Don’t Torture Me, Sunbae! (Chapter 1)

Author: Mingi Kumiko

Cast:

– Min Kyu Ra (OC)

– Byun Baek Hyun

– Park Chan Yeol

– Park Ji Hae (OC)

Genre: School life, comedy, romance, and friendship.

Rating: PG-15

 sunbae...

“Baik, kali ini aku akan membacakan aturan-aturan yang harus kalian taati apabila menjalani MOS, dengarkan dengan seksama karena aku tidak akan mengulanginya 2 kali!” terang salah seorang petinggi OSIS Renaissance High School itu panjang lebar.

 

“Tugasnya banyak sekali ya..” keluh Jihae pada kawan yang duduk di sebelahnya, Kyura.

“Ya, jika harus meminta tanda tangan guru, staff, atau pun petugas kebersihan, kuyakin mereka dengan ikhlas akan langsung memberikannya, tapi jika anggota OSIS, kurasa harus setengah mati merayu mereka untuk sebuah tanda tangan. Aku ingat sekali jaman SMPku seperti apa.” timpal Kyura frustasi.

“Jangan ber-negative thinking dulu, ayo kita mulai mencari tanda tangan para anggota OSIS.” ajak Jihae.

“Oke, ayo!” balas Kyura bersemangat.

 

“Kau tahu, menurut kabar yang beredar, hampir semua pengurus OSIS di sini itu cowok, lho!” ujar Jihae.

“Wah, benarkah? Jadi lebih banyak yang tampan ya daripada yang cantik, hahaha~”

“Dasar Min Kyu Ra!”

 

Kyura dan Jihae pun menghampiri 2 orang anggota OSIS yang kini masih saja asyik mengobrol.

“Permisi, sunbae..” ucapku pelan, takut bila mereka terganggu, apa lagi marah. Jangan sampai!

“Ya, ada perlu apa?” tanya salah satu sunbae itu.

“Kami ingin minta tanda tangan, boleh tidak?” tanya Jihae.

“Tanda tangan, kau mau membayarku berapa?”

“Ayolah sunbae… masa kami harus membayar terlebih dahulu, kasihanilah kami ini..” kata Kyura dengan nada memelas.

“Satu syarat, menarilah dulu!” perintah salah satu dari dua senior itu yang bisa dibilang sangat tampan dan berkulit putih susu.

“Menari? Tapi kami tidak bisa menari.” ujar Kyura tak percaya diri.

“Apa susahnya menari? Kau hanya perlu melakukan seperti ini!” ucap senior mereka sambil berdiri lalu memperagakan gerakan freeze.

Omona~ benar-benar keren! batin Kyura yang tercengang dengan aksi seniornya itu.

“Atau bisa seperti ini!” timpal senior yang satunya sambil memperagakan fingers tating dengan sangat santai. (Fingers tating itu seperti yang di iklan walls mini cornetto.)

“Mudah kan, tidak perlu berdua, salah satu dari kalian saja dan kami akan berikan tanda tangan.” ujarnya. Tapi tak ada salah satu dari Kyura dan Jihae yang berani maju untuk menerima tantangan dari kedua senior yang penuh dengan syarat itu.

 

Hmmm.. jadi benar-benar tidak ada yang berani, jadi lebih baik aku tunjuk salah satu dari kalian saja. Dan aku memilihmu!” kata senior itu sambil menunjuk Kyura.

“Maksudnya aku harus menari, gitu?” tanya Kyura ragu.

“Tentu!” jawabnya. Oh my god! Aku tidak berpengalaman. Kyura berdecak frustasi.

 

Biarlah, demi tanda tangan dari kedua sunbae-ku ini!

Dan akhirnya, Kyura pun menarikan sebuah tarian yang ada dalam pikirannya.

Nanananananana electric

Nanananananana electric

Nanananananana e e e electric shock!

Nanananananana electric

Nanananananana electric

Nanananananana e e e electric shock!

 

Kyura menari sambil bernyanyi-nyanyi kecil untuk men-cover tarian dari f(x) – Electric Shock, lagu dan gerakan yang akhir-akhir ini sangat ia gemari. Entahlah itu baik atau tidak, tapi ia rasa itu sangat buruk.

