Monalisa (Chapter 4)

Title : Monalisa (Part 4)

Author : FebrinaFR

Genre : Romance, family and I don’t know 😀

Rating : T

Length : MultiChapter

Cast : -Monalisa (OC)

-You can Find it

Nb :        Ini FF perdana saya^^ dan milik saya. mohon jangan  bash, kalo mau kritik boleh, tapi baik-       baik ya 😀 Semua castnya milik Tuhan, kecuali kkamjong , He is mine ! ^^ Typo tersebar dmana-mana,  Alurnya abstrak, dan maaf jika sudut pandangnya kebanyakan dari si OC         karena dia peran utamanya, biarpun ini FF gaje tetap RCL yaaa^^

HAPPY READING !

Monalisa (1)

PART 4

 

Jongin POV

Sehun menyukai Monalisa, kenapa aku merasa aneh seperti ini?. Kupegangi dadaku, kenapa terasa sakit? apa aku benar-benar menyukainya juga? Tapi Sehun sudah terlebih dahulu menyatakannya, apa aku terlambat? Kenapa semua seperti ini?

Aku mengepalkan kedua tanganku, kenapa aku bisa sebodoh ini. Aku bahkan tidak bisa menyadari  apa yang sedang aku rasakan. Kau benar-benar pabo Kim Jongin !

“Aaarrggghh!!” teriakku kesal bercampur bingung. Kuharap ini hanya sebuah perasaan semu dan akan segera hilang. Aku tidak mungkin mengingkari ucapanku sendiri dan juga menghianati Sehun, sepupuku.

 

***

Monalisa POV

Hari minggu, jadi tidak ada kuliah. Saat ini aku sedang membantu BoA ahjumma membuat kue. BoA ahjumma bilang, ketika hari libur dia memang suka membuat kue, kebetulan aku pernah bekerja di kafe jadi aku tahu beberapa resep kue.

“Bagaimana ini bahan-bahannya ada yang kurang?”Ujar BoA ahjumma terlihat sedikit panik

Aku menghampirinya, “Biar aku saja yang membelikannya Ahjumma” tawarku.

“Apa tidak apa-apa?” Tanya BoA ahjumma

Aku tersenyum dan mengangguk. Jika hanya pergi ke Supermarket bukan masalah buatku.

“Kalau begitu ahjumma akan meminta Jongin untuk mengantarmu” BoA ahjumma akan memanggil Jongin sebelum aku menghentikannya.

“Tidak usah ahjumma, aku bisa pergi sendiri kok. Lagipula supermarketnya kan dekat ahjumma”Sergahku. Jika aku pergi bersama jongin, dia pasti akan mendumeliku dengan kata-katanya yang pedas. Dan juga jantungku tidak akan terkontrol jika didekatnya.

“Baiklah, tapi kau harus berhati-hati ya. Dan juga bawa payung. Kelihatannya mendung” Ujar BoA ahjumma sembari mengambil payung yang tergeletak rapi di pojok ruangan.

“Iya ahjumma. aku pergi dulu” pamitku.

Dan benar kata BoA ahjumma, langit terlihat cukup mendung. Untung saja hujannya belum turun.

Aku berlari menuju Supermarket yang terletak tidak jauh dari Rumah keluarga Lee Harabeoji. Sesampainya di Supermarket, aku  segera mencari bahan-bahan yang tadi dicatatkan oleh BoA ahjumma. ternyata itu tidak semudah yang aku kira. Seelah semua bahan aku dapatkan dan tentunya sudah kubayar, aku berjalan keluar dari Supermarket.

Diluar, hujan sudah turun dengan deras. Untung saja aku membawa payung. Di sampingku, ada seorang ahjussi yang sedang kedinginan. Bajunya basah kuyup dan jelas saja dia pasti tidak membawa payung. Kuberanikan diri untuk menyapa ahjussi tersebut.

“Annyeong, ahjussi” sapaku, dia menoleh kearahku.

“Annyeong”balasnya ramah, dia terlihat menggigil.

“Maaf ahjussi, jika ahjussi mau, ahjussi bisa memakai payungku. Lagi pula tempat tinggalku juga tidak jauh dari sini” Ujarku. Ahjussi tersebut menatapku bingung.

