Memories (Chapter 10)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 10

Sub-Title: Kim Min Seok / Xiumin (Ga!)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-M Xiumin
  2. Lee Yong Mi
  3. All EXO members
  4. Lee Hyunwoo

Rating: Masih di part 10… PG-16

Disclaimer:

Not for silent readers, please.

Poster credit: Poster credit at: cipzcagraph.wordpress.com

 memories-xiumin-ga

 

 

Kim Min Seok / Xiumin (Ga!)

 

Lee Yong Mi

“Ayolah, Yong Mi? Kita pergi, ne?”

… Baiklah, akan kujelaskan apa yang terjadi, tapi sebelum itu ada yang ingin kutanyakan.

Bagaimana rasanya ketika dua orang yang-terlalu-manja sekarang sedang bergelayut di kedua tanganmu?!!

“Ayo, Yong Mi! Aku mau mengajakmu jalan-jalan!” ucap Tao seraya menarikku.

“Shireo! Yong Mi justru harus berjalan-jalan denganku. Iya kan, Yong Mi?” balas Jong In seraya menarikku ke arah yang berbeda.

“Yong Mi harus pergi denganku!!”

“Tidak! Yong Mi pergi denganku!!”

Mereka sibuk berdebat seraya menarikku. Intinya adalah: tanganku sakit!

“Lepaskaaaannn!!!” teriakku seraya menarik kedua tanganku dari genggaman mereka. Aku menatap mereka berdua tajam. “Sekarang bukan saatnya untuk berjalan-jalan! Kita harus banyak berlatih untuk persiapan melawan wingstales, bukan?” ucapku kesal. Mereka berdua hanya menatapku polos.

“Tapi kita selalu terkurung di dalam rumah terus…”

“Bukankah lebih baik kalau kita sekali-kali pergi keluar?”

Kenapa mereka semua sangat kekanak-kanakan?

“Tidak!”

Seseorang menarikku dari mereka berdua, dan aku menyadari bahwa orang itu adalah Luhan.

“Yong Mi harus berlatih kembali. Kalian berdua-“ ucapnya seraya menunjuk Tao dan Jong In. “-tidak boleh mengganggunya sama sekali.”

Luhan membawaku menjauh dari mereka. Aku menatapnya bingung.

“Apa yang-“

“Ssst.” Ucapnya seraya meletakkan satu jari di depan bibirku. “Jadwalmu hari ini adalah bersamaku. Dan ups…”

Aku melihat Wu Fan berjalan dari kejauhan. Luhan tiba-tiba menarikku ke dalam sebuah kamar.

“… sepertinya kita harus menghabiskan waktu diluar, Yong Mi-ah.”

Ia menggendongku di punggungnya, membuatku tersentak.

“Luhan! Apa yang akan kau-“

Watch and learn, baby~

Ia kemudian melompat dari atas jendela, dan sedetik kemudian, kami melesat di dalam hutan, menuju ke peradaban para manusia…

+++

Seorang namja melihat dengan jelas disaat Luhan membawa Yong Mi pergi. Ia menggertakkan giginya pelan.

“Ini… saatnya untuk membalaskan dendam Hyura…”

Ia melompat keluar. Namja itu mengenakan jubah panjang yang menutupi seluruh tubuhnya, sebuah tudung di kepalanya, sepasang sarung tangan, dan sebuah topeng yang menutupi wajahnya. Semuanya… serba hitam.

“Tunggulah, Lee Yong Mi. Aku akan membunuhmu.”

Ia melesat di dalam hutan.

+++

Lee Yong Mi

“Woaaaahh….”

Aku terpesona menatap pemandangan di hadapanku ini. Luhan mengajakku ke pantai! Terakhir kali aku pergi ke pantai adalah ketika Yi Xing mengajakku-dan melamarku-disini.

“Lay menceritakan padaku bahwa ia pernah mengajakmu kesini. Karena itulah, aku membawamu kesini lagi.” Ucap Luhan seraya menggenggam erat tanganku, karena siang hari ini sangatlah terik. “Jangan lepaskan genggaman tanganmu dariku.” Ucapnya yang membuatku tertawa kecil.

“Kau takut mati karena gosong?” balasku yang membuatnya cemberut.

“Kalau begitu, kau lepas saja genggaman tanganku.” Balasnya acuh. Tawaku pecah seketika. Ia menatapku dengan tatapan kesal-atau lebih tepatnya, tatapan imut.