“Sudah cukup,” kata senior itu menghentikan tarian Kyura, ya karena memang tariannya sudah selesai.

“Tadi kau bilang tidak bisa, tapi kenapa itu bisa?” tanyanya dan hanya dibalas dengan senyuman kecil.

“Karena kau sudah berhasil menghadapi tantanganku, berikan bukumu, biar kutanda tangani!” kata kedua sunbae itu. Merekapun menuliskan nama mereka lalu memberikan tanda tangannya. Dilihat sekilas saat mereka menulis nama mereka.

Jadi yang tinggi, berkulit putih susu, dan melakukan freeze tadi bernama Oh Sehun, sedangkan yang mungil, imut, dan benar-benar membuat mataku tak henti-henti melihatnya itu bernama Xi Lu Han… gumam Kyura.

 

Setelah lama berkeliling ngalor-ngidul, pontang-panting ke sana-ke mari, akhirnya hampir semua tanda tangannya anggota OSIS sudah Kyura dapatkan. Beberapa dari mereka memberikan tanda tangannya secara cuma-cuma tanpa banyak syarat, yang  ia ingat yang berlaku seperti itu adalah Jongdae, Minseok, Kyungsoo, Yixing, dan Joonmyeon sunbae, mereka benar-benar baik pada Kyura.

Berbeda dengan Kris, Tao, Luhan, dan Sehun sunbae yang memberinya tantangan aneh. Menyuruh menari, menyanyi, nge-rapp, bahkan yang paling parah adalah Kris sunbae yang menyuruhnya memberi gombalan padanya,

Dikira aku cewek macam apa mau menggombali cowok? Untung dia sunbae-ku, maka ambisiku untuk mencakar-cakar wajah dan menonjoknya itu bisa kuurungkan! rutuknya dalam hati. Ia masih sangat kesal dengan perlakuan Kris padanya.

 

Dilihatnya satu kolom yang masih kosong, ia tahu benar kalau itu adalah kolom untuk ketua OSISnya.

“Eh, kau sudah dapat tanda tangan ketuanya belum?” tanya Kyura pada seorang siswi yang sejujurnya belum ia kenal.

“Belum. Susah sekali, dia selalu menghindar.” jawab siswi itu.

“Ciri-cirinya gimana sih?” Kyura bertanya lagi.

“Matanya sipit, tidak terlalu tunggi juga. Imut-imut lah wajahnya.”

“Benarkah? Oke, terima kasih.”

 

Saat sedang asyik berjalan tanpa Jihae, karena dia bilang lelah dan ingin pergi ke kantin dulu, jadi terpaksa Kyura memburu tanda tangan sang ketuanya sendiri.

 

Kyura terus saja berjalan sambil celingukan, mungkin saja ia menemukan ketua OSIS yang daritadi dicarinya itu. Barusan saja, Kyungsoo –seniornya– mengatakan, hari ini si ketua menjabrik rambutnya.

 

Mana ya dia? Seperti apa sih wajahnya, tampan kah, atau mungkin standart? 

Tiba-tiba saja ia melihat seorang lelaki berlari terbirit-birit ke arahnya. Lalu ia pun segera duduk di lantai dengan nafas terengah-engah.

“Haduh, capeknya…” desisnya sambil menarik nafas. Kyura melihat wajahnya sekilas, kemudian naik seidkit. Rambutnya jabrik?

Ya! Jangan-jangan dia Byun Baek Hyun yang kucari sejak tadi itu!

“Apa lihat-lihat, minta colok??” tanyanya sinis seperti ingin mengajak Kyura berkelahi.

“Kau galak sekali, sih?!” Kyura mendengus kesal.

“Terserahku dong, punya hak apa kau melarangku?”

“Siapa yang melarangmu, aku hanya tidak suka dengan sikap galakmu!” elak Kyura.

“Jadi kau tidak suka? Pergilah!” serunya sinis.

Aigo, dia menyebalkan sekali! batin Kyura.

Andwae, aku belum memintaimu tanda tangan. Please, beri aku tanda tanganmu, lalu aku akan pergi.” ujar Kyura memohon.

“Kau tidak lihat aku sedang kelelahan karena habis berlari menghindari kejaran murid baru yang haus akan tanda tangan ketua OSIS setampan aku, huh?” bentaknya.

