Hello Precious! (Chapter 4)

FF EXO|[HELLO PRECIOUS!]|#4 For the First Time

Title : Hello Precious!

Subtitle : For the First Time

Author : Sugarplum

Genre : Romace, Drama, Fluff, Sad

Rating : T

Length : Chaptered

Main Cast :

Ahreum (T-ara),

Kai (Exo-k),

Suho (Exo-k),

Krystal (f(x)),

Naeun (A-pink)

Support Cast :

Other Exo-k member

Son Naeun, Woohyun as Ahreum’s bestfriend

Sehun as Krystal’s cousin

Shindong as Ahreum’s Appa

Kangin as Kai’s Appa

Sayumi as Kai’s Umma

Jung Yunho

WARNING: Typo(s)

A/N : Happy Reading!

Newcoverpart4

“Aku tidak sebenyebalkan itu kurasa.”cuek Kai. Kini pemuda itu sudah menikmati apel miliknya. Salah satu apel setelah apel yg ia bawa ia berikan pada gadis di sampingnya sekarang.

                “Menyebalkan! Bukankah seharusnya kau berada di kantin dengan para fansmu serta nona Soojung itu.”balas Ahreum. Ia kembali menghabiskan bekalnya.

                “Nona Soojung?”heran Kai. “Kau siapanya Krystal, huh?”tanya Kai yg terdengar begitu menusuk di telinga Ahreum.

                “A-aku..”

4th

==========

HELLO PRECIOUS!

========

I wanna be your favorite hello…

…and your hardest goodbye

.

.

.

Kai menatap Ahreum dengan begitu banyak tatapan menuh arti. Antara heran, penasaran, ingin tahu dan menyelidik. Ahreum, tentu saja takut melihat tatapan dari pemuda dengan orbs kelam tersebut. Mata yang membuatnya ingin menyelaminya lebih dalam.

“Aku..” Ahreum menahan napasnya. “..aku anak pelayan di rumah nona Soojung, kalau kau tahu.”jawab gadis itu sambil memalingkan wajahnya. Ke mana saja asal tak memandang pemuda itu, Kai. Pangeran dengan sejuta pesona. Jawaban itu cukup membuatnya tercengang.

“Aku tak pernah tahu Krystal mempunyai pembantu seperti gadis ini.”batinnya. Buru-buru ia berdeham. “Begitu ya..”ujarnya.

Ahreum segera meringkas bekalnya. Tak lupa sebuah apel yg diberikan oleh Kai tadi. Ia pun berdiri dan berbalik hendak kembali ke kelasnya. Meninggalkan Kai yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

Gadis itu menghela napas berat. Ia telah membongkar kedoknya sendiri. Kalau kepada murid rakyat jelata mungkin tak apa-apa dengan itu, tapi ini kepada Kai. Anak pemilik sekolah, bisa-bisa ia menjadi bulan-bulanan Krystal lagi.

“Ahreum!”

Buru-buru ia meoleh ke sumber suara. Ternyata Sehun yang memanggilnya. Pemuda itu terlihat membawa beberapa buku. Mungkin dari perpustakaan.

“Dari perpustakaan?”tanya Ahreum. Sehun mengangguk.

“Gara-gara Naeun dan Woohyun aku jadi menyukai puisi-puisi Shakespears. Kau sendiri dari mana?”

“Aku memakan bekalku di taman.”Ahreum menunjukkan kotak makannya.

“Pantas saja kau tak ikut kami ke kantin.”

“Ah, Sehun bisa aku minta tolong?”

“Ada apa?”

“Eum, begini di klub musik aku kekurangan pianis, kau bilang padaku suka memainkan benda itu kan jadi.. Mau tidak bergabung denganku untuk acara final summer camp?”tanya Ahreum.

“Tentu saja aku mau.” Sehun tersenyum lalu mengacak poni Ahreum.

“Jinjja? Gomawo.”

