I Believe In You (Chapter 1)

I Believe in you ( Chapter 1 )

Title : I Believe in You

Author : @exoyaa

Genre : Romantic

Length : Multi Chapter

Main cast :

–          Kim Jong In / Kai

–          Jung Hye Rim

–          Oh Sehun

Other cast :

–          Do Kyung Soo

I believe in you

Ini FF pertamaku lho chinguuu. Sebetulnya udah banyak FF yang udah aku buat, cuman baru ini yang aku post ._. Maklum ya kalo masih banyak yang typo. And, dont forget to comment, please 😀

**

Hye Rim POV

“Aaaa !!!!! Kaiii, saranghae !!!” haaah, selalu saja ini terjadi. Mereka selalu saja dengan gampangnya  mengatakan kata-kata ‘Saranghae’ ke Kai, namja terpopuler di Genie High School. Tampangnya yang maskulin itu membuat semua hati yeoja-yeoja meleleh(?) seketika. Kai itu orang yang sifatnya sangat dingiiiin sekali, bahkan semua fans-nya menjuluki sebagai “Ice Prince”. Hei, jangan kira aku tidak mengagumi Kai, sebetulnya aku ini salah satu fans Kai, bahkan aku sangat sangat mengagumi Kai. Hanya saja, aku tidak terlalu fanatik seperti mereka yang sedang mengerumuni Kai saat ini. Ketika semua sedang mengerumuni Kai, aku hanya diam dan memerhatikan Kai dari kejauhan saja. Sebetulnya aku ingin sekali bisa mengatakan kata-kata ‘Saranghae’ di depan Kai dengan sangat keras, tapi, aku benar-benar sama sekali tidak bisa mengatakan kata-kata itu. Sebetulnya aku bisa mengatakannya, bahkan setiap pagi aku selalu mengatakan “Saranghae” kepada kedua orang tuaku ketika pamit untuk berangkat sekolah. Tapi tak tau kenapa, ketika di depan Kai aku tidak bisa mengatakan itu, bibirku terasa lengket seperti di lem dengan lem alteco *sumpah, author alay -_- *

Kulihat Kai sedang berjalan ke arah kantin ditemani oleh Do Kyung Soo, sahabat Kai sepanjang masa dan sifatnya itu juga dingin, hanya saja Kyung Soo atau yang biasa dipanggil ‘D.O’ itu tidak se-dingin Kai, wajah D.O itu tidak bisa dikatakan tampan, dia lebih cocok dikatakan imut. Sebetulnya D.O juga memiliki banyak fans, tetapi fans Kai lebih banyak dari pada Fans D.O. Walaupun sudah memasuki area kantin, fans fanatik Kai tetap saja mengerumuni Kai dan D.O yang dari tadi hanya memasang wajah datar. Bukannya tambah berkurang, tapi fans-fans yang mengerumuni Kai dan D.O itu malah ditambahi oleh penghuni kantin yang juga langsung ikut – ikut mengerumuni Kai dan D.O. Namja-namja yang melihat itu hanya mendesah melihat kerumunan yeoja-yeoja yang seperti semut yang berebut makanan.

Drrrtt drrrtt.

Tiba-tiba saja HP-ku bergetar menandakan ada SMS masuk. Segera kubuka kunci HP-ku itu.

From : Pabo Sehun

Ya, dimana kau yeoja pabo?? Cepat temani aku di kelas. Aku tidak menerima kata penolakan sekarang.

Selalu selalu dan selalu. Sehun, sahabat yang sudah menemaniku sejak kelas 1 SMP itu selalu saja bersikap seenaknya sendiri seperti ini. Bahkan dia selalu memanggilku yeoja pabo. Memangnya apa sih yang terlihat bodoh dariku sehingga Sehun selalu mengatakanku ‘Pabo’?? -_- Apakah dia tidak sadar bahwa dirinya sendiri itu juga sama-sama bodoh? Bahkan sepertinya dia lebih terlihat bodoh daripada aku. Tapi walaupun dia seperti itu, Sehun tetap saja sahabat terbaikku sepanjang masa. Dan akhirnya, segera ku balas SMS sahabatku itu.

To : Pabo Sehun

Ya!! Berhenti lah memanggilku ‘Pabo’, Oh Sehun !!! kau kira kau tidak bodoh, hah?? Dan berhentilah bersikap seenaknya sendiri seperti itu. Awas saja nanti ketika aku sampai kelas, akan kubalas kau!! -_-

Segera kukirim SMS-ku itu ke Sehun. Setelah itu, aku segera beranjak pergi meninggalkan kantin dan kerumununan yeoja yang masih saja mengerumuni Kai dan D.O itu.

