Chanyeol Appa! (Chapter 1)

Title     : Chanyeol Appa!

Part  1 : “Oh My God!” 

Length : Chaptered

Rating : PG 13+

Genre : Comedy, Romance and Family

Author : deeFA (Dedek Faradilla)

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : ChanYeol EXO (Park Chan Yeol)

                     Hwayoung (Ryu Hwayoung)

                     Baek Hyun EXO-K (Byun Baek Hyun)

                     Ara Hello Venus (Yoo Ara)

                     Suho EXO (Kim Joon Myun)

                     Aleyna Yilmaz Ulzzang Baby (Park Shin Hye)

 Part 1

(Introducing my new FF. Author amatiran ini berterima kasih kepada yang mau baca. Hehehe.  Mohon kritik dan sarannya ya *bow*. Hope You Like ^^)

 

 

            Pesawat jurusan New York-Seoul baru saja tiba. Chanyeol tiba dengan kedua orang tuanya yang berjalan di depan, sambil mendorong koper-koper milik mereka. Chanyeol menaruh kacamatanya diatas kepala dan mengeluarkan i-phonenya.

To : Bacoon92          

Aku tiba!. Buktikan kata-katamu!. See u bro.

***

Sinar matahari berpencar dan menyinari sepatu berwarna merah milik Hwayoung. Hwayoung menyibakkan rambutnya dan memeluk erat ibunya.

Annyeong eomma…” Katanya berpamitan dan menggandeng tangan Ara keluar dari rumahnya. Ara adalah sepupunya, yang tinggal bersamanya.

“Ulangan hari ini harus dapat seratus. Hwaiting!!.” Semangat Ara yang memboncengi Hwayoung dengan sepeda mini.

***

@Yeongdo Hakkyo

            Semua murid berkumpul untuk mendengar gosip dari murid perempuan bernama Soo Yeon.

“Ini hot gosip. Katanya Ulzzang Universitas Seoul itu pacaran dengan anak sekolah kita?.”

“Maksudnya?. Baek Hyun?. Pacaran sama anak SMA kita?. Siapa?. Siapa?.”

“Siapa?.”

Para murid perempuan semuanya sibuk membicarakan laki-laki bernama Byun Baek Hyun yang merupakan Ulzzang yang terkenal dan anak dari seorang mentri keuangan Korea Selatan.

“Ehmm…sama aku!.” Kata Hwayoung di depan kelas, sekaligus memecah suasana kelas.

“Hah?.” Reaksi semua murid perempuan saat mendengar kata-kata itu.  Namun tiba-tiba reaksi itu berubah menjadi ledakan tawa, lalu mereka kembali ke bangku masing-masing. Hwayoung memang moodmaker di kelasnya.

“Hwayoung, tahu gak?. Min Ra tamat SMA mau langsung menikah lho.” Soo Yeon datang ke bangku Hwayoung.

“Yang bener?. Gila aja!. Gak kuliah apa dia?.” Tanya Hwayoung.

“Kuliah?. Terus habis kuliah, cari kerja gitu?. Min Ra mana perlu.”

“Yaiyalah. Calon suaminya kan anak milyarder.” Ara nimbrung.

“Iya kan Ara?. Mobilnya aja keren banget waktu jemput Min Ra. Apalagi katanya dia bakal ngundang satu sekolah buat makan gratis pas ulang tahunnya di restoran bintang lima.” Ujar Soo Yeon dengan menggebu-gebu.

“Tenang, tenang. Nanti aku menikah dengan anak orang kaya juga.” Hwayoung tersenyum licik.

“Siapa?.” Tanya Soo Yeon serius.

Oppamu.” Jawab Hwayoung iseng.

“YA!!.”

***

@Byun’s Residence

Laki-laki tampan yang berpakaian trendy sedang bersembunyi di bawah sebuah meja di ruang tamu rumahnya yang besar.

“Aku duluan yang jemput dia.”

“Eh, jangan keganjenan ya!. Tadi malam Baek Hyun oppa sendiri yang nelpon aku.”

“Kalian berdua apa-apan sih?. Baek Hyun itu udah sms aku dari dua minggu yang lalu. Jadi, aku yang berhak pergi dengan dia hari ini.”

“Siapa bilang?. Aku  yang berhak jemput dia setiap hari. Secara, aku kan pacar resminya. Dasar kalian bertiga perempuan jalang.”

Empat orang gadis itu terus saja beradu mulut, tanpa henti. Memperebutkan siapa yang berhak menjemput laki-laki yang bernama Byun Baek Hyun itu.

“Aish…aku bisa telat lagi.” Gerutu Baek Hyun di bawah meja.

***

Chanyeol terpana melihat rumahnya, mulutnya sampai menga-nga besar.

