HISTORY (Chapter 3)

Tittle    :           HISTORY (Chapter 3)

Author:            Ms.Byun | @anneeeelf

Genre:             Fantasy, Romance

Rating:                        Teenager

Lenght:            Series (Chapter)

Main Cast:         –     Jung Ji Ra (OC)

–        All EXO Member

–        Jung Jae Joon (OC)

Support Cast:    –   Park Soo Joon (OC)

–        Han Sang Jae (OC)

–        Kim Ri Young (OC)

–      Jung Soo Jung

–      Choi Hye Jin

Summary:

Ketika 2 orang kakak beradik terpisah dan terpaksa bersatu kembali karena 12 namja penghuni dimensi lain meminta mereka menyelesaikan masalahnya, agar bisa hidup tenang di bumi. Bagaimana kisah mereka?

posterffhistory

***

Mereka berjalan keluar istana, bersiap pergi ke bumi untuk menyelamatkan planet mereka.

***

Jung Jira, yeoja itu kini membeku di tempatnya. Sorot mata yeoja itu melambangkan ketakutan dan kecemasan yang sangat besar, setetes air di pelupuk mata Jira siap meluncur, tubuhnya dingin. Tangan Baekhyun yang masih menggenggam tangan Jira bergerak naik mendekati pipi yeoja itu, lalu, Baekhyun pun mengusap air mata yeoja di depannya itu lalu kembali menggenggam tangan yeoja itu.

“Jira” panggil Baekhyun pada Jira yang sedang memandang kosong kearah pintu. Yeoja dihadapan Baekhyun itu hanya melirikan matanya kearah Baekhyun lalu menunduk

“A .. aku, tidak mengerti. Siapa Soojung? Soojoon dan Sangjae?” Jira membuka mulutnya sambil menaikkan wajahnya kearah Baekhyun, setetes air mata keluar dari matanya.

“Jira, jangan menangis” ucap Baekhyun sambil mengusap kembali air mata Jira

“Siapa mereka? Mengapa Soojoon dan Sangjae berniat menyerang exo planet? Aku tidak mengerti.”

“Biar kujelaskan. Dahulu, sebelum Soojung menjadi putri di exo planet, Soojoon, Sangjae dan Soojung bersahabat. Mereka bertiga sangat dekat, hampir tidak dapat dipisahkan. Tetapi semua berubah saat pemilihan putri dilakukan, Soojoon dan Sangjae sangat menginginkan jabatan itu, tapi sayangnya mereka kalah, Soojung yang terpilih sebagai putri. Sejak saat itu, hubungan mereka bertiga memburuk, mereka semakin jauh dan saling menyakiti. Dan dengan tiba – tiba Soojoon dan Sangjae menghilang dari exo planet.
Tidak lama setelah menghilangnya mereka dari exo planet, mereka kembali ke exo planet dengan kekuatan yang sangat dahsyat yang hanya bisa dimiliki oleh seorang pemimpin planet. Mereka menyerang exo planet habis – habisan, dan hasilnya banyak penduduk exo planet yang gugur di tempat. Dan Soojung mereka kutuk, mereka memasukannya kedalam sebuah bola kristal yang berada di salah satu ruangan di istana kami dan sampai sekarang belum ada yang bisa mematahkan kutukan itu. Tetapi sebelum kami pergi, Luhan hyung berkata jika kami berhasil menemukan yeoja bumi yang kita cari, kutukan itu bisa dipatahkan.” Jelas Baekhyun panjang lebar

“Apa kalian tidak membantu kawanan kalian saat itu? Lalu, Luhan? Siapa dia?”

“Kami disembunyikan disuatu tempat, itu semua dilakukan agar kita bisa memimpin pertarungan selanjutnya. Luhan hyung adalah keluarga kami juga, kami bertugas sebagai pemimpin exo planet. Kami diturunkan ke bumi di 2 tempat yang berbeda dan kami tidak bisa bertemu sampai kami menemukan 2 yeoja bumi itu dan membawanya ke planet kami.”

