Reflection

Title: Reflection

Author: Park Genie

Length: Ficlet

Genre: Fantasi (dream land)

Main cast: Kim Jongin

Poster - Reflection

“Kim Jongin bermimpi. Dalam mimpinya ia berada di tempat yang sering ia datangi bersama teman-temannya; Kantin kampus.”

Kim Jongin bermimpi. Dalam mimpinya ia berada di tempat yang sering ia datangi bersama teman-temannya; Kantin kampus. Hanya saja, suasana kantin tampak sepi, tidak ada teriakan khas para bibi penjual kantin akibat ulah nakal mahasiswa-mahasiswa yang menjahili mereka atau suasana hiruk pikuk kantin pada hari biasanya.

Sunyi…

Satu kata itu yang menggambarkan suasana kantin sekarang. Semuanya bahkan berwarna putih, terlalu putih. Warna putih yang biasa di temui dalam sebuah adegan film. Jongin melangkah masuk ke dalam kantin.

Ia melewati beberapa laki-laki yang di yakini belum pernah ia temui sebelumnya. Semua laki-laki itu menatap Jongin lekat, menelitinya dari ujung kepala hingga ujung kaki, seakan kedua bola  mata mereka adalah mesin pemeriksa.

Di abaikannya tatapan itu,  menyeret langkah semakin masuk ke dalam kantin. Hingga di bangku ujung, seorang laki-laki laintampak duduk membelakanginya. Jongin mendekat, jarak mereka sudah tinggal beberapa langkah ketika tiba-tiba sang laki-laki berdiri lalu membalikkan tubuhnya menatap Jongin.

Satu detik kemudian, mata Jongin membulat. Tak percaya dengan apa yang sedang matanya lihat. Ia seperti sedang bercermin, laki-laki di hadapannya ini, benar-benar mirip dengan dirinya.

Postur tubuh, warna kulit, wajah tampan dan semuanya…

Jongin membeku di tempat, mencoba memahami keadaan sementara laki-laki di hadapannya menarik sebelah sudut bibir ke atas.

“KIM JONGIN! Bangun sekarang atau kau akan terlambat!” teriakan khas sang noona membangunkan Jongin dari mimpi yang belum bisa di mengerti.  Ia menoleh ke arah jam dinding, menyadari waktu yang tertera, laki-laki berkulit coklat itu segera bangkit dari ranjang, sedikit berlari menuju kamar mandi.

Jongin menjatuhkan diri di salah satu bangku perpustakaan sembari mengacak rambut hitamnya frustasi. Ia baru saja di usir dosen dari kelas dan parahnya, Jongin harus menghabiskan waktu membaca sebuah buku sebagai hukuman keterlambatannya.

Laki-laki itu baru saja akan menjatuhkan kepala di meja ketika suara obrolan mahasiswa lain mengusiknya.

“kau tahu kabar mengenai sunbaekita yang meninggal?”

“ada yang aneh dengan caranya meninggal?”

“bukan. Hanya saja, kabar yang aku dengar  ia sempat bermimpi bertemu dengan dirinya sendiri sebelum meninggal dan berdasarakan isu yang beredar bila kau bertemu dengan dirimu sendiri di dalam mimpi maka kau akan bernasip buruk.”

Jongin seketika kehabiasan stok oksigen mendengar isi obrolan itu. Butuh beberapa menit sebelum akhirnya ia bangkit menuju salah satu komputer yang di sediakan di perpustakaan. Jemarinya sibuk menuliskan sesuatu, ekspresinya terlihat tidak baik-baik saja.

Kali ini Jantungnya seperti di tusuk pisau tajam, membaca apa yang tampak di layar. Sebuah artikel menjelaskan bahwa bertemu diri sendiri di dalam mimpi berarti akan bernasib buruk, persisi seperti yang di dengarnya barusan. Jongin mulai menggigiti bibir,, ia bukanlah tipe laki-laki yang percaya dengan hal semacam ini, tapi kali ini berbeda, Jongin ketakutan.

Dengan cepat ia melangkah keluar dari perpustakaan, menuruni tangga-tangga hampir setengah berlari. Di perjalanan, lagi-lagi ia melihat banyak orang memandangnya tanpa ekspresi, persis seperti di dalam mimpi.

Hal ini jelas membuatnya semakin panik, di percepatnya langkah hingga tau-tau saja terdengar sebuah suara. Jongin menoleh, tapi semuanya sudah terlambat.

Tubuhnya terdorong jatuh akibat bertabrakan dengan sebuah mobil. Keadaan panik membuat Jongin sedikit tidak berhati-hati ketika hendak menyebrang jalan.

Sebelum kesadarannya benar-benar hilang Jongin melihat seorang laki-laki berwajah sangat mirip dengannya turun mendekat kearah tubuhnya berbaring dengan raut cemas.

 

 

Jongin bangun dari mimpi dengan keadaan kacau..

Matanya membulat, nafasya terdengar satu-satu dan bulir-bulir keringat membanjiri sekitar wajahnya.

 

—–END—–

NB: Ficlet ini dari naskah film pendek tugas akhirku. Poster here http://orangesmilk.wordpress.com/ others story here http://kidsforeverkids.wordpress.com/

 

Iklan

7 pemikiran pada “Reflection

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s