“Wuah, Appa memang hebat!. Bisa beli rumah yang di drama Full House. Wuah!!. Daebak!!.” Ia berdecak kagum.

“Apa pun akan Appa penuhi, asal kamu jadi anak yang patuh.”

“Siip bos!!.” Chanyeol memberi tanda hormat pada orang tuanya sambil tersenyum.

Chanyeol adalah anak sematawayang. Semua keinginannya akan di wujudkan oleh ayah dan ibunya, seperti saat ini, mimpinya telah menjadi nyata yaitu menempati rumah yang ada di drama Full House, drama yang di bintangi world star Rain dan Song Hye Kyo.

***

@Seoul University

“Aaaaaaaaaaaaaa………..” Teriakan para anak SMA dan SMP yang berada di depan gerbang menuju kampus.

“Aish…, kasihan mereka gara-gara ketampananku jadi bolos sekolah.” Kata Baek Hyun di dalam mobil. Ia mengambil sebuah toak dan membuka bagian atas mobilnya. Kini kepala dan setengah badannya telah tampak, membuat teriakan semakin keras dan kerumunan itu menyerbu mobilnya.

“Para gadis, oppa kecewa sama kalian. Seharusnya kalian kan pergi kesekolah. Untuk itu,  siapa yang tidak bolos sekolah dan mendapat peringkat bagus, boleh berkencan dengan oppa. Sekarang tolong buat jalan ya.” Ujar Baek Hyun dengan toaknya dan memberikan wink maut pada gadis-gadis itu.

“Susah punya wajah tampan.” Batinnya.

Grrrt….

Sebuah sms masuk.

From : Chan_Yeol

Baek, see u at campus.

“Dia masuk?. Heol….”

***

@Yeongdo Hakkyo

Hwayoung meminta permisi di tengah pelajaran. Ia kebelet buang air kecil. Setelah masuk ke toilet akhirnya ia merasa lega.

“Leganya…” Gumamnya sambil merapikan rambut di depan kaca.

“Hwayoung…” Panggil Won Hee yang baru saja keluar dari toilet.

“Hmmm??.”

“Nanti malam jangan kemana-mana, tetap di rumah. Jangan keluar rumah selangkahpun. Kalau tidak…”

“Kalau tidak apa?.”

“Jangan keluar rumah!. Jangan!. Jangan!!.” Won Hee berteriak histeris

Karena takut Hwayoung langsung berlari menuju kelas.

“Ih, apaan tuh Won Hee, kayak orang lagi kerasukan aja.”

Setelah kembali ke kelas jam istirahat tiba. Hwayoung menceritakan tentang yang di katakan Won Hee pada Ara dan So Yeon.

“Turuti ajalah. Apa susahnya sih!. Kan kita juga gak pernah keluar malam.” Kata Ara.

“Tapi, dia cara bicaranya kayak lagi kemasukan setan tahu gak sih.”

“Ya ampun, Hwayoung. Baby, ini 2013. Siapa yang percaya ramalan. Semua ramalan Won Hee itu salah. Hwa Min katanya gak mungkin pacaran sama Eun Hee, tapi buktinya mereka sampai sekarang pacaran. Trus Jang seongsaenim gak mungkin menikah, nah sekarang malah lagi hamil anak kedua. Trus katanya gak akan ada cowok yang mau sama aku. Buktinya, kemarin tiga orang sunbae mengatakan cintanya padaku. Semua yang di katakannya malah kebalikan. Jangan percaya!.” Jelas So Yeon.

Hwayoung menatap wajah Ara dan So Yeon bingung.

***

Jam menunjukkan pukul 3 sore. Chanyeol duduk samping lapangan basket Seoul University. Matanya terus tertuju pada i-phonenya, ia sedang membaca New York Post melalui media online.

“Brooo….” Sapa seseorang yang memukul pundaknya dari belakang.

“Baek???. My Bro….” Chanyeol langsung memeluk Baek Hyun saat mendapati yang memukul pundaknya adalah sahabat baiknya.

Heol…, tampannya!!.” Gerutu Baek Hyun yang kagum melihat wajah Chanyeol.

“Kenapa?. Merasa tersaingi?.”

Heol…”

Baek Hyun duduk di samping Chanyeol yang memperhatikan orang bermain basket.

“Sepuluh tahun di New York bagaimana rasanya?.” Tanya Baek Hyun.

“Lumayan…, tapi lebih enak di Seoul.” Jawab Chanyeol.

“Trus…, cewek-ceweknya gemana?, secara, cewek-cewek Amerika kan bodynya wow gitu. By the way, First kiss kamu sama siapa?.”

First kiss?. Belum pernah.” Jawabnya polos.