“MWO?! Kalian akan membawaku ke planet kalian?” Jira terkejut saat mendengar perkataan Baekhyun barusan

“Ne”

“Aniya! Aku tidak mau!”

“Jira, kumohon bantu kami.” Ucap Baekhyun sambil mempererat genggamannya

“Ani! Aku tidak mau meninggalkan bumi! Aku tidak mau meninggalkan eomma, appa dan Jaejoon eonni!” Jira berteriak didepan Baekhyun, air matanya keluar kembali.

“Jaejoon?” tanya Baekhyun

“Ne, dia eonni-ku!”

“Dimana kakamu sekarang?”

“Untuk apa kau bertanya tentang kakaku?” jawab Jira dengan ketus

“Jira! Jawab pertanyaan Baekhyun!” perintah Suho.

“Ne, ne! Dia tinggal di Busan bersama appa”

“Busan?”

“Ne, Busan.”

“Kalau kakamu berada di Busan, kemungkinan besar teman – teman kami sedang bersamanya!”

“Ya, Baekhyun! Pemikiranmu itu benar juga.” Ucap Chanyeol

“Apa maksud kalian bersama dengan kakaku? Siapa yang bersama dengan kakaku?”

“Teman – teman kami, mereka bersama dengan kakamu.” Kali ini Sehun yang menjawab

“Apa yang mereka lakukan pada kakaku? Mereka tidak melukainya kan?”

“Tenanglah, mereka tidak akan berbuat macam – macam pada kakakmu.”

“Tunggu, apa kakaku mengalami hal yang sama denganku?”

“Kemungkinan besar, ya.”

“Suho hyung! Kalungku…” ucap Sehun pada Suho

Kalung yang dikenakan Sehun mengeluarkan seberkas cahaya, lalu semilir angin tiba – tiba menerpa tempat mereka berada sekarang. Jira dan Baekhyun berdiri dari duduk mereka tanpa melepaskan pautan tangan mereka. Angin itu dengan pelan perlahan menghilang, Sehun yang merasakan sesuatu pada kalungnya itu angkat bicara

“Luhan hyung.”

“Ada apa dengan Luhan?” tanya Suho

“Dia dekat dengan kita.”

“Mwo? Itu berarti mereka sudah menemukan Jaejoong?” Do yang sedari tadi diam ahirnya buka suara

“Ya! Nama kakaku Jaejoon bukan Jaejoong” ucap Jira pada Do

“Lebih baik kita keluar dari ruangan ini sebelum malam tiba.” Ucap Kai pada semua orang yang ada disana

“Ne, kajja”

“Tunggu!” teriak Jira

“Apalagi?” tanya Kai

“Kita pergi kemana sekarang?”

“Mollayo, yang penting aku tidak mau pulang terlalu malam”

“Kau ini, bilang saja takut tidak terlihat.” Ucap Chanyeol pada Kai

“Apa maksudmu?” balas Kai sambil melirik sebal pada Chanyeol

“Kalau malam, itu kan gelap. Gelapnya itu sama dengan gelap kulitmu jadi jika kau berjalan di malam hari, kau tidak akan terlihat.” Ucap Chanyeol tanpa dosa sambil tertawa terbahak – bahak

“Hyung! Awas kau!”

“Yak, yak! Kalian ini tidak mau diam sekali. Chanyeol, kau tidak boleh seperti itu pada dongsaeng mu! Kau juga Kai, jangan berteriak pada hyung mu! Dasar mehrong…” ucap Suho

“Hyung! Kau juga sama saja!”

Mereka semua tertawa terbahak – bahak melihat tingkah Kai yang seperti itu, tidak terkecuali Jira. Tatapan Baekhyun pun tertuju pada yeoja yang sedang tertawa itu, tawanya perlahan menghilang, sebuah senyuman manis terukir di bibirnya.

“Baekhyun-a, kau menyukai Jira?” tanya Kris tiba – tiba

“Ah? Aniya!” jawab Baekhyun dengan salah tingkah

“Jujur saja padaku” ucap Kris lagi sambil merendahkan nada bicaranya

“Aku tidak menyukainya hyung”

“Lalu, mengapa kau menatap Jira seperti tadi? Kau tersenyum – senyum sendiri seperti itu?”