Hello… jika bukan karena ketentuan MOS aku juga tidak akan bersusah payah meminta tanda tanganmu, lelaki ber-eyeliner tebal! geram Kyura dalam hatinya.

 

“Ayolah, sunbae.. berikan aku tanda tanganmu, apa sih susahnya tanda tangan? Tidak akan kubajak tanda tanganmu itu!” Kyura memohon sekali lagi.

“Kau mau memberiku apa jika aku memberimu tanda tanganku?” tanyanya meremehkan.

“Ucapan terima kasih.” jawab Kyura.

“Malas sekali aku memberinya padamu!” balasnya sambil melipat tangannya di dada.

“Pelit!” Kyura pun kesal sambil menghentakkan kakinya di lantai.

“Biarlah, cepat pergi! Satu lagi, jangan beri tahu kalau aku ada di sini!” katanya memaksa.

 

Tiba-tiba saja Kyura punya akal agar seniornya itu  “HEY, SEMUANYA, BYUNN…” teriak Kyura tapi tiba-tiba saja sebuah bungkaman menghadang tepat di mulutnya.

“Leaassshaaannn.. (lepaskan)” pintanya tidak jelas. Bagaimana caranya bisa jelas jika bicaranya dihalangi? Ya, yang kalian pikirkan benar, mulut Kyura telah dibungkam oleh ketua OSIS yang menganggap dirinya tampan namun pelit bernama Byun Baek Hyun itu.

“Kau mau aku dikeroyok, hah?” bentaknya.

“Huh! Ya sudah, berikan bukumu dan aku akan menandatanganinya. Tapi tutuplah mulut besarmu itu!” perintahnya.

 

Kyura pun langsung memberikan bukunya. Ia menyambar bukunya Kyura yang seharusnya ia tanda tangani. Tapi apa yang ia lakukan?

Brakk!

Baekhyun malah menjatuhkan buku Kyura dan menginjaknya dengan sepatu yang mengandung butiran debu itu lalu langsung bergegas lari.

“Hey! Apa yang kau lakukan?” bentak Kyura kesal. Tapi ia sama sekali tak memperdulikan bentakan itu. Huh!

Atas dasar apa ia dipilih menjadi OSIS, sifatnya saja benar-benar menyebalkan! raung Kyura penuh emosi.

Kemudian, Kyura pun memutuskan untuk kembali ke kelas dengan langkah gontai. Ia masih saja memendam rasa kesalnya kepada ketua OSIS itu.

 

“Bagaimana, kau sudah mendapatkan tanda tangan ketuanya?” tanya Jihae saat Kyura sudah sampai di kelas.

“Belum, bahkan lebih buruk dari itu. Ia melemparkan bukuku dan menginjaknya. Lihat ini, jadi kotor semua ‘kan?” ujarnya sambil menyodorkan buku yang tadi diinjak oleh Byun Baek Hyun itu.

What, dia sejahat itu?” tanya Jihae kurang yakin.

“Kau tidak percaya, buktikan saja sendiri sana!” ujar Kyura.

.

.

 

Karena penasaran dengan apa yang Kyura katakan, Jihae pun segera bergegas untuk mencari Baekhyun. Mengingat kondisinya yang kini sudah pulih dan tidak merasa kelelahan lagi.

 

Jihae pun melihat kerumunan siswa-siswa yang berpenampilan sama sepertinya; menggunakan kaos kaki panjang hampir selutut, pita warna-warni, dan baju bekas SMP.

 

Sunbae.. aku minta tanda tangannya..” pinta siswa-siswa itu. Jihae pun mengikuti kerumunan tersebut, karena ia juga ingin mendapatkan tanda tangannya.

 

Sunbae yang itu namanya siapa?” tanya Jihae pada siswa lainnya.

“Byun Baek Hyun, dia ketuanya.” jawabnya.

“O, terima kasih ya..”

 

Sunbae, tolong beri aku tanda tanganmu.” mohon Jihae selaku siswa yang terakhir ada di hadapan Baekhyun, karena ia yang datang terakhir.

“Baiklah,” jawab Baekhyun sambil menandatangani buku Jihae yang sudah dicantumkan namanya.

