Romantic Princess (Chapter 1)

ROMANTIC PRINCESS

 

Author : Inez Christabel

Genre : Romance, Family,Brothership

Rating : General

Length : Chaptered

Cast : Im Na Ri , Oh Se Hoon , Kim Jongin and other supported cast

banner

 

*Nari POV*

“Hei! Hari apa ini ? Kenapa tetangga sebelah begitu gaduh?!” racauku sembari menggeliat ringan di atas tempat tidur kesayanganku.

Kucoba membuka mata , tak ada cahaya masuk. Ya, memang semua penghuni rumahku tak pernah kuperbolehkan masuk ke dalam kamarku kecuali oppa tersayangku. Jadi, pantas saja bila tirai jendela kamarku belum terbuka.

“Nari~ah cepat bangun!! Kita harus pergi ke pasar !” ucapan Kai oppa benar-benar menambah kesialan Minggu pagiku.

“Ne ,oppa arraseo!”

Terlepas dari niat atau tidak , aku berjalan lesu ke kamar mandi pribadiku. Bahkan Minggu yang indah pun tak dapat kujalani dengan tenang seusuai keinginanku. Selesai mandi , aku langsung menghampiri oppaku.

“Oppa , berangkat sekarang ?” tanyaku saat melihatnya sedang memakai sepatunya.

“Iya.. Eomma kami berangkat..” jawabnya, sekaligus berpamitan pada eomma yang sedang berada di dapur.

Kurasa beliau tidak mendengar. Ya sudahlah , kami juga kan hanya pergi ke pasar sebentar.

*Kai POV*

Ada apa dengan adik kecilku ini ? biasanya Minggu pagi adalah waktu favoritnya.Tapi mengapa ia malah cemberut seperti ini ?

“Ya! Im Nari~ssi ada apa denganmu ?” kata-kataku tadi terdengar begitu tegas dan cukup lantang tapi kenapa adik tiriku ini tidak menoleh ke arahku sedikitpun.

Ya ,Im Nari gadis cantik yang pintar dan sangat penurut ini adalah adik tiriku. Ayahnya menikahi Ibuku setelah 7 tahun kepergian istri pertamanya yang tak lain adalah ibu kandung adiku tersayang ini. Walaupun dia bukan adik kandungku, tapi aku sangat menyayanginya dan menganggapnya seperti saudara kandungku sendiri, dan kurasa dia juga begitu.

“Nari~ah oppa bicara padamu. Kau terlihat kusut ?” tanyaku padanya yang masih belum menyelesaikan lamunannya, aku menaruh telapak tanganku di puncak kepalanya dan barulah ia mendongak ke arahku, maklum aku memiliki tinggi di atas rata-rata.

“Ani oppa,aku hanya penasaran siapa tetangga baru kita. Lagipula tetangga macam apa yang sudah membuat kegaduhan sepagi ini ?” dengan polosnya semua kata-katanya meluncur dengan bebas. Dia membuat mukanya terlihat sesebal mungkin tapi kurasa justru dia tambah lucu.

“Mereka sedikit gaduh ,mungkin karena barang bawaan mereka cukup banyak jadinya tidak selesai-selesai menata barangnya. Kau jangan berprasangka buruk dulu.Kudengar tetangga baru kita itu sahabat lama ayahmu juga , dan sepertinya anaknya teman dekatmu sewaktu kecil.”

*Nari POV*

“Mereka sedikit gaduh ,mungkin karena barang bawaan mereka cukup banyak jadinya tidak selesai-selesai menata barangnya. Kau jangan berprasangka buruk dulu.Kudengar tetangga baru kita itu sahabat lama appamu juga , dan sepertinya anaknya teman dekatmu sewaktu kecil.” ucap Kai oppa.

Apa benar ? tapi siapa ? waktu aku kecil , aku memiliki dua sahabat dekat. Awalnya kami bisa saling kenal pun karena appa. Ya , appanya Baek Hyun dan appanya Sehun adalah sahabat appaku dari SMP, makanya aku , Baek Hyun dan Sehun bisa sangat dekat walaupun aku satu-satunya perempuan diantara kami bertiga.