“Aku tidak menatap kepadanya, aku sedang memerhatikan Chanyeol yang tertawa”

“Oh kau memerhatikan Chanyeol, kukira…”

“Makanya jangan asal menuduh!”

“Aku kan hanya bertanya”

“Ne, ne. Terserah apa katamu saja hyung”

Mereka kini mulai berjalan menuju tempat tinggal masing – masing, Kai yang masih kesal pada Chanyeol dan Suho berjalan mendahului teman – temannya. Berbeda dengan Kai yang lebih memilih berjalan sendiri, Baekhyun dan Jira berjalan berdampingan di barisan paling belakang

“Emm.. sunbae, apakah besok kau pergi ke sekolah juga?” tanya Jira

“Ani, aku tidak sekolah disana.” Jawab Baekhyun

“Jadi, kau tidak sekolah?”

“Ne, yang bersekolah disekolahmu hanya Suho hyung, Chanyeol, Kai, dan Do”

“Oh.. pantas saja aku melihatmu di kamarku bukan di sekolah”

“Mianhae Jira-ya”

“Untuk?”

“Kesalahanku sudah memasuki kamarmu”

“Gwaenchanayo sunbae, aku mengerti keadaanmu”

“Gomawo” yeoja berambut panjang itu hanya membalasnya dengan senyuman. Tetapi senyuman itu mampu membuat Baekhyun salah tingkah, secara tidak sadar seluruh tubuh Baekhyun memancarkan cahaya. Jira yang melihatnya seperti itu terheran – heran

“Sunbae, kenapa kau sangat terang?” Baekhyun menoleh pada Jira, lalu ia melihat tubuhnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Baekhyun terkejut karena Jira melihat cahayanya, degan sigap Baekhyun mengendalikan kekuatannya itu dan cahaya tadi pun menghilang dari seluruh tubuh Baekhyun.

“Mian kalau cahayaku menganggumu”

“Ani, ani. Cahayamu sama sekali tidak mengangguku, aku merasakan sesuatu yang berbeda dari cahayamu itu”

“Sesuatu apa?”

“Sepertinya kau sedang bahagia, benar?”

“Ba.. bagaimana, ah! Apa kau membaca pikiranku?!” ucap Baekhyun khawatir jika Jira mengetahui isi pikirannya

“Aniya, aku tidak membaca pikiranmu.” balas Jira sambil menggelengkan kepalanya

“Lalu, bagaimana kau bisa tau?” tanya Baekhyun curiga

“Tadi kan aku sudah bilang bahwa aku merasakan sesuatu yang berbeda dari cahayamu, aku itu merasakan kebahagiaan dan kebanggaan dari cahaya itu”

“Oh begitu ya. Aku kira kau membaca pikiranku.”

“Kau ini ada – ada saja, mana bisa aku membaca pikiranmu! Kau kira aku peramal” ucap Jira sambil tertawa kecil

Baekhyun tersenyum kecil mendengar Jira berkata seperti itu. ‘Suatu saat kau bisa melakukannya Jira-ya’ kata Baekhyun dalam hati

***

Urin do isang nuneul majuhaji anheulka sotonghaji anheulka saranghaji anheulka..
Apeun hyonsire dasi nunmuri heullo bakkul su it…

“Yoboseyo?” yeoja itu berucap dengan malas – malasan

“Jira-ya! Ini aku Jaejoon!” seorang yeoja lain berteriak dari balik ponselnya, Jira yang baru bangun tidur itu menjauhkan ponselnya dari kupingnya karena mendengar teriakan yang bising dari telpon yang ia terima

“Yak, eonni! Kau ini apa – apaan sih menelponku pagi – pagi sekali seperti ini? aku ini masih ingin tidur!” oceh Jira pada Jaejoon –kakanya-

“Aku ini rindu padamu Jira~ sudah lama kita tidak bertemu”

“Aku juga rindu padamu eonni, tapi tidak sepagi ini juga kau menelponku”

“Ah, kau ini cerewet sekali sih. Ah, ne, aku sekarang ada di Seoul.”

