Ha-Na (Chapter 4)

Title                 : Ha-Na (Part 4)

Author             : Lucky Cupcake

Rating             : PG-13

Lenght             : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Cast                 : Xi Luhan (EXO) Kim Ha Na (OC)

Support cast    : Na Eun (A Pink) Sandeul (B1A4) Jong Hun (FT Island)

Disclaimer       : Dapet ide cerita dari beberapa komik dan lagu^^

page

 

“Biga oneun nal-en nareul chajawa. Bameul saeweo gwireop hida. Biga geuchyeogamyeon, neodo ddaraseo. Seoseo-hi jogeumsshik geuchyeogagettji”

Ha Na POV

            Suaraku berulang kali terdengar. Beberapa TV di sekolah masih menayangkan video rekamanku. Teman-teman datang menghampiriku.

“Penyi- eh maksudku Ha Na, kamu benar-benar daebak!! Aku tidak tahu kamu punya suara sebagus itu!” Ha Na, aku salah menilaimu.

“Benar, ditambah lagi dengan rambut barumu kamu terlihat sangat cantik!” Kecantikannya melebihi Kim Yuna, omo!

            Perkataan serta pikiran mereka berubah 180 derajat. Entah kenapa aku ingin waktu berhenti di saat itu juga. Ini benar-benar hari terbaik buatku. Tapi tidak semua berubah. Kim Yuna dan teman-temannya tetap terlihat sinis.

Hari berganti hari, aku sudah memiliki banyak teman. Begitu juga dengan Luhan. Dia tipe orang yang mudah berteman jangan heran kalau baru beberapa hari pindah sekolah dia sudah menjadi anak paling populer. Walaupun begitu, kami berdua masih sering bertemu dan makan siang bersama di atap sekolah sambil mengenal satu sama lain. Sekarang aku sadar kalau aku mulai menyukai Luhan. Andai aku bisa membaca pikirannya agar aku tahu bagaimana perasaannya kepadaku. Tetapi tidak bisa. Itu masih menjadi pertanyaan besar yang masih belum bisa terjawab sampai saat ini. Kenapa aku tidak membaca pikirannya? Apa dia punya hubungan darah denganku? Tapi itu tidak mungkin.

Tibalah waktuku di babak penyisihan. Aku bersama Bu Lee menunggu nomor antrianku untuk dipanggil. “Nomor 287!! Harap bersiap-siap” teriak seorang panitia. “Ha Na, apa kamu sudah siap” Aku mengangguk menjawab pertanyaan Bu Lee. Majulah aku ke atas panggung. Aku pejamkan mataku dan berdoa. Ketika juri mempersilahkan, aku mulai menyanyikan lagu I Think I Love You. Lagu ini aku persembahkan untuk laki-laki yang sudah membantuku hingga aku bisa berdiri diatas panggung ini. Andai dia tahu aku menyanyikan lagu ini untuknya. I’m falling for you nan mollah-jiman. Now I need you eonusaenka nae mam kipun -koseh aju. Kugeh jaripan gudaeui, mosubeul ijen bowayo~ hmm. Ketika aku selesai bernyanyi, tepuk tangan yang meriah dari penonton mulai terdengar. Wah suaranya sangat bagus. Aku yakin dia akan jadi juaranya. Para juri mulai menulis skor. Aku tidak sabar menunggu hasilnya walaupun aku tahu apa yang sedang mereka pikirkan tentangku.

Esoknya, Luhan memberitahuku bahwa pengumuman yang lolos ke babak selanjutnya sudah ada di tangan Ibu Kepala Sekolah. Kemudian kami pun bersama-sama menuju ruang kepala sekolah. Kepala sekolah menyambut kami dan lantas ia memberikan secarik kertas kepadaku. Itu yang ada dipenglihatanku. Benar saja, Luhan datang menghampiriku yang baru saja tiba di sekolah.

“Ha Na, ke—“

Belum selesai dia bicara, aku langsung menariknya menuju ruang kepala sekolah.

“Yah, baru saja aku ingin mengajakmu kesini”

“Aku sudah tahu”

“Hah benarkah? Tapi bukannya kamu baru saja sampai di sekolah, darimana kamu bisa tahu?”

Aku hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaannya. Tapi sepertinya masa depan telah berubah. Bukan secarik kertas yang kudapat tapi malah ada seorang anak perempuan yang sedang berdiri dihadapan kepala sekolah.

