I Never Fall In Love , But This Time… (Chapter 1)

Title: I never fall in love, but this time…

Author: DraKyu (@ELV98) & MaWon (@anbarabna)

Main Cast:

– Song Heera (YOU)

– Park Sung Chan (YOUR FRIEND)

– Park Chanyeol

– Oh Sehun

– Xi Luhan

Genre: Romance

Length: 1 OF ?

untitled-03edited

Disclaimer: Semua tokoh diatas itu punya Tuhan ‘-’)b

FF ini pernah di publish di http://www.mondrafishff.wordpress.com

Heera POV

“Kau tau rasanya cinta pertama?” Tanyanya kepadaku dengan wajah dan mimik yang tidak dapat ditebak sedikitpun.

“Ani, aku tidak merasakannya” Jawabku dengan entengnya.

“Jika begini..” Dia tidak melanjutkan kata katanya melainkan dia meletakkan tangan kananku tepat didada kirinya. Kurasakan detak jantungnya yang sangat cepat, tapi nihil aku tidak merasakan apapun dari hatiku.

“Bagaimana? Apakah kau merasakan sesuatu?” Tanyanya yang masih menggemgam tanganku kuat.

“Ani, tidak ada sama sekali..” Jawabku sembari melepaskan tanganku dari genggamannya.

“Hhh.. Ya sudahlah, kau tidak pernah merasakan cinta? Kau sudah besar Heera-ya..” Ujarnya lesu dengan menundukkan kepalanya, aku tak mengerti sikapnya yang baru saja terjadi.

“Jadi apa masalahnya jika aku sudah besar, Luhan-ah.” Dia tampak masih menundukan kepalanya

“Hmm.. Tapi kita masih berteman eoh?” Tanyanya dengan nada bicaranya yang sudah kembali seperti semula

“Emhh” Anggukku mantap. Ne, Xi Luhan, namja yang menjadi sahabatku sejak kecil ini. Aku mempunyai 2 sahabat dekat, Luhan dan Sung Chan. Ternyata setiap persahabatan itu memang selalu saja ada masalah yang terjadi, tentang cinta maupun hal sepele lainnya.

 

***

“Kau anak baru yang datang dari London itu?” Tanya Sung Chan kepada namja yang dihadapannya. Namja itu hanya mengangguk dan sesekali melihatku.

“Ne, kau Sung Chan? Ketua kelas 2A yang baru saja diberi tau oleh Jung seonsaengnim?” Dia bertanya kepada Sung Chan

“Ne, kau benar. Park Sung Chan imnidda dan ini temanku Song Heera” Sung Chan mengulurkan tangannya yang disambut hangat dengan namja itu sambil berkata

“Chanyeol imnidda” Namja itu langsung memindahkan tangannya kehadapanku dan berkata

“Chanyeol imnidda” Untuk yang kedua kalinya

“Song Heera imnidda” Ujarku membalas uluran tangannya. Dia tersenyum manis dihadapanku, dan entahlah… Jantung ini seketika berdegup kencang bersamaan dengan munculnya sederet gigi putih namja itu.

 

***

“Kyaa… dia sangat tampan…” Histeris para yeoja dikelasku karena anak baru tadi datang kekelasku dengan gagahnya

“Annyeong chingudeul, Park Chanyeol imnidda. Kalian dapat memanggilku Chanyeol” Ucapnya mengeluarkan senyum yang menampilkan giginya. Aku hanya terpaku melihat senyumnya yang tak henti hentinya diselesaikannya.

“Kau dapat duduk didepan Sung Chan atau dibelakang Heera” Ujar Jung seonsaengnim

“Aku akan duduk didepan Sung Chan, gamsahamnidda seonsaengnim”Aku hanya melihatnya tanpa mengalihkan pandanganku sedikitpun. Setelah dia duduk, dia menghadap kebelakang dan tersenyum pada Sung Chan. Sakit. Aku tak mengerti rasa sakit ini. Mungkin aku hanya sakit perut saja.

 

***

“Kajja Heera-ya kita kekantin” Ajak Sung Chan kepadaku, aku sedikit melirik Chanyeol yang hanya memperhatikan Sung Chan dari belakang.

