100 Ducks (Chapter 15)

Tittle       : 100 Ducks
Part  15  :  “100 Ducks”

Lenght   : Chaptered (1-15)

Rating                                        : T

Genre    : School, Comedy and Romance

Author  : deeFA (Dedek Faradilla)

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : D.O EXO-K (Do Kyung Soo)

                     Song Hye Ji (You)

                     Kris EXO-M (Kris Wu)

                     Yoona SNSD

(T_T gak kerasa uda final part. Terima kasih buat semua yang udah baca dan juga yang uda kasi komentarnya. Semoga final partnya bisa di nikmati. ^^ mohon kritik dan sarannya ya.)

PART  15

 

‘100 Ducks’

part 15

@D.O’s House

Perkelahian besar antara Hyeji dan D.O telah tersebar sampai ketelinga orangtua D.O. Kedua orangtua D.O sangat bingung, sebenarnya apa masalah yang memicu perkelahian tersebut.

“Mom, udah siap?.” Tanya D.O yang turun ke dapur. Ia membuka kulkas dan mengambil sekotak susu.

Kedua orang tuanya yang duduk kursi makan menatapnya dengan tatapan aneh.

“Ada apa sih?.” D.O kesal karena dilihat begitu.

“Jadi benar Hyeji gak bakalan kerja di sini lagi?.” Selidik ibunya.

“Selamanya.” Jawab D.O tanpa ragu.

“Masalahnya gak bisa di selesaikan secara baik-baik gitu?.” Tanya ibunya lagi.

“Gak bisa ya bahas perempuan yang lain?. Intinya, mom sama dad jangan pernah berharap aku bakalan menikah dengan Hyeji. Dan nama Hyeji udah aku hapus dari kamus aku. Got it!!.” Kesal D.O yang lalu naik ke atas.

***

Sudah hampir seminggu hidup D.O di jalani tanpa Hyeji. Semenjak ia memberhentikannya berkeja, ia juga berubah menjadi mandiri. Seperti, pergi dan pulang sekolah menggunakan bus. Ia tidak mau di antar-jemput. Walaupun dapat bersikap selayaknya orang yang tidak mengenal Hyeji, tapi tidak dengan perasaannya.

@D.O’s House

Dari tadi di bangunkan oleh ibunya, D.O tidak bangun-bangun juga. Biasanya walaupun hari minggu ia tetap bangun cepat untuk berolah raga bersama ayahnya.

“Sweety…, ini sudah jam sembilan lho. Mau bangun jam berapa?.”

“Mom, lima menit lagi…” Jawab D.O di balik selimutnya.

Sudah dari jam tujuh tadi di bangunkan, ia belum bangun juga. Karena kesal ibunya mengambil seember air dan di tumpahkan ke atas tempat tidur anaknya.

“MOM!!!!.” Teriak D.O yang terkejut karena di siram air.

“Kamu kenapa sih?. Mukanya asem terus. Enggak semangat banget!!. Kayak orang kena flu burung. Maunya di kamar terus. Sekarang jemur tuh kasur!. Terus bed covernya jangan lupa di cuci.”

“Ingat pakai tangan!.” Ibu D.O berbalik dan memberi peringatan padanya.

Ibunya turun ke bawah dengan muka yang masam. Ia langsung menuju halaman belakang menghampiri suaminya yang sedang memperbaiki rumah kelinci peliharaannya.

“Kenapa muka kamu?.” Tanya ayah D.O pada istrinya itu.

“Ini gak bisa di biarkan. Lama-lama anak kita jadi gila. Rencana yang ayah bicarakan tadi malam harus di laksanakan, gak perlu tunggu kompromi dari dia. Auuuh…pusing aku jadinya.”

Ayah D.O hanya mengangguk-angguk saja. Istrinya orang yang tidak pernah marah, berarti kalau dia sedang marah, dia benar-benar sedang kesal.