“Ah, iya aku senang bisa membantumu Ahreum.”

“Kalau begitu, tentukan jadwal latihan kita. Istirahat dan pulang sekolah Chanyeol oppa selalu ada di ruang musik.”jelas Ahreum.

“Chanyeol? Siapa dia?”

“Hei, kau harus memanggilnya hyung.”

Setelah percakapan tersebut, Ahreum dan Sehun pun langsung kembali ke kelas. Sudah beberapa hari setelah kedatangan murid baru, terutama Kai, Krystal jarang sekali mengganggu Ahreum. Gadis itu juga jarang ikut ke rumah Yunho haraboji untuk sekedar melihat kabar Gyul dan Ddokki—kelinci piaraan keluarga bangsawan itu.

Setelah pulang sekolah, begitu mendengar persetujuan Sehun tadi, Ahreum langsung membawa pemuda itu untuk menemui Chanyeol. Ia tentu harus segera berlatih jika ingin tampil bagus di acara final.

“Chanyeol oppa, eoddi—ah annyeong!” Ahreum langsung berlari ke arah Chanyeol yang sedang bermain-main dengan gitarnya.

“Ahreum, ternyata kau dan..” Chanyeol memicingkan matanya melihat Sehun yang tersenyum canggung.

“Ini Sehun, Jung Sehun yang menggantikan Baekki oppa memainkan benda ini.”jelas Ahreum sambil menunjuk piano putih disana. Chanyeol megangguk.

“Annyeong sunbaenim.” Sehun membungkuk memberi hormat.

“Jangan terlalu formal, Hun-ah, kau bisa memanggilku hyung kalau kau mau.”jelas Chanyeol. “Kajja, kita berlatih.”lanjut pemuda tinggi itu. Ahreum dan Sehun langsung bersiap di posisinya. Ahreum berdiri di samping Chanyeol yang duduk di sebelah piano putih. Piano yang akan dimainkan Sehun.

                “..Heart beats fast

                Colors and promises

                How to be brave

How can I love when I’m afraid

                To fall..”

Sekali lagi. Sehun begitu kagum melihat Ahreum. Mendengarkan suara lembut gadis yang entah bagaimana bisa membuatnya merasa nyaman dengan sekejap. Sementara Chanyeol, memperhatikan Sehun yang benar-benar kelihatan menikmati suara Ahreum. Ia tahu, semua orang pasti seperti itu jika sudah mendengarkan suara Ahreum. Untuk pertama kalinya dulu ia juga seperti itu. Dengan begini, ia yakin acara drama dan musik itu akan berhasil.

“Bagus. Padahal kita baru berlatih satu kali, iya kan?”ujar Chanyeol.

“Benarkah?”tanya Ahreum tak percaya.

“Tentu saja Reum-ah, jadi jangan takut untuk bernyanyi seperti itu di acara final.”jawab Chanyeol. “Ehm, kulihat permainan piano mu bagus, maybe you mind to join this club?”tanya Chanyeol pada Sehun.

“Aku? Tidak. Aku sudah ikut klub sepak bola, hyung.”jawab Sehun. Chanyeol membentuk bibirnya seperti huruf ‘O’.

“Ah begitu rupanya. Tapi, apa kalian tahu kalau setelah acara final akan ada promnite di sekolah kita?”tanya Chanyeol lagi. Ahreum dan Sehun langsung berpandangan.

“Aku kira Krystal bercanda soal hal itu, jadi, promnite setelah final summer camp itu memang ada?”Sehun balik bertanya.

“Ya begitulah.”jawab Chanyeol misterius. “Tapi kurasa akan lebih bagus jika promnite juga diadakan di Jeju.”

“Baiklah Chanyeol oppa, kami pulang dulu. Besok kami berdua akan berlatih lagi.”

“Sampai jumpa, hyung.”