“Ah shireo, aku sakit perut. Jadi aku lebih baik disini eoh?” Rasa sakit itu, mengapa balik lagi?!

“Gwenchana?” Tanya Sung Chan menaruh telapak tangannya dikeningku.

“Aku bukan sakit demam, aku hanya sakit perut” Jawabku dia hanya tersenyum.

“Baiklah, aku dan Chanyeol kekantin ne? Ppai ppai” Setelah mereka pergi sakitku mungkin bertambah parah, tapi ini bukan sakit perut. Entahlah. Aku memutuskan untuk pergi keatap sekolah untuk menstabilkan keadaanku. Aku duduk dibawah sebuah pohon yang terletak ditengah tengah lantai atap sekolah. Disini aku berkali kali mengeluarkan nafasku, membiarkan rambut panjangku tertiup angin dengan menutup mataku. Kurasakan sebuah nafas mendarat mulus diwajahku, aku membuka mataku.

“Ya!” Kagetku setelah melihat namja yang baru saja kulihat wajahnya disekolah ini, menatapku dengan sangat lekat.

“Aku menyukaimu” Ujarnya lembut tapi dingin dan memilih untuk duduk disampingku, aku hanya melihatnya tanpa berkedip sedikitpun.

“Namamu siapa?” Tanyanya kepadaku tanpa melihatku melainkan menatap lurus kedepan.

“Song Heera, kau?” Tanyaku balik setelah menjawab pertanyaannya seraya melihat setipa likuk di wajahnya.

“Namaku Oh Sehun, aku bosan melakukan sesuatu, jadi aku hanya mencari tempat yang sepi” Aku hanya tersenyum melihatnya. Dan kembali aku menutup mataku, hanya keheningan yang tertinggal.

Sehun POV

*flashback*

“Annyeong chingudeul, Oh Sehun imnidda” Aku memperkenalkan dirikudengan singkat.Chanyeol dan aku berbeda kelas. Kulihat sekeliling kelasku, semua yeoja disini berteriak histeris. Aku benci hal ini.

*flashback off*

***

Aku hanya ingin mendapatkan ketenangan, aku melihat seorang yeoja membuka pintu yang ada pada ujung koridor sekolah. Aku mengikutinya dari belakang sehingga aku sudah berada disini, atap sekolah yang sepi. Yeoja itu duduk dibawah pohon satu satunya yang ada disini, dia menutup matanya dan tidak bergeming sedikitpun. Aku terpaku akan kecantikannya, rambutnya yang bergelombang yang dibiarkannya tertiup angin. Aku tak bisa mengatur nafasku, aku hanya berjalan ke arahnya sehingga wajahku hanya beberapa centimeter jaraknya. Mungkin dia sadar akan nafasku yang terlalu memburu.

“Ya!” Kagetnya seraya menjauhkan wajahnya yang manis dari hadapanku.

“Aku menyukaimu” Ujarku yang langsung duduk disebelahnya

“Namamu siapa?” Tanyaku dengan menatap lurus yang ada didepanku

“Song Heera, kau?”

“Namaku Oh Sehun. Aku baru pindah kesini, aku bosan untuk melakukan sesuatu, jadi aku hanya mencari tempat yang sepi” Kini keheningan yang terjadi hingga aku merasa pulas untuk tertidur.

Heera POV

Aku hanya menutup mataku sebentar dan membuka mataku kembali. Aku hanya melihat pemandangan yang ada didepanku. Kurasakan sebuah benda mendarat dipundakku. Saat aku melihat, ternyata Sehun yang sudah tetidur pulas. Aku membiarkan kepalanya menjajahi pundakku. Jantungku berdetak lebih cepat dari kecepatan normalnya. Sama seperti disaat aku bersama Chanyeol, namja pindahan dari London itu. Kenapa dua namja ini dapat membuat jantungku berdetak diwaktu yang sama?. Tak terasa aku merasa pulas untuk tidur sehingga aku menyamakan kepalaku dengan kepala Sehun.