**

Sehun POV

Hari ini aku benar-benar lelah. Entah kenapa, mungkin karena semalam aku bermain Starwars di laptopku dan baru selesai jam 3 pagi itu. Aku hanya bisa duduk sambil beberapa kali menguap di mejaku sekarang ini. Karena sekarang jam istirahat, kelas benar-benar sepi, semuanya sedang di luar kelas. Mungkin hanya aku saja yang masih menghuni kelas ini. Hye Rim pun sepertinya juga ke kantin. Kuberi tau ya, Hye Rim itu adalah sahabat terbaikku sejak kelas 1 SMP. Aku dan dia sangat dekat, bahkan keluarga kami juga sudah saling akrab satu sama lain. Tapi sebetulnya aku menganggap Hye Rim lebih dari sahabat, sejak SMP aku benar-benar menyukainya, Ah ani… mencintainya maksudku. Aku tidak tau kenapa aku bisa menyukainya, aku merasa ada sesuatu dalam dirinya yang bisa menarik perhatianku, dan bukan kah cinta tanpa alasan itu adalah cinta yang tulus? Walaupun aku sudah tau bahwa dia menyukai Kai, aku tetap akan mengejarnya sampai kapan pun. Bahkan aku sampai mengikutinya ke SMA yang dia pilih, dan beruntungnya aku bisa sekelas dengannya dan tempat dudukku pun juga bersebelahan dengannya. Tapi, untung saja aku bisa menyimpan perasaanku ini sehingga sampai detik ini pun Hye Rim tidak mengetahui bahwa aku mencintainya. Karena aku merasa kesepian, segera aku mengambil Handphone-ku dan mengirim SMS ke Hye Rim

To : Lovely Hye

Ya, dimana kau yeoja pabo?? Cepat temani aku di kelas. Aku tidak menerima kata penolakan sekarang.

Aku pun segera mengirim SMS itu ke Hye Rim dan menunggu balasan darinya.

From :  Lovely Hye

Ya!! Berhenti lah memanggilku ‘Pabo’, Oh Sehun !!! kau kira kau tidak bodoh, hah?? Dan berhentilah bersikap seenaknya sendiri seperti itu. Awas saja nanti ketika aku sampai kelas, akan kubalas kau!! -_-

Aku terkekeh geli melihat balasan dari Hye Rim. Apa katanya? Aku bodoh? Hahahaha, yang benar saja kau Jung Hye Rim, yang bodoh itu kau ! bukan aku.

Tak lama setelah SMS dari Hye Rim sampai di HP-ku, pintu kelas oun terbuka dengan sangat keras. Terlihat yeoja yang selama ini aku cintai itu sedang berjalan ke arahku.

“Ya, pabo!! Siapa yang tadi kau sebut ‘Pabo’, hah?!” kata Hye Rim sambil menggebrak mejaku. Aku yang mendengar celotehan Hye Rim hanya memandangnya dengan wajah datar dan menjawab, “kau. Memangnya siapa lagi?”

Hye Rim yang mendengar jawaban dariku pun membelalakkan matanya. “Yaaa!! Memangnya kau tidak sadar kalau kau lebih bodoh dariku, hah?? Kalau aku bodoh kenapa kau mau berteman denganku?! Berarti sekarang siapa yang lebih bodoh?? Kau kan??” Hye Rim pun berkata dengan sangat cepat. “Astaga, selain bodoh ternyata Jung Hye Rim juga cerewet ya??” kataku sambil memasang tampang polos dengan ujung jari telunjuk yang diletakkan di bibir *readers bisa bayangin kan??._. *

“Aaaarrgh, terserah kau saja! Yang penting kau lebih bodoh dariku! Sekarang ada apa kau memintaku untuk menemanimu ke kelas??” dan sepertinya sekarang Hye Rim sudah menyerah denganku, hahaha, kalah kau Jung Hye Rim!

“Aku hanya merasa kesepian, makanya aku memanggilmu untuk menemaniku” jawabku datar. “Hah?? Hanya itu saja?? Kenapa kau tidak ke kantin saja??” sepertinya Hye Rim kesal denganku karena aku hanya memanggilnya hanya karena hal sepele. Hahaha, wajahnya sangat lucu ketika dia kesal seperti itu, apalagi sekarang Hye Rim sedang mengerucutkan bibirnya yang mungil itu, ingin sekali rasanya kucubit kedua pipinya.