“Mwo? Kau ada di Seoul? Kenapa kau tidak datang kerumah?”

“Kemarin aku datang di Seoul malam hari, akhirnya aku memutuskan untuk menginap di apartemen kita saja”

“Kau ini, sudah datang ke Seoul tidak bilang padaku, lalu kau dengan seenaknya menginap di apartemen”

“Waeyo? Tidak boleh? Apartemen itu kan apartemenku juga” Jira mendecak sebal mendengar kakanya berbicara seperti itu, Jira mengalihkan pandangannya pada jam weker kecil di sebelah tempat tidurnya tidak lama teriakan Jira terdengar ke seluruh penjuru rumah

“ANIYA! AKU TERLAMBAT!” Jaejoon yang masih ada di sebrang ponselnya itu pun ikut berteriak. Jira yang tergesa – gesa langsung mematikan telpon dari eonninya dan bergegas menuju kamar mandi, lalu pergi ke sekolah.

***

“Kenapa kau terlambat?!” teriak Park seonsaengnim pada Jira yang datang terlambat

“Aku ketiduran” jawab Jira jujur sambil menunduk

“Kau tau kan bahwa aku tidak suka pada siswa yang tidak disiplin?”

“Ne.”

“Kenapa kau melakukannya?!”

“Jeonseonghamnida seonsaengnim”

“Aku tidak suka pada murid sepertimu! Kau dihukum! Kau harus berdiri di lapangan selama 3 jam pelajaran. Jangan kabur atau hukumanmu akan kutambah” seiring dengan perintahnya pada Jira ia pun pergi meninggalkan Jira yang masih ada di tempat absen

Jira berjalan seorang diri menuju lapangan, ia menaruh tasnya diatas kursi yang berada di pinggir lapangan, lalu ia berjalan ke tengah lapangan dan berdiri disana.

1 jam …

2 jam …

Panas terik matahari semakin menyengat, tubuh yeoja itu kini penuh dengan keringat. Ia membuka cardigan yang ia pakai dan ia simpan disamping tasnya, lalu ia kembali lagi ke tempatnya semula.

Seorang namja berperawakan tinggi dengan sebuah buku ditangannya berhenti berjalan ketika melihat yeoja yang ia kenal berada di tengah lapangan. Ia berjalan kearah yeoja yang dilihatnya itu sambil menaruh bukunya disamping tas yeoja itu.

“Jira-ya, mengapa kau berada disini?” tanya namja itu pada yeoja yang ada di tengah lapangan –Jira-

“Aku dihukum oleh Park seonsaengnim, sunbae” jawab Jira lemas

“Mwo? Dihukum? Memangnya kau salah apa?” Chanyeol pun mengerutkan keningnya

“Tadi aku datang terlambat”

“Tapi ini sangat panas”

“Aku juga tau ini sangat panas” ucap Jira dengan nada kesal

“Kalau begitu tunggu sebentar, aku akan melaporkan ini pada Suho hyung”

“Andwae, sunbae! Yak! Sunbae-a!” percuma, Chanyeol sudah menghilang dari pandangan Jira

Suho yang sedang mengajar di kelas Jira terkejut dengan kedatangan Chanyeol, ia segera meminta izin kepada adik didiknya untuk keluar sebentar. Suho pun menarik Chanyeol menjauh dari kelas bimbingannya agar percakapannya dengan Chanyeol tidak terdengar oleh orang lain.

“Chanyeol, ada apa kau menemuiku?”

“Jira dihukum oleh Park seonsaengnim” ucap Chanyeol sambil mengatur napasnya

“Dihukum? Dimana dia sekarang?”

“Di lapangan, hyung”

“Mwo?! Panas seperti ini dia berada di lapangan?”