“terima kasih, sunbae..” ucap Jihae sambil membungkuk.

“Sama-sama..” jawab Baekhyun menyunggingkan senyuman ramah.

 

Setelah mendapatkan tanda tangan dari Baekhyun, Jihae pun segera kembali ke kelasnya. Ia masih saja bingung dengan perkataan Kyura yang bilang jika Baekhyun bersikap tidak baik padanya. Padahal itu sangat bertolak belakang dengan apa yang ia lihat secara langsung.

 

“Bagaimana, kau sudah mendapatkan tanda tangannya?” sambar Kyura ketika Jihae baru saja masuk kelas.

“Sudah, malahan dia memberiku dengan menyunggingkan senyuman ramah. Berbeda dengan apa yang kau bilang.” jawab Jihae.

“Iya kah? Mana mungkin!” pekik Kyura kaget.

“Terserah kau saja, aku sendiri yang sudah membuktikannya.” kata Jihae acuh.

 

– Kyura POV –

Aneh sekali, jika Jihae diberi tanda tangan secara cuma-cuma dan mendapat bonus senyuman, kenapa denganku tidak? Kenapa dia malah melempar dan menginjak bukuku? Itu kan cara yang benar-benar kasar!

Apa aku tidak sopan terhadapnya? Tapi kurasa perbuatanku itu wajar. Apa tatapanku tidak mengenakkannya? Kurasa juga tidak. Aku hanya menatapnya sekilas karena aku ingin tahu dia siapa.

 

Tapi…. biarlah! Biarkan saja sunbae menyebalkan itu terus berulah, ini juga hanya tanda tangan. Menurut kabar berhembus, ini tidak akan berpengaruh apa-apa dengan nilai raporku nanti. Jadi, walaupun tanda tanganku kurang satu itu tidak akan jadi masalah. Kekeke~

 

***

 Tak terasa sudah 3 bulan aku bersekolah di sini, sekolah ini biasa saja, tidak terlalu menyenagkan dan juga tidak terlalu menyebalkan. Tapi apa kau tahu apa yang paling menyebalkan di sekolah ini? Byun Baek Hyun. Ia mempunyai tatapan sombong, saat aku berusaha menyapanya sebagai adik kelas yang baik ia tidak pernah menjawab sapaku. Menyebalkan bukan? Pemimpin macam apa dia, sombong sekali!

 

Saat aku berada di kelas tiba-tiba saja ketua kelasku masuk ke dalam kelas sambil berhenti berlari dengan napas terengah-engah. Seperti biasa, saat terdengar suara bel empat kali itu menandakan bahwa semua ketua kelas harus berkumpul untuk mencatat pengumuman.

“Kau sudah datang rupanya!” seruku.

“Ya..”

“Apa pengumumannya?” tanyaku.

“Pemilihan anggota OSIS yang baru, jika ada yang berminat datanglah ke kelas X-B sepulang sekolah.” jelasnya. O, jadi itu pengumumanya. Menjadi anggota OSIS yang baru? Malas sekali rasanya, membuang-buang waktu dalam hidupku saja!

 

Setelah semua pelajaran berlalu akhirnya bel pulang pun berbunyi. Aku segera membereskan buku-buku yang berserakan di mejaku. Setelah itu selesai kulakukan, aku pun segera bergegas keluar dari kelas untuk… tentu saja pulang! Mau apa lagi?

 

Saat sedang asyik berjalan menuju gerbang sekolah, tiba-tiba seoarang siswa menabrakku dan membuatku membentur tembok.

“Kalau lari lihat-lihat dong!” teriakku, tapi ia malah bablas lari tanpa pertanggung jawaban sedikit pun. Sepertinya sedang buru-buru menuju X-B untuk mancalonkan diri sebagai anggota OSIS yang baru.

 

Tiba-tiba saat meneruskan perjalananku, aku bertemu dengan Chanyeol oppa, anggota OSIS juga.

“Chanyeol oppa!” sapaku padanya.

“Kyura, kau mau kemana?” tanyanya.

“Pulang lah, mau ke mana lagi?” jawabku.

“Kau tidak ikut pemilihan anggota OSIS baru? Kau murid yang pintar, ikutlah!” bujuknya.

