3 Days For Love (Chapter 1)

Author:

Quidie (@qui1291)

Cast:

  • Kris (Exo)
  • Lay (Exo)
  • Oh Remi

Genre: Romance comedy

Length: Multichapter

 1

-Sebelumnya Author ucapin banyak terimakasih ya buat kalian yg udah baca ‘Angel’ smpe akhir..neomu gomawo! Oh iya, ff ini jg dah prnah d publish d tmpat lain jd mhon maaf klu ada yg udah prnah baca J Semoga kalian suka dengan cerita kali ini yah ^^-

 

“Aku pulang!!” Seru seorang gadis saat baru saja memasuki rumah, nampaknya baru saja pulang dari kampusnya. “Bi, aku lapar. Tolong siapkan makanan yah..” Pintanya pada seorang Ahjumma yang tidak lain adalah orang yang bekerja dirumah tersebut.

“Ah iya, Nona Remi..” Baru saja Bibi itu ingin mengatakan sesuatu, gadis bernama Remi itu sudah pergi menaiki tangga membuat Bibi itu hanya menghela nafas pelan.

Sesampainya dikamar Remi langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur. Menatap langit-langit kamar kemudian menghembuskan nafasnya berat. Sesuatu yang tidak diduganya baru saja terjadi di kampus. Sesuatu yang membuatnya sulit berkata-kata ataupun bersikap saat mengetahuinya.

Tidak ingin kembali memikirkan hal itu, Remi pun memilih bangkit dari tempatnya lalu mulai berganti pakaian. Setelah selesai, ia pun berniat menuruni tangga saat mendadak dikejutkan oleh sesuatu. Suara langkah kaki terdengar berasal dari kamar sebelah.

Maldo andwae.. ” Ucapnya tak percaya lalu berjalan menuju kamar tersebut. Perlahan ia melangkah masuk, tidak ada seorangpun disana. Remi diam sejenak, mungkinkah yang didengarnya barusan salah? Sebenarnya dulu tempat ini adalah kamar Kakak laki-lakinya, namun setahun yang lalu Kakaknya itu meninggal dalam kecelakaan mobil. Sejak saat itu kamar ini kosong. Itulah sebabnya Remi terkejut saat mendengar suara dari dalam sini. Berpikir bahwa ada seseorang didalam namun ternyata salah, tidak ada siapapun disini.

Remi menghela nafasnya berat, menyesali tingkahnya yang begitu bodoh sampai berpikir bahwa ada seseorang didalam sini. Hanya karna ia masih sering mengingat Oppa nya itu. Ia pun akhirnya berniat keluar dari sana sampai langkahnya terhenti saat lagi-lagi mendengar sesuatu. Namun kali ini ia yakin apa yang didengarnya. Suara shower dari dalam kamar mandi membuat Remi seketika melongo di tempatnya. Perlahan ia pun berjalan ke depan pintu kamar mandi, suara tersebut tidak berhenti. Jantung gadis itu kini berdegup begitu kencang, bertanya-tanya siapa orang didalam sana.

Mendadak suara shower terhenti, disusul dengan pintu kamar mandi yang terbuka.

“Kau..siapa?!” Ucapnya saat mendapati seorang pemuda tinggi yang kini berdiri dihadapannya dengan hanya mengenakan sebuah handuk. Pemuda itu tidak menjawab dan hanya menatap Remi. Mata pemuda itu rupanya begitu terang dan tajam membuat Remi sempat terpana olehnya.

“Ah~kau ini pasti Doremi kan! Tidak usah terkejut begitu..” Kata pemuda itu santai lalu berjalan melewati Remi yang kini melongo di tempatnya.

“Ka..kau bilang apa?! Ya! Pertama, namaku bukan Doremi tapi Oh Remi. Kedua, kau bilang tidak usah terkejut? Miceosso ! Bagaimana aku tidak terkejut, kalau aku mendapati seorang namja didalam kamar..”

“Kakak laki-lakimu kan!” Sela pemuda itu membuat kalimat Remi mendadak terhenti.

Darimana pemuda itu tau?