***

@Hyeji’s House

“Siapa sih yang patah hati?. Siapa juga yang suka sama Kyung Soo!!. Najis, suka sama banci kayak gitu.” Hyeji marah-marah di hadapan orangtua dan adiknya.

“Biasa aja kali nuna. Kalau gak suka, gak usah kayak orang lagi patah hati segala. Pake kunci-kunci kamar segala.” Ujar Junghwa yang asik menonton TV.

“Kamu anak kecil diam aja!!. Eomma tolong jangan sebut-sebut nama Kyung Soo lagi. Appa juga. Aish…”

Sangking kesalnya Hyeji keluar dari rumah.

“Dikit-dikit Kyung Soo. Apa gak ada cowok lain di dunia ini?!.” Gerutu Hyeji di depan rumahnya.

Da Ye yang baru saja siap membuang sampah melihat Hyeji yang sibuk berbicara sendiri di depan rumahnya.

“Kenapa?. Ada masalah sama Kyung Soo?.” Tanya Da Ye menghampirinya.

“Ini lagi!!. Bisa gak sih, gak nyebut-nyebut Kyung Soo?.” Gerutu Hyeji dengan nada tinggi, lalu pergi dari hadapan Da Ye.

“Hei…tunggu!!.” Panggil Da Ye dari belakang.

“Siang-siang gini enakanya makan es serut. Pergi yuk!!. Sekalian untuk mendinginkan hati kamu.” Ajak Da Ye sambil tersenyum. Tanpa menunggu jawaban dari Hyeji, Da Ye langsung menariknya menuju halte bus.

Di dalam bus, Da Ye mengirim SMS pada Mina teman sekelas D.O dan juga pada orang tua D.O, serta Junghwa adik Hyeji dan Kris.

To : Mina/MamaKyungSoo/JungHwa/Kris

Sekarang saatnya!!. Aku dan Hyeji hampir tiba.

***

@Kedai Es Serut

            Setelah memilih bangku dekat dengan jalan Hyeji dan Da Ye langsung memesan Es serutnya.

“Jadi beneran nih?. Udah gak ada ikatan apapun sama Kyung Soo?.” Da Ye membuka pembicaraan.

“Eonni!!. Kita ke sini untuk dinginin hati aku kan?. Kenapa sih?. Gak di rumah, di sekolah, di mana aja, asal lihat aku pasti nanyakin si anak mami. Emangnya aku istrinya apa?. Tahu dimana dia, dia lagi ngapain. Emang aku harus kemana-mana sama dia ya?.” Hyeji marah-marah.

“Ya…habis kalian kan selalu kemana-mana bareng. Serasi gitu!!. Tapi, beneran nih?. Udah gak cinta lagi?.”

“CINTA???. GILA APA AKU CINTA SAMA BANCI??. NAMA DO KYUNG SOO UDAH AKU DELETE TITIK!!!.”

Da Ye menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia malu karena sikap Hyeji.

Saat pesanan Da Ye dan Hyeji tiba, pintu kedai es serut terbuka. Ada seorang gadis dan laki-laki yang masuk.

“Mina?.” Gumam Hyeji saat melihat seorang gadis yang satu sekolah dengannya masuk.

“D.O??.” Mata Hyeji melotot saat melihat ternyata laki-laki yang di gengangam tangannya oleh Mina adalah D.O.

“Mana?, mana?.” Da Ye sibuk mencari arah pandangan mata Hyeji.

“Wuah, gebetan baru tuh. Kamu gak marah?.” Tanya Da Ye memanas-manasi.

Wajah Hyeji berubah menjadi merah padam saat melihat Mina dengan begitu mesra merangkul D.O.

Hyeji terus memerhatikan Mina dan D.O yang duduk agak berjauhan dari tempat ia duduk. Dengan mesra Mina memesan es serut untuk D.O. Dan yang paling dahsyat adalah Mina menyuapinya untuk D.O. Sesekali terdengar tawa dari mulut Mina.

“Sepertinya dia benar-benar udah lupain kamu.” Da Ye berkata lemas.