“Rumah ku juga tidak jauh dari sini” jawab Ahjussi tersebut.

“Jinjja? Kalau begitu aku saja yang mengantar ahjussi pulang, bagaimana?” tanyaku.

“Jika itu tidak merepotkanmu” Ahjussi tersebut tersenyum kepadaku.

“Tentu saja tidak” aku membalas senyumannya.

Kami berjalan bersama, payung yang diberikan BoA ahjumma cukup besar jadi di antara kami tidak ada yang kehujunan meskipun air Hujannya sedikit menciprati  kami.

Tidak beberapa lama kami berjalan, kami sudah sampai di depan sebuah apartement, ahjussi pasti tinggal di apartement ini.

“Kamsahamnida, maukah kau berkunjung ke apartement ahjussi sebentar?” pinta ahjussi tersebut.

“Tapi aku harus segera pulang ahjussi, Ahjumma ku pasti sudah menunggu” Tolakku.

“Ini masih hujan, sebaiknya kau tunggu hujannya reda dulu”

Benar juga kata ahjussi itu, aku telah mengantarkan ahjussi itu dan membuat jalan pulang ke Rumah Lee Harabeoji semakin jauh. Memang sebaiknya aku menunggu Hujannya reda.

“Baiklah Ahjussi” ahjussi itu tersenyum mendengar jawabanku, dapat ku tebak dia orang yang baik.

Aku memasuki apartement tempat ahjussi itu tinggal, apartementnya cukup besar, dan terlihat sangat rapi. Tapi apartement ini begitu sepi sangat kentara bahwa tidak ada orang lain disini selain aku dan ahjussi.

“Mianhe ahjussi, apakah ahjussi tinggal sendirian?” tanyaku sambil memperhatikan beberapa pernak-pernik kecil yang tersusuh rapi di atas meja.

“Hmm, iya. Ahjussi memiliki konflik dengan istri dan anak ahjussi sehingga membuat kami tinggal terpisah”

“Mianhe ahjussi, seharusnya aku tidak menanyakan hal itu” Sesalku. Aku merasa tidak enak telah menanyakan hal yang bukan urusanku.

“Gwenchana, Ahjussi akan membuatkan Coklat panas untukmu” Ahjussi itu segera berjalan menuju sebuah ruangan yang kupikir dapur.

Apartement ini sangat rapi untuk seorang pria yang tinggal sendirian, beberapa foto terpajang di setiap dinding di bagian Ruang tamu. Kuperhatikan foto tersebut dan kusadari bahwa aku mengenali seseorang di dalam Foto itu. Seseorang yang terlihat sangat bahagia, mengenakan gaun pengantin yang sangat indah. Di sampingnya berdiri Ahjussi pemilik apartement ini. Sepasang pengantin yang terlihat saling mencintai, Dia Hyori ahjumma. Kuperjapkan mataku, kuharap aku tidak salah lihat. Ternyata itu memang Hyori Ahjumma. Dan di foto lain, aku melihat Sehun kecil sedang di gendong ahjussi pemilik apartement.

“Itu Foto Putra ahjussi ketika masih kecil”

“ Jadi benar, ahjussi appanya Sehun?” Tanyaku memastikan.

“Kau kenal dengan Sehun? Iya dia putraku” jawab ahjussi sembari tersenyum.

“Nde, sekarang aku tinggal bersamanya di Rumah Lee Harabeoji” Jawabku girang. Tentu saja aku senang, sekarang aku sedang berhadapan dengan appanya Sehun.

“Jadi kau temannya Sehun? Dan pasti kau sudah mengenal Hyori, eommanya Sehun?” Tanya Ahjussi.

Aku hanya mengangguk.

“Siapa namamu? Sejak tadi kita berbicara tapi ahjussi bahkan tidak tahu namamu?” Ahjussi yang appanya Sehun ini tertawa.

“Haha, benar juga ahjussi. Aku Monalisa imnida” Ucapku dan membungkuk padanya.

“Monalisa? nama yang unik” jawa Oh Ahjussi.

Aku menyeruput coklat panas yang telah dibuat Oh Ahjussi tadi. Sekarang badanku terasa hangat.