Chanyeol menatap perginya dua orang itu dengan senyum simpul. Final camp nanti pasti akan sangat seru. Pikirnya. Kemudian ia mulai membereskan ruang musik tersebut. Ahreum dan Sehun berjalan ke arah gerbang depan sekolah mereka.

“Ahreum, akhir-akhir ini aku jarang melihatmu di rumah. Kau tak ingin bermain dengan Gyul dan Ddokki lagi?”tanya Sehun.

“Gyul? Ddokki? Aku rindu dua kelinci itu..”gumam Ahreum sambil memikirkan ucapan Sehun. “Aku..”

“Bagaimana kalau sore ini kau ikut pulang denganku? Lagi pula, appa mu ada di sana, bukan?”Sehun memotong ucapan Ahreum.

“Tapi..”

“Sudahlah, ayo. Aku malas kalau di rumah hanya ada Soojung.”

Sehun menarik tangan Ahreum menuju parkiran sekolah mereka. Parkiran sepeda. Ahreum kaget begitu melihat Sehun mengambil sepeda kayuhnya.

“Astaga, tuan muda kau memakai sepeda ini? Bagaimana bisa?”tanya Ahreum kaget.

“Sudahlah. Kajja! Cepat naik di belakang.”perintah Sehun.

Ahreum pun naik di belakang sepeda Sehun. Berdiri di atas pijakan sambil berpegangan di pundak pemuda itu. Sehun mengayuh sepedanya melewati jalan pintas yang baru ia temukan kemarin. Hal yang membuatnya membawa sepeda ke sekolah. Melewati perumahan biasa, bukan kompleks perumahan elit di rumahnya. Dua anak manusia itu tertawa lepas manakala Sehun mengayuh sepedanya cepat. Membuat rambut cokelatnya bergoyang diiterpa angin. Begitu juga dengan Ahreum.

“Hahaha, ini menyenangkan sekali!”ungkap Sehun.

“Iya. Oppa..” Ahreum sedikit memelankan suaranya di kata terakhir. Entahlah tanpa sadar ia mengeluarkan kata-kata itu.

.

Hello Precious!

.

Sehun meletakkan sepedanya di halaman depan bagitu saja ketika mereka sampai. Tawa keduanya masih terdengar karena diselingi candaan.

“Sehun? Ahreum?”heran Yunho yang saat itu tengah menikmati kopi dan majalahnya di teras rumah.

“Haraboji aku pulang.” Sapa Sehun memberi salam.

“Annyeong haraboji.”Ahreum memberi hormat.

“Ahreum, kenapa baru sekarang datang kemari? Kau tak ingin bertemu dengan dua kelinci disini eoh?”tanya Yunho.

“Ah, ani. Aku sedikit sibuk di sekolah haraboji.”elak Ahreum.

“Begitu rupanya. Masuklah, Soojung ada di dalam bersama Jongin.”ujar Yunho. Sehun pun langsung menarik tangan Ahreum masuk ke dalam rumah.

“Ayo, kita langsung ke tempat Gyul dan Ddokki saja.”jelas Sehun. Pemuda itu masih saja betah menarik tangan Ahreum. Keduanya berlari menuju halaman belakang rumah megah itu. Hal itu membuat Kai sedikit menghentikan aktivitasnya bersama Krystal di pantry.

“Sehun baru pulang?”tanya Kai.

“Iya, sepertinya. Dia bersama anak pelayan rumah ini.”balas Krystal malas. Namun ucapan Krystal barusan membuatnya tersenyum miring. Anak pelayan itu pasti si gadis di belakang sekolah. “Wae?”tanya Krystal.

“Ani.”balas Kai.

Sehun langsung  membuka tempat bersemayam dua kelinci imut tersebut. Keluarlah Gyul dan Ddokki. Gyul kelinci betina kecil berwarna putih dengan telinga cokelat orange, dan ddokki kelinci jantan dengan bulu warna abu-abu kehitaman. Ahreum langsung membawa Ddokki ke pangkuannya. Memeluk kelinci kesukaannya itu.