Mata Hyeji telah berair, ia menahan air matanya agar tidak jatuh. Hyeji lalu bangun dari tempat duduknya. Ia berhenti tepat di hadapan D.O dan Mina.

“Enak?.” Tanya Mina saat menyuapi D.O.

D.O menoleh dan sadar bahwa Hyeji melihatnya.

“Hyeji?. Ngapain disini?.” Tanya Mina dengan wajah polos.

“Chukkae.” Kata Hyeji singkat dan keluar dari tempat itu. Namun, D.O yang masih duduk mencegatnya dengan memegang tangannya.

“Gumawo.” Balas D.O singkat lalu melepaskan tangan Hyeji.

Hati Hyeji begitu hancur, ia dengan jelas mendengar D.O mengucapkan kata ‘gumawo’ padanya. Ia lalu berlari keluar. Namun ada yang menarik tangannya dan langsung memeluknya dengan erat.

“Bukankah ini lebih baik?.” Ujar Kris yang memeluk Hyeji di hadapan D.O dan Mina.

Di dalam pelukan Kris, Hyeji menangis. Akal sehatnya tidak dapat menerima sikap D.O tadi.

Sementara D.O juga merasakan hal yang sama. Lagi-lagi, ia melihat hal yang tidak di inginkan. D.O mengepalkan tangannya dan  pergi meninggalkan Mina tanpa sepatah katapun.

“Jangan lepaskan dulu!.” Pinta Hyeji pada Kris, saat Kris ingin melepaskan pelukannya.

Hyeji menangis semakin keras, dan Kris memeluknya semakin erat. Sementara Da Ye, senyum-senyum sendiri dengan maksud terselubung.

***

@D.O’s House

D.O pulang dengan membanting pintu rumahnya.

“Kenapa??. Pulang-pulang kok marah-marah?. Mana Mina?.” Tanya ibunya yang menghampirinya.

Sebelum menjawab D.O menarik napas dalam-dalam.

“Tolong mom jangan bertanya apapun.”

D.O yang naik darah lalu naik keatas dan masuk ke kamarnya.

Ibu D.O senyum-senyum sendiri. Ia langsung mengambil handphonenya di dalam kamar dan menelpon Da Ye.

“Bagaimana?.” Tanya ibunya D.O. pada Da Ye di seberang telpon.

“Hyeji sedang menangis. Reaksinya di luar dugaan.” Sahutnya.

***

D.O mengacak seluruh isi kamarnya. Ia merasa muak dengan perlakuan Hyeji terhadapnya. Ia telah berusaha untuk melupakannya, tapi mengapa situasinya semakin memburuk.

“Ini cara kamu menunjukkan kemenangan?.” Gumam D.O saat melihat kalender dengan tanggal yang di lingkari. Hari ini tepat taruhannya dan Hyeji berakhir.

Tok…tok…, suara ketukan pintu kamarnya. Ternyata ibunya yang mengetuk. Ia sangat kaget melihat kamarnya D.O berantakan. Beberapa kali di panggil, ia tidak menjawab. Ia duduk sambil membenamkan kepalanya di atas meja belajarnya.

“Ini…” Ibunya meletakkan sebuah tiket pesawat di sampingnya.

“Mom dan Dad memutuskan kita untuk pindah ke Perancis. Sebelum terlambat, katakan padanya untuk terakhir kalinya.” Kata ibunya yang mengusap bahu anaknya.

Setelah pintu tertutup rapat. D.O menatap tiket pesawat yang di berikan ibunya. Hatinya semakin bingung. Ia menarik napas panjang dan mulai untuk berfikir jernih.

Hingga malam menjelang, D.O terus menatap tiket yang di berikan ibunya tadi.

“Aku harus pergi.” Batinnya.

Sebuah jaket yang tergantung di belakang pintu kamarnya langsung di sambar dan ia bergerak cepat turun ke bawah.

“Mau kemana?.” Tanya ibunya yang membuat langkahnya terhenti.

“Untuk terakhir kalinya. Aku ingin melihat wajahnya.” Ujarnya.