“Bagaimana kabar Sehun dan eommanya?” Tanya Oh Ahjussi.

“Mereka baik. Sangat baik. Apakah ahjussi tidak pernah bertemu mereka?” tanyaku.

Oh Ahjussi tersenyum dan menatap foto Sehun yang terpajang rapi di dinding, “Tidak. Aku tahu Sehun masih marah padaku. Jadi aku tidak berani menemui mereka. Aku pernah mengajak Hyori untuk tinggal bersama kembali, tapi dia menolaknya” Jawab nanar Oh Ahjussi.

“Maaf ahjussi, tapi bukankah Ahjussi dan Hyori Ahjumma Sudah bercerai?” Aku layaknya wartawan sekarang.

Oh Ahjussi menatapku dan mengernyitkan alisnya, “Siapa yang bilang? Kami tidak bercerai”

Aku mengerti sekarang, Oh ahjussi dan Hyori ahjumma tidak bercerai, mereka hanya tinggal terpisah. Apa Sehun mengetahui hal ini? tanyaku dalam hati.

“Ahjussi, kalau begitu ahjussi harus kembali bersama mereka. Biarbagaimanapun mereka adalah tanggung jawab ahjussi. Sehun, dia sangat merindukan ahjussi” Ujarku, aku bahkan hampir menangis. Ternyata Oh ahjussi masih menyayangi mereka terutama Sehun, sedangkan Sehun dia tidak mengetahui hal ini. Rumah keduanya pun terbilang dekat, tapi kenapa mereka tidak pernah bertemu.

“Itu tidak mudah Monalisa, terutama bagi Sehun. Yang dia tahu aku adalah appa yang gagal. Dia bahkan sangat membenciku” Oh Ahjussi terisak. Aku tahu ini sangat sulit buatnya. Selama bertahun-tahun, dia hidup sendiri padahal dia masih mempunyai istri dan seorang anak.

“Ahjussi tidak melihatnya tumbuh besar. Apakah ahjussi tahu, dia sekarang menjadi Namja yang tampan. Dia juga mengambil Jurusan Bisnis, dan dia akan menggantikan Lee Harabeoji. Bukankah dia Namja yang hebat?” Oh Ahjussi mengangguk sembari tersenyum.

“Tapi di balik itu semua, Sehun merindukkan sosok Appanya. Dia pernah berkata seperti itu padaku” aku kembali teringat ketika Sehun memelukku dan dia berkata dia merindukkan appanya.

Oh ahjussi menghembuskan nafas berat tanda bahwa dia sedang bingung, “Ini tidak semudah yang kau bayangkan, Monalisa” jawabnya.

Diluar Hujan telah reda, kusadari sudah cukup lama aku berada di apartement Oh ahjussi.

“Ahjussi, Hujannya sudah reda, aku pamit dulu. Dan kuharap Ahjussi dapat mengambil keputusan dengan bijak” Ujarku, kemudian Oh Ahjussi memberikan sebuah kartu nama padaku.

“Ku harap kita bisa bicara lagi di lain waktu. Ahjussi sangat senang dapat bertukar pikiran denganmu” Aku memeluknya, menandakan perpisahan. Setelah itu aku membungkuk dan keluar dari apartementnya.

Sepanjang perjalanan aku masih memikirkan sebuah kenyataan yang baru saja aku ketahui, mengenai Keluarga Sehun. Ini Rumit sekali. Kedua orang tuanya masih resmi sebagai Suami dan Istri tapi sudah tidak tinggal bersama selama beberapa tahun. Dan juga Sehun berpikir bahwa keduanya telah bercerai, apakah Hyori ahjumma tidak memberi tahu yang sebenarnya?.

Tiiittttt..!!

Seseorang menyalakan klakson mobilnya tepat di belakangku. Tentu saja itu membuatku kaget dan hampir terjatuh. Kulihat seseorang di dalam Mobil itu, kenapa dia??

 

Author POV

BoA sedang menunggu Monalisa yang tidak Kunjung pulang. Hujan yang deras juga sudah mereda, karena khawatir BoA meminta Jongin untuk mencari Monalisa. kebetulan dirumah ada Jongin, Sehun sedang pergi bersama Lee Harabeoji.