“Aigoo, apa kau makan dengan baik setiap hari? Badanmu tidak bertambah gemuk sama sekali Ddokki.”ujarnya pada kelinci itu. Ddokki hanya mengendus-enduskan hidungnya pada baju Ahreum. Sehun tertawa melihat itu.

“Berikan dia wortel.”ujar Sehun sambil menyodorkan wortel orange yang sangat enak sepertinya. Menurut Ddokki dan Gyul.

“Berikan pada Gyul juga.” Ahreum mengambil wortel itu dan memberikannya untuk dimakan Ddokki. “Aku tidak melihat nona Soojung. Kemana dia?”tanya Ahreum.

“Ya! Bukannya tadi haraboji bilang dia sedang bersama si Kai itu. Kau tidak dengar ya?”balas Sehun. Ia menjawab pertanyaan Ahreum tanpa memandang gadis itu. Terlalu sibuk memberikan makan pada Gyul rupanya.

“Kai, si namja apel menyebalkan itu?”batin Ahreum. Ia masih terpikir perkataannya bersama pemuda itu di bukit belakang sekolah.

“Ahreum!”panggil Sehun.

“Eh, iya?”

“Kau melamun?”

“Tidak.”balas Ahreum cepat.

“Lihat wortel di tanganmu.”

Ahreum menunduk. Hanya ada sisa wortel di tangannya. “Mwo? Mana Ddokki?”

“Aish, pasti dia lari lagi. Ayo cepat kita cari.”Sehun meletakkan Gyul di kandangnya lagi. Ahreum meletakkan tasnya dan langsung mencari-cari Ddokki.

“Ddokki ddokki, eoddiga??”panggil Ahreum. Gadis itu mencari Ddokki berlawanan arah dengan Sehun.

“Kau mencari ini?”

Ahreum mengangkat kepalanya. Ia melihat Ddokki berada di tangan Kai. Pemuda yang membuatnya sedikit kesal. Gadis itu mengangguk. Tapi sejak kapan Kai bisa ada di halaman belakang rumah ini juga.

“Kemarikan.” Ahreum mengulurkan tangannya untuk mengambil Ddokki.

“Tidak mau, dia lucu sekali dan cantik.”ujar Kai sambil mengelus-elus kepala kelinci di tangannya itu.

“Ya! Dia itu jantan!”

Ahreum sedikit berteriak lalu mengambil paksa Ddokki dari Kai. Seperti seorang ibu yang tidak rela anaknya dibawa oleh ayahnya sendiri.

“Hei hei! Kau ini kasar juga ternyata.”ujar Kai sambil menepuk-nepuk lengannya. Ahreum menatap Kai kesal lalu menjulurkan lidahnya. Ia pun kembali menemui Sehun.

“Dasar!”umpat Kai.

“Kkamjong-a, kau sedang apa di sini?” suara Krystal mengagetkan Kai. Ia menggaruk rambut belakangnya lalu menggeleng.

“Kajja! Kita masuk lagi ke dalam.”

Tanpa pengiyaan Kai, dengan seenak hati Krystal mengandeng lengannya untuk kembali masuk ke dalam.

.

.

Hello Precious!

.

.

 

                Hari yang ditunggu-tunggu semua murid SMA Hanlim pun tiba. Acara summer camp di Jeju. Sayangnya acara hanya berlangsung selama tiga hari. Sehari untuk perlombaan surfing dan penjelajahan, sehari untuk  acara game dan berlatih atau gladi bersih untuk acara final, serta acara final. Ahreum kebagian sekamar dengan Naeun, dan dua orang lain murid dari kelasnya.

“Hari ini, kita hanya menonton acara surfing ya?”tanya Naeun yang sedang merapikan baju-bajunya untuk tiga hari ke depan. Rombongan sekolah itu datang pada pagi hari di Jeju. Namun Ahreum dan Naeun sama sekali tak berniat menonton surfing di pantai.