“Ah, aku malas jika terpilih nanti aku bisa jadi super sibuk.”

“Tidak mau ikut ya, ya sudah aku juga tidak akan memaksamu.”

“Lalu oppa sendiri mau ke mana?” tanyaku.

“Aku mau ke kelas X-B! Aku kan jurinya.” jawabnya.

“Ya sudah, semangat ya, pilihnya yang selektif, jangan sampai oppa memilih anggota sejudes Baekhyun sunbae!” ujarku bercanda.

“Hahaha, kau masih saja jengkel padanya, iya.. iya.. aku akan seselektif mungkin.” balasnya.

 

Chanyeol oppa memang selalu menyenangkan. Kalian tahu siapa dia? Jadi aku belum cerita ya? Chanyeol oppa itu tetanggaku, tidak heran jika aku akrab dengannya, bahkan ketika aku kesal dengan Baekhyun sunbae, aku selalu cerita padanya. Tapi sisi menyebalkannya adalah saat aku menggerutu tentang Baekhyun sunbae, ia selalu bilang,

“Baekhyun itu sebenarnya baik, dia sangat ramah, dan sama sekali tidak sinis, mungkin kau menyapanya ketika suasana hatinya sedang buruk.” Jika setiap aku menyapanya dia selalu  berekspresi sinis, apa setiap waktu suasana hatinya selalu buruk?

 

– Kyura POV End –

 

***

Pendaftaran calon anggota OSIS yang baru kini telah berakhir, hasilnya pun kini telah diputuskan oleh anggota-anggota OSIS senior.

“Anggotanya masih kurang satu, gimana dong?” teriak Baekhyun histeris dan membuat semua anggota yang berada di ruangan panik.

“Apa kita harus mengadakan seleksi lagi? Tapi hal itu sangat merepotkan!” seru salah satu anggota.

“Bagaimana kalau kita pilih anggota secara paksa saja!” saran Luhan asal.

“Itu namanya melanggar HAM.” balas Sehun.

“Luhan-ah, usulmu boleh juga!” kata Baekhyun membuat pertimbangan.

“Itu aneh!” sahut Sehun yang tetap pada pendiriannya yang tidak setuju dengan saran konyol Luhan.

“Lalu harus bagaimana lagi? Daripada membuat semacam audisi lagi, itu akan sangat membuang-buang waktu. Kau tahu sendiri ‘kan, Sehun-ah, jika jadwal organisasi akhir-akhir ini sangat lah padat?” ujar Baekhyun. Dan Sehun pun hanya mengangguk.

 

“Lantas, siapa yang akan kita pilih?” tanya Baekhyun.

“Bagaimana kalau Min Kyu Ra?” sambar Chanyeol tiba-tiba.

“Min Kyu Ra? Siapa dia, apa dia meyakinkan?” tanya Baekhyun.

“Kurasa dia meyakinkan, dia kan siswa kelas X yang nilainya paling tinggi di sekolah ini!” jawab Chanyeol meyakinkan Baekhyun.

“Min Kyu Ra itu yang mana ya?” tanya Luhan.

“Yang waktu MOS kau suruh menari, lalu dia men-cover koreo girlband paling keren seantero jagad raya, f(x) dengan lagu Electric Shock. Nanananananana e e e electric shock!” kata Chanyeol yang tiba-tiba saja menyanyi sendiri, selaku penggemar akut dari f(x), sama seperti Kyura.

“Chanyeol-ah, kau jangan kumat!” bentak Kris yang takut ketularan gilanya Chanyeol.

“Maaf ya, aku terbawa suasana..” balas Chanyeol.

“Oh, gadis itu. Keren juga dia!” kata Luhan mengerti.

 

“Aku belum mengerti dia yang mana.” ujar Baekhyun.

“Dasar, kamseupay!” ejek Chanyeol.

“Kurang kerjaan sekali aku menghafalkan semua murid kelas X, jadi jika aku tidak tahu itu wajar!” Baekhyun membela diri.

“Ini yang namanya Min Kyu Ra.” jelas Chanyeol sambil menunjukkan foto Kyura yang ia simpan di ponselnya.

 

Seketika Baekhyun pun melotot di depan layar iPhone 4 Chanyeol dan ia pun teringat dengan kejadian 3 bulan yang lalu, ketika Kyura meminta tanda tangan Baekhyun.