***

@Hyeji’s House        

Setelah selesai makan malam, Hyeji mencuci semua piring. Orang tua dan adiknya sama sekali tidak berani berbica dengannya. Raut wajahnya malam ini begitu suram.

“Eomma, ada yang mencet bel.” Junghwa memanggil ibunya.

“Biar nuna saja.” Kata Hyeji yang mengejutkan seluruh isi rumah. Namun, Junghwa mengacungkan jempol pada ibunya sambil mengedipkan mata.

Teet…teet…. Bel rumah Hyeji terus berbunyi.

“Siapa sih, gak sabaran banget.” Gerutu Hyeji sambil memakai sandal.

Ia keluar dan membuka pintu. Namun, tidak ada siapun di sana. Ia berusaha untuk memeriksa ke sekeliling. Hasilnya, tidak ada orang sama sekali. Hyeji jadi kesal dan marah-marah sendiri.

“Heiii…., keluar!!. Keluar!!.” Teriak Hyeji mencari-cari orang yang memencet bel rumahnya.

“Siapa sih?. Semabarangan banget mencet bel rumah orang. Awas aja kalau dapat orangnya. Aku teriakin maling biar di gebukin satu kampung.”

Dari balik tiang listrik yang besar, D.O tersenyum sendiri mendengar Hyeji yang marah-marah. Bibirnya tersenyum, namun matanya menunjukkan kesedihan. Ia mengintip sedikit. Hyeji memakai baju lengan panjang dan rok. Dan bando pita yang menghiasi rambut panjangnya. Lagi-lagi D.O tersenyum.

“Song Hye Ji. Annyeong.” Batinnya yang mengucapkan salam perpisahan pada Hyeji.

***

Keesokan paginya…

@Hyeji’s House

Hyeji berusaha menenangkan dirinya di balik selimut. Suara-suara ribut yang tidak jelas membuat tidurnya terganggu.

“Ya ampun, ini hari minggu. Apaan sih ribut banget.”

Sangking kesalnya, ia yang masih menggunakan piayama berwarna pink dan wajah yang belum di cuci keluar dari kamar.

“Apaan sih ribut banget?.” Tanya Hyeji pada Jung Hwa yang kelihatan panik.

“Ini di luar banyek banget bebek.” Teriak ibunya dari luar.

Hyeji langsung berlari ke halaman rumahnya. Benar saja, halaman rumahnya telah di penuhi oleh bebek-bebek berwarna kuning yang di berikan kalung nomor dan nama di setiap lehernya.

“Siapa yang kasih nih?.” Tanya Hyeji.

“Nuna kok nanya lagi?. Seperti taruhan kalian, 100 ekor bebek kan?. Kyung Soo hyung telah melunasi taruhannya.” Jawab Jung Hwa dengan wajah cemas.

Hyeji tidak menyangka. Bagaimana bisa D.O masih terus memikirkan soal taruhan itu.

“Selamat nuna menang.” Kata Jung Hwa dengan lemas.

“Seharusnya kamu senang, kalau nuna menang. Kenapa kamu malah sedih gitu?.”

“Aku gak tahu harus bilang apa. Tapi, kalau nuna benar-benar cinta dengan Kyung Soo hyung. Sekarang nuna harus kejar dia ke bandara. Dia bakalan pergi jauh.”

“Maksudmu?.” Tanya Hyeji sambil melihat sekeliling.

“Kyung Soo bakalan pindah ke Perancis selamanya.” Jelas ibunya yang berdiri dihadapannya.

“APA??. KENAPA KALIAN GAK BILANG?.”

Tanpa memperhatikan apapun, Hyeji langsung berlari keluar rumah. Ia bahkan tidak memakai alas kaki apapun. Tangannya gemetaran saat mendengar D.O akan pindah. Hyeji begitu panik sampai-sampai tidak memperdulikan dirinya masih menggunakan piyama dan wajah yang masih belum di cuci.

Wajahnya semakin pucat saat taksi tak ada satupun yang lewat.