“Iya. Aku malas, Eun-ya. Latihanku baru dimulai besok.”balas Ahreum. Ia memilih kasur yang ada di atas. Dan sekarang ia tengah merebahkan badannya disana.

“Kau masih ada latihan? Aku harus meliput acara ini, menyebalkan.”gerutu Naeun.

“Kenapa kita tidak membantu orang-orang di dapur saja?”usul Ahreum. Ia bangun lalu menengok ke arah Naeun di bawah.

“Dapur?”gumam gadis itu. “Boleh!”

Ahreum dan Naeun pun meninggalkan kamar untuk membantu di dapur. Mereka memang akrab dengan dua orang koki di dapur itu. Ada Hyuna ahjumma dan Myungsoo ahjussi yang mengelola konsumsi untuk acara di Jeju ini.

“Selamat siang, ahjumma, ahjussi!” Ahreum dan Naeun memberi salam hampir bersamaan.

Hyuna dan Myungsoo langsung menolehkan kepala ke arah pintu. Dua gadis itu tersenyum tanpa dosa.

“Kalian mengagetkan saja!”ujar Myungsoo yang sedang berkutat dengan kue-kue pastry di oven dan yang sedang ia hias dengan krim warna merah jambu.

“Aigo, kalian juga mau membantu menyiapkan makan siang eoh?”tanya Hyuna.

“Tentu saja!”ujar Naeun.

“Apa main coast untuk siang ini?”tanya Ahreum.

“Pasta dan kebab. Bagaimana?”Hyuna malah meminta pendapat.

“Itu bagus, bagaimana kalau ditambah sedikit minuman tropis juga?”usul Naeun. Gadis itu mengaku ingin meminum minuman dari buah-buah tropical saat di Jeju.

“Nanas maksudmu? Sudah pasti ada bersama desert, Eun-ya..”balas Myungsoo. Hyuna dan Ahreum tertawa.

“Hot dog atau burger sepertinya enak.”ujar Naeun.

“Itu menu untuk besok.”balas Myungsoo lagi yang membuat Naeun memajukan bibirnya.

“Baiklah, ayo ambil celemek lalu mulai memasak. Chop chop!”perintah Hyuna.

“Aku mau bantu paman Myungsoo membuat dessert saja.”ujar Ahreum sambil memakai sebuah celemek warna putih dengan motif buah strawberry.

Myungsoo langsung menyerahkan beberapa kue pastry—cup cake dan muffin untuk dihiasi krim diatasnya.

“Hias seperti ini, ya? Aku akan membuat minuman dessertnya dulu.”pesan Myungsoo sambil mengerjakan pekerjaannya yang lain.

“Iya, ahjussi.”

Ahreum pun mulai menghias kue-kue itu, sementara Myungsoo menyelesaikan minuman dessert. Naeun kebagian membuat kebab dan Hyuna lah yang membuat pasta. Alunan lagu Man In Love dari boyband Infinite mengiringi pekerjaan empat orang itu di dapur. Dan pasukan tambahan pun datang.

“Maaf aku terlambat, ahjumma, ahjussi.”

Sehun dan D.O masuk ke dalam dapur. Suara mereka berdua menginterupsi pekerjaan Ahreum dan Naeun.

“Ah, tidak apa-apa.”balas Hyuna.

Naeun dan Ahreum pun membulatkan kedua matanya.

.

Hello Precious!

.

Setelah acara makan siang, semua diijinkan untuk beristirahat sampai sore nanti. Para anggota klub Scout tengah mempersiapkan game nanti malam. Naeun dan D.O masih duduk di salah satu meja makan—tempat semua siswa makan siang tadi. Karena Sehun dan Ahreum harus berlatih siang ini, jadi dua orang itu meninggalkan D.O dan Naeun berdua. Sehun dan Ahreum juga membawa dessert mereka ke tempat latihan. Sedikit kecanggungan menjalari suasana D.O dan Naeun. Ya, di sana hanya tinggal mereka berdua, Hyuna dan Myungsoo serta beberapa petugas kebersihan.