“Ne, hyung. Aku kasian padanya”

“Arraseo, kita ke lapangan sekarang”

Suho dan Chanyeol mempercepat langkah mereka agar bisa cepat sampai ke lapangan. Sesampainya mereka di pinggir lapangan, mereka melihat Jira yang sedang menumpukan tangannya di lututnya sambil menunduk. Suho langsung berlari ke tengah lapangan untuk melihat keadaan Jira

“Jira, kau baik – baik saja?” ucap Suho lalu merangkul bahu kanan Jira dengan tangan kirinya. Jira mendongakan kepalanya.

“Omo, Jira! Wajahmu pucat sekali”

“Sun…” Jira sudah tidak kuat menahan pusing di kepalanya, akhirnya Jira ambruk di tangan Suho. Dengan sigap Suho langsung mengangkat Jira dan membawanya ke uks

***

2 namja putih sedang duduk di halte yang berada di sebelah sebuah sekolah SMU. Salah satu namja diantara mereka sedang menunduk didalam lipatan telapak tangannya.

“Hyung, sudahlah. Dia aman bersama Suho hyung, lagipula ada Chanyeol hyung, Kai hyung dan Do hyung yang ikut melindungi Jira di sekolah” ucap Sehun pada Baekhyun yang masih menunduk dalam

“Aku ingin melihat keadaannya”

“Bagaimana caranya? Kau ini bukan murid sekolah, kau tidak akan diperbolehkan masuk”

“Aku akan berpura – pura menjadi murid sekolah ini” ucap Baekhyun sambil melihat kearah sekolah

“Hyung! Jangan gegabah, kita ini sudah diberi tugas oleh Suho hyung untuk menjaga Jira di luar sekolah bukan didalam sekolah.” Baekhyun hanya bisa terdiam mendengar kata – kata Sehun, ya, melanggar ketentuan dari pemimpin utama memang membahayakan. Bukan hanya membahayakan dirinya, tetapi juga Jira.

***

Park seonsaengnim datang ke ruang uks untuk melihat keadaan Jira, dengan rasa tidak bersalah ia bertanya pada Suho

“Apa yang terjadi dengannya?”

“Jira pingsan di lapangan” ucap Suho sinis

“Oh, bagaimana keadaannya?”

“Kau bisa lihat sendiri”

“Aku sudah melihatnya”

“Bagus”

“Kukira dia sudah mati” ucap Park seosaengnim sambil tertawa merendahkan

“Apa maksudmu?” tanya Suho yang mulai tersulut emosinya

“Kau, temanmu, dan yeoja murahan itu tidak akan bertahan lama lagi di sekolah ini.”

“Jangan asal bicara kau!” Chanyeol menahan Suho yang bersiap memukul Park seonsaengnim

“Hyung, ingat. Ini sekolah.” ucap Chanyeol pada hyungnya itu

Seiring dengan perkataan Chanyeol pada Suho, Park seonsaengnim pergi meninggalkan uks.

“Guru macam apa dia.” Chanyeol berucap dengan suara beratnya

“Orang seperti itu tidak pantas menjadi guru” Suho menjawabnya dengan ketus

“Ne, manusia bumi memang aneh. Tapi hyung, Jira belum sadar juga sampai sekarang”

“Aih, guru itu memang benar – benar tidak punya perasaan. Muridnya sampai pingsan seperti ini karena dia”

“Ah, hyung! Jira sadar” mata Jira sedikit demi sedikit mulai terbuka. Mata yeoja itu mengerjap – ngerjap, silau akan cahaya yang masuk ke matanya.

“Jira!” Suho mendekati Jira yang masih terkulai lemas di ranjang uks, sorot matanya menyiratkan kehawatiran yang begitu besar

“Aku ada dimana?” lirih Jira pada Suho yang berada di sebelahnya sekarang

“Kau ada di uks” jawab Suho

“Uks?”

“Ne, kau tadi pingsan dilapangan”

“Mwo? Bagaimana bisa perempuan kuat sepertiku pingsan seperti ini.” ucap Jira lalu beranjak dari tidurnya tetapi sesuatu menghadangnya

“Aw! Kakiku..” rintih Jira ketika ia merasakan sakit di kaki kanannya

“Kakimu kenapa?”