“Jinjja oppa ? Memang marga keluarga mereka apa ? Mungkin saja aku akan ingat.” Aku sangat berharap Kai oppa tahu.Tapi nihil, dia tidak tahu sama sekali.

*Author POV*

Sekarang sudah jam 6 pagi, sudah waktunya kakak beradik itu ,Nari dan Kai kembali ke rumah dan duduk manis di meja makan menunggu masakan yang akan disajikan oleh Nyonya Im sebagai santapan pagi mereka.

Tinggal selangkah lagi , yeoja manis itu akan menyantap sarapannya.Namun dengan cepat Nyonya Im menahan aktivitas Nari dan memberitahukan suatu hal.

“Kita tunggu tamu kita sebentar yah. Mereka akan sarapan bersama kita.” Ucap Nyonya Im yang sukses membuat Nari mempautkan bibir tipisnya.

“Eomma serius ? Yang benar saja bertamu pagi-pagi.Kalaupun mau bertamu , kenapa tidak disuruh saat makan malam saja.Aku lapar Eomma .” Rengek gadis cantik itu. Namun , belum sempat Nyonya Im membalas ucapan anak gadisnya , dua orang yang sedari tadi ditunggu memotong percakapan mereka secara tak sengaja.

“Permisi.. Maaf tadi pintunya tidak ditutup makanya kami langsung masuk.” Jelas wanita yang terlihat masih muda walaupun tengah membawa anak semata wayangnya yang sudah remaja.

“Ah, Nyonya Oh tak apa.Silahkan duduk. Sehun~ah duduklah di depan Nari. Kita langsung makan saja ya, dari tadi Nari sudah mengomel.Nari~ah kenapa diam saja ?” Nyonya Im berucap sangat ramah seperti mempersilahkan keluarga sendiri.

*Nari POV*

Apa-apaan ini ? bahkan aku bingung harus bagaimana sekarang. Aku senang bertemu dengan sahabat lamaku, tapi di lain sisi ini menyakitkan mengingat bagaimana dulu ia meninggalkanku tepatnya 8 tahun yang lalu.

#flashback

Pagi yang cerah, tak sabar rasanya untuk cepat berada di taman komplek dan bersepeda bersama Sehun oppa dan Baek Hyun oppa. Terlebih Sehun oppa , dia sahabat kesayanganku yang selalu menghiburku dan membuat tawaku pecah kapan saja.

Selesai mandi dengan segera aku memakai baju casual ku dan tak lupa menyampirkan bando lucu pemberian Sehun dan Baek Hyun , ya mereka sangat menyukainya jika aku menggunakan bando pemberian mereka.

Saat aku mau keluar untuk sarapan , Eomma masuk ke kamarku dengan wajah khawatir.Apa dia pikir aku sakit ? Kenapa dia terlihat sangat khawatir ?

“Eomma, ada apa ? Sepertinya hari ini Nari tidak merasakan sakit apapun tapi kenapa eomma terlihat cemas ?” dengan polosnya Nari kecil melontarkan pertanyaan itu. Dan eomma membalasnya dengan tenang disertai senyum hangatnya.

“Tak apa, Baek Hyun sudah menunggu Nari di bawah.Kita ke bawah sekarang ?”tanyanya seraya mengelus rambut panjang anak semata wayangnya.

“oppa, Sehun oppa dimana ?” Nari kecil dua tahun lebih muda dibanding Baek Hyun dan Sehun.
“Sehun sudah pergi. Dia bilang tak usah mencarinya. Dia memiliki keperluan mendadak yang lebih penting daripada kita.”cukup tegas dan singkat ucapan Byun Baek Hyun.

“Sehun oppa pergi kemana , oppa ? Eomma jelaskan pada Nari , mana Sehun oppa ?Hari ini kami bertiga harus bermain bersama . Eomma bicaralah !” Tak disangka Nari kecil menangis hingga tak sadar terduduk lemah di lantai. Bahkan di akhir kalimatnya Nari kecil membentak Eommanya dengan lirih.

“Bicaralah..Siapa pun jelaskan pada Nari dimana Sehun oppa.. Nari mohon..” Nada suara Nari kecil semakin lirih bahkan hampir tak terdengar. Baek Hyun yang melihat hal itu langsung di hadapannya hanya bisa merasa sakit.Hanya sebuah pelukan hangat yang bisa ia berikan pada gadis mungil di hadapannya itu.