“Kau ini sebenarnya siapa? Kenapa kau bisa masuk kedalam sini dan..bagaimana kau bisa tau tentang kakakku? Lalu apa tujuanmu datang kesini?” Tanya Remi heran

“Namaku Kris. Tapi lebih baik sekarang tanya saja langsung pada Eomma mu. Biar dia yang menjelaskan semuanya, karna aku ingin ganti pakaian sekarang.” Tutur pemuda itu. Remi sendiri masih terdiam ditempatnya membuat pemuda itu kembali menatapnya. “Kenapa masih disitu?! Keluar sana!” Serunya

Mwo?! Ya!! Ini rumahku dan kau itu bukan siapa-siapa. Enak saja mengusirku seperti itu. Aku tidak mau!” Balas Remi tak terima

“Baiklah..terserah kau saja.” Ucap Kris lalu mendadak berniat membuka handuknya membuat Remi terkejut setengah mati hingga langsung berlari keluar kamar meninggalkan Kris yang kini tersenyum puas di tempatnya.

Aiishh~dasar namja gila! Bisa-bisanya ia berniat melakukan itu didepan seorang gadis! Ck! Menyebalkan!” Decak Remi kesal seraya berjalan menuruni anak tangga.

Remi akhirnya tiba didepan meja makan. Jisuk Ahjumma ternyata sudah menyiapkan beberapa makanan diatas meja tersebut. Remi pun akhirnya duduk disalah satu kursi, namun bukannya makan gadis itu malah menekan sebuah nomor di hp-nya. Nomor yang tidak lain adalah milik Mamanya.

Eomma..” Ucapnya pelan

“Oh..kenapa Remi?” Jawab suara diseberang telpon

Eomma..pemuda yang bernama Kris itu sebenarnya siapa? Kenapa dia ada dirumah kita, bahkan menggunakan kamar Shin oppa..?!”

“Ah~Kris..Dia baru pulang dari Kanada dan tidak tau harus kemana, sedangkan Ayahnya masih berada diluar negeri. Ayahnya itu adalah Bos mama, dan beliau minta tolong sama Mama agar mengizinkan dia tinggal untuk dirumah kita untuk sementara waktu.” Terang Mamanya

Mwo?! Kenapa tidak menyuruhnya untuk menyewa apartemen saja?!”

“Remi~ya..ingat, dia itu anak Bos mama. Dan beliau sudah banyak membantu Mama, jadi tidak enak kan kalau Mama menolak?”

“Iya sih, Ma..tapi kan…”

“Sudahlah..Mama lagi sibuk sekarang. Mama titip dia di kamu yah..tolong bantuin dia. See you, dear..” Kata Mamanya mengakhiri membuat Remi hanya mampu melongo di tempatnya.

“Sudah tau kan?!” Kata seseorang tiba-tiba membuat Remi mendadak berbalik lalu mendapati Kris yang entah sejak kapan sudah berada dihadapannya. Kemudian ikut duduk di depan gadis itu lalu mulai menyendokkan nasi kedalam piringnya.

“Kau ini tidak tau malu ya?! Datang-datang langsung makan seenaknya..” Cibir Remi

Kris sendiri tidak begitu menanggapinya.”Untuk apa aku malu? Miryu Ahjumma sendiri yang mengatakan aku boleh menganggap rumah ini seperti rumahku sendiri. Jadi tidak apa-apa kan.” Ujarnya santai membuat Remi tidak tau harus mengatakan apa dan berniat pergi dari sana sampai Kris menahan tangannya.

“Temani aku makan..aku tidak suka makan sendirian. Lagipula..kau juga pasti lapar kan?”Tutur Kris membuat Remi tertawa pelan.

“Hha~jangan bercanda! Lagian aku juga…tidak lapar kok!” Sahut Remi berbohong

“Benarkah?!”

“Tentu sa..” Belum sempat Remi menyelesaikan kalimatnya Kris tiba-tiba saja menarik pergelangan tangan gadis itu membuat wajahnya tanpa sengaja begitu dekat dengan pemuda itu.

Selama beberapa detik tatapan keduanya bertemu, sampai akhirnya sebuah suara aneh berhasil menyadarkan keduanya hingga akhirnya cepat-cepat memisahkan diri. Suara itu tidak lain adalah suara perut Remi yang sedang lapar. Remi menunduk malu sambil memegangi perutnya. Sedangkan Kris hanya tersenyum kecil melihatnya.

“Duduklah..aku tau kau sedang lapar. Kalau memang kau tidak suka aku berada disini..baiklah, aku akan naik ke kamar saja.” Ujar Kris lalu berniat pergi dari sana.