Setelah itu pun, suasana canggung. Tidak ada yang berbicara satu pun. Sepertinya aku dan Hye Rim sedang dalam pikiran masing-masing. Hye Rim yang duduk di sampingku hanya memainkan rambut-rambutnya itu, dan aku sendiri hanya duduk sambil memainkan rubik yang kemarin habis dibelikan oleh kakak sepupuku, Luhan hyung.

**

Hye Rim POV

Suasana benar-benar canggung di antara kami. Sepertinya Sehun sedang kelelahan, terliat jelas dari wajahnya saat ini. Karena merasa sedikit bosan, aku pun memutuskan untuk menghirup sedikit udara segar di atap sekolah.

“Sehun-ah, aku keluar dulu, ne? Hanya sebentar kok” kataku pada Sehun yang sedang memainkan rubik itu. “Mau kemana, Hye-ah??” tanya Sehun yang sudah menghentikan bermain rubiknya itu. “Hanya mencari sedikit udara” jawabku sambil mengulas senyumku. “Tapi jangan lama-lama ya, kembali lah segera atau aku akan memakanmu hidup-hidup” ancam Sehun sambil sedikit terkekeh dengan ancamannya itu, aku yang mendengarnya hanya mendesah kecil. “Ancamanmu itu sama sekali tidak bermutu Oh Sehun. Yasudah, aku pergi dulu, ne? Bye..” Sehun yang mendengar jawabanku itu pun hanya mengulas senyumnya. Setelah itu, aku segera membawa tasku dan aku langsung beranjak dari tempat dudukku itu. Ketika akusampai di ambang pintu kelas, aku menoleh ke belakang dan melambaikan tanganku kepada Sehun yang dibalas lambaian tangan juga oleh Sehun. Aku pun segera pergi ke atap sekolah melalui tangga gawat darurat, karena hanya itu satu-satunya jalan menuju atap sekolah.

Atap sekolahku sebetulnya sangatlah indah dan cukup luas, ada taman dan beberapa bunga lili yang bermekaran disekitarnya. Dan juga ada air mancur kecil buatan. Di setiap sudutnya ada bangku panjang yang berwarna merah dengan kombinasi warna cokelat. Di tepi-tepi atap sekolahku ini terdapat pagar yang tingginya sekitar tinggi pinggang orang dewasa demi menjaga keselamatan murid-murid. Dari sini aku bisa melihat lapangan basket dan lapangan sepak bola yang bersebelahan itu. Sayangnya atap sekolah ini sangat jarang dikunjungi oleh murid-murid. Aku pun segera duduk di salah satu bangku yang tersedia. Tiba-tiba saja terbesit ide yang bagiku sangat gila dan baru kulakukan sekarang ini, aku berencana untuk menulis surat cinta untuk Kai. Segera kuambil secarik kertas dan sebuah bulpen hitam dari dalam tasku dan segera kutuliskan semua isi hatiku kedalam kertas itu.

-Skip-

Setelah selesai menulis surat, aku masih menimbang-nimbang apakah aku yakin untuk memberi ini kepada Kai? Tapi, bagaimana cara aku memberikannya?

Tiba-tiba saja bulpen yang kutaruh diatas kertas yang terletak disebelahku itu pun jatuh. Ketika aku berniat untuk mengambil bulpen tiba-tiba saja angin berembus kencang. Kertas yang telah terisi curahan isi hatiku untuk Kai itu pun terbang. Dan aku segera mengejarnya, tapi sayangnya kertas itu malah keluar dari pagar pembatas dan kulihat kertas itu jatuh dilapangan sepak bola, tapi aku tak tau disudut mana kertas itu jatuh. “Andwaeee!!! Bagaimana ini?!! Bagaimana kalau ada seseorang yang membacanya lalu mengumumkannya di depan semua murid sekolah ini!! Reputasiku pasti akan hancur!!! Jeongmal, nan micheoso !! T.T” aku merutuki diriku sendiri yang telah kehilangan kertas yang berisi tulisan berharga itu. Segera aku berlari menuruni tangga secepat mungkin. Setelah sampai di lantai paling bawah, aku segera berlari ke lapangan sepak bola. “Omo, ternyata lapangan ini sangat luas, bagaimana aku bisa mencarinya??” gumamku sendiri sambil terus memerhatikan setiap sudut lapangan.

**

Kai POV

“Kyung Soo-ya, apakah yeoja-yeoja itu sudah pergi??” tanyaku pada Kyung Soo yang juga sedang membaca buku di tepi lapangan sepak bola seperti yang kulakukan saat ini disebelah Kyung Soo. “Sudah Jong In-ah, tadi para guru telah mengusir mereka” jawab Kyung Soo tenang. “Untung lah, aku benar-benar pusing dikerumuni oleh yeoja-yeoja itu” kataku sambil mendesah kecil. Aku segera melanjutkan acara membaca bukuku ini, tetapi tiba-tiba saja ada secarik kertas mendarat di depan bukuku dan menghalangiku untuk melanjutkan acara membaca bukuku ini. Karena penasaran, segera kubaca tulisan yang ada di kertas itu.