“Aigoo, jangan cemberut seperti itu!” ucapku seraya mencubit pipinya. “Tenang saja, aku tidak akan melepaskan genggamanku ini! Mana mungkin aku membiarkanmu mati gosong. Dasar Luhan pabo~”

Ia tersenyum kecil, mungkin ia sedang menahan tawa karena tingkahku yang terlalu kekanak-kanakan. Tangannya menggenggam tanganku dengan erat, seakan tidak ingin melepaskannya lagi. Aku menyenderkan kepalaku di bahunya. Berapa lama waktu yang telah kulalui tanpa bersama dengannya? Apa yang kulakukan selama ini? Menerima lamaran Yi Xing dan Baekhyun… Bercanda dengan yang lain…

Oh tidak, aku sangat jarang menghabiskan waktuku dengan Luhan. Padahal ia selalu menolongku ketika aku mempunyai masalah.

“Hey, apa yang kau pikirkan, huh?”

Luhan memukul kepalaku pelan, kemudian ia kembali tertawa lepas. Dasar namja tidak peka…

“Aku bukan namja yang tidak peka, ne!” ucapnya menggerutu seraya kembali cemberut.

“Aku tidak mengatakan hal itu.” Ucapku mengelak.

“Kau mengatakannya di dalam pikiranmu.” Balasnya, kemudian ia mencubit pipiku. “Jangan melupakan kemampuanku untuk membaca pikiranmu, Yong Mi~”

“Dan jangan lupa bahwa aku juga bisa membaca pikiranmu, Luhan~” balasku yang kembali membuat dia tertawa. Kami berjalan menelusuri pantai, dimana berkali-kali aku harus menahan Luhan agar nafsu vampirenya tidak muncul disaat manusia berkeliaran di dekat kami. Huft, aku sedikit merindukan masa manusiaku dulu… Tapi apa boleh buat? Aku sekarang adalah vampire, dan-mungkin-suatu saat nanti aku akan memimpin kaum vampire-dan aku teringat akan surat dari orang tua Luhan.

“Oh ya, Yong Mi…”

Aku menoleh ke arah Luhan. Dia menerawang ke arah langit.

“Mengenai dirimua yang kelak akan menjadi pemimpin kami…”

Ia membaca pikiranku lagi.

“Apakah kau bersedia… jika kami yang menjadi pendampingmu?”

Eh?

+++

Kim Min Seok / Xiumin

“Haahh… Haahh…”

Aku mengusap keringat yang mengalir di dahiku. Mataku menatap liar ke arah dimana Luhan dan yeoja itu pergi. Jujur saja, aku membencinya. Selama ini, di depan para dongsaengku, aku berusaha untuk menahan nafsu agar tidak membunuhnya.

Siapa sangka bahwa titik batasku telah mencapai puncaknya? Aku ingin membunuh yeoja itu. Lagipula, beberapa suara di dalam kepalaku seakan memerintahkanku untuk membunuhnya.

Dan saat yang tepat untuk membunuhnya, adalah saat dimana ia jauh dari rumah.

“Bunuh ia.”

Aku, yang telah dikuasai oleh nafsu untuk membunuhnya itu, hanya menuruti suara perintah di dalam kepalaku. Tanganku terarah padanya, bersiap untuk menghujamnya dengan ribuan es…

“Luhan-ah!! Lihat itu!!”

Yeoja itu menarik Luhan. Dia terhindar dari sudut pandangku. Cih, aku harus segera mengikutinya.

Kakiku melangkah cepat, mengikuti Luhan dan yeoja itu dari jauh. Aku melihat yeoja itu menarik Luhan ke sebuah… tunggu, seorang penjual permen kapas?

“Permen kapas ini manis, Luhan! Kau mau mencobanya?” tanyanya seraya tersenyum lebar. Manis sekali…

Ah, apa yang kupikirkan?!

“Bunuh dia, Kim Min Seok!”

Sabar, bodoh! Aku sedang mencari sudut yang tepat untuk segera membunuhnya!

Yeoja itu menyuapi Luhan dengan mesranya, membuatku merasakan sesuatu yang terbakar di dalam diriku.

Sekali lagi, apa yang sedang kupikirkan?!

“Yong Mi-ah, apa kau menyayangi kami?”