“Tidak usah.” Kata Remi tiba-tiba membuat Kris berhenti lalu berbalik menatapnya. Remi sendiri hanya menatap kearah lain, ia sendiri bingung. Tadi bibirnya seolah tergerak dengan sendirinya. Namun ia juga tidak menyesali apa yang dilakukannya. Bukankah Kris juga sama seperti seorang tamu dirumah ini. Mungkin memang tidak seharusnya ia bersikap kasar pada pemuda itu. “Kau..duduk saja. Gwencana..[8]”

Kris tersenyum sejenak lalu akhirnya kembali duduk ditempatnya. “Kau jatuh cinta padaku yah?!” Katanya tiba-tiba membuat Remi yang sedang minum langsung tersedak.

Mwo?!” Tanya Remi memastikan apa yang barusan didengarnya

“Iya kan. Karna saling bertatapan tadi, kau jadi menyukaiku?!”

Remi kini hanya dapat tertawa mendengarnya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau namja dihadapannya ini ternyata punya rasa percaya diri yang begitu tinggi.

“Enak saja. Kau ini bukan tipeku tau..!! Lagipula sudah ada orang yang kusukai..” Remi mendadak menghentikan tawanya. Menyadari apa yang baru saja dikatakannya.

Kris menatap gadis itu dalam. “Waeyo? Kenapa berhenti?!” Tanyanya. Remi sendiri tidak menjawab.

“Apa mungkin pemuda itu tidak menyukaimu?” Lanjut Kris

“Sudahlah..ayo makan. Aku malas membahas hal itu..” Jelas Remi lalu mulai menikmati makanannya, membuat Kris menatapnya sebentar lalu akhirnya juga ikut makan. Ia sama sekali tidak ingin memaksa gadis itu untuk mengatakan yang sebenarnya. Karna mungkin saja itu sesuatu yang sulit bahkan menyakitkan bagi Remi. Dan ia tidak ingin hal itu terjadi.

♥:♥:♥

 

Pagi ini Remi sengaja bangun lebih awal. Itu karna hari ini ia mempunyai jadwal kuliah pagi. Gadis itu baru saja masuk kedalam mobil sampai mendadak berteriak kaget.

YAA!! Sejak kapan kau berada disitu?!! Aissh~jinjja!!” Pekiknya kesal saat melihat Kris yang ternyata sudah lebih dulu berada di dalam mobil.

Kris sendiri masih menutupi salah satu telinganya karna ikut terkejut oleh teriakan Remi barusan. “Ya! Tidak usah teriak begitu kenapa?! Telingaku jadi sakit tau!” Kesalnya. “Aku disini karna ingin ikut denganmu ke kampus.”Tambah Kris

Mwo?! Jangan bercanda! Memangnya kau ingin melakukan apa di kampusku?!” Tanya Remi heran

“Entahlah..aku bosan. Aku..hanya tidak suka ditinggal sendirian di rumah.” Ujar Kris pelan. Remi sendiri sempat tertegun saat mendengarnya. Ia tau benar bagaimana rasanya ditinggal sendirian. Benar-benar tidak menyenangkan.

Remi menghembuskan nafas pelan. ”Baiklah, kau boleh ikut. Tapi jangan melakukan hal-hal yang aneh disana. Mengerti?!” Pesannya

Arasseo.” Jawab Kris tersenyum seraya menatap Remi, membuat gadis itu lagi-lagi sempat terpana. Kemudian cepat-cepat mengalihkan pandangannya.

“Ka..kau ini..apa kebiasaanmu memang seperti itu?! Menatap orang lain?!” Tanya Remi sedikit gugup.

Kris bergumam sebentar.”Hmm..tidak juga. Aku lebih sering melakukannya pada orang tertentu. Seperti seseorang yang istimewa bagiku..” Terangnya.

Mendengar itu entah kenapa membuat Remi semakin gugup dan canggung. Tidak ingin memperpanjang masalah ia pun akhirnya memilih diam lalu mulai melajukan mobil.

Beruntung jarak dari rumah Remi menuju kampus tidak begitu jauh. Cukup setengah jam saja mereka sudah sampai disana. Selama perjalanan keduanya sama sekali tidak berkata apa-apa dikarenakan canggung satu sama lain.

“Ini..”Remi lalu memberikan kunci mobil pada Kris. “Kau..boleh menggunakannya berkeliling kalau merasa bosan disini.” Remi tidak tau kenapa ia bisa dengan mudah melakukan hal ini. Hanya saja, ia percaya pada pemuda itu.

