Ha-Na (Chapter 1)

Title                 : Ha-Na (Part 1)

Author             : Lucky Cupcake

Rating             : PG-13

Lenght             : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Cast                 : Xi Luhan (EXO) Kim Ha Na (OC)

Support cast    : Na Eun (A Pink) Sandeul (B1A4) Jong Hun (FT Island)

page (1)

Note                : Ini FF pertamaku, jadi kalau ada salah, maaf ya^^ Tolong kasi saran dan jangan lupa juga comment yaa, gomawo~`~

 

“Coba saja aku seperti mereka, hidup normal seperti orang biasa”

Author’s POV

            Kata-kata itu tertulis rapi didalam buku harian Ha Na. Ini sudah ketiga kalinya ia menulis kata-kata itu. Ha Na sejak lahir dianugerahi kemampuan spesial. Dia bisa membaca pikiran orang dan melihat masa depan. Tapi kemampuan inilah yang membuat dirinya dikenal aneh oleh orang-orang hingga dia tidak memiliki teman satu pun di sekolahnya.

 

Ha Na’s POV

Hari ini seperti biasa, aku hanya bisa merenung di kamar sendirian. Bosan, akhirnya aku turun dan melihat ibuku tengah sibuk merias dirinya. Semenjak ditinggal oleh ayah, ibu selalu sibuk dan jarang di rumah.

“Ha Na, akhirnya kamu turun juga” kata ibu sambil merapikan lipstiknya.

Aku hanya mengangguk. Diam-diam aku tatap dia. Raut wajahnya yang terlihat sedih membuatku penasaran dengan apa yang dipikirkannya, tetapi percuma karena aku tetap tak bisa membacanya. Entah kenapa aku tidak bisa membaca pikiran orang-orang terdekatku. Tiba-tiba aku mendapat penglihatan. Seorang laki-laki muda akan datang ke rumah. Laki-laki itu adalah Tuan Choi Min Soo, kekasih ibuku.

Ting..tong.. sesuai dugaan, Tuan Choi pun datang. Ibu bukakan pintu dan memeluknya dengan bahagia. Laki-laki itu memeluknya balik tapi pikiran jahatnya tetap bisa aku baca.

Sebentar lagi wanita ini akan membuatku kaya, hahaha” isi pikirannya terdengar sangat jelas. Aku pegang tangan ibuku bermaksud ingin memberitahu apa yang sedang aku dengar tetapi percuma aku terlalu takut. Akhirnya aku hanya bisa mengucapkan selamat tinggal untuk ibuku.

Pagi yang cerah, awal yang baik untuk pergi ke sekolah. Seperti biasa aku berusaha berpenampilan seperti gadis-gadis yang lain tetapi tetap tidak bisa. Malah lebih terlihat seperti hantu. Poni rambut yang panjang sampai menutupi mataku menambah keseraman dalam penampilanku. Aku benar-benar tidak berani memotong rambutku karena aku benci dengan gunting. Pasrah dengan keadaan, aku pun bergegas pergi menuju halte bus. Di perjalanan sudah pasti aku mendengar pikiran orang-orang. Ada yang berpikir ingin memukul temannya, mencuri uang, menggoda perempuan dan yang paling parah ada yang berpikir bahwa aku seperti penyihir. Mereka tentu saja akan berpikir seperti itu, rambutku yang panjang ditambah dengan sorot mataku yang tajam membuatku terlihat seperti penyihir. Aku sudah terbiasa dengan itu, berjalanlah aku dengan biasa hingga sampailah aku di halte. Seketika aku mendapat penglihatan. Akan ada seorang nenek yang akan tertabrak mobil. Tanpa pikir panjang, aku segera mencari nenek itu. Tepat di seberang jalan, nenek berbaju kuning sambil membawa tongkatnya tengah menyebrang di zebra cross. Seketika sebuah mobil berwarna merah melaju kencang dari arah berlawanan. Aku berlari dan berteriak “Nenek awas!!!!” tetapi sepertinya nenek tidak mendengar. Segera aku tarik nenek jauh dari jalan dan kecelakaan pun dapat dihindarkan. Orang-orang datang mengerumuniku. “Wah nenek ini hampir saja mati” “Penyihir ini hebat juga” aku mendengar banyak sekali pikiran orang-orang. Hal itu membuatku pusing, segera setelah memastikan nenek aman, aku segera kembali menuju halte. Namun tiba-tiba ada tangan yang menyentuh pundakku.

“Terima kasih sudah menolong nenekku, kamu hebat” aku mendengar kata itu darinya. Aku hanya mengangguk dan tidak berani melihat wajahnya. Yang aku tahu dia menggunakan seragam sekolah yang sama denganku dan dia anak laki-laki.

Setelah dia pergi aku coba memandang wajahnya. Wajahnya sangat tampan, ini untuk pertama kalinya ada seorang anak laki-laki yang berbicara padaku.Tapi aku merasa aneh dengannya.

Akhirnya sampailah aku di sekolah. Tidak ada yang menyapa, merangkul ataupun mengajakku jalan bareng. Tidak punya teman. Itulah masalahnya. Aku membaca pikiran teman-teman di sekolah yang semuanya hanya mengejekku dan mengata-ngataiku. Aku hanya bisa menunduk dan memandangi jalan didepanku.

Di kelas, lebih parah lagi. Duduk paling pojok, tidak ada teman yang mau mendekati. Mereka semua berpikir aku orang yang aneh. Aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, aku hanya bisa menghela nafas panjang.

Bel berbunyi, tanda pelajaran akan segera di mulai. Guru pun datang.

“Baiklah anak-anak sebelum pelajaran akan segera dimulai, bapak akan memperkenalkan murid baru pindahan dari Cina, mari silahkan masuk”

Datanglah seorang anak laki-laki dan memperkenalkan dirinya di depan kelas.

“Perkenalkan aku Xi Lu Han, panggil saja aku Luhan”

Setelah memandanginya cukup lama, aku sadar bahwa ternyata Luhan adalah laki-laki yang menyapaku tadi. Dan ada satu keanehan. Kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya?

 

 

 

 

 

 

6 pemikiran pada “Ha-Na (Chapter 1)

  1. gak bisa baca pikirannya luhan? hmmm~ apa luhan org terdekat hana dulu? atau… hatinya murni?… kkk~ gue kebanyakan nonton film fantasy… oke lanjut ah next chap ∩__∩

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s