Aku terdiam ketika mendengar Luhan menanyakan hal tersebut pada Yong Mi. Tanganku yang tadinya teracung ke arahnya kini perlahan turun. Aku mengabaikan suara-suara di dalam kepalaku yang terus memerintahkanku untuk membunuhnya.

“Tentu saja aku menyayangi kalian!” jawab Yong Mi seraya memakan permen kapasnya.

“Meskipun kami pernah menyakitimu dulu dan sekarang?” tanya Luhan lagi. Aku melihat Yong Mi terdiam. Apa yang akan dia jawab?

“Kalian semua adalah suamiku, jadi mana mungkin aku membenci kalian? Meskipun kalian pernah menyakitiku… membuatku merasakan keputus asaan yang teramat besar…”

Ia menggantungkan kalimatnya. Wajahnya mendongak, dan aku bisa melihat matanya yang berkaca-kaca.

“Aku akan tetap menyayangi kalian… Tidak ada alasan, ini hanyalah rasa tulus yang baru pertama kali kurasakan, Luhan…”

Setitik air mata menetes di pipinya. Ia tersenyum lebar… seraya menangis.

“Aku tidak akan rela… jika harus kehilangan kalian.”

Deg.

+++

Lee Yong Mi

Satu… dua… tiga… sebelas. Kali ini siapa yang kurang?? Astaga… Tidak kusangka, mempunyai 12 suami ini terlalu sulit.

“Jong In, Luhan, Tao, Wu Fan, Yi Xing, Chanyeol, Baekhyun, Jong Dae, Se Hoon, Kyungsoo, Joon Myung…” aku mengabsen mereka semua, dan aku segera menemukan siapa yang tidak ada disini.

Dimana Kim Min Seok?

“Mencari Xiumin hyung?” tanya Luhan yang berada paling dekat denganku. Aku mengangguk. “Aku tidak tahu dimana Xiumin hyung… Tapi biasanya ia selalu menetap di kamar.”

“Jinja? Kalau begitu aku akan mencarinya terlebih dahulu.” Ucapku. Aku melangkah keluar dari ruangan itu, kemudian mataku mencari dimana kamar Min Seok. Dan lagi, ikatan batinku dengan suami-suamiku terasa kembali. Aku merasakan ada yang aneh dengan Min Seok. Yah, perasaan seperti ini juga pernah kurasakan ketika bersama dengan Yi Xing…

Kriett…

Aku berhenti melangkah ketika melihat salah satu pintu di sebelah kiriku terbuka. Mataku melihat Min Seok yang berjalan keluar dari balik pintu tersebut.

“Min Seok-ah!”

Ia menoleh ke arahku, namun sedetik kemudian ia terbelalak. Kakinya melangkah menjauhiku dengan cepat.

Ada apa dengannya? Apakah aku melakukan suatu kesalahan sehingga membuatnya menjauh?

“Min Seok-ah!! Chankamman!!!”

Kakiku segera berlari mengejar Min Seok, namun ia semakin mempercepat langkahnya. Lalu ia menghilang dari pandanganku.

“Min Seok-ah!!!”

+++

Kim Min Seok / Xiumin

“Min Seok-ah!!!”

Suara teriakannya masih terdengar jelas di telingaku, namun aku harus mengabaikannya… Dia belum boleh berada di dekatku, karena aku sedang mengatur perasaanku sendiri. Aku takut… jika nanti aku akan mengambil keputusan yang salah.

Karena itulah, aku memutuskan untuk sendiri terlebih dahulu. Aku mengasingkan diri di peradaban manusia-dan tentu saja aku hanya keluar pada malam hari-. Aku menjalani kehidupan manusia, makan, minum, bertegur sapa dengan tetangga, dan bekerja. Aku tahu bahwa semua hanyalah kamuflase pada hidupku, dan disaat aku kembali ke rumah nanti, mereka semua akan melupakan diriku.

Semua ini akan berjalan dengan mudah, jika aku berhasil menyingkirkan bayangan diri Yong Mi dari pikiranku. Wajahnya, senyumnya, tawanya… semua terus bermunculan di dalam pikiranku, dan ini hampir membuatku gila!

“Xiumin-ssi, apa yang sedang anda pikirkan?”

Aku mendongak dan melihat salah satu rekan kerjaku-kalau tidak salah, namanya Lee Yong Gun-berjalan menghampiriku. Aku memang bekerja di sebuah cafe yang terbuka selama 24 jam dan aku mengambil shift malam.