“Lalu, kamu ngapain aja sama pacar kamu?.” Baek Hyun kesal.

“Pacar?. Bukannya udah aku bilang berkali-kali, aku gak ada pacaran. Apalagi ciuman.”

Jinja???. Heol!. Daebak!. Jadi saat coming of age day (Hari dimana umur menjadi 19 tahun, dan di anggap sudah dewasa) kamu buat apa aja?. Jangan-jangan kamu belum pernah minum?.” Selidik Baek Hyun.

“YA!!. Coming of age day baru lewat seminggu. Jangan bilang kamu udah dapatin ketiganya!!.” (Hadiah pada coming of age day adalah perfume, clothing dan kiss. Di berikan dari pria ke wanita, atau sebaliknya.)

“Tatap wajahku!. Belum masuk umur 19 tahun saja sudah begitu banyak yang ngasi aku parfum dan baju. Apalagi yang berusaha menyiumku. Gadis-gadis itu, baru aku senyumin aja udah pada pingsan. Apalagi kalau sampai aku cium. Bisa-bisa rumah sakit gak cukup untuk nampung gadis-gadis yang kena serangan jantung.”

Tiba-tiba ada seorang gadis yang lewat di hadapan mereka menggunakan rok mini dan baju yang ketat. Baek Hyun dan Chanyeol terus melirik gadis itu, namun Baek Hyun berkomat-kamit “34??,a atau b?.”

“Cih!!. Dasar cabul. Lihat gadis itu dari hatinya, bukan dari ukuran branya.” Gerutu Chanyeol.

Baek Hyun menatap sahabat baiknya itu dengan tatapan selidik.

“Aku gak liat kok!.” Chanyeol ngambek.

Namun Baek Hyun menatapnya lagi dengan senyuman penuh arti.

Fine!!. Aku lihat!!.”

***

Pagi berganti menjadi malam. Hwayoung sedang menyiapkan meja untuk makan malam. Sementara Ara dan Ibunya Hwayoung sedang menyiapkan makanan.

Halmoni…, bantu dong. Jangan nonton aja.” Protes Hwayoung pada neneknya.

Aigoo, minta bantuan kakekmu saja.”

Hwayoung hanya bisa merengut. Ia tinggal bersama Ibu, nenek, kakek dan sepupunya Ara. Ayahnya meninggal saat ia masih bayi. Ibunya bekerja sebagai juru masak di sebuah restoran. Kakeknya adalah seorang pensiunan tentara yang mempunyai ladang yang luas  yang di tamani buah pir di desa. Biasanya setiap sabtu dan minggu kakek dan neneknya pergi mengontrol para pekerja yang bekerja di perkebunan pir mereka.

“Makan malam telah siap.” Seru Ara.

“Mari makan!.” Kata Kakek mengawali makan malam.

“Tidak enak!.” Gumam Kakek yang membuat semuanya tertawa.

“Kalau tidak enak, jangan nambah lagi dong.” Ledek Hwayoung.

Setelah makan malam selesai, semuanya berkumpul di depan TV sambil menikmati beberapa cemilan.

“Di kulkas tidak ada lagi soju?.” Gumam Kakek Hwayoung saat membuka kulkas di dapur.

“Young-a, belikan untuk kakek. Ini uangnya.” Kata Kakeknya yang memberi uang di hadapanya yang sedang menonton TV.

“Siap laksanakan!.” Sahut Hwayoung seperti seorang tentara.

Saat ia sedang memakai sepatu ketsnya ia kembali teringat perkataan Won Hee tadi.

“Nanti malam jangan kemana-mana, tetap di rumah. Jangan keluar rumah selangkahpun. Kalau tidak…”

Bulu kuduk Hwayoung naik. Ia kembali masuk kedalam dan menarik tangan Ara.

“Ayo temanin aku. Aku gak berani.” Rengek Hwayoung.

“Aku lagi nonton nih. Kenapa sih?. Takut gara-gara Won Hee tadi?. Baby, ini 2013. Siapa yang percaya ramalan. Semua ramalan Won Hee itu salah.” Kata Ara sambil meniru gaya bicara So Yeon yang centil.

“Udah ah, pergi terus. Nanti kakek bisa ngamuk lho!. Ntar di suruh push-up, dan di potong uang saku. Mau?.” Sambung Ara sambil berbisik.

Hwayoung yang takut-takut akhirnya pergi. Ia mengendap-ngendap seperti seorang pencuri. Takut-takut ada nasib sial yang sedang menantinya.

***

@Kedai Deokbokki

            “Ah, dari sekian banyak gadis, belum ada yang bisa membuat hati aku itu ‘zinggg’.” Gumam Baek Hyun yang wajahnya sudah memerah.