“Sakit… kakiku sakit”

“Sebentar, coba kulihat” Suho merendahkan tubuhnya lalu berlutut di depan kaki Jira. Ketika ia melihat kaki kanan Jira, ia melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Dengan hati – hati Suho menyentuh  suatu tanda di pinggir lutut kanan Jira, tangannya bergetar melihat  tanda tersebut

“Sunbae, waeyo?”  Suho mencoba berdiri dari posisinya dengan wajah setenang mungkin

“Moonlight” lagi – lagi suara berat Chanyeol membuat namja dan yeoja yang sedang berhadapan itu terdiam lalu menoleh ke arahnya

“Apa itu?” kali ini suara lembut Jira yang membuat Suho menelan ludahnya.

“Kekuatanmu, kau sudah mendapatkannya.”  Jira langsung melihat kaki kanannya, sama dengan Suho, Jira juga terkejut.

“Apa ini?” tanya Jira sambil memegangi tanda berbentuk bulan di lutut kanannya

“Itu moonlight Jira, kekuatanmu.” jawab Suho

“Mengapa ini muncul?”

“Itu pertanda. Pertanda bahwa kau dan kakamu akan segera bersatu”

“Bersatu? Ah, ne. Aku lupa menceritakannya pada kalian, tadi pagi aku mendapat telpon dan ternyata itu dari eonni, dia bilang dia ada di Seoul sekarang.” Setelah Jira menyelesaikan ucapannya, 2 namja lain memasuki ruang uks dengan tergesa – gesa.

“Hyung, untuk apa kau memanggil kami?” tanya Do pada Suho

“Aku tidak memanggilmu”

“Tetapi tadi kalung kami menyala, kalungnya memberitahu kami bahwa ada yang memanggil kami dan kalung ini menunjukkan tempat ini, disini.” ucap Kai. Suho dan Chanyeol saling bertukar pandang, dari raut wajah meraka terpampang jelas bahwa mereka sedang kebingungan.

“Apa itu adalah panggilan dari… Jira” ucap Chanyeol

“Jira?” ucap Kai dan Do serentak

“Ne, kau bisa melihatnya sendiri” ucap Suho sambil mempersilahkan Kai dan Do untuk melihat sendiri tanda yang ada pada lutut kanan Jira

“Tanda itu” ucapan Kai terpotong karena suara gebrakan pintu yang membentur dinding

“Baekhyun!” teriak Chanyeol dengan senang ketika melihat sahabatnya itu datang. Chanyeol mendekati Baekhyun lalu menepuk pundak sahabatnya itu

“Ada apa kau datang kesini? Sampai menggebrak pintu seperti itu. Jangan bilang ada yang memanggilmu kesini” ucap Chanyeol

“Hyung benar, kami terpanggil kesini.” jawab Sehun

“Apa ada masalah disini?” tanya Baekhyun

“Ini bukan masalah, ini kabar yang sangat baik”

“Memangnya, apa yang terjadi?”

“Jira telah mendapatkan kekuatannya, tanda itu sudah muncul di tubuh Jira. Itu berarti tidak lama lagi ia bisa bertemu dengan kakanya, dan kita juga bisa bertemu lagi dengan teman – teman kita yang lain”

“Kau serius?” tanya Baekhyun

“Kau boleh melihatnya sendiri”

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada kaki kanan Jira, lambang bulan itu terpampang jelas dan rapi. Ia kemudian berjalan mendekat ke arah Jira yang sudah berdiri di samping ranjang uks, senyumnya masih terpampang jelas di wajah imutnya.

“Jira” Baekhyun pun memeluk Jira yang juga tersenyum padanya, tidak lama Jira pun membalas pelukan Baekhyun.

