Ha-Na (Chapter 5)

Title                 : Ha-Na (Part 4)

Author             : Lucky Cupcake

Rating             : PG-13

Lenght             : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Cast                 : Xi Luhan (EXO) Kim Ha Na (OC)

Support cast    : Na Eun (A Pink) Sandeul (B1A4) Jong Hun (FT Island)

page (4)

Disclaimer       : Lagi dapet inspirasi mendadak abis nnton beberapa MV, kekeke:D

Ha Na POV

“……punya”

“Apa kamu masih menyukainya?”

Dia mengangguk. Itu berarti dia masih menyukai Naeun. Aku mengusap-usap mataku yang mulai mengeluarkan air mata. Aku mencoba untuk menahannya agar tidak keluar.

“Ha Na, kamu kenapa?”

“A-ah, mataku kemasukan debu. Lalu bagaimana hubunganmu dengannya?” walaupun aku sudah tahu tapi aku ingin mendengarnya langsung dari Luhan.

“Hmm, tidak happy ending” dia tersenyum tapi dibalik senyumnya itu aku tahu ada kesedihan didalamnya.

“Apa dia tidak tahu kamu menyukainya?”

Luhan sekali lagi menatap Naeun yang sedang berbincang dengan teman-teman barunya “…..sepertinya dia tahu, hmm bagaimana denganmu, apa ada orang yang kamu suka?”

“……..ada, tapi…….. dia menyukai orang lain”

“Pasti rasanya sakit sekali” Iya. Sakit. Sekali. Seperti yang aku rasakan saat ini mendengar jawabanmu tadi.

“Iya, Lu-luhan tadi kamu dan Naeun seperti sudah saling mengenal, apa kali–?”

“A-ah Naeun, dia kenalanku”

            “O-oh” aku tahu dia bukan kenalanmu. Aku tahu dia sahabatmu sejak kecil. Aku tahu kamu menyukainya. Tapi kenapa kamu sebut dia kenalanmu? Kenapa kamu tidak jujur?

Luhan POV

Hari ini bukan hari yang baik buatku. Ha Na ternyata sedang menyukai seseorang. Siapa? Sejak kapan? Ditambah lagi aku bertemu lagi dengan Naeun, sahabat masa kecilku setelah sekian lama sejak kejadian 3 tahun yang lalu. Dia datang di saat yang tidak tepat. Perasaanku terhadapnya yang mulai menghilang semenjak aku sadar aku mulai menyukai Ha Na tiba-tiba tumbuh lagi. Bagaimana bisa aku menyukai dua perempuan sekaligus!? Inilah alasan kenapa aku tiba-tiba menjadi orang lain. Aku bingung dengan diriku sendiri.

“Luhan….” Seseorang memanggilku. Aku berbalik dan menemukan gadis itu sedang berdiri di belakangku.

“Naeun? Kamu belum pulang?”

Dia menggeleng lalu kemudian ia ikut berjalan pulang disampingku.

“Kita terlihat sangat canggung padahal waktu kecil kita akrab sekali, apa itu karena surat itu? ”

Aku berhenti berjalan. “Kamu membacanya?” Dia mengangguk sambil tersenyum.

“Maaf aku tidak menyada–“ belum selesai dia bicara, aku langsung memeluknya.

“Aku sangat merindukanmu”

“Aku juga, Luhan” dia memeluk balik. “Hmm, Luhan, apa Kim Ha Na itu pacarmu?”

Mendengar pertanyaannya, aku melepaskan pelukanku. “Kim Ha Na, dia…… hanya teman”

Naeun kemudian tertawa kecil. “Haha, jadi aku masih punya kesempatan untuk menjawab isi suratmu itu”

Aku hanya diam. Tidak bisa menjawab apa-apa.

Ha Na POV

Aku bercermin dan melihat wajahku. Mataku lebam. Akibat dari aku menangis semalaman. Aku meneteskan beberapa tetes mata tapi hasilnya sama saja. Hari ini seperti biasa aku pergi ke sekolah. Tapi yang biasanya aku selalu bersemangat bersekolah mendadak jadi malas.

“Ha Na!!” Luhan yang baru saja tiba di sekolah memanggilku. Tapi tidak sendiri. Dia bersama Naeun. Ini adalah alasan kenapa aku malas sekolah untuk beberapa hari kedepan.

“A-ah Luhan, kamu bersama Naeun?”

“Ah iya, aku bertemu dengannya dijalan”

“Hai Ha Na, matamu kenapa?” Kenapa mata Ha Na seperti habis menangis? Naeun menanyakan mata lebamku.

“Ke-kemarin aku digigit serangga terus aku menangis jadinya mataku seperti ini, hehe”

“Aku pikir kamu sedang ada masalah” Luhan terlihat cemas.

            “Ah tidak, sudah-sudah, ayo kita masuk”

Di kelas, mereka berdua terlihat sangat akrab. Mereka bercanda gurau, tertawa bersama, mengerjakan latihan bersama, semua hal mereka lakukan bersama-sama. Luhan mungkin lupa kalau aku juga ada disampingnya. Sudahlah. Bel berbunyi tanda istirahat makan siang telah tiba. Aku mengeluarkan bekal makanku, bersiap-siap makan siang bersama Luhan di atap sekolah. Tapi…

“Ha Na, sepertinya aku tidak bisa menemanimu makan siang, aku sudah janji mentraktir Naeun, jadi—“

“Ah tidak apa-apa”

“Benarkah?”