“Jongin-ah, eomma ingin minta tolong” pinta BoA kepada Jongin yang sedang berbaring santai di atas sofa.

“Ada apa eomma?” Tanya Jongin.

“Tadi eomma meminta Monalisa untuk pergi ke Supermarket tapi hingga sekarang dia belum pulang. Padahal Hujan sudah reda. Eomma khawatir padanya” jelas BoA

Jongin segera menegakkan badannya dan menatap wajah khawatir eommanya.

“Mwoo?? Dia belum pulang?” Tanya Jongin dengan nada khawatir.

“Sudahlah ! cepat cari dia !” BoA menarik tangan Jongin agar segera pergi mencari Monalisa.

Jongin mengambil Kunci mobilnya dan bergegas pergi. Perasaan khawatir menyelimutinya, terlebih lagi Monalisa belum lama berada di Seoul dan Jongin juga tidak mau sesuatu terjadi pada Monalisa.

Jongin mempertajam pandangannya, meneliti setiap jalanan yang dia Lewati.

“Aiissshhh, kemana Yeoja itu. kenapa membuat orang khawatir seperti ini sih !” Omel Jongin.

Jongin menghentikan Mobilnya ketika melihat sosok yang sedang di carinya, sosok tersebut sedang berjalan sambil menunduk dengan payung di tangan kiri dan sebuah kantong plastik di tangan kanannya.

Tiiitttt

Jongin membunyikan klaksonnya keras ketika berada di belakang Monalisa. Monalisa yang kaget hampir saja terjatuh. Monalisa menatap Jongin kaget ketika mengetahui Jonginlah yang mengagetkannya.

“Apa yang kau lakukan disini? eomma hanya menyuruhmu untuk ke Supermarket, kenapa lama sekali.” Jongin mengomel kepada Monalisa bahkan dia tidak memberi kesempatan Monalisa untuk menjelaskannya.

“Mianhee, tadi Hujan jadi-“ Ucapan Monalisa di potong oleh Jongin.

“Cepatlah masuk !” Perintah jongin tetapi hanya mendapat tatapan bingung dari Monalisa.

“Berhenti memasang wajah Bodoh seperti itu ! cepat masuk, sebelum ku tinggal !” mendengar ucapan Jongin, Monalisa segera masuk ke dalam Mobil Jongin.

Di sepanjang jalan, mereka hanya saling diam. Tidak tahu apa yang ingin mereka bicarakan. Mereka terlalu sibuk dengan perasaan masing-masing. Di hati Jongin, dia senang karena sudah menemukan Monalisa dan mengetahui keadaannya baik-baik saja. Dan di hati Monalisa, dia sangat senang karena Jongin selalu ada ketika dia membutuhkan.

 

***

Monalisa sedang membolak-balikkan kartu nama Oh Ahjussi. Dia sedang bingung bagaimana caranya menyatukan keluarga itu. Oh Ahjussi masih sangat mencintai Hyori ahjumma sedangkan disisin lain Hyori ahjumma enggan berdamai dengan Oh ahjussi, watak Hyori ahjumma yang keras juga sulit untuk dilunakkan.

Monalisa menjentikkan jarinya seperti mendapat sebuah inspirasi. “Jika aku bisa mempertemukan Sehun dan Oh Ahjussi, semuanya pasti akan Lebih baik” Ujar Monalisa sambil tersenyum senang.

 

***

 

“Gomawo, ahjussi” Monalisa baru saja menghubungi Oh Ahjussi menggunakan Hape Soo Eun. Dia baru saja akan menjalankan rencananya.

“Monalisa, aku pulang duluan ya” Ujar Soo Eun yang pulang bersama Chanyeol. Hubungan mereka semakin dekat, bahkan sekarang Chanyeol sering mengantar Soo Eun pulang. Monalisa sangat senang mengetahu hubungan Soo Eun dan Chanyeol yang semakin dekat.

“Monalisa, ayo pulang “ ujar Sehun yang telah berada d samping Monalisa diikuti Jongin di belakangnya.

“Jongin-ah, kami duluan ya” Sehun melambaikan tangan kepada Jongin dan kemudian menarik tangan Monalisa untuk masuk kedalam mobil.