“Jira, selamat.” ucap Baekhyun sambil memegang kedua bahu Jira dengan kedua tangannya

“Ne, sunbae. Tadi, Suho sunbae bilang padaku bahwa ini adalah pertanda bahwa aku akan segera bersatu dengan eonni.” Jelas Jira sambil tetap tersenyum kearah Baekhyun

“Sebenarnya bukan hal yang aneh jika bertemu dengan eonni, tetapi kali ini pertemuanku dengan eonni akan berbeda iya kan?” sambung Jira

“Ne, pertemuan ini akan berbeda. Setidaknya, lebih spesial” Baekhyun dan Jira tertawa renyah, Suho yang melihat pemandangan itu hanya bisa ikut tersenyum

“Oh iya, tadi kulihat kau pingsan di lapangan. Kau kenapa?”  tanya Baekhyun

“Tadi aku merasa pusing karena kepanasan, tiba – tiba semuanya menjadi gelap. Lalu, ketika aku bangun aku sudah ada diruangan ini.”

“Tapi kau baik – baik saja kan?” Jira merentangkan tangannya pertanda bahwa ia baik – baik saja

“Jira, dengan kekuatanmu itu kau bisa merasakan keberadaan kakamu. Jadi, jika kau merasakan sesuatu tolong beritahu kami” ucap Suho

“Ne, sunbae. Aku pasti akan mengabarinya pada kalian”

“Yasudah, sebaiknya kita keluar dari sini sekarang. Aku tak suka bau obat – obatan” ucap Sehun yang sedari tadi menutup hidungnya

***

Jaejoon dengan 6 namja lainnya berjalan menyusuri jalan sepi menuju sekolah Jira. Mereka memutuskan mempertemukan Jaejoon dengan adiknya hari itu juga karena Jaejoon sudah mendapat tandanya.

Kedatangan mereka bersamaan dengan waktu pulang sekolah Jira, mereka berhenti didepan gerbang sekolah Jira dan menunggu yeoja manis itu keluar.

Lambang bintang di lengan kanan Jaejoon mengeluarkan petir – petir tanpa suara yang mengitari lengan Jaejoon.

“Noona, apa yang kau rasakan?” tanya Lay

“Sepertinya, Jira dekat denganku”

Ucapan Jaejoon benar, Jira dan 6 teman namjanya itu keluar dari gerbang. Sepertinya, Jira memang mengetahui kehadiran Jaejoon. Jira langsung berlari mendekati Jaejoon yang sedang memandang ke arahnya lalu memeluknya erat

“Eonni!”

“Jira-ya, jeongmal bogoshipo” ucap Jaejoon sambil membalas pelukan Jira tak kalah eratnya

“Lain kali jika kau akan datang ke Seoul kabari aku dulu, agar aku bisa menyiapkan sambutan yang meriah untukmu”

“Aku tidak perlu sambutan meriah Jira-ya, aku hanya ingin bertemu denganmu itu sudah sangat cukup untukku”

“Eh? Eonni, kau datang dengan siapa?” tanya Jira sambil memandang tanpa ekspresi 6 namja yang berdiri di belakang kakanya itu

“Mereka itu teman – teman 6 namja yang bersamamu itu Jira”

“Ah, ne aku hampir lupa, mereka juga pernah bercerita padaku tentang keluarga mereka yang terpisah”

“Kau sudah kenal mereka?”

“Belum” ucap Jira sambil menggelengkan kepalanya. Jaejoon melirik kearah Kris

“Annyeong hasseyo, joneun Kris imnida. Aku namjachingu dari kakamu”

“Omo, eonni! Kau berpacaran dengan penghuni dimensi lain? Tapi tak apalah, namjachingumu itu sangat tampan, bisa untuk memperbaiki keturunan”

“Hussh! Kau ini kalau bicara yang sopan” Jira yang dimarahi hanya cekikikan

“Annyeong hasseyo, Luhan imnida”

“Lay imnida”

“Tao imnida”

“Chen imnida”

“Xiumin imnida”

Setelah melepaskan pelukannya dengan dengan Jaejoon, Jira melihat seorang yeoja yang sedang berlari ke arah tempatnya berada sambil membawa koper besar seperti yang dibawa oleh kakanya.