“Nari, tak apa.Oppa masih berada disini bersama Nari.Sehun oppa… Mungkin suatu saat akan kembali.” Sedikit menguatkan memang, gadis kecil itu sudah tak mengeluarkan air mata sebanyak tadi, setidaknya ia sudah mau menghapus aliran sungai kecil di pipinya.

#flashback end

“Nari ! Im Nari !” panggil seseorang yang tak lain eommaku. Aku cukup tersentak kaget karena sedari tadi aku melamun , mengingat kejadian memilukan itu.

“Ne eomma ada apa ?”bodohnya aku bertanya seperti itu , itu sama saja secara tidak langsung aku berkata bahwa ‘aku-tidak-menyimak-perkataanmu-eomma’. Untung eomma tiriku ini sabar.

“Hhh, Kau. Tadi kau yang merengek ingin sarapan. Sekarang malah melamun.Apa yang kau pikirkan ?”

“Maaf eomma, aku sudah tidak lapar.Aku keluar duluan.”ucapku berlalu dari ruang makan. Kurang sopan memang, tapi aku tidak mungkin juga menangis di hadapannya.Di hadapan namja yang berhasil merebut hatiku dan membuatku menolak semua namja yang menginginkanku menjadi yeojachingu mereka.Bahkan ini sudah bertahun-tahun semenjak kejadian dia meninggalkanku tapi tetap saja aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini.

*Sehun POV*

“Sebegitu rindunyakah Nari padamu Oh Sehun? haha, sampai-sampai ia ingin kau keluar mengikutinya dan saling berbagi cerita? Sudahlah , kejar dia dan ajak dia sarapan di luar.” Ucap Nyonya Im.

Aku tahu, bukan itu maksud Nari sebenarnya , ia pasti sudah tidak sudi melihat tampangku.Pergi tanpa sepengetahuannya dan datang kembali masuk dalam kehidupannya yang sudah mulai tenang tanpaku. Kulihat gadis manis itu duduk di taman komplek tempat kami biasa bermain.Semakin aku mendekat, semakin terlihat jelas raut kekecewaan dan kebingungan di paras cantiknya.

“Hei!” ucapku canggung dan tiba-tiba, sedikit membuatnya kaget dan menoleh ke arahku.

“Untuk apa kau kemari ? Pergilah dan jangan ganggu aku. Jangan tanya kenapa, karena seharusnya kau tahu jawaban apa yang akan kuberikan, aku membencimu Oh Sehun-ssi!” Singkat ,padat dan berhasil menyayat hatiku.

“Apa begitu besar rasa bencimu padaku ?”cukup lirih namun kurasa indera pendengarannya masih cukup normal untuk mendengar ucapanku.

“Kau bisa mengerti.Kau tahu kan artinya bila aku sampai berani bilang ‘Kau bukanlah sahabatku semenjak saat itu’. Cukup puas kan dengan jawabanku Oh Sehun-ssi ?”kurasa ini akibatnya, dia berubah. Sungguh bukan Nariku .

*Nari POV*

“Kau bisa mengerti.Kau tahu kan artinya bila aku sampai berani bilang ‘Kau bukanlah sahabatku semenjak saat itu’. Cukup puas kan dengan jawabanku Oh Sehun-ssi ?” Ya Tuhan pada akhirnya akulah yang jahat. Darimana semua keberanian itu ?mengatakan dia bukan sahabatku? Bukan seperti ini pertemuan yang kuharapkan setelah lama aku menanti.

Lebih baik aku pergi , dibandingkan aku harus melihat ia menangis dan membuatku menganggap dirikulah yang paling jahat. Maaf oppa. Dengan kejadian di taman ini , membuatku membulatkan keputusanku , aku akan mengambil beasiswa ke Paris , setidaknya di sana aku akan disibukkan oleh berbagai tugas rumit yang mungkin akan membuatku melupakannya.