“Ayo naik…” Mobil Kris lewat di sampingnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung menaikinya.

“Cepat!!. Cepat!!.” Pinta Hyeji.

***

@Seoul International Airport

Saat tiba di bandara Hyeji langsung berlari kedalam mencari D.O. Ia tidak peduli semua orang melihatnya dan menganggapnya seperti orang gila.

“KYUNG SOO!!. KYUNG SOO!!. YA…DO KYUNG SOO!!.” Teriaknya di dalam bandara.

Dari mulai lantai satu sampai lantai dua, semua dia telusuri. Ia semakin panik saat ingin menelpon D.O dengan telpon umum, ia baru sadar ternyata ia tidak membawa sepeser uangpun. Jantungnya semakin berdebar kencang. Seluruh wajahnya telah di basahi oleh keringat.

“Tuhan tolong. Tolong…tolong…” Batinnya yang terus berlari kesana kemari mencari D.O.

Tanpa disengaja ia melihat ke lantai satu. Ada seorang yang sangat familiar memakai kaos berwarna putih.

“D.O…” Gumamnya. Ia langsung turun ke lantai satu.

“YA!!. DO KYUNG SOO!!.” Teriaknya membuat langkah seseorang di depan berhenti.

D.O berbalik ke belakang, ternyata yang memanggilnya adalah Hyeji.

“Hanya Perancis?. Kenapa kamu gak pergi ke tempat yang lebih jauh lagi?. Kamu selalu memperlakukan aku sembarangan. Berbicara padaku sembarangan. Mecat aku sembarangan. Dan sekarang pergi sembarangan. Apa aku memang berhak di perlakukan sembarang oleh setiap orang?. Aku bodoh. Tapi aku punya hati. Kenapa kamu gak bisa lihat sedikit aja apa yang udah aku lakukan untuk kamu. Kamu gak bisa lihat kan?. Karena kamu cuma lihat pakai mata, gak pernah pakai hati.”

D.O menatap Hyeji yang berkali-kali menghapus air matanya. Rasanya ia ingin sekali mengahapus air matanya. Namun, ia hanya berdiri tanpa melakukan apapun.

“Aku berubahh untuk kamu. Aku memang cinta sama kamu, tapi aku tahu aku memang gak pantas buat kamu. Aku harap kamu dapat bahagia. Mulai sekarang, kita tidak akan pernah bertemu lagi.”

Hyeji berbalik meninggalkan D.O dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Mata D.O berkaca-kaca, ia tidak tahu harus berkata apa.

“Kalau kamu memohon. Aku gak akan pergi.”

Langkah Hyeji terhenti mendengar perkataan D.O.

“Saranghae.” Kata D.O di belakang.

Hyeji berbalik.

“Ungkapan apa seperti itu?.” Hyeji marah.

“Kamu jangan tanya lagi. Aku udah bilang barusankan?.” Wajah D.O berubah menjadi merah padam. Ia kesal, lantaran Hyeji menganggap remeh atas perkataannya. Padahal, kata itu sangat sulit di ucapkan olehnya.

“Pergi sana!. Aku mau pulang.” Hyeji menghapus air matanya. Walaupun sedikit terkejut. Namun, ia merasa seperti di permainkan.

D.O menarik tangan Hyeji, menyuruhnya agar tetap berdiri diam. Ia menghampiri kedua orangtuanya dan mengambil jas dan dasi yang di kenakan ayahnya. Ia memakainya dan merapikan rambutnya. Lalu menghampiri Hyeji.

Ia menatap Hyeji dalam dan menarik napas panjang. Hyeji aneh melihatnya yang begitu rapi dengan jas dan dasi.

“Aku akan berhenti untuk menghapusmu dari hidupku. Karena pada kenyataannya, walaupun aku pergi jauh. Aku gak akan bisa melupakan kamu. Walaupun, aku gak setampan Kris. Tapi aku akan selalu ada di samping kamu dan membuat kebahagianmu berlipat ganda.”

