungkus bunga itu terdapat sebuah kartu berwarna merah muda, mengingatkanku dengan kartu pemberian Jongin saja! Kubuka perlahan kartu itu, di dalamnya terdapat tulisan yang begitu cantik. Apa mungkin ini tulisan Baekhyun oppa?

“Kyura-ya.. aku tahu aku salah tak mendengarkan penjelasanmu kemarin

Kenapa hari ini kau tak masuk sekolah tanpa keterangan? Aku sangat mengkhawatirkanmu tahu!

Aku tidak mau tau pokoknya besok kau harus masuk sekolah, oke??

Saranghae ♡♡♡

– Baekhyun”

Omona~ tulisannya membuatku senyum-senyum sendiri. Jadi dia khawatir saat aku tidak masuk tadi? Maka dia bela-belakan ke sini? Aaa~ tak kusangka aku punya pacar seromantis itu. Mungkin sekarang pipiku sudah sangat memerah.

Lalu tadi kenapa Baekhyun oppa langsung kabur dan menjatuhkan bunga ini? Jangan-jangan dia mengira aku selingkuh lagi dengan Chanyeol oppa? Oh my god! Lagi-lagi salah paham. Kenapa sih salah paham sangat hobi muncul dalam hubungan kami? Tapi itu juga bukan sepenuhnya salahku, aku kan sedang sedih dan galau, bukankah saat sedih aku biasa memeluk dan menceritakannya pada Chanyeol oppa? Dia kan tetangga baikku, seharusnya Baekhyun oppa bisa mengerti. Haha, tetap tak pernah mau disalahkan, itulah diriku.

***

Hari ini aku bersiap-siap ke sekolah. Sebenarnya aku masih malas sekali masuk sekolah. Mataku masih sembab, aku malu jika akan diledek oleh teman-temanku, dua hari yang lalu kan banyak yang melihat kejadian ketika aku dicium Jongin. Kalau sampai jadi trending topic bagaimana? Aku bisa malu!

Kini aku pun telah sampai di depan gerbang. Aku bingung menentukan ke mana aku harus masuk. Antara ruang kelas atau ruang OSIS. Kalau masuk ruang OSIS aku masih sangat canggung dengan Baekhyun oppa.

Tiba-tiba saja Luhan sunbae lewat di depanku.

“Kyura, kau masuk sekolah juga akhirnya. Baekhyun selalu risau mencari-carimu kemarin. Kenapa diam di sini? Cepatlah masuk!” kata Luhan sunbae sambil menunggingkan senyumnya. Ini kan masih pagi, tidak baik jika memasang wajah garang.

“Baekhyun oppa ada tidak? Kalau ada, aku tidak mau masuk ruang OSIS.” balasku.

Ya! Itu kan sudah kewajibanmu sebagai anggota OSIS. Profesional lah, jangan meliriknya sama sekali.” saran Luhan sunbae.

“Apa itu akan berhasil mengurangi rasa canggungku?” tanyaku.

“Entah, coba saja dulu,” jawab Luhan sunbae juga tidak yakin juga.

“Aish, kau lama sekali. Cepat!” kata Luhan sunbae langsung menarik tanganku.

Luhan sunbae pun melepaskan tarikannya saat kami sudah sampai di ruang OSIS. Kulihat yang ada di ruangan itu hanya ada Sehun dan Baekhyun oppa.

“Selamat pagi, Kyura..” sapa Sehun sunbae.

Ne, sunbae..” jawabku sambil membungkukkan badan, membalas sapaan ramah Sehun sunbae, terbalik dengan Baekhyun oppa, pacar yang sangat aku cintai itu hanya diam tanpa menoleh padaku sama sekali. Hello! aku ada di sini oppa… apa kau tak melihatku? Aku ini kasat mata, tidak ghaib! Sebagai pacar yang baik seharusnya kau menyapaku!

“Aduh, aku kebelet pipis, aku ke kamar mandi dulu ya…” kata Luhan sunbae langsung lari terbirit-birit.

“Luhan-ah, tunggu! Aku juga ikut!” sambar Sehun sunbae sambil langsung lari terbirit-birit mengejar Luhan sunbae. Mereka berdua memang tak bisa dipisahkan. Dulu aku sempat cemburu pada Sehun sunbae, kenapa bisa seakrab itu dengan Luhan sunbae?

Aku ini fangirl-nya Luhan sunbae, ingat hanya fangirl, tidak ada perasaan lebih.

Aku baru sadar yang ada di ruangan ini hanya aku dan Baekhyun oppa. Ah, aku pergi saja! Untuk apa di sini jika hanya berdiam-diaman dengan Baekhyun oppa? Tak akan seru!

Saat aku sudah sampai di ambang pintu, tiba-tiba saja ada tangan yang mengahalangi aku pergi. Aku menoleh, kulihat Baekhyun oppa kini menggenggam tanganku dengan tatapan aneh, aku jadi ingat ketika aku berkunjung ke rumahnya untuk menjenguknya, lalu ia memohon padaku agar aku memanggilnya oppa. Seperti itu lah tatapan yang ia perlihatkan. Déjà vu!

“Lepaskan!” pekikku, entah kenapa aku ingin mengatakan hal itu. Kenapa? Aku tidak tahu! Dan akhirnya tanganku pun berhasil lepas dari tangan Baekhyun oppa.