*Author POV*

Pagi yang cerah, apalagi kalau mengingat ini adalah liburan musim dingin. Nari sangat bersemangat untuk turun ke bawah dan meminta Kai oppa untuk membuatkan coklat hangat kesukaannya. Dengan berbalutkan sweater bergambar pororo pemberian Baek Hyun minggu lalu sebelum namja itu berangkat ke Hongkong untuk mengikuti study tour selama satu bulan lamanya, Nari menuruni setiap anak tangga dengan senyum yang merekah sempurna di bibirnya.Namun, entahlah ini petaka atau mungkin anugerah. Yang ada di hadapannya sekarang bukan hanya Kai seorang diri, akan tetapi bersama ‘orang’ itu. Mereka terlihat sangat akrab di ruang tengah sambil menonton televisi dengan segelas minuman hangat di tangan keduanya.Seketika itu juga wajah riang Nari lenyap, berganti dengan tatapan dingin dan kesal.

“Untuk apa kau ada di sini Sehun-ssi ?” pertanyaan dingin Nari pun akhirnya memecahkan kehangatan di antara Kai dan Sehun.

Sehun tak bergeming sedikit pun, entahlah apa yang harus ia jawab. Jika sudah melihat tatapan gadis itu , rasanya lidah Sehun kelu tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Kai yang melihat aura negatif di antara keduanya , langsung berusaha mencairkan suasana, dengan berjalan menghampiri Nari.

“Ya! Im Nari, oppa tak pernah mengajarkanmu untuk tidak sopan terhadap tamu!”ucap Kai seraya menyipitkan matanya dan memajukan wajahnya ke depan wajah Nari.

*Nari POV*

‘aissh oppa apa-apaan sih,merusak imageku di depan Sehun oppa saja!’ umpatku dalam hati sambil memelototi Kai oppa.

“Terserah oppa saja, sekarang oppa bisa dekat dengannya mungkin lama-kelamaan menjadi sahabat. Tapi siapa yang tahu kalau nantinya dia meninggalkan oppa.” Ucapku ringan namun mempertegas kata ‘meninggalkan’ lalu aku memberikan death glare ku pada Sehun oppa.

Aku kembali naik,masuk ke kamarku karena sudah tidak mood menikmati coklat hangat buatan Kai oppa. Sehun oppa sudah benar-benar merusak moodku.Aku kesal tapi entahlah aku juga merasa kasihan padanya. Kurasa sikapku dua hari ini sangat menyakiti Sehun oppa.Tapi,aku melakukannya semata-mata karena aku tidak mau Sehun oppa berpikir kalau aku hanya ingin balas dendam padanya  akibat kejadian 8 tahun lalu. Minggu depan aku akan berangkat ke Paris untuk mengambil beasiswa yang diberikan oleh salah satu universitas ternama di sana. Tadinya aku ingin menolaknya karena aku memang tidak pernah memiliki niat belajar di luar negeri. Lagipula kalau aku mau, aku tinggal minta pada appa.Namun, semua niat itu kuurungkan hingga akhirnya aku menerima beasiswa itu dan minggu depanlah hari keberangkatanku.

“Fiuuh..apa yang harus aku lakukan seminggu ini ? Oppa pasti akan lebih sering bersama Sehun oppa, itu artinya aku harus pergi ke mana-mana sendirian. Eungg, menyebalkan!!”

Aku benar-benar merasa kesal, daripada aku kesal di kamar, lebih baik aku pergi ke taman saja. Walaupun itu akan mengembalikan ingatanku tentang kejadian masa kecilku. Aku hanya mengenakan kaos tipis ditambah celana jeans panjang dan juga sepatu pink boots ku. Tak lupa aku mengenakan jaket yang tak terlalu tebal berwarna sweet blue.Sampai di bawah, saat aku mau berpamitan dengan Kai oppa, ternyata Sehun oppa sudah tidak ada di ruangan itu.

“Oppa, mana temanmu ?” tanyaku sinis.

“Kau ini aneh, tadi kau yang tak mau melihatnya, sekarang justru kau juga yang menanyakannya ? Kau ini menyukainya kan ? hanya saja kau gengsi karena sikapnya dulu yang meninggalkanmu.” Demi apapun mukaku pasti sudah memerah sekarang,entahlah kenapa ,tapi aku menganggap ada yang benar dari perkataan Kai oppa.