Dear, Kim Jong In

Annyeong, Kai-ssi, aku tidak tau aku harus memulainya darimana. Tapi tujuanku menulis surat ini hanyalah satu, yaitu agar kau mengetahui isi hatiku kepadamu. Sungguh aku melakukan ini baru sekali, dan entah darimana asalnya ide ini muncul begitu saja di benakku.

Oke, langsung To The Point ya. Jadi sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak dulu. Kau pasti tidak pernah melihatku karena aku memang tidak pernah mengerumunimu seperti yang fans-fansmu lakukak itu. Jadi, walaupun aku tidak ikut mengerumunimu, aku tetaplah yeoja yang selalu melihatmu dari kejauhan dan tersenyum sendiri.

Nah, hanya itu saja yang ingin ku sampaikan. Annyeong!! ^^

–          Jung Hye Rim    –

Segera kumasukkan kertas itu kedalam sakuku. Aku benar-benar bosan telah mendapatkan banyak pernyataan cinta dari yeoja, tak ada satupun yang kuterima sampai sekarang ini. “Apa itu tadi, Kai-ah?” tanya Kyung Soo secara tiba-tiba. “Ah, ini hanya sampah. Nanti akan kubuang kok” jawabku dengan wajah datarku.

Tak lama kemudian, aku melihat yeoja yang sepertinya sedang mencari-cari sesuatu. Yeoja itu cantik, rambut coklatnya bergelombang dan terurai, badannya ramping, matanya juga indah. Tapi bukan berarti aku menyukai yeoja itu, aku hanya mendeskripsikan dia secara jujur. Sepertinya dia sedang mencari sesuatu, apa mungkin dia mencari surat ini?

Segera kuhampiri yeoja itu. “Kau mencari ini?” tanyaku datar setelah aku di depannya. Dia yang melihatku di depannya hanya berlagak salah tingkah. “Eh, apa? Ah, tidak kok, aku bukan mencari kalungku yang hilang entah dimana. Aduuuh, dimana ya kalungku itu? Padahal itu pemberian nenekku yang sudah meninggal” jawab yeoja itu gelagapan. Sepertinya dia mencoba untuk bersikap tenang saja tapi gagal. Terlihat jelas dari caranya berbicara yang kaku dan wajahnya yang memerah. “ Oh begitu ya, tapi disini tertulis nama ‘Jung Hye Rim’ sebagai pengirimnya” kataku mencoba untuk membuatnya mengakui kalau surat itu adalah miliknya. “ Waah, Jung Hye Rim?? Berani sekali yeoja itu telah mengirim surat padamu, Kai-ssi. Gureom, siapa sebenarnya yeoja itu?? Aku bahkan tak pernah melihatnya sama sekali, Ahahaha” lihatlah, tertawanya saja sangat garing. Tergambar jelas sekali kalau dia sedang berbohong. “Gureom, seragam siapa yang kau pakai itu? Kenapa name tag-nya bertuliskan ‘Jung Hye Rim’??” Nah! Kena kau Jung Hye Rim. Dia benar-benar terdiam kaku setelah aku mengucapkan kalimat terakhirku itu. “Jadi kau benar-benar menyatakan perasaanmu padaku?” tanyaku masih dengan wajah datarku yang terus kupasang daritadi. “Eh?” Hye Rim sepertinya bingung ingin berkata apa lagi. “Jung Hye Rim, kau pasti sudah tau kan apa jawabannya?” kataku lagi sambil mengulas smirk-ku yang pasti membuat semua yeoja di sekolahku akan tergila-gila melihatnya. Dia tetap terdiam kaku sambil menatapku dengan tatapan kosong. “Jadi, dengarlah baik-baik, Hye Rim. Jawabanku adalah…………………………..”

**

To Be Continue

Nah, mau lanjut gak nih ?? kalo mau dilanjutin banyak-banyak comment ya readers 😀 Oh iya readers, aku bingung nih, KaiRim couple atau HyeHun couple ya?? Butuh saran nih. At last, makasih ya buat yang udah mau ngehabisin waktu luangnya buat baca FF-ku ini and see you soon at next chapter. Gamsahamnida~ ^^

Iklan

32 pemikiran pada “I Believe In You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s