“Kyura-ya!” panggilnya dan betapa terkejutnya aku kini sekarang ia malah mendekapku dari belakang. Bisa kurasakan deru nafasnya berhembus di leherku.

Oppa, lepaskan aku!” pekikku mencoba melepaskan diri, tapi tidak bisa, tenagaku tak sebanding dengannya.

Shireo!” jawabnya. Hobinya memang memaksa.

“Maafkan aku, seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu dua hari yang lalu. Aku yang salah karena tak bisa melindungi gadis yang paling kucintai dari Jongin sialan itu! Aku sudah mendengar semuanya dari Chanyeol…” ujar Baekhyun oppa.

“Ya, bagus jika oppa sudah sadar.” kataku datar. Seharusnya aku senang, tapi aku malah tak merasakan apa-apa. Kenapa? Dan lagi-lagi aku tidak tahu. Aku pun langsung melepaskan dekapan Baekhyun oppa.

“Ya, oppa aku maafkan. Aku juga minta maaf kemarin sudah membuatmu cemburu karena kemarin aku memeluk Chanyeol oppa.” kataku.

“Kau PD sekali, aku tidak cemburu kok!” sahutnya mengelak. Cih, di saat seperti ini, masih saja tetap jaga image!

“Jangan bohong, kalau tidak cemburu kenapa langsung lari dan tidak masuk kamarku?” tanyaku menggodanya.

“Hmmm… itu… ah, sudahlah, jangan bahas itu!” katanya, pasti dia kehabisan kata-kata. Hahaha~

“Mau oppa sekarang apa, kita sudah tak akan berdiam-diaman lagi kan?” tanyaku.

“Kau pasti tahu apa yang aku mau!” jawabnya yang membuatku bingung, aku tidak tahu apa yang ia mau. Sunnguh!

“Apa? Beritahu padaku!” kataku.

“Bibirmu!” jawabnya.

Oppa, kau sudah punya bibir sendiri, kenapa masih mau meminta bibirku?” tanyaku pura-pura bodoh sambil memasang muka polos. Padahal aku tahu apa maksud perkataan itu.

Tiba-tiba Baekhyun oppa pun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Entah hanya berapa mili meter kah jarak antara wajah kami saat ini. Mataku berkedap-kedip saking groginya saat aku menatap mata Baekhyun oppa lekat-lekat.

Aish, apakah aku harus berciuman lagi? Kalau dihitung ini sudah yang ke berapa kali?

“Hey! Apa yang akan kalian lakukan? Jangan melakukan hal seperti itu di sekolah. Apa lagi kau Baekhyun-ah, kau ini anggota OSIS bahkan kau ketuanya! Kau mau mengajari kami berbuat mesum, huh?” omel Kyungsoo sunbae yang tiba-tiba sudah ada di ambang pintu. Secara otomatis Baekhyun oppa pun langsung menjauhkan wajahnya dari hadapanku. Fuhfuhfuh!

“Kyungsoo-ya, kau mengganggu saja!” bentak Baekhyun oppa.

“Aku ini menghindarkanmu dari maksiat(?) yang berlebihan!” sahut Kyungsoo sunbae.

“Iya iya, aku tidak akan melakukannya. Sudah, pergi sana!” usir Baekhyun oppa pada Kyungsoo sunbae. Dan Kyungsoo sunbae pun langsung pergi dari ruangan OSIS ini.

“Kapan-kapan saja kita lakukan itu, oppa…” kataku.

“Tapi kapan?” tanyanya tak sabaran.

“Nanti, jika aku ulang tahun!” jawabku.

“Tapi ulang tahunmu itu masih lama. Takutnya kan…..” kata Baekhyun oppa belum selesai.

“Apa? Kau berharap kita putus setahun yang akan datang. Begitu?” sambarku memotong perkataan Baekhyun oppa.

“Hummm? BUKAN!” jawabnya.

“Lalu bagaimana dengan tweet-mu kemarin kau bilang susah move on?!” tanyaku.

Tweet? Di twitter yang mana?” tanyanya.

“@baconKece506” jawabku.

“Oh, twitter yang itu, ada alay yang membajaknya lagi. Biasalah, orang populer, banyak cobaannnya gitu!” keluh Baekhyun oppa.

“Lalu kau pakai twitter yang apa?” tanyaku.

“@pacarnyaKyura.” jawab Baekhyun oppa sambil tersenyum.

“Aaaa~ oppa.. bisa saja jika memakai username, aku jadi malu…” Kataku sambil menutup wajah dengan tanganku.

– END –

Akhirnya FF ini sampai pada last chapter ya… Fuhfuhfuh!

Itu endingnya… adnvsgugidvlakpqxbv >/////<

Maaf ya, sumimasen, mianhae, kalau ndak memuaskan, trus kalo ada typo, tapi itu aku usahain seteliti mungkin lho! XD

Need a reviews! ^^

Iklan

38 pemikiran pada “Don’t Torture Me, Sunbae! (Chapter 4)

  1. gggoommmbbbaallaannn maut ala BYUN BAEKHYUN….. hahaha….

    hbngn mrka labil, bntr2 romance bntr2 brtengkar…. hhhmmm… cinta ank2 muda ^_^

    lnjt dong thor, ditnggu loh…. ^_^

  2. Thor keren banget !!!
    Si baekhyun pemaksa banget ya …
    Tapi itu yang buat dia di cerita ini keren …!!
    Bikin sequelnya dong thor … 😉
    Keep writing ya thor !!
    Hwaiting !! Ganbate !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s