“Hah?. Kamu lagi bicara apa?.” Tanya Hyeji yang tidak mengerti. Rasanya D.O ingin sekali membuka kepala Hyeji dan membersihkan isinya. Ia sudah berusaha untuk bicara seromantis mungkin, tapi, tanggapan Hyeji hanya wajah polosnya yang tidak mengerti apapun.

“Huuufh….otak udang” Terdengar D.O menarik napas panjang dan mendekat ke arah Hyeji.

“Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku hanya mencintai kamu. Aku hanya bahagia jika bersamamu. Jadi, tolong mohon padaku, agar aku gak pergi.”

Hyeji yang merasa tersentuh menjadi menangis.

“Kenapa tadi kamu bicara panjang lebar. Aku gak ngerti. Kamu gak lagi bohongin aku kan?.” Tanya Hyeji yang menangis seperti anak kecil.

“Seluruh isi bandara melihat aku yang menyatakan cinta pada gadis yang hanya menggunakan piyama tanpa alas kaki dan rambut acak-acakan. Apa aku terlihat seperti orang yang sedang berbohong?.”

“Jangan pergi…” Pinta Hyeji.

D.O menghapus air matanya dan merapikan rambutnya.

Tiba-tiba…

“Chukkaeyo….” Teriak orang-orang di belakang Hyeji dan D.O. Ternyata mereka adalah orang tua Hyeji, Jung Hwa, orang tua D.O, Da Ye, Kris dan Mina.

“Selamat bersenang-senang.” Kata orangtua D.O pada Hyeji dan D.O.

“Kalian berhasil masuk jebakan. Hahaha.”

“Maksudnya?.” Tanya Hyeji.

“Kamu gak bisa mikir?. Masa sih kebetulan banget Kyung Soo dan Mina ada saat kita lagi makan es serut. Trus ada Kris lagi. Terus masa sih kamu gak ingat?. Kamu kesini kan di anterin Kris. Masa sih dia tahu kamu mau ke bandara?. Masa kamu gak mikir sih?.” Da Ye menaikkan alisnya.

“Jadi ini di rencanakan?. Dan pergi ke Perancis itu bohongan?.” D.O geram melihat ayah dan ibunya.

“Pergi ke Perancis itu benaran, Tapi cuma mom dan dad saja yang pergi, mau honeymoon, selama seminggu.” Kata Ibunya bangga.

“Kami di kerjain?.” Tanya Hyeji.

“Habisnya kalau gak kayak gini. Kalian gak bakalan ngaku kalau kalian itu cinta satu sama lain.” Jelas Da Ye sambil tertawa cekikikan.

“Kalian….” Geram D.O dan Hyeji.

***

D.O menggandeng tangan Hyeji keluar dari bandara. Genggamannya begitu erat. Ia merasa tidak ada hari yang paling bahagia selain hari ini.

Kenapa kamu selalu bahas soal ciuman itu. Najis tau gak ciuman sama Kris. Malas banget aku nyium-nyium dia. Gara-gara kamu tau!. Balikin first kiss aku!.”

D.O terngiang perkataan Hyeji.

“Aku mau balikin sesuatu.” Kata D.O.

“Apa?.”

“Tutup mata.”

Hyeji menutup matanya. Lalu D.O mendekatkan wajahnya dan menyium Hyeji dengan lembut.

“Aku duluan…” Ujar D.O yang menjadi canggung dan kaku setelah mencium Hyeji. Ia meninggalkan Hyeji di belakang.

“Ya!!… Tungguin aku.” Teriak Hyeji yang langsung berlari dan menaiki punggung D.O.

D.O menggendong Hyeji di punggungnya.

“Saranghae.” Batinnya.

 

NB : Harus ada spesial partnya gak ya?(Please coment). Oya, baca FF baru aku ya judulnya “Chanyeol Appa!!”. Thank You ^^ *deep bow*

==============================THE END==============================

Iklan

116 pemikiran pada “100 Ducks (Chapter 15)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s