Jongin menatap keduanya, terlihat jelas dari tatapannya bahwa dia sangat cemburu.

“Sehun-ah, maukah kau mengantarku ke Taman?” Tanya Monalisa.

“Tumben sekali, ada apa?” ujar Sehun.

Monalisa terlihat gugup, dia takut rencananya akan di ketahui Sehun.

“Tidak ada, aku hanya ingin ke sana sebentar. Tidak apa kan?” Tanya Monalisa didikuti tatapan memelasnya. Dia jarang melakukan hal ini, tetapi semua ini agar rencananya berhasil, jadi diapun rela mengeluarkan jurus memelasnya, ini lebih baik dari pada aegyo.

Sehun tertawa melihat sikap Monalisa, “Iya iya” Sehun akhirnya menyetujui permintaan Monalisa dan membuat Monalisa sangat senang.

Sesampainya di Taman, Monalisa mengedarkan pandangannya ke segala sudut taman mencari sosok Oh Ahjussi.

“Kau sedang mencari apa?” Tanya Sehun yang menyadari sikap aneh Monalisa.

“Tidak mencari apa-apa” jawab Monalisa sembari tersenyum.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Monalisa menemukan Oh Ahjussi. Beliau sedang duduk di sebuah kursi di sisi Taman.

“Sehun-ah, Aku ingin buang air kecil. Mau kah kau menungguku di sana?” Monalisa Menunjuk sebuah Kursi yang juga sedang diduduki Oh Ahjussi.

“Tidak perlu kutemani?” Tanya Sehun.

“Ah, kau Lucu sekali Sehun-ah. Tentu saja itu tidak mungkin” Ujar Monalisa dan segera berlari menuju Toilet. Sehun menuruti perintah Monalisa dan duduk di Kursi yang di tunjuk Monalisa.

Ternyata Monalisa tidak pergi ke Toilet melainkan bersembunyi di balik Pohon sembari mengamati Sehun dan Oh Ahjussi.

“Hihiii, rencana ku berhasil” Ucap Monalisa senang sambil mengepalkan kedua tanganya di udara.

“Jadi kau yang merencanakan ini?” Sesosok suara mengagetkannya. Dan ternyata Itu Jongin, Jongin sudah berada di belakangnya.

“Kau??? Kenapa tiba-tiba ada di belakangku??” Tanya Monalisa kaget.

“Aku?? Aku tidak sengaja melihat kalian disini” Jawab Jongin mencoba santai.

“Sstt, pelankan Suaramu” Ujar Monalisa.

“Mereka tidak akan mendengarnya !” Ujar Jongin kesal.

“SSSttt”

Jongin hanya mendengus kesal.

 

Author POV

“Appa?” Ujar Sehun ketika melihat sosok appanya di sampingnya.

Orang yang merasa di panggil mengalihkan pandangannya dan kaget melihat Sehun sudah berada di sampingnya.

“Sehun-ah?” Pria tersebut langsung memeluk Sehun dan kemudian air matanya mengalir. Pria yang tidak lain adalah Oh ahjussi menumpahkan semua kerinduannya kepada putra semata wayangnya itu.

Sehun masih diam, dia belum membalas pelukan appanya. Melainkan dia malah melepaskan pelukan appanya.

“Kenapa appa ada disini?” Tanya Sehun dingin.

Oh Ahjussi semakin sedih melihat perlakuan Sehun kepadanya, “Appa akan jelaskan semuanya. Ini semua tidak seperti yang kau bayangkan, appa dan eomma tidak pernah bercerai Sehun-ah” Jelas Oh Ahjussi.

“Maksud appa? Selama ini kalian membohongiku??!” Sehun beranjak dari duduknya, kedua tangannya mengepal.

“Dengarkan appa dulu” Oh Ahjussi menggenggam tangan Sehun, mencoba menahan Sehun agar tetap mendengarkannya. Sehun hanya diam, tidak merespon ucapan appanya.

“Eommamu salah paham kepada appa, dia mengira appa berselingkuh. Dia selalu menuduh appa yang tidak-tidak. Appa mulai tidak tahan dan memutuskan untuk pergi” Jelas Oh ahjussi. Tangannya bergetar, air matanya mulai turun. selama ini dia mencoba menahan kepedihannya sendiri.