“Kau tidak berniat untuk kembali ke kamarmu untuk istirahat misalnya?”tanya Naeun. Gadis itu memakan cupcake dengan taburan permen kecil warna-warni dan bubuk gula diatasnya. Meninggalkan jejak lucu di sudut bibir gadis itu. D.O tersenyum. Ia mengambil tissue lalu menyodorkannya.

“Gula dan permennya menempel di bibirmu,”ujar D.O tanpa berniat menjawab pertanyaan Naeun.

“Eoh?”

Wajah gadis itu hampir memerah. Malu. Sejak kapan ia ketularan Ahreum yang kalau makan selalu belepotan seperti itu. Ia mengambil tissue yg diberikan D.O dan membersihkan noda tersebut.

“Memangnya kau sendiri tidak beristirahat?”tanya D.O.

“Aku harus meliput acara ini untuk berita sekolah, tapi..”

“Kenapa?”

“Tadi aku tidak melihat pertandingan surfing sekalipun.”ujar Naeun pelan. Jarinya mengetuk-ngetuk meja makan itu. D.O tertawa.

“Hahaha, kau ini!”ujarnya. “Aku bisa membantumu kalau kau mau.”tawarnya.

“Jinjja?”

Rasanya seperti ada pelangi di mendung Naeun. Ia takut kalau tak ada yang membantunya. Gikwang sudah mempunyai tugas sendiri kali ini. Woohyun pacarnya tentu sibuk dengan acara Scout malam nanti dan Ahreum sibuk dengan latihan di final camp.

“Aku tidak bercanda.”

“Terimakasih.”

Naeun ikut tersenyum. Walaupun D.O murid kelas A tapi ternyata dia baik sekali dengan anak kelas D sepertinya. Mereka berdua pun hengkang dari ruang makan dan mulai mencari berita. Sementara di tempat latihan Ahreum dan Sehun, Chanyeol tampak gusar.

“Ya! Kalian berdua kenapa masih memakan dessert?”tanya Chanyeol.

Ruangan yang digunakan untuk berlatih itu cukup bagus. Dengan tembok-tembok kayu, lantai kayu dan jendela kaca besar yang membuat setiap orang di ruangan itu bisa memandang laut Jeju. Apalagi di samping kanan-kiri bangunan ini terdapat pohon-pohon sejuk. (bayangin kayak di camprock itu loh—author)

“Sunbae kami kan membawa dessert ini agar tidak terlambat.”jelas Sehun. Ahreum mengiyakan penjelasan Sehun itu.

“Oppa, kau mau?”tawar Ahreum tanpa dosa. Chanyeol menggaruk rambut belakangnya.

“Sudah habiskan dulu, cepat.”ujarnya. Sehun dan Ahreum tersenyum sambil menghabiskan cupcake serta minuman mereka.

“Nanti, aku ingin Hyuna ahjumma membuatkan bubble tea untukku.”ucap Sehun.

“Bubble tea? Bagaimana besok kita minta itu saja sebagai minuman?”Ahreum mengusulkan dengan antusias.

“Hei, hei, anak-anak kalau sudah selesai segera lah berlatih. Kajja!”

Ahreum dan Sehun terkikik mendengar perintah Chanyeol itu. Bukannya apa-apa, sebenarnya lucu juga Chanyeol yang dijuluki Happy Virus itu menggunakan nada marah. Sehun berdiri dan bersiap di depan sebuah grand piano warna hitam disana. Ahreum berdiri di samping piano yang dimainkan Sehun. Chanyeol menghitung dan mereka pun mulai berlatih.