“Oh, aniyo Yong Gun-ssi. Aku tidak apa-apa.” Balasku. Aku kembali membereskan meja yang dipenuhi oleh gelas-gelas dan piring. Yong Gun ikut membantuku.

Sepertinya ia tidak sadar bahwa tingkah lakunya itu memancingku untuk menghirup aroma darahnya kuat-kuat. Dasar manusia, mereka memang tidak mempunyai kepekaan yang besar terhadap makhluk lain.

Atau mereka justru tidak tahu bahwa ada makhluk lain di dunia ini? Pfft.

“Biar kubantu.” Ucap Yong Gun seraya mengambil alih piring dari tanganku. Ia membawanya ke dalam dapur, membuatku sedikit kesal. Kalau begini, aku tidak bekerja dan tidak mendapatkan uang untuk membiayai hidupku!

Tapi kenapa aku harus banyak pikir? Toh, nanti aku juga akan segera pergi dari sini.

“Xiumin-ssi!”

Yong Gun memanggilku dari balik pintu. Aku menoleh ke arahnya.

“Kau… lebih baik kau beristirahat saja. Biar aku yang membereskannya.”

Dan ia berlari masuk ke dalam dapur dengan wajah memerah. Oh…

Sepertinya ia menyukaiku.

+++

Siang hari yang sangat terik. Xiumin memutuskan untuk tidak keluar sama sekali. Ia lebih memilih untuk menjaga nyawanya dibandingkan dengan kembali ke rumahnya saat itu juga.

Namun ia merindukan Yong Mi, sangat merindukannya.

“Ugh… Aku bodoh.” Gumam Xiumin pelan. Ia meraih gelas berisi darah di depannya, kemudian meminum darah tersebut sampai habis, namun darah tersebut masih menetes di sudut bibirnya. Perlahan, ia menyeka darah tersebut.

Kring~ Kring~

Telepon di rumah Xiumin berbunyi. Dengan malas, Xiumin beranjak dari duduknya dan meraih gagang telepon itu.

“Yeoboseo?”

“Xi, Xiumin-ssi…”

Seketika tubuh Xiumin menegang. Ia mengenali suara itu.

“Yong… Yong Gun-ah?”

“Xiumin! Tolong aku!!”

Terdengar suara pukulan, kemudian Xiumin menyadari bahwa Yong Gun sedang-

“Kau ingin menyelamatkannya? Datang ke bawah jembatan di sungai Han malam nanti.”

Tut… Tut… Tut…

Xiumin membanting gagang telepon itu dengan kesal.

“Aish, masalah apa lagi yang akan menghampiriku?”

+++

Kim Min Seok / Xiumin

Malam hari. Aku memutuskan untuk segera pergi ke jembatan Sungai Han. Sebenarnya aku menyadari bahwa ada yang aneh di balik penculikan ini. Kenapa mereka justru menghubungiku, bukan menghubungi orang tua Yong Gun? Lalu, mereka tidak meminta imbalan apa pun? Hanya memintaku untuk segera datang kesana? Cih, ada udang di balik batu.

Dengan ekspresi datar, aku berjalan ke bawah jembatan itu. Tidak ada pencahayaan disana, namun dengan mata vampire-ku, aku tetap dapat melihat dengan jelas.

“Xi… Xiumin-ssi…”

Aku melihat Yong Gun yang diikat di sebuah kursi kayu. Awalnya aku ingin segera menghampirinya, namun aku menghentikan langkahku.

“Dimana penjahatnya?”

Ekspresi Yong Gun seketika berubah. Dia menatapku bingung.

“Yong Gun-ssi, kau pikir semua kamuflase ini akan berhasil? Oh ya, kau hampir berhasil. Aku hampir saja mengira bahwa kau menyukaiku.”

“Xi, Xiumin-ssi?”

“Manusia memang begitu. Selalu berpikir licik. Baiklah, sekarang dimana kawanan penjahat itu bersembunyi? Atau mereka akan menyergapku dari belakang?”

Yong Gun tidak menjawab, namun aku melihat dengan jelas bahwa beberapa orang namja-dengan mengenakan baju serba hitam-muncul entah dari mana dan mereka berdiri di belakang Yong Gun. Salah satu dari mereka membuka ikatan pada tubuh Yong Gun.

“Ternyata, menipu seorang vampire itu sangat sulit.” Ucap Yong Gun seraya berdiri. Ia menghapus cat berwarna merah yang berada di wajahnya.