“Jadi gadis menyebalkan ini yang kau bilang Min Kyu Ra?” tanya Baekhyun.

“Menyebalkan?” tanya Chanyeol mengulang perkataannya lagi.

“Ah, sudahlah jangan bahas itu.” kata Baekhyun menghentikan topik pembicaraan.

 

“Bagaimana, jadi tidak memilih dia?” tanya Chanyeol.

“Itu akan kupikirkan nanti. Hanya dia saja kah calonnya? Tidak ada yang lain, hanya dia saja kah, tidak ada yang lain, hanya dia saja kah?!” ujar Baekhyun sambil memberi tatapan penuh harap dari anggota yang lain.

“Aku tidak tahu.” kata Kyungsoo acuh.

“Aku juga tidak tahu.” sahut Kris tak kalah acuhnya dengan Kyungsoo.

“Ngga tahu.”

“Ngga tahu.”

“Ngga tahu.”

“Ngga tahu.” sahut anggota berurutan.

 

“Kenapa kalian serempak menjawab tidak tahu?” tanya Baekhyun emosi.

“Karena kau ketuanya!” jawab Kris.

“Kenapa harus ketua yang selalu repot?” tanya Baekhyun lagi.

“Karena kau ketuanya.” jawab Kris lagi yang membuat satu jawaban untuk banyak pertanyaan. Benar-benar manusia hemat kata.

-_-” #ekspresi Baekhyun.

 

– Baekhyun POV –

Hanya dia saja kah tidak ada calon yang lain? Hanya dia? Tidak ada kah yang lain lagi, kenapa harus dia? Ayolah.. ada kah saran yang lain? Itu lah yang sedari tadi yang aku pikirkan, entah kenapa hatiku tidak sregg jika ia harus menjadi hoobae-ku dalam organisasi. Ia hampir membuatku tak selamat waktu itu. Ia juga menghinaku galak. Apa dia tak mengerti keadaanku yang tengah kelelahan, jadi wajar saja jika sikap dan emosiku tak stabil.

Mungkin dia juga sebal padaku. Sehari setelah kejadian waktu itu, aku langsung sadar. Tak baik kalau aku memperlakukan adik kelas dengan kasar. Aku kan teladan di sekolah ini!

Aku selalu canggung ketika ia menyapaku. Mau minta maaf, tapi aku gengsi. Jadilah, beberapa kali ia menyapaku, aku jadi salah bertingkah. Maunya sih tersenyum, tapi malah tegang dan cemberut.

 

Lalu yang menjadi pertanyaanku juga, siapa gadis itu hingga Chanyeol menyimpan fotonya di ponsel miliknya? Apa dia adiknya, kurasa tidak mungkin, marganya saja beda. Apa dia pacarnya? Kenapa aku jadi memikirkan hal itu? Perduli sekali aku pada Min Kyu Ra?!

 

Tapi aku juga harus mempertimbangkan saran Luhan. Chanyeol juga bilang jika dia peraih nilai tertinggi di kelas X. Yang benar? Wajahnya benar-benar tak meyakinkan. Kira-kira jika nanti aku menyuruhnya untuk bergabung, dia mau tidak ya? Sebenarnya aku juga kurang yakin dengan ide asal jeplak-nya Luhan, tapi kalau kupikir-pikir ide itu benar-benar cemerlang.

 

Yah, jika tidak mau itu sangatlah muda, aku tinggal memberinya beberapa ancaman. Jangan anggap aku pengecut, itu karena aku ingin sekolahku maju, kalau anggota OSISnya kurang satu akan susah untuk mengatur stabilitas sekolah.

Esoknya…

“Kyura, kau mau tidak jadi anggota OSIS yang baru?” kudengar suara Chanyeol yang sedang menanyakan hal yang semalam kupikirkan pada Kyura. Aku memang menyuruhnya, karena ia dekat dengan Kyura. Masa aku yang bertanya, mau ditaruh mana mukaku ini?

Andwae!” jawab Kyura itu ketus.

“Kenapa? Jadi anggota OSIS itu menyenangkan, kau bisa jadi populer.” ujar Chanyeol.

