That’s Me (Chapter 1)

Title: That’s me (chapter 1)

Cast: Kim Yoona (Yoona SNSD), Kim Suho, Byun Baekhyun,  find it

Genre: Romance, Drama, Family, Angst

Author: Wisemyunnie

Rating: T menuju ke M /?

Halo!^^ Istri resmi Suho disini(?). Ini ff pertama yang dipost, jadi maklumin kalo ffnya cacat, dsb. Dan maaf kalau bahasanya terlalu kaku. Karena kalau pakai bahasa ga baku itu takutnya salah ><. Author bikin ff ini pas liburan, jadi ini bisa dibilang ff hasil liburan. Tapi gak juga lupa belajar lohh, soalnya taun depan harus tes masuk SMAL dan author mau masuk SMA favorit.  And actually this fanfic is dedicated for my lovely parents in RPW. Hope they read this, and I gave this for them for a father’s day present.  Sorry for any mistakes. Segini aja bacotan author, enjoy reading ❤

 

DON’T FORGET TO COMMENT

***

*Author POV*

Terdapat sebuah keluarga yang tengah sarapan pagi di rumah yang ternilai artistik. Pilar yang menjulang tinggi menghiasi rumah itu. Dengan warna cat yang berwarna warni, dipadu dengan lukisan, dan bunga-bunga yang terletak di dalam vas yang menghiasi rumah itu.  “Semuanya pada lupa, ya?” Tanya seorang yeoja. “Hari ini aku ulang tahun ke 16 ….” Ujar yeoja tersebut dengan agak kecewa.

Seluruh anggota keluarga hanya terdiam… “Ah! Saengil chukka hamnida Yoongie! Sekarang kau menjadi makin besar saja, adikku!” ujar kakak dari anak itu. “Aaaa, gomawo Suho oppa><”. “Saengil chukkhae hamnida Yoongie!” ucap namja yg tak lain adalah appanya, appanya menggendongnya lalu mencium pipinya. “Ne, saengil chukkhae hamnida Yoongie” dilanjutkan dengan ibunya yang memeluknya. “Hahaha, aku sudah bukan anak kecil lagi, eomma, appa!!” ujar anak itu. “Tapi di mata kami, kamu itu masih kecil Yoongie!!” Ujar appa, eomma, dan kakaknya dengan kompak. Lalu mereka tertawa bersama-sama. Walaupun mereka merupakan keluarga konglomerat di Seoul, mereka tetap bahagia. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama.

 

‘DOR!’ sebuah peluru pistol mendarat tepat di perut sang ibu di keluarga itu.

 

Sang ayah pun member kode “rencana berjalan dengan baik” kepada penembak itu. Mata sang ibu yang tadinya terbelak, lama kelamaan menjadi terpejam. Yang tadinya wanita itu sedang berdiri, namun sekarang hanya terkapar di lantai. Seisi keluarga kaget melihat pemandangan tersebut. Mereka terkecuali sang ayah tak dapat mengira bahwa sesuatu seperti ini teradi juga. “MWO?!? Yeobo?!?” sang ayah menunjukan kemampuan ‘aktingnya’. “Eomma? Nan Gwaenchannayo?” Sontak Suho.  Darah segar pun mengucur dari perut wanita itu. Suasana pagi yang indah menjadi berantakan karena kejadian itu. “Cepat panggil ambulance!” ujar Yoongie dengan khawatir. Lalu dengan cekatan Yoona langsung menelpon ambulance, dan kakaknya menggendong eommanya ala bride stlye. Di saat seperti ini biasanya sang suami lah yang paling khawatir, namun tidak bagi keluarga ini. Sang ayah hanya tersenyum puas akan kejadian itu.

Beberapa saat kemudian ambulance pun datang. Lalu Suho menggendong eommanya tersebut. Mereka berharap wanita itu akan baik-baik saja.

“Eomma, kuharap engkau tak apa-apa” batin Yoona. Dia sangat khawatir akan eommanya itu.