***

Sung Chan POV

Heera.. Dimana anak itu? Katanya tidak mau kekantin eoh. Sudah lama aku menunggunya dikelas, namun Heera belum kembali kekelas. Aku sudah bertanya kepada semua anak dikelas, tapi mereka tidak tau keberadaan Heera.

Mereka semua, teman teman dikelasku keluar dengan membawa tas mereka. Tinggal aku dan Chanyeol yang berada dikelas, dia tampak memikirkan sesuatu. Aku membiarkannya dan membawa tasku. Keluar dari kelas dan menuju ujung koridor, aku melihat Luhan yang sedang mengintip dari pintu koridor entahlah mungkin dia sedang apa. Aku hanya melihatnya dari jauh, seraya tersenyum melihatnya. Yup, diam diam aku menyimpan rasa pada namja satu ini. Mungkin dia belum tau, dia seseorang yang sangat tidak peka terhadap sesuatu hal. Aku melihatnya berbalik dengan mimik wajah yang marah, ada apa dengannya?.

“Luhan-ah..” Panggilku kepadanya, dia menengok kearahku dengan wajah yang berubah drastis dibanding yang tadi. Kini dia tersenyum kepadaku

“Aku pulang duluan, jika kau melihat Heera suruh dia pulang sendiri ne? Aku ada keperluan” Aku melambaikan tangan dihadapannya, dan berlalu dari hadapannya.

Sehun POV

Aku mengerjap ngerjapkan mataku, masih diatap sekolah. Tapi apa ini? Ada sesuatu yang berat diatas kepalaku. Saat kuraba, rambut panjang bergelombang. Heera-ssi? Aku kaget dan menyingkirkan kepalaku. Kulihat wajahnya yang tertumpu oleh pundakku. Cantik… sekali. 2 kata yang kepertama kalinya kulontarkan untuk menilai yeoja ini.

Aku menarik nafasku dalam dalam untuk menstabilkan detakan jantungku yang tak menentu.

“Eung..” Terdengar suara kecil dari yeoja disebelahku ini. Aku hanya melihat aksi yeoja cantik ini bangun dari tidurnya. Nyawanya masih terkumpul setengah. Dia sudah tidak menumpukan kepalanya pada bahuku lagi. Dia menatapku sebentar dan memalingkan wajahnya.

“Heera-ssi..” Panggilku, dia tidak menjawab panggilanku

“Heera-ya..” Panggilku untuk kedua kalinya, dia mengarahkan wajahnya padaku. Dia melongo dari tidur setengahnya itu karena memang wajah kami hanya berjarak 2 atau 3 senti. Secantik itukah yeoja ini? Akhh.. Tak lama aku langsung mengecup bibir tipisnya, terlihat dia tidak meronta atau marah kepadaku. Dia hanya diam dan pasrah atas perlakuanku. Aku memberanikan diri untuk memegang tengkuk lehernya. Dorongan kuat yang diberikan padaku, yeoja didepanku ini melihatku kesal dengan menahan air matanya. Mengapa menangis? Apa aku berbuat salah?.

“Aku benci padamu! Jangan pernah menyentuhku lagi Oh Sehun!!” Dia berteriak dan terlihat dia menghapus jejak bibirku pada bibirnya. Aku berlari mencoba menahannya. Namun dia sudah berlalu lebih cepat.

Chanyeol POV

*flashback*

Yeoja itu kemana? Aku keluar dari kelas dan berlari ke koridor sekolah. Kakiku membawaku ketempat ini, tempat paling ujung yang ada dilantai terakhir sekolah ini. Aku melihat ada pintu disana dan berharap seseorang untuk membuka pintu itu. Perkataanku dikabulkan, aku melihat Heera keluar dari sana dengan air mata yang menginjak di wajah mulusnya. Pintu koridor itu belum sempurna tertutup, aku melihat seorang namja berdiri disana, namun aku tidak dapat melihat wajah namja itu dengan jelas.

*flashback off*

“Ahh Chanyeol-ssi..” Dia menyadari keberadaanku dan tersenyum paksa kepadaku.