“Kau mengabaikan indra pada tubuhku.” Balasku datar. Yong Gun mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, dan ‘sesuatu’ itu membuatku tersentak.

Sebuah pisau perak…

“Bagaimana, Xiumin-ssi? Kau terkejut melihat aku mempunyai benda ini?” balas Yong Gun. Cih, ternyata dia mempunyai senjata yang selama ini menjadi kelemahan kami. Yah, vampire memang akan mati jika dibunuh dengan sesuatu yang dibuat dari perak asli.

“Sebagai pemburu vampire, sepertinya kau mempunyai barang yang bagus.” Ucapku berusaha untuk tetap tenang. Yong Gun memainkan pisau itu di tangannya.

“Sebenarnya, aku hanya ingin menangkapmu saja, Xiumin. Ada sesuatu yang harus kudapatkan, dan kau mempermudah jalanku.” Ucap Yong Gun. Namja-namja itu mengelilingiku, seakan tidak memberiku jalan untuk kabur. “Aku akan membunuh calon pemimpin kalian kelak.”

Mataku terbelalak. Tidak, yeoja ini mengincar… Yong Mi?

“Tangkap ia!”

Namja-namja itu mengerubungiku, dan aku tidak bisa melawan karena sebuah pisau perak diarahkan pada leherku!

+++

Lee Yong Mi

Min Seok-ah… Min Seok-ah…

“Kris hyung, apa Xiumin hyung belum juga ditemukan?” tanya Se Hoon dengan wajah panik. Aku menatap Wu Fan dengan tatapan penuh harapan.

“Ani, aku belum menemukannya.” Ucap Wu Fan dengan raut wajah penuh rasa bersalah. “Aku tidak dapat menemukan jejaknya… Dia seakan menghilang.”

Luhan menggertakkan giginya kesal.

“Kenapa Xiumin hyung pergi seperti ini?!” gerutunya. Dia terus mengumpat dan mengucapkan kata-kata yang tidak ingin kudengar. Aku menghentakkan kakiku kesal, kemudian aku melangkah keluar dari ruangan itu. Entah siapa yang mengikutiku, yang jelas aku tidak mempedulikannya sama sekali.

“Yong Mi-ah, kau mau kemana?” tanya sebuah suara yang kukenali sebagai suara Kyungsoo. Aku masuk ke dalam kamarku dan ia masih mengikutiku. Tanganku membuka jendela kamarku. Aku menarik nafas dalam, bersiap untuk melakukannya.

“Chankamman!”

Kyungsoo menahan lenganku. Aku kehilangan konsentrasi.

“Apa yang sedang kau lakukan, Yong Mi?” tanyanya.

“Aku sedang berusaha untuk menghubungi Min Seok-dan lepaskan tanganku!” jawabku seraya menarik tanganku dari genggamannya, namun Kyungsoo kembali menahanku.

“Andwae! Kau mau menggunakan telekinesis Luhan hyung? Tidak bisa! Kau tidak tahu dimana Xiumin hyung, jadi kau tidak dapat mengirimkan telepatimu padanya!” ucap Kyungsoo melarangku, namun aku menatapnya sengit.

“Biarkan aku mencoba!” ucapku sedikit keras, membuat Kyungsoo berjalan mundur. Aku kembali konsentrasi pada pikiranku, kemudian berusaha mengirimkan telepati pada Min Seok-yang entah berada dimana.

Min Seok-ah, kau mendengarku?

Tidak ada jawaban. Aku semakin berusaha untuk tetap konsentrasi.

Min Seok-ah! Jawab aku kalau kau mendengarku!

Tetap tidak ada jawaban. Aku menggigit bibir, dan tanpa sadar aku menangis.

Kim Min Seok! Jawab aku!! Batinku panik.

Nu, nugu…?

Aku membuka mataku. Suara Min Seok! Ia menjawabku!

Min Seok-ah! Ini aku Lee Yong Mi! Jawab aku sekarang! Kau dimana?! Tanyaku padanya.

Entahlah… Tunggu, Yong Mi? Tidak, kau tidak boleh menemuiku! Mereka mengincarmu! Jawab Min Seok.

Mwo? Apa yang kau maksud, huh? Kau tidak tahu kalau semua saudaramu sekarang panik untuk mencarimu?!