 

-a several hours later-

“Chogi, apakah kamu adalah anak dari ibu ini?” Tanya seorang suster. “Ne, bagaimana keadaanya?” Yoona sangat khawatir sekarang.  “Maaf, nyawanya sudah tak terselamatkan lagi. Dan ternyata dia juga menderita penyakit leukemia…” jawab seorang suster. “MWO?!?” jawab Suho dan appanya secara bersamaan. Mereka tersentak, dan langsung menghampiri jenazah wanita itu. Kain kafan pun menutupi jenazah wanita itu. Mereka tak percaya, karena sebelumnya wanita itu terlihat masih sehat, namun meninggal secara tiba-tiba.

 

“Eomma… Jangan tinggalkan kami, kami membutuhkanmu. Masa eomma harus meninggal pada hari ulang tahunku?” ucap Yoona dengan terisak. “Eomma…” lirih Suho seraya meneteskan air matanya. “Suster, apakah ini serius?” Tanya Yoona sambil menarik-narik tangan suster tersebut. “Ne, ini serius. Kami sudah mencoba semuanya, namun tak kunjung berhasil.” Jawab suster itu dengan agak sedih, lalu mengelus kepala Yoona. Dibalik itu, sang appa hanya tersenyum puas dengan itu. Ia merasa senang karena yeoja yang tak lain adalah istrinya telah meninggalkan dunia ini.

 

‘KRING, KRING, KRING’ terdengar suara telfon yang tak lain berasal dari ponsel appanya. Setelah melihat siapa yang menelfon, namja itu keluar dari ruangan tersebut. “Ne, Yeoboseyo?” Jawab namja tersebut.

 

“Bagaimana misi kita? Jongin-a” Tanya seseorang dari sebrang sana.

“Semuanya berjalan dengan lancar, kau tenang saja, chagiya” ucapnya dengan pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.

“Siap, besok aku akan ke rumahmu.” Jawab suara dari sebrang sana.

“Ok, akan kutelfon nanti, chagiya. Annyeong!”

Sang appa kembali memasuki ruangan tersebut. Ia mendapati anaknya yang sedang menangis. “Yoongie, pemakaman eomma akan dilaksanakan sekarang saja. Karena besok appa harus ada pekerjaan. Ini memang takdir, tak bisa diubah lagi…” jawab sang appa dengan nada yang ‘sedih’ sambil memeluk putrinya itu. “Ne, appa aku mengerti.” Jawab Yoona lalu memeluk appa dan kakaknya dengan erat.

Terdapat orang-orang mengenakan pakaian hitam. Suasana terasa sangat duka, apalagi untuk seorang yeoja yang harus menerima kenyataan bahwa eommanya meninggal di hari ulang tahunnya. Dan hujan pun menambah suasana kesedihan itu. Walaupun sekarang memang hujan, namun pemakaman itu tetap dilangsungkan atas perintah atau tepatnya Mr. Kim. Banyak orang yang berdoa, mendo’akan orang yang meninggal itu, ada yang terlihat sedih, dan ada juga yang terlihat senang. Wartawan pun ikut hadir dalam pemakaman itu. Setelah pemakaman tersebut selesai, seorang anak perempuan, kakaknya, dan appanya tengah memandangi batu nisan yang bertuliskan nama “Kim Taeyeon” nama dari wanita itu. “Eomma…. Kami akan sering-sering mengunjungimu.” Isak Yoona sambil memandangi batu nisan itu.

 

“Hiks… Eomma… Kami akan membahagiakanmu apapun yang terjadi, kuharap engkau melihat kami dari atas sana.” ujar seorang namja berumur 17 tahun yang tak lain adalah kakaknya. Lalu namja itu memeluk adiknya untuk menghiburnya. Dilanjutkan dengan menaruh bunga mawar di depan batu nisan itu , lalu mereka pergi meninggalkan kuburan.

 

-Next day

 

 “Annyeong, kami pu-” ucapan Suho terpotong karena melihat appanya sedang bercinta dengan seorang yeoja di ruang tamu. Ia sangat kaget melihatnya… “Mwo?? Ada apa, oppa?” Tanya Yoona karena penasaran melihat oppanya yang terdiam secara tiba-tiba. Lalu Yoona mengalihkan pandangannya ke depan. Dan di dapatinya seorang namja yang ia sayangi sedang melakukan hubungan suami istri. Dan parahnya lagi, tanpa mengenakan busana apapun. Suho menutup kedua mata adiknya dengan tangannya. Emosinya meluap-luap sekarang.