“Nari-ah jangan bersikap seperti itu, kasihan Sehun. Kalian ini saling menyukai tapi kenapa…”

“Ya! Oppa ini bicara apa ? siapa yang menyukai namja menyebalkan sepertinya ? Oppa kali yang menyukainya!” akhirnya aku memotong pembicaraannya sebelum ia bicara yang macam-macam lagi. Aku berhambur keluar dari rumah karena sudah benar-benar malu entah mengapa.Sampai-sampai aku melupakan kupluk, syal dan sarung tangan musim dinginku.

“Arggh ! gara-gara Jongin oppa kan aku jadi melupakan kupluk,syal dan sarung tangan musim dinginku. Heuh .. lagipula kenapa juga tadi aku harus terlihat malu saat Kai oppa bilang kalau kami saling mencintai ? Nari pabo ! Harusnya kau bersikap biasa saja, lagipula mana mungkin Sehun oppa mencintaimu sementara dua hari ini sikapmu kepadanya sangat kejam !!” Aku terus saja mengumpat sendiri sambil berjalan menuju salah satu ayunan favoritku di taman itu.

Saat duduk di ayunan itu,aku teringat kejadian masa kecilku. Sehun oppa dan Baekhyun oppa selalu berebut untuk mendorong ayunanku, aku sendiri tak tahu mengapa sampai sebegitunya. Tapi ujung-ujungnya selalu saja aku meminta Baekhyun oppa yang mendorongnya dan menyuruh Sehun oppa duduk di ayunan di sebelahku.

“Dulu aku selalu meminta Baekhyun oppa yang mendorong karena aku tidak mau melihat Sehun oppa kelelahan. Tapi yang aku dapatkan malah muka cemberut Sehun oppa yang duduk di ayunan sebelahku.” Ucapanku mulai tak jelas, untung taman ini sepi karena musim dingin kalau taman ini ramai mungkin mereka akan mengira aku orang gila karena bicara sendiri.

*Sehun POV*

Yeoja ini bahkan tak menyadari keberadaanku di sampingnya sekarang. Hahaha, daritadi aku duduk manis di ayunan ini sebelum Nari datang. Bahkan aku sangat kaget saat ia datang , namun aku tidak memberikan respon apapun terhadap kehadirannya, aku takut justru ia akan kembali pulang setelah melihatku.

“Jadi sebenarnya kau sudah membully Baekhyun secara tidak langsung, Im Nari.” Ucapku lantang mencoba menggodanya. Namun, nihil yang ada ia malah menunjukan tampang kagetnya sembari menatapku.

“Neo ?! Sejak kapan kau duduk di situ ?” tanyanya cekatan.

“Naega ? Bahkan aku duduk di sini sebelum kau datang. Yaa..Kebiasaan melamunmu memang tidak pernah hilang. Bagaimana kalau ternyata yang duduk di sini bukan aku ? Akan tetapi orang jahat dan ia berniat menculikmu saat kau melamun ? Hah ? Bagaimana ?” cerocosku tak henti.

“Aiissh, jinjja kau menyebalkan! Aku pulang saja!” balasnya, mungkin dia kehabisan kata-kata atau dia kaget karena aku masih mengingat kebiasaannya yang satu itu ? haha..

“Ya ! Tidak boleh! Kalau kau terus menghindariku, kapan aku bisa menjelaskan kejadian 8 tahun yang lalu , eoh?!”tegasku sembari menahan tangannya yang hendak meninggalkanku lagi.Dan pada akhirnya pun ia mengalah dan duduk manis kembali di ayunan sebelahku.

#flashback

“Sehun-ah besok kau akan ikut eomma dan appa ke Busan. Mian, ini pasti terlalu mendadak untukmu tapi halmeonimu yang memaksa.Kau mau kan ikut dengan kami ?” tanya eomma pada Sehun kecil.

“Tapi eomma, Bekhyun dan Nari bagaimana ? Aku tidak mau berpisah dari mereka, terlebih Nari. Aku menyayangi Nari eomma.”Sehun kecil berkata apa adanya hingga Nyonya Oh pun tersentuh.

“Sehun tidak akan berpisah lama dengan Baekhyun dan Nari. Kita hanya sebentar di Busan.Besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali, lebih baik malam ini Sehun beritahukan kepergian kita ke Busan besok kepada Baekhyun dan Nari.” Ucap Nyonya Oh bijak.

