Oranchen

ORANCHEN

Title: Oranchen | Author: Thiscent | Main Cast: Chen EXO-M, OC | Genre: Fluff, Romance | Length: Ficlet | Rating: PG-13

Summary:

Jeruk memiliki rasa asam dan manis. Jika kau beruntung kau akan mendapat rasa yang kau suka. Bahkan kau bisa mendapatkan keduanya.

oranchen

***

 

Hari Minggu yang cerah adalah waktu yang pas untuk berkencan bagi pasangan kekasih. Namun tidak untuk Jongdae dan Hyujin. Mereka berdua justru lebih memilih –sebenarnya Jongdae yang memilih– menonton TV sambil memakan camilan.

Hyujin berusaha menikmati quality time-nya bersama Jongdae. Dan Jongdae? Oh tentu ia sangat menikmatinya. Menikmati buah jeruk yang sedari tadi ia makan tanpa henti. Semoga saja setelah ini tidak akan tumbuh buah jeruk di kepala Jongdae.

Oke, tidak masalah jika mereka harus menghabiskan waktu bersama dengan menonton TV. Tapi setidaknya buatlah percakapan antara kekasih pada umumnya, bukan seperti sekarang.

Jongdae tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan acara favoritnya itu. Sesekali Hyujin juga ikut tertawa –normal– ketika adegan yang dilihatnya memang terlihat lucu. Tidak seperti Jongdae yang selalu saja tertawa bahkan ketika melihat orang makan menggunakan garpu.

Dan akhirnya… Hyujin bosan.

“Dae-ya aku bosan. Ayo kita pergi ke bioskop dan menonton film horror saja,” ucap Hyujin sambil menarik-narik lengan baju Jongdae. Bukankah itu ide yang bagus? Ketika kau merasa takut kau akan memeluk lengan kekasihmu. Terdengar romantis.

Jongdae tampak berpikir, “Itu ide yang buruk Hyu. Kau pasti akan merasa ketakutan. Minggu cerah seperti ini harus kita habiskan dengan sesuatu yang menyenangkan. Ah, terakhir kali aku menonton film horror membuatku tidak berani tidur dengan lampu dipadamkan. Mengerikan bukan?”

Jongdae bergidik ketika menceritakan pengalaman terakhirnya menonton film horror. Tapi karena adegan mengerikanlah hal romantis yang Hyujin inginkan bisa terjadi. Jongdae memang anti-mainstream! Ketika sesuatu dianggap romantis oleh pasangan kekasih kebanyakan, ia justru menampik dengan pola pikirnya yang… unik.

Hyujin menyerah. Ia lebih memilih mati kebosanan dibanding mengungkapkan ide romantis lainnya pada Jongdae. Ketika Jongdae bisa menampik satu ide romantis –menjadi hal yang tidak romantis– ide-ide lain pun akan sama nasibnya. Seperti barisan papan domino yang akan jatuh ketika satu domino dijatuhkan.

Semakin merasa bosan, Hyujin pun mengambil buah jeruk yang sebagian sudah dimakan Jongdae. Mungkin dengan memakan jeruk pola pikirnya akan berubah seperti pola pikir Jongdae. Lebih hebatnya lagi, bisa saja ia menjadi mudah tertawa bahkan ketika melihat orang normal bernapas.

“Ehm, asam.” Hyujin berusaha menahan rasa asam jeruk yang baru saja ia makan. Satu jeruk saja rasa asamnya sudah seperti itu. Tapi kenapa Jongdae tampak seperti memakan jeruk manis?

“Benarkah? Tapi menurutku ini manis. Cobalah satu lagi.”

Jongdae menyuapkan satu jeruk ke dalam mulut Hyujin. Baru beberapa detik tapi ekspresi Hyujin sudah menjelaskan jika jeruk kedua yang ia makan tidak kalah asamnya. Lihatlah kerutan yang muncul di dahinya dan bagaimana matanya terpejam semakin kuat. Nam Hyujin malang sekali nasibmu.

“Dae-ya ini sangat asam. Bagaimana bisa kau mengatakan ini manis?”

“Kau tidak percaya? Baiklah kau perlu mencoba yang ini.”

“Aku tidak ma– ”

Jongdae mencoba membuat Hyujin merasakan manisnya jeruk dengan menciumnya. Menguar aroma jeruk ketika Hyujin merasakan ciuman singkat Jongdae yang terasa… manis. Benar kata Jongdae, jeruk yang ia makan rasanya manis. Ketika ciuman itu selesai Jongdae masih menyisakan jarak dua sentimeter dengan wajah Hyujin.

“Jeruk yang kumakan terasa manis karena aroma manismu itu sangat kuat. Dan ketika aku menciummu rasa manis itu semakin terasa.”

Jadi, siapa yang terasa manis? Jongdae atau Hyujin? Entahlah. Sekarang mari kita ucapkan terima kasih pada Jongdae yang berhasil membuat Hyujin percaya kalau jeruk itu manis. Terima kasih juga karena ia telah membuat pipi Hyujin bersemu merah. Sepertinya ini akan menjadi quality time asam manis tak terlupakan bagi Hyujin.

 

kkeut

Iklan

31 pemikiran pada “Oranchen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s