 

“APPA! APA YANG KAU LAKUKAN?!?” Tanya Suho dengan geram. Ia sungguh tak terima. Karena baru saja kemarin ibunya meninggal, sekarang sudah beraninya melakukan hal seperti ini, dan parahnya di ruang tamu pula. “Chagi, siapa dia?” Tanya seorang yeoja yang tengah memeluk ayahnya itu. “Abaikan saja, paling mereka hanyalah anak PEMBANTU disini.” Jawab namja itu dengan menekankan kata ‘pembantu’.  Karena Suho sudah terlalu kesal, ia melepaskan tangannya dari mata adiknya, lalu mengepalkan kedua tangannya. Kalau dia bukan appanya, mungkin Suho sudah membunuh namja itu.

“APAKAH KAU SUDAH GILA, APPA? AKU INI KIM SUHO! ANAK KANDUNGMU?!?” jawab Suho dengan emosi. “Oppa, apa yang terjadi?” Tanya Yoona. “Ani, nan gwaenchannayo Yoongie” jawab Suho seolah tak terjadi apa-apa.

 

“Tenang chagi, akan ku urus anak pembantu ini.” Jawab namja itu sembari berdiri lalu memakai bajunya.

 

“Kim Suho, Kim Yoona, I have to talk with you guys. But first, let’s talk outside. And you, Jung Sooyeon, don’t hear ‘bout our conversation.” ujar namja itu dengan bahasa Inggris.

“Okay dad, what are we go’in to talk ‘bout?” Tanya Yoona, keluarga Kim memang terkadang berbicara dengan bahasa Inggris, karena itu kemampuannya tak diragukan.

 

“Pertama, keluar dari rumah ini SEKARANG JUGA!” Bentak appanya itu.

“MWO? What are u talk’in ‘bout? I’m not gonna do this! Remember that promise? That we will always together forever?”  Yoona lama kelamaan menjadi kesal juga.

 

“Yup, but ‘bout that was my acting. Aku tidak mencintai kalian semua, termasuk eomma kalian juga. Jika saja perjodohan itu tidak terjadi.. ” tegas namja itu.

“Hmmm, if you want that. We’re goi’n to do that. Ah, Kajja Yoongie. Lets take our stuffs and go far away from this rascal place!” ucap Suho degan santainya, lalu menarik tangan Yoona.

 

“Haha, you’re such a good children!”

 

-SKIP-

Jongin melempar koper anak-anaknya keluar rumah. “Don’t you ever come back to this house, rascal kids!” teriaknya. Suho hanya memberi pandangan tak suka kepada ayahnya itu, sedangkan Yoona menangis terisak dengan apa yang telah dilakukan oleh ayahnya itu. Namja itu lalu mencumbui yeoja yang ada di hadapannya itu, lalu menutup pintu rumah dengan kencang. ‘BRAK!’

 

“Cih, ayah yang menyedihkan” ujar Suho dengan kesal sembari mendorong kopernya. “Hiks.. Hiks.. O, o ppa, bagaimanapun lagi dia tetap ayah kita! Jangan seperti itu.” Ujar adiknya dengan terbata-bata. “Kau benar, Yoongie. Tapi dia mengusir kami dari rumah.” Ujar Suho menepuk punggung adiknya itu. “Kita harus tinggal dimana, oppa?” Tanya Yoona.  “Oh iya ya. Cih, bahkan namja bajingan itu tidak memberikan kami tempat tinggal!” jawab Suho dengan kesal.

“Oppa, aku lapar.” Ujar Yoona sambil mengelus perutnya. “kita pergi ke supermarket itu saja untuk beli cemilan, kajja!” jawab Suho. Lalu mereka membeli beberapa cemilan dan 2 botol air mineral untuk mengganjal perut.

 

Lalu mereka makan di sebuah taman yang tak jauh dari supermarket itu. Mereka duduk di kursi taman itu sambil memakan roti yang mereka beli. Mereka melanjutkan aktivitas mereka lagi, yaitu memakan cemilan tadi. Dan suasana hening pun terjadi. Setelah menghabiskan roti itu, mereka pergi berjalan meninggalkan taman itu.

“Yoongie…” panggil Suho kepada adiknya. “Ne?” jawabnya. “Kita tinggal di markas oppa saja. Kajja!” jawabnya sembari menarik tangan adiknya.