            Sehun kecil tengah berjalan mendatangi kediaman keluarga Byun, tak mungkin ia memberitahukan Nari, jadi lebih baik ia meminta Baekhyun yang memberitahukan kabar ini kepada Nari.

Tok..tok..tok..

            Suara ketukan pintu mengganggu waktu bermain PS Baekhyun. Tak mungkin ia membangunkan eomma dan appanya yang sudah tertidur lelap akibat kelelahan seharian ini bekerja di perusahaan milik keluarganya, hanya untuk membukakan pintu.Akhirnya Baekhyun bangkit dari duduknya dan membukakan pintu rumahnya setelah mengintip dari jendela samping pintu itu.

“Sehun-ah ada apa ? Sepertinya ada hal penting yah sampai kau datang malam-malam begini ?” tanya Baekhyun kecil dengan tampang penasaran.

“Hyun-ah hanya kau yang bisa aku andalkan.” Ucapan Sehun hanya dapat menambah rasa penasaran Baekhyun kecil.

“Hun-ah masuklah dulu. Kita bisa ngobrol di dalam.”

Mereka pun memasuki rumah itu dan duduk di sofa ruang tamu.

“Kau bisa mulai bercerita sekarang.Aku penasaran.”

“Besok aku akan ke Busan, aku tidak tahu akan ada di sana sampai kapan. Tapi, aku sebenarnya tidak mau meninggalkan kau dan Nari. Tapi, aku juga tidak mungkin menolak permintaan eomma. Jadi, kumohon besok saat kau dan Nari akan bermain seperti janji kita tadi siang, katakan saja padanya bahwa aku akan pergi lama, dan jangan pernah menungguku.Arraseo ?”

“Hun-ah kau jahat sekali !Kau tahu Nari sangat menyayangimu bahkan melebihi sahabat. Kau selalu jadi nomor satu di matanya dan akulah orang nomor dua. Dia akan sangat sedih kalau aku bilang seperti itu !”

#flashback end

“Ja..jadi kau bukan pergi untuk meninggalkan aku dan Baekhyun oppa ? Tapi karena permintaan halmeoni ?” aku bisa melihat kekecewaan di paras cantiknya.

“Ya, hanya saja aku memintamu untuk tidak menungguku agar kau bisa membuka hatimu untuk Baekhyun.Dia sangat mencintaimu Ri-ah..” seketika itu hatiku sakit.Entahlah, aku sedikit tak rela mengucapkannya.

*Author POV*

‘Mwo ? Apa maksud perkataannya itu ? Baekhyun oppa mencintaiku ? Kalau memang iya, kenapa sampai sekarang Baekhyun oppa tidak pernah menyatakan perasaannya ? Apa mungkin dia tahu kalau aku mencintai namja pabo ini ?’ Batin Nari terus dipenuhi berbagai petanyaan itu.

“Darimana kau tahu ? Dulu kita masih terlalu kecil, mana mungkin Baekhyun oppa sudah memiliki perasaan seperti itu padaku ?” Tanya Nari penuh selidik.

“Apa kau tidak pernah sadar ? Dari dulu ia hanya bisa memperhatikanmu. Bahkan ia juga selalu ingin memberikan yang terbaik yang bisa ia berikan untukmu.” Ucap Sehun mantap.

Nari hanya bisa diam.Ini semua terlampau rumit, kalau benar apa yang dikatakan Sehun, berarti sudah seberapa sering Nari menyakiti perasaan Baekhyun.Terlampau sering Nari bercerita panjang lebar di hadapan Baekhyun tentang Sehun. Bahkan saat Nari menangis merindukan Sehun, Baekhyunlah orang yang selalu siap menenangkannya.

‘Ini semua terlampau rumit ! Apakah ini akhir penantianku selama ini ? Atau semuanya baru dimulai sekarang ?’ Tanya Nari dalam hati.

==TBC==

 

 

Don’t be silent reader please. This FF also posted on my blog you can follow me @InezCS and wait for another FF 🙂 Critics are very welcome !

Iklan

22 pemikiran pada “Romantic Princess (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s