Gwenchana, Yong Mi… Aku disekap oleh kelompok pembunuh vampire. Mereka mengincarmu, karena kau adalah calon pemimpin vampire kelak. Yang mereka harapkan sekarang adalah kau datang kemari untuk menolongku, lalu mereka akan membunuhmu. Jadi kau tidak perlu kemari, cukup aku saja yang mereka bunuh…

Emosiku meledak. Aku marah karena mendengar Min Seok mengatakan hal itu.

Kau memilih untuk mati, Min Seok? Kalau begitu kau mengabaikan kami semua?! Kau tidak berpikir bagaimana semua saudaramu panik mencarimu? Kau tidak berpikir tentangku, Min Seok? Aku ini istrimu! Mana mungkin aku membiarkan kau mengorbankan dirimu untukku??

Sekarang, aku tidak peduli lagi jika dia melarangku.

Ucapkan namaku, Kim Min Seok! Ucapkan namaku sekarang!! Batinku padanya. Tidak ada jawaban. Aku meremas tanganku sendiri. Kim Min Seok! Panggil aku!!

“Lee… Yong Mi…”

Dia disana!

+++

D.O terbelalak ketika melihat Yong Mi menghilang dari pandangannya. Ia segera berlari keluar, kembali ke ruangan dimana semua anggota EXO berkumpul (minus Xiumin, tentu saja).

“Hyung! Saengie!!” ucap D.O panik.

“Ada apa, hyung? Tunggu, dimana Yong Mi?” tanya Kai yang segera menyadari bahwa D.O tidak bersama dengan Yong Mi.

“Yo, Yong Mi menghilang… Ia terlihat berteleportasi!!”

Luhan segera beranjak dari duduknya. Ia meraih kerah baju D.O dan menatapnya geram.

“Mwoya?! Kau membiarkannya pergi begitu saja?!” tanya Luhan tidak percaya.

“A, aku tidak tahu, hyung! Tadi Yong Mi mengatakan bahwa ia berusaha untuk menghubungi Xiumin hyung, dan tiba-tiba saja ia pergi…”

Luhan melepaskan cengkeramannya. Ia berlari ke arah jendela, membukanya dengan lebar, dan berusaha untuk berkonsentrasi. Secepat mungkin, ia harus segera mengirimkan telepati pada Yong Mi agar ia tahu dimana Yong Mi berada sekarang.

Yong Mi, kau bisa mendengarku?! Yong Mi!!

Luhan panik. Tidak ada jawaban sama sekali dari Yong Mi. Kris segera menahannya.

“Hyung! Kau tidak sedang mencoba untuk mengirimkan telepati pada Yong Mi bukan?” tanya Kris khawatir. Luhan tidak menggubrisnya. Ia kembali berkonsentrasi. “Hyung, tubuhmu tidak sanggup untuk melakukannya! Kau akan-“

Bruk.

Luhan jatuh ke atas lantai. Nafasnya terengah-engah. Beberapa anggota EXO segera menolongnya.

“Ini tidak baik.” Ucap Suho panik. “Yong Mi berada diluar sendirian dan kita tidak tahu dimana ia berada!”

+++

Kim Min Seok / Xiumin

Katakan saja aku bodoh atau semacamnya. Memanggil Yong Mi disaat yang tidak tepat, eo? Aku benar-benar bodoh!

“Xiumin-ah!”

Yong Mi muncul di hadapanku. Wajahnya terlihat khawatir, sangat khawatir.

Bagaimana mungkin aku berniat untuk membunuhnya?

“Tunggu, aku akan segera melepas ikatanmu!” ucapnya panik. Dia menghampiriku dan berusaha untuk melepaskan taliku. Aku menatapnya lama… menatap wajah cantiknya itu… Crap, cintaku padanya lebih besar dibandingkan rasa benciku dulu.

Namun tatapanku teralihkan pada sosok Yong Gun yang berdiri tidak jauh di belakang Yong Mi, bersiap untuk menghujam Yong Mi dengan pisau peraknya.

“Yong-“

Baru saja mulutku mengucapkan satu kata, Yong Mi telah berbalik lebih dahulu dan menahan tangan Yong Gun sebelum pisau itu mengenai wajahnya.

“Sebelum menyerang secara diam-diam, ada baiknya kau belajar untuk mengosongkan pikiranmu terlebih dahulu, Nona.”