Terdapat sebuah rumah yang terbilang lusuh. Itulah markas Suho, dkk. Dan dari luar terlihat lampunya menyala menandakan bahwa di dalamnya ada orang. Rumah itu hanya ada 1 tingkat, dan apabila kita hendak kesana harus menuruni tangga. Dan rumah itu bisa dibilang tersembunyi.’PIK, PIK, PIK’ Suho menekan password rumah itu dengan cepat.

“Annyeong. Aku datang.” Ucap Suho.

“HEI LEADER KEMANA SAJA KAU? KAMI MERINDUKANMU!” ujar semua orang yang ada di rumah itu lalu memeluk Suho. Yoona hanya tertawa geli melihat kelakuan teman-teman oppanya itu. “Ah iya, tumben banget hyung bawa cewek cantik. Kenalin dong.” Ujar seorang namja bertubuh jangkung nan kurus sambil menyenggol sikut Suho. “Kenapa kalian berdua bawa-bawa koper segala? Jangan-jangan… mau….” “MPPH” ucapan namja berkulit putih itu terpotong karena Suho menyumpel mulutnya dengan kue yang dipegang oleh namja yang satunya. “Yak! Sehunnie, Chanyeollie. Jangan macam-macam!” ucap Suho dengan ketus. “Hmm kuenya enak juga, eomma.” Ujar Sehun yang tadinya disumpel kue, lalu kue itu dimakan olehnya.

 

“YAK! Hyung, gantiin kuenya ga?!?” orang yang dipanggil eomma bernama Kyungsoo itu mulai emosi. “Mianhaeyo, Kyungie. Nanti akan kuganti, hehe” jawab Suho dengan santai, lalu tangannya membentuk huruf V.  “Jinja?!? Jadi kau punya adik, hyung?!?”  Tanya Sehun dan Chanyeol secara bersamaan. “Ne, maaf aku tak menceritakan pada kalian” jawab Suho.

 

“Kim Yoona imnida, 16 tahun. Aku adik Suho oppa.” Ucap Yoona lalu membungkuk 90 derajat. “Sehun imnida”, “Kyungsoo imnida”, “Chanyeol imnida”. Mereka bertiga menyodorkan tangannya kepada Yoona, lalu bersalaman.

 

“Ah ne, mengapa kalian membawa koper kemari?” Tanya Kyungsoo. “Kami akan tinggal disini.” Ujar Suho. “Yeay! Ahirnya leader kami sudah bukan anak mami lagi yang harus pulang ke rumahnya!” canda Sehun dan Chanyeol.  “Hahaha, kalian lucu sekali” Yoona tertawa melihat kelakuan mereka. “Maklumi saja, mereka memang selalu begini setiap hari==” ujar Suho kepada adiknya.

“Oh, ambil ini aku menggantikan kue yang tadi diambil oleh oppaku.” Ucap Yoona lalu memberikan permen coklat kepada Kyungsoo. “Jinja?!? Gomawo, Yoona-sshi” jawab Kyungsoo dengan girang. “Cheonma, tak perlu pakai embel-embel sshi. Panggil saja aku Yoona atau Yoongie.”

“Hyung, adikmu ini baik juga ya. Hehe”celetuk Kyungsoo. “Iyadong, namanya juga adiknya Suho. “ Jawab suho dengan pedenya.

“Mohon ya kerja samanya dengan kalian^^” ucap Yoona sambil membungkuk 90 derajat.

“Sama-sama Yoongie. Kajja, kita letakan dulu barang-barang kalian dulu! Biar kami bantu.” Ucap si dia, eh maksudnya Sehun.

“Yoongie, mau tak mau harus sekamar sama oppa” ujar Suho. Yoona membalasnya dengan anggukan.

“Yaah hyung, kenapa dia tidak sekamar saja denganku?” keluh Sehun. “Andwae! Nanti hal yang diinginkan terjadi! HAHAHA!” ujar Kyungsoo. “Aish hyung, aku tak akan melakukannyaL”

“BUAHAHAHA, Yoona lebih baik bersamaku saja, iya kan hyung?” ucap Chanyeol lalu merangkul Yoona.

“Jangan macam-macam pada adiku!” bentak Suho lalu menarik Yoona. “Gomawo, sudah menolongku oppa. HAHAHAHA!” jawab Yoona lalu ia mendadak tertawa.