“Tapi.. appa bahkan tidak pernah menemuiku. Appa tidak pernah menjemputku lagi disekolah. Tidakkah appa tahu, aku sangat merindukan appa ! aku masih mempunyai appa, tapi kenapa aku tumbuh seperti seorang anak yatim !” Sehun meneteskan air mata, nafasnya memburu. dia kembali teringat masa lalunya, ketika dia tumbuh menjadi seorang remaja, tidak ada appa yang mendampinginya.

“Maafkan appa. Ketika appa mencoba menemuimu, eommamu tidak pernah mengizinkannya. Eommamu selalu melarang appa menemuimu. Appa juga tersiksa saat itu. appa mempunyai istri dan anak, tapi kenapa appa hidup di apartement sendirian? Dimana istri dan anak appa? Maafkan appa, karena appa tidak berusaha lebih keras menemuimu. Appa merindukanmu !” Oh Ahjussi segera menarik Sehun dan memeluknya dengan sangat erat. Sekarang di sudah sadar bahwa Sehun kecil yang dulu dipeluknya sudah dewasa.

Sehun membalas pelukan appanya, dia sudah tidak bisa menahan kerinduannya. Kedua ayah dan anak ini terlihat saling melepaskan kerinduan satu sama lain dan saling terisak.

Sementara itu di Lokasi Monalisa dan Jongin berada..

“So sweet.. Misi selesai!” Ucap Monalisa senang, dirinya hampir menangis.

Dia baru menyadari bahwa jarak antara dia dan Jongin sangat dekat, bahkan sekarang keadaannya seperti Jongin tengah memeluknya. Jongin menatap Monalisa dengan tatapan yang melumpuhkan, membuat jantung Monalisa tidak terkontrol.

“Wae??” Tanya Monalisa sedikit gugup.

“A..a..aniya!” jongin mengalihkan pandangannya dari Monalisa. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi sangat sulit. Dan Monalisa membuatnya gugup.

“Tsk !” decak Monalisa.

Monalisa hendak pergi meninggalkan Jongin, tetapi tangan Jongin menahannya.

“Kau mau pergi kemana?” Tanya Jongin dengan ‘sok’ cuek.

Monalisa melirik tangan Jongin yang masih memegang tangannya, mengetahui hal itu Jongin melepaskan genggamannya dan sedikit gugup.

“Aku mau pulang. Ada apa?”

“Tidak ada. Ya sudah. Pulang sana !” jawab jongin dingin.

Dua sijoli ini kemudian berjalan dengan arah yang saling berlawanan.

Ck, padahal aku ingin mengantarnya pulang. Kenapa sulit sekali mengatakan hal itu. batin Jongin.

***

Keluarga Lee Harabeoji sedang menikmati makan malam. Diam-diam Monalisa mencuri pandang kearah Jongin tanpa sepengetahuan orang lain termasuk Jongin.

“Selamat malam semua..” Sehun baru pulang, dia menyapa semua orang dengan mata yang berbinar.

“Sehun-ah, apa kau sudah makan?” Tanya hyori lembut.

“Sudah eomma, tadi aku dinner bersama appa” Jawab Sehun senang.

“Appa??” Tanya Hyori, dia kaget mendengar pernyataan Sehun.

“Nde, eomma wae??” balas Sehun.

“Kenapa kau menemuinya?!” Hardik Hyori. Dia terlihat sangat marah kepada Sehun

“Wae eomma? dia appaku, apa aku harus mempunyai alasan untuk menemui appaku sendiri?!” Balas Sehun tidak kalah keras dari teriakan Hyori.

Sehun sudah sangat kesal dengan sikap eommanya yang tidak mau berubah, bahkan karena keegoisan eommanya, Sehun tumbuh besar tanpa appa disampingnya. Semua orang yang berada di meja makan kini menghentikan kegiatannya masing-masing dan tengah memperhatikan Sehun dan Hyori.