“Gwenchana?” Tanyaku untuk meyakinkan keadaanya

“Ne, nan gwenchana” Jawabnya dengan langsung pergi dari hadapanku. Aku hanya terdiam dan tak ingin mengejarnya. Tapi apakah aku begitu saja membiarkan dia menangis? Tentu saja tidak. Aku berjalan kearah kelas, sedikit kuintip dia yang sedang sendiri di dalam kelas dengan membenamkan wajahnya diantara kedua lengannya yang dilipat manis.Terdiam sementara dan langsung masuk ke kelas sembari menyeret bangku untuk duduk disebelahnya

“Gwenchana?” Tanyaku untuk lebih meyakinkannya

“Sudah kubilang, aku baik baik saja” Jawabnya yang masih membenamkan wajahnya

“Tapi kondisimu berkata sebaliknya”

“Nan gwenchana Chanyeol-ssi” Dia mengangkat wajahnya dan menghadap kearahku. Terkejut? Sangat terkejut, wajah kami bertemu dan hanya 2 atau 3 senti jaraknya. Dengan cepat dia mengalihkan padangannya dariku.

“Song Heera ikut aku!” Suara seorang namja lain datang dan menarik tangan Heera begitu saja.

Heera POV

“Nan gwenchana Chanyeol-ssi” Aku mengangkat wajahku dan melihatnya dengan tatapan terkejut, aku tidak mau hal itu terjadi lagi. Aku dengan cepat memalingkan wajahku.

“Song Heera ikut aku!” Suara Luhan  terdengar, dia menarik tanganku kuat.

“Ya! Ya! Appeu!” Rintihku sembari memberontak dari paksaannya. Kembali ketempat ini? Koridor sekolah?

“Mwonde?” Tanyaku kesal, dia hanya melihatku tajam dan melempar tasnya disembarang tempat. Dia berjalan mendekat kearahku dan mendekatkan wajahnya padaku.

“Shireo!” Aku pergi meninggalkannya. Terlambat dia menarik tanganku keras sehingga aku berada dihadapannya. Aku melihatnya yang notabene lebih tinggi dariku. Untuk yang kedua kalinya dia mendekatkan wajahnya

“Andwe!” Teriakku seraya mendorongnya kuat

Luhan POV

“Andwe!” Dia mendorong tubuh ku menjauh darinya.

“Mwo? Kau sama Sehun tidak meronta atapun mengelak! Sekarang? Denganku? Kau menolak! Apakah kau lebih memilih Sehun yang baru saja kau kenal begitu saja?”

“Aniyo” Dia menangis didepanku. Apakah sekeras itu aku padanya? Ingin rasanya kupeluk dirinya untuk menenangkannya. Dia meninggalkanku begitu saja. Aku membanting diri diatas lantai atap sekolah dan merenungi sikapku padanya.

Heera POV

Aku meninggalkan Luhan yang tidak bergeming. Masih dengan air mata yang terus mengalir aku turun dari atap sekolah. Aku melihat sosok itu –lagi- di akhir anak tangga. Dia melihatku khawatir. Aku hanya menundukkan kepalaku tak berniat untuk membuatnya khawatir untuk keduakalinya.

“Biarkan aku mengantarmu pulang!” Ujarnya menarik tanganku lembut. Dia membawaku ketempat parkiran motor. Aku naik keatas motor sport hitamnya yang besar.

“Pegangan yang kuat nona” Ujarnya lembut, dan aku hanya menurutinya.

Chanyeol POV

“Pegangan yang kuat nona” Ujarku kepadanya. Dia menurutku, dia melingkarkan kedua lengannya dipinggangku. Oh Tuhan, bagaimana Kau bisa membuat yeoja ini menderita. Dia sudah dua kali menangis didepanku. Sungguh aku sangat tak kuat melihatnya seperti itu terus menerus.

TBC

Ohh annyeong~, urineun Stericks imnidda kkk~. Ne, ini masih part 1, othoke? Jelek eoh? Mianhae *nangis darah. Ngemeng ngemeng kita berdua author baru disini, mwehehe. Oh ya, masa author udah lumutan nungguin EXO kambek -_-. Ya udahlah tetap hwaiting aja buat mereka ^^. Saranghae uri readers ❤

Iklan

17 pemikiran pada “I Never Fall In Love , But This Time… (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s