“Ha Na, kamu sudah datang. Selamat kamu lolos ke babak selanjutnya!” Kepala sekolah memelukku dan menyalamiku.

“Terima kasih”

“Ha Na, aku minta tolong untuk mengantarkan murid baru ini ke kelasmu”

“Murid baru? Ah annyeong haseyo, namaku Kim Hana”

“Annyeong haseyo, aku Son Naeun, salam kenal” anak perempuan cantik berambut panjang itu menyapaku.

“Na Eun!?” Luhan terlihat kaget. Apa mereka saling mengenal?

“Luhan, sudah lama kita tidak bertemu sejak 3 tahun yang lalu” 3 tahun yang lalu!?  Seketika aku melihat masa lalu mereka.

Flashback

Naeun dan Luhan sedang berjalan bersama. Waktu itu mereka masih SMP. Terlihat mereka sedang berbicara sesuatu yang serius.

“Luhan, apa kamu punya cinta pertama?”

“A-aku punya, kalau kamu?”

“Jonghun Oppa. Dia adalah cinta pertamaku” Naeun menjawabnya dengan girang. Luhan terlihat sedih mendengar itu.

“Hari ini, aku bermaksud mengutarakannya”

“Hmm, semoga berhasil” Naeun kemudian tersenyum dan melambaikan tangannya pada Luhan.

Luhan yang terlihat sangat sedih kemudian menulis sebuah surat. Surat yang isinya tentang kepergiannya ke Cina dan ungkapan perasaannya kepada Naeun. Surat itu ditaruhnya di kotak surat milik Naeun.

“Ha Na! Ha Na!!” Ibu Kepala Sekolah menggoyangkan badanku. Sontak aku tersadar kembali.

“Ma-maaf saya melamun, kalau begitu saya permisi dulu”

Ada hening yang panjang selama perjalanan. Naeun sedang memikirkan kenangan-kenangannya bersama Luhan sedangkan Luhan, aku tidak tahu apa yang dipikirkannya.

“Ki-kita sudah sampai”

“Terima kasih Ha Na sudah mengantarku dan juga Luhan, terima kasih” Naeun mengambil tempat duduknya dan menyiapkan peralatan sekolahnya. Para murid mulai membicarakannya. Wah cantik sekali. Dia murid baru disini? Ahh aku sangat beruntung. Tapi kehadiran Naeun bukan hal yang baik bagi Luhan. Selama pelajaran dia tidak bicara, bergurau atau mengganggu teman yang lain. Luhan yang periang berubah menjadi Luhan yang pendiam.

Aku pergi menuju atap sekolah. Sendirian. Aku melihat Naeun dari atas yang mulai menjadi pusat perhatian di sekolah. Masa lalunya bersama Luhan terus terlintas dipikiranku. Andai aku tidak tahu semua itu. Andai dia bukan murid baru. Apa Luhan masih menyukainya? Lalu bagaimana denganku? *sigh* aku hanya bisa menghela nafas panjang.

“Kamu sedang apa?” Suara itu!?

            “A-ah hai, aku hanya melihat pemandangan” aku menjawab tapi tidak berani melihat matanya.

“Apa boleh aku ikut?” Aku mengangguk dan dia langsung berdiri di sampingku.

“E-eh Luhan, apa boleh aku bertanya?”

Dia tersenyum. “Tentang apa?”

“Apa kamu punya cinta pertama?”

Dia terdiam sejenak dan melihat seseorang. Dia melihat Naeun. Aku tahu dia pasti akan melakukan itu.

“……punya”

“Apa kamu masih menyukainya?”

Dia mengangguk. Tanganku bergetar. Jantungku mulai berdetak sangat kencang. Air mataku hampir keluar.

 

 

 

9 pemikiran pada “Ha-Na (Chapter 4)

  1. wahh, ha na bsa galau nih kalo luhan balik lg k na eun, tpi d chapt sbelm ny luhan pnah bilng klo dia sayng sm ha na, iy kan?
    jdi pnasaran,
    chap 5ny d tnggu,,

  2. haaii author akuu baru mulai bacaa~ ceritanya kerreeenn
    ihh tapi kok sedihh luhannya masih ada rasa sama naeun</3 lanjutttt teroooosss thorr'-')/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s