“Aku lelah eomma, aku lelah melihat Sikap eomma ! aku sekarang sudah besar jadi aku bebas menentukkan hidupku, bahkan jika aku ingin tinggal bersama appa, itu semua hakku !!” Sehun berlari meninggalkan eommanya.

“Sehun !” teriak Hyori, dan tidak didengarkan Sehun.

“Sehun sudah dewasa sudah seharusnya dia tahu yang sebenarnya, jadi jangan halangi dia” ujar Lee Harabeoji kepada Hyori.

Lee Harabeoji pergi dan disusul oleh BoA, mereka tidak melanjutkan makan malam mereka. Sementara Hyori sangat kesal mendengar pembelaan dari Lee Harabeoji terhadap Sehun kemudian pergi, bukan menuju kamarnya, melainkan ke luar.

“Kau masih ingin melanjutkannya??” Tanya Jongin yang menatap Monalisa.

“Eoh?? Tentu saja, makanan kan tidak boleh di buang-buang” Jawab Monalisa, dia melanjutkan menyantap makanan di depannya tanpa menghiraukan Jongin.

“Ck ! kau ini benar-benar tidak mengerti keadaan !” Ujar Jongin kesal.

“Monalisa, aku ingin bicara denganmu” Ucap Sehun. Jongin yang hendak mendekati Monalisa, menghentikan langkahnya mengetahui kedatangan Sehun.

Apa yang hampir aku lakukan? Aku sudah kelewatan. Aku tidak memperdulikan perasaan Sehun. Aku malah semakin berani mendekati Monalisa. kau keterlaluan Kim Jongin ! Batin Jongin, dia kemudian pergi meninggalkan Sehun dan Monalisa.

Setelah kepergian Jongin, Sehun duduk di samping Monalisa dan memeluk Monalisa erat. Monalisa membelalakkan matanya kaget mendapat pelukan tiba-tiba dari Sehun dan segera melepas pelukan Sehun.

“Ada apa Sehun? Kenapa kau tiba-tiba memelukku?”

Sehun tersenyum dan kembali memeluk monalisa, “Gomawo, aku tahu kau yang telah mempertemukan aku dengan appa. Terima kasih. Aku benar-benar berhutang padamu”

Mendengar penjelasan Sehun, senyumnya mengembang, “Kau sudah tahu ya. Semua bukan karena aku. Mungkin memang sudah saatnya kau bertemu dengan appamu” Monalisa membalas pelukan Sehun.

“Sekali lagi Terima Kasih, aku menyayangimu !” Ujar Sehun mempererat pelukannya.

Monalisa tersenyum melihat tingkah Sehun, dia juga menyayangi Sehun, tapi sebagai teman. Dan sayangnya hal ini di anggap lain oleh Sehun.

 

Jongin POV

Aku akan kembali ke meja makan untuk minum, karena sejak makan tadi aku belum minum sama sekali. Namun langkahku terhenti, Sehun sedang memeluk Monalisa tepat dihadapanku. Sehun terlihat sangat senang, aku belum pernah melihat dia sebahagia itu ketika bersama Yeoja. Sepertinya rasa hausku sudah hilang dan berganti dengan rasa sakit di hatiku. Aku memutuskan kembali ke Kamar.

Aku mengacak rambutku Frustasi, aku benar-benar menyukai Monalisa, tapi di lain sisi aku telah berkata sebaliknya kepada Sehun. Aku harus bagaimana.

Ku ambil kanvas, kuas dan cat. Disaat seperti ini memang melukis adalah obat buatku. Kugoreskan tinta berwarna hitam sebagai latarnya. Aku mulai melukis sesuatu yang tidak jelas, semua warna aku campurkan tanpa membentuk sebuah gambar atau bidang-bidang abstrak.

“Aku membencinya, kemudian aku menyukainya, dan sekarang aku bahkan mencintainya. Lalu apakah aku harus membencinya lagi seperti dulu??” Tanyaku pada diri sendiri.

 

TBC..

Semakin gaje semakin absurd, tetap RCL yaa ^^ gomawo

 

 

Iklan

12 pemikiran pada “Monalisa (Chapter 4)

  1. kasian appanya sehun..udh salah paham malah g boleh ketemu anaknya..tp jongin jg kasian,..dilema antara saudara sama perasaannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s