“Iya” aku tersenyum dan melambaikan tanganku padanya. Sendirian. Lagi. Nafsu makanku tiba-tiba hilang. Bekal makan yang kubawa aku simpan kembali. Waktu istirahat aku habiskan dengan menyusuri taman sekolah.

“Noona!!” aku mengenal suara itu. Aku berbalik dan melihat Sandeul menggunakan pakaian seragam yang sama denganku.

“Sandeul!? Kamu sekolah disini? Sejak kapan?”

“Aku mendapat beasiswa, ini berkat Luhan-hyung” lagi-lagi Luhan berbuat kebaikan lagi. Dia benar-benar seperti malaikat.

“Noona tidak bersama Luhan-hyung?” Apa noona dengan Luhan-hyung sedang bertengkar?

            “Ah tidak, aku tidak bertengkar dengannya, e-eh maksudku Luhan sedang bersama temannya, o-oh ya Sandeul, aku pergi dulu ada keperluan, maaf”

            “Iya noona, sampai jumpa” Sepertinya ada sesuatu antara Luhan-hyung dengan noona.

Aku pergi meninggalkan Sandeul. Aku tidak ingin mendengar pikirannya yang penuh pertanyaan antara aku dengan Luhan.

Teng..teng..teng. Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Luhan sudah pulang bersama teman-temannya. Tinggal aku dan Naeun. Kenapa Naeun belum pulang?

“Ha Na…”

“I-iya”

“Ada yang ingin kubicarakan, apa kamu ada waktu?”

“Iya, tentang apa?”

“Ha Na, apa kamu dan Lu—?” Pertanyaan itu lagi!?

“Ti-tidak!! kami hanya teman”

“Baguslah, berarti aku bisa tenang. Ha Na, sebenarnya aku dan Luhan sudah saling mengenal sejak kecil, dia sahabatku. Tapi aku tidak tahu kalau Luhan menyukaiku. Dia pergi ke Cina tanpa pamit dan hanya meninggalkan sebuah surat. Aku merasa bersalah karena tidak sempat membalas perasaannya. Setelah aku sadar kalau aku sebenarnya menyukai Luhan bukan Jonghun oppa, aku benar-benar sangat menyesal. Sampai akhirnya aku bertemu kembali dengannya. Tapi….. tadi, selama aku bersamanya, yang dia katakan hanya tentangmu, suaramu, perubahanmu, kesukaanmu, semua tentangmu. Aku sangat cemburu” Naeun mulai menangis. Luhan berbicara tentangku!? Kenapa? Apa dia…? Tidak! Tidak mungkin!! Luhan masih menyukai Naeun.

“Walaupun begitu, Luhan pasti masih menyukaimu! Dia pasti benar-benar sayang padamu!!” aku mengatakan itu dengan suara yang lantang. Aku mencoba menyemangati Naeun. Untuk kali ini aku ingin membantu memulihkan hubungan Luhan dengan Naeun walaupun sakit yang akan kurasakan.

“A-aku akan membantumu agar kamu bisa bersama Luhan lagi ”

“Ha Na….. benarkah?” aku mengangguk. “Ini mungkin sangat egois tapi aku mohon….. JANGAN terlalu dekat dengan Luhan” Aku mohon dengan sangat, Ha Na.

            Aku mengangguk lagi. Ini mungkin permohonan yang sangat menyakitkan untuk didengar. Tapi… aku harus melakukannya.

Dua hari lagi adalah Hari Valentine. Hari yang sangat buruk. Semua gadis memberikan coklat pada orang yang disukainya sedangkan aku… harus menjauhi orang yang aku sukai.

“Ha Na, saat bel istirahat pergi ke atap sekolah, aku membawakan cupcake kesukaanmu, kita makan sama-sama”

“Terimakasih, tapi….” Naeun mendengar pembicaraan kami. Aku mohon Ha Na, tolong tolak ajakannya. Aku mendengar pikirannya. Wajah Naeun terlihat sangat memelas.

“Ma-maaf Luhan, aku sudah ada janji dengan Sandeul, kamu ajak saja Naeun, dia sangat suka dengan cupcake” Luhan terlihat kecewa tapi ini semua demi kebaikannya juga.

Saat Luhan mengajakku berbicara aku hanya mengangguk, menggeleng, dan kadang tidak menjawabnya. Saat Luhan mulai mencari-cari perhatianku, aku hanya diam dan tersenyum. Aku mencoba untuk tidak terlalu dekat dengannya. Dan dia mulai menyadari itu.

Saat pelajaran ketiga. Dreet. Hpku bergetar. Ada satu pesan yang masuk. Ha Na, ada apa denganmu? From: Luhan. Aku tidak menjawabnya. Dreet…dreet. Kali ini dua pesan yang masuk. Ha Na, ayo jawabb!! From: :Luhan. Ha Na, apa aku ada salah? Kalau ada, tolong maafkan aku L. From: Luhan. Aku tetap mengabaikannya.