Ahreum mulai menyanyi dan kali ini Sehun dan Chanyeol ikut menyanyi juga walau sebagai back vocalist. Beberapa kesalahan kecil sudah mampu mereka lewati, kadang gara-gara Ahreum, Sehun bahkan Chanyeol.

“I love you for a thousand more..”

Prok Prok Prok

Baekhyun masuk tanpa permisi sambil bertepuk tangan. Di belakang pemuda itu ada sosok yang begitu familiar di mata Sehun.

“Whoaa, kalian bertiga bagus sekali.”puji Baekhyun. “Kau menyanyi dengan baik ya?”pujian itu dilontarkan pada Ahreum. Gadis itu membungkuk sebagai ucapan terimakasih.

“Baek oppa masih lebih bagus dari pada aku.”ujarnya kemudian. Matanya bergantian menatap Baekhyun dan.. Suho. Suho? Sedang apa dia di bangunan ruang musik ini?

“Ya! Kau datang tanpa permisi Baekhyun-ah!”teriak Chanyeol. Baekhyun hanya tersenyum, menampilkan eyesmile matanya yang seperti bulan sabit itu.

“Eoh? Kau siapa? Anggota baru ya?”tanyanya pada Sehun.

“Aku Sehun dari kelas D, sunbaenim.” Sehun memperkenalkan diri.

“Sunbaenim?”

“Sehun?”

Suho dan Ahreum berkata hampir bersamaan. Ahreum yang heran mengapa Suho ada di sini dan Suho yang heran mengapa Sehun ada di sini, apalagi dengan memainkan grand piano.

“Kalian kenapa?”heran Baekhyun. Chanyeol juga heran namun ia memilih untuk tidak melontarkan pertanyaan.

“Hai hyung,”sapa Sehun polos. “Aku di sini membantu Ahreum dan Chanyeol hyung untuk final camp besok.”jelas Sehun. “Kau sendiri hyung?”

“Aku..”

“Suho, aku dan D.O akan tampil bertiga seperti kalian juga di final camp. Seharusnya D.O bocah itu sudah datang untuk latihan tapi entahlah.”jelas Baekhyun.

“Jinjja? Bisa kau nyanyikan oppa?”ujar Ahreum pada Baekhyun.

“Angel, hanya lagu itu yang akan kunyanyikan Reum-a..”balas Baekhyun. “Nanti kau juga akan tahu sendiri di final camp.”lanjutnya.

“Baiklah, aku dan Sehun sudah selesai, kami permisi ya. Annyeong oppadeul.”pamit Ahreum.

“Annyeong hyungdeul.” Sehun pun ikut pamitan. Menyisakan Chanyeol, Baekhyun dan Suho di ruangan itu.

.

Hello Precious!

.

Sore tiba. Setelah makan malam, semua murid disuruh berkumpul di pinggir pantai Jeju. Sebelumnya, anggota Scout sudah memberitahukan kalau malam ini ada sedikit game penjelajahan hutan mangrove dan hutan biasa di sekitar pantai Jeju itu. Tentu saja para murid begitu antusias. Apalagi Naeun. Gadis itu mengenakan kemeja tanpa lengan yang dilapisi sweater abu-abunya yang kebesaran. Ia mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda, tak lupa juga sebuah kamera SLR ukuran kecil melingkar di lehernya. Sungguh, Naeun lebih mirip dikatakan paparazzi.

“Kau sudah siap? Woohyun dari tadi mengirimiku pesan.”gerutu Naeun. Ia berdiri, bersandar di pintu kamar mereka sambil menunggu Ahreum yang masih berganti pakaian.

“Iya, sudah. Tinggal menyisir rambutku yang berantakan.”balas Ahreum.

“Palli!!”teriak Naeun mulai berjalan menuju koridor—tempat pintu utama gedung penginapan murid perempuan.

“Ya! Tunggu aku Son Naeun!”Ahreum pun menyusul.