“Aku tidak mencari kepopuleran, aku mencari ilmu!” balas Kyura.

“Kau susah sekali dibujuk, mau ya?” bujuk Chanyeol lagi.

Andwae!” jawabnya lagi.

“Ya sudahlah kalau tidak mau!” kata Chanyeol pasrah lalu bergegas pergi.

 

“Kau dengar sendiri ‘kan? Dia sangat susah dibujuk!” ujar Chanyeol yang tiba-tiba saja sudah ada di sebelahku.

“Kau tak punya ide agar dia mau?” tanyaku dan hanya di balas gelengan oleh Chanyeol. Ya! terpaksa kini aku menggunakan taktikku sendiri. Dan kujamin 90% kau tak akan bisa menolaknya, Min Kyu Ra!

Bel istirahat pun berbunyi, aku bergegas menuju kelas Min Kyu Ra. Kulihat dia sedang keluar kelas, melihat gerak-geriknya sih, sepertinya dia ingin ke kantin. Lihat saja langkahnya gontai seperti macan kelaparan, lemotnya seperti jaringan internet di rumahku ketika aku ingin men-download game.

 

Setelah sampai di kantin ia pun memesan makanan di salah satu stan, sesudah itu, ia bergegas duduk di kursi yang sudah disediakan. Mana mungkin dia makan sambil berdiri, itu kan tidak sopan!

 

Aku segera membeli minuman yang berwarna mencolok, kalau bisa sih yang nodanya susah dihilangkan. Kulihat makanannya itu sudah hampir habis. Aku pun bergegas membelakanginya yang kini sedang duduk. Makanannya pun kini telah habis. Ia berbalik dari tempat duduknya kini, mungkin ia ingin kembali ke kelasnya.

 

Dan,

PYARRR!

Gelas minuman yang kubawa pun terjatuh dan pecah karena tersenggol olehnya yang tengah berbalik. Alhasil wajah tampan dan bajuku pun kini terbasahi oleh minuman yang kini tempatnya sudah pecah itu. Untung eyeliner-ku tidak luntur. -_-

 

“Hey! Kalau berbalik hati-hati dong! Lihat sekarang bajuku kotor, kau tidak tahu kalau membersihkannya sangat susah, huh?” bentakku pura-pura emosi, padahal di dalam hatiku sungguh senang minta ampun karena dia masuk perangkapku.

“Maaf sekali, sunbae.. aku tidak sengaja!” ucapnya sambil membungkuk-bungkukkan badan tanda ia minta maaf.

“Lalu bagaimana sekarang, bajuku kotor!” kataku sambil menunjuk-nunjuk bagian mana yang kumaksud.

“Maaf, terserah sunbae mau menghukumku apa, asal sunbae memaafkanku, bahkan jika sunbae mau bajunya aku cucikan, aku akan melakukannya.” ujarnya.

“Agar aku memaafkanmu ya? Masuklah ke OSIS!” jawabku. Lalu ia terdiam sejenak, sepertinya ia terkejut.

 

“Kenapa, kau tidak mau?” tanyaku.

“Emmmm.. tapi….”

“Jika kau tidak mau aku akan membuatmu memiliki reputasi buruk di sekolah ini.”

“Apa? Iya, baik.. aaakku.. ma-aau..” katanya tersendat-sendat dengan nada lemah, seperti kurang ikhlas jika menjawab. Tapi apa perduliku, dia ikhlas atau tidak, yang penting sekarang rencanaku untuk memasukkannya menjadi anggota OSIS telah berhasil. Byun Baek Hyun, kau memang benar-benar pintar!

 

***

Haloooo… x)

FF-ku kali ini temanya MOS. Tapi entahlah, kalo FF ini ke-publish pas waktu MOS udah lewat. Ya kan antriannya panjang, kawan….

Minta sarannya ya, sampai jumpa di chapter selanjutnya!!! ^^

 

Iklan

38 pemikiran pada “Don’t Torture Me, Sunbae! (Chapter 1)

  1. wwwaaahhh…. baekhie oppa pemaksaan tuh nma’a…. tp gpp biar lbh seru hehehe. . . ^_^

    annyeong author. . .

    aku mnta izin bca ff ini y….. gomawoyo ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s