Luhan POV

Ada apa dengan Ha Na? Apa yang terjadi dengannya? Apa aku punya salah? Teng..teng..teng, bel berbunyi tanda pelajaran telah usai. Aku langsung menuju Ha Na dan memegang lengannya.

“Ha Na, aku ingin bicara denganmu” Ha Na tidak melihatku. Dia menunduk. Ada apa dengannya? Kenapa dia selalu menghindar?

“Maaf, aku harus pergi” Ha Na melepaskan peganganku dan pergi begitu saja.

“Sudahlah Luhan, mungkin Ha Na hanya sedang tidak mood hari ini, ayo kita pulang” Naeun menarik tanganku dan mengajakku pulang.

Tiba-tiba para murid mulai berlarian. Mereka berkumpul di koridor. Ternyata ada sebuah pengumuman yang tertempel di papan. Untuk para siswa-siswi SM School, bertepatan dengan Hari Valentine, pihak sekolah mengadakan sebuah kontes pemilihan couple terbaik. Para kontestan diwajibkan menyanyikan sebuah lagu dengan pasangannya. Penampilan terbaik akan menjadi best couple. Mohon partisipasinya. TerimakasihJ

Ini kesempatan bagus buatku. Aku segera mencari Ha Na diantara kerumunan. Aku bermaksud ingin mengajaknya. Dan dengan cepat aku menemukannya.

“Ha Na, jadilah pasanganku” aku memegang tangannya dan memohon dengan sangat. Semua orang mulai memperhatikan kami termasuk Naeun. Aku benar-benar merasa tidak enak dengan Naeun tapi mau bagaimana lagi badanku bergerak sendiri mencari Ha Na.

Tapi Ha Na melepas peganganku. “Maaf Luhan, tapi… aku akan berpasangan dengan Sandeul” Aku dan Naeun kaget. Sandeul yang ada disampingnya pun juga terlihat terkejut mendengar jawabannya.

Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia selalu menghindariku? Aku sudah capek menghadapinya. Tepat setelah ia berbicara, aku berbalik untuk pergi dan tidak menjawab apa-apa. Naeun kemudian memegang tanganku.

“Luhan, biar aku yang jadi pasanganmu nanti” Aku hanya mengangguk.

Ha Na POV

H-1. Aku berlatih bersama Sandeul di taman. Kami akan menampilkan lagu “Love Day” yang dinyanyikan Yoseob B2ST dan Eunji A Pink. Latihan bersama Sandeul tidak akan terasa bosan karena Sandeul orangnya sangat humoris. Tak henti-hentinya dia buat aku tertawa.

“Noona, ini masih jadi pertanyaanku dari kemarin, kenapa noona lebih memilihku ketimbang Luhan-hyung? Apa noona sedang bertengkar dengannya?” Noona dan Luhan-hyung pasti sedang ada masalah

            “Ti-tidak, aku hanya ingin berduet denganmu, itu saja” Sandeul masih belum percaya. Sudahlah. Aku tidak ingin dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Hari Valentine telah tiba. Tiba saatnya kontes best couple akan segera dimulai. Tapi kenapa dari tadi aku tidak menemukan Sandeul, kemana dia? Para murid mulai datang berpasangan dan mengambil nomor panggilan mereka. Aku pun turut mengambil nomor walau tanpa pasangan tapi sepertinya bukan cuma aku, Naeun juga datang sendirian tanpa Luhan.

“Pasangan nomor urut 10 segera naik ke atas panggung” setelah ini aku akan tampil. Tapi sampai saat itu aku belum menemukan Sandeul. Dimana dia?

Aku mulai panik. Penampilan pasangan nomor urut 10 sudah selesai, tibalah waktunya giliranku dan Sandeul. Tapi Sandeul belum muncul juga. Pembawa acara mempersilahkanku naik ke atas panggung. Pasangan Kim Ha Na siapa? Kenapa Ha Na sendirian?Sandeul dimana? Kalau tahu begini biar aku saja jadi pasangan Kim Ha Na. Hwaiting Kim Ha Na!! Pertanyaan dan dukungan berkumpul jadi satu. Kepalaku sakit lagi. Tanganku gemeteran.

“Nona Kim, pasanganmu mana?” pembawa acara bertanya padaku.

“A-anu, i-itu”

            “Aku pasangannya! Maaf aku terlambat” dari belakang panggung muncul seseorang. Luhan!? Sedang apa dia disini!?

 Makasi buat semua yang udah baca FF pertamaku ini :’) kalau ada banyak typo, mohon maaf yaaaaaa. Jangan lupa kasi kritik sama saran yaaa. Inget comment yaaa abis baca cerita ini. Keep support 😀 Cerita ini masih bakal berlanjut!!! Kkekeke^^

32 pemikiran pada “Ha-Na (Chapter 5)

  1. aduhh ini gag tau mau ngomong gmana..
    kasian hana,
    tp jg kasian na eun karna luhan jg gag nolak ktka na eun deketin..
    luhan nya masi galau nie..
    next ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s