Karena takut ditinggalkan Naeun, malam itu Ahreum memilih mengenakan celana pendek seperti Naeun—tentu saja ini daerah pantai tropis—dan kemeja putih perempuan lengan panjang yang lengannya ia lipat sebatas siku. Untungnya ia masih sempat menyambar jaket berhoodienya, yah sama-sama tipis seperti kemeja yang ia pakai. Rambutnya pun hanya ia sisir seadanya.

Begitu sampai, di pantai sudah ramai sekali. Hampir dipenuhi semua siswa SMA Hanlim.  Apalagi ada api unggun yang sengaja dibuat disana. Naeun segera menyeret Ahreum ke arah dimana Sehun berdiri bersama D.O, Kai serta Krystal dan pengikutnya. Suzy dan Luna. Ahreum menahan napasnya. Apa-apan si Naeun menyeretku bergabung dengan manusia-manusia ini? Pikir Ahreum.

Gadis itu langsung menyikut lengan Naeun. Sementara Naeun tidak peduli dan pura-pura tidak tahu.

“Malam semuanya.”sapa Naeun. Hey! Sejak kapan Naeun akrab dengan manusis-manusia ini. Ahreum memutar bola matanya jengah. Ia lebih memilih untuk mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

“Malam.”balas D.O dan Sehun. Yang lain hanya mengangguk. Tak lama, D.O dan Naeun mulai asik mengoobrol sendiri. Pemuda berpipi chubby itu terlihat meminta kamre milik Naeun. Memeriksa isinya mungkin.

“Sehun-a, kira-kira apa yang direncanakan oleh Namu untuk acara ini?”tanya Ahreum. Ia tahu pasti Sehun tahu mengenai hal ini. Sehun dan Namu—Woohyun kan dekat. Pikirnya. Ia tak sadar dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya. Mata berorbs kelam.

“Ra-ha-si-a!”balas Sehun mengaja kata itu. Ahreum mempotkan bibirnya.

“Pelit!”

“Bukan pelit, Reum, tapi aku juga tidak tahu. Sungguh.”jelasnya diiringi tawa.

“Perhatian!” Suara mulai terdengar. Sepertinya itu ketua klub Scout. Semua murid SMA Hanlim langsung memperhatikan hal ini.

Ketua klub Scout itu—juga ada Woohyun disana mulai menjelaskan aturan main penjelajahan kali ini. Murid kelas 11 tidak wajib ikut, hanya saja mereka bertugas berjaga di dalam hutan bila ada yang mau. Di setiap sudut yang sudah ditandai. Sementara murid kelas satu yang jumlahnya cukup banyak akan dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari enam orang.

“Tidak ada peggolongan kelas kualifikasi kali ini. Semuanya kami kelompokkan acak.”jelas Woohyun.

“Untuk murid kelas 11, silakan bersantai di pantai malam ini kalau mau boleh kembali ke gedung penginapan masing-masing.”jelas si Ketua.

Woohyun menghampiri tempat dimana Naeun dan Ahreum berada. Suasana menjadi sedikit sepi karena banyak murid kelas 11 yang memilih untuk beristirahat.

“Ini.” Woohyun menyodorkan segulung kertas kepada Kai dan D.O. Kemudian ia memperlihatkan sebuah papan dengan deretan huruf kecil-kecil berisikan nama kelompok.

Do Kyungsoo, Jung Soojung, Bae Suzy, Choi Minho, Oh Sehun, Son Naeun. 19

Kim Jongin, Park Sunyoung, Kim Jonghyun, Kim Jongdae, Lee Ahreum, Kang Jiyoung. 36

“Eh? Kenapa aku sekelompok dengan namja menyebalkan ini?”batin Ahreum. Matanya melirik ke arah Kai yang masih memandangi deretan huruf itu.

 

-ToBeContinued:)-

Iklan

24 pemikiran pada “Hello Precious! (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s