Tanpa mengatakan apa-apa Kris menerima kunci sambil mengangguk. Remi pun akhirnya berlari meninggalkan tempat itu.

Kris berjalan-jalan menyusuri kampus, sambil memandang sekelilingnya. Terdapat sebuah lapangan yang cukup luas, dimana ada beberapa orang yang sedang bermain bola disana. Beberapa gedung yang memiliki warna berbeda, mungkin dibedakan berdasarkan jurusan. Dan taman yang berada dimana-mana. Tempat yang menjadi pilihannya untuk beristirahat sejenak setelah berkeliling. Pemuda itu kini berbaring di tempat duduk yang terdapat dibawah sebuah pohon. Menikmati sejuknya udara dan angin yang berhembus pelan menerpa tubuhnya. Sesaat Kris menatap kunci mobil ditangannya lalu akhirnya tersenyum kecil dan kembali mengenggam kunci tersebut kemudian mulai menutup matanya. Dia tidak ingin kemana-mana saat ini.

♥:♥:♥

 

Yaa~Yaa~apa yang kau lakukan disini?!” Tegur seseorang sambil mengguncang pelan tubuh Kris. Orang yang tidak lain adalah Oh Remi. Gadis itu sejak tadi mencari-cari Kris dan baru bisa menemukan pemuda itu setelah bertanya pada beberapa mahasiswa di dekat sana. “Kris~si!! Cepat bangun..” Serunya

“Oh?! Doremi rupanya..” Ucap Kris pelan seraya menguap kecil lalu bangkit dan mengubah posisinya menjadi duduk.

“Ya! Bukankah aku sudah bilang kalau namaku Oh Remi, bukan Doremi!” Sergah Remi sedikit kesal namun pemuda itu nampaknya tidak peduli

“Terserah..yang penting aku akan tetap memanggilmu Doremi. Lagipula tidak beda jauh kan dengan namamu, sama-sama memiliki huruf O” Tutur Kris santai. Remi yang baru saja ingin membalas mendadak mengurungkan niatnya, tidak ada gunanya ia terus berdebat dengan pemuda itu.

Dwaesso, ayo pulang..” Kata Remi yang berniat pergi dari sana namun mendadak menghentikan langkahnya saat berbalik. Ada 2 orang yang kini sedang berjalan menuju tempatnya. Orang yang tidak lain adalah kedua sahabatnya. Lay dan Sani. Remi sebenarnya tidak ingin bertemu mereka dulu untuk saat ini, dan ia sangat ingin pergi dari sana. Tapi entah kenapa tubuhnya seolah kaku saat ini, hingga ia tak dapat menggerakannya sedikitpun.

“Remi~ya..kami mencarimu sejak tadi! Kenapa tadi buru-buru keluar dari ruangan?!” Tanya Sani tersenyum

“Aa..ah~itu..tadi aku terpaksa keluar cepat-cepat karna harus mengurus sesuatu.” Jawab Remi berbohong. Satu-satunya alasan kenapa ia pergi dari ruangan adalah karna tidak ingin bertemu dengan kedua sahabatnya ini. Tapi melihat Sani yang tersenyum seperti itu ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.

Sesaat mata Remi bertemu dengan Lay. Tatapan Lay yang datar membuatnya heran.

Bukankah seharusnya pemuda itu merasa senang? Tapi kenapa tatapannya seperti itu?

Menyadari apa yang baru saja dipikirkannya, Remi cepat-cepat mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Mengurus sesuatu? Mengurus ap..oh?! Dia siapa?!” Tanya Sani saat melihat Kris yang muncul dari belakang Remi.

“Dia…”

Namjachingu.” Celetuk Kris tiba-tiba. Baik Remi, Lay maupun Sani sama-sama terkejut mendengarnya.

Mw..mwo?!”

 

#To Be Cont.

 

18 pemikiran pada “3 Days For Love (Chapter 1)

  1. Poko’x aku suka yg castx Kris

    annyong haseyo
    ndaree imnida
    nae new new reader dan baru komen di ff ini #plakk

    Masak Kris Baru beberapa kali ketemu Remi ato sebalikx udah ada rasa cinta?,,
    truz Kakakx oh re mi ,shin siapa???
    Ah yah kepanjangan huruf J Itu apa. ,?

    Like U’r Ff
    Kapan2 buatin yg main castx SuHO dong..
    Tp kalu authorx mau sih buatin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s