“Eonni, kau kenal yeoja itu tidak?” tanya Jira pada Jaejoon. Jaejoon mengalihkan pandangannya pada tempat yang ditunjukkan jira, ia melihat seorang yeoja yang sedang berlari kecil ke arahnya

“Mollayo”

“Kalian, apa kalian mengenal yeoja itu?” tanya Jira sambil menunjuk ke arah yeoja yang ia lihat

“Hyejin!” teriak Lay saat melihat yeoja yang ditunjukan Jira tadi.  Lay kemudian menyusul Hyejin yang masih berlari mendekat ke arahnya

“Oppa!” teriak Hyejin yang melihat namjachingunya datang

“Hyejin, apa kau yang lakukan disini?”

“Aku menyusul oppa kesini, aku tidak mau sendiri di istana” ucap Hyejin sambil mengerucutkan bibirnya

“Aigoo, kau ini manja sekali sih. Aku hanya pergi sebentar”

“Biarkan saja! Memangnya aku tidak boleh menyusulmu kesini? Arraseo, aku pulang saja!” ucap Hyejin sambil berpura – pura kesal

“Aniya, bukan begitu maksudku. Kau ini kekanak – kanakan sekali, begitu saja marah” Hyejin yang mendengarnya hanya menggerutu kesal

“Arraseo, aku minta maaf” Lay mengulurkan tangannya untuk meminta maaf, tetapi Hyejin memalingkan wajahnya

“Ayolah chagi, maafkan aku” pinta Lay sambil menggoyang – goyangkan tubuh Hyejin

“Ne, ne. Aku memaafkanmu. Tapi ijinkan aku ikut bersamamu”

“Baiklah” ucap Lay sambil menghembuskan nafas

Lay membantu Hyejin membawa kopernya, yeojachingunya itu senang – senang saja jika Lay memanjakan dia.

“Dia siapa?” ucap Jira dengan muka bertanya – tanya ketika melihat Lay membawa yeoja yang dilihatnya tadi

“Dia yeojachinguku” jawab Lay. Yeoja yang berada di samping Lay itu tersenyum ke arah Jira

“Naneun Hyejin imnida” ucap Hyejin sambil mengulurkan tangannya kearah Jira

“Jira imnida” Jira menjabat tangan Hyejin sambil membalas senyumannya

“Suho sunbae! Kemarilah, jangan berdiam disitu terus” teriak Jira pada suho yang sedari tadi hanya diam di tempatnya

Suho mencoba berjalan mendekati Jira dan teman – temannya, tetapi sesuatu menghadangnya

“Apa ini?” ucap Suho ketika langkahnya terhenti oleh dinding cahaya berwarna violet

“Sepertinya, itu cahaya Soojung” ucap Do

“Ah, aku hampir lupa. Kita tidak bisa bertemu mereka sebelum kita membawa Jira ke exo planet.”

“Sunbae! Kemarilah, kenapa kau diam saja?” teriak Jira lagi

“Ani, aku tidak bisa”

Jira kemudian mendekat ke arah Suho lalu menarik tangannya, tetapi tiba – tiba langkah Suho tertahan. Jira yang tidak menyadari itu tetap menarik tangan Suho, dan akibatnya Jira terjatuh dengan keras ke aspal. Baekhyun yang melihat itu langsung berusaha menolong Jira tetapi sayangnya cahaya violet itu kembali muncul dan menahan langkahnya

“Jira-ya, gwaenchanayo?” tanya Jaejoon

“Pantatku sakit…” ucap Jira sambil mengelus – elus bokongnya yang masih terasa sakit. Ke 12 namja yang berada disana mengalihkan pandangannya kearah Jira tak terkecuali Hyejin.

“Mengapa kalian semua melihat kearahku?” tanya Jira dengan muka polosnya

“Eopseo” jawab Kris yang sebenarnya menahan tawa

Seorang yeoja berambut lurus memerhatikan tingkah laku 3 yeoja dan 12 namja yang sedang bercengkrama di depan sebuah sekolah. Sorot matanya menunjukkan dendam yang amat sangat dalam, tangannya mengepal kuat. Lalu dia pun berjalan meninggalkan tempat itu dan dengan kekesalan yang bersarang di hatinya, rencana jahat pun muncul di pikirannya.

~TO BE CONTINUED~

6 pemikiran pada “HISTORY (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s