-Suasana pun mendadak hening-

“YAK! I’m sorry, I’m just kidding. Will you forgive me? Bbuing bbuing” Yoona pun melakukan aegyonya yang terkesan menghanyutkan. Suho hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu.

“Hahaha, kau ini sangat menggemaskan!!” Chanyeol mencubit pipi Yoona.

“Yoona-ah, biar aku yang membawakan barang-barangmu ke kamar” ujar Chanyeol kepada Yoona sambil membawakan barang-barangnya ke kamar.

“Ah, Gomawo oppa.” “Jika kau butuh kami, panggil saja kami di kamar sebelah dan tolong letakan baju-baju kita di lemari. Arraseo?” titah Suho kepada Yoona  sembari mengelus kepala adiknya itu. Adiknya menjawabnya dengan anggukan.

Suho dan kawan-kawannya kecuali Chanyeol memasuki kamar yang satulagi. Ya, tujuannya bukan apalagi selain ngobrol. DI rumah itu terdapat dapur yang kecil, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Dan di tengah rumah itu terdapat meja persegi yang berukuran besar, 1 sofa, dan 1 televisi. Rumah itu bisa dibilang markas Suho dan teman-temannya. Teman-teman Suho tinggal disini karena orangtua mereka yang menyetujuinya dan sebagai latihan untuk kemandirian. Sedangkan Suho, orangtuanya saja bahkan tak tahu bahwa dia mempunyai rumah bersama teman-temannya.

“Yoongie, jika kau mau tidur ambil saja kasur yang ada di lemari itu.”(kasur yang ngampar gitulah, kayak di korea. Author gk tau sebutannya apa, mian heheh xD #kudetmode #harap abaikan)

“Ne, Chanyeol-ssi” Jawabnya sambil meletakan baju-bajunya di lemari. Kamar itu terbilang kecil. Hanya terdapat lemari yang berukuran sedang, dan meja rias di sebelah lemari itu. Karena lemari itu cukup tinggi, jadi Yoona tak sampai untuk mengambil kasur ampar yang terletak di rak paling atas lemari itu. Yoona pun berusaha untuk mengambilnya,bahkan ia loncat-loncat. Namun, tiba-tiba ada tangan yg kekar nan putih yang mengambil kasur itu. Ya, bukan siapa lagi kalau bukan Chanyeol yang membantunya. Lalu, namja itu mengamparkan kasurnya ke lantai. “Gomawo, Chanyeol-ssi” ujar Yoona dengan nada yang agak canggung. “Cheonma, tak perlu memanggilku dengan embel-embel ssi. Hahaha” jawabnya dengan terkekeh.

Dilanjutkan dengan meletakan buku-bukunya di lantai, karena di kamar itu tak ada meja sama sekali. Karena saking sibuknya menata barang-barangnya, Yoona sampai lupa dengan diarynya yang tergeletak begitu saja.

Seorang namja melihat sebuah buku bersampulkan kain berwarna biru muda. Rapih, itulah yang menggambarkan buku itu. Karena dia penasaran dengan buku itu, jadi dia mengambil buku itu dan hendak membacanya.

‘Chanyeol, ingat buku ini milik orang lain. Jangan membacanya sembarangan, itu namanya tidak sopan!’ Batin namja itu. Tapi rasa penasarannya itu mengalahkan semuanya, jadi dia membuka buku itu.

Seorang yeoja tengah kebingungan mencari sebuah buku. Yap, karena buku kesayangannya yang selalu dibawanya kemana-mana tiba-tiba menghilang begitu saja. Padahal di buku itu terdapat banyak rahasia yang bahkan seorang pun tak mengetahuinya. Buku itu adalah hadiah dari orang yang ia sayangi…

‘Dear Diary…..’ namja itu baru saja ingin membaca buku itu, namun ada suara yeoja yang mengagetkannya.

“Chanyeol-ah, apakah kau melihat sebuah buku yang bersampul biru?” ujar yeoja itu yang tak lain adalah Yoona.

“Ah, ne??” namja itu kebingungan.

“Chanyeol-ah…..” yeoja itu kaget karena melihat pemandangan di hadapannya sekarang.

 

-TBC-

Iklan

4 pemikiran pada “That’s Me (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s