“Pokoknya kamu harus buktiin, kalau gadis lokal lebih baik dari gadis import.” Kata Chanyeol yang terus meneguk soju dari sebuah gelas kecil.

Hal yang paling sering di lakukan orang dewasa di Korea adalah, memakan Deokbokki yang pedas di temani oleh sebotol soju di kedai pinggir jalan. Dan hal ini yang di lakukan oleh Chanyeol dan Baek Hyun. Mereka mencoba merasakan menjadi orang dewasa untuk yang pertama kalinya.

“Hahaha, aku sebenarnya juga belum pernah cobain, apa lokal lebih baik dari import. Kalau kau memperkenalkan aku dengan satu gadis Amerika yang bodynya oke, maka aku akan tahu jawabannya.”

Ani, ani, anio, aku yang akan cari jawabannya sendiri.” Chanyel berkata pada alam bawah sadarnya.

Mereka berdua telah mabuk berat. Pembicaraan mereka malah ngaur entah kemana.

“Tuan, ayo kita pulang. Sebelum fans-fans anda melihat anda sedang mabuk di pinggir jalan.” Kata seorang supir pribadi Baek Hyun yang memapahnya memasuki mobil. Baek Hyun sudah tidak sadar lagi, ia sudah tertidur. Tinggallah Chanyeol sendiri dalam keadaan mabuk membayar semua makanan dan minuman.

“Dua porsi deokboki dan lima botol soju. Semua 5500 won.” Kata Ahjumma pemilik kedai.

Chanyeol membayarnya dengan uang 10.000 dan langsung pergi.

Sepanjang jalan tidak jelas apa yang di bicarakannya. Ia benar-benar mabuk berat.

Brukk…, ia menabrak tiang lampu dan terjatuh.

Gwenchanayo??.” Tanya seorang gadis yang memegang plastik berisi soju di dalamnya.

“Kenalkan aku Park Chanyeol.” Kata Chanyeol yang berdiri lalu menjulurkan tangan.

“Aku Hwayoung.” Kata Hwayoung menatapnya aneh.

“Sedeng ya nih orang?.” Batinnya.

“A..a..ku..” Kata-kata Chanyeol terputus, badannya telah terjatuh ke tanah. Hwayoung menatap ke kiri dan kanan. Ia berjalan terus kedepan meninggalkan Chanyeol. Namun, karena kasihan ia berbalik.

Hwayoung memeriksa dompet dan handphone Chanyeol untuk mencari informasi.

“Wuih, uangnya banyak banget, orang kaya nih. Isinya bahasa inggris?. KTP nya New York?. Masa aku harus antar ke New York sih.” Gumam Hwayoung.

Ia berusaha menggendong Chanyeol di punggungnya. Walaupun berkali-kali jatuh, akhirnya ia sampai juga di sebuah hotel bintang lima.

@Hermes Hotel

“Pesan kamar untuk berapa orang?.” Tanya sang resepsionis.

“Satu saja. Kamar yang biasa saja.” Kata Hwayoung.

“Satu malam harganya 500.000 won.”

“Haaaaaaa?. Kalau bayar pakai dollar bisa tidak?.” Tanya Hwayoung hati-hati.

Setelah mendapat kunci, Hwayoung memapah Chanyeol menuju kamar 402. Sepanjang jalan Hwayoung terus mengagumi setiap detail desain hotel itu.

“Wuah….” Gumam Hwayoung saat membuka kamar. Ia melempar Chanyeol sembarangan dan loncat-loncat di atas kasur hotel yang begitu empuk.

“Wuah, dia benar-benar orang kaya. Duitnya dollar semua.” Ujar Hwayoung yang mengangkat Chanyeol ke atas kasur. Ia melepaskan sepatu dan menyelimuti Chanyeol.

Hwayoung melihat sekeliling kamar dengan terkagum-kagum.

“Bagaimana ini bisa kamar paling sederhana?!.”

Ia membuka kulkas dan memakan semua isinya. Sampai-sampai ia bersendawa. Lalu Hwayoung mengambil sekaleng minuman yang di beli tadi untuk kakeknya. Ia tidak sadar kalau yang di belinya adalah minuman beralkohol yang belum boleh di minum olehnya.

“Enaknya jadi orang kaya…” Hwayoung menjadi mabuk dan terus meminum minuman yang di belinya tadi.

Samar-samar ia melihat kasur di hadapanya. Dengan membawa dua kaleng minuman sisa ia menaiki tempat tidur.

Keesokan paginya…

“Ara…bangun…, bangun… Nanti terlambat. Ara…Ara…”

“Aku bukan Ara. Kamu salah orang.”

“HAH???….”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……….”

To Be Continued…

Iklan

41 pemikiran pada “Chanyeol Appa! (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s