Yong Mi mengayunkan tangannya dan seketika pisau itu terlempar jauh dari tangan Yong Gun.

“Sial!” gumam Yong Gun kesal. Sebelum ia dapat bertindak lebih jauh, Yong Mi telah mengurungnya dalam sebuah lingkaran angin.

“Apa tujuan kalian untuk membunuhku?” tanya Yong Mi datar. Aku tidak dapat melihat ekspresi Yong Gun, tapi sepertinya ia benar-benar panik sekarang.

“Kami ini pembasmi vampire yang mengganggu kehidupan manusia, dan kalian telah mengganggu kehidupan kami!” balas Yong Gun jujur. Mungkin ia takut Yong Mi akan membunuhnya dengan angin itu.

“Apakah kami pernah membahayakan kalian?” tanya Yong Mi lagi.

“Ti-tidak, tapi aku harus membunuhmu-yang sebagai calon pemimpin kelak-agar kaummu itu tidak mengganggu kami!”

“Atas dasar apa kau berpikiran seperti itu?!” balas Yong Mi kesal.

“Dia yang mengatakannya! Namja bernama Lee Hyunwoo, salah satu dari wingstales!”

Hyunwoo, lagi.

“Aku harus membersihkan pikiran kalian…”

Aku melihat sebuah aura putih yang keluar dari tubuh Yong Mi, menjalar ke sekeliling ruangan… dan kemudian aura itu menghilang, bersamaan dengan angin yang melingkari Yong Gun. Aku terbelalak melihat Yong Gun yang pingsan di atas lantai.

“Min Seok-ah, kajja…”

Wajah Yong Mi terlihat pucat. Aku segera menangkap tubuh mungilnya ketika ia kehilangan keseimbangan.

“Yong Mi-ah! Gwenchana?!” tanyaku. Ia meringis.

“Aku terlalu memaksakan kemampuanku…” jawabnya lirih. “Yang jelas, aku telah menghapus semua ingatan mereka mengenai kita dan Hyunwoo oppa. Min Seok-ah, cepat pergi. Kita harus segera kembali ke-“

Yong Mi menutup matanya. Aku panik, dan tanpa menunggu lagi, aku segera meneriakkan satu nama.

“KAI!”

Kai pun muncul. Ia segera membawa kami kembali ke rumah…

+++

“Grrr…….”

Hyunwoo menggeram. Untuk kesekian kalinya, ia tidak berhasil membunuh Yong Mi. Segala usahanya untuk mempengaruhi pikiran dari pemburu vampire itu gagal.

“Tidak apa-apa… Masih ada kesempatan terakhir. Lee Yong Mi, tunggulah kedatanganku.

 

TBC

 

Next Episode: Luhan (Saranghae)

 

“Sayap bening… Yong Mi, apakah kau…”

 

“Hyung? Kenapa Yong Mi menangis?”

 

“Lupakan apa yang pernah terjadi, ne? Oppa akan selalu menjagamu.”

 

“Mereka semua akan tetap baik tanpa dirimu.”

 

“MEREKA TIDAK MEMBUTUHKANMU! SAMPAI KAPAN KAU AKAN DIBUTAKAN OLEH CINTA, HUH?!”

 

“Karena itu, Yong Mi… Jangan berpikir bahwa aku tidak mencintaimu, karena aku telah mencintaimu bahkan sebelum kamu tahu akan diriku…”

 

“Himchan?”

 

Iklan

39 pemikiran pada “Memories (Chapter 10)

  1. keren eonnie…..!!!!! aku udh ngikutin dari soulmate pertama kali publish! aku suka bgt…….. memories nya keren bgt! tapi soulmate gk kalah kerennya….. aku suka sama ff dan sequel ff punya eonnie ini! next chap ditunggu ya….

  2. wuahh…… akhir.a ff yg saya tunggu” slama 2 bln nongol jg ^^
    crita.a mkn seru & mkn bnyk rahasia yg terkuak, pokok.a mkn seru dech ^^
    next chap jng lama” y, thor

  3. Aish…. Aku telat baca, padahal kmren-kmren aku tungguin mulu, tpu gak di publish2. Gliran di publish aku ketinggalan, ahhhhh 😦

    Oh iya, Yong Mi-nya kren bngt skrng, eh kok dia bnykkkkkkk bngt sie kekuatannya? Ya ampun ampe bingung aku? Hihihi. Yasudah lah sepertinya cukup commentnya

    😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s